PPeenneerraappaannPPeemmiikkiirraannKKiiHHaajjaarrDDeewwaannttaarraa TTeerrkkaaiittKKoonntteekkssSSoossiioo--KKuullttuurraall ddii--PPaalleemmbbaanngg K e l a s 0 9 . 6 5 . B G P S U M S E L _ Y A Y A Z A K A R I A K e l omp o k 1
Yudi Kurniawan Oktaviani Emilia Contesa PERKENALAN KELOMPOK Elvina Lovikasari Eko Budiyono
FASILITATOR PENGAJAR PRAKTIK YAYA ZAKARI S.PD., M.PD. MUSLIMIN. ST.HI. M.PDI
KONTEKS SOSIO KULTURAL MENURUT PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD), pendiri pendidikan nasional Indonesia, mengajarkan bahwa pendidikan harus mencerminkan dan menghormati kebudayaan lokal, sambil memberikan bekal yang relevan untuk menghadapi tantangan global.
KONTEKS SOSIO KULTURAL MENURUT PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA Konteks sosio-kultural di daerah kita memiliki kekayaan yang unik. Nilai-nilai, tradisi, adat istiadat, dan norma-norma sosial menjadi pilar kuat yang membentuk identitas masyarakat. Pemikiran Ki Hajar Dewantara, yang menekankan pada pendidikan berbasis karakter dan kreativitas, sesuai dengan semangat kearifan lokal.
Ngidang Ngobeng Tradisi Ngidang merupakan tradisi warisan Kesultanan Palembang Darussalam yang berpusat di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Tradisi Ngidang juga dikenal dengan Ngidang Ngobeng. Hal ini karena, keduanya memiliki saling keterikatan. Ngidang adalah tradisi menyajikan makanan di atas kain, sedangkan ngobeng adalah petugas khusus untuk membantu para tamu dalam tradisi Ngidang.
Sejarah Ngidang Ngobeng Tradisi Ngidang - Ngobeng berasal dari Arab. Namun, pada zaman Kesultanan Darussalam Palembang tata cara tradisi ini dibuat berbeda. Jika dalam budaya Arab, semua hidangan dijadikan satu, maka dalam cara Kesultanan Darussalam Palembang semua lauk pauk terpisah
Tata Cara Tradisi Ngidang Ngobeng Tradisi Ngidang merupakan tata cara menyajikan hidangan saat ada sedekah, pernikahan, khitanan, upacara adat atau syukuran. Hidangan disajikan secara lesehan, kemudian setiap hidangan disajikan untuk delapan orang. Nasi yang dihidangkan dengan nampan diletakkan di tengah, kemudian lauk pauk yang sudah di tempatkan di atas piring diletakkan mengelilingi nasi.
Dokumentasi
Dokumentasi
Dokumentasi
Pemikiran KHD dapat dikontekstualkan sesuaikan dengan nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat pada konteks lokal sosial budaya didaerah kita ? Nilai beriman, bertaqwa Kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia Nilai Kebhinekaan Global Nilai Gotong Royong 1 2 3
K O N T I N U I T A S 1 3 2 K O N V E R G E N S I K O N S E N T R I S Pemikiran Menurut Ki Hajar Dewantara Asas Trikon
Kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid dikelas atau sekolah yang sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di daerah yang dapat diterapkan Sesuai dengan asas konsentris menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan harus menghargai keragaman dan keunikan Nilai Kebhinekaan Global
Terima Kasih