LK 3.1 Menyusun Best Practices (Aksi 1) Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran Lokasi SMAN 1 Jasinga Lingkup Pendidikan Sekolah Menengah Atas Tujuan yang ingin dicapai Meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI MIPA pada materi Kerjasama Ekonomi Internasional Penulis Yuyun Wahyuningsih, S.Pd Tanggal 12 Desember 2022 Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. Kondisi ini dilatarbelakangi oleh motivasi belajar Peserta didik yang masih rendah. Berdasarkan hasil obervasi terdapat beberapa faktor yang menyebabkan motivasi belajar siswa rendah, diantaranya : 1. Rendahnya kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran Kondisi ini diperburuk dengan kurangnya pemanfaatan media ajar, model pembelajaran inovatif dan metode pembelajaran yang masih menerapkan cara konvensional (Monoton) sehingga kurang menarik perhatian siswa. Cara mengajar guru yang masih menggunakan ceramah sebagai salah satu metode dalam pembelajaran yang menyebabkan siswa kurang termotivasi dalam belajar. Praktik ini penting dilakukan agar motivasi belajar peserta didik meningkat, sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal Peran dan tanggung jawab guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik sangat diperlukan, karena salah satu peran guru adalah membuat suasana pembelajaran yang menyenangkan, dan guru tidak hanya mentransfer ilmu saja tetapi juga sebagai fasilitator serta mencontohkan sikap yang positif. Peserta didik yang memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar akan melakukan aktivitas belajarnya dengan baik sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar dan prestasi belajar. Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai Terdapat beberapa tantangan yang dihadapi untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu : 1. Pembelajaran yang cenderung masih
tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat, menggunakan ceramah/konvensional, media pembelajaran dan model pembelajaran yang kurang bervariasi menyebabkan siswa kurang termotivasi dalam belajar. 2. Guru belum maksimal dalam penerapan model-model pembelajaran inovatif, hal ini terjadi karena guru sudah merasa nyaman dengan pengajaran konvensional sehingga sulit menerapkan hal yang baru dan kurangnya pemahaman guru dalam model pembelajaran inovatif. 3. Pemahaman guru terhadap penerapan TPACK di dalam pembelajaran masih terbatas Untuk mencapai tujuan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa harus melibatkan guru mata pelajaran, walikelas, BP/BK, serta peserta didik SMAN 1 jasinga Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini Langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut diatas adalah sebagai berikut : 1. Pembelajaran yang cenderung masih menggunakan ceramah/konvensional/monoton, media pembelajaran dan model pembelajaran yang kurang bervariasi dapat diatasi dengan menggunakan metode, model, media dan strategi pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik sehingga akan meningkatkan motivasi belajar peserta didik. 2. Berkaitan dengan model pembelajaran inovatif yang masih kurang diterapkan dalam pembelajaran dikarenakan guru masih nyaman dengan pembelajaran konvensional hal ini dapat diatasi dengan guru menggunakan model pembelajaran inovatif dan memahami sintak-sintak dalam modelmodel pembelajaran inovatif yang akan diterapkan dalam pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang efektif adalah model Problem Based Learning (PBL). Sintaksintak dalam pembelajaran PBL adalah: a) Orientasi peserta didik pada masalah b) Mengorganisasikan peserta didik c) Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok d) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya e) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
Selain itu kelengkapan yang lain adalah pembuatan bahan ajar, media pembelajaran, Penggunaan LKPD sesuai dengan model PBL serta evaluasi. Pembelajaran ini berpusat pada siswa dimana siswa dibimbing untuk mengamati dan menganalisis suatu permasalahan yang disajikan kemudian siswa diminta melakukan presentasi hasil karyanya. Melalui kegiatan ini siswa saling berkomunikasi antar teman kemudian bersama-sama menarik kesimpulan dari pembelajaran yang telah dilaksanakan. 3. Kurangnya Pemahaman guru terhadap penerapan TPACK di dalam pembelajaran, hal ini dapat diatasi dengan guru harus melakukan pelatihan tentang pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran atau belajar dengan teman sejawat yang sudah ahli dalam tpack. Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang telah dilakukan dalam pembelajaran diantaranya menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, berbantuan media pembelajaran yang menggunakan teknologi canva presentasion dan video youtube tentang kerjasama ekonomi Internasional itu berdampak sangat besar terhadap kegiatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, mejadi lebih aktif dalam kegiatan diskusi sehingga motivasi belajar peserta didik menjadi lebih tinggi. Terkait dengan model dan strategi pembelajaran yang saya terapkan mendapat respon yang baik dari rekan guru maupun dari peserta didik Yang menjadi faktor keberhasilan dari model pembelajaran PBL serta menerapkan TPACK adalah dengan menerapkan dan menjalankan tahapan/sintak dari PBL agar semua tahapan/sintak bisa terlaksana semuanya, disamping itu meskipun adanya kendala teknis maupun non teknis dalam penerapan TPACK alhamdulillah masih dapat teratasi dengan baik. Pembelajaran dari keseluruhan proses ini bertujuan agar motivasi peserta didik lebih meningkat dibandingkan sebelumnya dan peserta didik lebih senang dan aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik dan guru hanya sebagai fasilitator yang akhirnya mencapai hasil belajar yang maksimal. Peserta didik juga berani untuk berpendapat baik dalam diskusi maupun menyajikan hasil didalam kegiatan pembelajaran