The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

TUGAS MODUL_QUTRUNNADA NAFI QUSNA DEWI_126201203317_PAI 3 G

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by qutrunnadaqusnadewi12, 2021-11-25 22:19:47

TUGAS MODUL_QUTRUNNADA NAFI QUSNA DEWI_126201203317_PAI 3 G

TUGAS MODUL_QUTRUNNADA NAFI QUSNA DEWI_126201203317_PAI 3 G

Akidah

Akhlak

Akhlak Karimah dalam
Pergaulan Remaja

Qutrunnada Nafi Qusna D. Kelas
126201203317 IX
PAI 3 G
Semester 2
Untuk Madrasah Tsanawiyah
(MTs)

BAB Akhlak Karimah dalam
1 Pergaulan Remaja

Ayo merenungkan

Banyak hal positif yang bisa dilakukan remaja termasuk menjaga kebersihan lingkungan.

Apersepsi

Kemajuan zaman semakin berkembang pesat hal ini sudah pasti sangat berpengaruh
terhadap kehidupan masyarakat. Ada yang berpengaruh positif ada juga yang memiliki pengaruh
negatif. Maka dari itu kita harus pandai pandai menfilter segala kemajuan baik di bidang
pengetahuan dan teknologi yang masuk ke negara kita. Misalnya, internet. Sekarang ini sudah
zamannya internet jadi segala hal bisa dilakukan dengan internet seperti jual beli dan
berkomunikasi dengan teman. Apabila kita tidak bisa mengambil sisi positif dari internet kita bisa
saja terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak baik dari kemajuan internet tersebut.

Usia remaja adalah usia yang sangat strategis dalam memupuk segenap potensi yang
dimiliki. Ketika remaja mampu memanfaatkan usianya itu dengan banyak belajar, menggali ilmu
pengetahuan dan mengasah keterampilan, maka hal itu akan sangat bermanfaat bagi dirinya,
keluarganya, masyarakatnya bahkan bangsa dan negara nya. Namun sebaliknya, jika remaja tidak
mampu memanfaatkan usianya itu dengan baik, maka yang akan terjadi justru bisa sebaliknya.
Oleh karena itu kajian tentang Akhlak Karimah dalam Pergaulan remaja menjadi sangat penting,
mengingat begitu strategisnya usia remaja bagi diri remaja itu sendiri dan masyarakat serta masa
depan bangsanya.

KOMPETENSI INTI (KI) DAN KOMPETENSI DASAR (KD)

Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD)

1. Menerapkan akhlak terpuji dalam 1.1 Menjelaskan pengertian dan
pergaulan remaja. pentingnya akhlaq terpuji dalam

2. Memahami dan menerapkan pergaulan remaja.
1.2
pengetahuan faktual, konseptual,
Mengidentifikasi bentuk dan contoh-

prosedural dalam ilmu pengetahuan, contoh perilaku Akhlaq terpuji dalam

teknologi, seni, budaya, dan pergaulan remaja.

humaniora dengan wawasan 1.3 Menunjukkan nilai negatif akibat
kemanusiaan, kebangsaan,

kenegaraan dan peradaban terkait perilaku pergaulan remaja yang tidak

fenomena dan kejadian, serta sesuai dengan akhlak Islam dalam

menerapkan pengetahuan prosedural 1.4 fenomena kehidupan.

pada bidang kajian yang spesifik

sesuai dengan bakat dan minatnya Menampilkan perilaku akhlak terpuji

untuk memecahkan masalah. dalam pergaulan remaja dalam

kehidupan sehari-hari.

3. Mengolah, menalar, dan menyajikan

dalam ranah konkrit dan ranah

abstrak terkait dengan perkembangan

dari yang dipelajarinya di sekolah

secara mandiri, bertindak secara aktif

dan kreatif, serta mampu

menggunakan metode sesuai kaidah

keilmuan.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian dan pentingnya Akhlak terpuji dalam pergaulan
remaja.
2. Siswa dapat mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perilaku akhlak terpuji dalam
pergaulan remaja.
3. Siswa dapat menunjukkan nilai negatif akibat perilaku pergaulan remaja yang tidak
sesuai dengan akhlak Islam dalam fenomena kehidupan.
4. Siswa dapat menampilkan perilaku akhlak terpuji dalam pergaulan remaja dalam
kehidupan sehari-hari.

2

PETA KONSEP Pengertian Akhlak Karimah dalam Pergaulan
Remaja
Akhlak Karimah
dalam Pergaulan Bentuk Akhlak Karimah dalam Pergaulan
remaja
Remaja
Penerapan Akhlak Karimah dalam Pergaulan
Remaja.

Materi
Pembelajaran

A. Pengertian Akhlak Karimah dalam Pergaulan
Remaja

1. Pengertian Akhlak Karimah

Secara sederhana, Akhlak Karimah dapat diartikan sebagai segala sikap, ucapan, dan
perilaku yang baik sesuai dengan tuntunan Islam. Hal ini mengandung pengertian bahwa
perbuatan tersebut tidak hanya berdasarkan pemikiran manusia. Walaupun akalnya
mengatakan baik, tetapi apabila tidak sesuai dengan tuntutan Islam, maka amal perbuatan
tersebut tetap saja sebagai hal yang tidak baik. Sebaliknya, ketika akal pikiran mengatakan
tidak baik, tetapi Islam mengatakan seperti amal perbuatan yang baik maka harus diyakini
sebagai hal yang baik.

Sekarang ini di kalangan sebagian remaja, populer dengan istilah primitif untuk
menyebut orang orang yang masih membicarakan akhlak karimah. Orang - orang yang
demikian ini dianggapnya kuno dan tidak modern atau ketinggalan zaman. Pendapat sebagian
remaja yang demikian itu disebabkan mental mereka telah terkena pengaruh budaya Barat yang
menghalalkan kebebasan sebebasbebasnya dalam bergaul dan dianggap sebagai budaya
modern.

Pendapat yang berlebihan ini jelas jauh dari ajaran Islam yang mengutamakan norma-
norma kesusilaan dan peradaban manusia. Islam mengajarkan pentingnya akhlak karimah
dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam Pergaulan remaja. Seorang penyair yang
bernama Ahmad Sauki Bey menuturkan dalam syairnya yang artinya: “Sesungguhnya suatu
umat akan tetap memiliki nama harum selama umat tersebut memiliki akhlak yang terpuji.
Mana akhlak terpuji telah lenyap, lenyap pulalah nama harum umat tersebut.”

Syair tersebut di atas ada benarnya. Kita bisa melihat lingkungan kita masing masing
banyak orang tampak kaya, gagah, yang kurang dihormati masyarakat. Sebaliknya, ada orang
yang secara lahiriah tampak sederhana, tidak begitu menonjol dalam hal kepandaian, dan tidak
kaya, namun justru orang lain segan dan menghormatinya dengan tulus. Kalau kita cermati
secara mendalam, jelaslah bahwa yang membuat orang di dihormati dan disegani orang lain
adalah Akhlak yang dimilikinya. Harta, pangkat, pendidikan yang sangat tinggi ternyata tidak
menjamin seseorang dihormati dan tidak pasti dapat mengangkat derajat pemiliknya. Satu-
satunya yang dapat membawa kepada kewibawaan dan penghormatan adalah akhlak karimah
yang dimiliki.

Akhlak karimah tidak saja dihormati oleh orang lain, tetapi juga mulia di hadapan
Allah. Oleh karena itu akhlak karimah sedapat mungkin kita upayakan untuk kita miliki
sehingga kita mulia dalam pandangan Allah dan mulia di masyarakat.

2. Perintah Untuk Memiliki Akhlak Karimah

Setiap muslimin dan muslimat wajib memiliki akhlak karimah. Tuntunan akhlakul
karimah tiada lain adalah ajaran Islam itu sendiri. Oleh sebab itu, seseorang tidak mungkin
memiliki Akhlakul karimah apabila tidak menjalankan syariat Islam secara benar. Dalil-dalil
yang mewajibkan kita memiliki akhlakul karimah, yaitu sebagai berikut:

a. Perintah tolong menolong dalam kebaikan
Allah SWT berfirman sebagai berikut :

‫ٰٓياَيُّ َها الَّ ِذ ْي َن ٰا َمنُ ْوا ََل تُ ِحلُّ ْوا َشعَ ۤا ِٕى َر اللّٰ ِه َو ََل ال َّش ْه َر ا ْل َح َرا َم َو ََل ا ْل َه ْد َي َو ََل ا ْلقَ ََ ۤل ِٕىدَ َو ََ ٰٓل‬
‫ٰۤا ِّم ْي َن ا ْلبَ ْي َت ا ْل َح َرا َم يَ ْبتَغُ ْو َن َف ْضَال ِّم ْن َّربِّ ِه ْم َو ِر ْض َواناا ۗ َو ِاذَا َحلَ ْلتُ ْم َفا ْص َطادُ ْوا ۗ َو ََل‬
‫يَ ْج ِر َمنَّ ُك ْم َشنَ ٰا ُن قَ ْو ٍم اَ ْن َصدُّ ْو ُك ْم َع ِن ا ْل َم ْس ِج ِد ا ْل َح َرا ِم اَ ْن تَ ْعتَدُ ْْۘوا َوتَ َعا َونُ ْوا َعلَى ا ْل ِب ِّر‬

‫َوالتَّ ْق ٰو ۖى َو ََل تَعَا َونُ ْوا َعلَى ا َْ ِلثْ ِم َوا ْلعُ ْد َوا ِن ۖ َواتَّقُوا اللّٰهَ ۗ ِا َّن اللّٰهَ َش ِد ْيدُ ا ْل ِعقَا ِب‬

Artinya : “ Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian
Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu

(hewan-hewan kurban) dan qala'id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula)
mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan
keridaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu
berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-
halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan
tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-
menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah
sangat berat siksaan-Nya.” (QS.Al-Maidah : 2)

b. Perintah untuk berbuat baik kepada orang tua
Allah SWT berfirman sebagai berikut :

‫َو َو َّص ْي َنا ا َْ ِل ْن َسا َن بِ َوا ِلدَ ْي ِۚه َح َملَتْهُ اُ ُّم ٗه َو ْهناا َع ٰلى َو ْه ٍن َّو ِف َصالُ ٗه فِ ْي َعا َم ْي ِن اَ ِن ا ْش ُك ْر‬
‫ِل ْي َو ِل َوا ِلدَ ْي َۗك اِلَ َّي ا ْل َم ِص ْي ُر‬

Artinya : “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang
tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan
menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.
Hanya kepada Aku kembalimu.” (QS. Al-Luqman: 14)

c. Perintah berlaku adil, berbuat baik, dan amar ma’ruf nahi munkar

‫ِا َّن اللّٰهَ َيأْ ُم ُر بِا ْل َع ْد ِل َوا َْ ِل ْح َسا ِن َو ِا ْيتَ ۤا ِئ ِذى ا ْلقُ ْر ٰبى َويَ ْن ٰهى َع ِن ا ْلفَ ْح َش ۤا ِء َوا ْل ُم ْن َك ِر‬
‫َوا ْلبَ ْغيِ يَ ِع ُظ ُك ْم لَ َعلَّ ُك ْم تَذَ َّك ُر ْو َن‬

Artinya : “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan,
memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji,
kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat
mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl : 90)

3. Pentingnya Akhlak Karimah dalam Pergaulan Remaja

Pada dasarnya masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju
kedewasaan. Masa inilah seseorang mengalami perubahan baik secara fisik maupun psikis.
Perubahan itu sendiri terjadi secara alamiah bagi anak-anak normal.

Perubahan fisik ditandai dengan, bagi anak laki laki misalnya perubahan modulasi suara
yang cenderung semakin besar. Sedangkan bagi anak perempuan biasanya bentuk tubuh
maupun perubahan fisik secara umum. Dalam hal perubahan psikis, tampak dari keterampilan
baru yang dimiliki misalnya kemampuan mengadakan interaksi variatif dan inovatif dengan

orang lain. Latihan ini dapat dilihat dari semakin banyaknya pergaulan di antara mereka yang

semakin luas.

Perubahan ini secara umum ditandai dengan berkurangnya mengadakan interaksi dalam

keluarga dan membentuk komunitas baru yang sepadan dengan usia mereka. Akibat dari

terbentuknya pergaulan yang baru tersebut sering menimbulkan konflik dengan orang tua

karena pengaruh dari lingkungan yang lebih mendominasi karakter anak -anak. Pada kondisi

inilah anak anak sering terjebak pada lingkungan yang belum tentu benar dan sesuai dengan

harapan orang tua.

Sebagai siswa Madrasah Tsanawiyah,maka seyogyanya mampu mengendalikan diri

dan membagi kepentingan pribadi dengan kepentingan orang tua. Harapan orang tua adalah

agar anak-anak mereka tidak terjebak dengan adanya pergaulan bebas yang akan mengantarkan

pada hal- hal negatif yang dilarang oleh agama.

Islam sebagai agama yang sempurna telah mengatur tata cara pergaulan yang benar,

terutama pergaulan antara Laki laki dan perempuan. Norma dan etika pergaulan itu

sebagaimana Firman Allah Swt. dalam Al-Quran surah An-Nur ayat 30-31.

‫قُ ْل ِلِّ ْل ُم ْؤ ِم ِن ْي َن َيغُ ُّض ْوا ِم ْن اَ ْب َصا ِر ِه ْم َو َي ْحفَ ُظ ْوا فُ ُر ْو َج ُه ْۗم ٰذ ِل َك اَ ْز ٰكى َل ُه ْۗم ِا َّن اللّٰهَ َخبِ ْي ٌۢر‬
‫ِب َما يَ ْصنَعُ ْو َن‬

Artinya:“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan

memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha
Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur : 30)

‫َوقُ ْل ِلِّ ْل ُم ْؤ ِم ٰن ِت يَ ْغ ُض ْض َن ِم ْن اَ ْب َصا ِر ِه َّن َو َي ْحفَ ْظ َن فُ ُر ْو َج ُه َّن َو ََل يُ ْب ِد ْي َن ِز ْينَتَ ُه َّن اِ ََّل َما‬
‫َظ َه َر ِم ْن َها َو ْليَ ْض ِر ْب َن بِ ُخ ُم ِر ِه َّن َعٰلى ُجيُ ْوبِ ِه َّۖن َو ََل يُ ْب ِد ْي َن ِز ْينَتَ ُه َّن اِ ََّل ِلبُعُ ْولَ ِت ِه َّن اَ ْو ٰا َب ۤا ِٕى ِه َّن‬
‫اَ ْو ٰابَ ۤا ِء بُعُ ْولَ ِت ِه َّن اَ ْو اَ ْبنَ ۤا ِٕى ِه َّن اَ ْو اَ ْب َن ۤا ِء بُعُ ْولَ ِت ِه َّن اَ ْو ِا ْخ َوا ِن ِه َّن اَ ْو بَ ِن ْٰٓي اِ ْخ َوا ِن ِه َّن اَ ْو بَنِ ْٰٓي‬
‫اَ َخ ٰو ِت ِه َّن اَ ْو نِ َس ۤا ِٕى ِه َّن اَ ْو َما َم َل َك ْت اَ ْي َمانُ ُه َّن اَ ِو التَّابِ ِع ْي َن َغ ْي ِر اُو ِلى ا َْ ِل ْربَ ِة ِم َن ال ِّر َجا ِل اَ ِو‬
‫ال ِِّط ْف ِل الَّ ِذ ْي َن َل ْم يَ ْظ َه ُر ْوا َعٰلى َع ْو ٰر ِت النِّ َس ۤا ِء ۖ َو ََل يَ ْض ِر ْب َن بِاَ ْر ُج ِل ِه َّن ِليُ ْع َل َم َما يُ ْخ ِف ْي َن ِم ْن‬

‫ِز ْينَ ِت ِه َّۗن َوتُ ْوبُ ْٰٓوا ِالَى اللّٰ ِه َج ِم ْيعاا اَيُّهَ ا ْل ُم ْؤ ِمنُ ْو َن لَعَلَّ ُك ْم تُ ْف ِل ُح ْو َن‬

Artinya : “ Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga

pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya

(auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke

dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka,

atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami
mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau
putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau
hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai
keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat
perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang
mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang
beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur : 31)

Akhlak Karimah sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan, terutama dalam
kehidupan remaja. Banyaknya remaja saat ini terpengaruh dengan budaya asing yang kadang
tidak cocok dengan ajaran Islam. Bahkan mereka lebih menonjolkan budaya asing yang salah,
ketimbang budaya Islam yang benar. Contohnya dalam berpakaian, remaja cenderung meniru
pakaian Barat, baik modal atau polanya. Begitu pula dalam berbicara dengan orang tua yang
justru tidak memperlihatkan tata krama berbicara dengan orang tua. Jika saat ini diajak mereka
untuk membicarakan akhlakul karimah, justru jawaban yang didapatkan adalah itu sudah kuno,
ketinggalan zaman. Padahal kalau mereka mau menyadari kuno atau tidaknya seseorang, mulia
atau hina nya, terletak pada baik dan buruk menurut penilaian Allah (Alqur’an dan Hadis).

Akhlakul Karimah sangat penting diterapkan oleh setiap individu, nilai seseorang
tergantung pada akhlaknya. Meskipun orangnya kaya, pandai, dan berfisik baik kalau tidak
berakhlak karimah maka maka orang lain tidak akan menghormatinya, sebaliknya orang yang
kekayaan, pangkat, dan ketenarannya biasa-biasa saja tetapi akhlaknya baik maka ia akan
dihormati orang dan di muliakan.

A. Individu
Akhlakul Karimah sangat penting bagi setiap muslim, terutama dalam pergaulan remaja.
Kemukakan pendapat kalian, bagaimana sebaiknya kaum perempuan bergaul dengan
kaum laki laki dalam kehidupan sehari-hari? Jelaskan!
B. Kelompok
Bersama dengan teman satu kelompokmu carilah salah satu Hadis yang menjelaskan
tentang perintah berakhlak yang baik. Selanjutnya hafalkan secara bergantian di depan
kelas!

B. Bentuk Akhlak Karimah dalam Pergaulan

Remaja

Adapun bentuk dan contoh-contoh akhlak karimah dalam pergaulan remaja antara lain
adalah sebagai berikut :
1. Ta’aruf dan Tafahum
a. Pengertian Ta’aruf dan Tafahum

Kata ta’aruf berasal dari bahasa arab ta’arafa-yata’arafu-ta’arafan yang berarti saling
mengenal, saling mengetahui. Sedangkan kata tafahum juga berasal dari bahasa Arab yang
berarti saling memahami, saling mengetahui secara mendalam kondisi orang lain. Dengan
demikian, ta’aruf dan tafahum berarti upaya untuk saling mengenal dan memahami keadaan
secara jelas, baik yang menyangkut kepribadian maupun keadaan keluarga.
b. Dalil tentang Ta’aruf dan Tafahum

Islam merupakan agama yang sempurna, ajarannya meliputi seluruh aktivitas hidup
manusia. Manusia di ciptakan Allah Swt. Untuk saling mengenal. Allah berfirman :

‫ٰ ٰٓياَ ُّي َها النَّا ُس اِ ّنَا َخ َل ْق ٰن ُك ْم ِّم ْن ذَ َك ٍر َّواُ ْن ٰثى َو َج َع ْل ٰن ُك ْم ُشعُ ْوباا َّو َق َب ۤا ِٕى َل ِلتَعَا َر ُف ْوا ِۚ ِا َّن اَ ْك َر َم ُك ْم ِع ْندَ اللّٰ ِه اَتْ ٰقى ُك ْم ۗ ِا َّن اللّٰهَ َع ِل ْيم َخبِ ْير‬
Artinya : “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar
kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah
orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (QS.Al-
Hujurat:13)

Adanya manusia di dunia ini memang telah direncanakan Allah Swt., bukan terjadi
secara kebetulan. Manusia diciptakan terdiri atas seorang laki-laki dan perempuan, yaitu Nabi
Adam a.s dan istrinya, Hawa. Dari kedua orang inilah asal seluruh manusia didunia ini, kecuali
Nabi Isa a.s yang lahir tanpa perantaraan ayah.

Dari pasangan suami istri (Adam dan Hawa ) manusia terus berkembang menjadi
milyaran jumlahnya. Dari sekian banyak manusia itu terbagi menjadi beberapa bangsa dan
suku. Terjadinya macam-macam bangsa dan suku karena perkembangan manusia makin jauh
antara satu dan lainnya.

Keadaan manusia yang berbeda itu bukan untuk perpecahan, justru untuk saling
mengenal (ta’aruf). Pada dasarnya derajat manusia itu semua sama di hadapan Allah Swt., yang
membedakan hanyalah kadar ketakwaannya kepada Allah Swt. Dalam bergaul dan saling
mengenal kita harus tetap memperhatikan petunjuk-petunjuk agama agar pergaulan tidak
menimbulkan hal-hal yabg tidak diinginkan. Oleh sebab itu, takwa dalam ayat diatas berarti

bergaul dan saling mengenal yang dilakukan secara hati-hati , terutama dengan lawan jenis.
Allah adalah Zat Yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat terhadap segala sesuatu di dunia
ini. Apapun yang dilakukan manusia, baik saat sendiri maupun bersama orang lain tetap
diketahui Allah Swt. Dan kelak akan dipertanggungjawabkan dihadapan-Nya.

Ta’aruf yang dimaksudkan dalam surat Al-Hujurat ayat 13 bukan hanya sekedar
mengetahui sesama manusia, melainkan sampai memahami keadaan masing-masing. Dengan
mengetahui keadaan masing-masing, manusia akan mudah untuk menenetukan perbuatan yang
lebih tepat dilakukan terhadap sesamanya.
c. Manfaat Ta’aruf dan Tafahum

Ta’aruf dan Tafahum amat besar dampak positifnya dalam kehidupan remaja adapun
dampak positif ta’aruf dan Tafahum yaitu sebagai berikut.

1) Satu menambah banyaknya teman, sehingga memperluas
Persaudaraan.

2) Mengurangi dan menanggulangi munculnya lawan.
3) Menambah suasana riang karena banyak pergaulan.
4) Dapat tukar menukar pengalaman dan pengetahuan.
5) Terwujudnya Kerukunan hidup.
6) Sebagai sarana membina persatuan dan kesatuan bangsa.
7) Dapat dijadikan sarana penyebar informasi sehingga terbuka peluang kerja.
d. Bentuk ta’aruf dan Tafahum
1) menumbuh kembangkan sifat bersahabat terhadap sesama remaja.
2) Tanggap dan peduli terhadap keadaan sesama teman.
3) Memperbanyak pergaulan dengan sesama remaja.

e. Contoh perbuatan Ta’aruf dan Tafahum
1) Contoh perbuatan ta’aruf
Masuk sekolah pertama sebagai siswa baru belum mengenal teman, guru memberi

tugas kepada murid untuk mencapai 10 nama teman dengan identitas dan nama panggilannya.
Tugas ini merupakan bentuk ta’aruf, karena setelah kegiatan para siswa akan saling mengenal
temannya meskipun masih dalam jumlah yang terbatas.

2) Contoh perbuatan Tafahum
a) Pada suatu hari raya terdapat dua paham waktu sholat. Ali sholat Ied pada hari Kamis

sedangkan Ilham Salat ied pada hari Jumat, masing masing memiliki alasan. Ali
memahami bahwa Ilham berbeda pendapat dengannya begitu juga Ilham memahami

kalau Ali berbeda mazhab dengannya. Karena mereka saling memahami antara satu
dengan yang lainnya maka tidak pernah saling mengejek atau muncul konflik karena
perbedaan tersebut.
b) Andi berasal dari Sulawesi, Asep berasal dari Bandung, Made berasal dari Denpasar
dan banyak siswa kelas lainnya berasal dari Jawa. Mereka sudah lama mengenal dan
dapat saling memahami karakter teman-temannya. Mereka berasal dari daerah yang
berbeda, namun dapat hidup rukun berdampingan dan saling bekerjasama dalam
menyelesaikan masalah di kelas, tidak pernah saling mengajak tentang asalnya. Apalagi
jika ada perlombaan antar kelas mereka pasti bersatu padu membentuk kelompok
berlatih bersama sama untuk menang dalam perlombaan.
2. Ta’awun dan Tasamuh
a. Pengertian Ta’awun dan Tasamuh
Ta’awun berasal dari kata ta’azwana-yata’azwanu-ta’azwuban artinya saling
menolong, sedangkan Tasamuh berasal dari kata Tasazmaha-yatasaamaha-tasaamuhan artinya
sama-sama berlaku baik, saling berbuat baik atau (toleransi dan tenggang rasa). Ta’awun atau
tolong menolong berlaku bagi siapa saja, menolong siapa saja tidak pilih pilih tetapi harus
tolong menolong dalam kebaikan tidak boleh dalam hal keburukan.
Sikap tasamuh dapat ditujukan kepada siapa saja kecuali untuk perbuatan buruk dan ke
imanan atau Akidah. Toleransi adalah sikap bersedia menerima atau menghormati pendapat
orang lain meskipun pendapat itu berbeda dengan pendapatnya.
b. Perintah Ta’awun dan Tasamuh
Perintah ta’awun dan tasamuh terdapat dalam Surah Al-Ma’idah ayat 2 berikut :

َ‫َوتَ َعا َونُ ْوا َعلَى ا ْل ِب ِّر َوالتَّ ْق ٰو ۖى َو ََل تَ َعا َونُ ْوا َعلَى ا َْ ِلثْ ِم َوا ْلعُ ْد َوا ِن ۖ َواتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِ َّن اللّٰه‬
‫َش ِد ْيدُ ا ْل ِعقَا ِب‬

Artinya : “.....Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan
jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah,
sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya”. (QS. Al-Ma’idah : 2)

Menolong orang lain hanya boleh dalam hal kebaikan saja, maka ia akan memperoleh
pahala. Jika menolong orang dalam hal yang buruk maka ia akan memperoleh dosa. Menolong
ditujukan kepada orang lain terutama yang sangat membutuhkan pertolongan. Tidak
memandang kelompoknya, satu aliran, satu daerah, atau kedekatan lainnya, tetapi menolong
siapa saja. Bahkan bisa juga menolong orang yang tidak kita kenal. Karena sikap toleransi, kita

juga dapat membantu orang lain yang berbeda pendapat atau perbedaan mazhab dalam
keagamaan, dan berbeda golongan.
c. Sikap-sikap dalam Taawun dan Tasamuh

1) Menyukai sesuatu buat tetangganya sebagaimana yang menyukai buat dirinya sendiri.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Demi dzat yang

aku berada dalam kekuasaannya tidaklah seseorang beriman sehingga ia memang
menyukai tetangganya sebagaimana ia menyukai untuk dirinya sendiri.” (Hadis
Riwayat Bukhari )
2) Tidak mengganggu ketenangan tetangga.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Demi Allah tidak beriman, demi Allah
tidak beriman, demi Allah tidak beriman. Saat itu beliau ditanya,”Ya Rasulullah
siapakah yang tidak beriman itu?” Rasulullah bersabda, “Orang yang tetangganya tidak
merasa aman karena gangguannya.” (Hadis Riwayat Bukhari)

Berdasarkan Hadis di atas, pengakuan Iman seseorang tidak sempurna apabila
masih suka mengganggu tetangganya dengan perbuatan atau ucapan yang jelek.
3) Meringankan beban hidup, menutupi aib, dan memberi bantuan seseorang.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Barangsiapa melapangkan seseorang
mukmin dari suatu kesusahan dunia maka Allah akan melapangkannya dari salah satu
kesusahan-kesusahan hari kiamat, barangsiapa meringankan suatu penderitaan
seseorang maka Allah akan meringankan suatu penderitaannya didunia dan akhirat,
barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim maka Allah akan menutupi (aibnya) di
dunia dan akhirrat. Allah akan selalu memberi pertolongan kepada seseorang, selama
orang tersebut suka menolong saudaranya.” (HR.Abu Dawud)

Hadis diatas menghimbau kepada setiap muslim dan mukmin agar suka
meringankan penderitaan sesama manusia. Allah Swt., berjanji akan memberikan
pertolongan kepada setiap manusia yang mau menolong sesamanya.
4) Mengunjungi seseorang pada saat sakit atau menerima suatu musibah
Rasulullah SAW bersabda:

‫ َواتِّبَا ُع‬،‫ َو ِع َيادَةُ ا ْل َم ِر ْي َض‬،‫ َردُّ ال َّس ََل ِم‬: ‫َح ُّق ا ْل ُم ْس ِل ِم َع َلى ا ْل ُم ْس ِل ِم َخ ْمس‬
‫ َوتَ ْش ِم ْي ُت ا ْلعَا ِط ِس‬،ِ‫ َوإِ َجابَةُ الدَّ ْع َوة‬،‫ا ْلجنَا ِئ ِز‬

Artinya : “Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ada lima, menjawab
salam, menjenguk orang sakit, mengikuti (mengurus) jenazah hingga dikuburkan, dan

memenuhi undangan, dan tasymiyah al atish (menjawab saudaranya lagi bersin dengan
mengatakan: yarhamukallah),” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).”
Orang yang melakukan kelima macam perbuatan sebagaimana Hadis di atas berarti
telah melakukan amalan yang utama dan mendapat pahala dari sisi Allah SWT.
5) Tidak melarang tetangga apabila ingin menanam pohon di batas kebunnya.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “ Janganlah seorang tetangga melarang
tetangganya apabila ia ingin menanam pohon di batas kebunnya.” (HR Bukhari)
d. Manfaat dan Hikmah sikap Ta’awun dan Tasamuh.
Ta’awun dan Tasamuh banyak sekali memberikan manfaat kepada manusia, yaitu
sebagai berikut :
1) Menjalin ukhuwah, persatuan dan kesatuan dalam bermasyarakat.
2) Melahirkan cinta dan kasih sayang diantara sesama manusia.
3) Terwujudnya kerukunan dan terhindar dari perpecahan.
4) Menimbulkan sikap saling menghormati antar sesama.
5) Menciptakan rasa aman , tenang, tentram, dan damai di masyarakat.
6) Menghilangkan hasud, fitnah, kebencian, dendam dan permusuhan.
7) Dengan tolong menolong, pekerjaan akan dapat terselesaikan dengan lebih sempurna.
Sehingga jika di satu sisi ada kekurangan, maka dapat saling menutupi.
3. Jujur dan Adil
a. Pengertian Jujur dan Adil
Jujur artinya lurus hati, tidak curang. Orang yang jujur itu apa yang dikatakannya
selaras dengan yang diperbuatnya, tidak menyembunyikan sesuatu. Adil artinya tidak berat
sebelah tidak memihak, berlaku semestinya tidak berlaku senang menang. Orang yang adil
pasti memihak kepada kebenaran bukan kepada kehendak atau kepentingan tertentu. Jujur dan
adil adalah dua sifat yang hampir sama pengertian nya. Umumnya orang yang jujur pasti adil,
begitu pula sebaliknya, orang yang biasanya jujur.
Perlakuan tidak adil sering memicu permusuhan atau dendam dan akan melahirkan
perbuatan yang anarkis. Muncul bercak coklat jangan hingga kekerasan, akhirnya hidup
menjadi tidak damai. Oleh karena itu kita harus membiasakan hidup jujur dan adil.
b. Perintah untuk berlaku jujur dan adil
Islam mencintai kejujuran dan keadilan serta membenci setiap bentuk kecurangan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, Berbangsa, dan bernegara, dapat dibuktikan bahwa setiap
kecurangan pasti menimbulkan dampak negatif yang berupa kekecewaan hati dari pihak yang
dirugikan.

Jujur dan adil termasuk Ahlaq yang baik maka diperintahkan dalam agama untuk
dilakukan dalam kehidupan. Allah berfirman dalam surat An-Nahl ayat 90:

‫اِ َّن اللّٰهَ َيأْ ُم ُر بِا ْل َع ْد ِل َوا َْ ِل ْح َسا ِن َو ِا ْيتَ ۤا ِئ ِذى ا ْلقُ ْر ٰبى َو َي ْن ٰهى َع ِن ا ْل َف ْح َش ۤا ِء َوا ْل ُم ْن َك ِر‬
‫َوا ْل َب ْغيِ يَ ِع ُظ ُك ْم َل َعلَّ ُك ْم تَذَ َّك ُر ْو َن‬

Artinya : “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi
bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan
permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS
An-Nahl: 90)

Dalam surah al Ma’idah ayat 8 juga disebutkan:

‫ٰ ٰٓياَيُّ َها الَّ ِذ ْي َن ٰا َمنُ ْوا ُك ْونُ ْوا قَ َّوا ِم ْي َن ِللّٰ ِه ُش َهدَ ۤا َء بِا ْل ِق ْس ِۖط َو ََل يَ ْج ِر َمنَّ ُك ْم َش َن ٰا ُن َق ْو ٍم َع ٰٓلى اَ ََّل‬
‫تَ ْع ِدلُ ْوا ۗ ِا ْع ِدلُ ْو ۗا ُه َو اَ ْق َر ُب ِللتَّ ْق ٰو ۖى َواتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِ َّن اللّٰهَ َخبِ ْي ٌۢر ِب َما تَ ْع َملُ ْو َن‬

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena
Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum
mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada
takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu
kerjakan.” (QS Al-Maidah : 8))

Dalam surah al Ma’idah ayat 8 disebutkan orang yang berbuat adil yaitu sebagai
berikut:

1) Menjadi penegak keadilan
Penegak keadilan di Indonesia adalah hakim tetapi sesungguhnya siapa saja dapat
menjadi penegak keadilan atau Penengah konflik di lingkungannya masing masing.
Penegak keadilan harus memutuskan perkara dengan benar sesuai dengan
pengetahuannya tentang suatu kasus dan hukum positif yang berlaku karena Allah
Subhanahuwata’ala tidak dipengaruhi oleh kepentingan apapun.

2) Menjadi saksi yang adil
Untuk menjadi saksi itu disumpah sesuai agama yang dianut. Orang Islam yang menjadi
saksi di pengadilan disumpah dengan nama Allah SWT. Di bawah mushhaf Alqur’an.
Saksi yang adil yaitu menyampaikan kesaksian yang dilihat atau didengar dengan
sebenar benarnya tidak dibuat buat, tidak dikurangi. Seorang saksi yang adil berarti dia
juga harus bersikap jujur yaitu harus menyampaikan kesaksiannya dengan benar dan
jujur sesuai yang dilihat dan didengar, tidak Mengada-ngada, tidak berdusta, dan tidak
memihak kepada siapa pun.

3) Berlaku adil dalam segala hal
Senantiasa berlaku adil terhadap siapa saja, meskipun terhadap orang yang tidak disukai
atau kepada orang yang dibenci atau orang yang sudah berbuat tidak baik kepada kita.
Kepada mereka kita tetap harus berlaku adil. Karena kita berbuat adil atas perintah
Allah SWT bukan karena penilaian manusia. Allah SWT. Maha mengetahui apa yang
diperbuat oleh manusia sehingga dia tidak keliru memberi nilai. Perbuatan adil dekat
dengan taqwa. Jadi orang yang berlaku adil dia telah dekat dengan taqwa. Manusia
diperintahkan untuk berbuat yang benar, berkata yang benar, jujur dan menjauhi dusta.

c. Bentuk jujur dan adil
Bentuk jujur dan adil antara lain sebagai berikut :
1) Terus menerus berusaha melatih diri untuk jujur dalam segala hal.
2) Mencintai keadilan dan mendukung setiap upaya menegakkan keadilan.
3) Menunjukkan sikap tidak senang terhadap segala bentuk kecurangan.

d. Manfaat jujur dan adil
Manfaat jujur dan adil jika diterapkan dalam kehidupan manusia adalah sebagai berikut:
1) Menimbulkan rasa senang bagi orang lain karena telah diperlakukan dengan adil
dan tidak di dustai.
2) Kedamaian hidup bermasyarakat
3) Munculnya sikap saling menghargai
4) Tidak ada orang yang merasa dizalimi.

e. Contoh Perbuatan Jujur
1) Contoh perbuatan jujur
a. Siswa tidak akan mencontek pada saat ulangan meskipun guru tidak
mengawasinya
b. Pedagang mengurangi harga barang karena ada cacat pada barang tersebut, ia
menyampaikan kondisi barang tersebut kepada pembeli.
2) Contoh sikap jujur yang dilarang
a. Menyampaikan strategi perang jumlah pasukan kepada musuh.
b. Guru memberi soal ujian kepada siswa beberapa hari sebelum ulangan
dilaksanakan karena ada siswa yang bertanya.

4. Amanah dan Menepati Janji
a) Pengertian Amanah dan Menepati Janji

Amanah berarti jujur, dapat dipercaya, pesan atau perintah atasan, atau sesuatu
yang dipercaya kan kepada seseorang. Orang yang dapat dipercaya disebut amanah,
sedangkan orang yang tidak dapat dipercaya disebut hianat. Menepati janji berarti
berbuat sesuatu sesuai dengan janji yang telah diucapkan. Orang yang tidak menepati
janji disebut ingkar janji.
b) Perintah Untuk Berlaku Amanah Dan Menepati Janji
1) Perintah Untuk Berlaku Amanah
Perintah berlaku amanah terdapat dalam surah Annisa ayat 58 berikut ini:

ۗ ‫اِ َّن اللّٰهَ َيأْ ُم ُر ُك ْم اَ ْن تُ َؤدُّوا ا َْلَ ٰم ٰن ِت اِ ٰ ٰٓلى اَ ْه ِل َه ۙا َو ِاذَا َح َك ْمتُ ْم بَ ْي َن النَّا ِس اَ ْن تَ ْح ُك ُم ْوا ِبا ْلعَ ْد ِل‬
‫اِ َّن اللّٰهَ ِن ِع َّما يَ ِع ُظ ُك ْم بِ ٖه ۗ ِا َّن اللّٰهَ َكا َن َس ِم ْيعا ٌۢا بَ ِص ْي ارا‬

Artinya : “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak
menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu
menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu.
Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.”( QS. Annisa : 58)

Dalam surah al Anfal ayat 27 Allah SWT melarang orang beriman menghianati amanah
yang diberikan kepadanya.

‫ٰٓياَيُّ َها الَّ ِذ ْي َن ٰا َمنُ ْوا ََل تَ ُخ ْونُوا اللّٰهَ َوال َّر ُس ْو َل َوتَ ُخ ْونُ ْٰٓوا اَ ٰم ٰن ِت ُك ْم َواَ ْنتُ ْم تَ ْعلَ ُم ْون‬

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul
dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu
mengetahui.”( QS. Al- Anfal : 27)

Rasulullah S AW bersabda yang artinya : “ Tidak ada Iman yang pada diri seseorang
yang tidak melaksanakan Amanah yang diberikan kepadanya.” ( HR. Tabrani )

Perintah untuk berlaku menepati janji Allah SWT berfirman dalam surah An-Nahl ayat
91 berikut ini:

‫َواَ ْوفُ ْوا بِ َع ْه ِد اللّٰ ِه اِذَا َعا َه ْدتُّ ْم َو ََل تَ ْنقُ ُضوا ا َْلَ ْي َما َن َب ْعدَ تَ ْو ِك ْي ِد َها َوقَ ْد َجعَ ْلتُ ُم اللّٰهَ َعلَ ْي ُك ْم‬
‫َك ِف ْيَال ۗاِ َّن اللّٰهَ َي ْع َل ُم َما تَ ْفعَلُ ْو َن‬

Artinya : “Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu
melanggar sumpah, setelah diikrarkan, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu
(terhadap sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS. An-
Nahl : 91)

Maksud menepati janji pada ayat tersebut adalah sebagai berikut :

a) Menepati janji kepada Allah SWT
(1)Nazar merupakan bentuk janji kepada Allah SWT maka wajib atau harus ditepati.
Misalnya, jika nanti lulus ujian akan berpuasa selama tiga hari. Setelah lulus ujian
maka orang yang bernazar ini wajib berpuasa selama tiga hari seperti janjinya
(2)Sebenarnya setiap manusia telah mengikat janji kepada Allah SWT.
Ketika berada di dalam rahim yaitu ketika ruh ditiupkan ke dalam janin. Janji
tersebut adalah persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang disembah kecuali hanya
Allah SWT. Maka janji ini harus ditepati ketika telah hidup di dunia. Orang yang
dalam hidupnya tidak menuhankan Allah SWT berarti ia telah mengingkari janji
kepada Allah SWT.

b) Berjanji kadang kadang menggunakan sumpah atas nama Allah SWT. Misalnya,
“Demi Allah atau Wallahi. Demi Allah saya akan menjalankan tugas sebagai
(profesi) dengan benar.” Orang yang telah bersumpah demikian ketika menjalankan
profesinya dengan tidak benar berarti ia telah melingkari janji, dia berdosa. Allah
SWT. Mengetahui apa yang dikerjakan manusia dan apa yang ada di hati manusia.

c) Bentuk Amanah Dan Menepati Janji
1) Berusaha semaksimal mungkin untuk menepati janji apabila suatu saat terpaksa
berjanji.
2) Berusaha menjaga diri, agar dapat menunaikan secara baik sesuai semua yang
diamanatkan kepada dirinya.
3) Bersikap hati- hati agar tidak mempermudah berjanji karena dengan berjanji
berarti membuat peluang untuk ingkar janji.

c) Manfaat Amanah Dan Menepati Janji
1) Manfaat bagi diri sendiri
a) Menumbuhkan hubungan positif antara yang memberi amanah dengan orang
yang diberi amanah.
b) Dipercaya orang lain karena dapat menjalankan amanah dengan baik dan tidak
pernah mengingkari janji.
c) Mendapat pahala dari Allah dan dicatat di Sisi Allah sebagai orang yang benar.
d) Derajatnya terangkat.
2) Manfaat bagi orang lain
a) Orang lain senang menjalin hubungan Silaturahim dengan orang yang amanah
dan menepati janji.

Menimbulkan kepuasan bagi orang lain karena amanahnya telah dilaksanakan
dengan baik dan janjinya ditepati.
b) Orang lain mempercayainya sebagai orang yang amanah.
c) Orang lain senang memberikan pekerjaan an tidak waswas.

A. Individu
Kemukakan pendapat mu, mengapa kita dianjurkan untuk berahlak Karimah? Jelaskan!
B. Kelompok
Amati lingkungan sekitarmu! Tulislah fenomena pergaulan remaja yang baik dan
buruk beserta dampak positif dan negatifnya bagi diri sendiri dan masyarakat!

C. Penerapan Perilaku Akhlak Karimah Pergaulan
Remaja dalam Kehidupan Sehari-hari

Pada masa sekarang ini dengan terjadinya perkembangan global disegala bidang
kehidupan selain mengindikasikan kemajuan umat manusia di satu pihak, juga
mengindikasikan kemunduran akhlak kepada kaum remaja. Disamping itu Era informasi yang
berkembang pesat pada saat ini dengan segala dampak positif dengan negatif nya telah
mendorong adanya pergeseran nilai moral di kalangan remaja. Oleh karena itu, perilaku akhlak
terpuji di kalangan remaja ini perlu ditanamkan dalam diri dan dilakukan dalam kehidupan
sehari-hari.

Dengan adanya kemajuan kebudayaan melalui pengembangan Iptek oleh manusia yang
tidak seimbang dengan kemajuan moral akhlak, telah memunculkan gejala baru berupa krisis
akhlak terutama yang terjadi di kalangan remaja. Untuk menerapkan Akhlaq yang baik dalam
menghadapi kondisi lingkup yang semacam itu, maka seorang remaja haruslah lebih arif,
bijaksana, pintar, dan waspada dalam menyikapinya. Dengan adanya pembinaan terhadap

remaja yang telah ditunjukkan dalam Al-Quran dan Hadis yang ada, maka di dalam pergaulan

lingkup hidupnya, seorang remaja sudah pastilah harus menanamkan akhlak terpuji dalam

kehidupan sehari-hari, yang mana di klasifikasi kan ke dalam beberapa lingkup pergaulan,

yaitu sebagai berikut :

1. Sikap Kepada Orang Tua

Dalam bergaul dengan orang tua yaitu dengan berkata sopan, santun, lemah lembut, jika

hendak pergi maka minta izin dan mengucapkan salam, senantiasa patuh terhadap perintahnya,

selalu membantu dan mendoakan orang tua.

Firman Allah:

‫َوا ْعبُدُوا اللّٰهَ َو ََل تُ ْش ِر ُك ْوا بِ ٖه َش ْيـًٔا َّوبِا ْل َوا ِلدَ ْي ِن اِ ْح َساناا‬

Artinya : “ Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu

apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua,.....” (QS.An-Nisa’ : 36)

2. Sikap Kepada Guru

yaitu dengan selalu mentaati perintahnya, berkata sopan ketika mengikuti pelajarannya, ikhlas

dan penuh kesabaran dalam mengikuti pelajarannya, serta mendoakan guru.

3. Sikap Kepada Lawan Jenis

Islam telah memberi rambu-rambu atau batasan yang harus diperhatikan antara laki laki dan

perempuan. Diantaranya, wanita harus menutup aurat yang tampak, masing masing hendaknya

menjaga diri, jangan sampai terjerumus dalam Pergaulan bebas (zina), kewajiban laki laki

menghormati wanita, serta menjaga diri dari minum minuman, obat obatan yang berbahaya

dan terlarang.

4. Sikap Kepada Teman Sebaya

Yaitu dengan cara menghargai, tidak suka menghina sesama, saling menasehati, mendahulukan

kepentingan bersama daripada diri sendiri, serta bertutur kata yang lembut.

Latihan!

A. Pilihlah jawaban yang benar dengan menyilang huruf a,b,c,dan d!

1. Menurut QS.Al-Hujurat : 13 merupakan perintah untuk mengadakan...
a. Tasamuh
b. Tafahum
c. Taawun
d. Tafahum dan ta’aruf

2. Pada dasarnya derajat semua manusia di hadapan Allah Swt. Sama, yang membedakan
hanyalah kadar...
a. Kekayaannya
b. Kesabarannya
c. Ketakwaannya
d. Ibadahnya

3. Seseorang tidak mungkin ingkar janji jika...
a. Belum pernah ingkar janji
b. Diingkari orang lain
c. Tidak menyengaja
d. Tidak berjanji

4. Akhlak karimah ibarat pakaian penutup aurat. Hal ini sesuai dengan pendapat..
a. Ahmad Syauki Bey
b. Ahmad Anshary
c. K.H.M Isa Anshari
d. Hamka

5. Siswa kelas 9 Mts Al-Hikmah mengumpulkan infak Jum’at kemudian dikirim ke suatu
sekolah yang roboh akibat diterjang angin puting beliung. Siswa kelas 9 Mts Al-Hikmah
berperilaku...
a. Tawakal
b. Ta’awun
c. Tawadhu’
d. Tadabur

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dnegan benar!
1. Sebutkan manfaat jujur dan adil!
2. Apakah pengertian dari ta’awun dan tasamuh? jelaskan!
3. Apakah yang dimaksud akhlak karimah?
4. Tulislah dalil yang menjelaskan perintah untuk berbuat baik kepada orang tua!
5. Jelaskan pentignya akhlak karimah dalam pergaulan remaja!

DAFTAR PUSTAKA

AF,Masan. 2009. Pendidikan Agama Islam,Aqidah Akhlaq,untuk MTs.Semarang: Karya Toha
Al-Arif, Ahmad Adib. 2009.Akidah Akhlak kelas IX untuk MTs. Semarang: Aneka Ilmu

akidah
akhlak

“Siapa yang menghendaki
kehidupan dunia, maka harus
disertai ilmu.
Dan siapa yang menghendaki
kehidupan akhirat, juga harus
dengan ilmu.”
(Imam Syafi’i)

Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kelas IX Semester 2


Click to View FlipBook Version