Mulai dari Diri - Aksi Nyata Para Pelindung Bumi Durasi : 3 JP Jenis Kegiatan : Mandiri Tujuan Pembelajaran : Melalui kegiatan pembelajaran dengan menggunakan buku siswa, modul, dan media pembelajaran pendukung lainya (media cetak dan digital) peserta didik diharapkan dapat: 1. Mengenali ragam berita dalam jenis media yang berbeda dengan membandingkan fitur berita cetak dan daring dengan kritis 2. Mengenali fitur dalam teks berita audiovisual dengan menyimpulkan informasi dan menemukenali fitur di dalamnya dengan baik 3. Menyimpulkan perbandingan terhadap berita ragam media dengan membandingkan teks pada judul, teras, dan isi berita cetak, daring, dan audiovisual dengan jeli 4. Memperdalam pengetahuan tentang unsur kebahasaan dalam teks berita eksplanasi dengan menandai jenis kalimat dalam teks berita tersebut dengan teliti 5. Mengembangkan keterampilan memilah informasi dengan kritis dengan menganalisis kesesuaian sumber berita dengan kritis 6. Berlatih menyampaikan informasi secara sistematis, terstruktur, dan efektif melalui kegiatan menulis teks berita sederhana dengan baik dan akurat 7. Memaparkan gagasannya secara lisan atau audiovisual dengan menyajikan teks berita yang disusunya melalui aplikasi dan situs perekam suara dengan baik Pengantar Anak-anak di kelas 7 semester genap kalian akan mempelajari upaya merawat bumi melalui beragam teks berita cetak dan berita daring. Kalian juga mempelajari dan mendiskusikan unsur teks berita, kriteria teks berita yang baik. Kalian diajak mengidentiikasi teks berita palsu, menyimak paparan teks berita lisan, serta belajar menyajikan teks berita secara lisan dan tertulis dengan baik dan menarik. Ringkasan Materi https://www.youtube.com/watch?v=3DWxApUbrD4 Siapa yang tak mengenal kata Berita. Setiap orang di dunia ini pasti mengenal kata yang satu ini. Hampir setiap hari manusia selalu menonton, membaca, ataupun mendengarkan berita baik yang berkaitan dengan topik perang, pemerintah, politik, pendidikan, kesehatan, lingkungan,ekonomi, bisnis, mode, dan hiburan serta acara atletik, acara unik, atau tidak biasa. Ada banyak sekali media yang digunakan dalam penyebaran berita, mulai dari media cetak, seperti koran dan majalah. Hingga ke media digital seperti wibsite berita semuanya digunakan untuk menyebar luaskan berita.
Lantas, apa sih sebenarnya berita itu? Apa saja unsur yang terkandung di dalam berita serta bagaimana cara menentukan unsur-unsur tersebut? Pengertian Berita Menurut KBBI Pada dasarnya ada banyak sekali definisi atau pendapat para ahli yang menjelaskan mengenai arti berita. Akan tetapi hampir seluruh pendapat tersebut memiliki makna atau inti yang sama. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berita dapat di artikan Berita adalah sebuah cerita atau keterangan yang memuat informasi mengenai berbagai kejadian atau peristiwa yang hangat. Unsur-Unsur Berita Unsur unsur berita terdiri dari what (apa), who (siapa), where (dimana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana) sering disingkat sebagai unsur 5W+1H. 1. What (Apa) Sebuah berita memenuhi unsur what, jika mengandung pertanyaan yang dapat menjawab pertanyaan apa. 2. Who (Siapa) Unsur Who memuat siapa saja yang terlibat dalam kejadian atau peristiwa tersebut.
3. Where (Dimana) Unsur ini memuat lokasi atau tempat terjadinya suatu peristiwa. 4. When (Kapan) Suatu berita memuat unsur when, jika didalamnya terdapat waktu terjadinya peristiwa 5. Why (Mengapa) Suatu berita memuat unsur why, jika disertai alasan atau latar belakang terjadinya peristiwa. 6. How (Bagaimana) Unsur dalam berita ini memuat bagaimana keadaan atau proses terjadinya peristiwa termasuk yang akan ditimbulkan. Pengertian 5W1H 5W1H dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan “Adiksimba”. Ini merupakan sebutan yang digunakan untuk memahami sebuah berita. Sebutan Adiksimba sendiri diambil dari singkatan unsur 5W1H, yakni apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana
Mengenal Karakteristik Berbagai Media Informasi Apa yang kalian tahu tentang media baru? Apakah media baru itu lebih baik dari media lama? Atau apakah media baru itu dapat mengatasi kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam media lama dengan baik? Mungkin pertanyaan-pertanyaan semacam itu seringkali muncul dalam benak kita ketika membahas mengenai media baru. Namun apa sih sebetulnya media baru itu? Mari kita simak belajar sama-sama. Pengertian Media Massa Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), media adalah alat; sarana komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk; yang terletak di antara dua pihak (orang, golongan, dan sebagainya); perantara; penghubung. Menurut KBBI, media massa adalah “sarana dan saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas”. Sebelum era internet, yang termasuk media massa atau sarana komunikasi massa ada lima: 1. Suratkabar 2. Majalah 3. Radio 4. Televisi 5. Film. Isi Media Massa Isi media massa umumnya terbagi tiga bagian atau tiga jenis tulisan yang merupakan produk jurnalistik atau jenis-jenis tulisan jurnalistik, yakni: 1. Berita (News) Berita adalah tulisan, gambar, audio, atau video berisi informasi atau laporan peristiwa terbaru. 2. Opini (Views) Opini –disebut juga artikel opini– adalah tulisan berisi pendapat, analisis, ulasan, atau pemikiran tentang masalah atau isu aktual. 3. Karangan Khas (Features) Feature adalah tulisan berisi gabungan fakta dan opini yang ditulis dengan gaya bahasa sastra layaknya cerpen atau novel. Foto dan video bernilai human interest termasuk kategori feature.
Jenis-Jenis Media Massa Dalam literatur lama, jenis-jenis media massa adalah sebagai berikut: 1. Media Cetak (Print Media) Media Cetak adalah media massa yang dicetak dalam lembaran kertas. Dari segi format dan ukuran kertas, media massa cetak meliputi Koran atau suratkabar — ukuran kertas broadsheet atau 1/2 plano. Tabloid — ukuran kertas 1/2 broadsheet. Majalah — 1/2 tabloid atau kertas ukuran folio/kwarto. Buku — ukuran kertas 1/2 majalah Newsletter — folio/kwarto, jumlah halaman lazimnya 4-8. Buletin — ukuran kertas 1/2 majalah, jumlah halaman lazimnya 4-8). 2. Media Elektronik (Electronic Media) Media Elektronik adalah jenis media massa yang isinya disebarluaskan melalui suara (audio) atau gambar hidup (video) dengan menggunakan teknologi elektro, yakni radio, televisi, dan film. Radio dan televisi disebut juga media penyiaran (broadcast media). 3. Media Online (Online Media, Cybermedia) Media Online –disebut juga Media Daring (Dalam Jaringan), Media Internet, atau Media Siber– adalah media massa yang dapat kita temukan atau disajikan di internet (situs web). Media Online disebut juga situs berita (news site) atau portal berita (news portal), seperti Republika Online, Detik.com, Kompas Cyber Media, dan Viva.co.id. Dengan hadirnya media internet, jenis-jenis media massa pun bisa dibagi menjadi tiga macam media sebagai berikut: 1. Print Medium (Media Cetak) 2. The Internet (Media Online, Media Siber) 3. Broadcast Medium (Media Siaran/Radio & TV).
Karakteristik Media Massa Media massa berbeda dengan media dalam pengertian umum atau secara bahasa. Sebuah media bisa disebut media massa (mass media) jika memenuhi karakteristik sebagai berikut: 1. Publisitas. Disebarluaskan kepada publik, khalayak, atau bisa diakses dan dikonsumsi umum (orang banyak). 2. Universalitas. Pesan atau isinya bersifat umum, tentang segala aspek kehidupan dan semua peristiwa di berbagai tempat, juga menyangkut kepentingan umum karena sasaran dan pendengarnya orang banyak (masyarakat umum). 3. Periodisitas. Terbit atau dipubliksikan secara tetap atau berkala, misalnya harian atau mingguan, atau siaran sekian jam per hari. Surat kabar (koran) biasanya terbit harian, tabloid mingguan, dan majalah bulanan. 4. Kontinuitas. Terbit berkesinambungan atau terus-menerus, sesuai dengan priode mengudara atau jadwal terbitnya –harian, mingguan, atau bulanan. 5. Aktualitas. Berisi hal-hal baru, seperti informasi atau laporan peristiwa terbaru (berita), tips baru, dan sebagainya. Aktualitas juga berarti kecepatan penyampaian informasi kepada publik. Menurut Cangara (2006), karakteristik media massa sebagai berikut: 1. Bersifat melembaga. Pihak yang mengelola media terdiri dari banyak orang dan melalui proses, mulai dari pengumpulan, penulisan, penyuntingan (editing), hingga publikasi atau penyajian. 2. Bersifat satu arah. Komunikasi yang dilakukan kurang memungkinkan terjadinya dialog antara pengirim dan penerima. Kalau pun terjadi reaksi atau umpan balik, biasanya memerlukan waktu dan tertunda.
3. Meluas dan serempak. Dapat mengatasi rintangan waktu dan jarak, karena ia memiliki kecepatan. Bergerak secara luas dan simultan, dimana informasi yang disampaikan diterima oleh banyak orang dalam waktu yang sama. 4. Memakai peralatan teknis atau mekanis. Seperti radio, televisi, surat kabar, dan semacamnya. 5. Bersifat terbuka. Pesannya dapat diterima oleh siapa saja dan dimana saja tanpa mengenal batas usia, jenis kelamin, dan suku bangsa Menurut Djafar H. Assegaf (1991), karakteristik media massa adalah sebagai berikut: Komunikasi yang terjadi dalam media massa bersifat searah. Komunikan tidak dapat memberikan tanggapan secara langsung kepada komunikatornya yang biasa disebut dengan tanggapan yang tertunda (delay feedback). Media massa menyajikan rangkaian atau aneka pilihan materi yang luas, bervariasi. Ini menunjukkan bahwa pesan yang ada dalam media massa berisi rangkaian dan aneka pilihan materi yang luas bagi khalayak atau para komunikannya. Media massa dapat menjangkau sejumlah besar khalayak. Komunikan dalam media massa berjumlah besar dan menyebar di mana-mana, serta tidak pernah bertemu dan berhubungan secara personal. Media massa menyajikan materi yang dapat mencapai tingkat intelek rata-rata. Pesan yang disajikan dengan bahasa yang umum sehingga dapat dipahami oleh seluruh lapisan intelektual baik komunikan dari kalangan bawah sampai kalangan atas. Media massa diselenggrakan oleh lembaga masyarakat atau organisasi yang terstruktur. Penyelenggara atau pengelola media massa adalah lembaga masyarakat/organisasi yang teratur dan peka terhadap permasalahan kemasyarakatan. Fungsi Media Massa Fungsi media massa sejalan dengan fungsi komunikasi massa sebagaimana dikemukakan para ahli sebagai berikut. Fungsi Media menurut Harold D. Laswell: 1. Informasi (to inform) — memberikan informasi. 2. Mendidik (to educate) — mendidik publik. 3. Menghibur (to entertain) — memberikan hiburan.
Fungsi Media menurut Wright: 1. Pengawasan (Surveillance) – terhadap ragam peristiwa yang dijalankan melalui proses peliputan dan pemberitaan dengan berbagai dampaknya –tahu, panik, terancam, gelisah, apatis, dsb. 2. Menghubungkan (Correlation) – mobilisasi massa untuk berpikir dan bersikap atas suatu peristiwa atau masalah. 3. Transmisi Kultural (Cultural Transmission) – pewarisan budaya, sosialisasi. 4. Hiburan (Entertainment). Fungsi Media Massa menurut De Vito: 1. Menghibur 2. Meyakinkan – e.g. iklan, mengubah sikap, call for action. 3. Menginformasikan 4. Menganugerahkan status – menunjukkan kepentingan orang-orang tertentu; name makes news. “Perhatian massa = penting”. 5. Membius – massa terima apa saja yang disajikan media. 6. Menciptakan rasa kebersatuan –proses identifikasi. Fungsi Media Massa Menurut UU No. 40/1999 tentang Pers: 1. Menginformasikan (to inform) 2. Mendidik (to educate) 3. Menghibur (to entertain) 4. Pengawasan Sosial (social control) –pengawas perilaku publik dan penguasa. Pengertian Media Baru Media baru adalah media yang saling terhubung satu sama lain. Integrasi media ini tentunya hadir dengan dukungan internet. Melalui internet, media baru dapat memiliki interkonektivitas dengan media-media yang lain. Jadi pada intinya, media baru merupakan bentuk-bentuk media yang berhubungan dengan komputer, komputasi, dan bergantung pada komputer untuk redistribusi. Beberapa contoh media baru yang mungkin sering kita lupakan adalah telepon, situs game, human-computer interface, animasi komputer, dunia virtual, instalasi komputer interaktif, dan komputer (Widodo, 2020, h. 22). Banyak ahli yang sering mempertentangkan contoh-contoh media baru dengan media lama, seperti televisi, radio, dan media cetak. Media baru tidak bisa termasuk program televisi (analog), film, majalah, buku, kecuali jika media tersebut mengandung teknologi yang memungkinkan proses interaktif
Konsep Media Baru Beberapa konsep media baru diantaranya, 1. Mengandung hiburan dan pola konsumsi media seperti game pada komputer, efekefek khusus pada film, dsb. 2. Menawarkan kemungkinan representasional mengenai pengalaman baru secara virtual dengan layar berbasis multimedia interaktif. 3. Penggunaan dan penerimaan gambar dan media komunikasi yang digunakan seharihari. 4. Pergeseran dari pengalaman pribadi dan sosial dari waktu, ruang dan tempat. 5. Memiliki tantangan untuk menerima perbedaan antara manusia dan artifisial, alam dan teknologi, tubuh dan penunjang teknologi, yang nyata dan virtual. Kekurangan dan Kelebihan Media Baru Kekurangan media baru 1. Menjadikan kita ketergantungan dengan perangkat komputer dan internet. 2. Bila sistem pengamanan (password dan autentikasi pengamanan lainnya) tidak kita perhatikan keamanannya, bisa saja akun yang kita miliki di media baru dibajak oleh orang yang tak bertanggung jawab. Karena pada prinsipnya siapapun dapat mengakses media online. Kelebihan dari media baru 1. Pencarian informasi akan lebih cepat daripada media konvensional, lalu semakin mudah dalam mendapatkan kebutuhan sehari-hari, dan yang paling penting komunikasi akan semakin efisien. Karakteristik Media Baru Karakteristik media baru 1. Bersifat digital. Maksudnya, digitalisasi memungkinkan informasi untuk disimpan dalam hard disk atau kartu memori mikro dan memungkinkan transmisi informasi secara cepat melalui kabel dan satelit. 2. Bisa interactivity, interactivity disini memiliki arti interaksinya tidak hanya satu arah seperti pada media konvensional, contohnya seperti memberi like pada salah satu posting-an di Instagram atau mengomentarinya sebuah blogspot. 3. Bisa memakai hypertext (hypertextual), hypertext adalah fitur umum dari media baru, yang membuat penggunanya mempunyai lebih banyak kebebasan memilih atas bagaimana mereka menavigasi sumber-sumber informasi yang tersedia. 4. Berbicara mengenai jaringan yang sudah global. Jaringan global ini memungkinkan kita untuk menyatukan hal-hal yang kita miliki dengan lebih mudah dan jangkauan yang lebih luas daripada sebelumnya.
Virtual disini memiliki arti dapat merepresentasikan suat kondisi yang terlihat nyata (Widodo, 2020, h. 25). Sebagai contoh, kita melihat konser musik melalui Youtube, seolah-olah kita benar-benar sedang menonton konser itu, dengan segala macam kondisinya yang tampak seperti kita sedang berada di konser itu. Padahal, kita hanya melihatnya melalui Youtube. Struktur Teks Berita Struktur teks berita terdiri dari: Kepala berita berisi tentang unsur-unsur berita yaitu Apa, DI mana, SIapa, Mengapa, BAgaimana, yang merupakan informasi penting dalam suatu berita. Tubuh berita berisi tentang uraian yang terkait dengan judul berita dan unsur-unsur berita. Ekor berita berisi tentang uraian yang tidak terkait dengan unsur-unsur penting berita Teks berita memiliki beberapa ciri-ciri, yaitu : 1. Mengandung unsur 5W+1H 2. Memiliki sifat menarik, aktual, faktual, objektif, penting, dan bermanfaat 3. Memiliki struktur kepala berita, tubuh berita, kaki / ekor berita 4. Kalimat singkat dan informatif 5. Memuat judul yang menarik. Kaidah Kebahasaan Teks Berita 1. Menggunakan bahasa baku Bahasa baku lebih mudah dipahami oleh banyak kalangan masyarakat. Dalam menulis berita, bahasa yang bersifat populer atau bahasa daerah hendaklah dihindari karena bahasa-bahasa tersebut hanya dapat dipahami orang-orang tertentu. 2. Menggunakan kalimat langsung Kalimat langsung adalah kalimat yang merupakan kutipan langsung dari pembicaraan seseorang yang sama persis seperti apa yang dikatakan pembicara. Kalimat langsung ditandai oleh dua tanda petik ganda ("....") dan disertai keterangan penyertanya.
3. Menggunakan konjungsi bahwa Penggunaaan konjungsi bahwa berfungsi sebagai penerang kata yang diikutinya. Hal ini terkait dengan pengubahan bentuk kalimat langsung menjadi kalimat tak langsung. Contoh: BMKG menyampaikan bahwa gempa hari ini berkekuatan 5,4 SR pukul 11:44:14 WIB, berpusat di 18 km barat daya Rangkasbitung Banten. 4. Menggunakan kata kerja mental Kata kerja mental atau kata kerja yang terkait dengan kegiatan dari hasil pemikiran, antara lain: memikirkan, membayangkan, berasumsi, berpraduga, khwatir, tersinggung, menerima, menolak, dsb. Contoh: Merasa salah sasaran, seseorang penerima dana BLT memutuskan untuk mengembalikan dana tersebut agar diberikan kepada yang berhak. 5. Menggunakan fungsi keterangan waktu dan tempat Penggunaan fungsi keterangan waktu dan tempat sebagai konsekuensi dari kelengkapan suatu berita yang mencakup unsur kapan dan di mana. Contoh: Gempa bumi terjadi pada hari Selasa (7/7/2020) di Laut Jawa Jepara, pagi hari pukul 05.55 WIB 6. Menggunakan konjungsi temporal Konjungsi Temporal adalah konjungsi atau kata hubung yang dapat menerangkan hubungan waktu dari dua hal atau peristiwa yang berbeda. Kata ini termasuk kata hubung yang sangat erat karena berkaitan dengan waktu, seperti : kemudian, selanjutnya, setelah, sejak, awalnya, akhirnya. Dalam sebuah berita yang menceritakan proses terjadinya sesuatu (eksplanasi), kalian akan menemukan: 1. kalimat tunggal; kalimat yang hanya memiliki satu klausa. Contoh: Polisi menjaga gedung Balai Kota sejak pagi. 2. kalimat majemuk; kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih. Contoh: Ketika presiden datang, para polisi berpatroli di sekitar kawasan Jalan Merdeka, Bandung. 3. konjungsi atau kata penghubung yang bermakna kronologis, seperti kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya. Contoh: Polisi memeriksa laboratorium yang terbakar, kemudian mereka melakukan wawancara kepada para saksi.
4. konjungsi kausalitas, seperti sebab, karena, oleh sebab itu. Contoh: Kebakaran diduga terjadi karena kebocoran tabung gas. Namun, polisi masih terus melakukan penyelidikan. Oleh sebab itu, laboratorium akan ditutup selama satu bulan ke depan. 5. kata ganti atau promina yang merujuk pada kejadian yang dijelaskan, yang bukan merupakan persona. Oleh karena itu, kata ganti yang digunakan adalah kata tunjuk ini, itu, tersebut dan bukan kata ganti orang, seperti ia, dia, mereka. Contoh: Bencana tanah longsor terjadi di kota Sumedang kemarin malam. Peristiwa ini terjadi akibat hujan deras yang turun sejak pagi. Menulis Berita Kalian telah mempelajari beberapa jenis bacaan berita, unsur-unsurnya, dan cara mengenali berita palsu. Kali ini giliran kalian berlatih menulis sebuah bacaan berita. Ikuti langkah-langkah untuk menyusun dan menuliskan sebuah berita berikut ini. Langkah 1: Mencari Sumber Berita Teks berita berangkat dari sebuah peristiwa. Bersiaplah! Pasang mata dan telinga kalian untuk mencari informasi yang memiliki nilai berita atau sumber berita di sekitar kalian. Sumber berita dapat berupa: a. sebuah peristiwa, b. sebuah lembaga, c. tokoh yang mengalami peristiwa, d. tokoh yang terkait atau mengetahui peristiwa tertentu, dan e. literatur. Langkah 2: Mengumpulkan Fakta-Fakta Setelah menemukan sumber berita, kalian harus menggali fakta atau data seputar sumber berita tersebut. Gunakan pertanyaan ADIKSIMBA. Susun daftar pertanyaan untuk memudahkan pekerjaan kalian Langkah 3: Menulis Rancangan Berita Berdasarkan isinya, teras berita mengandung enam unsur penting yang biasa dirumuskan dalam formula jurnalistik yaitu ADIKSIMBA. Formula ini juga yang menjadi inti pemberitaan. Kemudian, kalian juga telah memiliki daftar pertanyaan dan jawabannya. Sekarang kalian akan menyusun jawaban-jawaban tersebut menjadi sebuah berita.
Langkah 4: Menyunting Baca kembali berita yang telah kalian tulis. Cermati kembali penulisan huruf kapital serta penggunaan tanda koma dan tanda titik. Langkah 5: Merumuskan Judul Judul berita merupakan bagian yang dilihat pertama kali oleh pembaca. Judul berita disusun sebagai ringkasan fakta-fakta penting dalam berita. Judul berita hanya berisi kata kunci yang mengungkapkan ide pokok berita. .udul Berita Alamat Situs Eksplorasi Konsep – Teks Berita Moda : Kegiatan mandiri, Forum Diskusi Jawablah Pertanyaan di bawah ini kerjakan di buku latihanmu! 1. Apakah teks berita itu? 2. Ada berapa jenis teks berita? 3. Apa saja contoh nama harian dan laman berita cetak yang kalian ketahui? 4. Apa saja contoh nama harian dan laman berita digital yang kalian ketahui? 5. Apa perbedaan artikel berita cetak dan digital? 6. Mengapa harian cetak memiliki warna yang lebih sederhana? 7. Mengapa harian cetak memiliki lebih sedikit gambar? 8. Mana yang lebih kalian sukai, harian cetak atau media elektronik? Mengapa? 9. Apa karakteristik media cetak atau media massa? 10.Apa karakteristik media elektronik atau media baru? 11.Apa perbedaan bacaan berita cetak, digital, dan audiovisual/ 12.Berita cetak, digital, dan audiovisual sama-sama memiliki unsur berita ADIKSIMBA atau 5W+1H. Jelaskan? 13.Struktur berita memiliki judul berita, teras berita, isi berita, ekor berita. Jelaskan satu persatu struktur berita tersebut? 14. Jelaskan 10 unsur kebahasaan dalam teks berita? 15.Bagaimana cara menganalisis berita Hoaks?