The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by a310190212, 2021-12-17 14:19:06

A310190212_Danik Uswatun Khasanah

A310190212_Danik Uswatun Khasanah

BAHAN AJAR/MATERI AJAR

Satuan Pendidikan : SMP Muhammadiyah 2 Masaran

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas / Semester : VIII/Ganjil

Materi Pokok : Teks Eksplanasi

Tema : Peristiwa Alam

Alokasi Waktu : 2 X 40 Menit

Tahun Pelajaran : 2021/2022



BAB 1
PENDAHULUAN

A. Pendahuluan
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebagai pembelajar tidak bisa terlepas

dengan informasi. Informasi tersebut bisa diperoleh melalui berbagai macam sumber,
baik lisan maupun tulis. Salah satu sumber yang erat kaitannya dengan kehidupan
seorang pembelajar adalah informasi dari hasil tulisan siswa. Informasi tersebut tentu
saja berguna untuk alat penilaian, sumber wawasan peserta didik.

Apakah tulisan yang bersumber dari peserta didik sudah sesuai dengan tujuan
pembelajaran? Tentu saja ada tulisan yang sudah sesuai dengan kriteria penilaian dan
ada juga yang masih jauh dari kriteria penilaian. Ada peserta didik yang seringkali
masih kurang memerhatikan aspek kohesi dan koherensi dalam pembelajaran menulis.
Mereka kadang merasa bingung dalam menuangkan ide ke dalam tulisan. Ada yang
menganggap bahasa lisan dan tulis disamakan, ada juga yang belum mampu
menuangkan ide tulisan secara runtut dan berkesinambungan.

Pembelajaran menulis di SMP menuntut peserta didik untuk mampu
menuangkan ide ke dalam tulisan dengan memperhatikan struktur dan kaidah yang
benar. Salah satu yang perlu diperhatikan dalam kebahasaan adalah wacana.

Modul ini akan menyampaikan mengenai materi ajar teks eksplanasi pada
kelas VIII SMP khususnya KD 3.10 da 4.10 memproduksi teks eksplanasi berkaitan
dengan bidang pekerjaan secara lisan atau tulis dengan memerhatikan struktur dan
kebahasaan. Materi tersebut akan dikaitkan dengan kebahasaan aspek kohesi dan
koherensi. Melalui modul ini, pembelajar diharapkan mampu memfasilitasi peserta
didik dalam mencapai tujuan, yaitu mampu menulis teks eksplanasi dengan
memperhatikan struktur dan kebahasaan.

B. Kompetensi Dasar

Kompetensi Dasar Pengetahuan Kompetensi Dasar Keterampilan

3.10 Menelaah teks eksplanasi berupa 4.5 Menyajikan informasi, data dalam
paparan kejadian suatu fenomenaalam yang bentuk teks eksplanasi proses terjadinya
diperdengarkan atau dibaca suatu fenomena secara lisan dan
tulisdengan memperhatikan struktur, unsur
kebahasaan, atau aspek lisan

Modul ini dikhususkan untuk kelas VIII dengan KD 3.10 memproduksi teks eksplanasi
berkaitan dengan bidang pekerjaan secara lisan atau tulis dengan memerhatikan struktur dan
kebahasaan. Indikator pencapaian kompetensinya sebagai berikut.

1. Menentukan bagian-bagian struktur teks eksplanasi dan kaidah kebahasaan
teks esksplanasi

2. Membuat teks eksplanasi berkaitan bidang pekerjaan dengan memerhatikan
struktur dan kebahasaan.

C. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran pada modul ini dikhususkan untuk pembelajaran SMP Kelas
VIII pada KD 3.10 memproduksi teks eksplanasi berkaitan dengan bidang pekerjaan
secara lisan atau tulis dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan. Berikut
perincian tujuan pada modul ini.
1. Setelah mengamati contoh teks eksplanasi. Peserta didik dapat menentukan
struktur dan kaidah kebahasaan teks eksplanasi tentang kejadian suatu
fenomena alam dengan kritis dan bertanggung jawab.
2. Peserta didik dapat menentukan ide-ide pokok untuk penulisan teks eksplanasi
dengan tema fenomena alam dengan kritis, dan beratanggung jawab.

D. Petunjuk Penggunaan Modul
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan modul ini.
1. Peserta didik akan diberi contoh teks eksplanasi. Contoh dapat diambilkan
dari modul ini, dapat pula dari berbagai sumber lainnya.
2. Secara berkelompok, peserta didik akan mengumpulkan data untuk dijadikan
pengembangan kerangka teks eksplanasi.
3. Peserta didik akan mengembangkan kerangka teks eksplanasi menjadi teks
eksplanasi utuh dengan memerhatikan struktur dan kaiah kebahasaaannya.
4. Peserta didik mengerjakan latihan soal

BAB II
MATERI TEKS EKSPLANASI

A. Pengertian Teks Eksplanasi
Menurut Yustinah (2018:31) teks eksplanasi merupakan teks yang dibuat

berdasarkan pengamatan atas suatu kejadian atau fenomena. Teks eksplanasi
menjelaskan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau
sosial. Pada teks eksplanasi sebuah peristiwa timbul karena ada peristiwa lain
sebelumnya dan mengakibatkan peristiwa yang lain sesudahnya (sebab akibat).

B. Ciri Teks Eksplanasi
Pembahasan dalam teks eksplanasi menggunakan konteks ilmiah melalui pemaparan
sejarah, definisi, klasifikasi, dan kebiasaan. Informasi tersebut dapat berupa fakta-
fakta empiris, data statistik, dan rangkaian peristiwa yang menjelaskan korelasi
antaraspek dan antarperistiwa dalam teks. Berikut ciri-ciri atau karakteristik teks
eksplanasi yang dapat memudahkan kita untuk membedakan antara teks eksplanasi
dengan teks lainnya.
1. Ilmiah
Fenomena yang dijelaskan dalam teks eksplanasi berdasarkan konteks ilmiah,
yaitu berupa fakta, realita, teori, dan penelitian. Penjelasan tersebut dapat
berupa sejarah, klasifikasi, atau definisi.
2. Logis
Penjelasan fenomena dalam teks eksplanasi bersifat logis dan teoretis.
3. Objektif
Penjelasan dalam teks dapat disertai argumen yang bersifat objektif dengan
didukung teori yangrelevan, sehingga dapat pula dijadikan rujukan yang valid.
4. Bukan teks eksposisi
Teks eksplanasi tidak bertujuan memengaruhi pembaca, tetapi memaparkan
fakta berdasarkan bidangkeilmuan.
5. Bukan teks prosedur
Teks eksplanasi menjelaskan proses yang alami, tidak disadari, dan melalui
jangka waktu yangpanjang.

Perhatikan contoh berikut ini

Gunung Meletus

Gunung meletus menjadi salah satu bencana alam yang mengerikan dan bisa menyebabkan
banyak korban jiwa. Tidak heran jika BMKG selalu memantau secara aktif gunung-gunung
di Indonesia yang masih berpotensi untuk meletus.

Peristiwa alam gunung meletus diawali dengan perubahan tekanan batas lempeng bumi dan
perubahan suhu yang drastis. Hal tersebut membuat material batuan di sekitarnya meleleh,
biasa kita sebut dengan magma atau cairan pijar. Magma ini akan mengintruksi material
disekitarnya melewati rekahan-rekahan menuju permukaan bumi. Bahkan di kedalaman yang
relatif, suhu yang sangat tinggi bukan hanya mampu melelehkan magma bahkan bisa seluruh
material yang berada di dalam perut bumi. Di saat itu juga akan muncul gas yang akan
bercampur dengan magma. Magma yang keluar saat gunung meletus terbentuk di kedalaman
60-160 KM dibawah permukaan bumi. Lalu gas yang bercampur dengan magma tersebut
berada di bawah tekanan batuan-batuan padat yang ada di sekitar kawah. Sehingga tekanan
ini membuat gas dan magma bergerak ke permukaan bumi dan meletus secara bersamaan
Dampak gunung meletus yang paling terlihat yaitu bahayanya terhadap manusia dan makhluk
hidup di sekitarnya karena letusan tersebut mengeluarkan gas beracun, awan panas, debu
vulkanik, dan bebatuan. Setelah erupsi berakhir, terdapat kemungkinan terjadi hujan lahar,
rusaknya lahan pertanian, dan perkebunan. Sampai sekarang gunung berapi masih menjadi
hal yang begitu menakutkan bagi manusia. Hal tersebut karena efek yang luar biasa yang
ditimbulkan dari gunung meletus. Gunung meletus bahkan bisa juga menutupi atmosfer bumi
yang menyebabkan perubahan suhu yang ekstrim.

Sumber : https://www.yuksinau.id/contoh-teks-eksplanasi-tentang-peristiwaalam/,
diakses Rabu, 5 Mei 2021 pada pukul 15.44 WIB.

Teks di atas merupakan teks eksplanasi karena membahas tentang peristiwa nyata dan untuk
menjelaskan sebab terjadinya peristiwa tersebut penulis perlu menggunakan dasar ilmu yang
jelas. Teks eksplanasi berjudul “Gunung meletus” dalam contoh di atas berkaitan dengan
ilmu pengetahuan sosial, khususnya geografi yang memaparkan proses terjadinya gunung

meletus. Teks tersebut tergolong teks eksplanasi karena di dalamnya terdapat informasi yang
berupa runtutan kejadian. Teks eksplanasi biasanya diawali dengan struktur pernyataan
umum yang biasanya berisi definisi, gambaran umum mengenai fenomena yang dibahas.
Pada struktur kedua yaitu deretan penjelas yang berisi penjelasan proses sebab akibat
terjadinya fenomena. Struktur teakhir pada teks eksplanasi memuat mengenai simpulan dari
apa yang telah ditulis pada pernyataan umum dan deretan penjelas.

C. Struktur Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi tersusun atas suatu struktur yang memudahkan kita dalam memahami
isi teks. Adapun struktur teks eksplanasi adalah sebagai berikut.
1. Pernyataan umum
Bagian ini menjelaskan mengenai latar belakang dan tinjauan umum topik
yang dapat berupa definisi, klasifikasi, sejarah, dan asal usul. Bagian dalam
teks ini berupa gambaran secara umum tentang apa, mengapa, dan bagaimana
proses peristiwa alam terjadi.
2. Deretan penjelas
Pada bagian ini berisi perincian proses atau sebab terjadinya suatu fenomena
yang juga mencakup akibat dan dampak yang ditimbulkan.
3. Interpretasi
Bagian ini berisi penafsiran penulis mengenai topik dengan perspektif tertentu
yang lebih luas dan menyeluruh, serta menjelaskan korelasi peristiwa yang
menyertainya.
4. Simpulan
Pada bagian akhir teks terdapat tanggapan penulis dalam menyikapi fenomena
berupa pernyataan reflektif yang bersifat umum.

D. Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi menjelaskan secara ilmiah proses dan sebab terjadinya suatu
fenomena dengan menggunakan ragam bahasa baku yang bersifat universal.
Pemaparan informasi dalam teks eksplanasi mudah dimengerti pembaca umum atau
tidak terbatas pada kalangan tertentu saja. Oleh sebab itu, penulisan dan penggunaan
kata dalam teks eksplanasi harus sesuai dengan PUEBI. Berikut ciri kaidahkebahasaan
teks eksplanasi.
1. Kopula
Kata ini digunakan untuk menjelaskan definisi kata, istilah, atau konsep yang
berkaitan dengan suatu fenomena. Misalnya, merupakan dalam kalimat
Indonesia merupakan negara kepulauan.
2. Kata kerja aktif
Kata ini kerap digunakan pada bagian deretan penjelas, sebab bertujuan
menjelaskan sebab dan proses, sehingga subjek (fenomena) berperan sebagai
tujuan dari suatu perbuatan atau peristiwatertentu.
3. Konjungsi

Konjungsi yang digunakan menjelaskan hubungan sebab akibat dan hubungan
kronologi terjadinya suatu fenomena. Misalnya, jika, bila, sehingga, sebelum,
pertama, dan kemudian.
4. Keterangan waktu
Kata ini digunakan untuk menjelaskan waktu terjadinya suatu fenomena.
5. Istilah ilmiah
Istilah ilmiah yang sesuai konteks kerap digunakan untuk memperjelas
definisi, hubungan sebabakibat, ataupun kronologi terjadinya suatu fenomena.
6. Kata ganti benda
Subjek yang dijelaskan menggunakan kata ganti benda (nonpersona), seperti
itu, ini, dan tersebut.Teks eksplanasi juga hanya fokus pada hal umum, seperti
gempa bumi, banjir, hujan, dan udara.

E. Menulis Teks Eksplanasi

1. Menentukan topik yang menarik

Tentukan fenomena alam, sosial, atau budaya yang ingin kamu sajikan.
Misalnya proses terjadinyapasang surut air laut.

2. Membuat rancangan kerangka/teks

Buatlah kerangka karangan berdasarkan struktur teks eksplanasi, yaitu
identifikasi fenomena,penggambaran rangkaian kejadian, dan ulasan.

3. Mengumpulkan referensi

Cantumkan fakta dan data yang kamu kumpulkan pada bagian penggambaran
rangkaian kejadian.

4. Mengembangkan teks

Kembangkan kerangka karangan hingga menjadi teks eksplanasi yang utuh.

5. Menyunting teks

Periksa dan baca kembali teks yang telah kamu buat. Suntinglah jika ada ada
kalimat yang tidaksesuai atau kesalahan dalam penulisan.

Agar tersaji secara lebih menarik, kita pun perlu mengetahui pola-pola
pengembangannya. Secara umum, pola-pola pengembangan teks eksplanasi adalah
sebagai berikut.

1. Pola Pengembangan Sebab Akibat Pengembangan teks eksplanasi dapat
menggunakan pola sebab akibat. Dalam hal ini sebab dapat bertindak sebagai
gagasan umum, sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya.
Namun demikian, dapat juga terbalik. Akibat dijadikan sebagai gagasan
umum, maka perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai
perinciannya.Persoalan sebab akibat sebenarnya sangat dekat hubungannya
dengan proses. Jika disusun untuk mencari hubungan antara bagian-bagiannya,
proses itu dapat disebut proses kausalitas.

Contoh:

Gempa bumi melanda wilayah bagian selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu,
27 Mei 2006 pukul 05.54 WIB. Kekuatan gempa bumi tercatat 6,2 skala Richter
pada kedalaman 17,1 km. Pusat gempa terletak pada posisi ± 25 km barat daya Kota
Yogyakarta. Gempa bumi ini mengakibatkan puluhan orang meninggal. Beberapa
orang luka–luka. Sejumlah bangunan roboh dan mengalami kerusakan. Selain itu,
dilaporkan juga terjadi longsoran dan kerusakan berat pada permukiman dan
bangunan lainnya di Kabupaten Bantul karena dekat dengan sumber gempa bumi.

2. Pola Pengembangan Proses Proses merupakan suatu urutan dari tindakan-
tindakan atau perbuatan-perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan
sesuatu atau perurutan dari suatu kejadian atau peristiwa. Untuk menyusun
sebuah proses, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

a. Mengetahui perincian-perincian secara menyeluruh.

b. Membagi proses tersebut menurut tahap-tahap kejadian.

c. Menjelaskan setiap urutan itu ke dalam detail-detail yang tegas
sehingga pembaca dapat melihat seluruh proses itu dengan jelas.

Contoh:

Peristiwa alam gunung meletus diawali dengan perubahan tekanan batas lempeng bumi dan
perubahan suhu yang drastis. Hal tersebut membuat material batuan di sekitarnya meleleh,
biasa kita sebut dengan magma atau cairan pijar. Magma ini akan mengintruksi material
disekitarnya melewati rekahan-rekahan menuju permukaan bumi. Bahkan di kedalaman yang
relatif, suhu yang sangat tinggi bukan hanya mampu melelehkan magma bahkan bisa seluruh
material yang berada di dalam perut bumi. Di saat itu juga akan muncul gas yang akan
bercampur dengan magma. Magma yang keluar saat gunung meletus terbentuk di kedalaman
60-160 KM dibawah permukaan bumi. Lalu gas yang bercampur dengan magma tersebut
berada di bawah tekanan batuan-batuan padat yang ada di sekitar kawah. Sehingga tekanan
ini membuat gas dan magma bergerak ke permukaan bumi dan meletus secara bersamaan

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis teks eksplanasi.

1. Kesesuaian isi teks dengan tema.

2. Kesesuaian teks dengan struktur eksplanasi.

3. Menggunakan kaidah kebahasaan yang benar.

Latihan Soal

Pilihlah salah satu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan tepat! Bacalah
kutipan teks eksplanasi berikut ini untuk menjawab soal nomor 1-4 !
(1) Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi
dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). (2) Banjir terjadi karena alam dan tindakan
manusia. (3) Penyebab alami banjir adalah erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh
fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang. (4)
Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan
sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali
banjir. (5) Baik banjir yang disebabkan oleh alam maupun oleh manusia, perlu diwaspadai
dan diatasi.

1. Pernyataan umum dalam paragraf di atas terletak pada kalimat nomor ....
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

2. Urutan peristiwa sebab akibat dalam paragraf tersebut adalah ... .
a. 1, 2, 3
b. 1, 3, 5
c. 3, 4, 5
d. 2, 3, 5
e. 2, 3, 4

3. Jenis kalimat yang digunakan dalam kalimat nomor 1 paragraf di atas adalah ... .
a. kalimat definisi
b. kalimat interogatif
c. kalimat imperatif
d. kalimat kompleks
e. kalimat deskriptif

4. Ciri bahasa yang dipakai dalam kalimat (5) dalam teks paragraf di atas adalah ... .
a. Menggunakan istilah asing
b. Berupa kalimat aktif
c. Berupa kalimat definisi
d. Berupa kalimat pasif
e. Menggunakan kohesi pronomina persona

5. Perhatikan kalimat berikut ini
Segala sesuatu terjadi bukan karena kebetulan, melainkan ada sebab dan ada akibat.

Jika ada pepatah mengatakan bahwa tidak akan ada asap tanpa ada api. Melalui
pepatah ini kita belajar mengenai hikmah yang ada dari asap dan api.

Frasa yang dimiringkan pada paragraf di atas menunjukan adanya hubungan
kohesi….

a. Konjungsi

b. Subtitusi

c. Imitasi

d. Pronomina

e. Referensi

Daftar Pustaka

Harsiati, Titik dkk. 2017. Buku Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Maskurun, dkk. 2017. Bahasa Indonesia. Yogyakarta: LP2IP Yogyakarta.

Wahyudin, Ahmad. 2019. Pendalaman Materi Bahasa Indonesia Modul 2 Semantik dan
Wacana. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Lestyarini, Beniati. 2019. Pendalaman Materi Bahasa Indonesia Modul 6 Genre Teks dalam
Bahasa Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


Click to View FlipBook Version