The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pengkajian Sastra Teori dan Aplikasi (Prof. Dr. Ali Imron Al-Ma’ruf etc.)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by E-Library IKIP Saraswati, 2024-01-25 22:05:30

Pengkajian Sastra Teori dan Aplikasi (Prof. Dr. Ali Imron Al-Ma’ruf etc.)

Pengkajian Sastra Teori dan Aplikasi (Prof. Dr. Ali Imron Al-Ma’ruf etc.)

. 2002. “Bagaimana Sastra Membangun Bangsa” dalam Riris K. Toha-Sarumpaet (Ed). Sastra Masuk Sekolah. Magelang: Indonesiatera. Sarup, Madan. 2004. Posstrukturalisme dan Posmodernisme: Sebuah Pengantar Kritis. Yogyakarta: Jendela. Ratna, Nyoman Kutha. 2011. Antropologi Sastra: Peranan Unsurunsur Kebudayaan dalam Proses Kreatif. Yogyakarta: PT Pustaka Pelajar. Sastrowardoyo, Subagyo. 1989. Pengarang Modern sebagai Manusia Perbatasan. Jakarta: Balai Pustaka. Sayuti, Suminto A. 2002. “Sastra dalam Perspektif Pembelajaran: Beberapa Catatan”, dalam Riris K. Toha-Sarumpaet (Ed). Sastra Masuk Sekolah. Magelang: Indonesiatera. Selden, Raman. 1986. A Reader’s Guide to Contemporary Literary Theory. The Harvester Press: Sussex. Segers, T. Rien. 1978. The Evaluation of Literarry Texts. Lisse: The Peter de Ridder Press. Strinati, Dominic. 2003. Popular Culture: Pengantar Menuju Teori Budaya Populer. Yogyakarta: Bentang. Sudjiman, Panuti. 1988. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Gramedia. . 1990. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya. Sugihastuti. 2007. Teori Apresiasi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sumardjo, Jakob. 1992. Perkembangan Teater Modern dan Sastra Drama Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti. . 1991. Pengantar Novel Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti. . 1982. Novel Indonesia Mutakhir Sebuah Kritik. Yogyakarta: Nur Cahaya. 238│ Pengkajian Sastra


Teeuw, A. 1983. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: Gramedia. . 1984. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya. Wellek, Rene & Austin Warren. 1989. Teori Kesusasteraan (Terj. Melani Budianto). Jakarta: Gramedia. Zaimar, Okke K.S. 1991. Menelusuri Makna Ziarah Karya Iwan Simatupang. Jakarta: Intermasa. Pengkajian Sastra │ 239


INDEKS A Alur, 34, 57, 79 apresiasi sastra, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 18, 19, 20, 22 arkitipal, 56, 57, 78, 79 artefak , 29, 30, 138, B Bahasa, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 21, 46, 47 Budaya, 41, 46, 47, 80, 118, 161, 166, C cerpen, 82, 83, 105, 147, 200, 204 citraan, 38, 51, 56, 57, 58, 59, 60, 98, 173, 177, 206 D dimensi sosial, 95, 184, 185, 196 drama , 101, 102, 103, 110, 113, 114, 115, dulce et utile, 6, 7 E Ekspresif, 9, 42, 43, 53, 66, 97, 134, 147, 175, 178 Estetik , 2, 5, 8, 9, 10, 49, 73, 75, 88, 97, 106, 138, 154, 155, 211 F fakta cerita, 42, 84, 86 fiksi , 5, 14, 15, 42, 45, 52, 57, 59, 73, 74, 80, 82, 83, 84, 85, 87, 88, 105, 107, 114, 142, 144, 162, 170 filsafat , 16, 27, 44, 78, 79, 153,161, 178 I Interteks, 149, 150, 151, 152, 175, 176, 179, 180, 182, 187 240 │ Pengkajian Sastra


K khasanah sastra, 81, 107 konflik sosial, 144, 148, 152, 153 kritik sastra, 12, 25, 29, 30, 32, 34, 35, 156, 157 M makna, 4, 9, 10, 11, 14, 17, 21, 22, 31, 39, 42, 45, 47, 48, 130, 131, 132 majas, 38, 57, 62, 63, 64, 65, 66, 172, 173, 177, 204, 205, 206 mimetik, 42, 43, 178 metafora, 38, 60, 63, 64, 65, 93, 172, 173, 206 N novel, 1, 8, 9, 14, 22, 30, 47, 73, 74, 75, 76, 77, 80, 81, 83, 97, 114, 142 novel mutakhir, 76, 77 P personifikasi, 38, 64, 66, 177 pragmatik, 42, 43, 148 puisi, 4, 5, 9, 14, 36, 37, 43, 49, 50, 68, 69, 70, 98, 151, 169, 171 R resepsi sastra, 154, 155 S sarana sastra, 9, 42, 51, 61, 84, 96 sastra, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 12, 16, 24, 29 semiotik, 47, 48 simile, 44, 45, 46, 137, 138, 139 simbol, 8, 17, 23, 53, 89, 100, 140, struktur, 30, 42, 51, 129, 130 struktur naratif, 87, 88, 91 strukturalisme dinamik, 136, 137 strukturalisme genetik, 132, 133, 211 sufistik, 27, 173, 183, 184, 185 Pengkajian Sastra │ 241


T Tasawuf, 173, 175 Tema, 6, 22, 37, 70, 71, 84, 85, 86, 105, 106, 109, 131, 165, 209,210 242 │ Pengkajian Sastra


GLOSARIUM alur: alur sering disebut juga plot dalam fiksi; ada alur maju (progresi) dan alur mundur (regresi) atau flashback di samping alur campuran. analisis sastra: telaah sastra atau pengkajian sastra untuk membongkar unsur-unsur/struktur karya sastra kemudian mengungkapkan gagasan/maknanya. apresiasi sastra: penghargaan dan penilaian karya sastra yang didasari oleh pemahaman yang benar; diperlukan latihan yang terusmenerus dan lama untuk dapat mengapresiasi suatu karya sastra. budaya: hasil olah pikir dan akal budi manusia yang meliputi seluruh kehidupan manusia baik menyangkut ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, pekerjaan, dan sebagainya. dimensi sosial keagamaan: aspek sosial yang berkaitan dengan masalah keagamaan estetik: rasa keindahan, bersifat indah feminisme: sebuah aliran yang berpandangan dan memperjuangkan agar perempuan sejajar/setara dengan kaum laki-laki frustrasi: tekanan jiwa yang sangat berat sehingga pelakunya mengalami tekanan mental dan ketidaktenangan hidup genetik: asal-usul sesuatu idiom: ungkapan, dua kata/lebih yang membentuk makna kias. interteks: pendekatan dalam analisis sastra yang memandang karya sastra transformasinya memiliki hubungan dengan hipogramnya, karya yang menjadi dasar penciptaannya konflik sosial: pertikaian atau perpecahan masyarakat yang bersifat horisontal antaretnik, ras, suku, agama, atau golongan. Pengkajian Sastra │ 243


kritik sastra: penilaian atas karya sastra untuk mengetahui kelebihan dan/atau kelemahan sebuah karya sastra dengan mengemukakan argumentasi yang logis. kritik sastra feminis: sebuah teori sastra yang berpandangan bahwa karya sastra juga harus dikaji dengan perspektif perempuan, dengan paradigma gender sebagai intinya. latar: berbagai aspek yang menjadi latar cerita dalam karya sastra baik latar tempat, waktu, maupun sosial/suasana. majas: ungkapan yang menyimpang dari makna harfiahnya yang dapat membekas pada pikiran, perasaan, dan kesadaran pembacanya; ungkapan dengan menggunakan makna kias. pengkajian sastra: telaah atau analisis atas karya sastra untuk mengungkapkan unsur-unsur/strukturnya lalu dilanjutkan dengan mengungkapkan gagasan/makna yang terkandung di dalamnya. penokohan: penampilan tokoh cerita baik dari aspek fisiologis, psikologis, maupun sosiologis konflik horisontal: perpecahan atau perseteruan antar-elemen dalam masyarakat baik disebabkan oleh masalah gesekan antar-etnik, antar-agama, antar-budaya, maupun antar-golongan dalam masyarakat korupsi: mengambil kekayaan negara atau milik perusahaaan/lembaga yang bukan haknya dengan cara yang tidak benar untuk memperkaya diri semiotik: ilmu tentang tanda yang memandang karya sastra sebagai sistem komunikasi tandayang memiliki makna tertentu. sosiologi sastra: ilmu yang mengkaji hubungan antara karya sastra dengan aspek sosial kemasyarakatan; sastrawan merupakan wakil dari kelas sosialnya. stress: tekanan mental yang berat akibat peristiwa yang dialami dalam kehidupan seseorang. 244 │ Pengkajian Sastra


struktur: wujud bangunan karya sastra yang terdiri dari unsur-unsur yang saling berhubungan secara fungsional; satu dengan yang lain saling mendukung sehingga membentuk satu kebulatan dan keutuhan dalm mendukung totalitas makna strukturalisme: sebuah paham yang berpandangan bahwa unsur-unsur yang membentuk struktur sastra membentuk sebuah kebulatan dan keutuhan dalam membentuk totalitas makna; tiap unsur hanya berarti jika merupakan bagian dari yang lainnya. strukturalisme dinamik: paham yang berpandangan bahwa struktur karya sastra itu bersifat dinamis, bergerak antara struktur dengan mimetik, pengarang, dan pembaca. strukturalisme genetik: paham yang berpandangan bahwa struktur karya sastra itu tidak terlepas dari aspek sosiohistrois atau asalusul pengarangnya struktur naratif: susunan atau struktur cerita dalam fiksi yang terdiri dari urutan tekstual dan urutan kronologis takwa: inti/esensi ajaran agama Islam yang terdiri dari aqidah, ibadah, dan amal shalih tema: ide dasar; landas tumpu; gagasan pokok yang nelandasi suatu karya sastra; tema inilah yang mendorong pengarang untuk menciptakan karya. telaah sastra: analisis sastra; pengkajian sastra (lihat di atas) Pengkajian Sastra │ 245


Click to View FlipBook Version