The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Rencana Moderasi Lokakarya 02 - Visi untuk Perubahan Lingkungan Belajar

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by riki.rifani.83, 2022-11-22 07:44:31

Rencana Moderasi Lokakarya 02 - Visi untuk Perubahan Lingkungan Belajar

Rencana Moderasi Lokakarya 02 - Visi untuk Perubahan Lingkungan Belajar

Setelah 15 menit pengajar praktik memberikan peringatan untuk seluruh kelompok
Calon Guru Penggerak .

Bapak-Ibu 15 menit sudah selesai, Bapak-Ibu diharapkan sudah bisa segera
berpindah ke putaran ketiga

PERSIAPAN, PRAKTIK, DAN REFLEKSI PUTARAN 3 (15’)

Setelah 15 menit pengajar praktik memberikan peringatan untuk seluruh kelompok
Calon Guru Penggerak .

Bapak-Ibu 15 menit sudah selesai, tugas diharapkan sudah selesai

Pengajar praktik menutup sesi dengan mengapresiasi dan mengajak peserta untuk
kembali ke dalam kelas besar (Pleno)

Bapak-Ibu Calon Guru Penggerak , terima kasih atas praktiknya. Semoga
pengalaman ini mampu membantu Bapak-Ibu sekalian dalam meningkatkan
disiplin di sekolah Bapak-Ibu. Sekarang marilah kita kembali ke dalam kelas
besar.

Lembar Panduan Observasi dan Refleksi Segitiga Restitusi (juga terdapat di bagian
Lampiran)

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 40

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 41

Lembar Kasus Segitiga Restitusi (juga terdapat di bagian Lampiran)

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 42

PENUTUPAN LOKAKARYA DURASI: 20 MENIT

TUJUAN SESI

● Calon Guru Penggerak dapat mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Lokakarya 2

● Calon Guru Penggerak dapat memaknai pengalaman mengikuti Lokakarya 2

PERLENGKAPAN, MEDIA, DAN APLIKASI YANG DIBUTUHKAN

● Lembar Evaluasi dalam LMS

● Alat tulis

● Kamera

● Post-it (biru-kuning-hijau)

● Kertas Plano

REFLEKSI LOKAKARYA 2 (15’)
Persiapan:

● Siapkan post-it berwarna biru-kuning-hijau masing-masing sejumlah peserta
● Tempelkan 3 plano bertuliskan Hal yang sudah baik, Hal yang bisa ditingkatkan,

Hal yang dipelajari

Pelaksanaan:

Pengajar Praktik menjelaskan bahwa sekarang adalah bagian terakhir dari Lokakarya
kedua.

Bapak-Ibu Calon Guru Penggerak, kita sudah sampai pada penghujung lokakarya
kedua ini. Namun masih ada beberapa kegiatan singkat yang perlu dilakukan.

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 43

Ajak Calon Guru Penggerak untuk merefleksikan pengalamannya selama berproses di
Lokakarya 2. Pengajar Praktik memimpin refleksi ini, dengan membahas hal-hal baik
yang sudah dilakukan, hal yang dipelajari, serta hal-hal yang ingin ditingkatkan pada
dalam diri terkait aktivitas di Lokakarya 2

Dengan berakhirnya praktik tadi, maka kita pun sudah berada di penghujung
pertemuan kita hari ini. Bapak-Ibu Calon Guru Penggerak , kita sudah melewati
satu hari penuh dengan aktivitas. Namun pengalaman di Lokakarya ini akan
menjadi lebih berarti apabila kita memaknainya melalui refleksi singkat.

Rekan saya akan membagikan post-it berwarna untuk Bapak-Ibu Calon Guru
Penggerak sekalian untuk berefleksi secara singkat hasil refleksi Bapak-Ibu
setelah mengikuti Lokakarya ini. Hal yang bisa direfleksikan adalah:
1. Hal baik apa yang sudah saya lakukan di hari ini? Silakan gunakan post-it
warna biru
2. Hal apa yang bisa saya tingkatkan ke depannya? Silakan gunakan post-it
berwarna kuning
3. Hal apa yang saya pelajari hari ini? Silakan gunakan post-it berwarna hijau

Jika Bapak-Ibu sudah selesai menulis refleksi, Anda bisa menempelkan hasil
refleksi pada kertas plano yang sudah ditempel di dinding, sesuai dengan label
masing-masing

Pengajar Praktik memberikan penguatan terhadap lokakarya yang dijalankan dalam
hubungannya dengan Standar Nasional Pendidikan.

Bapak-Ibu Calon Guru Penggerak, kita sudah memperbaharui rencana kita, baik
dalam mencapai visi, serta rencana penerapan disiplin positif di kelas dan

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 44

sekolah kita. Pada lokakarya ini pun kita sudah menguatkan keterampilan kita
dalam memandu proses pembuatan keyakinan kelas, dan juga penerapan
disiplin positif dalam bentuk segitiga restitusi. Keseluruhan aktivitas lokakarya ini
berhubungan dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) bagian Standar
Kompetensi Kelulusan. Semoga pengalaman ini mampu menguatkan
pengetahuan Anda terkait Standar Kompetensi Kelulusan.

Pengajar Praktik memberikan apresiasi pada seluruh Calon Guru Penggerak atas hasil
refleksinya.

Terima kasih Bapak Ibu Calon Guru Penggerak . Semoga refleksi, praktik-praktik
yang kita lakukan disini dapat membantu kita semua untuk menjadi pendidik
yang lebih baik di masa depan.

Ingatkan peserta untuk melakukan evaluasi kegiatan guna menilai kepuasan peserta
pada program serta untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki pemandu di
lokakarya selanjutnya. Lembar tersebut berjudul “Penilaian Kinerja Pengajar Praktik
Oleh CGP (Calon Guru Penggerak)”.

Seperti Bapak/Ibu yang tidak berhenti belajar, kami para pengajar praktik juga
mau belajar untuk lebih baik memfasilitasi Bapak/Ibu. Setelah lokakarya ini
selesai, Bapak/Ibu mohon membuka LMS untuk mengisi lembar evaluasi sebagai
umpan balik atas jalannya lokakarya ini dan untuk pengajar praktik yang
memfasilitasi. Silakan jawab dengan sejujurnya; boleh di lokasi ataupun di
rumah. Bapak/Ibu tidak perlu sungkan atau khawatir dalam menjawabnya
karena jawaban Bapak/Ibu tidak akan mempengaruhi penilaian atau kelulusan
Bapak/Ibu.

PENUTUPAN DAN FOTO BERSAMA (5’)

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 45

Pengajar Praktik menutup sesi Lokakarya 2 dan mengajak Calon Guru Penggerak untuk
berfoto bersama.

Dengan berakhirnya sesi tadi, maka berakhir pula Lokakarya 2! Terima kasih atas
partisipasi Bapak-Ibu Calon Guru Penggerak sekalian selama mengikuti
lokakarya ini. Sampai berjumpa lagi di kegiatan-kegiatan berikutnya. Sebelum
kita kembali ke tempat masing-masing, mari kita berkumpul dan berfoto
bersama.

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 46

LAMPIRAN

Lampiran Bentuk Kelas

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 47

Lampiran Lembar Kerja: Lembar Kerja Rencana Penyampaian Penerapan Disiplin Positif
LEMBAR KERJA RENCANA PENYAMPAIAN PENERAPAN DISIPLIN POSITIF

Nama:
Sekolah:

Pemangku Rencana dan cara penyampaian Poin penerapan disiplin di kelas Keterangan (diisi dengan poin
kepentingan atau sekolah tambahan terkait rencana.

sekolah Contoh: langkah pertama, dll)

Tenggat Waktu

Pemangku Rencana dan cara penyampaian Poin penerapan disiplin di kelas Keterangan (diisi dengan poin
kepentingan atau sekolah tambahan terkait rencana.

sekolah Contoh: langkah pertama, dll)

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 48

Tenggat Waktu Rencana dan cara penyampaian Poin penerapan disiplin di kelas Keterangan (diisi
atau sekolah dengan poin tambahan
Pemangku
kepentingan terkait rencana.
Contoh: langkah
sekolah
pertama, dll)

Tenggat Waktu

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 49

Lampiran Lembar Kerja: Panduan Praktik Keyakinan Kelas Bagian 1

PANDUAN PRAKTIK KEYAKINAN KELAS – BAGIAN 1

Keterangan Aktivitas

Aktivitas Utama Keterangan Aktivitas

● Tujuan bagian 1 adalah untuk menggali peraturan-peraturan yang
perlu disepakati di dalam kelas.

● Bapak-Ibu akan berperan sebagai guru yang akan bertugas
memfasilitasi curah pendapat dengan Calon Guru Penggerak lain yang
akan berperan sebagai murid.

● Metode curah pendapat diserahkan kepada Anda. Bapak-Ibu bisa

Menggali Peraturan- menggunakan post-it, diskusi berpasangan, memimpin diskusi secara
langsung, dll.

peraturan yang perlu ● Peraturan yang didapatkan pada bagian ini harus berjumlah minimal

Bagian 1 disepakati di kelas 10 peraturan yang berbeda. Peraturan ini yang akan digunakan untuk

bagian-bagian berikutnya dari praktik keyakinan kelas ini.

● Tulis setiap peraturan yang muncul pada kertas plano.

● Berikan pengantar mengenai aktivitas keyakinan kelas (tujuan,
gambaran aktivitas yang dilakukan).

● Ulas kembali peraturan yang sudah dibuat sebelum menyelesaikan
bagian Anda.

Peran CGP lain o Menjadi murid yang sedang mengikuti aktivitas. Keluarkan peraturan-
peraturan yang biasa muncul di kelas atau sekolah Bapak-Ibu.

o Mengobservasi jalannya bagian 1 sesuai dengan kotak di bawah ini.

Observasi Bagian 1 (untuk mengobservasi Calon Guru Penggerak yang mensimulasikan bagian
1)

Poin Observasi Keterangan

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 50

Memberikan pengantar aktivitas (tujuan, gambaran
aktivitas, dll)
Menciptakan suasana curah pendapat yang nyaman
untuk peserta
Mendengarkan pendapat/peraturan dari peserta
Mendokumentasikan peraturan yang dimunculkan
oleh peserta pada kertas plano
Mengulas kembali hasil peraturan yang muncul dari
peserta
Tujuan bagian 1 tercapai

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 51

Lampiran Lembar Kerja: Panduan Praktik Keyakinan Kelas Bagian 2

PANDUAN PRAKTIK KEYAKINAN KELAS – BAGIAN 2

Keterangan Aktivitas

Aktivitas Utama Keterangan Aktivitas

● Tujuan bagian 2 adalah untuk mengubah peraturan-peraturan yang
sudah disampaikan di bagian 1 menjadi kalimat yang lebih positif.

● Bapak-Ibu akan berperan sebagai guru yang akan bertugas
memfasilitasi diskusi dengan Calon Guru Penggerak lain yang akan
berperan sebagai murid.

Mengubah ● Semua peraturan yang sudah dimunculkan pada bagian 1 harus diubah

peraturan-peraturan menjadi kalimat positif.

Bagian 2 yang sudah dibuat ● Bapak-Ibu bisa mengajak diskusi para Calon Guru Penggerak untuk
dengan kalimat merumuskan peraturan dalam kalimat positif.
positif
● Tulis setiap kalimat positif yang muncul pada kertas plano yang sama
dengan bagian 1 atau di kertas plano yang berbeda.

● Berikan pengantar mengenai aktivitas mengubah peraturan menjadi
kalimat positif (tujuan, gambaran aktivitas yang dilakukan).

● Ulas kembali peraturan yang sudah dibuat pada bagian 1 sebelum
memulai diskusi perubahan kalimat tersebut. Ulas kembali seluruh
kalimat positif ini sebelum menyerahkan sesi ke bagian 3.

Peran CGP lain o Menjadi murid yang sedang mengikuti aktivitas. Ikut berdiskusi dan
berpendapat ketika sedang merumuskan kalimat positif ini

o Mengobservasi jalannya bagian 2 sesuai dengan kotak di bawah ini.

Observasi Bagian 2 (untuk mengobservasi Calon Guru Penggerak yang mensimulasikan bagian
2)

Poin Observasi Keterangan

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 52

Memberikan pengantar aktivitas (tujuan, gambaran
aktivitas, dll)

Mengulas kembali hasil curah pendapat yang
muncul pada bagian 1
Menciptakan suasana diskusi yang nyaman untuk
peserta

Mendengarkan pendapat/masukan dari peserta

Mendokumentasikan kalimat positif yang
dihasilkan dari diskusi pada kertas plano

Mengulas kembali hasil diskusi kalimat positif yang
muncul dari diskusi

Tujuan bagian 2 tercapai

Lampiran Lembar Kerja: Panduan Praktik Keyakinan Kelas Bagian 3

PANDUAN PRAKTIK KEYAKINAN KELAS – BAGIAN 3

Keterangan Aktivitas

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 53

Aktivitas Utama Keterangan Aktivitas

● Tujuan bagian 3 adalah untuk menyarikan peraturan kelas yang sudah
dibahas pada bagian sebelumnya, menjadi nilai kebajikan atau
keyakinan serta menyepakatinya

● Bapak-Ibu akan berperan sebagai guru yang akan bertugas

Menyarikan memfasilitasi diskusi dengan Calon Guru Penggerak lain yang akan

peraturan-peraturan berperan sebagai murid.

Bagian 3 yang sudah dibuat ● Ajak para murid berdiskusi untuk menyarikan seluruh peraturan yang
menjadi nilai sudah muncul sebelumnya menjadi nilai kebajikan/keyakinan kelas.

kebajikan/keyakinan ● Tulis setiap keyakinan kelas yang muncul pada kertas plano.

● Berikan pengantar mengenai aktivitas keyakinan kelas (tujuan,
gambaran aktivitas yang dilakukan).

● Ulas kembali keyakinan kelas yang sudah dibuat dan ajak murid untuk
menyepakatinya bersama-sama

Peran CGP lain o Menjadi murid yang sedang mengikuti aktivitas. Bagikan pendapat
Bapak-Ibu mengenai keyakinan kelas yang bisa diangkat berdasarkan
peraturan yang sudah didiskusikan sebelumnya

o Mengobservasi jalannya bagian 3 sesuai dengan kotak di bawah ini.

Observasi Bagian 3 (untuk mengobservasi Calon Guru Penggerak yang mensimulasikan bagian
3)

Poin Observasi Keterangan

Memberikan pengantar aktivitas (tujuan, gambaran
aktivitas, dll)

Menciptakan suasana diskusi yang nyaman untuk
peserta

Mampu menggali nilai kebajikan/keyakinan yang
muncul dari peserta

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 54

Mampu menghasilkan nilai kebajikan/keyakinan
kelompok

Mendokumentasikan keyakinan yang disepakati
pada kertas plano

Menciptakan kesepakatan keyakinan kelas dengan
semua peserta

Tujuan bagian 3 tercapai

Lampiran Lembar Kerja: Panduan Praktik Keyakinan Kelas Bagian 4

PANDUAN PRAKTIK KEYAKINAN KELAS – BAGIAN 4

Keterangan Aktivitas

Aktivitas Utama Keterangan Aktivitas

Kegiatan ● Tujuan bagian 4 adalah untuk menggali perilaku yang mencerminkan
keyakinan kelas juga yang tidak mencerminkan keyakinan kelas.

Bagian 4 pendalaman ● Bapak-Ibu akan berperan sebagai guru yang akan bertugas
keyakinan kelas – memfasilitasi diskusi dengan Calon Guru Penggerak lain yang akan

tampak seperti/tidak berperan sebagai murid.

seperti ● Metode diskusi diserahkan kepada Anda. Bapak-Ibu bisa menggunakan
post-it, diskusi berpasangan, memimpin diskusi secara langsung, dll.

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 55

Peran CGP lain ● Tulis setiap perilaku yang muncul pada kertas plano tabel t (tampak
seperti dan tidak tampak seperti) dan tabel y (terlihat, terdengar,
berperilaku).

● Perilaku yang dimunculkan pada tabel t tertulis dengan kalimat positif
(contoh salah: keyakinan kelas hormat, tidak tampak seperti datang
terlambat, tampak seperti tidak datang terlambat).

● Fokuskan pada 2-3 keyakinan saja.

● Berikan pengantar mengenai aktivitas pendalaman ini (tujuan,
gambaran aktivitas yang dilakukan).

o Menjadi murid yang sedang mengikuti aktivitas. Ikuti diskusi dan
berikan pendapat.

o Mengobservasi jalannya bagian 4 sesuai dengan kotak di bawah ini.

Observasi Bagian 4 (untuk mengobservasi Calon Guru Penggerak yang mensimulasikan bagian
4)

Poin Observasi Keterangan

Memberikan pengantar aktivitas (tujuan, gambaran
aktivitas, dll)

Menciptakan suasana diskusi yang nyaman untuk
peserta

Menggali ide/pendapat peserta mengenai isi dari
tabel t dan tabel y

Mendengarkan pendapat/ide dari peserta

Menuliskan hasil pada tabel T dan tabel Y yang
dimunculkan oleh peserta

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 56

Isi dari tabel T dan tabel Y sesuai dengan keyakinan
kelas yang sudah dibuat

Tujuan bagian 4 tercapai

Lampiran Lembar Kerja: Panduan Praktik Keyakinan Kelas Bagian 5

PANDUAN PRAKTIK KEYAKINAN KELAS – BAGIAN 5

Keterangan Aktivitas

Aktivitas Utama Keterangan Aktivitas

● Tujuan bagian 5 adalah untuk memperdalam tugas warga kelas (guru
dan murid)

Kegiatan ● Bapak-Ibu akan berperan sebagai guru yang akan bertugas
Pendalaman memfasilitasi diskusi dengan Calon Guru Penggerak lain yang akan
Keyakinan Kelas – berperan sebagai murid.

● Metode diskusi diserahkan kepada Anda. Bapak-Ibu bisa menggunakan
post-it, diskusi berpasangan, memimpin diskusi secara langsung, dll.

Bagian 5 Tugas saya dan Tugas ● Gali apa yang menjadi tanggung jawab guru dan murid di kelas dan
kamu sekolah serta apa yang bukan menjadi tanggung jawab tiap guru dan
murid.

● Berikan pengantar mengenai aktivitas keyakinan kelas (tujuan,
gambaran aktivitas yang dilakukan).

● Berikan penutup atas keseluruhan proses pembuatan keyakinan kelas

Peran CGP lain o Menjadi murid yang sedang mengikuti aktivitas. Ikuti diskusi dan
berikan pendapat.

o Mengobservasi jalannya bagian 5 sesuai dengan kotak di bawah ini.

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 57

Observasi Bagian 5 (untuk mengobservasi Calon Guru Penggerak yang mensimulasikan bagian
5)

Poin Observasi Keterangan

Memberikan pengantar aktivitas (tujuan, gambaran
aktivitas, dll)

Menciptakan suasana curah pendapat yang nyaman
untuk peserta

Menggali gagasan dari peserta mengenai tanggung
jawab guru & murid serta yang bukan menjadi
tanggung jawabanya

Mendengarkan pendapat/ide dari peserta

Menuliskan hasil diskusi yang dimunculkan oleh
peserta pada bagan tugas (kertas plano)

Mengulas kembali hasil diskusi yang dihasilkan

Tujuan bagian 5 tercapai

Lampiran Lembar Kerja: Panduan Observasi dan Refleksi Segitiga Restitusi

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 58

PANDUAN OBSERVASI DAN REFLEKSI SEGITIGA RESTITUSI

Pada saat praktik, tugas Bapak-Ibu sebagai observer (pengamat) adalah:
1. Mengobservasi jalannya percakapan (sesuai dengan checklist di bawah. Berikan tanda

centang di kolom tengah)
2. Mencatat kata-kata penting yang muncul dari percakapan

3. Memimpin sesi refleksi singkat setelah percakapan selesai dilakukan (panduan di bawah)

Poin Observasi Keterangan

Membuka percakapan dengan ramah

Menggali cerita dari sudut pandang murid

Menggali alasan murid dalam melakukan tindakan
tersebut
Menggunakan tahapan pertama dari segitiga restitusi
(Menstabilkan Identitas)
Menggunakan tahapan kedua dari segitiga restitusi
(Validasi tindakan yang salah)

Menggunakan tahapan ketiga dari segitiga restitusi
(Menanyakan keyakinan)

Menawarkan restitusi pada murid
Menggali tindakan restitusi yang diusulkan oleh murid

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 59

Langkah-langkah memimpin proses refleksi setelah praktik:
1. Diskusikan secara singkat dengan Calon Guru Penggerak yang bermain peran sebagai guru &
murid:

a. Apa yang sekiranya menjadi kebutuhan murid pada kasus tersebut?
b. Apakah nilai keyakinan yang dilanggar dijawab dengan tepat? Apakah ada tambahan?
c. Apakah tindakan restitusi yang diusulkan oleh murid sudah dirasa tepat? Jika belum tepat,
apa tindakan restitusi yang dirasa lebih tepat?
2. Sampaikan hasil observasi Anda
3. Ajak para Calon Guru Penggerak untuk berdiskusi:
a. apa hambatan dalam melakukan segitiga restitusi?
b. apa hal baik yang sudah Anda lakukan selama praktik tadi?
c. apa hal yang bisa ditingkatkan dari diri Anda Untuk melakukan restitusi ini?
c. apa perbedaan perasaan serta pandangan sebelum dan sesudah melakukan restitusi ini?
d. apa hal yang Anda pelajari dari seluruh proses ini?
4. Apresiasi usaha yang sudah dilakukan rekan-rekan Anda..

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 60

Lampiran Lembar: Kasus Segitiga Restitusi – Kasus A (Guru)

KASUS SEGITIGA RESTITUSI – A (Guru)

Catatan:
Kasus ini adalah kasus yang akan digunakan untuk praktik segitiga restitusi dalam lokakarya 2 Program
Pendidikan Guru Penggerak. Perankan lah diri Anda sebagai guru yang akan melakukan percakapan
dengan murid sesuai dengan kasus di bawah ini. Ingatlah bahwa ini hanya sebuah Latihan.

Kasus A:
Anda adalah seorang wali kelas 8 SMP Pelindung. Pada saat jam istirahat makan siang, Anda melihat
salah satu murid Anda bernama Amira sedang menangis sendirian di dalam kelas. Anda menghampiri
Amira dan mengajak berbicara. Ternyata Amira menangis karena tadi Ali sempat mengejek Amira karena
nilai ulangannya lebih rendah dibandingkan nilai yang didapatkan Ali. Anda sebagai Guru merasa bahwa
ada keyakinan kelas yang tidak diikuti oleh Ali dan akhirnya sepulang sekolah Anda mengajak Ali untuk
berbicara.
Keyakinan Kelas Anda:
1. SETIAP ANGGOTA KELAS PERLU BELAJAR
2. SETIAP ANGGOTA KELAS PERLU MERASA SENANG
3. SETIAP ANGGOTA KELAS PERLU SALING MENGHARGAI
4. SETIAP ANGGOTA KELAS PERLU MERASA AMAN
Tugas Anda:
1. Lakukan percakapan restitusi dengan Ali
2. Percakapan ini harus mampu menggali:
* Sudut pandang Ali dari kejadian ini

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 61

* Kebutuhan yang berusaha dipenuhi oleh Ali terkait aksi yang dilakukan (tanyakan terkait: alasan Ali
melakukan tindakan tersebut)
* Keyakinan kelas yang dilanggar
* Aksi yang dilakukan ke depannya.
3. Gunakan 3 tahap segitiga restitusi dan tawarkan restitusi kepada Ali

Tahapan Contoh variasi kalimat

Menstabilkan identitas ● “berbuat salah itu tidak apa-apa”
● “Tidak ada manusia yang sempurna”
● “Saya ingin mencari solusi dari permasalahan ini”

● Dsb

Validasi tindakan yang ● “kamu pasti punya alasan mengapa melakukan hal tersebut”
salah
● “ya bisa terlihat kamu merasa bangga terhadap hasil yang kamu
dapatkan, tapi ada hal yang jadinya merugikan untuk orang lain”

● Dsb

Menanyakan keyakinan ● “apa keyakinan kelas yang kita percayai?”
● “keyakinan apa yang belum kamu tunjukkan?”

● “apakah tindakanmu mencerminkan keyakinan kelas tersebut”

● Anda bisa menggunakan contoh kalimat ini ataupun menggunakan kalimat lainnya yang
dirasa tepat dengan situasinya.

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 62

Lampiran Lembar: Kasus Segitiga Restitusi – Kasus A (Murid)

KASUS SEGITIGA RESTITUSI – A (Murid)

Catatan:
Kasus ini adalah kasus yang akan digunakan untuk praktik segitiga restitusi dalam lokakarya 2 Program
Pendidikan Guru Penggerak. Perankan lah diri Anda sebagai Ali yang akan melakukan percakapan dengan
guru Anda sesuai dengan kasus di bawah ini. Ingatlah bahwa ini hanya sebuah Latihan. Akan terdapat
penjelasan kasus dari sisi Anda, dan ikutilah petunjuk jawaban di bawah.

Kasus A:
Anda bernama Ali, seorang murid kelas 8 SMP Pelindung. Sewaktu jam sebelum istirahat makan siang
baru dimulai, Anda melihat Amira yang sedang memperhatikan hasil ujian/ulangan yang didapatkannya.
Anda menghampiri Amira dan bertanya berapakah nilai yang didapatkannya. Amira menjawab
mendapatkan hasil 60. Seketika Anda merasa senang dengan nilai yang 90 yang Anda dapatkan. Rasa
senang itu Anda keluarkan dengan mengucapkan “Yee nilai saya lebih bagus dari kamu. Kamu tidak
belajar dengan benar sih. Belajar lebih keras lagi ya hehehe” (dengan nada menyindir). Amira yang
mendengar itu langsung tiba-tiba terlihat sedih dan terlihat mulai menangis. Anda langsung merasa
bersalah, namun menyadari ada teman lain yang masuk ke dalam kelas, Anda memutuskan untuk keluar
dari kelas.
Sewaktu jam pulang sekolah, Guru Anda meminta waktu sebentar untuk berbincang dengan Anda.

Keyakinan Kelas Anda:
1. SETIAP ANGGOTA KELAS PERLU BELAJAR
2. SETIAP ANGGOTA KELAS PERLU MERASA SENANG
3. SETIAP ANGGOTA KELAS PERLU SALING MENGHARGAI
4. SETIAP ANGGOTA KELAS PERLU MERASA AMAN

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 63

Tugas Anda (Ali): berikan informasi pada pertanyaan sesuai dengan keterangan di bawah ini
1. Lakukan percakapan dengan guru Anda
2. berikan informasi pada pertanyaan sesuai dengan keterangan di bawah ini (Anda tidak perlu

membuat jawaban Anda sendiri):
● Ceritakan ini dari sudut pandang sebagai Ali
● Kebutuhan yang berusaha Anda penuhi adalah kebutuhan penguasaan. Jika ditanya alasan

dibalik Ali mengejek katakan dengan “karena awalnya saya merasa bangga bahwa saya lebih
hebat dari Amira”
● Anda merasa bersalah karena sudah mengejek Amira
● Keyakinan yang dilanggar adalah Setiap anggota kelas perlu saling menghargai (nomor 3)
● Jika Anda ditawarkan restitusi, jawablah dengan iya. Aksi yang ingin dilakukan untuk
memperbaiki hal ini adalah meminta maaf kepada Amira, dan mengajak rekan sekelas untuk
mengulas kembali keyakinan kelas yang sudah dibuat, terutama dalam Tindakan-tindakan
yang mencerminkan keyakinan kelas tersebut

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 64

Lampiran Lembar: Kasus Segitiga Restitusi – Kasus B (Guru)

KASUS SEGITIGA RESTITUSI – B (Guru)

Catatan:
Kasus ini adalah kasus yang akan digunakan untuk praktik segitiga restitusi dalam lokakarya 2 Program
Pendidikan Guru Penggerak. Perankan lah diri Anda sebagai guru yang akan melakukan percakapan
dengan murid sesuai dengan kasus di bawah ini. Ingatlah bahwa ini hanya sebuah Latihan.

Kasus B:
Anda adalah wali kelas 9 SMP Pelindung. Suatu hari, saat kegiatan belajar mengajar sudah selesai, Anda
dihampiri oleh salah satu guru, yaitu Basti. Guru tersebut menceritakan kejadian yang terjadi pada hari
ini pada salah satu murid Anda, yaitu Bitha. Menurut Bpk. Basti, beliau dan beberapa guru lainnya
merasa bahwa Bitha berbohong. Saat guru-guru tersebut mengajar, Bitha beberapa kali ijin ke toilet.
Pada awalnya guru-guru tersebut merasa biasa saja, namun dalam satu jam pelajaran Bitha bisa
beberapa kali izin ke toilet. Ketika ditanya alasannya, Bitha selalu bilang “sembelit”. Setiap kali Bitha ijin
ke toilet pun selalu diiringi dengan tawa dari teman-temannya. Beberapa guru berkata pada Bpk. Basti
bahwa mereka menawarkan Bitha untuk pergi ke unit Kesehatan sekolah, namun ditolak oleh Bitha.
Anda mengerti dengan situasinya dan akhirnya memutuskan untuk berbicara dengan Bitha.
Keesokan harinya Anda meminta waktu dengan Bitha untuk diskusi dan mengklarifikasi laporan dari
Bpk. Basti.
Keyakinan Kelas Anda:
1. SELALU BERSIKAP POSITIF
2. SENANTIASA MENJADI DIRI TERBAIK
3. PERCAYA DAN MENGHORMATI ORANG LAIN SERTA BARANG MILIKNYA
4. SENANTIASA MEMBANTU
Tugas Anda:

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 65

1. Lakukan percakapan restitusi dengan Bitha
2. Percakapan ini harus mampu menggali:
* Cerita dari sudut pandang Bitha
* Kebutuhan yang berusaha dipenuhi Bitha dalam melakukan aksi tersebut (Anda bisa menanyakan
alasan Bitha melakukan aksi tersebut)
* Keyakinan kelas yang dilanggar
* Tindakan yang akan dilakukan ke depannya.
3. Gunakan 3 tahap segitiga restitusi dan tawarkan restitusi kepada Bitha

Tahapan Contoh variasi kalimat

Menstabilkan identitas ● “berbuat salah itu tidak apa-apa”
● “Tidak ada manusia yang sempurna”
● “Saya ingin mencari solusi dari permasalahan ini”
● Dsb

Validasi tindakan yang salah ● “kamu pasti punya alasan mengapa melakukan hal tersebut”
● “ya bisa terlihat kamu merasa senang dengan hal yang kamu lakukan,

tapi jadinya merugikan untuk orang lain”
● Dsb

Menanyakan keyakinan ● “apa keyakinan kelas yang kita percayai?”
● “keyakinan apa yang belum kamu tunjukkan?”
● “apakah tindakanmu mencerminkan keyakinan kelas tersebut”

● Anda bisa menggunakan contoh kalimat ini ataupun menggunakan kalimat lainnya yang dirasa
tepat dengan situasinya.

Lampiran Lembar: Kasus Segitiga Restitusi – Kasus B (Murid)

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 66

KASUS SEGITIGA RESTITUSI – B (Murid)

Catatan:
Kasus ini adalah kasus yang akan digunakan untuk praktik segitiga restitusi dalam lokakarya 2 Program
Pendidikan Guru Penggerak. Perankan lah diri Anda sebagai Bitha yang akan melakukan percakapan
dengan guru Anda sesuai dengan kasus di bawah ini. Ingatlah bahwa ini hanya sebuah Latihan. Akan
terdapat penjelasan kasus dari sisi Anda, dan ikutilah petunjuk jawaban di bawah.

Kasus B:
Anda adalah Bitha, seorang murid kelas 9 SMP Pelindung. Anda jarang sekali berinteraksi dengan teman
sekelas Anda, dan Anda ingin sekali dekat dengan mereka. Suatu hari sebelum sekolah dimulai, Anda
sedang berbicara dengan teman-teman kelas Anda. Anda bersama dengan teman-teman sedang
berdiskusi mengenai hal apa yang lucu untuk dilakukan. Anda iseng mengeluarkan ide selalu ijin ke toilet
pada setiap jam pelajaran. Tak disangka, teman-teman Anda terlihat senang dengan ide Anda tersebut
dan menantang Anda untuk mencobanya. Anda mencoba pertama kali pada saat kelas matematika Bpk.
Basti. Di tengah penjelasan Bpk. Basti, Anda mengangkat tangan Anda untuk ijin ke toilet. Izin diberikan
oleh Bpk. Basti. Anda juga tidak melakukan apa-apa saat di toilet. Saat Anda kembali ke kelas, Anda
mendengarkan penjelasan ke Bpk. Basti, sampai pada saat Beliau memberikan waktu untuk bertanya.
Tanpa ragu Anda mengangkat tangan Anda, hingga Bpk. Basti bertanya “ya Bitha mau tanya apa?” lalu
Anda menjawab “tidak Pak saya mau ijin ke toilet”. Ketika Anda mengatakan itu, Anda mendengar
teman-teman Anda cekikikan, tertawa pelan. Hal ini pun Anda lakukan pada jam-jam berikutnya. Ketika
ditanya ada apa dengan diri Anda, Anda selalu menjawab “maaf, saya sembelit”. Namun Anda juga
menolak untuk dibawa ke unit Kesehatan sekolah. Di hari itu, Anda jadi akrab dengan teman-teman
sekelas Anda. Anda pun merasa senang karena akhirnya lebih akrab dengan teman sekelas Anda
Esok harinya, Anda dipanggil oleh wali kelas Anda. Wali kelas Anda menanyakan mengenai laporan Bpk.
Basti.

Keyakinan Kelas Anda:

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 67

1. SELALU BERSIKAP POSITIF
2. SENANTIASA MENJADI DIRI TERBAIK
3. PERCAYA DAN MENGHORMATI ORANG LAIN SERTA BARANG MILIKNYA
4. SENANTIASA MEMBANTU

Tugas Anda (Bitha): berikan informasi pada pertanyaan sesuai dengan keterangan di bawah ini
1. Lakukan percakapan dengan guru Anda
2. berikan informasi terkait pertanyaan sesuai dengan keterangan di bawah ini (Anda tidak perlu

membuat jawaban sendiri):
● Ceritakan ini dari sudut pandang Anda sebagai Bitha (catatan: berperanlah pada awalnya Anda

tidak merasa melakukan kesalahan, namun setelah Anda bercerita, Anda menyadari
kesalahan Anda)
● Kebutuhan yang Anda coba penuhi adalah kebutuhan kasih sayang. Jika Anda ditanya alasan
mengapa melakukan hal itu, jawablah dengan “karena teman-teman menganggap saya orang
yang seru dengan melakukan itu”
● Keyakinan yang dilanggar adalah Percaya Dan Menghormati Orang Lain Serta Barang Miliknya
(nomor 3) dan Selalu Bersikap Positif (nomor 1)
● Jika Anda ditawarkan restitusi, jawablah dengan iya. Aksi yang ingin dilakukan untuk
memperbaiki hal ini adalah mengingatkan teman-teman yang lain agar tetap menghormati
guru-guru yang mengajar.

Lampiran Lembar: Kasus Segitiga Restitusi – Kasus C (Guru)

KASUS SEGITIGA RESTITUSI – C (Guru)

Catatan:

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 68

Kasus ini adalah kasus yang akan digunakan untuk praktik segitiga restitusi dalam lokakarya 2 Program
Pendidikan Guru Penggerak. Perankan lah diri Anda sebagai guru yang akan melakukan percakapan
dengan murid sesuai dengan kasus di bawah ini. Ingatlah bahwa ini hanya sebuah Latihan.

Kasus C:
Anda adalah wali kelas 7 SMP Pelindung. Anda baru saja selesai menghadiri rapat Guru dan ingin kembali
ke ruang kelas Anda untuk melihat tim piket kelas Anda bekerja. Sesampai di kelas Anda terkejut karena
hanya ada 2 murid Anda yang sedang membersihkan kelas. Anda menyadari bahwa Ciko tidak ikut
berpartisipasi dalam piket. Anda tahu betul bahwa Ciko hari ini masuk sekolah. Anda bertanya kepada
murid-murid lain yang sedang piket, dan mereka hanya menjawab bahwa Ciko tiba-tiba keluar begitu
saja dari ruangan kelas dan membawa tasnya. Penasaran dengan hal itu, Anda mencoba mencari Ciko
dan menemukannya di warung depan sekolah sedang jajan. Anda memutuskan untuk langsung
berbicara dengan Ciko di saat itu juga.

Keyakinan Kelas Anda:
1. HORMAT (menghormati semua orang dan barang milik orang lain)
2. BEKERJA (mengerjakan segala pekerjaan atau mengikuti segala kegiatan yang ditugaskan)
3. DITERIMA DAN DIMILIKI (saling menerima satu sama lain dan saling peduli)
Tugas Anda:
1. Lakukan percakapan restitusi dengan Ciko
2. Percakapan ini harus mampu menggali:
* Cerita dari sudut pandang Ciko
* Kebutuhan yang berusaha dipenuhi Ciko dalam melakukan aksi tersebut (Anda bisa menanyakan
alasan Ciko melakukan aksi tersebut)
* Keyakinan kelas yang dilanggar
* Tindakan yang akan dilakukan ke depannya.
3. Gunakan 3 tahap segitiga restitusi dan tawarkan restitusi kepada Ciko

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 69

Tahapan Contoh variasi kalimat

Menstabilkan identitas ● “berbuat salah itu tidak apa-apa”
● “Tidak ada manusia yang sempurna”
● “Saya ingin mencari solusi dari permasalahan ini”
● Dsb

Validasi tindakan yang salah ● “kamu pasti punya alasan mengapa melakukan hal tersebut”
● “ya bisa terlihat kamu merasa senang dengan hal yang kamu lakukan,

tapi jadinya merugikan untuk orang lain”
● Dsb

Menanyakan keyakinan ● “apa keyakinan kelas yang kita percayai?”
● “keyakinan apa yang belum kamu tunjukkan?”
● “apakah tindakanmu mencerminkan keyakinan kelas tersebut”

● Anda bisa menggunakan contoh kalimat ini ataupun menggunakan kalimat lainnya yang dirasa
tepat dengan situasinya.

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 70

Lampiran Lembar: Kasus Segitiga Restitusi – Kasus C (Murid)

KASUS SEGITIGA RESTITUSI – C (Murid)

Catatan:
Kasus ini adalah kasus yang akan digunakan untuk praktik segitiga restitusi dalam lokakarya 2 Program
Pendidikan Guru Penggerak. Perankan lah diri Anda sebagai Ciko yang akan melakukan percakapan
dengan guru Anda sesuai dengan kasus di bawah ini. Ingatlah bahwa ini hanya sebuah Latihan. Akan
terdapat penjelasan kasus dari sisi Anda, dan ikutilah petunjuk jawaban di bawah.

Kasus C:
Anda adalah Ciko, seorang murid kelas 7 SMP Pelindung. Pada saat kegiatan belajar mengajar selesai,
Anda merasa senang karena bisa langsung pulang ke rumah. Anda sudah bersiap-siap dengan tas Anda,
sebelum akhirnya dua teman Anda menghampiri untuk mengingatkan bahwa hari ini adalah jadwal piket
Anda. Anda pun teringat akan jadwal piket tersebut, dan akhirnya memutuskan untuk ikut
berpartisipasi. Di tengah-tengah Anda membersihkan kelas, Anda merasa bosan sekali. Seakan
pekerjaan ini tidak pernah selesai-selesai. Anda akhirnya memutuskan untuk keluar saja dari ruangan
pada saat teman-teman Anda tidak melihat. Anda berhasil menyelinap keluar kelas, sebelum pekerjaan
Anda selesai. Anda merasa bebas. Sewaktu Anda keluar dari sekolah, Anda memutuskan untuk jajan
terlebih dahulu di warung depan sekolah. Disana Anda sedang asyik menikmati jajanan yang Anda beli
sebelum akhirnya terdengar suara memanggil Anda. Itu adalah suara wali kelas Anda. Beliau meminta
waktu Anda sebentar untuk berbicara. Anda mengiyakan, dan langsung merasa malu mengetahui apa
yang ingin dibicarakan.
Keyakinan Kelas Anda:
1. HORMAT (menghormati semua orang dan barang milik orang lain)
2. BEKERJA (mengerjakan segala pekerjaan atau mengikuti segala kegiatan yang ditugaskan)
3. DITERIMA DAN DIMILIKI (saling menerima satu sama lain dan saling peduli)

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 71

Tugas Anda (Ciko): berikan informasi pada pertanyaan sesuai dengan keterangan di bawah ini
1. Lakukan percakapan dengan guru Anda
2. berikan informasi terkait pertanyaan sesuai dengan keterangan di bawah ini (Anda tidak perlu

membuat jawaban sendiri):
● Ceritakan ini dari sudut pandang sebagai Ciko
● Kebutuhan yang Anda coba penuhi adalah kebutuhan akan kebebasan. Jika Anda ditanya alasan

mengapa melakukan hal itu, jawablah dengan “karena bosan dengan membersihkan kelas
seakan tidak selesai-selesai”
● Keyakinan yang dilanggar adalah Bekerja (nomor 2)
● Jika Anda ditawarkan untuk melakukan restitusi, jawablah dengan iya. Aksi yang ingin dilakukan
untuk memperbaiki hal ini adalah menjadi penanggung jawab utama piket kelas. Ciko akan
melaporkan kejadian yang terjadi seputar kebersihan kelas.

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 72

DAFTAR PERIKSA PERLENGKAPAN

[V] JENIS PERLENGKAPAN TOTAL KETERANGAN

Laptop 1

Proyektor 1

Layar 1

Pointer 1

Kamera 1

Papan plano 1

Kertas plano 20

Spidol marker 5

Spidol warna-warni 20

Lakban kertas 3

Pulpen 20

Post-it

● Oranye 100

● Hijau 30

● Kuning 30

● Biru 30

Lembar Kerja Rencana Penyampaian Penerapan Disiplin
20 Dicetak

Positif

Panduan Praktik Keyakinan Kelas – Bagian 1 20 Dicetak

Panduan Praktik Keyakinan Kelas – Bagian 2 20 Dicetak

Panduan Praktik Keyakinan Kelas – Bagian 3 20 Dicetak

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 73

Panduan Praktik Keyakinan Kelas – Bagian 4 20 Dicetak

Panduan Praktik Keyakinan Kelas – Bagian 5 20 Dicetak

Lembar Kerja Panduan Observasi dan Refleksi Segitiga
20 Dicetak

Restitusi

Lembar Kasus Segitiga Restitusi Kasus A (Guru) 5 Dicetak

Lembar Kasus Segitiga Restitusi Kasus A (Murid) 5 Dicetak

Lembar Kasus Segitiga Restitusi Kasus B (Guru) 5 Dicetak

Lembar Kasus Segitiga Restitusi Kasus B (Murid) 5 Dicetak

Lembar Kasus Segitiga Restitusi Kasus C (Guru) 5 Dicetak

Lembar Kasus Segitiga Restitusi Kasus C (Murid) 5 Dicetak

Lembar Absensi 1

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 74

Lampiran Bacaan untuk Pengajar Praktik: Keyakinan Kelas (diambil dari Modul Guru
Penggerak 1.4. Budaya Positif - Tidak Perlu Dicetak)

2.3: Keyakinan Kelas
Tujuan Pembelajaran Khusus:
● CGP dapat memahami pentingnya memiliki keyakinan kelas sebagai fondasi dan arah

tujuan sebuah sekolah/kelas, yang akan menjadi landasan dalam memecahkan konflik
atau permasalahan di dalam sebuah sekolah/kelas.
● CGP dapat memahami proses pembentukan dari peraturan-peraturan beralih ke
keyakinan kelas.
● CGP akan dapat berpikir kritis, kreatif, reflektif, dan terbuka dalam menggali nilai
keyakinan-keyakinan pada lingkungan mereka masing-masing.

Pertanyaan Pemantik:

● Mengapa Keyakinan Kelas, mengapa tidak peraturan kelas saja?
● Mengapa adanya Keyakinan Kelas penting untuk terbentuknya sebuah budaya

positif?
● Bagaimana mewujudkan sebuah Keyakinan Kelas yang efektif?

Bapak dan Ibu para Calon Guru Penggerak ,
Setiap tindakan atau perilaku yang kita lakukan di dalam kelas dapat menentukan terciptanya
sebuah lingkungan positif. Perilaku warga kelas tersebut menjadi sebuah kebiasaan, yang
akhirnya membentuk sebuah budaya positif. Untuk terbentuknya budaya positif pertama-
tama perlu diciptakan dan disepakati keyakinan-keyakinan atau prinsip-prinsip dasar
bersama di antara para warga kelas. Hal ini berkaitan dengan modul 1.2 dan modul 1.3 yang
membahas tentang nilai-nilai kebajikan dan visi sebuah sekolah yang perlu ada untuk
menentukan arah tujuan dari sebuah institusi/sekolah. Penyatuan pemikiran untuk

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 75

mendapatkan nilai-nilai kebajikan serta visi sekolah tersebut kemudian diturunkan di kelas-
kelas menjadi keyakinan kelas yang disepakati bersama.

Mengapa keyakinan kelas, mengapa tidak peraturan kelas saja?
Pertanyaan berikut adalah, “Mengapa kita memiliki peraturan tentang penggunaan helm
pada saat mengendarai kendaraan roda dua/motor?” Kemungkinan jawaban Anda adalah
untuk ‘keselamatan’. Pertanyaan berikut adalah, “Mengapa kita memiliki peraturan tentang
penggunaan masker dan mencuci tangan setiap saat?” Mungkin jawaban Anda adalah “untuk
kesehatan dan/atau keselamatan”.
Nilai-nilai keselamatan atau kesehatan inilah yang kita sebut sebagai suatu ‘keyakinan’, yaitu
nilai-nilai kebajikan atau prinsip-prinsip universal yang disepakati bersama secara universal,
lepas dari latar belakang suku, negara, bahasa maupun agama. Menurut Gossen (1998), suatu
keyakinan akan lebih memotivasi seseorang dari dalam, atau memotivasi secara intrinsik.
Seseorang akan lebih tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinannya, daripada
hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan. Murid-murid pun demikian, mereka perlu
mendengarkan dan mendalami tentang suatu keyakinan, daripada hanya mendengarkan
peraturan-peraturan yang mengatur mereka harus berlaku begini atau begitu.

Pembentukan Keyakinan Kelas:
● Keyakinan kelas bersifat lebih ‘abstrak’ daripada peraturan, yang lebih rinci dan
konkrit.
● Keyakinan kelas berupa pernyataan-pernyataan universal.
● Pernyataan keyakinan kelas senantiasa dibuat dalam bentuk positif.
● Keyakinan kelas hendaknya tidak terlalu banyak, sehingga mudah diingat dan
dipahami oleh semua warga kelas.
● Keyakinan kelas sebaiknya sesuatu yang dapat diterapkan di lingkungan

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 76

tersebut.
● Semua warga kelas hendaknya ikut berkontribusi dalam pembuatan keyakinan

kelas lewat kegiatan curah pendapat.
● Bersedia meninjau kembali keyakinan kelas dari waktu ke waktu.

Prosedur Pembentukan Keyakinan Kelas:
1. Mempersilakan murid-murid di kelas untuk bercurah pendapat tentang peraturan

yang perlu disepakati di kelas.
2. Mencatat semua masukan-masukan para murid di papan tulis atau di kertas besar

(kertas ukuran poster), di mana semua anggota kelas bisa melihat hasil curah
pendapat.
3. Susunlah keyakinan kelas sesuai prosedur ‘Pembentukan Keyakinan Kelas’. Gantilah
kalimat-kalimat dalam bentuk negatif menjadi positif.
Contoh
Kalimat negatif : Jangan berlari di kelas atau koridor.
Kalimat positif: Berjalanlah di kelas atau koridor.
4. Tinjau kembali daftar curah pendapat yang sudah dicatat. Andamungkin akan
mendapati bahwa pernyataan yang tertulis di sana masih banyak yang berupa
peraturan-peraturan. Selanjutnya, ajak murid-murid untuk menemukan nilai
kebajikan atau keyakinan yang menjadi inti dari peraturan tersebut. Contoh:
Berjalan di kelas, Dengarkan Guru, Datanglah tepat waktu bisa disarikan menjadi 1
Keyakinan, yaitu keyakinan untuk Saling Menghormati atau nilai kebajikan Hormat.
Keyakinan inilah yang dijadikan daftar untuk disepakati. Kegiatan ini juga
merupakan peralihan dari bentuk peraturan ke keyakinan kelas.
5. Tinjau ulang Keyakinan Kelas secara bersama-sama. Seharusnya setelah beberapa
peraturan telah disatukan menjadi beberapa keyakinan maka jumlah butir

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 77

pernyataan keyakinan akan berkurang. Sebaiknya keyakinan kelas tidak terlalu
banyak, bisa berkisar antara 3-7 prinsip/keyakinan. Bilamana terlalu banyak, maka
warga kelas akan sulit mengingatnya.
6. Setelah keyakinan kelas selesai dibuat, maka semua warga kelas dipersilakan
meninjau ulang, dan menyetujuinya dengan menandatangani keyakinan kelas
tersebut, termasuk guru dan semua murid.
7. Keyakinan Kelas selanjutnya bisa dilekatkan di dinding kelas di tempat yang mudah
dilihat semua warga kelas.
Contoh Keyakinan Kelas:
Keyakinan Kelas !:

● Setiap anggota kelas perlu belajar.
● Setiap anggota kelas perlu senang.
● Setiap anggota kelas perlu melakukan tugas.
● Setiap anggota kelas perlu saling menghargai.
● Setiap anggota kelas perlu merasa aman.
Keyakinan Kelas 5

● Selalu bersikap positif.
● Senantiasa menjadi diri terbaik.
● Percaya dan menghormati orang lain serta barang

miliknya.
● Berkomitmen terhadap setiap tugas.
● Senantiasa membantu.

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 78

Keyakinan Kelas 7

HORMAT
Kami meyakini bahwa sangat penting untuk menghormati semua orang dan

barang milik orang lain

BEKERJA
Kami meyakini bahwa sangat penting untuk mengerjakan segala pekerjaan

atau mengikuti kegiatan yang telah ditugaskan.

DITERIMA DAN DIMILIKI
Kami meyakini bahwa sangat penting untuk merasa diterima pada suatu

kelompok dan saling peduli satu dengan yang lain.

Agar semua warga kelas dapat memahami setiap pernyataan yang telah tercantum
dalam keyakinan kelas, maka selama seminggu di awal tahun ajaran baru dapat
didedikasikan untuk pendalaman setiap keyakinan dengan berbagai kegiatan.

Kegiatan-kegiatan Pendalaman Keyakinan Kelas:
a) Kegiatan Tampak Seperti/Tidak Tampak Seperti:
Anggota kelas dibagi menjadi beberapa kelompok, dan setiap kelompok diberikan
kertas. Salah satu anggota kelompok membuat huruf T kapital yang besar (Tabel T). Guru
memberikan salah satu ‘keyakinan kelas’ kepada setiap kelompok. Dua kelompok bisa
mendapatkan keyakinan yang sama bila ada 10 kelompok. Selanjutnya setiap kelompok
diminta untuk bercurah pendapat tentang keyakinan tersebut, tampak seperti apa,
tampak tidak seperti apa. Kemudian hasil curah pendapat setiap kelompok
dipresentasikan pada kelompok besar, dan kertasnya ditempel di sekeliling dinding kelas
untuk dapat dilihat setiap warga kelas agar menguatkan pemahaman.

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 79

Contoh
Tampak Seperti/Tidak Tampak Seperti (Tabel T) dari Keyakinan Kelas 7:

HORMAT

Tampak Seperti Tidak Tampak Seperti

Datang tepat waktu Sering hadir terlambat

Menyapa teman dan guru setiap hari Tak acuh kepada teman dan guru

Mengembalikan barang teman yang telah Tidak mengembalikan barang yang telah dipinjam

dipinjam dan mengucapkan ‘terima kasih’ dan meletakkan sembarangan.

……………………………….. dst …………………………….. dst

BEKERJA

Tampak Seperti Tidak Tampak Seperti
Tekun bekerja dan menyimak guru
Menyerahkan tugas tepat waktu. Tidak mendengarkan guru dan acuh tak acuh.
Memberikan hasil terbaik.
…………………………… dst Tugas tidak diberikan

Asal-asalan mengerjakan tugas.

……………………………. dst

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 80

RASA DITERIMA DAN DIMILIKI

Tampak Seperti Tidak Tampak Seperti

Melibatkan semua anggota kelompok. Mengucilkan salah satu teman kita.

Memberikan kata-kata atau komen-komen Marah atau iri kepada atas keberhasilan teman-

membesarkan hati bila teman kita berhasil. teman kita.

Menjenguk atau menanyakan kabar teman yang Acuh tak acuh terhadap teman yang sedang
kurang sehat atau sedang mendapat musibah. kurang sehat atau mendapat musibah.

…………………………….. dst …………………………….. dst

Bagan Tampak Seperti (Tabel Y) dari Keyakinan Kelas 7.
HORMAT

TERDENGAR

Satu orang berbicara

“Yuk, saya bantu”

“Kita bisa selesaikan ini

bersama’ BERPERILAKU

TERLIHAT - Tersenyum ramah

- Berempati terhadap perasaan - Memberikan salam hormat
(berjabat tangan, namaste,
orang lain. meletakkan tangan di dada,

- Memegang barang milik orang
lain hanya dengan izinnya.

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 81

Tugas Mandiri:

Tersedia 2 butir Keyakinan Kelas 5 (lihat contoh) yang disediakan dalam bentuk Tabel T.
Tuliskan gagasan-gagasan Anda tentang contoh perwujudan dari 2 keyakinan
tersebut, tampak seperti apa dan tidak tampak seperti apa?

Tampak Seperti Bersikap Positif
Tidak Tampak Seperti
● AAA
● AAA ● AAA
● AAA ● AAA
● dst ● AAA
● dst

Percaya dan Menghormati Orang Lain dan Barang Miliknya

Tampak Seperti Tidak Tampak Seperti

● AAA ● AAA
● AAA ● AAA
● AAA ● AAA
● dst ● dst

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 82

Selanjutnya isilah bagaimana perwujudan dari Keyakinan Kelas 1 berikut: "setiap
anggota kelas melakukan tugas". Tuliskan apa yang ingin Anda dengar, lihat, dan
lakukan dalam format Tabel Y, seperti di bawah:

Setiap anggota kelas melakukan tugas

b) Kegiatan Tugas Saya-Tugas Kamu (Tugas Guru-Tugas Murid):
Salah satu kegiatan lain yang dapat dilakukan untuk memperdalam keyakinan kelas,
adalah mempelajari tanggung jawab setiap warga kelas. Keyakinan bertanggung jawab
serta hak seseorang adalah sesuatu yang diungkapkan oleh Ki Hadjar Dewantara tentang
menumbuhkan murid yang merdeka:
“...beratlah kemerdekaan itu! bukan hanya tidak terperintah saja, akan tetapi harus
juga dapat menegakkan dirinya dan mengatur perikehidupannya dengan tertib. dalam

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 83

hal ini termasuklah juga mengatur tertibnya perhubungan dengan kemerdekaan orang
lain (Ki Hadjar Dewantara, buku kuning, hal.4.)

Pada pekan pendalaman Keyakinan Kelas, maka murid-murid dapat diajak berdiskusi
tentang tanggung jawab dan hak masing-masing warga kelas, yaitu apa Tugas Guru dan
Bukan Tugas Guru serta Apa Tugas Murid atau Bukan Tugas Murid. Berikut adalah
langkah yang dapat dilakukan dalam mendiskusikan hal tersebut:
1. Guru akan membuat bagan berisi 4 kotak.
2. Masing-masing kotak diisi judul: Guru-Tugasnya..., Murid-Tugasnya..., Guru-

Tugasnya Bukan.., Murid-Tugasnya Bukan...
3. Guru bercurah pendapat dengan dua cara:

● Mengajak murid berpendapat secara individu, atau
● Membagi murid dalam 4 atau 8 kelompok, dan setiap kelompok diberikan tugas

bercurah pendapat tentang masing-masing tugas/bukan tugas guru maupun
murid.
4. Hasil dari curah pendapat Tugas Saya-Tugas Kamu ditempel di dinding kelas agar
dapat dilihat seluruh warga kelas.
Contoh (hasil curah pendapat guru dan murid-muridnya)
Tugas Saya (Guru)-Tugas Kamu (Murid) (Kelas 4-8)

Guru Murid
Tugasnya... Tugasnya...
● mengajar ● belajar
● mendidik ● mencoba
● menjawab pertanyaan ● menghasilkan yang terbaik dari diri

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 84

● memberi nilai ● bertanya jika tidak paham
● mengatur kelas ● mengikuti peraturan
● menegakkan peraturan kelas/sekolah ● menjalankan keyakinan kelas
● menjalankan keyakinan kelas ● mendengarkan
● peduli terhadap semua murid ● memeriksa tugas kembali
● …………….. ● ………………..

Guru Guru

Tugasnya bukan… Tugasnya bukan…

● menyakiti atau disakiti ● menyakiti atau disakiti

● memaksa kamu untuk belajar ● mengeluh

● merapikan barang-barang murid ● merusak barang pribadi/orang lain

● menyiapkan makanan atau barang-barang alat ● melakukan tugas guru

tulis ● memutuskan untuk teman kamu

● …………………. ● ………………...

Hukuman, Sanksi, Restitusi
Dalam menjalankan peraturan ataupun keyakinan kelas, bilamana ada suatu
pelanggaran, tentunya sesuatu harus terjadi. Untuk itu kita perlu meninjau ulang
penerapan penegakan peraturan atau keyakinan kelas kita selama ini. Penerapan
terhadap suatu pelanggaran bisa dalam bentuk hukuman atau sanksi, atau berupa
Restitusi. Namun sebelum kita melangkah kepada penerapan Restitusi, kita perlu
bertanya adakah perbedaan antara hukuman dan Sanksi? Bila sama, di mana
persamaannya? Bila berbeda, bagaimana perbedaannya? Perlu ditambahkan bahwa
bentuk sanksi untuk lingkungan pendidikan disesuaikan menjadi konsekuensi.

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 85

Pemahaman konsekuensi adalah bahwa dalam setiap tindakan atau perbuatan, pasti
akan berkonsekuensi, baik atau kurang baik. Di bawah ini akan ditunjukkan bagan
perbedaan hukuman dan konsekuensi serta restitusi.

Bila kita melihat bagan di bawah ini, disiplin merupakan identitas berhasil (sukses) dan
hukuman merupakan identitas gagal. Disiplin di sini terbagi dua bagian yaitu Disiplin
dengan Sanksi/Konsekuensi dan Disiplin dengan Restitusi, yang selanjutnya akan
dijelaskan dengan lebih rinci di bagian 2.5 dan 2.6.

IDENTITAS GAGAL IDENTITAS BERHASIL (SUKSES)

HUKUMAN DISIPLIN

SANKSI/KONSEKUENSI RESTITUSI

Sesuatu yang menyakitkan harus terjadi Sesuatu harus terjadi Restitusi merupakan pilihan

Tidak nyaman untuk murid/anak untuk jangka Tidak nyaman untuk murid/anak untuk Menguatkan untuk murid/anak dalam jangka

waktu panjang. jangka waktu pendek. waktu panjang.

‘Korban’ mendapatkan keadilan ‘Korban’ bisa diabaikan.. ‘Korban’ mendapatkan ganti.

Murid/anak akan tersakiti. Murid/anak dibuat tidak nyaman. Murid/anak mendapatkan penguatan.
Perilaku pasif-agresif meningkat
Penguatan hanya bertahan dalam jangka Masalah terpecahkan.
waktu pendek.

Sistem tidak akan berjalan bila murid tidak Memerlukan monitoring dan supervisi Murid belajar bertanggung jawab untuk

takut. terus menerus dari guru perilakunya.

Berlaku hanya pada sebuah institusi; tidak Membantu penerapan mengikuti Fokus pada pemecahan masalah dalam jangka

berlanjut pada kehidupan nyata. peraturan dalam masyarakat waktu panjang.

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 86

“Peraturannya adalah….kamu harus..” “Apa peraturannya?” “Mampukah kamu “Apa yang kamu yakini?”
Murid/anak membenci peraturan. melakukannya? Terima kasih”.
“Apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki
masalah ini?”

Murid/anak menghormati peraturan. Murid/anak menghormati dirinya dan orang lain.

NEGATIF NETRAL POSITIF
“Apakah hal ini yang sesungguhnya ingin kamu
“Awas kalau dilakukan lagi ya, nanti awas kamu” “Lakukan apa yang lakukan?”
saya katakan”
Teori Kontrol
Mode Paksaan Stimulus-Respon

Mendorong menyalahkan diri Mendorong kepatuhan Mendorong disiplin positif

Konsep Diri Buruk Konsep Diri Baik Konsep Diri Kuat

Murid/anak belajar Murid/anak belajar Murid/anak belajar memecahkan masalah.
menyembunyikan kesalahan taat peraturan.

Mencoba mengontrol anak dengan penguatan Mencoba mengontrol anak dengan Anak paham bahwa dirinya sendiri yang pegang

negatif (membayar impas kesalahan) penguatan positif kendali kontrol.

Dampak pada Murid: Marah, merasa bersalah, Kehilangan hak, waktu jeda seorang diri Murid/anak tidak kehilangan waktu, namun

rendah diri, mengasingkan diri. (timeout), penahanan (detention). bersemangat untuk memperbaiki diri

Tiba-tiba, tidak diharapkan, atau sangat Sudah diketahui, Berupa undangan untuk mengadakan restitusi
melukai. masuk akal

Dibuat guru Dibuat oleh guru dan murid/anak Dibuat oleh murid/anak

Menyakitkan, guru menjalani konsekuensi Membantu, guru menyatakan peraturan, Menguatkan, guru menyebutkan keyakinan kelas,
dengan menyalahkan, mengkritik, menyindir, melakukan peringatan, dan menerapkan membimbing kerangka acuan berpikir restitusi
merendahkan konsekuensi. murid/anak.

(Disadur dari Diane Gossen - Restitution Restructuring School Discipline, 1998, hal. 70-71)

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 87

Berdasarkan bagan di atas, maka kita bisa menyimpulkan bahwa hukuman bersifat tidak
terencana atau tiba-tiba. Anak atau murid tidak tahu apa yang akan terjadi, dan tidak
dilibatkan. Hukuman bersifat satu arah, dari pihak guru yang memberikan, dan murid
hanya menerima suatu hukuman tanpa suatu diskusi atau pengarahan dari pihak guru,
baik sebelum atau sesudahnya. Hukuman yang diberikan bisa berupa fisik maupun
verbal dan murid disakiti oleh suatu perbuatan atau kata-kata.

Sementara disiplin dengan bentuk sanksi atau konsekuensi, sudah terencana atau sudah
disepakati. Sudah dibahas dan disetujui oleh murid dan guru. Biasanya pembentukan
sanksi atau konsekuensi dibentuk oleh pihak guru (sekolah), dan murid sudah
mengetahui sanksi/konsekuensi yang akan diterima. Pada sanksi/konsekuensi, murid
tetap dibuat tidak nyaman untuk jangka waktu pendek. Konsekuensi atau sanksi
biasanya diberikan berdasarkan suatu pengukuran, misalnya: setelah 3 kali ditegur di
kelas oleh guru karena tugasnya belum selesai, atau mengobrol, maka murid akan
kehilangan waktu bermain, dan harus menyelesaikan tugas karena ketertinggalannya.
Peraturan ini sudah diketahui oleh murid dan diketahui sebelumnya. Guru senantiasa
perlu memonitor murid.

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 88

Lampiran Bacaan untuk Pengajar Praktik: Segitiga Restitusi (diambil dari Modul Guru
Penggerak 1.4. Budaya Positif)

2.6 - Segitiga Restitusi
Tujuan Pembelajaran Khusus:
1. Calon Guru Penggerak memahami restitusi sebagai salah satu cara menanamkan

disiplin positif pada murid sebagai bagian dari budaya positif di sekolah.
2. Calon Guru Penggerak dapat menerapkan restitusi dalam membimbing murid

berdisiplin positif agar menjadi murid merdeka.
3. CGP bersikap reflektif, kritis, kreatif, dan terbuka.
Eksplorasi Mandiri
Bapak dan Ibu Calon Guru Penggerak ,
Bila ada seseorang berbuat salah pada Anda, ketika mereka menawarkan sebuah
tindakan untuk memperbaiki kesalahan mereka, kemungkinan besar, jawaban Anda
adalah akan menolak semua tawaran itu, dan akan bilang, tidak usah, tidak apa-apa.
Lupakan saja.
Kebiasaan kita selama ini, bila ada orang yang berlaku salah pada kita adalah langsung
memaafkan, atau membuat mereka tidak nyaman. Kita cenderung untuk berfokus pada
kesalahan daripada mencari cara bagi mereka untuk memperbaiki diri. Kita lebih fokus
pada bagaimana cara mereka membayar ketidaknyamanan yang disebabkan oleh
kesalahan mereka daripada mengembalikan harga diri mereka. Membuat kondisi
menjadi impas, menjadi lebih penting daripada membuat situasi menjadi benar.

Buku Pegangan Lokakarya Kedua | 89


Click to View FlipBook Version