The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by triwahyono98, 2023-09-06 02:05:06

Tri W_1.2.a.3 Mulai Dari Diri Modul 1.2

Tri W_1.2.a.3 Mulai Dari Diri Modul 1.2

Tri Wahyono_CGP A9 Kabupaten Musi Rawas


Tugas 1.2.a.3 Mulai Diri Refleksi 1. Apa peristiwa positif dan negatif yang saya tuliskan di sana? 2. Selain saya, siapa lagi yang terlibat di dalam masing-masing peristiwa tersebut? 3. Dampak emosi apa saja yang saya rasakan hingga sekarang? (silakan gunakan roda emosi Plutchik di Gambar 2 untuk mengidentifikasi persisnya perasaan Bapak/Ibu di masa itu) 4. Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat memengaruhi diri saya di masa sekarang? 5. Pelajaran hidup apa yang saya peroleh dari kegiatan trapesium usia dan roda emosi, terkait peran saya sebagai guru terhadap peserta didik saya? 6. Bagaimana saya menuliskan nilai-nilai yang saya yakini sebagai seorang Guru, dalam 1 atau 2 kalimat menggunakan kata-kata: “guru”, “murid”, “belajar”, “makna”, “peran”?


TRAPESIUM USIA, REFLEKSI DAN NILAI GURU PENGGERAK USIA SD 6 Thn USIA PRODUKTIF LULUS KULIAH 22 Thn PENSIUN 60 Thn USIA SAAT INI 38 TAHUN 18 TAHUN => PERISTIWA NEGATIF 12 TAHUN => PERISTIWA POSITIF Gambar Diagram TrapesiumUsia


Apa peristiwa positif dan negatif yang saya tuliskan di sana? Peristiwa Positif Menjadi Juara 1 Tingkat Sekolah Di MTs NH Sukaraja, mengingat prestasi yang paling baik selama sekolah dasar adalah 10 besar. Inilah pondasi bagi saya untuk “ketagihan” memperoleh prestasi sejenis di tingkat selanjutnya, hingga puncaknya selama 3 tahun berturut j u a r a umum d i S L T A dan mendapatkan Beasiswa Pendidikan. Peristiwa Negatif Pernah m e n y o b e k d a n m e m b u a n g k e r t a s l e m b a r j a w a b a n ujian saya sendiri saat berlangsungnya EBTA, dipicu karena kertas jawaban saya dicontek ramai – ramai oleh teman seruangan saat saya sedang permisi ke belakang. Sedangkan pengawas ruang tidak bertindak apapun atas kehebohan tersebut. Hal tersebut yang membuat saya marah. Setelah itu saya langsung ke luar ruang ujian.


S e l a i n s a y a , s i a p a l a g i y a n g t e r l i b a t d i d a l a m m a s i n g - m a s i n g p e r i s t i w a t e r s e b u t ? Ibu saya Peristiwa Negatif Seluruh peserta ujian di ruang ujian tersebut yang terlibat dan mengetahui. Esoknya saya diminta untuk menghadap guru BP dan wali kelas. Disitulah kemudian saya sampaikan keluhan dan uneg2 dipikiran saya. Lantas saya diminta minta maaf kepada pengawas ruang tersebut dan mengerjakan ulang.


Dampak emosi apa saja yang saya rasakan hingga sekarang? Peristiwa Positif Terkejut, Terharu dan Senang karena bisa menjadi Juara 1. Masih tidak menyangka jika bisa berprestasi seperti itu. Peristiwa Negatif Tentunya ada rasa kecewa, jengkel dan marah serta penyesalan dalam diri saya. Dan percaya bahwa semua itu sudah menjadi ketentuan ALLAH SWT yang tidak pernah kita tahu, sehingga tidak selalu gegabah dalam mengambil tindakan, serta terbayarkan saat di Perguruan Tinggi ketika aktif di organisasi kemahasiswaan.


Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat memengaruhi diri saya di masa sekarang? Bagaimanapun juga hidup yang kita jalani dari saat masa kecil hingga saat ini, masih sangat membekas dalam hati. Hal itu menjadikan kita untuk belajar menjadi dewasa, menjadikan pelajaran hidup yang kita alami sebagai pelajaran yang sangat berharga, dan akan kita terapkan untuk mendidik generasi penerus kita baik dalam keluarga, sekolah maupun dalam masyarakat. Banyak momen manis dan pahit yang telah kita rasakan dalam menjalani setiap detik, menit, jam, bulan, tahun. Dan momen tersebut adalah sejarah nyata dalam hidup kita yang telah membentuk watak, kepribadian dan perilaku kita. Momen pada saat sekolah adalah momen yang sering kita ingat, sebagai bahan untuk bercerita tentang pengalaman hidup kita kepada orang lain. Menjadi sebuah cerita perjuangan panjang dalam kehidupan kita dalam meraih cita.


Pelajaran hidup apa yang saya peroleh dari kegiatan trapesium usia dan roda emosi, terkait peran saya sebagai guru terhadap peserta didik saya? Pelajaran hidup yang bisa saya peroleh dari kegiatan trapesium usia adalah mengingatkan kembali diri kita peristiwa kehidupan sejak dari mulai sekolah dasar sampai dengan saat ini. Mengingat kembali masa-masa sulit untuk berjuang meraih cita-cita. Mengingatkan kembali peristiwa-peristiwa yang bermakna dalam hidup kita, mengingat kembali peristiwa yang membuat kita merasa menyesal dan bersedih atas keputusan yang dulu kita ambil, atau ada perilaku kita yang dulu menyakiti teman, sahabat, keluarga, saudara maupun masyarakat. Dengan membuat kegiatan trapesium usia dan roda emosi saya bisa mengambil hikmah positif, bahwa masa lalu tetaplah masa lalu, tidak bisa dirubah atau diputar kembali. Mari kita jadikan masa lalu sebagai pengalaman yang berharga dalam diri kita. Sudah saatnya kita melangkah menuju masa depan yang lebih baik, memanfaatkan waktu dalam sisa hidup kita untuk sesuatu yang bermakna bagi diri kita, keluarga, masyarkat, bangsa dan negara. Menjalani semua dengan penuh rasa optimis, senang, gembira, semangat, menjalani hidup dengan penuh ketenangan dan menerima segala sesuatu dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Dan percaya bahwa segala sesuatunya sudah ditakdirkan oleh ALLAH SWT, sebagai manusia kita hanya mampu berikhtiar dan berusaha. Sebagai seorang guru kita harus mampu menuntun, mendidik, memotivasi, membimbing peserta didik agar dapat meraih apa yang dicita-citakan. Dan menceritakan perjalanan hidup kita sebagai bagian untuk membangun kekuatan dalam diri peserta didik, bahwa untuk merai meraih kesuksesan butuh perjuangan yang panjang, memerlukan komitmen dan konsistensi. Memotivasi peserta didik bahwa kesuksesan adalah milik kita yangmau belajar, berjuang dan berusaha.


Bagaimana saya menuliskan nilai-nilai yang saya yakini sebagai seorang Guru, dalam 1 atau 2 kalimat menggunakan kata-kata: "guru", "murid", "belajar", "makna", "peran"? Sebagai guru harus mampu mengambil peran penting dalam proses belajar pada murid, agar murid dapat memahami makna dari pelajaran yang kita berikan, dan mampu menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari


N i l a i d a n P e r a n G u r u P e n g g e r a k 1. Apa nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya? 2. Apa peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?


Apa nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya? Nilai-nilai dalam diri saya dalam menggerakan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya adalah: 1. Saya memiliki motivasi yang tinggi untuk mendorong mereka menjadi berkembang dan menjadi lebih baik, bahkan bisa melebihi saya sebagai pribadi, ada kebanggaan ketika kita bermakna dan bermanfaat bagi orang lain sekecil apapun. 2. Saya selalu berusaha untuk meningkatkan kompetensi diri, kompetensi professional dan setelah merasakan peningkatan kompetensi, muncul keinginan untuk berbagi ilmu yang kita miliki untuk dikembangkan dan berkolaborasi baik terhadap siswa, rekan guru dan komunitas yang saya ikuti. 3. Saya merasa senang berkolaborasi baik dengan murid, rekan guru dan komunitas yang saya ikuti untuk dapat memperoleh sesuatu yang baru dan bermanfaat.


Peran saya dalam menggerakan murid, rekan guru, dan komunitas saya adalah : 1. Pada saat menjadi wakil kepala sekolah bidang kurikulum merencanakan dan mengelola program pembinaan karakter siswa yang melibatkan seluruh warga sekolah. 2. Pada saat menjadi Wakakur bersama Wakasis merencanakan program ekstrakurikuler untuk menjembatani pengembangan potensi murid dan mengarahkan rekan guru menjadi pengampu kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan potensi yang dimiliki. 3. Pada saat menjadi Wakakur bekerjasama dengan Wakasi merencanakan dan mengelola kegiatan jeda semester untuk penguatan pendidikan karakter yang melibatkan warga sekolah. 4. Pada saat menjadi Wakakur bekerjasama dengan Wakasis merencanakan dan mengelola kegiatan pembimbingan untuk kegiatan prestasi seperti OSN, O2SN, FLS2N, Siswa Prestasi dll.


Peran saya dalam menggerakan murid, rekan guru, dan komunitas saya adalah :


Click to View FlipBook Version