• 14 Juli 1945, Ir. Soekarno mengajukan
rancangan hukum dasar yang terdiri atas tiga
bagian berikut:
a. Pernyataan Indonesia merdeka
b. Pembukaan Undang-Undang Dasar
c. Batang tubuh Undang-Undang Dasar
• Rancangan ini diterima oleh BPUPKI.
• Setelah menyelesaikan tugasnya, BPUPKI
dibubarkan tanggal 7 Agustus 1945 dan
digantikan oleh PPKI (Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia)/ Dokuritsu Junbi
Inkai.
• Anggota PPKI terdiri atas 21 orang dan dipilih
langsung oleh Marsekal Terauchi,dengan
susunan:
a. Ir. Soekarno (ketua)
b. Drs. Moh. Hatta (wakil ketua)
c. Prof. Dr. Mr. Soepomo (anggota)
d. dr. Radjiman Wedyodiningrat (anggota)
• Tanggal 9 Agustus 1945, susunan anggota PPKI
ditetapkan.
• Kemudian Marsekal Terauchi mengundang Ir.
Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan dr. Radjiman
Wedyodiningrat ke markas pusat Jepang di
Asia Tenggara, yaitu Dalat, Vietnam.
• Jepang memberikan janji kemerdekaan
Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1945.
Peristiwa Rengasdengklok
• Sementara tiga tokoh sedang ke Dalat, pemuda
Indonesia mendengar kabar bahwa Jepang telah
menyerah pada sekutu. Sehingga sepulangnya tiga
tokoh tsb, terjadi perbedaan pendapat antara
golongan tua dan golongan muda mengenai
bagaimana Indonesia akan melaksanakan
proklamasi, apakah dengan campur tangan Jepang
ataukah tanpa campur tangan Jepang.
PERBEDAAN PENDAPAT GOLONGAN
TUA DAN GOLONGAN MUDA
• GOLONGAN TUA
a. Diwakili oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta
b. Menghendaki sikap kooperatif dengan Jepang, yaitu harus
mengkonsultasikan semua hal yang berikaitan dengan
rencana proklamasi pada Jepang. Dengan pertimbangan:
1. Belum ada kepastian Jepang kalah dan menyerah pada
Sekutu.
2. Jepang telah berjanji memberikan kemerdekaan
kepada Indonesia pada 24 Agustus 1945. Sejalan
dengan Marsekal Terauchi, Soekarno menyatakan
bahwa waktu yang tepat untuk memproklamasikan
diri adalah menunggu hasil rapat PPKI, yang notabene
adalah lembaga bentukan Jepang.
• GOLONGAN MUDA
a. Diwakili oleh Sutan Sjahrir
b. Menghendaki sikap non kooperatif dengan
pemerintah Jepang. Dengan pertimbangan:
1. Kemerdekaan harus dilaksanakan sesuai
keinginan rakyat Indonesia, bukan atas
persetujuan Jepang.
2. Proklamasi harus dilakukan atas perjuangan
dan pengorbanan bangsa Indonesia sendiri,
bukan pemberian dan dengan campur tangan
Jepang.
TAHUKAH KALIAN
Berikut kronologi Peristiwa Rengasdengklok…..
Peristiwa Rengasdengklok
Malam hari, pertemuan para pemuda dan mahasiswa di Laboratorium
Bakteriologi, di jalan Pegangsaan Timur.
Pertemuan dipimpin oleh Chairul Saleh, dan dihadiri oleh Darwis, Djohar, Nur,
Kusnandar, Subadio, Erie Sudewo, Margono, Wikana, dan Armansyah.
Mereka sepakat untuk menolak segala hadiah kemerdekaan dari Jepang dan
kemerdekaan harus segera diproklamasikan.
Pukul 21.00, Wikana dan Darwis segera menemui Bung Karno di kediamannya
yang didampingi oleh Bung Hatta, Mr. Iwa Kusumasumantri, dr. Samsi, dr.
Buntaran, Sudiro, Subardjo.
Lewat tengah malam, para pemuda mengadakan pertemuan kembali di Asrama
Baperpi, di jalan Cikini no. 71.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh dr. Muwardi, Sukarni, Jusuf Kunto, dan Cudanco
Singgih
Pada pukul 04.00, para pemuda mengamankan Soekarno – Hatta dan dibawa
menuju Markas Peta (Cudanco Subeno) di Rengasdengklok, agar segera
memproklamasikan kemedekaan Indonesia.
Pukul 17.00, Ahmad Soebardjo ditemani Jusuf Kunto, Sudiro, dan Sulaeman tiba
di Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno dan Hatta.
Pukul 23.00, Rombongan tiba di Jakarta. Setelah singgah sebentar ke rumah
masing-masing, mereka langsung menuju rumah Laksamana Tadashi Maeda.
Dasar perbedaan antara golongan muda dan golongan tua pada
dasarnya terletak pada momentum kapan harus
dilaksanakannya Proklamasi dan cara pelaksanaannya
GOLONGAN TUA GOLONGAN MUDA
Soekarno, Moh. Hatta, Chairul Saleh, Djohar Nur,
Ahmad Soebardjo, Iwa Subadio, Subadio, Subianto,
Kusumasumantri, dr. Kusnandar, Margono,
Buntaran, dr. Samsi Wikana, Armansyah
Proses Proklamasi Proklamasi kemerdekaan
sebaiknya dilaksanakan harus dilaksanakan dengan
atas dasar perhitungan kekuatan bangsa sendiri
politik untuk menghindari tanpa harus melalui PPKI
pertikaian dengan Jepang. yang dianggap sebagai
Kemerdekaan sebaiknya hadiah Jepang.
melalui PPKI.
Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan
Republik Indonesia
●17 Agustus 1945, Pukul 01.30, Perundingan di rumah Laksamana
Tadashi Maeda dimulai. Terjadi perdebatan antara Soekarno, Hatta,
dan anggota-anggota PPKI dengan perwakilan pemuda (Sukarni dan
Chaerul Saleh).
●Bung Karno yang dibantu Bung Hatta dan Ahmad Soebardjo,
kemudian menyiapkan teks yang ditulis dengan judul “Maklumat
Kemerdekaan”. Atas usul Mr. Iwa Kusumasumantri, kata maklumat
diganti dengan proklamasi.
●Setelah teks Proklamasi disetujui, muncul pertentangan baru tentang
siapa yang akan menandatanganinya. Atas usul Sukarni, hanya
Soekarno dan Hatta yang akan menandatangani.
●Sayuti Melik kemudian mengetik teks ini dengan memperbaiki
beberapa kata
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
●Pengumuman tentang Proklamasi
kemerdekaan dicetak dengan cepat
menggunakan peralatan seadanya dan
disebarkan masyarakat.
●Awalnya Proklamasi Kemerdekaan akan
dilaksanakan di lapangan IKADA, namun
demi alasan keamanan kemudian
dipindahkan ke kediaman Soekarno di
jalan Pegangsaan Timur no. 56.
●Susunan acara pada tanggal 17 Agustus
1945 adalah sebagai berikut:
--Pembacaan Proklamasi
-- Pengibaran bendera Merah Putih yang dijahit
oleh Ibu fatmawati, dengan diiringi oleh lagu
Indonesia Raya.
- Sambutan walikota Suwiryo dan dr. Muwardi
PENAIKAN BENDERA MERAH PUTIH,
17 AGUSTUS 1945
Penyebarluasan Berita Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia
●Berita tentang proklamasi segera disebarkan ke
seluruh penjuru tanah air dan dunia.
●Pada tanggal 17 Agustus 1945 pagi hari teks
proklamasi telah sampai ke tangan Waidan B.
Palenewan (kepala Radio Domei), kemudian
memerintahkan F. Wuz untuk menyiarkannya 3 kali
berturut-turut.
●Pemancar radio kemudian disegel oleh Jepang. Berita
proklamasi tetap terus disebarkan oleh para pemuda
dengan merakit pemancar baru di Menteng 31 yang
berkode panggil DJK I.
●Selain melalui radio, berita proklamasi juga
disebarkan lewat surat kabar dan selebaran. Hampir
semua surat kabar di Jawa yang terbit 20 Agustus 1945
memberitakan tentang proklamasi dan UUD RI.
Pembentukan pemerintahan pertama Republik
Indonesia
• Sehari setelah proklamasi, PPKI mulai menyusun pemerintahan Indonesia
dan alat-alat kelengkapan negara yang dibutuhkan, antara lain:
1. Pengesahan UUD 1945 dan pemilihan Presiden serta Wakil Presiden (rapat
PPKI 1 tanggal 18 Agustus 1945).
Hasil rapat : UUD 1945 sah digunakan sebagai landasan konstitusional
negara Indonesia, Otto Iskandardinata menunjuk Soekarno dan Hatta
sebagai Presiden dan Wakil Presien iNDO
2. Pembagian Wilayah Indonesia menjadi 8 Provinsi, Pembentukan 12
Departemen dan Pemerintahan Daerah (rapat PPKI 2 tanggal 19 Agustus 1945.
3. Pembentukan Badan-Badan Negara (rapat PPKI 3 tanggal 22 Agustus 945.
Misalnya membentuk Komite Nasional indonesia Pusat, dengan tujuan
penjelmaan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia untuk menyelenggarakan
kemerdekaan Indonesia berdasarkan kedaulatan rakyat.
4. Pembentukan Kabinet dan Pemimpin Daerah.
5. Pembentukan partai-partai politik.
6. Pembentukan Tentara Nasional Indonesia
(TNI).
Makna Proklamasi di bidang sosial, budaya, pendidikan,
ekonomi, dan politik
• Bidang Sosial
Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap hak asasi manusia, menjadi bangsa
yang sejajar dengan bangsa lainnya, mendapatkan keadilan yang menjadi haknya,
mendapat kehidupan yang aman damai tentram serta bebas dari rasa takut dan
ancaman penjajah.
• Bidang Budaya
Sebagai sarana pemersatu kebhinekaan berbagai latar belakang budaya yang berbeda
dalam masyarakat, ada kebangaan terhadap budaya nasional, dan adanya rasa wajib
memajukan kebudayaan nasional.
• Bidang Pendidikan
Memberi kesempatan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memeroleh pendidikan
tinggi seluas-luasnya.
• Bidang Ekonomi
Sebagai tolok ukur kemandirian bangsa untuk menjalankan kebijakan ekonomi
berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan sesuai dengan UUD 1945.
• Bidang Politik
Kesempatan untuk mensejajarkan diri dengan bangsa-bangsa lain, berperan serta dalam
perdamaian dunia, dan ikut dalam anggota politik negara bebas aktif.
• Selesai sudah pembelajaran kali ini, untuk
mengetahui sejauh mana pemahaman kalian,
di pertemuan berikutnya akan diadakan kuis.
• Terimakasih