KATA PENGANTAR
Bibliografi Minangkabau ini disusun untuk memberikan informasi mengenai kearifan
lokal Minangkabau dalam segala aspek kepada para pemakai perpustakaan. Informasi yang
tercakup dalam bibliografi khusus ini diperoleh dari koleksi Pusat Perpustakaan dan Penyebaran
kearifan lokal minangkabau.
Bibliografi khusus ini dikelompokkan menurut subjek ilmu budaya secara garis besar.
Artikel disajikan berdasarkan urutan nama pengarang, dan urutan judul artikel secara alfabetis.
Untuk memudahkan penelusuran informasi yang tercakup dalam bibliografi khusus ini
disertakan pula indeks pengarang, indeks subjek dan indeks geografi. Semoga bibliografi khusus
ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Bukittinggi, Juni 2022
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...........................................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................................ii
PETUNJUK PENGGUNAAN...............................................................................................iii
BIBLIOGRAFI BERANOTASI BUKU MINANGKABAU................................................1
1. Epistemologi ..............................................................................................................1
2. Sejarah........................................................................................................................2
3. Kaba ...........................................................................................................................3
4. Kewirausahaan...........................................................................................................4
5. Kesenian.....................................................................................................................5
6. Warisan ......................................................................................................................6
7. Adat Istiadat ...............................................................................................................7
8. Sastra..........................................................................................................................8
9. Agama ........................................................................................................................9
10. Politik.........................................................................................................................10
11. Kebudayaan................................................................................................................11
12. Sosial..........................................................................................................................12
INDEKS PENGARANG .......................................................................................................13
INDEKS SUBJEK .................................................................................................................14
ii
1 PETUNJUK PENGGUNAAN
2
001
Nanda, Ailen Rossa. Selancar Angan. Surabaya: Pustaka Media Guru,
2018. Cetak. Buku ini membahas tentang
....................................................................................................................
3 ....................................................................................................................
....................................................................................................................
....................................................................................................................
........... ..........................................
Kata Kunci: selancar; angan
Keterangan:
4
1. Nomor Entry
2. Bibliografi (MLA), baris kedua dijorokkan
kedalam sesuai dengan aturan MLA
3. Anotasi, terdiri dari penjelasan singkat dari
buku yang dibuat.
4. Gambar buku, berguna untuk memberikan
penjelasan lebih lanjut tentang buku tersebut.
5. Kata kunci, terdiri dari kata/istilah penting
dalam artikel yang dibuat, setiap kata kunci
diberi tanda ; (titik koma) sebagai pemisah, dan
minimal kata kunci yaitu 3 kata dengan
diurutkan sesuai abjad.
iii
BIBLIOGRAFI BERANOTASI BUKU MINANGKABAU
EPISTEMOLOGI
001
Yulika, Febri. Epistemologi Minangkabau: Makna Pengetahuan dalam Filsafat Adat
Minangkabau. Padang Panjang: ISI Padang Panjang, 2017. Cetak. Buku ini
membahas tentang epistemologi dalam filsafat adat Minagkabau melalui penelusuran
terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam ungkapan pepatah-petitih adat
Minangkabau. Agar membumi dan menjawab realitas yang ada, maka pemabahsan
konsep epistemologi Minangkabau ini dilihat dalam konteks praktek musyawarah adat
Minangkabau.
Kata Kunci: Adat Minangkabau; Epistemologi Minangkabau; Filsafat Adat Minangkabau
SEJARAH
002
Graves, Elizabeth E. Asal-Usul Elite Minangkabau Modern: Respons terhadap Kolonial
Belanda Abad XIX/XX. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2007. Cetak. Buku ini
membahas tentang analisis reaksi bumi putra terhadap kekuasaan colonial Belanda di
1
Minangkabau khususnya berkenaan dengan perkembangan abad ke 19, saat kekuasaan
Belanda mulai mantap di Sumatera. Riset buku ini menggunakan data dokumen yang
sangat luas terutama arsip Belanda, disamping studi lapangan di Sumatera Barat sekitar
tahun 1967. Aspek yang menjadi focus buku ini adalah kebijakan dan organisasi
pendidikan Barat yang diperkenalkan Belanda sejak abad ke 19. Konklusinya adalah
bahwa sebagai konsekuensi dari intervensi kekuasaan Kolonial Belanda terhadap
masyarakat lokal ialah runtuhnya kekuasaan tradisional kelas atas akibat rotasi alami
yang dilakukan Belanda tidak berlanjut dalam birokrasinya sedangkan mobilitas pada
keluarga kelas menengah tidak dimungkinkan secara tradsional. Melalui pendidikan
inilah kemudian ada peluang mobilitas di luar lingkungan tradisional. Mereka inilah yang
menjadi cikal bakal kaum elite Minangkabau modern.
Kata Kunci: Asal-Usul Minangkabau; Minangkabau Modern; Kolonial Belanda
003
Saifullah SA, dan Yulika Febri. Pertautan Budaya-Sejarah Minangkabau & Negeri
Sembilan. Padang Panjang: ISI Padang Panjang, 2017. Cetak. Buku ini membahas
tentang bunga rampai catatan perjalanan Suku Minangkabau di Tanah Semenanjung.
Bagian pertama berisi deskripsi tentang alam Minangkabau dengan segala aspek
budayanya. Dalam buku ini dijelaskan tentang etnik Minangkabau dan budaya merantau
salah satu ritual budaya etnik Minangkabau dengan seluruh penyebab dan implikasinya,
baik ketika akan meninggalkan kampung halaman maupun ketika beradaptasi dei negeri
2
orang. Bagian kedua berisi suka-suka dan narasi perantau Minangkabau ke Tanah
Semenanjung Malaya.
Kata Kunci: Adat Minangkabau; Pertautan Budaya; Negeri Sembilan
004
Kurnia, Febby Eka & Roberto Monanda. Folklor Minangkabau: Mitos Batu-Batu dan
Cerita Rakyat di Luhak Nan Tuo. Padang: LPTIK Universitas Andalas, 2015. Cetak.
Buku ini membahas tentang Minangkabau mempunyai khazanah folklor yang kaya, tetapi
masih minim sekali yang sudah ditulis. Beragam folklor Minangkabau masih dimiliki
oleh masyarakat pendukungnya secara lisan. Untuk memperoleh data seperti ini,
diperlukan pengamatan dan penelitian langsung di lapangan. Kendalanya, ketersedian
waktu dan dana yang tidak mencukupi membuat hal itu belum (banyak) dapat dilakukan.
Memang, penelitian-penelitian yang diarahkan pada pengumpulan dan pendokumentasian
folklor Minangkabau sudah beberapa dilakukan. Akan tetapi, baru sebagian kecil saja
yang sudah dipublikasikan. Hal ini menyebabkan khazanah folklor tersebut tidak banyak
diketahui oleh khalayak luas. Di lain pihak, serangan globalisasi informasi menyebabkan
kekhawatiran folklor yang hidup dalam masyarakat tradisional semakin lama semakin
pudar.
Kata Kunci: Folklor Minangkabau; Mitos Batu-Batu; Cerita Rakyat
3
KABA
005
Nuri, Nurhaida. Kaba Minangkabau: Eksistensi Perempuan Dalam Konteks Sistem Sosial
Budaya Minangkabau Suatu Studi Analisis ISI. Padang Panjang: ISI Padang
Panjang, 2017. Cetak. Buku ini membahas tentang Kaba merupakan salah satu bentuk
cerita rakyat Minangkabau yang merefleksikan realitas sosial budaya masyarakatnya
pada masa tertentu. Salah satunya merefleksikan kehidupan perempuan Minangkabau.
Menurut sistem sosial budaya Minangkabau, keberadaan kaum perempuan memiliki
kedudukan yang utama dan mulia. Namun kaum laki-laki tidaklah dinomor-duakan,
kedudukannya saling melengkapi. Saat ini, telah terjadi pergeseran peranan dan
kedudukan perempuan Minangkabau sebagai dampak dari kemajuan zaman dan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kata Kunci: Kaba Minangkabau; Eksistensi Perempuan; Cerita Rakyat Minangkabau
KEWIRAUSAHAAN
006
Games, Donard. Manifesto Kewirausahaan Indonesia (Konteks Kewirausahaan
Minangkabau). Yogyakarta: Gre Publish, 2017. Cetak. Buku ini membahas tentang
4
fase awal dimana telah dipersiapkan segala sesuatu untuk kebangkitan kewirausahaan di
Minangkabau. Judul yang memakai Sumatera Barat daripada Minangkabau menjadi
penanda bahwa fase ini berlaku umum melintas batas suku bangsa. Kewirausahaan dilihat
sebagai fenomena umum di seluruh Indonesia dan bahkan dunia dan itu tidak terkecuali
di Sumatera Barat. Semua kita dapat dipastikan setuju bahwa kewirausahaan saat ini
masih menjadi salah satu trending topics dimana-mana. Para pejabat politik, akademisi
mahasiswa pengusaha dan masyarakat luas terutama kelas menengah membicarakan
kewirausahaan dengan penuh antusias dan optimisme.
Kata Kunci: Manifesto Kewirausahaan; Kewirausahaan Minangkabau
KESENIAN
007
Nantuo, Muntasir e.DT. Sati. Carano Adat Alam Minangkabau. Yogyakarta: Deepublish,
2021. Cetak. Buku ini membahas tentang Adat nan taradat disebut cupak buatan dimana
ia cupak aturan yang ditentukan oleh ahli adat Minangkabau pada zaman dahulu
diantaranya Datuk Perpatiah Nan Sabatang dan Datuk Ketemanggungan. Pada masa Dt.
Ketemanggungan dan Dt. Perpatiah nan Sabatang hidup dan pada masa itu syarak atau
Islam telah berkembang di Minangkabau. Adat nan teradat adalah adat aturan yang harus
dipatuhi, dipakai di seluruh alam Minangkabau yaitu: Adat sopan hidup basuku, Adat
sopan sistem matrilineal, Adat sopan hak ulayat pusako tinggi, dan Adat sopan sumando
manyumando. Sebenarnya adat nan teradat ini telah ada dan berkembang di Ranah
5
Minang semenjak ba Pariangan Padang Panjang masa Dt. Bandaro Kayo dan Dt.
Maharajo Basa yang sangat menakjubkan adalah bahwa cupak buatan aturan adat yang
dibuat para nenek moyang zaman dahulu itu kesemuanya sesuai dengan ajaran syarak
atau Islam, sedangkan pada masa Dt. Bandaro Kayo dan Dt. Maharajo Basa itu pada abad
pertama masehi, Islam belum ada di Minangkabau.
Kata Kunci: Carano; Adat Minangkabau
008
Sastra, Andar Indra. Badabuih: Estetika Relio-Mistis dan Seni Pertunjukan Dalam
Masyarakat Minangkabau. Padang Panjang: ISI Padang Panjang, 2017. Cetak. Buku
ini membahas tentang masyarakat Minangkabau telah mengenal apa yang disebut dengan
dabuih (debus). Dari segi keilmuan, debus dapat dipandang sebagai salah satu bentuk
ilmu. Tentunya ilmu yang dimaksud di sini bukanlah ilmu pengetahuan yang diperoleh
melalui pengalaman empirik. Pertunjukan dabuih tidak lepas dari persoalan musik;
terlepas dari pengertian bagaimana masyarakatnya mengartikan musik dalam pertunjukan
itu. Dari segi keilmuan, debus dapat dipandang sebagai salah satu bentuk ilmu. Tentunya
ilmu yang dimaksud di sini bukanlah ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui
pengalaman empirik. Sebegai ilmu, debus mempunyai keunikan tersendiri bila
dibandikan dengan ilmu pengetahuan lainnya, karena tidak semua orang bisa menguasai
ilmu seperti itu. Pada dasarnya, seseorang yang memilki ilmu debus, selalu dikaitkan
6
dengan kekebalan; baik dalam konteks pertunjukan debus itu sendiri maupun pada
peristiwa-peristiwa tertentu di luar konteks pertunjukan.
Kata Kunci: Badabuih; Seni Pertunjukan Minangkabau; Estetika Relio-Mistis
WARISAN
009
Muhardinata, Imam. Pembagian Warisan Masyarakat Muslim Minangkabau: Studi Kasus
Di Percut Sei Tuan. Yogyakarta: Deepublish, 2019. Cetak. Buku ini membahas
tentang pengaturan hukum waris (yang merupakan bagian dari hukum perdata) di
Indonesia masih bersifat dualisme dan pluralisme. Hal demikian tidak terlepas dari
sejarah hukum berlakunya hukum perdata di Indonesia. Sebelum Indonesia merdeka,
sebagai akibat penjajahan kolonial Belanda, politik hukum pemerintah Hindia Belanda
pada waktu itu yang dituangkan dalam pasal 131 dan 163 Indische Staatregeling (IS),
terdapat penggolongan hukum dan penggolongan penduduk. Buku ini mengenai praktik
pembagian warisan pada masyarakat muslim suku Minangkabau di kecamatan Percut Sei
Tuan khususnya di lima desa yaitu desa: Percut, Cinta Rakyat, Saentis, Tanjung Rejo,
dan Tanjung Selamat bersifat analisis deskriptif kualitatif, penelitian yang ditujukan
untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, berupa bentuk: aktivitas,
karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu
dengan fenomena yang lain.154 Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini
didominasi oleh pendekatan kualitatif, yaitu suatu pendekatan yang tidak dilakukan
7
dengan mempergunakan rumus-rumus dan simbol-simbol statistik.155 Namun demikian
bukan berarti penelitian ini tidak berhubungan dengan data kuantitatif, sebab tampilan
data kuantitatif juga urgen, bukan saja sebagai kelengkapan tetapi juga berhubungan
dengan alasan-alasan terhadap pengabaian pembagian warisan secara hukum kewarisan
dalam Islam.
Kata Kunci: Pembagian Warisan; Masyarakat Muslim
ADAT ISTIADAT
010
Salleh, Abdul Razak, dkk. Diaspora Adat dan Kekerabatan Alam Minangkabau: Sebuah
Kepelbagaian Kajian Pemikiran. Jakarta: Kemala Indonrsia, 2015. Cetak. Buku ini
membahas tentang kumpulan pemikiran-pemikiran Ikatan Cendekiawan Minangkabau
yang berada di serantau nusantara. Tujuan dan cita-cita yang disandarkan berasaskan Al-
Quran dan Sunnah Rasulullah SAW untuk kepentingan umat Islam dan masyarakat
awam. Masyarakat Minangkabau merupakan bahagian daripada masyarakat Melayu yang
selalu berfikir terbuka dan menerima kemajuan zaman atau tamaddun teknologi.
Masyarakat Minangkabau sebagai masyarakat yang mampu menunjukkan jati diri
sebagai masyarakat yang santun, cekap dan cergas di tengah masyarakat. Kajian
kepelbagaian pemikiran ini menunjukkan bahawa masyarakat Minangkabau sebagai
masyarakat yang sangat menjunjung tinggi falsafah agama Islam sebagai adat dan budaya
dalam kehidupan bermasyarakat. Sejarah peradaban, asas pemikiran serta konsep untuk
menghadapi zaman moden menjadi warna-warna dalam buku ini.
8
Kata Kunci: Diaspora Adat; Kekerabatan Minangkabau
011
Hasanuddin. Adat dan Syarak: Sumber Inspirasi dan Rujukan Nilai Dialektika
Minangkabau. Padang: LPTIK Universitas Andalas, 2013. Cetak. Buku ini
membahas tentang bagaimana konflik merupakan hal yang lumrah bahkan niscaya
dalam sosio kultural Minangkabau. Konflik-konflik membentuk suatu pola dialektika
sehingga melahirkan sintesis-sintesis kultural yang konstruktif. Manakala konflik
dipahami sebagai sesuatu yang semata-mata destruktif, maka pada kultural
berlangsung dalam arus kontaminasi dan dekadensi kultural masyarakat Minangkabau
itu.
Kata Kunci: Adat dan Syarak; Nilai Dialektika Minangkabau
012
Navis, A. A. Alam Terkembang Jadi Guru Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta:
Grafiti Pers, 1984. Cetak. Buku ini membahas tentang Adat Minang merupakan salah
satu adat yang unik di Indonesia, Antara lain karena sifat matrilineal yang ada pada
masyarakat itu. Beberapa buku dan telaah tentang adat Minang telah diterbit-kan, namun
rasanya masih ada saja yang "tertinggal" tidak tersampaikan atau tercatat. Dan tidak
jarang yang "tertinggal" itu ternyata penting, atau setidaknya menarik.untuk diketahui.
Dalam buku yang disusun A A Navis ini, hal-hal yang penting dan menarik tentang adat
9
Minang itu banyak ditemukan. Di samping sebagai budayawan, Navis adalah seorang
sastrawan; dan buku ini pun ditulis dengan gaya yang lancar dan berkadar informasi
tinggi. Buku ini akan bisa menam-bah pengetahuan tentang adat Minang pada khususnya,
dan kebudayaan Indonesia pada umumnya.
Kata Kunci: Adat dan Kebudayaan Minangkabau
SASTRA
013
Djamaris, Edwar. Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau. Jakarta: Yayasan Obor
Indonesia, 2001. Cetak. Buku ini membahas tentang pengantar untuk mengenal sastra
rakyat Minangkabau secara mendalam, lengkap, dan khusus. Dengan membicarakan
penelitian, penyusunan, dan penerbitan yang pernah ada, perkembangan sastra
Minangkabau dari lisan, tulisan tangan, dan cetakan juga termuat semua bentuk dan jenis
sastra Minangkabau.
Kata Kunci: Sastra Minangkabau
10
AGAMA
014
Alfurqan. Revitalisasi Khazanah Surau Dalam Perspektif Pendidikan Islam Modern.
Yogyakarta: Deepublish, 2020. Cetak. Buku ini membahas tentang kearifan nilai-nilai
dalam khazanah pendidikan keislaman yang pernah dikembangkan di Minangkabau pada
surau-surau masa lalu yang memiliki relevansi dengan masa kini dan dapat
dikembangkan sebagai model pendidikan Islam modern seperti madrasah dan pesantren
yang ada di wilayah Minangkabau. Asumsi dasar dari penelitian ini adalah bahwa surau
pada dasarnya telah membentuk nilai-nilai yang relevan dengan sistem kebudayaan
masyarakat Minangkabau dari waktu ke waktu dan telah membentuk karakter pendidikan
keislaman yang tepat bagi generasi muda Minangkabau yang mengakar dari pengalaman
keagamaan dan sistem kebudayaan yang diwariskan secara turun temurun, dan oleh
karena itu sangat penting untuk direvitalisasi bagi pengembangan pendidikan keislaman
modern di Minangkabau.
Kata Kunci: Revitalisasi Surau; Islam Modern
015
Azra, Azyumardi. Surau: Pendidikan Islam Tradisional Dalam Transisi dan Modernisasi.
Jakarta: Kencana, 2017. Cetak. Buku ini membahas tentang Surau, sebagai lembaga
pendidikan Islam di Minangkabau, Sumatra Barat, tetap menjadi bagian integral dari
collective memory orang-orang Minang secara kesel uruhan. Wacana tentang surau tetap
11
hadir dalam masyarakat Minang, baik di ranah Minang sendiri maupun di rantau.
Pembicaraan tentang surau semakin menghangat ketika program otonomisasi daerah
mulai diterapkan. Surau, dalam konteks otonomisasi, dipercaya masyarakat Minang dapat
membangkitkan batang tarandam, yakni rnelahirkan ulama-ulama besar, seperti pernah
dihasilkan surau di masa silam. Buku ini ingin melihat viabilitas surau di tengah ekspansi
pesantren di Sumatra Barat yang sebenarnya telah tumbuh dan berkembang pesat di
Pulau Jawa, dalam dasawarsa terakhir. Untuk memperkaya tema bahasan, dalam buku ini
juga disertakan makalah-makalah yang memuat pemikiran terkini penulis tentangsurau.
Kajian buku ini terfokus pada lembaga pendidikan tradisional masyarakat Minang. Buku
ini penting dibaca oleh kalangan pendidik, sejarawan, tokoh agama, dan masyarakat
secara umum. Karena, di dalamnya terekam bagaimana wajah sistem pendidikan
tradisional di Indonesia dalam menyongsong modernisasi dan masa-masa transisi.
Kata Kunci: Surau; Islam Tradisional; Modernisasi
016
Chatra, Emeraldy. Orang Jemputan: Regulasi Seksualitas & Poligami di Minangkabau.
Laboratorium Sosiologi FISIP Unand: Merawahijau Publishing, 2005. Cetak. Buku
ini membahas tentang Orang jemputan (selanjutnya disingkat OJ) adalah sebutan bagi
kaum minoritas elite Minangkabau yang sering melakukan pernikahan yang umumnya
dilakukan atas dasar permintaan dari pihak perempuan. Bagi keluarga luas pihak
perempuan, keberhasilan mengawinkan anak gadis mereka dengan seseorang yang
dihormati masyarakat merupakan kebanggaan dan cita-cita, sekalipun perkawinan itu
12
berumur pendek. Apalagi kalau perkawinan berhasil melahirkan seorang anak,
kegembiraan bertambah karena dalam keluarga mereka telah hadir keturunan orang
terhormat. Untuk memperbaiki keturunan, itulah salah satu alasan sebuah keluarga
menjemput orang-orang terhormat jadi menantu.
Kata Kunci: Regulasi Seksualitas & Poligami; Minangkabau
POLITIK
017
Arifin, Zainal. Politik Perkawinan: Dualitas Praktik Sosial Minangkabau. Yogyakarta:
Histokultura, 2018. Cetak. Buku ini membahas tentang praktik perkawinan
Minangkabau yang ada di dua nagari di Propinsi Sumatra Barat yaitu di nagari Pacaturan
dan nagari Ampek Suku. Nagari Pacaturan sengaja dipilih karena nagari ini menganut
adat Koto Piliang, sedangkan nagari Ampek Suku dipilih karena nagari ini menganut adat
Bodi Caniago. Melalui kerangka pemikiran Giddens ini, buku ini coba menunjukkan
bagaimana praktek perkawinan Minangkabau tidaklah sepenuhnya ditentukan oleh aturan
adaik, tetapi juga dipengaruhi oleh gerakan-gerakan politik yang dilakukan oleh aktor dan
kelompok kerabat yang menjalin perkawinan tersebut, yang dalam buku ini disebut
sebagai politik perkawinan. Dengan kata lain, praktek perkawinan Minangkabau tidak
lebih sebagai sintesa antara tekanan adaik yang memaksa dengan kebebasan aktor dan
kelompok kerabat yang menjalin perkawinan tersebut.
Kata Kunci: Politik Perkawinan; Sosial Minangkabau
13
018
Valentina, Tengku Rika. Dinamika Politik Lokal di Minangkabau: Nagari dalam Negara dan
Model Demokrasinya. Depok: Rajawali Pers, 2018. Cetak. Buku ini membahas tentang
Masa depan konsolidasi demokrasi lokal di Indonesia sepertinya melalui jalan yang
berliku, salah satu penyebabnya adalah lemahnya fungsi regulasi negara sehingga pada
akhirnya berimplikasi kepada kualitas demokrasi yang dilaksanakan. Singkatnya, ke
depan masalah penyelenggaraan demokrasi lokal di Indonesia semakin menarik untuk
dibahas ketika arena-arena konsolidasi demokrasi tidak berkembang. Seperti yang
dinyatakan oleh Linz dan Stepan (1996), ketika masyarakat sipil yang tidak berkembang
dengan baik dan memunculkan persaingan yang tidak didasarkan pada prinsip demokrasi.
Hal ini kemudian akan ditandai dengan konflik kepentingan atas nama desentralisasi.
Kata Kunci: Dinamika Politik; Minagkabau; Model Demokrasi
14
KEBUDAYAAN
019
Awwali, Muchlis. Pelangi di Minangkabau. Padang: LPTIK Universitas Andalas, 2015.
Cetak. Buku ini membahas tentang persoalan-persoalan kebudayaan Minangkabau,
terutama mengenai pamahaman adat Minangkabau yang menjadi dasar filosofi
masyarakat Minangkabau. Pemahaman falsafah tersebut erat kaitannya dengan konteks
kekinian. Artinya, falsafah yang terkandung dalam pepatah dan petitih tersebut masih
sangat relevan dengan situasi masyarakat sekarang. Penulis telah berupaya
menyempurnakan penulisan buku ini, namun tidak ada gading yang tidak retak. Oleh
karena itu, penulis berharap sidang pembaca dapat meluruskan isi buku ini.
Kata Kunci: Pelangi Minangkabau
SOSIAL
020
Kahn, Joel S. Minangkabau Social Formations: Indonesian Peasants and the World-
Economy. Cambridge: Cambridge University Press, 2007. Cetak. Buku ini membahas
tentang penyelidikan antropologis sifat ekonomi tani yang terbelakang ini, Joel S. Kahn
mencoba mengembangkan wawasan yang dihasilkan oleh para ahli teori Marxis, melalui
studi kasus konkret tentang sebuah desa petani di provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Dia
menjelaskan ciri-ciri khusus dari ekonomi regional ini, dan, pada saat yang sama,
15
meneliti implikasinya terhadap dominasi Eropa selama berabad-abad di Indonesia. Ciri
yang paling mencolok dari ekonomi Minangkabau adalah dominasi hubungan komoditas
kecil di bidang pertanian, kerajinan tangan dan jaringan distribusi lokal. Dr Kahn
mengilustrasikan hal ini dengan materi tentang organisasi ekonomi lokal, yang dia
kumpulkan di lapangan di desa dataran tinggi Sungai Puar, lokasi industri pandai besi,
dan dengan data yang dipublikasikan dan tidak dipublikasikan dari bagian lain Indonesia.
Buku Dr Kahn tidak biasa karena kombinasi analisis teoretis keterbelakangan dengan
studi regional yang terperinci. Ini akan menarik bagi mereka yang tertarik pada studi Asia
Tenggara, dalam pembangunan, dan pendekatan neo-Marxis dalam antropologi.
Kata Kunci: Social Formations; Indonesian Peasants; The World-Economy
16
A INDEKS PENGARANG
A.A. Navis 7
Abdul Razak Salleh 6 I
Alfurqan 8 Imam Muhardinata 5
Andar Indra Sastra 5 J
Azyumardi Azra 9 Joel S. Kahn 11
D M
Donard Games 3 Muchlis Awwali 11
E Muntasir e.DT. Sati Nantuo 4
Edwar Djamaris 8 N
Elizabeth E Graves 1 Nurhaida Nuri 3
Emeraldy Chatra 9 R
F Robert Monanda 2
Febby Eka Kurnia 2 S
Febri Yulika1 SA Saifullah 2
H T
Hasanuddin 7 Tengku Rika Valentina 10
Z
Zainal Arifin 10
17
A INDEKS SUBJEK
Adat Istiadat 6
Agama 8 P
E Politik 10
Epistemologi 1 S
K Sastra 8
Kaba 3 Sejarah 1
Kebudayaan 11 Sosial 11
Kesenian 4 W
Kewirausahaan 3 Warisan 5
18