KATALOG
STASIUN KERETA API
SUKOWONO
RISNA MARISTA
Dalam katalog ini akan menjelaskan mengenai kondisi Stasiun
Kereta Api Sukowono pada masa Kolonial dan perbandingan
dengan kondisi saat ini
Ada dua jenis manusia : satu
yang mengukir sejarah dan
satu lagi yang memikul beban
akibatnya
- Camilo Jose Cela -
Stasiun Foto: Stasiun Sukowono tampak
Kereta Api depan (Rossi)
Sukowono
membahas mengenai Stasiun KA Sukowono
pada masa kolonial dan perbandingannya
dengan tahun 2019
GAGASAN TRANSPOTASI
KERETA API DI INDONESIA
Memasuki zaman Liberal tahun 1870, kelompok pengusaha Belanda mulai
memainkan peranan penting dalam perekonomian Indonesia sejak saat itu
bermunculan perusahaan-perusahaan besar seperti perkebunan, pabrik
pengolahan hasil perkebunan, perdagangan dan pertambangan. Pada
mulanya pengangkutan hasil produksi diangkut oleh alat angkut
tradisional, namun Sarana-sarana jalan besar atau kecil sudah tidak
memadai lagi untuk hubungan dengan daerah pedalaman.Keadaan inilah
yang pada akhirnya mendorong pihak Belanda untuk melakukan
modernisasi transportasi. Kereta api menjadi pilihan alat transportasi yang
dikembangkan, untuk memajukan transportasi yang ada.
Belanda menerbitkan 28 Mei
koninklijik Besluit No. 207 1942
berisi perintah pembagunan
jalur KA Semarang - Kedu
Siapa penggagas ide
modernisasi transporasi ?
Ide ini muncul dari Kolonel Jhr.Van Der Wijk
(khususnya untuk di Pulau Jawa) dan konsensi
diberikan kepada perusahaan kereta api swasta
Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschapij
(NISM).
lanjutan ....
Usulan van Der Wijk itu mendapat respons positif dari
Kerajaan Belanda. Namun, hingga beberapa tahun
setelahnya, perintah itu tak pernah terlaksana. Penyebab
tak terlaksananya besluit itu adalah belum adanya
informasi dan peta wilayah Pulau Jawa yang belum
memadai untuk pembangunan jaringan rel kereta.
Tahun
1850-an
faktor lain yang membuat tertundanya
pembangunan jalur kereta api di Jawa adalah
perdebatan tentang siapa yang seharusnya
membangun dan mengelola jalur kereta api di
Pulau Jawa. Pemerintah kolonial dan negeri
Belanda tak satu suara.
Setelah proses panjang pada akhirnya 17 JUNI
swasta diberikan kesempatan 1864
membangun jalur kereta api pertama di
Pulau Jawa, sekaligus Hindia Belanda.
Setahun kemudian lantas mendirikan
Nederlandsch-Indische Spoorweg
Maatschappij (NISM) untuk memulai
pengerjaan jalur Semarang-
Vorstenlanden..
Pembangunan
Jalur Kereta Api Di
Jawa Timur Tahun
1878-1930
stasiun Kota atau dikenal dengan Stasiun Semut, stasiun pertama SS di
Surabaya. Foto tahun 1900. (Sumber: media-kitlv.nl)
1875Sekilas Kereta Api Di Jawa Timur
Kesulitan yang di hadapi oleh NISM pada pembangunan awal
jalur kereta api Semarang-Surakarta -Yogyakarta dan
Jakarta-Bogor, yang membuat pembangunan ini hampir gagal
apabila tidak dibantu oleh pemerintah Hindia Belanda.
Kekurang perhatian pengusaha swasta itu mendorong
pemerintah perlu untuk turun tangan dalam pengadaan dan
eksploitasi jasa angkutan kereta api.
Melalui perusahaan kereta api Negara,
Staatsspoorwegen (SS) pemerintah
Belanda memutuskan membangun jaringan
kereta api sendiri.
Staatsspoorwegen SS adalah nama sebuah
de Staatsspoor-en-Tramwegen perusahaan kereta api di Hindia
Belanda. Perusahaan ini
in Nederlandsch–Indië sepenuhnya dimiliki oleh
Pemerintah Hindia Belanda.
Perusahaan ini juga merupakan
salah satu perusahaan Belanda
yang diserahterimakan, yakni
menjadi Djawatan Kereta Api
Republik Indonesia (DKARI),
pendahulu PT Kereta Api
Indonesia.
06 AprilSekilas Kereta Api Di Jawa Timur
1875
pemerintah mengambil keputusan
untuk membangun sendiri jalan rel dan
mengeksploitasi kereta api. Jalur
pertama yang dikerjakan adalah
Surabaya-Pasuruan-Malang dengan
penanggung jawab diserahkan kepada
David Marcshalk.
tahapan
PEMBANGUNAN kERETA API DI
JAWA TIMUR
Tahap pertama meliputi jalur Surabaya-Pasuruan yang
selesai dibangun pada tanggal 16 Mei 1878.
Sedangkan jalur kedua meliputi jalur Pasuruan Malang
yang selesai dibangun pada tanggal 20 Juli 1879.
Pembangunan jalur ini panjangnya mencapai 112 km dan
menghabiskan dana sebesar f 9.500.000,00. Jalur ini
diresmikan SurabayaP asuruan dibuka tanggal 18 Mei
1878, sedangkan jalur Pasuruan-Malang diresmikan
tanggal 20 Juli 1879. Jalur inilah yang pertama dibuat
oleh pemerintah dengan nama peerusahaan
Staatsspoorwegen atau disingkat SS.
Sekilas Kereta Api Di Jawa Timur
PERKEMBANGAN
1884-1898
Sejak saat itu pembangunan jalur kereta api di Jawa Timur
semakin digiatkan. Jalur kereta api ini pada umumnya
menghubungkan wilayah-wilayah di Jawa Timur ke
Surabaya sebagai kota pelabuhan, dan juga
menghubungkan dari wilayah Jawa Timur ke wilayah lain di
Pulau Jawa. Sepanjang tahun 1884-1898 SS telah
membuka jalan rel baru di Jawa Timur antara lain, Pasuruan
Probolinggo (3 Mei 1884), Lintas SurabayaS urakarta lewat
Wonokromo-Sidoarjo (1884), SidoarjoM adiun-Blitar (16 Mei
1884)23, lintas Wonokromo-Tarik sehingga kereta api
lintas Surabaya-Surakarta tidak perlu lewat Sidoarjo dan
jalur Surabaya-Jakarta pada tahun 1894. Pembangunan
jalur ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
pengangkutan hasil bumi dan bahan pakaian untuk daerah
pedalaman dari pelabuhan di Surabaya.
Sekilas Kereta Api Di Jawa Timur
1890 - 1900
Keberhasilan NISM dan SS dalam mengeksploitasi jalur
kereta api memberikan gambaran dan harapan
pemeintah Belanda kepada pengusaha swasta untuk
menanamkan modal dalam kegiatan jasa angkutan
kereta api. Kurun tahun 1890-1900 penanaman tebu di
bagian timur Pulau Jawa mengalami perkembangan yang
pesat. Kedua hal tersebut berdampak pada tumbuhnya
beberapa perusahaan trem swasta di daerah sebelah
selatan Surabaya, seperti Babat-Djombang Stoomtram
Maatschappij (BDSM) dan Kediri Stoomtram Maatschappij
(KSM).
Jaringan trem Babat-Jombang ditandai garis berwarna merah.
(Sumber: Overeenkomst met de Babat-Djombang St. Mij. En wijziging
en verh. Begroting van uitgaven ven Ned.-Indie voor 1916)
(sumber: https://digitalcollections.universiteitleiden.nl/)
Stasiun Kereta Api
SUKOWONO
Foto: Stasiun Sukowono (Rossi) 01 Oktober
1897
Stasiun Kereta Api Sukowono (SKW) atau yang selanjutnya
disebut dengan Stasiun Sukowono merupakan salah satu
stasiun kereta api kelas III/kecil yang berada di bawah
manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi
(Daop) 9 Jember dengan ketinggian +344 m di atas permukaan
laut. Stasiun ini terletak di Jalan Panglima Besar Jenderal
Sudirman, Desa Sukowono, Kecamatan Sukowono, Kabupaten
Jember, Jawa Timur. Lokasi stasiun ini berada di sebelah timur
Kantor Camat Sukowono ± 100 m.
Bangunan stasiun ini merupakan
bangunan peninggalan kolonial Belanda,
yang didirikan bersamaan dengan
pengerjaan jalur rel kereta api Kalisat-
Situbondo-Panarukan. Pembangunannya
dilakukan oleh perusahaah kereta api
milik Pemerintah Hindia Belanda,
Staatsspoorwegen (SS), sebagai bagian
dari proyek jalur kereta api untuk jalur
timur yang kelas 2 (Oosterlijnen-2).
Foto: Stasiun Sukowono tampak depan (Rossi)
LATAR BELAKANG
Pembangunan Stasiun Sukowono ini dilatarbelakangi
oleh kepentingan ekonomi. Daerah Sukowono
merupakan salah satu daerah yang direncanakan
akan menjadi penghasil tembakau di wilayah Jember
pada waktu itu. Keberadaan stasiun ini didirikan
untuk mengantisipasi adanya perkebunan tembakau
di daerah Sukowono (tabaksvelden op onderneming
Soekowono) yang ketika itu masih berada di bawah
Karesidenan Besuki. Salah satu perusahaan
tembakau yang cukup terkenal di Sukowono saat itu
adalah NV Landbouw Maatschappij Soekowono
(DLMS) te Amsterndam
(sumber:
https://digitalcollections.universiteitleiden.nl/)
Perusahaan NV 1898
Landbouw
Maatschappij
Soekowono (DLMS) te
Amsterndam, berlokasi
di Sukowono tapi
kantor pusatnya
berada di Amsterdam,
Belanda.
Perusahaan DLMS memiliki banyak tenaga kerja, baik pribumi
maupun orang Eropa. Awal Stasiun Sukowono dioperasikan,
banyak tenaga kerja orang Eropa yang menjadi penumpang
kereta api menuju Jember maupun Penarukan pulang pergi
(pp). Kemudian ketika tembakau sudah memasuki musim
panen, pengangkutan tembakaunya juga berangkat dari
stasiun tersebut menuju ke Pelabuhan Panarukan.
2004
Bangunan Stasiun Sukowono lebih besar daripada Stasiun
Sukosari namun keduanya memiliki nasib yang sama, yaitu
menjadi stasiun non aktif. Stasiun Sukowono dinonaktifkan
pada tahun 2004 seiring meredupnya kereta api yang konon
diperkirakan kalah bersaing dengan angkutan pribadi
maupun angkutan umum lainnya. Mangkraknya bangunan
stasiun yang berlarut-larut tersebut menyebabkan
kerusakan terhadap bangunan stasiun tersebut. Plester
dinding banyak yang mengelupas, atap seng banyak
berlubang, pintu dan jendela terlihat kusam, rel kereta api
ada raib, dan emplasemennya tertutup semak belukar.
Dulu, stasiun ini memiliki dua
jalur rel dengan jalur 2 sebagai
sepur lurus. Arah selatan
menuju ke Stasiun Sukosari,
dan yang ke arah utara
menuju ke Stasiun Tamanan.
KONDISI PADA
TAHUN 2019
https://kekunaan.com/2019/12/st
asiun-kereta-api-sukowono.html
Bangunan yang seharusnya menjadi cagar budaya
dalam perkeretaapian Indonesia ini malah dibiarkan
usianya digerogoti dengan kelapukan bila tiada
perawatan yang semestinya. Hal ini mengundang
keprihatinan tersendiri. Dan bahkan sebagian
bangunan sudah dialih fungsikan menjadi warung
kopi, dalam bangunan tersebut juga banyak
tumpukan kayu yag sama sekali tak terawat.
Pindai QR Code jika ingin melihat video
Kondisi Stasiun Sukowono pada tahun 2019.
Sumber : Youtube Yusril Riski Pratama
SURAT KABAR
Dosen Pengampu :
Drs. Marjono, M.Hum
Akhmad Ryan Pratama,S.Hum.,M.A
Oleh :
Risna Marista (200210302069)
Pindai QR Code untuk melihat
dengan versi flipbook