The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Desak Ayu Ike Laksmiyeny, 2023-09-03 02:09:36

Eksplorasi Konsep Modul 1.2 Tugas A

EKSPLORASI KONSEP MODUL 1.2 TUGAS A

) ) ) ) ) ) ) ) ) EKSPLORASI KONSEP MODUL 1.2 TUGAS A ) ) ) ) ) ) ) ) ) Desak Ayu Ike Laksmiyeny CGP Angkatan 9 Kabupaten Bangli-Bali


) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) TUGAS A Bagaimana Bapak/Ibu memahami cara kerja otak, 5 kebutuhan dasar manusia, tahap tumbuh-kembang anak berserta pengaruhnya pada pembentukan kebiasaan dan nilainilai hidup manusia? Mengapa demikian? Menurut Bapak/Ibu nilai-nilai apa yang perlu dikuatkan sebagai guru penggerak? Mengapa demikian?


) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) Cara Kerja Otak Otak manusia bekerja dengan dua sistem, sistem cepat dan sistem lambat. Berpikir cepat diatur oleh bagian otak manusia yang menyerupai kerja otak reptil dan otak mamalia, sedangkan berpikir lambat diatur yang tertutup oleh bagian otak manusia yang menyerupai otak primata/otak luhur. Berpikir cepat sangat sedikit membutuhkan energi seperti saat kita turun naik ekskalator yang bergerak turun. Sementara berpikir lambat itu seperti saat kita naik tetapi menggunakan eskalator yang bergerak turun. Kita harus bergerak lebih cepat dari eskalator agar dapat tetap bergerak naik, jika tidak kita justru akan terbawa turun. Secara alamiah kita mempunyai kecenderungan untuk mengkonservasi energi. Insting kita akan lebih cepat bereaksi dan mengklasifikasikan sesuatu sebagai ancaman, ketimbang harus menganalisanya terlebih dahulu apakah benar itu adalah ancaman. Namun otak manusia memiliki kemampuan untuk belajar. Tidak statis tapi elastis. Dengan demikian, penggunaan sistem berpikir lambat, penggunaan otak luhur (manusia) dapat kita pelajari agar tidak begitu saja memperkenankan sistem berpikir cepat (otak Reptil dan Mamalia) mengambil alih kendali diri kita.


) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) 5 kebutuhan dasar Manusia Lima kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan untuk bertahan hidup (survival), kebutuhan untuk diterima (love and belonging), kebebasan (freedom), kesenangan (fun), dan kekuasaan/penguasaan (power). Setiap perilaku kita adalah usaha terbaik kita untuk memenuhi satu atau lebih kebutuhan dasar kita. Apabila seseorang melakukan perilaku yang tidak sesuai dengan norma atau aturan yang berlaku, mungkin hal itu mereka lakukan karena mereka tak mampu memenuhi atau mereka tidak mendapatkan kebutuhan dasar mereka. Hal ini berkaitan dengan pembentukan nilai-nilai manusia, karena agar perilaku murid sesuai dengan norma atau aturan maka sebagai seorang guru harus mampu menyelenggarakan pendidikan yang mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka sebagai manusia. Guru harus mampu memberikan perlindungan pada murid. Guru harus mampu berkolaborasi, membangun hubungan yang hangat dan penuh ketulusan dengan murid maupun rekan kerja.


) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) Tahap tumbuh Kembang Anak Menurut Ki Hadjar Dewantara ada 3 tahap perkembangan anak yaitu wiraga (usia 0-8 tahun), wiraga-wirama(usia 9-16tahun), dan wirama (usia 17- 24tahun). Pada tahap wiraga, jasmani dan indera anak berkembang sangat pesat. Peran guru pada tahap wiraga terus berupaya focus memberi akses dan menyediakan pengalaman belajar agar anak semakin merdeka dalam mengeksplorasi dunianya. Tahap berikutnya yaitu wiraga-wirama dimana pikiran anak mulai berkembang. Guru harus mulai fokus menuntun proses berpikir anak agar semakin selaras seirama dengan sesame dan lingkungannya. Anak harus dituntun melakukukan kebiasaan baik di sekolah, bukan sekedar menuruti dan mengikuti. Tahap yang terakhir yaitu wirama, dimana guru pada periode ini menuntun dan menantang anak dalam hal pengelolaan diri dan pengenalan potensi diri. Pada intinya, proses belajar pada anak harus sesuai dengan usia dan tahap tumbuh kembangnya, selaras dengan kodrat anak.


) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) Bagaimana Bapak/Ibu memahami cara kerja otak, 5 kebutuhan dasar manusia, tahap tumbuh-kembang anak berserta pengaruhnya pada pembentukan kebiasaan dan nilai-nilai hidup manusia? Mengapa demikian? Pembentukan kebiasaan dan nilai-nilai hidup manusia dipengaruhi oleh cara kerja otak, kebutuhan dasar manusia, serta tumbung kembang anak.Setiap manusia memiliki dua sistem berpikir tetapi terkadang ada yang dominan. Begitupun pada murid, mereka memiliki cara berpikir yang berbeda-beda. Dalam hal ini guru harus bisa memahaminya dan melatih anak untuk mampu mengelola keduanya secara seimbang. Selain itu setiap anak memiliki kebutuhan dasar, yang apabila tidak terpenuhi dengan baik maka tidak menutup kemungkinan akan melanggar norma atau aturan. Pembentukan kebiasaan dan nilai-nilai manusia dipengaruhi oleh peran besar orang tua dan lingkungan sekitar. Sehingga guru harus mampu menggerakkan orang tua dan lingkungan sekitar untuk ikut berperan dalam pembentukan kebiasaan baik pada anak sesuai dengan tumbuh kembang mereka selaras dengan kodrat yang mereka miliki.


) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) Nilai-Nilai yang perlu Dikuatkan Guru Penggerak Seorang guru penggerak dalam jiwanya harus selalu terpatri nilai-nilai yaitu mandiri,kolaborasi,reflektif,inovatif,serta berpihak pada murid. Mandiri yaitu kesiapan dan kemampuan individu untuk berdiri sendiri yang ditandai dengan mengambil inisiatif. Selain itu mencoba mengatasi masalah tanpa meminta bantuan orang lain, berusaha dan mengarahkan tingkah laku menuju kesempurnaan. Contoh perilaku mandiri : Mengambil inisiatif melakukan pembelajaran yang menyennagkan serta bermakna bagi murid tanpa perlu menunggu perintah dari atasan, selama yang dilakukan tidak melanggar aturan. Kolaborasi yaitu suatu sikap saling ketergantungan secara positif, dibarengi tanggung jawab setiap individu, kerjasama, serta keterampilan komunikasi interpersonal. Contonya : bersama-sama rekan guru baik satu sekolah maupun dari sekolah lain mencari solusi terkait permasalahan murid di kelas.


) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) Nilai-Nilai yang perlu Dikuatkan Guru Penggerak Reflektif yaitu merupakan suatu kemampuan untuk menghubungkan pengetahuan yang diperolehnya dengan pengetahuan sebelumnya, sehingga diperoleh suatu kesimpulan untuk menyelesaikan permasalahan yang baru.Contoh : pengalaman saya setelah mempelajari modul 1.1 tentang filosofi pendidikan Ki hadjar Dewantara, pengetahuan baru yang mengubah pola pikir saya bahwa yang saya lakukan selama ini keliru, sehingga harus memperbaikinya. Seorang guru harus selalu melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan di kelas. Inovatif yaitu kreatif, ide baru, adaptasi, dan modifikasi. Contoh perilaku inovatif seorang Guru Penggerak adalah menemukan cara baru untuk diterapkan, sehingga pembelajaran tak terasa sebagai beban, tetapi tetap bermakna bagi siswa, menggunakan berbagai sumber belajar, menyenangkan, dan sesuai dengan cara belajar siswa.


) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) Nilai-Nilai yang perlu Dikuatkan Guru Penggerak Berpihak pada murid yaitu bisa menempatkan diri seandainya guru menjadi murid, respek pada murid, tidak didasarkan pada rasa suka atau tidak suka murid maupun guru. Keberpihakan pendidik harus selalu pada kebenaran. Memfasilitasi bakat, minat, cita-cita anak sejauh yang dia inginkan tidak bertentangan dengan kebenaran itu. Anak juga tidak boleh melanggar prinsip kebenaran atas nama bakat, minat, dan cita-cita.


Click to View FlipBook Version