The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by resha.19054, 2022-12-04 15:51:59

buku gambar teknik

buku gambar teknik

3

A. Uraian materi
1. Alat-alat gambar dan penggunaannya

Untuk mencapai tujuan menggambar yang baik yang memenuhi standar
ISO, kita perlu alat-alat yang baik pula. Dengan alat-alat yang baik dan
ditunjang dengan ketrampilan penggunaan alat-alat, akan tercapailah
tujuan tadi. Perlu diketahuai ketekunan, kerajinan, kekonsekuenan, dan
kedisiplinan dalam menggunakan alat, merupakan langkah awal untuk
keberhasilan dalam menggambar teknik.
Alat-alat yang biasa dipakai dalam menggambar teknik mesin antara lain:
a. Mesin gambar

Mesin gambar adalah suatu alat untuk mempercepat penyelesaian
gambar. Dengan mesin ini gambar yang diperoleh lebih baik dan lebih
tepat. Ketinggian serta kemiringan papan gambarnya dapat diatur
dengan mudah dan cepat. Di atas papan gambar dilengkapi dengan
busur derajat, sepasang mistar yang tegak lurus satu sama lain, serta bisa
diatur kemiringannnya sesuai keinginan, dan dapat digerakkan bebas di
semua permukaan papan gambar. Seperti pada Gambar 1. di bawah ini.

Gambar 1. Mesin Gambar

4

b. Macam-macam penggaris
Penggaris yang dipakai waktu menggambar antara lain:
1) Penggaris/mistar segitiga (satu pasang).

2) Mistar T (teken hak).
3) Mistar skala.

Gambar 2. Macam-macam Penggaris

Mistar skala untuk gambar mesin pada umumnya memiliki panjang
300mm. Mistar skala digunakan untuk mengukur dengan ukuran skala
1:2, 1:3, dan seterusnya.

Gambar 3. Mistar skala

5

c. Sepasang segitiga
Sepasang segi tiga terdiri dari segi tiga siku sama kaki 450, dan sebuah
segitiga siku 600, dengan berbagai macam ukuran harus tersedia dalam
ruang gambar. Ukuran segitiga berkisar antara 100 sampai 300 mm.
Penggunaan segitiga biasanya digunakan secara berpasangan, baik
untuk membuat garis sejajar, tegak lurus maupun garis miring seperti
pada gambar 4. di bawah ini.
`

Gambar 4. Sepasang segitiga
Cara Menggunakan segitiga
Untuk membuat garis tegak lurus atau garis-garis sejajar, baik tegak
maupun mendatar, dapat kita gunakan sepasang segitiga seperti gambar
5. di bawah ini. Adapun caranya sebagai berikut:
1. Letakkan mistar 450 mendatar dengan posisi 1.
2. Letakkan mistar 300/600 rapat pada sisi bawah dan peganglah

(tekan).
3. Bila kita membuat garis-garis sejajar sumbu x, geserkan mistar 450 ke

atas atau ke bawah (lihat anak panah) sesuai dengan kebutuhan.
4. Putarkan mistar 450 menjadi posisi 2 untuk membuat garis yang

sejajar sumbu y atau garis-garis yang tegak lurus sumbu x.
5. Dengan menggeser mistar 450 pada posisi 1 dan memutar mistar 450

ke posisi 2, kita dapat membuat garis-garis mendatar maupun garis-
garis tegak.

Gambar 5. Cara menggunakan sepasang segitiga

6

d. Pensil gambar

Pensil yang dipakai untuk menggambar ada dua macam, yaitu pensil
biasa dan pensil yang dapat diisi kembali atau pensil mekanik. Kedua

jenis pensil ini mempunyai tingkat kekerasan tertentu, mulai dari yang
lunak sampai keras. Tingkat kekerasan pensil dapat dilihat pada tabel 1.
berikut.

Tabel 1. Tingkat kekerasan pensil

Lunak Sedang Keras Keterangan
2B B 4H - H = Hard
3B HB 5H - B = Black
4B F 6H - HB = Half Black
5B H 7H - F = Firm
6B 2H 8H
7B 3H 9H

 Angka di depan huruf H menunjukkan tingkat kekerasannya
(semakin besar angkanya semakin keras).

 Angka di depan huruf B menunjukkan tingkat kelunakannya
(semakin besar angkanya semakin lunak).

Sekarang ini pensil dengan ukuran-ukuran tertentu, yang disesuaikan
dengan ukuran tebal garis. Ukuran-ukuran yang ada ialah 0,3, 0,5, 0,7
dan 0,9 mm, dan kekerasannya dapat dipilih dari HB atau F, H, 2H dan
3H.

Gambar 6. Pensil mekanis

e. Jangka
Ada tiga macam jangka yang dipergunakan untuk menggambar yaitu:
jangka besar digunakan untuk menggambar lingkaran dengan diameter
100 sampai 200 mm, jangka menengah untuk menggambar lingkaran
dari 20 sampai 100mm, dan jangka kecil untuk menggambar lingkaran 5
sampai 30 mm. Disamping itu terdapat sebuah jangka untuk membuat
lingkaran dengan jari-jari kecil, yaitu jangka pegas dan jangka orleon.
Jangka orleon dapat digunakan untuk membuat lingkaran dengan
diameter 1 mm sampai 5 mm. Gambar jangka dan bagian-bagian jangka
ditunjukkan pada Gambar 7. di bawah ini.

7

Cara Menggunakan jangka
Dalam menggunakan jangka harus diusahakan agar kedua kaki jangka
berdiri tegak lurus (membentuk sudut 900) pada kertas gambar, dan
tekanlah dengan tekanan yang konstan untuk menghasilkan tebal garis
yang sama. Dan arah perputaran jangka seperti pada gambar 8. dibawah
ini. Untuk menggambar lingkaran yang besar dapat digunakan batang
penyambung. Untuk mempercepat pembuatan gambar lingkaran-
lingkaran dengan ukuran kecil dapat digunakan sablon lingkaran.

Gambar 7. Jangka
8

`

Gambar 8. Cara menggunakan jangka
f. Penghapus

Untuk menghilangkan garis yang salah dipergunakan penghapus.
Penghapus ada yang dibuat dari karet, dan ada yang di buat dari plastik.
Penghapus yang baik harus dapat menghilangkan garis atau gambar
yang tidak diinginkan, dan tidak merusak kertasnya. Untuk
menghilangkan garis atau gambar dengan tinta, harus dipakai
penghapus khusus.
g. Pena Gambar
Bila kita akan membuat gambar asli, yaitu gambar yang ditinta, maka
kita menggunakan pena. Pena ini ada dua macam yaitu pena dengan
mata atau daun yang dapat diatur (trek-pen) dan pena dengan ketebalan
tetap (tergantung pada ukuran yang diinginkan) dengan ukuran yang
bermacam-macam, yang kita kenal dengan rapido. Ukuran tebal dan
tipis garis yang dihasilkan rapido bermacam-macam antara lain: 0,25,
0,35, 0,5, dan 0,7. Gambar 9. di bawah ini menunjukkan bagian-bagian
trekpen dan rapido.

9

Cara menggunakan trekpen
Untuk membuat gambar dengan menggunakan trek-pen perlu kita
perhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Tinta yang kita isikan di antara dua mata pena dan jangan terlalu

banyak (+ 3-5 mm)
2. Bagian luar daun-pena harus dalam keadaan bersih (bebas tinta).
3. Penggaris yang kita pakai harus kita ganjal bagian bawahnya atau

dapat pula dilakukan dengan cara membalik penggaris dengan
kedudukan bagian miringnya barada di bawah.
4. Pada saat menarik garis, harus tegak dan ditarik 600 ke arah garis
yang dibuat.
Perhatian!! Jika mata pena bagian luarnya basah dengan tinta, maka tinta
basah tersebut akan menempel/membasahi mistar dan terisap oleh
kertas. Sehingga antara kertas dan mistar terjadi pelebaran tinta.

Gambar 9. Bagian-bagian rapido dan trekpen

10

Gambar 10. Cara menggunakan trekpen
h. Mal

Mal yang dipakai untuk menggambar teknik terdiri atas, mal huruf, mal
lengkung, mal bentuk, mal khusus. Mal huruf dipakai untuk membuat
angka dan huruf. Sedangkan untuk dapat menggambar garis-garis
lengkung yang tidak dapat dibuat dengan jangka maka dipergunakan
mal lengkungan. Sepasang mal lengkungan biasanya digunakan untuk
menggambar lengkungan. Sedangkan mal bentuk digunakan untuk
membuat gambar atau simbol secara cepat. Mal bentuk dipakai untuk

menggambar lambang-lambang seperti lambang dalam bidang
elektroteknik, gambar kepala mur, dan lain sebagainya.

Mal huruf

Mal bentuk

Gambar 11. Jenis-jenis mal

11

i. Busur derajat
Busur derajat: busur derajat dibuat dari logam aluminium, atau plastik.
Biasanya busur derajat mempunyai garis-garis pembagi dari 00 sampai

dengan 1800. dengan alat ini dapat diukur besarnya sudut atau membagi
sudut.

Gambar 12. Busur derajat

j. Kertas gambar

Sesuai dengan tujuan gambar, bermacam-macam kertas gambar dipakai,
seperti misalnya kertas gambar putih, kertas kalkir, film dsb. Kertas
gambar untuk tata letak dengan pensil dipergunakan kertas gambar
putih biasa. Kertas gambar untuk gambar asli digambar di atas kertas
kalkir.
Kertas gambar mempunyai ukuran panjang dan lebar. Sebagai ukuran

pokok dari kertas gambar diambil ukuran A0 yang mempunyai luas 1
m2. Perbedaan lebar dan panjangnya sama dengan perbandingan dari
bujur sangkar dengan diagonalnya. Jika bujur sangkar mempunyai lebar

(sisi) x dan diagonalnya y  x 2 , selanjutnya x dipakai sebagai lebar

kertas gambar dan y sebagai panjang kertas gambar. Karena ukuran

kertas gambar A0 mempunyai luas x.y = 1.000.000 mm2 dengan

y  x 2 , maka:

x.y  1.000.000 mm2

x.x 2  1.000.000

x2  1.000.000  707106,7
2

x  707106,7  840,89 mm

y  840,89. 2  1189,19 mm

Jadi ukuran pokok kertas gambar yang sudah distandar adalah ukuran
A0 dengan panjang 1189 mm dan lebarnya 841 mm (dibulatkan).
Sedangkan untuk mendapatkan ukuran kertas gambar lainnya tinggal
membagi dua, yaitu untuk ukuran:
1) A1 didapat dari A0 dibagi dua.
2) A2 didapat dari A1 dibagi dua.
3) A3 didapat dari A2 dibagi dua.
4) A4 didapat dari A3 dibagi dua.

12

Gambar 13. Pembagian kertas gambar
Tabel 2. Ukuran kertas gambar

13

Gambar 14. Penggambaran garis tepi
Susunan/tata letak pada kertas gambar
Apabila yang digambar adalah benda kerja dalam keadaan terakit (misal
bagian mesin) maka gambar susunan diletakkan dibagian kiri dan
kepala gambar serta daftar bagian di bawah kanan bawah ketika
membagi ruang gambar diusahakan sedemikian rupa sehingga letak
antara gambar susunan dan detail atau antara gambar detail yang satu
dengan yang lainnya tidak terlalu dekat. Untuk gambar pandangan atau
penampang dari sebuah detail diletakkan berdekatan.

Gambar 15. Susunan gambar
14

Kepala gambar
Setiap gambar kerja yang dibuat, selalu ada kepala gambar yang
diletakkan di sudut kanan bawah ruang gambar. Pada kepala gambar
ini, kita dapat mencantumkan:
1. Nama yang membuat gambar
2. Nama gambar
3. Nama instasi, departemen, atau sekolah
4. Nomor gambar
5. Tanggal menggambar atau selesainya gambar
6. Nama yang memeriksa
7. Ukuran kertas gambar yang dipakai
8. Skala gambar
9. Proyeksi yang dipakai pada gambar tersebut
10. Satuan ukuran yang digunakan
11. Berbagai data yang diperlukan untuk kelengkapan gambar

Gambar 16. Kepala gambar

Gambar 17. Kepala gambar dengan keterangan detail gambar

15

Melipat kertas gambar
Gambar kerja harus dijaga dengan baik karena gambar tersebut
merupakan salah satu cara menyampaikan suatu informasi dari seorang
ahli teknik kepada ahli teknik lainnya. Jadi, gambar tersebut perlu
disimpan dengan baik sebagai arsip. Agar gambar teknik dapat
diarsipkan dengan baik maka gambar tersebut perlu dilipat. Gambar di
bawah ini menunjukkan cara melipat gambar yang benar.

Gambar 18. Cara melipat kertas gambar A2 dan A3

(a)
16

`

(b)
Gambar 19. Cara melipat kertas (a) gambar A1 dan (b) gambar A0
2. Menggambar garis dan huruf
a. Garis
Dalam gambar dipergunakan beberapa jenis garis, yang masing-masing
mempunyai arti dan penggunaannya sendiri. Oleh karena itu
penggunaannya harus sesuai dengan maksud dan tujuannya.
Jenis-jenis garis.
Jenis-jenis garis yang dipergunakan dalam gambar mesin ditentukan
oleh gabungan bentuk dan tebal garis. Tiap jenis dipergunakan menurut
peraturan tertentu.
Ada empat jenis garis seperti berikut.

Jenis garis menurut tebalnya ada dua macam, yaitu: garis tebal, dan garis
tipis. Kedua jenis ini mempunyai perbandingan 1 : 0,5. Tebal garis dipilih
sesuai besar kecilnya gambar, dan dipilih dari deretan tebal berikut.

0,18, 0,25, 0,35, 0,5, 0,7, 1, 1,4 dan 2 mm.
Karena kesukaran-kesukaran yang ada pada cara produksi tertentu,
tebal 0,18 mm sebaiknya jangan dipakai. Pada umumnya tebal garis tebal
adalah 0,5 atau 0,7 mm.
Pada garis-garis sejajar yang berpotongan jaraknya dianjurkan paling
sedikit empat kali tebal garis. Bila beberapa garis berpusat pada sebuah

17

titik, garis-garisnya tidak digambar berpotongan pada titik pusatnya,
tetapi berhenti pada titik di mana jarak antara garis kurang lebih sama
dengan tiga kali tebal garisnya seperti pada Gambar 13 di bawah ini.
Garis gores dan garis bertitik yang berpotongan, atau bertemu, harus
diperlihatkan dengan jelas titik pertemuannya atau titik
perpotongannya, panjang garis gores dan jarak antaranya pada satu
gambar harus sama. Panjang ruang antara harus cukup pendek dan
jangan terlalu panjang.
Penggunaan garis.
Dalam gambar mesin dipergunakan beberapa jenis garis, dalam bentuk
dan tebal sesuai penggunaannya, seperti pada tabel 1. di bawah ini. Bila
dua garis atau lebih yang berbeda-beda jenisnya berhimpit, maka
penggambarannya harus dilaksanakan sesuai urutan prioritas berikut.
1. Garis gambar (garis tebal kontinu, jenis A);
2. Garis tidak tampak (garis gores tipis, jenis F)
3. Garis potong (garis bergores, yang dipertebal pada ujung-ujungnya

dan tempat-tempat perubahan arah, jenis H)
4. Garis sumbu (garis bergores, jenis G)
5. Garis bantu, garis ukur dan garis arsir (garis tipis kontinu, jenis B)

Tabel 3. Macam garis dan penggunaannya

18

Gambar 20. Ketentuan penggambaran garis gores dan garis bertitik
`

Gambar 21. Contoh penggunaan jenis-jenis garis dalam gambar
19

b. Huruf
Dalam gambar teknik huruf-huruf, angka-angka dan lambang-lambang
dipergunakan untuk memberi ukuran-ukuran, catatan-catatan, judul,
disamping gambar-gambar itu sendiri. Huruf dan angka pada gambar
teknik harus jelas dan seragam.
Oleh karena itu huruf dan angka harus di gambar dengan cermat dan
jelas, agar tidak menimbulkan salah baca dari pembaca gambar yang
berbeda-beda. Angka-angka harus dapat dibedakan dengan jelas, agar
tidak menimbulkan keraguan.
Bentuk huruf dan angka yang dipakai untuk menggambar terdiri dari
dua tipe, yaitu:
1. Tipe A (huruf kurus) dengan tebal 1/14 h dengan bentuk tegak dan
miring. Sudut kemiringan untuk huruf miring adalah 750 terhadap
garis horisontal.
2. Tipe B (huruf biasa) dengan tebal 1/10 h dengan bentuk tegak dan
miring. Sudut kemiringan untuk huruf miring tipe B sama dengan
tipe A yaitu 750 terhadap garis horisontal.

Gambar 22. Ketentuan penulisan huruf dan angka

20

Contoh hasil ukuran huruf Tipe B.

Tinggi huruf besar 3,5 5 7 10 14

Tinggi huruf kecil 2,5 3,5 5 7 10

Jarak antara huruf 0,7 1 1,4 2 2,8

Jarak tiap baris minimum 5 7 10 14 20

Jarak suku kata minimum 1,5 2,1 3 4,2 6

Tebal huruf dan angka 0,35 0,5 0,7 1 1,4

Berikut ini contoh-contoh penulisan huruf tegak dan huruf miring sesuai
standar ISO 3098/1-1974.

Gambar 23. Jenis Huruf Tipe A

21

22

Gambar 24. Jenis Huruf Tipe B

c. Latihan menggunakan jangka dan mistar
1) Membagi garis sama panjang. (Gambar 25 a).
Caranya.
a. Gambarkan garis A-B (sembarang).
b. Lingkarkan jangka dengan jari-jari r1 dengan titik A sebagai
pusatnya.
c. Dengan tidak merubah jangka (r1 = r2), lingkarkan r2 tersebut
dengan titik pusat di B, sehingga berpotongan di c dan D.
d. Tarik garis tipis dari C ke D hingga memotong garis A-B di E,
sehingga AE=EB.

2) Membagi garis menjadi n bagian sama besar. (Gambar 25 b).
Caranya.
a. n = angka yang lebih besar dari 2.
b. Misalkan n = 15 bagian sama besar.
c. Gambar garis AB, pangkal garis disebut titik A, Ujung garis
disebut titik B.
d. Bagi garis menjadi 15 bagian sama besar dan beri huruf berurutan
sesuai abjat pada setiap titik.
e. Gambar garis pertolongan dari titik A kebawah dengan
kemiringan sembarang.
f. Tentukan r1 menggunakan jangka dengan jari-jari sembarang.
g. Lingkarkan r1 dengan titik pusat di A, buat garis batas dengan
jangka tersebut berturut-turut A, 1,2,3,4-15.
h. Hubungkan titik B dengan 15 (sebagai garis penutup) dan buat
garis sejajar dengan penggaris melalui titik 1,2,3,4-14 yang sejajar
dengan garis B-15

3) Membagi dua sudut sama besar. (Gambar 25 c).
Caranya.
a. Buat sudut BAC yang akan dibagi dua sama besar.
b. Tentukan r1 dengan jangka dan lingkarkan dengan titik pusat di
A, hingga memotong garis AB di D dan garis AC di E.
c. Tentukan r2 (sembarang) dan lingkarkan dengan titik pusat di D
dan E, sehingga berpotongan di F .
d. Hubungkan garis dari titik A ke F. Diperoleh sudut BAF = sudut
FAC.

4) Membagi sudut menjadi tiga bagian. (Gambar 25 d).
Caranya.
a. Buat sudut BAC yang akan dibagi menjadi tiga bagian sama
besar. Sudut menghadap kanan.
b. Perpanjang AC ke kiri sebagai garis pertolongan diberi nama
garis AF.
c. Tentukan r1 (sembarang) dan lingkarkan dari titik pusat A hingga
berpotongan dengan ketiga garis (AC, AB, AF).
d. Titik perpotongan diberi nama E, D dan F.

23

e. Tentukan r2 = 2. r1 dan lingkarkan dari titik pusat E dan F ke
bagian bawah hingga berpotongan di G.

f. Tarik garis bantu dari D ke G hingga berpotongan di H.
g. Bagi tiga panjang H-E hingga didapat 1’ dan 2’.
h. Tarik garis dari G ke 1’ dan G ke 2’ hingga didapat I dan J pada

lingkaran (titik sumbu A).
i. Hubungkan I dan J dengan A, sehingga didapat 3 sudut sama

besar.

Gambar 25. Cara membagi garis dan sudut
24

5) Membuat segiempat beraturan.
Caranya.
a. Tarik garis sumbu AB (mendatar) dengan titik tengah O.
b. Lingkarkan jangka dengan r = ½ sisi segi empat yang dikehendaki
(lingkaran bertitik pusat di O).
c. Lingkarkan jangka dengan jari-jari R (sembarang) dan bertitik
pusat di A dan B, sehingga didapat titik C dan D.
d. Hubungkan C dan D melalui O (sehingga didapat sumbu tegak),
memotong lingkaran di E dan F.
e. Tarik garis sejajar AB melalui titik E dan F.
f. Tarik garis sejajar EF melalui A dan B, hingga berpotongan di titik
G, H, I dan J. Maka segiempat GHIJ adalah segiempat beraturan.

6) Membuat segilima beraturan.
Caranya.
a. Lingkarkan jangka yang berjari-jari r1 dengan titik pusat di O.
b. Tarik garis sumbu mendatar melalui O hingga berpotongan
dengan lingkaran di A dan B.
c. Lingkarkan jangka yang berjari-jari r dengan titik pusat di A dan
B, sehingga berpotongan di C (bagian atas garis AB).
d. Tarik garis dari O ke C hingga memotong lingkaran di G.
e. Lingkarkan jangka yang berjari-jari r1 dari titik pusat B, hingga
memotong lingkaran di titik D dan E, lalu hubungkan D dengan E
hingga memotong sumbu AB di titik F.
f. Ukurkan jangka dari F ke G (r2 = FG) dan lingkarkan r2 tersebut
dengan titik pusat di F hingga memotong sumbu AB di H.
g. Ukur GH dengan jangka (GH= r3), ini merupakan sisi segilima
beraturan.
h. Pindahkan r3 berturut-turut dengan titik pusat di I, J, K, dan L.
i. Hubungkan G dengan I, I dengan J, J dengan E, E dengan L, dan L
dengan G, sehingga didapat segilima beraturan.

7) Membuat segienam beraturan.
Caranya.
a. Tentukan jari-jari r dan lingkarkan dengan titik pusat di O.
b. Tarik garis sumbu mendatar melalui O hingga berpotongan
dengan lingkaran di A dan B.
c. Lingkarkan jangka yang berjari-jari r tadi (tidak berubah) dengan
titik pusat di A dan titik pusat B, hingga didapat titik potong
dengan lingkaran di C, D, E, dan F.
d. Hubungkan A dengan D, D dengan E, E dengan B, B dengan F,
dan F dengan C, dan C dengan A, hingga didapat segienam
beraturan.

25

8) Membuat segitujuh beraturan.
Caranya.
a. Tentukan jari-jari r1 dan lingkarkan dengan titik pusat di O.
b. Tarik garis sumbu mendatar melalui O hingga berpotongan
dengan lingkaran di A dan B.
c. Buat garis tegak lurus AB melalui O hingga memotong lingkaran
di P dan perpanjang ke atas.
d. Dengan cara lukisan, garis AB dibagi tujuh bagian sama besar,
hingga didapat 1’, 2’, 3’, 4’, 5’, 6’, dan 7’.
e. Ukur dengan jangka dari A ke 1’ (A1’ = r2) dan lingkarkan r2
tersebut dengan titik pusat di A hingga berpotongan dengan
perpanjangan garis AB di E.
f. Ukur dengan jangka dari O ke E (OE = r3) dan lingkarkan r3
tersebut dengan titik pusat di O hingga memotong garis
perpanjangan OP di G.
g. Tarik garis dari E ke G hingga memotong lingkaran di titik H.
h. Ukur dengan jangka dari H ke 3’, ini merupakan sisi segitujuh.
i. Pindahkan s = H-3’ ke P-Q, Q-R, R-S, S-T, T-U, dan seterusnya
hingga didapat segitujuh beraturan.

9) Membuat segi-n beraturan.
Untuk membuat segi-n beraturan dapat dilakukan seperti cara
melukis segitujuh beraturan. Perbedaannya hanya terletak dalam
pembagian garis tengahnya, yaitu garis tengahnya dibagi dalam n
bagian sama besar. Misalnya untuk segi-11, maka garis tengahnya
dibagi menjadi 11 bagian.

26

Gambar 26. Menggambar segi empat, lima, enam, tujuh beraturan

B. Job Sheet 1
JOB SHEET 1 MENGGAMBAR GARIS

Nama job : Menggambar garis.
Ketentuan:
1. Di gambar di kertas ukuran A4.
2. Posisi kertas gambar diletakkan pada posisi tegak (portrait).
3. Tata letak gambar diletakkan ditengah kertas.
4. Waktu pengerjaan 1 minggu.
5. Ketentuan penulisan kepala gambar (perhatikan contoh pada layout

gambar):
a. Nama instansi: FT UNESA.
b. Judul Gambar: MENGGAMBAR GARIS
c. Nomor gambar: 1
d. Format kertas gambar: A4.
e. Proyeksi yang dipakai: (kosong)
f. Skala: 1:1
g. Tanggal: (Tanggal perintah job)
h. Satuan panjang: mm
i. Digambar: (Nama mahasiswa)
j. Jurusan: (Jurusan mahasiswa)
k. Diperiksa: Agung Prijo B.
l. Peringatan: (kosong)

Alat dan bahan
Kertas gambar, alat ukur.

Keselamatan kerja
1) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.
2) Bacalah dan pahami gambar job yang diberikan.
3) Kerjakan job sesuai dengan petunjuk.
4) Jangan bergurau ketika mengerjakan job.
5) Kebersihan gambar harus dijaga.

Petunjuk
1) Siapkan kertas dan peralatan menggambar.
2) Buat garis tepi pada kertas gambar dengan ketentuan batas kiri 20 mm,

kanan 10 mm, atas 10 mm, bawah 10 mm.
3) Buat kepala gambar sesuai dengan ketentuan yang ada.
4) Tentukan posisi gambar, yaitu pada tengah kertas.
5) Buatlah gambar sket terlebih dahulu menggunakan garis tipis.
6) Untuk finishing gambar, perhatikan tebal tipis garis, sesuai dengan

ketentuan penggambaran garis.
7) Bentuk dan ukuran garis harus dapat dibedakan dengan jelas.
8) Berilah tanda (√) pada kolom ya jika dapat mengerjakan atau tidak jika

tidak dapat mengerjakan sesuai dengan pengamatan.

27

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNESA
JOB SHEET 1 MENGGAMBAR GARIS

Gambar kerja 1

Soal
Salinlah gambar di atas!
Catatan

1. Gambar tidak perlu diberi ukuran.
2. Perhatikan tebal tipisnya garis.
28

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNESA
JOB SHEET 1 MENGGAMBAR GARIS

Gambar kerja 2

Soal

Salinlah gambar di atas!

Catatan

1. Gambar tidak perlu diberi ukuran.
2. Perhatikan tebal tipisnya garis.

29

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNESA
JOB SHEET 1 MENGGAMBAR GARIS

Gambar kerja 3

Soal
Salinlah gambar di atas!
Catatan

1. Gambar tidak perlu diberi ukuran.
2. Perhatikan tebal tipisnya garis.
30

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNESA
JOB SHEET 1 MENGGAMBAR GARIS

Gambar kerja 4

Soal

Salinlah gambar di atas!

Catatan

1. Gambar tidak perlu diberi ukuran.
2. Perhatikan tebal tipisnya garis.

31

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNESA
JOB SHEET 1 MENGGAMBAR GARIS

Layout Gambar

32

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNESA
C. Job Sheet 2

JOB SHEET 2 MENGGAMBAR HURUF DAN ANGKA
Soal
Buatlah huruf dan angka sesuai dengan ketentuan!
Catatan
1. Buatlah huruf A sampai Z kemudian angka 0 sampai 9 dalam satu baris,

jika tidak muat teruskan pada baris dibawahnya, demikian seterusnya
sampai baris terakhir
2. Gambar tidak perlu diberi ukuran.
3. Hapus semua garis bantu.
Layout Gambar

33

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNESA
D. Job Sheet 3

JOB SHEET 3 MENGGAMBAR SEGI BERATURAN
Soal
Buatlah segiempat, segilima, segienam, dan segitujuh dengan diameter
lingkaran 50 mm!
Catatan
1. Gambarlah segi beraturan sesuai dengan langkah-langkah pada modul.
2. Gambar tidak usah diberi ukuran.
Layout Gambar

34

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNESA
JOB SHEET MENGGAMBAR GARIS, HURUF & ANGKA

CEK KEMAMPUAN

NO Rincian Tugas Kinerja Oleh Bobot Skor
Siswa
1. Persiapan. 20
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja). Ya Tidak 50
3. Kualitas Produk Kerja. 20
3. Kualitas Produk Kerja. 10
100
Skor Total

PEDOMAN PENILAIAN

No. Aspek Penilaian Skor Skor Keterangan
Maks. Perolehan

12 34 5

I. Persiapan

1.1 Persiapan alat dan bahan 5

1.2 Pembuatan bingkai 5

1.3 Pembuatan kepala gambar 10

Sub total 20

II. Proses (Sistematika & Cara

Kerja)

2.1 Tata letak gambar 10

2.2 Gambar kerja benar 20
2.3 Tebal tipis garis benar 20

Sub total 50

III. Kualitas Produk Kerja

3.1 Kebersihan gambar. 10

3.2 Pekerjaan diselesaikan tepat 10

waktu.

Sub total 20

IV. Sikap/Etos Kerja

4.1 Tanggung jawab. 4

4.2 Ketelitian. 3

4.3 Kemandirian. 3

Sub total 10

Total 100

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNESA

35

E. Tes formatif I
a. Soal Esay
1. Sebutkan peralatan yang digunakan dalam menggambar teknik
(minimal 5)!
2. Apa kegunaan dari!
a. Mal huruf
b. Mal bentuk
c. Mal lengkung
3. Sebutkan macam-macam jangka dan jelaskan kegunaannya!
4. Sebutkan macam-macam pensil ditinjau dari tingkat kekerasannya!

b. Soal Membaca Gambar
Perhatikan gambar di bawah ini!

Isilah pada tabel tipe dan nama garis yang ditunjukkan oleh tanda panah!

NO TIPE GARIS NAMA GARIS
1
2
3
4

5
6
7
8

36

F. Sistem Proyeksi

G. Uraian materi
Proyeksi adalah cara menggambar pandangan benda kerja. Menggambar
proyeksi dapat dikelompokkan menjadi dua cara yaitu, proyeksi piktorial
dan orthogonal.
1. Proyeksi Piktorial
Proyeksi piktorial adalah suatu cara menampilkan gambar tiga dimensi
pada sebuah bidang dua dimensi dengan pandangan tunggal. Gambar
piktorial sering disebut juga gambar ilustrasi teknik. Proyeksi piktorial
terdiri atas proyeksi aksonometri, proyeksi miring dan proyeksi
perspektif.
2) Proyeksi aksonometri.
Proyeksi aksonometri adalah apabila bidang atau tepi benda
dimiringkan terhadap bidang proyeksi, maka tiga muka dari benda
tersebut akan terlihat dan memberikan gambaran bentuk benda
seperti semula. Proyeksi aksonometri dibedakan menjadi dua, yaitu
isometri, dan dimetri. Keduanya dibedakan atas dasar besarnya
sudut antara sumbu-sumbu (x, y, z) dan panjang garis pada sumbu-
sumbu tersebut.
a. Proyeksi isometri
i. Ciri-ciri proyeksi isometri.
i.Sumbu x dan sumbu y mempunyai sudut 300 terhadap garis
mendatar.
ii.Sudut antara sumbu satu dengan sumbu lainnya 1200.
iii.Panjang gambar pada masing-masing sumbu sama dengan
panjang benda yang digambar.

Gambar 27. Proyeksi isometri

37

ii. Penyajian proyeksi isometri.
1. Proyeksi isometri dengan kedudukan normal.
Kedudukan normal mempunyai sumbu dengan sudut-
sudut seperti pada gambar 27 di atas.
2. Proyeksi isometris dengan kedudukan terbalik.
Mengenai hal ini dapat dilaksanakan dengan cara berikut:
 Memutar gambar dengan sudut 1800 ke kanan dari
kedudukan normal, sesuai dengan kedudukan
sumbunya.
 Mengubah kedudukan benda yang digambar dengan
tujuan untuk memperlihatkan bagian bawah benda
tersebut.
3. Proyeksi isometri dengan kedudukan horizontal.
Sebagaimana cara yang dilakukan untuk menggambar
kedudukan proyeksi isometri terbalik yaitu:
 Memutar sumbu utama 1800 dari sumbu normal, maka
untuk kedudukan horizontalnya 2700 ke kanan dari
kedudukan sumbu normalnya.
 Mengubah kedudukan benda yaitu untuk
memperlihatkan bagian samping kiri (yang tidak
terlihat).

Gambar 28. Penyajian proyeksi isometri

38

b. Proyeksi Dimetri
Proyeksi dimetri mempunyai ketentuan sebagai berikut.

i. Sumbu utamanya mempunyai sudut α = 70 dan β = 400.
ii. Perbandingan skala ukuran pada sumbu X = 1:1, pada sumbu

Y = 1:2 dan sumbu z = 1:1.

Gambar 29. Proyeksi dimetri
3) Proyeksi miring.

Pada proyeksi ini garis-garis proyeksi tidak tegak lurus pada bidang
proyeksi tetapi membuat sudut (miring) sedangkan garis-garis
proyeksinya sejajar. Sudut yang menggambarkan kedalamannya
biasanya 300, 450 atau 600 terhadap sudut horizontal. Proyeksi miring
dibedakan menjadi dua, yaitu:
 Gambar cavalier

Panjang kedalam sama dengan panjang sebenarnya.
 Gambar cabinet

Panjang kedalaman diperpendek, misalnya 3 , 1 , atau 1
42 3
39

Gambar 30. Proyeksi miring
4) Proyeksi perspektif

Gambar perspektif adalah gambar yang serupa dengan gambar
benda yang dilihat dengan mata biasa, dan banyak dipergunakan
dalam bidang arsitektur. Pada proyeksi perspektif garis-garis
pandangan pengamat dipusatkan pada satu titik. Ini merupakan
pandangan tunggal yang terbaik, tetapi cara penggambaranya sangat
sulit dan rumit daripada cara-cara gambar yang lain. Sehingga
proyeksi perspektif jarang dipakai untuk menggambar mesin.

Gambar 31. Proyeksi perspektif
40

2. Proyeksi ortogonal
Proyeksi ortogonal adalah gambar proyeksi yang bidang proyeksinya
mempunyai sudut tegak lurus terhadap proyektornya. Garis-garis yang
memproyeksikan benda terhadap bidang proyeksi disebut proyektor.
Selain tegak lurus terhadap bidang proyeksi, garis-garis proyektornya
juga sejajar satu sama lain.
a) Proyeksi ortogonal dari sebuah titik

Gambar 32. Proyeksi ortogonal dari sebuah titik bidang
b) Proyeksi ortogonal dari sebuah garis

Gambar 33. Proyeksi ortogonal dari sebuah garis
c) Proyeksi ortogonal dari sebuah bidang

Gambar 34. Proyeksi ortogonal dari sebuah bidang

41

d) Proyeksi ortogonal dari sebuah benda

Gambar 35. Proyeksi ortogonal dari sebuah benda
e) Macam-macam pandangan

Untuk memberikan informasi lengkap suatu benda tiga dimensi
dengan gambar proyeksi ortogonal, biasanya memerlukan lebih dari
satu bidang proyeksi.
 Gambar proyeksi pada bidang proyeksi di depan benda disebut

pandangan depan.
 Gambar proyeksi pada bidang di atas benda disebut pandangan

atas.
 Gambar proyeksi pada bidang proyeksi di sebelah kanan benda

disebut pandangan samping kanan, demikian seterusnya.
f) Bidang-bidang proyeksi

Suatu ruang dibagi menjadi empat bagian yang dibatasi oleh bidang-
bidang depan, bidang vertikal, dan bidang horizontal. Ruang yang
dibatasi disebut kuadran. Ruang di atas bidang H, di depan bidang D,
dan di samping kanan bidang V disebut kuadran I. Ruang yang
berada di atas bidang H, di depan bidang D, dan di sebelah kiri
bidang V disebut kuadran II. Ruang di sebelah kiri bidang V, di bawah
bidang H, dan di depan bidang D disebut kuadran III. Ruang berada
di bawah bidang H, di depan bidang D, dan di sebelah kanan bidang
V disebut kuadran IV.

Gambar 36. Bidang proyeksi

42

3. Menggambar proyeksi Eropa dan Amerika
a) Proyeksi Eropa
Bila suatu benda diletakkan di atas bidang horizontal (H), di depan
bidang D (depan), dan disebelah bidang V (vertikal), maka benda
tersebut berada di kuadran I. Jika benda yang terletak di kuadran I
kita proyeksikan terhadap bidang H, V, dan D, maka akan didapat
gambar/proyeksi, dan proyeksi ini disebut proyeksi pada kuadran I
yang dikenal juga dengan nama proyeksi Eropa. Adapun letak
gambar-gambar pandangan menurut proyeksi Eropa sebagai berikut.
 Gambar pandangan sisi kanan terletak di sebelah kiri pandangan
depan.
 Gambar pandangan sisi kiri terletak di sebelah kanan pandangan
depan.
 Gambar pandangan atas terletak di sebelah bawah pandangan
depan.
 Gambar pandangan bawah terletak di sebelah atas pandangan
depan.
 Gambar pandangan belakang terletak di sebelah kanan
pandangan kiri.

b) Proyeksi Amerika
Bila suatu benda diletakkan di sebelah kiri bidang V (vertikal), di
bawah bidang horizontal (H), dan di depan bidang D (depan), maka
benda tersebut berada di kuadran III. Jika benda yang terletak di
kuadran III kita proyeksikan terhadap bidang H, V, dan D, maka
akan didapat gambar/proyeksi, dan proyeksi ini disebut proyeksi
pada kuadran III yang dikenal juga dengan nama proyeksi Amerika.
Tata letak gambar pandangan menurut proyeksi sudut ketiga atau
Amerika sebagai berikut.
 Gambar pandangan sisi kanan terletak disebelah kanan
pandangan depan.
 Gambar pandangan sisi kiri terletak disebelah kiri pandangan
depan.
 Gambar pandangan atas terletak disebelah atas pandangan
depan.
 Gambar pandangan bawah terletak disebelah bawah pandangan
depan.
 Gambar pandangan belakang terletak disebelah kanan pandangan
kanan.

c) Simbol proyeksi
Untuk membedakan gambar/proyeksi di kuadran I dan
gambar/proyeksi di kuadran III, perlu diberi lambang proyeksi.
Dalam standar ISO (ISO/DIS 128), telah ditetapkan bahwa cara
kedua proyeksi boleh dipergunakan. Dalam satu buah gambar tidak
diperkenankan terdapat gambar dengan menggunakan kedua

43

proyeksi secara bersamaan. Simbol proyeksi ditempatkan di sisi
kanan bawah kertas gambar. Simbol/lambang proyeksi tersebut
adalah sebuah kerucut terpancung.

Gambar 37. Pandangan pada proyeksi Eropa
44

.

Gambar 38. Pandangan pada proyeksi Amerika

45

d) Langkah-langkah menggambar proyeksi
a. Buatlah salib sumbu untuk menentukan pandangan depan,
samping kanan, atau atas dalam kuadran (sumbu proyeksi
digambar dengan garis tipis).
b. Pada sumbu proyeksi yang merupakan tempat untuk perputaran
antara pandangan atas dan samping bidang buatlah garis bantu
(tipis) miring 450 atau buatlah busur lingkaran menggunakan
jangka untuk menghubungkan titik –titik bidang atas dan
samping.
c. Perhatikan proyeksi yang digunakan, apa memakai sistem Eropa
atau sistem Amerika. Jika memakai sistem Eropa berarti
pandangan depan ada di kuadran I, jika memakai sistem Amerika
berarti pandangan depan berada pada kuadran III.
d. Buatlah pandangan depan (D) terlebih dahulu, kemudian buatlah
pandangan atas (H) dan pandangan samping kanan (V) dengan
menarik garis bantu proyeksi (garis tipis).
e. Perhatikan tebal tipisnya garis untuk garis sumbu, garis benda,
dan garis bantu proyeksi.

Gambar 39. Proyeksi Eropa dan Amerika
46

Gambar 40. Menggambar Proyeksi Eropa dan Amerika
47

4. Memilih pandangan
a. Pandangan depan
Untuk menggambar pandangan-pandangan sebuah benda,
pandangan depan benda dianggap sebagai gambar pokok. Tetapi
pada gambar kerja, jumlah pandangan harus dibatasi seperlunya,
yang dapat memberikan bentuk benda secara lengkap. Di dalam
menentukan pandangan benda yang harus digambar, perlu
diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1). Jumlah pandangan yang digambar seminimal mungkin, tetapi
harus bisa menampilkan obyek atau benda kerja secara lengkap
baik bentuk, sistem kerja, fungsi, ukuran dan untuk gambar
susunan rakitan semua komponen-komponennya.
2). Pandangan depan sebagai pandangan utama harus dipilih
sedemikian rupa sehingga mampu memberikan bentuk atau
fungsi benda secara umum.
3). Dalam menggambar benda kerja diusahakan menggambar benda
tersebut sesuai dengan posisi proses pengerjaannya atau posisi
pada perakitannya.
4). Untuk benda-benda yang memiliki bagian-bagian miring yang
tidak terlihat bentuk sebenarnya dengan proyeksi ortogonal dapat
digambar dengan pandangan tambahan, pandangan khusus, atau
pandangan setempat.
Pemilihan pandangan depan dari benda yang akan disajikan dalam
gambar adalah sangat penting, karena gambar pandangan depan
dapat langsung memberikan keterangan bentuk benda yang
sebenarnya. Pandangan depan tidak selalu berarti pandangan depan
dalam arti kata sehari-hari. Pandangan depan adalah bagian benda
yang dapat memberikan cukup keterangan mengenai bentuk
khasnya atau fungsinya. Pada gambar berikut diberikan contoh-
contoh menentukan pandangan depan, dan menentukan pandangan
khusus tertentu.

Gambar 41. Pandangan depan benda

48

Gambar 42. Pandangan tertentu

49

b. Jenis-jenis pandangan utama
Gambar kerja yang digunakan sebagai alat komunikasi adalah
gambar dalam bentuk pandangan-pandangan. Sebagai pandangan
utamanya ialah pandangan depan, pandangan samping, dan
pandangan atas. Dalam gambar kerja tidak selamanya ketiga
pandangan harus ditampilkan, hal ini tergantung pada rumit atau
sederhananya bentuk benda. Adakalanya benda hanya digambar
dengan satu pandangan yaitu pandangan depan dengan memberi
simbol diameter (Ø) atau simbol bujur sangkar untuk benda persegi.
Ada kalanya benda digambar dengan dua pandangan, yaitu
pandangan depan dan pandangan samping. Adakalanya digambar
dengan tiga pandangan yaitu pandangan depan, samping dan atas.

Gambar 43. Pandangan utama
50

H. Contoh Soal
1. Di bawah ini akan diberikan beberapa contoh menggambar pandangan

atas, depan dan samping kanan suatu objek gambar dengan proyeksi
Amerika.
a.

atas kanan

depan

b.
atas

kanan

depan

c.
atas

depan kanan

d.
atas

depan kanan

51

e. atas atas

depan kanan depan kanan

f. atas
atas

depan kanan depan kanan

g. atas
atas

Depan kanan depan kanan

52


Click to View FlipBook Version