The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ajar untuk pegangan dosen dan mahasiswa untuk mata kuliah kewirausahaan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yayakheriyanto78, 2023-05-09 11:23:42

KEWIRAUSAHAAN BUKU AJAR

Buku ajar untuk pegangan dosen dan mahasiswa untuk mata kuliah kewirausahaan

Keywords: yayak2023

43 BAB V PEMASARAN DAN BRANDING A. Pemasaran digital Pemasaran digital adalah strategi pemasaran yang melibatkan penggunaan teknologi digital untuk mempromosikan produk atau layanan dan membangun brand awareness melalui platform digital seperti internet, media sosial, perangkat mobile, dan lainnya. Dalam era digital saat ini, pemasaran digital menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi bisnis dalam mempertahankan pertumbuhan bisnisnya. Pendekatan pemasaran digital dapat membantu bisnis dalam mengidentifikasi audiens target, membangun interaksi yang lebih efektif dengan konsumen, dan mempercepat proses konversi dari calon konsumen menjadi pelanggan setia. Pemasaran digital juga memberikan banyak keuntungan, seperti penghematan biaya dan akses yang lebih luas ke audiens global. Beberapa pakar pemasaran digital mengemukakan pendapat tentang pentingnya pemasaran digital dalam bisnis. Menurut Ryan Deiss, seorang pakar pemasaran digital, pemasaran digital memberikan peluang untuk mengukur keberhasilan kampanye pemasaran dan mencapai hasil yang lebih efektif dan efisien. Sedangkan Neil Patel, seorang pakar pemasaran digital dan CEO dari perusahaan pemasaran digital bernama Neil Patel Digital, mengatakan bahwa pemasaran digital membantu dalam membangun brand awareness, meningkatkan engagement dengan konsumen, dan meningkatkan penjualan. Untuk dapat sukses dalam pemasaran digital, bisnis harus memahami bagaimana platform digital dapat digunakan untuk mempromosikan produk atau layanan mereka. Salah satu kunci dalam pemasaran digital adalah membangun konten yang menarik dan relevan yang dapat menarik minat audiens target. Konten yang berkualitas dapat membantu meningkatkan engagement dan interaksi dengan konsumen serta meningkatkan brand awareness. Tidak hanya itu, bisnis juga perlu mengoptimalkan penggunaan platform media sosial sebagai alat pemasaran digital mereka. Platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan lainnya memberikan kesempatan bagi bisnis untuk berinteraksi dengan konsumen dan membangun hubungan yang lebih baik dengan mereka. Oleh karena itu, bisnis perlu memahami bagaimana memanfaatkan fitur-fitur seperti live streaming, stories, atau fitur-fitur lainnya untuk mempromosikan produk atau layanan mereka. Di samping itu, SEO (Search Engine Optimization) juga merupakan salah satu hal penting dalam pemasaran digital. SEO membantu bisnis untuk memperbaiki peringkat mereka di mesin pencari seperti Google, Yahoo, atau Bing, sehingga memungkinkan lebih banyak orang menemukan bisnis mereka secara online. Dalam hal ini, bisnis perlu memahami bagaimana menggunakan kata kunci yang tepat dan konten yang relevan untuk meningkatkan peringkat mereka di mesin pencari. Secara keseluruhan, pemasaran digital dapat memberikan banyak manfaat bagi bisnis dalam membangun brand awareness, meningkatkan engagement


44 dengan konsumen, dan meningkatkan penjualan. Namun, untuk sukses dalam pemasaran digital, bisnis perlu memahami bagaimana memanfaatkan teknologi digital dengan optimal untuk mempromosikan produk atau layanan mereka dan membangun hubungan yang lebih baik dengan konsumen. Pemasaran digital dapat membantu pengembangan bisnis dan kewirausahaan dengan meningkatkan visibilitas dan daya saing bisnis di pasar yang semakin kompetitif dan digital. Menurut Ryan Deiss, seorang ahli pemasaran digital, pemasaran digital bukan hanya tentang membuat bisnis terlihat di media sosial, tetapi tentang mengoptimalkan setiap peluang untuk berinteraksi dengan konsumen, mengumpulkan data konsumen, dan menggunakannya untuk meningkatkan kualitas produk atau layanan. Contoh kasus penggunaan pemasaran digital pada bisnis skala kecil dan menengah adalah Tanamera Coffee, sebuah usaha kopi lokal di Indonesia. Tanamera Coffee menggunakan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk mempromosikan produknya dan menarik minat konsumen dengan cara membuat konten visual menarik dan menginformasikan proses pembuatan kopi. Tanamera Coffee juga memanfaatkan e-commerce dan marketplace seperti Tokopedia dan Shopee untuk memperluas jangkauan pasar dan menjangkau konsumen di luar wilayah Jakarta, di mana Tanamera Coffee pertama kali berdiri. Selain itu, pemasaran digital juga dapat membantu kewirausahaan dalam melakukan riset pasar dan mengumpulkan data konsumen yang berharga untuk mengembangkan produk atau layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Menurut Dave Chaffey, seorang ahli pemasaran digital, dengan menggunakan alat analitik digital seperti Google Analytics dan Facebook Insights, perusahaan dapat memantau perilaku konsumen dan memahami preferensi dan kebiasaan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian. Namun, tantangan dalam pemasaran digital untuk bisnis skala kecil dan menengah adalah kurangnya sumber daya manusia dan anggaran yang memadai untuk mengelola kampanye pemasaran digital yang efektif. Oleh karena itu, perlu adanya strategi pemasaran digital yang efektif dan efisien dengan memanfaatkan platform yang tepat, membangun hubungan dengan pengikut, dan memperluas jangkauan pasar melalui kolaborasi dengan influencer atau kerja sama dengan platform e-commerce. Dengan demikian, pemasaran digital dapat menjadi alat yang efektif bagi bisnis skala kecil dan menengah dalam mengembangkan dan memperluas bisnis mereka. Namun, perusahaan perlu memiliki strategi yang tepat dan memanfaatkan sumber daya yang ada dengan efektif untuk mencapai hasil yang optimal. Berikut adalah beberapa strategi pemasaran digital yang efektif yang dapat digunakan oleh para pengusaha untuk meningkatkan daya saing bisnis mereka di era digital: 1. Membuat website yang responsif dan user-friendly Website adalah wajah digital bisnis Anda. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa website Anda mudah diakses, menarik, dan mudah digunakan oleh pengguna. Pastikan website Anda memiliki desain yang responsif, yang berarti dapat diakses dengan mudah dari perangkat apapun


45 seperti desktop, tablet, atau smartphone. Hal ini akan membantu meningkatkan tingkat interaksi pengguna dengan website Anda. 2. Membuat konten berkualitas tinggi Membuat konten berkualitas tinggi adalah kunci sukses dalam pemasaran digital. Konten berkualitas tinggi tidak hanya menarik bagi pengguna, tetapi juga dapat membantu meningkatkan peringkat SEO dan meningkatkan visibilitas bisnis Anda di mesin pencari. Berbagai jenis konten berkualitas tinggi yang dapat Anda buat meliputi artikel blog, infografis, video, podcast, dan lain sebagainya. 3. Mengoptimalkan media sosial Media sosial merupakan salah satu platform pemasaran digital yang paling efektif dan populer saat ini. Dengan mengoptimalkan akun media sosial bisnis Anda, seperti Facebook, Instagram, Twitter, atau LinkedIn, Anda dapat membangun kehadiran online yang kuat dan mempromosikan produk atau layanan Anda secara efektif. Gunakan media sosial untuk berinteraksi dengan pelanggan, membagikan konten berkualitas tinggi, mengiklankan produk atau layanan, dan membangun komunitas. 4. Menerapkan strategi email marketing Email marketing adalah strategi pemasaran digital yang efektif untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan dan potensi pelanggan. Dengan mengumpulkan email dari pelanggan dan calon pelanggan, Anda dapat mengirimkan informasi yang relevan dan menarik tentang produk atau layanan Anda secara teratur. Pastikan untuk membuat email yang menarik, personal, dan mudah dibaca. 5. Menerapkan teknik SEO Teknik SEO adalah teknik yang digunakan untuk meningkatkan visibilitas dan peringkat website bisnis Anda di mesin pencari seperti Google. Dengan menerapkan teknik SEO yang tepat, seperti membuat konten berkualitas tinggi, menggunakan kata kunci yang tepat, membangun tautan berkualitas tinggi, dan meningkatkan kecepatan website, Anda dapat meningkatkan peringkat website Anda dan meningkatkan lalu lintas organik. 6. Menerapkan teknik iklan online Teknik iklan online, seperti Google AdWords atau Facebook Ads, dapat membantu meningkatkan visibilitas bisnis Anda dan mempromosikan produk atau layanan Anda kepada audiens yang lebih luas. Dengan menargetkan iklan Anda pada audiens yang relevan dan memilih kata kunci yang tepat, Anda dapat meningkatkan efektivitas kampanye iklan Anda. 7. Meningkatkan interaksi dengan pelanggan Pelanggan merupakan aset penting bagi setiap bisnis dan kewirausahaan. Oleh karena itu, penting bagi para pengusaha untuk memperhatikan interaksi dengan pelanggan dalam strategi pemasaran digital mereka. Salah satu cara yang efektif adalah dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana interaksi dengan pelanggan. Para pengusaha dapat membuka akun bisnis di berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan


46 LinkedIn, kemudian memanfaatkan fitur-fitur yang disediakan untuk berinteraksi dengan pelanggan seperti direct message atau komentar. Menurut Michael A. Stelzner, pendiri Social Media Examiner, penggunaan media sosial untuk interaksi dengan pelanggan dapat membantu para pengusaha membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dan memperoleh kepercayaan dari mereka. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Social Media Examiner pada tahun 2020, ditemukan bahwa 63% dari para pengusaha yang mengikuti survei menganggap bahwa media sosial membantu mereka memperoleh pelanggan baru, sementara 93% menyatakan bahwa media sosial membantu mereka membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan yang sudah ada. Contoh penerapan strategi ini dapat dilihat dari perusahaan kosmetik lokal Sariayu Martha Tilaar. Melalui akun Instagram resminya, Sariayu sering kali berinteraksi dengan pengikutnya dengan cara memberikan jawaban atas pertanyaan atau komentar yang diberikan, memberikan tips kecantikan, serta memperkenalkan produk-produk terbaru. Hal ini membantu Sariayu membangun hubungan yang baik dengan pelanggan dan meningkatkan loyalitas mereka terhadap merek. Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, pemasaran digital merupakan hal yang mutlak diperlukan bagi bisnis dan kewirausahaan. Berbagai strategi pemasaran digital dapat diterapkan, namun penting bagi para pengusaha untuk memilih strategi yang paling efektif sesuai dengan tujuan dan karakteristik bisnis mereka. Pemasaran digital yang efektif dapat membantu para pengusaha meningkatkan visibilitas bisnis, memperoleh pelanggan baru, meningkatkan loyalitas pelanggan, serta meningkatkan profitabilitas dan pertumbuhan bisnis. Keterampilan digital saat ini sangat penting dalam dunia bisnis dan kewirausahaan, terutama dalam penerapan pemasaran digital. Para entrepreneur harus memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi dan platform digital untuk mempromosikan bisnis mereka. Hal ini disebabkan oleh pergeseran perilaku konsumen yang semakin mengarah ke penggunaan teknologi dan digital dalam memenuhi kebutuhan mereka. Untuk meningkatkan keterampilan digital mereka, pengusaha dapat mengambil beberapa langkah seperti: 1. Mengikuti pelatihan dan kursus Pengusaha dapat mengikuti pelatihan dan kursus untuk meningkatkan keterampilan digital mereka. Ada banyak pelatihan dan kursus yang tersedia secara online atau offline, seperti kursus pemasaran digital, desain grafis, pengembangan situs web, dan lain sebagainya. 2. Membaca literatur terkait digital Pengusaha juga dapat membaca buku, artikel, atau blog yang terkait dengan teknologi digital dan pemasaran digital. Dengan membaca literatur tersebut, pengusaha dapat memahami tren terbaru dalam teknologi digital dan pemasaran digital, serta meningkatkan pemahaman mereka tentang bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut dalam bisnis mereka.


47 3. Berpartisipasi dalam komunitas digital Pengusaha dapat berpartisipasi dalam komunitas digital untuk berinteraksi dengan orang lain yang memiliki minat dan keterampilan yang sama dalam teknologi digital dan pemasaran digital. Dengan berpartisipasi dalam komunitas digital, pengusaha dapat memperoleh wawasan baru dan berbagi pengalaman dengan anggota lainnya. Menurut Ahli Kewirausahaan dan Pemasaran Digital, Ryan Robinson, “Keterampilan digital sangat penting bagi para entrepreneur untuk mengoptimalkan pemasaran digital bisnis mereka. Tanpa keterampilan digital yang memadai, pengusaha mungkin akan kesulitan dalam memahami dan memanfaatkan teknologi digital dan platform pemasaran digital secara efektif.” Contoh kasus dari pengusaha yang berhasil memanfaatkan keterampilan digital untuk mengoptimalkan pemasaran digital bisnis mereka adalah Gary Vaynerchuk, seorang entrepreneur dan penulis buku terkenal yang dikenal karena kepiawaiannya dalam pemasaran digital. Melalui penggunaan media sosial dan teknologi digital lainnya, Gary berhasil membangun merek pribadinya dan meningkatkan penjualan produknya. Salah satu kunci suksesnya adalah kemampuannya dalam memanfaatkan platform digital seperti Twitter, Instagram, dan Facebook untuk membangun hubungan dengan pelanggan dan mempromosikan produknya. B. Branding dan identitas merek Branding dan identitas merek adalah bagian penting dalam strategi pemasaran untuk bisnis dan kewirausahaan. Merek yang kuat dan terkenal dapat membedakan produk atau layanan dari pesaing, menciptakan kesetiaan pelanggan, dan membantu dalam membangun citra yang positif bagi bisnis atau kewirausahaan. Dalam konteks bisnis dan kewirausahaan, branding dan identitas merek adalah bagian penting dari strategi pemasaran. Brand adalah citra yang diciptakan dalam pikiran pelanggan tentang suatu produk atau layanan. Identitas merek mencakup nama merek, logo, tagline, dan elemen visual lainnya yang menciptakan kesan dan citra merek di mata pelanggan. Identitas merek yang kuat memainkan peran penting dalam menarik pelanggan dan membentuk citra positif dari merek. Strategi branding dan identitas merek yang tepat dapat membantu bisnis dan kewirausahaan untuk memperkuat citra mereka di pasar dan meningkatkan daya tarik merek mereka. Menurut Kevin Lane Keller, seorang pakar branding, terdapat tiga komponen utama dalam menciptakan merek yang kuat: persepsi pelanggan tentang merek, asosiasi merek yang diinginkan, dan respons pelanggan terhadap merek. Untuk menciptakan brand yang sukses, perusahaan harus memperhatikan semua tiga aspek ini dalam strategi branding mereka. Pentingnya branding dan identitas merek tidak hanya terbatas pada produk atau layanan tertentu, tetapi juga dapat diterapkan pada bisnis secara keseluruhan. Dalam perspektif kewirausahaan, branding dan identitas merek yang kuat dapat membantu membentuk citra positif dari kewirausahaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang merek tersebut. Hal ini dapat membantu


48 kewirausahaan dalam memperluas jangkauan mereka dan menarik pelanggan baru. Namun, menciptakan merek yang sukses memerlukan komitmen dan strategi yang tepat dari bisnis atau kewirausahaan. Perlu dilakukan penelitian pasar yang cermat untuk memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan, serta persaingan di pasar. Perusahaan juga harus berinvestasi dalam pengembangan merek, termasuk identitas merek yang kuat, konsisten, dan mudah dikenali. Contoh sukses dari strategi branding dan identitas merek adalah merek Apple. Apple dikenal karena identitas merek yang kuat dan konsisten, termasuk logo merek yang mudah dikenali dan slogan "Think Different". Identitas merek Apple menciptakan citra merek yang inovatif, elegan, dan berbeda dari pesaing. Hal ini membantu Apple untuk membedakan produk mereka dan menarik pelanggan setia yang terus membeli produk-produk Apple. Branding dan identitas merek adalah aspek penting dari strategi pemasaran untuk bisnis dan kewirausahaan. Menciptakan merek yang sukses memerlukan investasi dan komitmen dari perusahaan dalam mengembangkan identitas merek yang kuat dan konsisten. Dengan merek yang kuat, bisnis dan kewirausahaan dapat membedakan produk atau layanan mereka dari pesaing dan mempermudah customer untuk mengenalinya. Selain itu, identitas merek juga bisa dilihat dari sudut pandang konsumen. Sebagai contoh, konsumen akan melihat sebuah merek dari logo, tagline, slogan, warna, desain, dan lain-lain. Hal ini dapat memberikan kesan pertama dan citra merek yang kuat pada konsumen. Maka dari itu, sangat penting bagi sebuah bisnis atau kewirausahaan untuk membangun identitas merek yang kuat dan konsisten untuk menciptakan kesan yang baik pada konsumen. Menurut David Aaker, pakar branding yang juga penulis buku "Building Strong Brands", identitas merek terdiri dari empat elemen yaitu visi, misi, nilainilai, dan kepribadian merek. Visi merek adalah arah yang ingin dicapai oleh merek dalam jangka panjang. Misi merek adalah tugas dan tanggung jawab merek dalam mencapai visinya. Nilai-nilai merek adalah prinsip dan keyakinan yang dianut oleh merek. Kepribadian merek adalah karakter dan sifat yang ingin ditampilkan oleh merek. Dengan membangun identitas merek yang kuat, sebuah bisnis atau kewirausahaan dapat menciptakan perbedaan yang jelas dengan pesaingnya, sehingga konsumen lebih memilih dan mengingat merek tersebut. Selain itu, branding juga berperan penting dalam membangun hubungan jangka panjang antara merek dan konsumen. Sebuah merek yang memiliki citra dan reputasi yang baik di mata konsumen akan lebih mudah mempertahankan pelanggan dan mendapatkan konsumen baru. Hal ini dapat dicapai dengan membangun hubungan yang kuat dan saling menguntungkan antara merek dan konsumen, seperti memberikan layanan purna jual yang baik dan memperhatikan masukan dan saran dari konsumen. Dalam kewirausahaan, branding dan identitas merek juga memiliki peran penting dalam menarik minat investor dan mitra bisnis. Sebuah merek yang terkenal dan memiliki reputasi yang baik akan lebih mudah menarik investor dan mitra bisnis yang potensial. Hal ini karena merek yang memiliki citra dan reputasi yang baik akan memberikan keyakinan dan kepercayaan pada para investor dan


49 mitra bisnis. Dalam menjalankan branding dan identitas merek, sebuah bisnis atau kewirausahaan perlu memperhatikan beberapa hal. Pertama, bisnis atau kewirausahaan perlu memiliki pemahaman yang jelas tentang visi, misi, nilainilai, dan kepribadian merek. Hal ini dapat membantu dalam membangun identitas merek yang konsisten dan kuat. Kedua, bisnis atau kewirausahaan perlu memperhatikan penggunaan elemen-elemen identitas merek yang konsisten, seperti logo, tagline, dan warna, dalam semua komunikasi dan kegiatan pemasaran. Hal ini dapat membantu dalam membangun kesan yang kuat dan konsisten pada konsumen. Ketiga, bisnis atau kewirausahaan perlu memperhatikan pengelolaan reputasi merek dengan melakukan riset dan monitoring terhadap citra merek di mata konsumen. Hal ini dapat membantu dalam memperbaiki dan mempertahankan citra merek yang baik. C. Strategi pemasaran terbaru Strategi pemasaran merupakan suatu rencana dan tindakan yang dirancang untuk mempromosikan produk atau jasa agar dapat dikenal dan dibeli oleh konsumen. Strategi pemasaran dapat mempengaruhi citra merek, popularitas, dan kesuksesan bisnis. Menurut beberapa ahli, ada beberapa strategi pemasaran yang terbukti efektif dalam meningkatkan penjualan dan keuntungan bisnis. Salah satu strategi pemasaran yang populer adalah marketing mix atau bauran pemasaran, yang pertama kali diperkenalkan oleh Neil Borden pada tahun 1949 dan kemudian dikembangkan oleh Jerome McCarthy pada tahun 1960-an. Marketing mix terdiri dari empat elemen penting, yaitu produk, harga, promosi, dan distribusi. Namun, dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan tren bisnis, ada juga beberapa strategi pemasaran terbaru yang perlu dipertimbangkan oleh para pengusaha. Beberapa strategi pemasaran terbaru tersebut adalah: 1. Marketing Automation Marketing automation merupakan strategi pemasaran yang menggunakan perangkat lunak untuk mengotomatisasi beberapa tugas pemasaran seperti email marketing, media sosial, dan periklanan online. Dengan adanya marketing automation, para pengusaha dapat menghemat waktu dan biaya dalam pemasaran serta dapat meningkatkan efektivitas pemasaran. 2. Influencer Marketing Influencer marketing merupakan strategi pemasaran yang memanfaatkan pengaruh dan popularitas seseorang atau kelompok dalam mempromosikan produk atau jasa. Para pengusaha dapat bermitra dengan influencer untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek mereka. 3. Content Marketing 4. ontent marketing merupakan strategi pemasaran yang memanfaatkan konten-konten yang bermanfaat dan menarik untuk menarik perhatian konsumen dan meningkatkan kesadaran merek. Para pengusaha dapat


50 menghasilkan konten seperti artikel blog, video, dan infografis untuk mempromosikan produk atau jasa mereka. Contoh strategi pemasaran yang sukses dilakukan oleh sebuah perusahaan adalah Nike dengan kampanye "Just Do It". Nike menggabungkan elemen marketing mix dengan menggunakan selebriti dan atlet terkenal sebagai influencer untuk mempromosikan merek mereka. Selain itu, Nike juga membuat kampanye konten marketing yang menarik dan bermanfaat seperti video latihan dan artikel tentang kesehatan dan kebugaran. Dalam branding dan identitas merek, strategi pemasaran juga memiliki peran penting dalam membentuk citra merek dan memperkuat posisi bisnis dalam pasar. Dengan mengoptimalkan strategi pemasaran, para pengusaha dapat meningkatkan daya saing bisnis mereka serta memperkuat identitas dan reputasi merek. Menurut Philip Kotler dan Kevin Keller (2016), ada beberapa strategi pemasaran terbaru yang dapat membantu bisnis mencapai keberhasilan dalam era digital saat ini. Berikut adalah beberapa contoh strategi tersebut: 1. Pemasaran Personalisasi: Dalam pemasaran personalisasi, bisnis dapat menyesuaikan pesan pemasaran dan konten dengan preferensi dan perilaku konsumen. Hal ini dapat dilakukan melalui penggunaan data konsumen dan algoritma untuk membuat pengalaman yang disesuaikan untuk setiap konsumen. Contoh dari penerapan pemasaran personalisasi adalah Amazon, yang menggunakan data perilaku konsumen untuk menampilkan produk yang relevan dengan minat dan pembelian sebelumnya. 2. Penggunaan Teknologi Digital: Teknologi digital seperti media sosial, video online, dan pemasaran berbasis lokasi dapat membantu bisnis mencapai konsumen dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Misalnya, bisnis dapat menggunakan Instagram untuk memamerkan produk dan membangun komunitas penggemar merek, atau menggunakan Google Ads untuk menargetkan pengguna di wilayah tertentu dengan iklan yang relevan. 3. Pemasaran Konten: Pemasaran konten melibatkan pembuatan dan berbagi konten yang relevan dan berguna untuk konsumen dengan tujuan untuk membangun kesadaran merek, kepercayaan, dan kesetiaan. Contoh dari penerapan pemasaran konten adalah Red Bull, yang menghasilkan konten seperti video aksi dan podcast untuk menarik audiens yang tertarik dengan olahraga ekstrem dan gaya hidup aktif. Ilustrasi contoh strategi pemasaran yang efektif dan sukses adalah CocaCola. Coca-Cola telah lama dikenal sebagai salah satu merek terbesar di dunia, dan mereka telah berhasil memperkuat merek mereka dengan beberapa strategi pemasaran yang efektif. Salah satu contohnya adalah kampanye "Share a Coke", di mana Coca-Cola mencetak nama-nama individu di botol dan kaleng mereka, mengundang konsumen untuk berbagi produk dengan teman dan keluarga. Kampanye ini terbukti sangat sukses, dengan meningkatnya penjualan dan kesadaran merek Coca-Cola. Selain itu, Coca-Cola juga menggunakan


51 media sosial dan iklan online untuk menargetkan konsumen di wilayah tertentu dan mempromosikan produk mereka dengan cara yang relevan dan menarik. Perusahaan dapat memanfaatkan data pelanggan untuk menciptakan strategi pemasaran yang lebih efektif dengan melakukan analisis data pelanggan untuk memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan. Seiring dengan perkembangan teknologi, data pelanggan semakin mudah untuk dikumpulkan, diklasifikasikan, dan dianalisis. Penting bagi perusahaan untuk memanfaatkan data pelanggan dengan baik untuk mengembangkan strategi pemasaran yang tepat. Menurut Malthouse et al. (2013), data pelanggan dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi perilaku dan preferensi pelanggan, dan pada gilirannya, menciptakan strategi pemasaran yang lebih efektif. Perusahaan dapat menggunakan alat analisis data untuk memahami pola pembelian pelanggan, perilaku online, preferensi produk, dan banyak lagi. Dengan menggunakan data ini, perusahaan dapat mengidentifikasi segmen pelanggan tertentu, menciptakan pesan pemasaran yang relevan dan menyesuaikan produk dan layanan mereka sesuai dengan preferensi pelanggan. Contoh perusahaan yang berhasil memanfaatkan data pelanggan untuk menciptakan strategi pemasaran yang efektif adalah Netflix. Dalam upayanya untuk memberikan konten yang disukai oleh pelanggan, Netflix memanfaatkan data pelanggan untuk memahami preferensi konten dan menciptakan rekomendasi yang personal dan akurat. Netflix menggunakan algoritma untuk mengumpulkan data tentang penonton dan mempelajari preferensi mereka, seperti genre dan bintang film yang disukai, dan mempersembahkan rekomendasi film dan acara TV yang disesuaikan dengan preferensi pelanggan. Strategi ini terbukti sukses karena Netflix menjadi salah satu perusahaan paling sukses di dunia dalam industri layanan streaming dengan jumlah pelanggan yang terus bertambah setiap tahunnya. Dalam hal ini, perusahaan dapat memanfaatkan data pelanggan untuk menciptakan strategi pemasaran yang lebih tepat dan efektif. Namun, perusahaan harus memastikan bahwa pengumpulan dan penggunaan data pelanggan dilakukan dengan etika dan sesuai dengan aturan privasi yang berlaku untuk menghindari masalah hukum dan menjaga kepercayaan pelanggan. Perusahaan dapat mengintegrasikan strategi pemasaran online dan offline dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan menyediakan saluran pemasaran yang konsisten pada kedua media. Misalnya, perusahaan dapat menciptakan iklan televisi yang mengarahkan pelanggan ke situs web perusahaan atau sosial media. Selain itu, perusahaan dapat memanfaatkan teknologi seperti QR code untuk menghubungkan media online dan offline. Integrasi strategi pemasaran online dan offline juga dapat dicapai dengan membuat pengalaman pelanggan yang konsisten dan holistik. Pelanggan harus merasakan kesinambungan antara pengalaman online dan offline saat berinteraksi dengan merek. Perusahaan dapat menciptakan identitas merek yang konsisten di seluruh saluran pemasaran, dari situs web hingga iklan televisi. Salah satu contoh perusahaan yang berhasil mengintegrasikan strategi pemasaran online dan offline adalah Nike. Nike memiliki toko fisik yang memungkinkan pelanggan untuk mencoba produk dan merasakan pengalaman


52 merek secara langsung. Namun, Nike juga mengintegrasikan strategi pemasaran online dengan peluncuran situs web dan aplikasi Nike, yang memungkinkan pelanggan untuk membeli produk online, mempersonalisasi produk mereka, dan berinteraksi dengan komunitas Nike. Melalui integrasi strategi pemasaran online dan offline, Nike mampu menciptakan pengalaman pelanggan yang konsisten dan holistik. Perusahaan ini mampu menawarkan produk yang sama pada kedua saluran, dengan pesan merek yang konsisten. Nike juga menggunakan data pelanggan untuk mempersonalisasi pengalaman pelanggan, baik di saluran online maupun offline. Melalui integrasi strategi pemasaran online dan offline, Nike berhasil menciptakan hubungan yang kuat dengan pelanggan dan mencapai keberhasilan dalam era digital saat ini.


53 BAB VI ENTREPRENEURIAL LEADERSHIP A. Kepemimpinan dalam kewirausahaan Kepemimpinan kewirausahaan atau entrepreneurship leadership adalah kemampuan untuk memimpin, mengorganisir, dan mengembangkan bisnis baru atau usaha skala kecil yang inovatif dan berorientasi pada pertumbuhan. Kepemimpinan kewirausahaan mencakup kemampuan untuk memotivasi tim, menciptakan visi, dan mengambil keputusan yang tepat untuk memperluas bisnis dan mencapai tujuan yang diinginkan. Menurut beberapa ahli, kepemimpinan kewirausahaan dapat diartikan sebagai kombinasi antara keterampilan manajerial, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan yang kuat. Kepemimpinan kewirausahaan juga membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang cepat berubah dan menghadapi tantangan baru dengan cepat. Robert D. Hisrich, dkk. (2021) menyatakan bahwa kepemimpinan kewirausahaan memiliki beberapa karakteristik kunci, yaitu: 1. Inovatif dan kreatif: Seorang pemimpin kewirausahaan harus memiliki kemampuan untuk berpikir out-of-the-box dan menciptakan solusi baru untuk masalah bisnis yang dihadapi. 2. Berani mengambil risiko: Kepemimpinan kewirausahaan membutuhkan kemampuan untuk mengambil risiko dan menghadapi ketidakpastian bisnis dengan percaya diri. 3. Fokus pada pelanggan: Seorang pemimpin kewirausahaan harus mampu memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan dan menyesuaikan bisnis untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 4. Visioner: Seorang pemimpin kewirausahaan harus memiliki visi yang jelas dan terarah untuk mengembangkan bisnis dan mencapai tujuan yang diinginkan. 5. Pemikir strategis: Kepemimpinan kewirausahaan membutuhkan kemampuan untuk merencanakan strategi jangka panjang yang efektif dan mampu menyesuaikan rencana bisnis dengan cepat untuk menghadapi perubahan pasar dan persaingan. Untuk menjadi pemimpin kewirausahaan yang sukses, seorang pengusaha harus mampu mengembangkan keterampilan kepemimpinan yang dibutuhkan, termasuk kemampuan untuk memimpin tim, mengambil keputusan yang tepat, dan mengelola sumber daya secara efektif. Sebuah studi oleh Baron dan Henry (2010) menunjukkan bahwa pemimpin kewirausahaan yang


54 sukses memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, memotivasi tim, dan beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat. Selain itu, pemimpin kewirausahaan juga harus dapat mengembangkan budaya perusahaan yang positif dan memotivasi karyawan untuk bekerja secara efektif dalam lingkungan yang inovatif dan berorientasi pada pertumbuhan. Menurut Goffee dan Jones (2017), kepemimpinan kewirausahaan membutuhkan karakteristik kunci, yaitu: 1. Keterbukaan: Pemimpin kewirausahaan harus mampu menerima dan mengambil peluang baru. Selain itu, beberapa ciri kepemimpinan kewirausahaan yang perlu diperhatikan antara lain adalah kreativitas, inovasi, risk-taking, kemampuan untuk memotivasi tim, serta kemampuan untuk memahami dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Seorang pemimpin yang baik juga harus mampu membawa perusahaan ke arah yang diinginkan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor risiko dan peluang yang ada. 2. Kreatif dan Inovatif Kreativitas dan inovasi merupakan kunci sukses dalam kewirausahaan. Seorang pemimpin kewirausahaan harus dapat berpikir secara kreatif dan inovatif dalam mengembangkan bisnis. Kreativitas dan inovasi ini meliputi kemampuan untuk mengembangkan produk baru, menciptakan model bisnis baru, dan menemukan cara baru untuk memasarkan produk atau layanan. Tanpa kreativitas dan inovasi, bisnis sulit untuk berkembang dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif. 3. Memiliki kemampuan mengambil risiko Kepemimpinan dalam kewirausahaan juga harus memiliki kemampuan untuk mengambil risiko yang berani dan cerdas. Pengusaha yang sukses tidak takut untuk mengambil risiko dalam memulai usaha baru atau memperluas bisnis yang sudah ada. Mereka mengambil risiko tersebut dengan melakukan analisis dan evaluasi yang matang, serta berani mengambil langkah strategis untuk meraih peluang yang ada. Menurut Sundararajan (2016), di era digital saat ini, seorang pemimpin kewirausahaan juga harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi dan tren yang berkembang. Kepemimpinan kewirausahaan juga harus dapat memanfaatkan teknologi secara efektif untuk mengoptimalkan operasi bisnis, meningkatkan efisiensi, dan memperluas jangkauan pasar. Dalam mengembangkan kepemimpinan kewirausahaan, beberapa pendekatan yang dapat diterapkan antara lain adalah mentoring, coaching, dan pelatihan. Menurut Baron dan Tang (2011), mentoring dapat membantu pengusaha muda untuk memperoleh wawasan dan pengalaman yang dibutuhkan dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Sedangkan coaching dapat membantu pengusaha muda untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka, serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang dibutuhkan. Pelatihan juga dapat membantu pengusaha muda untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan yang diperlukan dalam membangun dan mengembangkan bisnis.


55 Contoh perusahaan yang sukses dengan kepemimpinan kewirausahaan yang kuat adalah perusahaan teknologi Apple yang dipimpin oleh pendiri dan mantan CEO Steve Jobs. Jobs diakui sebagai seorang pemimpin kewirausahaan yang kreatif, inovatif, dan berani mengambil risiko. Ia juga mampu memotivasi timnya untuk mencapai tujuan bersama, serta memiliki kemampuan untuk memahami dan menyesuaikan diri dengan perubahan tren dan teknologi yang terjadi di pasar. Selain itu, Jobs juga dikenal sebagai seorang pemimpin yang memiliki visi jangka panjang yang kuat, yang tercermin dalam pengembangan produk-produk Apple yang revolusioner seperti iPod, iPhone, dan iPad. Jobs juga memperkenalkan konsep retail store yang inovatif dengan desain yang unik, yang membantu Apple untuk meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar. Kepemimpinan kewirausahaan sangat penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Seorang pemimpin kewirausahaan harus memiliki kemampuan untuk memimpin tim dengan efektif, memotivasi tim untuk mencapai tujuan bersama, dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di pasar. Kepemimpinan kewirausahaan juga harus memperhatikan perkembangan teknologi dan tren yang berkembang, serta memanfaatkan teknologi secara efektif untuk mengoptimalkan operasi bisnis dan memperluas jangkauan pasar. Menurut Richard Branson, pendiri Virgin Group, seorang pemimpin kewirausahaan harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi, kreativitas, kemampuan untuk memotivasi orang lain, dan kemampuan untuk mengambil risiko yang berani. Menurut Branson, kesuksesan dalam kewirausahaan bukan hanya tentang ide atau produk yang hebat, tetapi juga tentang kemampuan untuk memimpin dan mengelola tim dengan efektif. Sementara itu, menurut Robert Steven Kaplan, profesor Harvard Business School, seorang pemimpin kewirausahaan harus memiliki keberanian untuk bertindak dan mengambil risiko, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk memahami dan mengelola risiko tersebut. Kaplan menekankan bahwa kesuksesan dalam kewirausahaan bukan hanya tentang berani mengambil risiko, tetapi juga tentang kemampuan untuk mengelola risiko tersebut dengan bijak. Satu contoh kisah sukses seorang pemimpin kewirausahaan adalah Jack Ma, pendiri Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di China. Jack Ma memulai bisnisnya dengan merintis sebuah situs web sederhana untuk membantu bisnis kecil dan menengah di China untuk mempromosikan produk mereka secara online. Meskipun mengalami banyak tantangan dan hambatan di awal, Jack Ma terus berusaha mengembangkan bisnisnya dengan cara yang inovatif dan kreatif. Dengan tekad dan kemampuan kepemimpinannya yang handal, Alibaba Group tumbuh pesat dan menjadi salah satu perusahaan ecommerce terbesar di dunia. Dalam bisnis dan kewirausahaan, kepemimpinan yang kuat dan efektif sangat penting untuk mencapai kesuksesan. Seorang pemimpin kewirausahaan harus memiliki keterampilan dan sifat kepemimpinan yang memadai, termasuk kemampuan untuk memotivasi, mengambil risiko, dan berpikir kreatif dan inovatif.


56 B. Pengembangan keterampilan kepemimpinan Pengembangan keterampilan kepemimpinan menjadi hal yang penting dalam dunia bisnis dan kewirausahaan. Keterampilan kepemimpinan yang baik dapat membantu memimpin bisnis dan kewirausahaan menuju kesuksesan. Ada beberapa ahli baik dari Indonesia maupun internasional yang telah memberikan pandangan mereka terkait pengembangan keterampilan kepemimpinan. Menurut M. Nazmul Ahsan (2014), seorang pengusaha yang ingin sukses harus memiliki keterampilan kepemimpinan yang baik. Keterampilan kepemimpinan yang baik akan membantu pengusaha untuk memimpin tim dengan efektif, mengambil keputusan yang tepat, dan mengembangkan strategi bisnis yang sukses. Pengembangan keterampilan kepemimpinan dapat dilakukan melalui pelatihan dan pengalaman langsung dalam memimpin tim. Sementara itu, menurut Stephen Covey (2014), pengembangan keterampilan kepemimpinan perlu dimulai dari pemahaman diri dan nilai-nilai yang dimiliki. Kepemimpinan yang efektif dimulai dari diri sendiri dan kemampuan untuk memimpin diri sendiri. Covey menekankan pentingnya keterampilan empati, keterampilan komunikasi yang efektif, serta kemampuan untuk berpikir strategis dan memimpin dengan visi yang jelas. Pendapat serupa juga disampaikan oleh John C. Maxwell (2018) yang mengatakan bahwa pengembangan keterampilan kepemimpinan dapat dimulai dari memahami kepribadian diri sendiri dan membangun hubungan dengan orang lain. Keterampilan interpersonal dan kemampuan membangun hubungan yang baik dengan orang lain menjadi kunci sukses dalam memimpin bisnis dan kewirausahaan. Deddy Chandra (2019) menekankan pentingnya keterampilan kepemimpinan dalam memimpin bisnis dan kewirausahaan. Ia menyarankan pengusaha untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan melalui pembelajaran langsung dari pengalaman bisnis, berinteraksi dengan pengusaha lain, serta membaca dan belajar dari buku dan sumber-sumber lain yang relevan. Selain itu, menurut Djoko Kristianto (2020), pengembangan keterampilan kepemimpinan juga perlu dilakukan secara kontinu dan terusmenerus. Pengusaha perlu mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia bisnis dan kewirausahaan, serta memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka melalui pelatihan dan pendidikan. Dalam pengembangan keterampilan kepemimpinan, penting juga untuk memperhatikan konteks bisnis dan kewirausahaan yang berbeda. Misalnya, menurut Tariq Jalees (2017), keterampilan kepemimpinan yang efektif dalam bisnis teknologi informasi dapat berbeda dengan keterampilan kepemimpinan dalam bisnis manufaktur atau perdagangan. Oleh karena itu, pengusaha perlu memahami konteks bisnis dan kewirausahaan yang mereka geluti serta mengembangkan keterampilan kepemimpinan yang sesuai dengan


57 konteks tersebut. Beberapa contoh keterampilan kepemimpinan yang penting dalam dunia bisnis dan kewirausahaan adalah kemampuan untuk memimpin dengan visi dan strategi yang jelas, menginspirasi dan memotivasi tim, membangun koneksi dan kerjasama, dan mampu mengambil keputusan yang tepat dan efektif. Selain itu, seorang pemimpin yang baik harus memiliki keterampilan komunikasi yang kuat, mampu mengembangkan bisnis dan mencari peluang baru, serta memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan mengatasi tantangan yang dihadapi. Menurut beberapa ahli, keterampilan kepemimpinan dapat dikembangkan melalui pendekatan yang berbeda, seperti pelatihan, pendidikan, mentoring, dan pengalaman praktis. Berikut adalah beberapa pendapat ahli mengenai pengembangan keterampilan kepemimpinan dalam dunia bisnis dan kewirausahaan: ➢ John C. Maxwell, seorang penulis dan pembicara motivasi Amerika, menyatakan bahwa kepemimpinan bukanlah sebuah posisi, melainkan sebuah tindakan. Ia menekankan pentingnya mempelajari keterampilan kepemimpinan secara aktif melalui pembelajaran dan praktik, serta membentuk karakter yang kuat. Maxwell juga menyarankan pengembangan keterampilan komunikasi, empati, dan kepemimpinan tim. ➢ Stephen Covey, penulis buku "The 7 Habits of Highly Effective People", mengajarkan pentingnya mengembangkan keterampilan kepemimpinan melalui pendekatan yang holistik, yaitu melalui pengembangan keterampilan fisik, emosional, intelektual, dan spiritual. Covey juga menekankan pentingnya memperkuat nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang mendasari kepemimpinan yang sukses. ➢ Tri Mumpuni, pendiri dan CEO dari Institute for Sustainable Development (ISD) Indonesia, menyatakan bahwa keterampilan kepemimpinan dalam konteks bisnis dan kewirausahaan harus mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Mumpuni menekankan pentingnya pemahaman tentang dampak sosial dan lingkungan dari keputusan bisnis, serta kemampuan untuk mengembangkan solusi inovatif yang berkelanjutan. ➢ Michael E. Porter, seorang profesor dari Harvard Business School, menyatakan bahwa keterampilan kepemimpinan yang efektif dalam dunia bisnis dan kewirausahaan harus berfokus pada menciptakan nilai bagi pelanggan, dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar dan lingkungan. Porter juga menekankan pentingnya pengembangan strategi dan rencana aksi yang jelas dan terukur, serta kemampuan untuk melaksanakan rencana tersebut dengan efektif.


58 Sebagai contoh, salah satu perusahaan yang sukses dalam mengembangkan keterampilan kepemimpinan adalah Airbnb. CEO Airbnb, Brian Chesky, dikenal sebagai seorang pemimpin yang visioner dan inovatif, serta mampu menginspirasi dan memotivasi timnya untuk mencapai tujuan bersama. Selain itu, menurut Hersey dan Blanchard (1969), kepemimpinan adalah sebuah proses dalam mempengaruhi tingkah laku orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam konteks bisnis dan kewirausahaan, kepemimpinan sangat penting dalam mencapai tujuan organisasi, mengembangkan tim yang efektif, dan menciptakan budaya yang sehat di perusahaan. Dalam mengembangkan keterampilan kepemimpinan, beberapa ahli menyarankan beberapa hal. Menurut John C. Maxwell (2005), seorang pemimpin harus mengembangkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, visi, dan kemampuan untuk memotivasi orang lain. Sementara itu, menurut Stephen Covey (1990), seorang pemimpin harus mengembangkan prinsipprinsip kehidupan yang kuat dan memusatkan perhatian pada hal-hal yang paling penting. Bambang Ismawan (2018) menekankan pentingnya pemimpin bisnis mengembangkan empat keterampilan, yaitu analisis bisnis, pengambilan keputusan, manajemen risiko, dan inovasi. Hal ini disebabkan karena di Indonesia, kebanyakan bisnis masih dipimpin oleh pendiri atau pemiliknya yang tidak memiliki latar belakang manajemen atau bisnis, sehingga perlu dikembangkan keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk mengelola bisnis secara efektif. Namun, keterampilan kepemimpinan juga harus selalu ditingkatkan dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Dalam era digital seperti saat ini, kepemimpinan juga harus mencakup kemampuan untuk memimpin dalam konteks digital. Menurut Stephen Denning (2018), pemimpin digital harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dalam lingkungan digital, mengembangkan visi digital yang jelas, dan memotivasi tim untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi. Sebagai contoh, Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, dikenal sebagai salah satu pemimpin digital yang sukses. Salah satu keterampilan kepemimpinan yang ditekankan oleh Zuckerberg adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi dan tren pasar. Selain itu, ia juga memiliki visi yang jelas dalam mengembangkan Facebook sebagai platform sosial media terbesar di dunia. Pengembangan keterampilan kepemimpinan sangat penting dalam bisnis dan kewirausahaan. Keterampilan-keterampilan tersebut meliputi kemampuan untuk mengembangkan visi, memotivasi tim, dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Keterampilan kepemimpinan juga harus selalu ditingkatkan dan disesuaikan dengan perkembangan zaman, seperti kemampuan untuk memimpin dalam konteks digital.


59 C. Memimpin dalam situasi yang tidak pasti Memimpin dalam situasi yang tidak pasti merupakan tantangan besar bagi seorang entrepreneur dalam menjalankan bisnisnya, terutama di era teknologi saat ini. Situasi yang tidak pasti dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti perubahan ekonomi, persaingan bisnis yang ketat, atau bahkan pandemi global. Untuk mengatasi tantangan ini, para ahli menyarankan beberapa strategi seperti memperkuat nilai-nilai organisasi, mengembangkan keterampilan adaptasi, dan meningkatkan komunikasi dengan karyawan dan pelanggan. ➢ Tang dan Yu (2018), menjelaskan penting bagi entrepreneur untuk memperkuat nilai-nilai organisasi seperti kepercayaan, integritas, dan kejujuran dalam menghadapi situasi yang tidak pasti. Nilai-nilai tersebut dapat membantu para karyawan untuk tetap berfokus pada tujuan bisnis dan mempertahankan kepercayaan pelanggan. ➢ Schlaegel dan Koenig (2014) menyarankan entrepreneur untuk mengembangkan keterampilan adaptasi yang diperlukan untuk menghadapi situasi yang tidak pasti. Keterampilan adaptasi ini meliputi kemampuan untuk mengidentifikasi peluang dan mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi tantangan. ➢ Sementara Bucar and Hisrich (2001), penting bagi entrepreneur untuk meningkatkan komunikasi dengan karyawan dan pelanggan. Komunikasi yang efektif dapat membantu mengatasi ketidakpastian dan meningkatkan kepercayaan. Sebagai contoh, seorang entrepreneur yang menjalankan bisnis online di tengah pandemi Covid-19 dapat menggunakan strategi-strategi di atas untuk menghadapi situasi yang tidak pasti. Dia dapat memperkuat nilai-nilai organisasi dengan mengedepankan kualitas produk dan layanan, mengembangkan keterampilan adaptasi dengan menyesuaikan produk dan strategi pemasaran, serta meningkatkan komunikasi dengan pelanggan dengan memberikan informasi yang jelas dan terbaru. Memimpin dalam situasi yang tidak pasti merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh seorang entrepreneur dalam menjalankan bisnisnya. Namun, dengan menerapkan strategi-strategi yang tepat, entrepreneur dapat mengatasi tantangan tersebut dan meraih kesuksesan. Seorang entrepreneur harus memperhatikan beberapa hal dalam menghadapi situasi yang tidak pasti baik dari sisi ekonomi, politik, maupun aspek lainnya. Berikut ini beberapa hal yang harus diantisipasi oleh seorang entrepreneur: 1. Perubahan di pasar dan ekonomi: Seorang entrepreneur harus mengikuti tren pasar dan perubahan di ekonomi. Hal ini penting untuk menjaga agar bisnis tetap relevan dan kompetitif. 2. Regulasi pemerintah: Regulasi dan kebijakan pemerintah dapat berdampak pada bisnis. Seorang entrepreneur harus memahami regulasi tersebut dan menyesuaikan bisnisnya agar sesuai dengan kebijakan pemerintah.


60 3. Perubahan teknologi: Perkembangan teknologi dapat mengubah cara bisnis dilakukan. Seorang entrepreneur harus selalu mengikuti tren teknologi dan memperbarui strategi bisnisnya agar tetap relevan dan efektif. 4. Persaingan bisnis: Persaingan bisnis yang ketat dapat menjadi ancaman bagi bisnis. Seorang entrepreneur harus terus memonitor pesaing dan mengembangkan strategi untuk mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar. 5. Bencana alam atau pandemi: Situasi seperti bencana alam atau pandemi dapat memberikan dampak besar pada bisnis. Seorang entrepreneur harus memiliki rencana cadangan dan strategi untuk mengatasi situasi ini agar bisnis tetap berjalan dan terus berkembang. 6. Perubahan sosial dan budaya: Perubahan sosial dan budaya dapat memengaruhi preferensi dan perilaku konsumen. Seorang entrepreneur harus memperhatikan perubahan ini dan menyesuaikan produk dan strategi pemasaran agar tetap sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. 7. Ketersediaan sumber daya: Ketersediaan sumber daya seperti bahan baku dan tenaga kerja dapat memengaruhi operasional bisnis. Seorang entrepreneur harus memantau ketersediaan sumber daya ini dan mengambil tindakan yang tepat jika terjadi kelangkaan atau perubahan harga. Dalam menghadapi situasi yang tidak pasti, seorang entrepreneur harus memiliki kemampuan untuk merencanakan, beradaptasi, dan mengambil keputusan yang tepat. Dengan mengantisipasi faktor-faktor di atas dan mempersiapkan strategi yang tepat, seorang entrepreneur dapat mengatasi tantangan yang dihadapi dan mencapai kesuksesan dalam bisnisnya.


61 BAB VII STARTUP DAN BISNIS ONLINE Startup dan bisnis online telah menjadi fenomena yang semakin populer dalam dunia kewirausahaan. Berikut adalah abstraksi tentang hubungan antara startup, bisnis online, dan kewirausahaan berdasarkan pendapat beberapa pakar: Menurut Eric Ries dalam bukunya "The Lean Startup" (2011), sebuah startup adalah organisasi yang didirikan untuk menciptakan produk atau layanan yang baru di bawah kondisi ketidakpastian ekstrim. Startup cenderung bergerak cepat dan berfokus pada inovasi untuk memecahkan masalah baru atau untuk memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi di pasar. Bisnis online, di sisi lain, mengacu pada bisnis yang beroperasi melalui internet atau platform digital lainnya. Menurut David J. Teece dalam jurnal akademik "Business Models, Business Strategy and Innovation" (2010), bisnis online dapat memungkinkan penghematan biaya, pembuatan konten yang lebih cepat, serta interaksi yang lebih langsung dengan pelanggan. Kedua konsep tersebut kini sangat terkait dengan kewirausahaan, terutama dalam era teknologi dan internet saat ini. Dalam jurnal "Entrepreneurial Orientation and the Performance of Small Business E-Commerce Websites" (2011), penulis Wijewardena dan Cooray menyatakan bahwa kewirausahaan sangat penting dalam bisnis online karena memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar dan teknologi. Namun, menurut Steve Blank dalam bukunya "The Four Steps to the Epiphany" (2005), memulai sebuah startup atau bisnis online tidak mudah. Ia menekankan pentingnya melakukan validasi ide sejak awal dan mendapatkan umpan balik dari pelanggan dan pasar untuk menghindari kegagalan di kemudian hari. Sartup dan bisnis online dapat menjadi pilihan yang menarik bagi para wirausahawan yang ingin mengambil peluang di era teknologi saat ini. Namun, untuk berhasil, para wirausahawan harus memiliki kemampuan untuk berinovasi, beradaptasi dengan cepat, dan memvalidasi ide mereka sejak awal. A. Membangun startup yang sukses Membangun sebuah startup yang sukses adalah impian banyak orang di era digital saat ini. Namun, memulai bisnis baru yang belum teruji dengan banyak ketidakpastian bisa sangat menantang. Berikut adalah beberapa persiapan dan hal yang perlu diperhatikan untuk membangun startup yang sukses: 1. Validasi ide: Sebelum mulai membangun produk atau layanan, pastikan ide Anda memiliki potensi untuk menjadi bisnis yang sukses. Validasi ide dapat dilakukan dengan berbicara dengan calon pelanggan atau melakukan riset pasar. Ajukan pertanyaan tentang masalah yang ingin dipecahkan, apakah solusi Anda dapat membantu mereka, dan berapa banyak mereka bersedia membayar.


62 2. Business plan: Membuat business plan adalah langkah penting dalam membangun startup yang sukses. Business plan akan memberikan gambaran tentang arah bisnis, strategi pemasaran, model bisnis, tim, serta anggaran yang diperlukan. Business plan juga dapat membantu mengamankan investasi dari investor. 3. Tim yang kuat: Memiliki tim yang kuat dan berdedikasi merupakan kunci penting untuk membangun startup yang sukses. Pastikan Anda memiliki anggota tim yang mempunyai keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan dalam bidang teknologi, pemasaran, dan operasional. 4. Pengembangan produk: Produk atau layanan adalah inti dari sebuah startup. Pastikan Anda mengembangkan produk atau layanan yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan dapat memecahkan masalah yang dihadapi. 5. Pelanggan: Pelanggan merupakan elemen terpenting dari bisnis. Dalam membangun startup yang sukses, pastikan Anda memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan. Gunakan umpan balik dari pelanggan untuk mengembangkan produk dan meningkatkan pengalaman mereka. 6. Manajemen keuangan yang baik: Memiliki manajemen keuangan yang baik adalah penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Pastikan Anda memiliki anggaran yang cukup untuk membiayai pengembangan produk, pemasaran, dan operasional. Monitor pengeluaran Anda dan pastikan bisnis Anda menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menutup biaya. 7. Fokus pada pertumbuhan: Setelah bisnis Anda mulai berjalan, fokus pada pertumbuhan. Berikan perhatian pada pemasaran dan promosi bisnis Anda. Gunakan strategi yang tepat untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan visibilitas bisnis Anda. Membangun startup yang sukses tidak mudah. Dibutuhkan persiapan dan perencanaan yang matang serta tim yang kuat. Selain itu, penting untuk fokus pada pengembangan produk, pelanggan, dan pertumbuhan. Dengan persiapan yang matang, kesabaran, dan kerja keras, Anda dapat membangun startup yang sukses di era digital saat ini. Bisnis startup dapat menghadapi banyak faktor pendukung dan penghambat dalam perjalanannya menuju kesuksesan. Berikut adalah beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi keberhasilan bisnis startup: Faktor Pendukung: 1. Tim yang Kuat: Tim yang solid dan terlatih dapat menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah startup. "Tidak ada satupun bisnis yang hebat dibangun sendirian. Setiap bisnis yang sukses adalah tentang tim yang luar biasa," kata Richard Branson, CEO Virgin Group. 2. Inovasi: Inovasi adalah kunci penting dalam membangun bisnis startup yang sukses. "Kreativitas dan inovasi adalah darah kehidupan bisnis," kata Richard Branson.


63 3. Fokus pada Pelanggan: Fokus pada kebutuhan dan keinginan pelanggan dapat membantu bisnis startup menciptakan produk dan layanan yang dibutuhkan pasar. 4. Keberanian dan Keputusan Cepat: Bisnis startup yang sukses harus berani mengambil risiko dan membuat keputusan cepat. "Anda tidak perlu sempurna untuk memulai, tetapi Anda harus memulai untuk menjadi sempurna," kata Zig Ziglar, motivator terkenal. Faktor Penghambat: 1. Kurangnya Sumber Daya: Kurangnya modal, waktu, atau keterampilan dapat menjadi hambatan dalam membangun bisnis startup. "Banyak pengusaha gagal karena mereka tidak memiliki sumber daya yang cukup," kata Mark Cuban, investor dan pemilik tim NBA Dallas Mavericks. 2. Persaingan: Persaingan yang ketat dalam pasar dapat menjadi penghambat dalam mencapai kesuksesan bisnis startup. 3. Regulasi dan Kebijakan: Regulasi dan kebijakan yang kompleks dapat menjadi penghambat bagi bisnis startup, terutama jika bisnis tersebut beroperasi di industri yang sangat diatur. 4. Tidak Mampu Beradaptasi: Bisnis startup harus dapat beradaptasi dengan cepat dengan perubahan pasar dan teknologi. "Jangan menempatkan semua telur Anda di satu keranjang karena perubahan pasar dapat membuat Anda kehilangan bisnis Anda dalam sekejap," kata Mark Cuban. Secara keseluruhan, faktor pendukung dan penghambat dapat berbedabeda tergantung pada kondisi dan industri bisnis startup. Namun, tim yang kuat, inovasi, fokus pada pelanggan, keberanian, dan keputusan cepat adalah beberapa faktor pendukung penting dalam membangun bisnis startup yang sukses. Sedangkan kurangnya sumber daya, persaingan, regulasi, dan ketidakmampuan untuk beradaptasi adalah beberapa faktor penghambat yang harus diatasi dalam perjalanan menuju kesuksesan bisnis startup. B. Membuat strategi untuk bisnis online Dalam era digital saat ini, bisnis online menjadi semakin populer dan banyak dipilih oleh pengusaha untuk memulai usaha mereka. Namun, membangun dan menjalankan bisnis online yang sukses tidaklah mudah. Diperlukan strategi yang tepat agar bisnis online dapat berkembang dan berhasil. Berikut adalah beberapa tips dan strategi yang disarankan oleh pakar untuk membangun bisnis online yang sukses: 1. Mempelajari dan Memahami Pasar Pasar online yang cepat berubah membutuhkan pemahaman yang lebih dalam dan pengetahuan tentang produk, pesaing, dan preferensi konsumen. Sebelum memulai bisnis online, lakukan riset pasar untuk memahami produk atau layanan apa yang paling dibutuhkan atau diminati oleh pelanggan, serta peluang yang dapat dimanfaatkan. Pendekatan yang tepat untuk memahami


64 pasar bisa ditemukan pada buku "Blue Ocean Strategy" oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne yang diterbitkan pada tahun 2005. 2. Membangun Brand dan Reputasi Online Bisnis online yang sukses harus memiliki brand dan reputasi yang kuat di internet. Branding dan reputasi yang kuat dapat membantu bisnis online untuk membedakan diri dari pesaing dan membangun kepercayaan dengan pelanggan. Salah satu cara untuk membangun brand dan reputasi adalah dengan memanfaatkan media sosial dan content marketing. "Jangan hanya berjualan, tapi juga berinteraksi dan berbicara dengan pelanggan Anda," kata Mari Smith, ahli media sosial. 3. Menyediakan Layanan Pelanggan yang Unggul Layanan pelanggan yang baik dapat membantu bisnis online mempertahankan pelanggan dan menarik pelanggan baru. Bisnis online harus memiliki sistem layanan pelanggan yang mudah diakses, responsif, dan cepat dalam menanggapi keluhan atau masalah. "Pelanggan yang puas akan mempromosikan bisnis Anda secara gratis melalui review dan word-ofmouth," kata Tony Hsieh, CEO Zappos. 4. Memanfaatkan Teknologi Teknologi dan alat online dapat membantu bisnis online untuk menghemat waktu dan biaya serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Salah satu contoh penggunaan teknologi adalah dengan memanfaatkan Google Analytics untuk memantau trafik web dan analisis data untuk memahami perilaku pelanggan. "Jangan takut mencoba dan memanfaatkan teknologi yang ada untuk memperbaiki bisnis Anda," kata Steve Jobs, pendiri Apple. 5. Menjaga Fleksibilitas Bisnis online yang sukses harus fleksibel dan cepat dalam menyesuaikan diri dengan perubahan pasar dan teknologi. Sebagai pemilik bisnis online, jangan takut untuk mengubah strategi atau pendekatan jika dibutuhkan. "Jangan terlalu terikat dengan rencana atau strategi yang sudah ditetapkan, tapi juga jangan merubah semuanya dengan cepat. Ingat, bisnis adalah tentang adaptasi," kata Eric Ries, pengarang buku "The Lean Startup." Dalam membangun strategi untuk bisnis online, hal yang paling penting adalah memahami pasar dan pelanggan. Diperlukan juga branding dan reputasi yang kuat, layanan pelanggan yang unggul, memanfaatkan teknologi, dan menjaga fleksibilitas.


65 Namun, ada beberapa hal yang juga perlu dihindari atau diwaspadai dalam membangun bisnis online, yaitu: 1. Tidak Fokus pada Pelanggan Bisnis online yang sukses harus fokus pada kebutuhan dan preferensi pelanggan. Jangan terlalu fokus pada produk atau layanan tanpa memperhatikan apa yang diinginkan oleh pelanggan. "Fokus pada pelanggan, dan kesuksesan akan mengikuti," kata Steve Jobs. 2. Tidak Konsisten Konsistensi adalah kunci dalam membangun bisnis online yang sukses. Bisnis online harus konsisten dalam brand, tone of voice, dan konten yang dihasilkan. Jangan mengubah-ubah brand atau tone of voice secara drastis karena dapat membingungkan pelanggan dan menurunkan reputasi. 3. Tidak Mengelola Risiko dengan Baik Setiap bisnis memiliki risiko, termasuk bisnis online. Pemilik bisnis online harus memahami risiko dan bagaimana mengelolanya. Hal ini termasuk pengelolaan keuangan, keamanan data, dan perlindungan hukum. "Jangan mengambil risiko yang tidak perlu, dan pastikan bisnis Anda terlindungi," kata Eric Ries. 4. Tidak Mengetahui atau Memanfaatkan Kompetensi Setiap individu memiliki keahlian dan kompetensi yang berbeda-beda. Bisnis online harus memanfaatkan kompetensi tersebut untuk memperkuat bisnis. Jangan mencoba untuk melakukan segalanya sendiri atau mempekerjakan orang yang tidak memiliki kompetensi yang sesuai. "Pastikan Anda mempekerjakan orang yang tepat untuk pekerjaan yang tepat," kata Tony Hsieh. Dalam membangun bisnis online yang sukses, tidak ada rumus pasti. Setiap bisnis memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda. Namun, dengan memahami pasar dan pelanggan, membangun brand dan reputasi yang kuat, menyediakan layanan pelanggan yang unggul, memanfaatkan teknologi, menjaga fleksibilitas, serta menghindari kesalahan-kesalahan yang umum, bisnis online memiliki peluang yang besar untuk berkembang dan berhasil. C. Studi kasus startup terkenal Terdapat beberapa contoh kasus startup terkenal di Indonesia dan luar negeri beserta alasan mengapa mereka sukses dalam menjalani bisnisnya: ➢ Gojek (Indonesia) Gojek adalah perusahaan startup Indonesia yang sukses dengan bisnis aplikasi ride-hailing, food delivery, dan layanan keuangan. Alasan suksesnya antara lain karena Gojek memiliki visi yang jelas untuk memudahkan hidup masyarakat, serta fokus pada pengembangan teknologi dan inovasi yang memenuhi kebutuhan pelanggan. Selain itu, Gojek juga berhasil


66 membangun ekosistem dengan berkolaborasi dengan banyak mitra usaha, termasuk mitra pengemudi, merchant, dan lembaga keuangan. ➢ Grab (Singapura) Grab adalah perusahaan startup Singapura yang sukses dengan bisnis aplikasi ride-hailing dan food delivery di Asia Tenggara. Alasan suksesnya antara lain karena Grab fokus pada layanan pelanggan yang unggul dengan menggunakan teknologi dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Selain itu, Grab juga berhasil membangun ekosistem dengan berkolaborasi dengan banyak mitra usaha, termasuk mitra pengemudi, merchant, dan lembaga keuangan. ➢ Airbnb (Amerika Serikat) Airbnb adalah perusahaan startup Amerika Serikat yang sukses dengan bisnis platform penyewaan akomodasi online. Alasan suksesnya antara lain karena Airbnb berhasil menciptakan pengalaman unik dan personal bagi pelanggan dengan menyediakan opsi akomodasi yang berbeda dari hotel dan resort tradisional. Selain itu, Airbnb juga fokus pada pengembangan teknologi dan inovasi yang memenuhi kebutuhan pelanggan, serta berhasil membangun ekosistem dengan berkolaborasi dengan banyak mitra usaha, termasuk pemilik properti dan lembaga keuangan. ➢ SpaceX (Amerika Serikat) SpaceX adalah perusahaan startup Amerika Serikat yang sukses dengan bisnis eksplorasi luar angkasa dan transportasi antariksa. Alasan suksesnya antara lain karena SpaceX memiliki visi yang jelas dan ambisius untuk menjelajahi luar angkasa, serta fokus pada pengembangan teknologi dan inovasi yang memungkinkan eksplorasi luar angkasa lebih terjangkau dan efisien. Selain itu, SpaceX juga berhasil membangun ekosistem dengan berkolaborasi dengan banyak mitra usaha, termasuk NASA dan perusahaan teknologi lainnya. Dari contoh-contoh di atas, terlihat bahwa kesuksesan sebuah startup tidak hanya bergantung pada satu faktor saja, melainkan kombinasi dari berbagai faktor, seperti visi yang jelas, fokus pada layanan pelanggan, pengembangan teknologi dan inovasi, kolaborasi dengan mitra usaha, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, untuk membangun startup yang sukses, perlu melakukan riset pasar yang matang, mengembangkan produk atau layanan yang inovatif dan memenuhi kebutuhan pelanggan, serta membangun ekosistem dengan berkolaborasi dengan banyak mitra usaha yang tepat.


67 BAB VIII INTRA-PRENEURSHIP DAN CORPORATE ENTREPRENEURSHIP A. Perbedaan antara intra-preneurship dan corporate entrepreneurship Intrapreneurship dan Corporate Entrepreneurship merupakan dua konsep yang berbeda namun saling terkait dalam konteks bisnis. Intrapreneurship mengacu pada kegiatan kewirausahaan yang dilakukan oleh karyawan dalam sebuah organisasi, sementara Corporate Entrepreneurship mengacu pada kegiatan kewirausahaan yang dilakukan oleh perusahaan atau organisasi secara keseluruhan. Dalam uraian berikut, akan dijelaskan secara detail tentang Intrapreneurship dan Corporate Entrepreneurship, termasuk perbedaan dan kesamaannya. 1. Intrapreneurship Intrapreneurship adalah sebuah konsep yang mendorong karyawan untuk menjadi kewirausahaan dalam konteks organisasi tempat mereka bekerja. Dalam hal ini, karyawan diharapkan dapat menciptakan inovasi dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan, seperti halnya seorang pengusaha melakukan usaha mandiri. Intrapreneurship memiliki beberapa karakteristik, antara lain: a) Inovatif dan Kreatif Intrapreneurship menuntut karyawan untuk memiliki kemampuan berpikir inovatif dan kreatif dalam menciptakan produk, layanan, atau proses bisnis baru. Hal ini dapat membantu organisasi untuk tetap relevan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. b) Berani mengambil risiko Seorang intrapreneur harus memiliki keberanian dalam mengambil risiko untuk mencoba hal-hal baru dalam bisnis. Hal ini dapat membantu organisasi untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar dan memenangkan persaingan di pasar. c) Bertanggung jawab atas keberhasilan dan kegagalan Seorang intrapreneur harus bertanggung jawab atas keberhasilan dan kegagalan usaha yang mereka lakukan. Mereka harus siap mengambil tindakan yang tepat jika suatu produk atau layanan tidak berhasil, dan belajar dari kegagalan tersebut untuk menciptakan ide-ide yang lebih baik di masa depan.


68 2. Corporate Entrepreneurship Corporate Entrepreneurship adalah kegiatan kewirausahaan yang dilakukan oleh perusahaan secara keseluruhan. Corporate Entrepreneurship bertujuan untuk menciptakan inovasi dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan, sebagaimana yang dilakukan oleh seorang pengusaha. Corporate Entrepreneurship memiliki beberapa karakteristik, antara lain: a) Fokus pada inovasi dan pengembangan produk atau layanan baru Corporate Entrepreneurship menempatkan fokus pada pengembangan produk atau layanan baru yang dapat membantu perusahaan untuk memenangkan persaingan di pasar. b) Mendorong karyawan untuk berpikir inovatif dan kreatif Corporate Entrepreneurship mendorong karyawan untuk berpikir inovatif dan kreatif dalam menciptakan produk atau layanan baru yang dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya. c) Mengembangkan model bisnis baru Corporate Entrepreneurship juga melibatkan pengembangan model bisnis baru yang dapat membantu perusahaan untuk tetap relevan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Intrapreneurship dan corporate entrepreneurship adalah dua pendekatan dalam inovasi dan pertumbuhan di dalam organisasi yang sudah mapan. Meskipun keduanya memiliki kesamaan, ada juga perbedaan yang cukup signifikan antara keduanya. 1) Definisi: Intrapreneurship merujuk pada proses pengembangan ide bisnis baru, produk atau layanan di dalam sebuah organisasi yang sudah ada. Sedangkan corporate entrepreneurship adalah proses menciptakan bisnis baru, produk, layanan atau proses di dalam organisasi yang sudah mapan. 2) Fokus: Intrapreneurship lebih berfokus pada karyawan yang ada di dalam organisasi yang sudah ada. Para karyawan ini didorong untuk mengembangkan ide bisnis baru atau meningkatkan proses bisnis yang sudah ada untuk menciptakan nilai tambah bagi organisasi. Sedangkan corporate entrepreneurship lebih berfokus pada menciptakan sebuah entitas bisnis baru yang terpisah dari organisasi yang sudah ada, dengan tim, sumber daya, dan proses yang berbeda. 3) Tujuan: Tujuan intrapreneurship adalah untuk menciptakan inovasi dalam organisasi yang sudah ada dan memperkuat daya saing organisasi. Sedangkan corporate entrepreneurship bertujuan untuk menciptakan peluang baru di pasar, mencapai pertumbuhan dan meningkatkan nilai perusahaan. 4) Risiko: Intrapreneurship memiliki risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan corporate entrepreneurship. Hal ini karena para


69 karyawan dalam organisasi yang sudah ada memiliki akses ke sumber daya dan infrastruktur yang sudah ada, sehingga risiko kegagalan bisa diminimalkan. Sementara corporate entrepreneurship memiliki risiko yang lebih tinggi, karena harus memulai dari awal dan mencari sumber daya dan infrastruktur yang dibutuhkan. 5) Sumber daya: Intrapreneurship dapat menggunakan sumber daya yang sudah ada di dalam organisasi yang sudah ada. Sedangkan corporate entrepreneurship membutuhkan sumber daya yang baru dan terpisah dari organisasi yang sudah ada. 6) Kendali: Intrapreneurship tetap berada di bawah kendali organisasi yang sudah ada, sehingga masih terikat dengan struktur dan proses organisasi. Sedangkan corporate entrepreneurship bebas untuk menciptakan struktur dan proses bisnis yang sesuai dengan kebutuhan mereka. 7) Keuntungan: Keuntungan intrapreneurship adalah bahwa organisasi yang sudah ada bisa memperoleh inovasi dan pertumbuhan baru tanpa harus memulai dari awal. Sedangkan corporate entrepreneurship memberikan kesempatan untuk menciptakan peluang baru di pasar dan memperoleh keuntungan yang besar jika berhasil. kedua pendekatan ini memiliki manfaat dan kekurangan masing-masing. Organisasi harus memilih pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan mereka. B. Menerapkan corporate entrepreneurship dalam organisasi Corporate entrepreneurship atau inovasi dalam organisasi merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh perusahaan untuk dapat terus bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat. Untuk menerapkan corporate entrepreneurship, ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan oleh organisasi, seperti memperkuat budaya inovasi, memperluas sumber daya manusia yang kreatif, membangun kerjasama dengan pihak luar, dan memfasilitasi proses pengambilan keputusan inovatif. Menurut Miller dan Camp (1985), ada empat tahapan dalam menerapkan corporate entrepreneurship, yaitu skenario, identifikasi peluang, evaluasi dan pengembangan, dan implementasi. Dalam skenario, perusahaan memikirkan ide-ide baru yang dapat menghasilkan peluang bisnis. Kemudian, perusahaan melakukan identifikasi peluang dengan cara mengevaluasi peluang bisnis yang dihasilkan dari skenario yang telah dibuat. Setelah itu, perusahaan akan melakukan evaluasi dan pengembangan, yaitu mengevaluasi peluang bisnis tersebut secara lebih rinci dan memilih yang paling layak untuk dikembangkan. Tahap terakhir adalah implementasi, yaitu perusahaan mulai mengembangkan produk atau layanan baru dan memasarkannya. Menurut Kuratko (2016), ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh organisasi dalam menerapkan corporate entrepreneurship, yaitu mengembangkan strategi inovasi yang jelas, membangun budaya inovasi yang


70 kuat, memberikan dukungan kepemimpinan, dan memanfaatkan teknologi yang tepat. Dalam mengembangkan strategi inovasi, perusahaan harus mempertimbangkan potensi peluang pasar, kemampuan teknologi yang dimiliki, dan sumber daya yang tersedia. Sedangkan untuk membangun budaya inovasi, perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor seperti kebebasan berpikir, toleransi terhadap kegagalan, dan penghargaan terhadap ide-ide baru. Menurut Morris et al. (2013), ada tiga komponen penting dalam menerapkan corporate entrepreneurship, yaitu kreativitas, inovasi, dan inisiatif. Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru dan berbeda dari yang sudah ada, sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan ide-ide tersebut dalam bisnis. Inisiatif adalah kemampuan untuk mengambil tindakan untuk mengimplementasikan ide-ide inovatif tersebut. Dalam menerapkan corporate entrepreneurship, organisasi juga harus memperhatikan faktor-faktor seperti dukungan dari manajemen senior, kesediaan untuk mengambil risiko, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Menurut Zahra et al. (2006), manajemen senior harus memberikan dukungan terhadap inisiatif inovatif, termasuk dukungan finansial dan sumber daya manusia yang cukup. Selain itu, organisasi juga harus bersedia mengambil risiko dalam mengembangkan ide-ide baru, meskipun hal tersebut dapat berdampak pada kerugian finansial dalam jangka pendek. Terdapat beberapa strategi untuk menerapkan corporate entrepreneurship dalam organisasi. Menurut Peter Drucker, seorang pakar manajemen, ada tiga langkah penting yang perlu dilakukan untuk menerapkan corporate entrepreneurship dalam organisasi. Pertama, organisasi harus memastikan bahwa inovasi menjadi bagian dari budaya organisasi, dan bahwa manajemen puncak memberikan dukungan penuh terhadap upaya inovasi tersebut. Kedua, organisasi harus menciptakan lingkungan yang memungkinkan karyawan untuk menciptakan dan mengembangkan ide-ide baru. Ketiga, organisasi harus memiliki sistem yang dapat mengelola ide-ide baru tersebut dan mengubahnya menjadi produk atau layanan yang dapat diterima oleh pasar. Selain itu, Roger Miller dan Jeffrey F. Hornaday (1998) menyarankan beberapa strategi praktis untuk menerapkan corporate entrepreneurship dalam organisasi, yaitu: 1. Membuat tim inovasi yang terdiri dari karyawan yang berbakat dan kreatif untuk memimpin upaya inovasi dalam organisasi. 2. Memberikan insentif kepada karyawan yang berpartisipasi dalam upaya inovasi, seperti bonus atau kenaikan gaji. 3. Mengembangkan kerja sama dengan universitas atau lembaga penelitian lain untuk memperoleh pengetahuan dan teknologi terbaru. 4. Meningkatkan komunikasi antar departemen dalam organisasi untuk mempromosikan pertukaran ide dan pengetahuan. 5. Menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi, seperti memperkenalkan waktu untuk bereksperimen dan membuat ruang kreatif. 6. Membuat proses manajemen inovasi yang jelas dan terstruktur untuk memastikan bahwa ide-ide baru dapat diimplementasikan dengan sukses.


71 Dalam menerapkan corporate entrepreneurship, organisasi juga harus siap menghadapi beberapa tantangan, seperti resistensi terhadap perubahan, birokrasi organisasi yang kaku, dan risiko kegagalan. Oleh karena itu, manajemen puncak harus memastikan bahwa mereka memiliki rencana yang tepat untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan keberhasilan upaya inovasi dalam organisasi. Menerapkan corporate entrepreneurship dalam organisasi dapat membantu organisasi untuk tetap relevan dan beradaptasi dengan perubahan pasar. Dalam menerapkan corporate entrepreneurship, organisasi harus menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi, mengembangkan tim inovasi yang kuat, dan memiliki sistem manajemen inovasi yang efektif. Strategi praktis seperti insentif dan kerja sama dengan lembaga penelitian juga dapat membantu organisasi dalam menerapkan corporate entrepreneurship. C. Studi kasus corporate entrepreneurship Studi kasus tentang Corporate Entrepreneurship di Indonesia dan luar negeri menunjukkan bahwa banyak perusahaan yang menerapkan pendekatan ini telah berhasil meningkatkan inovasi dan kinerja bisnis mereka. Berikut ini adalah beberapa contoh studi kasus tentang perusahaan yang berhasil menerapkan Corporate Entrepreneurship: 1. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Telkom adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia yang memiliki visi untuk menjadi perusahaan teknologi informasi terkemuka di Asia Tenggara. Telkom telah membangun budaya inovasi melalui program inovasi internal dan kemitraan strategis dengan startup dan universitas. Telkom juga mendirikan unit bisnis baru seperti Telkom Infra dan Telkom Metra untuk memenuhi kebutuhan pasar yang berbeda dan memperluas lini bisnis mereka. 2. PT Bank Mandiri Tbk Bank Mandiri adalah bank terbesar di Indonesia yang telah memperkenalkan program inovasi internal yang disebut "Mandiri Inovasi" untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas karyawan. Melalui program ini, karyawan didorong untuk menciptakan solusi inovatif yang dapat meningkatkan efisiensi operasional dan layanan pelanggan. Bank Mandiri juga telah meluncurkan produk dan layanan baru seperti Mandiri E-Cash dan Mandiri Mobile. 3. Google Google adalah salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia yang terkenal dengan budaya inovatifnya. Google memberikan kebebasan kepada karyawan untuk menciptakan produk dan layanan baru melalui program seperti "20% Time" di mana karyawan diberi waktu 20% dari waktu kerja mereka untuk mengejar proyek-proyek inovatif. Pendekatan inovatif ini


72 telah membantu Google untuk memperkenalkan produk baru seperti Google Maps, Google Chrome, dan Google Drive. 4. 3M 3M adalah perusahaan global yang terkenal dengan budaya inovatifnya. 3M memiliki program "15% Time" di mana karyawan diberi waktu 15% dari waktu kerja mereka untuk mengejar proyek-proyek inovatif yang tidak terkait dengan tugas mereka. 3M juga memberikan insentif finansial kepada karyawan yang berhasil menciptakan produk baru yang berhasil dijual ke pasar. Dari studi kasus ini, dapat dilihat bahwa perusahaan-perusahaan yang sukses dalam menerapkan Corporate Entrepreneurship memiliki budaya inovatif yang kuat dan memberikan kebebasan kepada karyawan untuk menciptakan solusi inovatif. Perusahaan juga mengambil risiko untuk memperkenalkan produk dan layanan baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar yang berubah dengan cepat. Corporate Entrepreneurship membantu perusahaan untuk tetap kompetitif dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar dan teknologi.


73 BAB IX MENGATASI HAMBATAN DALAM KEWIRAUSAHAAN A. Hambatan-hambatan dalam kewirausahaan Kewirausahaan adalah proses memulai dan menjalankan bisnis baru. Namun, seperti halnya dengan setiap usaha lainnya, kewirausahaan juga memiliki hambatan-hambatan yang dapat menghambat keberhasilannya. Hambatan ini dapat berasal dari internal maupun eksternal perusahaan dan dapat mempengaruhi kesuksesan bisnis secara keseluruhan. Dalam abstraksi ini, akan dibahas beberapa hambatan dalam kewirausahaan dan pendapat pakar mengenai hal ini. Salah satu hambatan utama dalam kewirausahaan adalah kurangnya modal. Banyak kewirausahaan yang gagal karena tidak memiliki sumber daya keuangan yang cukup untuk memulai atau mempertahankan bisnis. Dalam hal ini, David H. Holtz (2008) dalam bukunya yang berjudul "Starting a Successful Business: Start-up Financing" menyatakan bahwa sumber daya keuangan adalah hal yang sangat penting dalam memulai bisnis dan bahwa kekurangan modal adalah salah satu hambatan utama yang dihadapi oleh para wirausahawan. Selain kurangnya modal, hambatan lain dalam kewirausahaan adalah kurangnya keterampilan atau pengalaman. Wirausahawan yang kurang berpengalaman dapat mengalami kesulitan dalam mengembangkan bisnis mereka, memahami pasar dan pelanggan, dan mengelola sumber daya mereka dengan efektif. Dalam hal ini, Michael H. Morris dan Donald F. Kuratko (2002) dalam bukunya yang berjudul "Corporate Entrepreneurship: Entrepreneurial Development within Organizations" menyatakan bahwa keterampilan manajemen dan kepemimpinan adalah penting dalam memulai dan menjalankan bisnis, dan bahwa kurangnya pengalaman dan keterampilan adalah salah satu hambatan utama dalam kewirausahaan. Selain kurangnya modal dan keterampilan, hambatan lain dalam kewirausahaan adalah kurangnya dukungan dari keluarga dan teman. Dalam beberapa kasus, keluarga dan teman dapat menganggap kewirausahaan sebagai risiko yang terlalu besar, dan tidak memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk memulai atau menjalankan bisnis. Dalam hal ini, William B. Gartner dan Scott Shane (1995) dalam jurnal akademik mereka yang berjudul "Success Factors for Small Business: Combining the Insights of Economics and Psychology" menyatakan bahwa dukungan sosial adalah faktor penting dalam kewirausahaan, dan bahwa kurangnya dukungan sosial dari keluarga dan teman dapat menjadi hambatan dalam memulai bisnis.


74 Hambatan lain dalam kewirausahaan adalah persaingan yang sengit di pasar. Saat ini, pasar yang semakin kompetitif dan inovasi yang cepat dapat membuat sulit bagi kewirausahaan untuk bertahan dan tumbuh. Dalam hal ini, Michael E. Porter (1985) dalam bukunya yang berjudul "Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance" menyatakan bahwa persaingan dapat menjadi hambatan dalam kewirausahaan, dan bahwa wirausahawan harus memiliki strategi yang baik untuk mengatasi persaingan dan mempertahankan keunggulan mereka di pasar. Faktor eksternal juga dapat menjadi hambatan dalam kewirausahaan. Beberapa faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kewirausahaan antara lain: ➢ Regulasi dan Kebijakan Pemerintah Regulasi dan kebijakan pemerintah dapat menjadi hambatan bagi kewirausahaan. Beberapa peraturan atau kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dapat mempersulit atau bahkan menghambat berjalannya sebuah usaha. Contohnya, perizinan yang sulit atau memakan waktu lama untuk diperoleh, pajak yang tinggi, atau aturan-aturan yang mengikat yang tidak sesuai dengan kebutuhan usaha. Hal ini dapat mempengaruhi biaya operasional dan daya saing usaha di pasar. ➢ Persaingan Persaingan yang ketat juga dapat menjadi hambatan dalam kewirausahaan. Ketika pasar sudah dikuasai oleh pemain-pemain besar atau sudah terdapat banyak pesaing dengan produk atau layanan yang serupa, maka akan sulit bagi usaha baru untuk memasuki pasar dan bersaing. Persaingan yang tidak sehat juga dapat mengakibatkan hilangnya peluang dan kehilangan pangsa pasar. ➢ Perubahan Teknologi Perubahan teknologi yang cepat juga dapat menjadi hambatan dalam kewirausahaan. Teknologi yang tidak diperbarui atau diikuti dapat membuat sebuah usaha ketinggalan dan kehilangan daya saing. Perubahan teknologi juga dapat membuat usaha harus mengeluarkan biaya untuk mengikuti tren atau mengadopsi teknologi baru. ➢ Perubahan Lingkungan Sosial dan Budaya Perubahan lingkungan sosial dan budaya juga dapat mempengaruhi kewirausahaan. Perubahan dalam nilai dan budaya masyarakat dapat membuat permintaan pasar berubah. Hal ini dapat mempengaruhi jenis produk atau layanan yang dibutuhkan oleh pasar. Selain itu, perubahan lingkungan sosial dan budaya juga dapat mempengaruhi cara-cara pemasaran dan promosi yang efektif. Menurut Hatten dan Ruhland (2016), beberapa faktor eksternal yang dapat menjadi hambatan dalam kewirausahaan antara lain birokrasi dan peraturan pemerintah, persaingan, perubahan teknologi, perubahan lingkungan sosial dan budaya, dan faktor ekonomi. Faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi kesempatan dan kondisi usaha dalam pasar. Oleh karena itu, seorang


75 wirausahawan harus dapat mengantisipasi dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan kondisi pasar agar usahanya dapat bertahan dan berkembang. Sementara itu, menurut Baron (2007), faktor eksternal yang dapat menjadi hambatan dalam kewirausahaan antara lain peraturan dan kebijakan pemerintah, persaingan, perubahan teknologi, dan perubahan dalam preferensi konsumen. Baron juga menekankan pentingnya wirausahawan untuk dapat mengantisipasi perubahan dan memanfaatkan peluang-peluang yang muncul dalam lingkungan yang dinamis dan tidak pasti. Wirausahawan sering menghadapi berbagai hambatan dalam menjalankan usahanya. Beberapa hambatan tersebut di antaranya adalah kurangnya modal, kegagalan dalam pemasaran, masalah perizinan, persaingan yang ketat, perubahan regulasi, dan perubahan tren pasar. Namun, dengan persiapan yang baik, sikap yang tepat, dan kemampuan untuk mengatasi tantangan, hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi. Para pakar kewirausahaan telah mengidentifikasi berbagai hambatan dalam kewirausahaan dan memberikan saran untuk mengatasi hambatan tersebut. Beberapa saran tersebut antara lain: memperkuat modal, memperkuat hubungan dengan konsumen, mencari mentor atau partner bisnis, melakukan riset pasar yang lebih dalam, dan mengembangkan kemampuan manajemen. Selain itu, para wirausahawan juga perlu mengembangkan sikap yang tepat dalam menghadapi hambatan, seperti optimisme, kreativitas, keberanian, dan ketekunan. Kewirausahaan adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan tantangan. Namun, dengan persiapan yang tepat, sikap yang positif, dan kemampuan untuk mengatasi hambatan, wirausahawan dapat meraih kesuksesan dalam menjalankan usahanya. Kunci kesuksesan dalam kewirausahaan adalah kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengambil tindakan yang tepat dalam menghadapi perubahan dan tantangan. B. Bagaimana mengatasi hambatan Kewirausahaan Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatanhambatan dalam kewirausahaan. Berikut adalah beberapa saran yang dikemukakan oleh para pakar kewirausahaan dan contoh kasus dari perusahaan yang berhasil mengatasi hambatan tersebut. 1. Memperkuat Modal Modal yang kuat adalah faktor kunci untuk menjalankan bisnis yang sukses. Salah satu cara untuk mengatasi hambatan modal adalah dengan mencari investor atau lembaga keuangan yang bersedia memberikan pinjaman atau investasi modal kepada perusahaan. Contoh kasus: Bukalapak, sebuah perusahaan e-commerce di Indonesia, berhasil memperoleh investasi sebesar US$50 juta dari perusahaan teknologi asal Singapura, GIC. Investasi tersebut membantu Bukalapak untuk memperluas bisnisnya dan memperkuat modal perusahaan.


76 2. Memperkuat Hubungan dengan Konsumen Mempertahankan hubungan yang kuat dengan konsumen adalah kunci untuk menjaga kelangsungan bisnis. Salah satu cara untuk mengatasi hambatan dalam mempertahankan hubungan dengan konsumen adalah dengan meningkatkan kualitas produk atau layanan yang diberikan. Contoh kasus: Starbucks, sebuah perusahaan kopi yang berbasis di Amerika Serikat, berhasil mempertahankan hubungan yang kuat dengan konsumennya dengan memberikan pengalaman yang unik dan kualitas produk yang konsisten. Starbucks terus berinovasi dengan menciptakan minuman kopi baru dan menawarkan menu makanan yang berkualitas. 3. Mencari Mentor atau Partner Bisnis Mentor atau partner bisnis dapat memberikan bimbingan dan dukungan yang diperlukan dalam mengatasi hambatan-hambatan dalam kewirausahaan. Salah satu cara untuk mencari mentor atau partner bisnis adalah dengan bergabung dalam jaringan kewirausahaan atau mengikuti program akselerasi bisnis. Contoh kasus: Gojek, sebuah perusahaan ride-hailing di Indonesia, berhasil mengatasi hambatan dalam mengembangkan bisnisnya dengan bergabung dalam program akselerasi bisnis. Melalui program tersebut, Gojek mendapatkan bimbingan dari mentor bisnis yang berpengalaman dan dukungan finansial untuk memperluas bisnisnya. 4. Melakukan Riset Pasar yang Lebih Dalam Riset pasar yang mendalam dapat membantu perusahaan untuk memahami kebutuhan dan keinginan konsumen. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk mengembangkan produk atau layanan yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen. Contoh kasus: Apple, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Amerika Serikat, berhasil mengembangkan produk-produk yang populer dengan melakukan riset pasar yang mendalam. Apple terus memantau tren pasar dan kebutuhan konsumen, dan mengembangkan produk-produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Contoh kasus lainnya adalah Walt Disney. Walt Disney pernah mengalami kegagalan dalam bisnis animasi pada tahun 1921. Saat itu, ia dikeluarkan dari studio animasi tempat ia bekerja dan bahkan gagal dalam membuat studio animasi miliknya sendiri. Namun, ia tidak menyerah dan terus mencoba hingga akhirnya mendirikan Walt Disney Productions yang kemudian menjadi salah satu perusahaan hiburan terbesar di dunia.


77 Dalam mengatasi hambatan-hambatan dalam kewirausahaan, beberapa pendapat pakar menyarankan untuk fokus pada pengembangan keterampilan dan kemampuan manajerial, seperti kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan manajemen risiko. Selain itu, membangun jaringan dan mencari mentor yang bisa memberikan saran dan dukungan juga dapat membantu mengatasi hambatan. Pakar kewirausahaan, Dr. Jeff Cornwall, menyarankan bahwa mengembangkan keterampilan manajerial melalui pendidikan dan pelatihan dapat membantu mengatasi hambatan dalam kewirausahaan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan dengan orang-orang yang memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam bisnis yang sama. Contoh kasus yang berhasil mengatasi hambatan-hambatan dalam kewirausahaan dengan cara ini adalah Tim Brown, pendiri dan CEO dari perusahaan desain inovatif IDEO. Tim Brown belajar tentang desain dan manajemen bisnis di University of Northumbria dan kemudian bekerja di perusahaan desain Inggris, yang membantunya memperoleh keterampilan manajerial yang dibutuhkan untuk membangun IDEO. Selain itu, mencari mentor juga dapat membantu mengatasi hambatan dalam kewirausahaan. Misalnya, Jack Ma, pendiri Alibaba Group, memiliki seorang mentor yang membantunya belajar tentang bisnis dan mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapinya saat membangun perusahaan. Dalam konteks Indonesia, salah satu contoh kasus yang berhasil mengatasi hambatan dalam kewirausahaan adalah Gojek. Salah satu hambatan yang dihadapi oleh Gojek adalah regulasi yang belum jelas terkait layanan ojek online. Namun, Gojek berhasil mengatasi hambatan tersebut dengan mengajak para driver ojek untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama-sama. Gojek juga berkomunikasi dengan pemerintah dan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik yang menguntungkan semua pihak. Hambatan-hambatan dalam kewirausahaan memang bisa menghadirkan tantangan yang besar bagi para pengusaha. Namun, dengan mengembangkan keterampilan manajerial dan membangun jaringan yang kuat, serta dengan mencari mentor yang bisa memberikan saran dan dukungan, pengusaha dapat mengatasi hambatanhambatan tersebut. Beberapa contoh kasus, baik di Indonesia maupun di luar negeri, menunjukkan bahwa strategi-strategi ini dapat membantu pengusaha mengatasi hambatan dan meraih kesuksesan dalam bisnis mereka.


78 BAB X PENELITIAN TENTANG KEWIRAUSAHAAN A. Urgensi Penelitian Tentang Kewirausahaan Kewirausahaan merupakan salah satu bidang yang semakin berkembang di era modern saat ini, sehingga memunculkan kebutuhan untuk dilakukan penelitian ilmiah dalam bidang tersebut. Hal ini menjadi penting, terutama bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di jurusan kewirausahaan, agar mampu mengembangkan wawasan dan pengetahuan yang lebih dalam mengenai kewirausahaan. Penelitian ilmiah di bidang kewirausahaan memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman tentang faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi keberhasilan suatu usaha. Selain itu, penelitian juga dapat membantu dalam mengidentifikasi peluang bisnis yang muncul dan cara mengatasi masalah-masalah yang timbul di dalam usaha. Penelitian juga dapat memberikan sumbangan yang signifikan bagi perkembangan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru. Melalui penelitian ilmiah, mahasiswa dapat mempelajari berbagai metode dan teknik yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha baru. Penelitian juga dapat membantu dalam mengembangkan keterampilan analitis, kreatif, dan inovatif. Mahasiswa juga dapat memperoleh wawasan yang lebih luas tentang kondisi pasar, persaingan, dan kebutuhan konsumen, sehingga dapat mengembangkan produk dan layanan yang lebih tepat sasaran. Penelitian ilmiah di bidang kewirausahaan juga dapat memberikan manfaat bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk mengembangkan program-program yang dapat mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah. Dalam hal ini, penelitian ilmiah dapat memberikan data dan informasi yang akurat untuk pengambilan keputusan dan kebijakan yang berhubungan dengan kewirausahaan. Dalam rangka mendorong mahasiswa untuk melakukan penelitian ilmiah di bidang kewirausahaan, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, seperti dosen pembimbing, lembaga penelitian, dan pemerintah. Dukungan tersebut dapat berupa penyediaan fasilitas penelitian, bimbingan dan pelatihan, serta pemberian dana penelitian. Secara keseluruhan, penelitian ilmiah di bidang kewirausahaan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa, serta memberikan manfaat bagi perkembangan ekonomi dan masyarakat secara umum. Oleh karena itu, mahasiswa di bidang kewirausahaan harus mengembangkan minat dan komitmen untuk melakukan penelitian ilmiah yang berkualitas dan bermanfaat.


79 Berikut contoh penelitian tetang Kewirausahaan yang diterbitkan oleh beberapa Jurnal Nasional dan Internasional: 1. Jurnal Nasional: a) Judul: "Pengaruh Modal Sosial terhadap Kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia" Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal sosial terhadap kinerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Metode yang digunakan adalah survei melalui kuesioner dan pengambilan sampel dilakukan secara acak terhadap 150 pelaku usaha UMKM di kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja usaha UMKM di Indonesia. b) Judul: "Pengaruh Kepemimpinan Transformasional terhadap Inovasi Produk pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM)". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap inovasi produk pada usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Metode yang digunakan adalah survei melalui kuesioner dan pengambilan sampel dilakukan secara acak terhadap 100 pelaku usaha UKM di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif signifikan terhadap inovasi produk pada UKM di Indonesia. 2. Jurnal Internasional: a) Judul: "Entrepreneurial Orientation and Business Performance: The Moderating Role of Environmental Turbulence" Abstraksi: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara orientasi kewirausahaan dan kinerja bisnis, serta peran moderasi dari turbulensi lingkungan. Metode yang digunakan adalah survei melalui kuesioner dan pengambilan sampel dilakukan terhadap 250 perusahaan di Kanada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh positif terhadap kinerja bisnis dan bahwa turbulensi lingkungan memoderasi hubungan antara keduanya. b) Judul: "Entrepreneurial Learning from Failure: An Analysis of the Factors that Influence the Recovery Process". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses pemulihan setelah kegagalan kewirausahaan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dan pengambilan sampel dilakukan terhadap 10 pengusaha yang mengalami kegagalan di Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktorfaktor seperti dukungan sosial, pembelajaran dari pengalaman kegagalan, dan motivasi dapat mempengaruhi proses pemulihan setelah kegagalan kewirausahaan.


80 B. Instrumen dalam Melakukan Penelitian Tentang Kewirausahaan Dalam melakukan penelitian tentang kewirausahaan, terdapat beberapa model analisis yang dapat digunakan antara lain: 1. Model Bisnis Canvar (MBC) Model ini dikembangkan oleh Alexander Osterwalder pada tahun 2008 dan telah menjadi alat yang sangat populer dalam dunia kewirausahaan. Canvas Model Bisnis terdiri dari sembilan elemen utama yang terbagi menjadi empat kategori yaitu proposisi nilai, segmen pasar, saluran distribusi, dan infrastruktur. Kesembilan elemen tersebut antara lain: a) Segmentasi Pasar: Menjelaskan siapa target pasar yang akan dilayani oleh bisnis dan kebutuhan apa yang akan dipenuhi oleh produk atau layanan. b) Proposisi Nilai: Menjelaskan produk atau layanan apa yang ditawarkan dan apa manfaatnya bagi target pasar. c) Saluran Distribusi: Menjelaskan cara produk atau layanan dijual atau didistribusikan ke target pasar. d) Hubungan Pelanggan: Menjelaskan jenis hubungan yang akan dibangun dengan pelanggan dan bagaimana mempertahankan mereka. e) Sumber Pendapatan: Menjelaskan bagaimana bisnis akan menghasilkan pendapatan dari produk atau layanan yang ditawarkan. f) Kegiatan Kunci: Menjelaskan kegiatan apa yang harus dilakukan untuk menjalankan bisnis. g) Sumber Daya: Menjelaskan sumber daya apa yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. h) Mitra Kunci: Menjelaskan siapa mitra bisnis yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. i) Struktur Biaya: Menjelaskan biaya apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. Model Bisnis Canvas membantu pengusaha untuk menggambarkan secara visual keseluruhan struktur bisnis dan memahami bagaimana semua elemen saling terkait dan berkontribusi pada kesuksesan bisnis. Dengan demikian, pengusaha dapat melakukan evaluasi dan perbaikan yang lebih efektif dalam model bisnis mereka. Contoh analisis kasus MBC pada bisnis kewirausahaan: • PT. Sari Lautan Nusantara merupakan sebuah bisnis yang bergerak di bidang industri pengolahan makanan laut, khususnya ikan dan udang. Berikut adalah analisis MBC untuk bisnis ini: 1. Segmen Pasar • Pasar utama: Pabrik-pabrik pengolahan ikan dan udang • Pasar sampingan: Restoran, hotel, dan rumah tangga yang membutuhkan bahan baku ikan dan udang


81 2. Proposisi Nilai • Produk yang berkualitas dengan harga yang kompetitif • Penawaran produk yang lengkap dan beragam • Pelayanan yang baik dan responsif 3. Saluran Distribusi • Penjualan secara langsung melalui kantor pusat • Distribusi melalui agen dan pemasok lokal 4. Hubungan dengan Pelanggan • Memiliki layanan purna jual yang baik dan memuaskan • Memiliki program diskon untuk pelanggan yang loyal • Memberikan garansi kualitas produk 5. Pendapatan • Pendapatan utama berasal dari penjualan ikan dan udang mentah • Pendapatan sampingan berasal dari penjualan produk olahan ikan dan udang 6. Sumber Daya Kunci • Karyawan yang kompeten di bidang pengolahan makanan laut • Pabrik pengolahan yang modern dan terkelola dengan baik • Sumber daya alam yang melimpah di sekitar lokasi usaha 7. Kegiatan Kunci • Pengolahan ikan dan udang menjadi produk siap jual • Penjualan produk melalui kantor pusat dan agen lokal • Membangun hubungan baik dengan pelanggan dan pemasok lokal 8. Mitra Kunci • Pemasok ikan dan udang segar dari nelayan lokal • Agen dan distributor lokal untuk mendistribusikan produk ke pelanggan 9. Struktur Biaya ▪ Biaya operasional pabrik dan kantor pusat ▪ Biaya bahan baku ikan dan udang ▪ Biaya transportasi dan distribusi produk Melalui analisis MBC, PT. Sari Lautan Nusantara dapat memahami dengan lebih baik mengenai segmen pasar, proporsi nilai, saluran distribusi, hubungan dengan pelanggan, pendapatan, sumber daya kunci, kegiatan kunci, mitra kunci, dan struktur biaya yang terkait dengan bisnis mereka. Dengan memahami aspek-aspek ini, PT. Sari Lautan Nusantara dapat meningkatkan keunggulan bersaing dan memperkuat posisi di pasar.


82 2. Analisis PESTEL PESTEL adalah singkatan dari Political, Economic, Sociocultural, Technological, Environmental, dan Legal. Model analisis PESTEL digunakan untuk menganalisis faktor-faktor lingkungan eksternal yang dapat mempengaruhi bisnis. Peneliti dapat menggunakan model analisis PESTEL untuk mengetahui kondisi pasar, kebijakan pemerintah, faktor sosial dan budaya, perkembangan teknologi, serta faktor-faktor lingkungan lainnya yang dapat berdampak pada keberhasilan bisnis. Contoh kasus analisis PESTEL tentang kewirausahaan adalah sebagai berikut: Seorang calon wirausaha bernama Farras ingin membuka usaha katering makanan sehat di daerah Jakarta. Sebelum memulai usaha tersebut, Andi melakukan analisis PESTEL untuk mengetahui faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi keberhasilan usahanya. 1. Political (Politik) Di dalam faktor politik, Farras perlu mengetahui regulasi pemerintah terkait izin usaha dan peraturan mengenai katering makanan sehat. Selain itu, Andi juga perlu memperhatikan kestabilan politik di Jakarta yang dapat mempengaruhi bisnisnya. 2. Economic (Ekonomi) Dalam faktor ekonomi, Farras perlu memperhatikan ketersediaan dana dan sumber daya finansial untuk memulai usaha kateringnya. Selain itu, Andi juga perlu memperhatikan harga bahan baku makanan dan biaya pengiriman yang dapat mempengaruhi harga jual makanan sehat yang ia tawarkan. 3. Social (Sosial) Faktor sosial sangat penting untuk diketahui dalam bisnis katering makanan sehat. Andi perlu memperhatikan tren masyarakat yang semakin peduli terhadap kesehatan dan gaya hidup sehat. Selain itu, ia juga perlu memperhatikan preferensi dan kebiasaan konsumen terkait jenis makanan sehat yang mereka inginkan. 4. Technological (Teknologi) Dalam faktor teknologi, Farras perlu memperhatikan perkembangan teknologi dalam produksi dan pengiriman makanan. Andi dapat memanfaatkan teknologi dalam pemesanan dan pengiriman makanan sehat kepada konsumen, serta memanfaatkan alat-alat modern dalam proses produksi.


83 5. Environmental (Lingkungan) Faktor lingkungan perlu dipertimbangkan untuk menjaga keberlanjutan usaha Andi. Andi perlu memperhatikan sumber daya alam yang digunakan dalam produksi makanan sehat dan cara pengemasan yang ramah lingkungan. 6. Legal (Hukum) Dalam faktor hukum, Farras perlu memperhatikan aturan dan regulasi terkait dengan usaha katering, seperti izin usaha, standar keamanan pangan, dan perlindungan hak cipta. Dengan melakukan analisis PESTEL, Farras dapat mengetahui faktorfaktor eksternal yang dapat mempengaruhi keberhasilan usaha katering makanan sehat yang ia jalankan. Dalam melakukan penelitian kewirausahaan, analisis PESTEL dapat digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor eksternal yang perlu diperhatikan oleh calon wirausaha sebelum memulai usaha mereka. (Sumber: Johnson, G., Scholes, K., & Whittington, R. (2021). Exploring Strategy: Text and Cases. Pearson Education Limited.) 3. Analisis Five Forces Porter Model analisis Five Forces Porter digunakan untuk menganalisis persaingan di dalam industri. Model ini mengidentifikasi lima kekuatan yang mempengaruhi intensitas persaingan di suatu industri, yaitu ancaman pesaing baru, ancaman produk atau jasa pengganti, kekuatan tawarmenawar pemasok, kekuatan tawar-menawar pembeli, dan tingkat persaingan antara perusahaan-perusahaan dalam industri tersebut. Contoh kasus analisis Five Forces Porter dalam konteks kewirausahaan adalah analisis pada bisnis startup e-commerce Bukalapak. Berikut adalah penjelasan singkat tentang masing-masing elemen analisis: 1. Threat of New Entrants (Ancaman Masuknya Peserta Baru) Bukalapak beroperasi di industri e-commerce yang sangat kompetitif di Indonesia, dengan banyak pesaing yang sudah mapan seperti Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Meskipun demikian, Bukalapak masih berhasil bertahan dan mempertahankan pangsa pasarnya. 2. Bargaining Power of Suppliers (Pengaruh Daya Tawar Pemasok) Bukalapak bergantung pada banyak pemasok untuk menjual produkproduk di platform mereka, tetapi sebaliknya, Bukalapak juga merupakan salah satu pasar terbesar bagi para penjual dan pemasok. Oleh karena itu, Bukalapak memiliki sedikit pengaruh atas para pemasok tetapi juga memiliki daya tawar dalam mengatur aturan dan persyaratan bagi para penjual dan pemasok.


84 3. Bargaining Power of Buyers (Pengaruh Daya Tawar Pembeli) Bukalapak harus bersaing dengan banyak platform e-commerce lainnya untuk menarik dan mempertahankan pembeli. Oleh karena itu, pembeli memiliki banyak pilihan dan daya tawar dalam memilih platform ecommerce mana yang akan mereka gunakan. 4. Threat of Substitutes (Ancaman Substitusi) Ada banyak alternatif untuk platform e-commerce seperti Bukalapak, seperti berbelanja langsung di toko fisik atau membeli melalui platform e-commerce lainnya. Oleh karena itu, Bukalapak harus terus meningkatkan pengalaman belanja online dan menawarkan nilai tambah yang tidak dapat ditemukan di tempat lain untuk mempertahankan pelanggan mereka. 5. Rivalry Among Existing Competitors (Persaingan Antara Kompetitor yang Sudah Ada) Seperti yang telah disebutkan, Bukalapak beroperasi di industri ecommerce yang sangat kompetitif dengan banyak pesaing yang sudah mapan. Oleh karena itu, persaingan antara para pesaing ini sangat tinggi, dan Bukalapak harus terus berinovasi dan meningkatkan layanan mereka untuk mempertahankan pangsa pasarnya. Dengan melakukan analisis Five Forces Porter ini, Bukalapak dapat memahami situasi industri e-commerce di Indonesia dan menemukan cara untuk tetap bersaing di pasar yang kompetitif. Referensi: Porter, M.E. (2008). The Five Competitive Forces That Shape Strategy. Harvard Business Review. 4. Analisis Value Chain Model analisis Value Chain digunakan untuk menganalisis kegiatankegiatan yang dilakukan dalam suatu bisnis dan menentukan bagaimana kegiatan-kegiatan tersebut memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Analisis Value Chain dapat membantu peneliti untuk memahami bagaimana suatu bisnis dapat meningkatkan nilai tambah dari segi kualitas, efisiensi, dan efektivitas. Contoh kasus analisis Value Chain dalam kewirausahaan dapat dijelaskan sebagai berikut: PT XYZ adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri makanan dan minuman. Perusahaan ini berfokus pada produksi kue-kue tradisional dengan rasa yang autentik dan bahan-bahan alami. Untuk memastikan kualitas produk yang baik dan menarik konsumen, PT XYZ memperhatikan seluruh aktivitas dalam value chain-nya.


85 Berikut ini adalah langkah-langkah analisis value chain yang dilakukan oleh PT XYZ: 1. Inbound logistics PT XYZ memperoleh bahan baku dari petani lokal dan juga dari pemasok bahan baku kue tradisional. Perusahaan memastikan bahan-bahan tersebut berkualitas dan terjamin kehalalannya. PT XYZ juga memiliki sistem pengadaan bahan baku yang baik untuk memastikan ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan. 2. Operations Dalam tahap produksi, PT XYZ menggunakan peralatan modern dan teknologi yang memadai. PT XYZ memiliki standar kualitas yang tinggi dan ketat untuk memastikan produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan konsumen. 3. Outbound logistics PT XYZ memastikan ketersediaan produk di seluruh gerai penjualan yang dimilikinya. PT XYZ juga menjamin keamanan produk selama pengiriman dari pabrik ke gerai penjualan. 4. Marketing and sales PT XYZ menggunakan media sosial dan influencer sebagai sarana promosi produk. PT XYZ juga memanfaatkan pameran makanan dan minuman sebagai sarana memperkenalkan produk ke pasar. PT XYZ juga memberikan layanan pesan antar untuk mempermudah konsumen dalam membeli produk. 5. Service PT XYZ memberikan layanan purna jual yang baik dan memastikan adanya komunikasi yang baik dengan konsumen. PT XYZ memperhatikan umpan balik konsumen dan berusaha memperbaiki produk dan layanan mereka jika ada keluhan. Dari analisis value chain tersebut, PT XYZ memastikan bahwa semua aktivitasnya berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan. Hal ini membuat produk yang dihasilkan berkualitas dan menarik bagi konsumen, sehingga PT XYZ dapat bersaing di pasar makanan dan minuman yang kompetitif.


86 5. Analisis Blue Ocean Strategy Model analisis Blue Ocean Strategy digunakan untuk mengidentifikasi peluang bisnis baru dengan menciptakan pasar yang belum tersentuh atau belum dikembangkan sebelumnya. Model ini mengajarkan bagaimana menciptakan nilai tambah yang unik dan berbeda dari pesaing-pesaing yang ada, sehingga bisnis dapat tumbuh dengan cepat dan menghasilkan keuntungan yang besar. Contoh kasus analisis VBlue Ocean Strategy dalam kewirausahaan adalah Netflix. Netflix adalah sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 1997 oleh Reed Hastings dan Marc Randolph di California, Amerika Serikat. Pada awalnya, Netflix berfokus pada bisnis penyewaan DVD melalui pengiriman melalui pos. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan dalam perilaku konsumen, Netflix mengembangkan strategi Blue Ocean untuk mengubah model bisnisnya menjadi penyedia layanan streaming online yang populer saat ini. Berikut ini adalah analisis VBlue Ocean Strategy dari Netflix: 1. Space: • Saat Netflix mulai beroperasi, pasar bisnis DVD rental sudah sangat jenuh dengan persaingan yang tinggi. • Namun, dengan perubahan tren konsumen dan kemajuan teknologi, Netflix melihat peluang di pasar layanan streaming online yang belum tersentuh. 2. Strategy Canvas: • Netflix menawarkan layanan streaming online dengan harga yang lebih rendah daripada penyedia konten tradisional seperti televisi kabel dan penyewaan DVD. • Netflix juga menyediakan konten eksklusif yang hanya tersedia di platform mereka, seperti serial TV asli dan film yang diproduksi sendiri. 3. Four Actions Framework: • Netflix menghilangkan biaya yang terkait dengan menyediakan media fisik seperti DVD dan biaya pengiriman dengan fokus pada layanan streaming online. • Netflix membuat pengalaman menonton lebih mudah dan menyenangkan dengan interface yang sederhana dan mudah digunakan. • Netflix meningkatkan jumlah konten yang tersedia dan memberikan konten eksklusif yang tidak tersedia di platform lain. • Netflix mengurangi biaya pemasaran dan promosi dengan menawarkan layanan langganan yang terjangkau.


87 4. ERRC Grid: ▪ Eliminate: Netflix menghilangkan biaya yang terkait dengan penyediaan media fisik dan pengiriman. ▪ Raise: Netflix meningkatkan pengalaman menonton dengan layanan streaming online yang mudah digunakan. ▪ Reduce: Netflix mengurangi biaya promosi dan pemasaran dengan fokus pada layanan langganan. ▪ Create: Netflix menciptakan konten eksklusif yang tidak tersedia di platform lain untuk meningkatkan daya tarik pelanggan. Dengan strategi VBlue Ocean yang sukses, Netflix berhasil menjadi pemimpin pasar layanan streaming online dengan pangsa pasar yang terus bertambah setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya strategi VBlue Ocean dalam membantu perusahaan untuk memenangkan persaingan pasar dan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan. Semua model analisis tersebut dapat digunakan untuk membantu peneliti untuk mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kewirausahaan dan membantu dalam mengembangkan strategi bisnis yang tepat.


88 BAB XI MASA DEPAN KEWIRAUSAHAAN A. Tren dan masa depan kewirausahaan Kewirausahaan merupakan suatu hal yang selalu berkembang dan mengikuti tren. Tren dan masa depan kewirausahaan memegang peranan penting dalam menentukan arah perkembangan usaha yang akan dilakukan. Berbagai pakar telah memberikan pendapat dan analisis mengenai trend dan masa depan kewirausahaan. Menurut Shane dan Venkataraman (2020), masa depan kewirausahaan akan semakin berkembang dengan adanya teknologi baru dan perkembangan ekonomi. Perkembangan teknologi akan memungkinkan para pengusaha untuk menciptakan produk atau jasa baru yang inovatif dan lebih efisien. Sementara itu, perkembangan ekonomi akan membuka peluang bagi para pengusaha untuk memperluas jangkauan bisnis mereka ke pasar yang lebih luas. Sedangkan menurut Audrey et al. (2021), trend kewirausahaan saat ini adalah keberlanjutan atau sustainability. Banyak pengusaha yang mulai mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial dari bisnis mereka. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya bisnis yang mengadopsi prinsip-prinsip green business atau bisnis yang ramah lingkungan. Selain itu, penggunaan teknologi hijau juga menjadi trend kewirausahaan saat ini. Pendapat lain datang dari Sarasvathy (2022), yang menyoroti pentingnya kreativitas dan inovasi dalam kewirausahaan. Menurutnya, pengusaha yang sukses adalah mereka yang mampu memanfaatkan kesempatan dengan kreativitas dan inovasi. Kreativitas dan inovasi menjadi kunci untuk mengatasi tantangan yang ada dan menciptakan produk atau jasa yang lebih baik. Di sisi lain, Bocken et al. (2022) menekankan pentingnya kewirausahaan sosial atau social entrepreneurship dalam masa depan kewirausahaan. Kewirausahaan sosial memiliki tujuan yang lebih luas, yaitu memberikan kontribusi positif pada masyarakat dan lingkungan. Pengusaha sosial menciptakan bisnis yang berfokus pada kepentingan sosial dan lingkungan, serta menghasilkan keuntungan finansial untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Dari beberapa pendapat para pakar di atas, dapat disimpulkan bahwa trend dan masa depan kewirausahaan akan semakin berkembang dengan adanya teknologi baru, perkembangan ekonomi, keberlanjutan, kreativitas dan inovasi, serta kewirausahaan sosial. Oleh karena itu, para pengusaha perlu memperhatikan trend dan masa depan kewirausahaan untuk dapat memanfaatkan peluang yang ada dan mengembangkan bisnis yang lebih baik.


89 Sebagai seorang mahasiswa yang tertarik pada kewirausahaan, penting untuk menyadari tren dan masa depan kewirausahaan saat ini. Salah satu cara untuk melakukan hal tersebut adalah dengan membaca literatur tentang kewirausahaan, mengikuti acara-acara atau seminar yang berkaitan dengan kewirausahaan, dan bergabung dengan organisasi atau komunitas yang berfokus pada kewirausahaan. Beberapa pakar dan ahli di bidang kewirausahaan juga memberikan pandangan mereka tentang bagaimana seorang mahasiswa dapat menyikapi tren dan masa depan kewirausahaan. ➢ Menurut Dr. Jeff Cornwall, seorang profesor di Belmont University, seorang mahasiswa yang tertarik pada kewirausahaan harus memperluas jaringan dan bergabung dengan organisasi atau komunitas kewirausahaan. Mahasiswa juga harus belajar dari pengalaman praktisi kewirausahaan dan terus memperbarui pengetahuan mereka tentang tren dan inovasi di bidang kewirausahaan. ➢ Menurut Dr. Jason Fitzsimmons, seorang profesor di University of Missouri, mahasiswa kewirausahaan harus belajar untuk berpikir secara inovatif dan mencari peluang bisnis di sekitar mereka. Mahasiswa juga harus memperhatikan tren dan inovasi yang terjadi di sektor industri tertentu dan beradaptasi dengan perubahan tersebut. ➢ Menurut Dr. Debra A. L. Winton, seorang profesor di Northern Kentucky University, mahasiswa kewirausahaan harus berani mengambil risiko dan berinovasi. Mereka juga harus memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang pemasaran, keuangan, dan manajemen sumber daya manusia. Dalam menyikapi tren dan masa depan kewirausahaan, seorang mahasiswa juga harus memperhatikan peran teknologi dan inovasi dalam bisnis. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, mahasiswa harus belajar untuk mengintegrasikan teknologi dalam strategi bisnis mereka dan terus mengikuti perkembangan tren teknologi terbaru. Sebagai seorang mahasiswa yang tertarik pada kewirausahaan, penting untuk memperhatikan tren dan masa depan kewirausahaan saat ini. Mahasiswa harus memperluas jaringan, belajar dari praktisi kewirausahaan, berpikir secara inovatif, dan memperhatikan peran teknologi dalam bisnis. Dengan melakukan hal-hal tersebut, mahasiswa dapat mempersiapkan diri untuk menjadi pengusaha yang sukses di masa depan.


90 B. Peran teknologi dalam kewirausahaan Perkembangan teknologi yang semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir telah membawa pengaruh yang signifikan dalam dunia kewirausahaan. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, banyak wirausahawan yang mulai mengadopsi teknologi dalam berbagai aspek bisnis mereka. Penelitian menunjukkan bahwa teknologi dapat memberikan dampak positif dan negatif dalam kewirausahaan. Beberapa pakar telah memberikan pandangan mengenai peran teknologi dalam kewirausahaan. Menurut Scott Shane (2018), teknologi dapat menjadi alat yang sangat penting dalam kewirausahaan, terutama dalam membantu mengoptimalkan operasi bisnis dan meningkatkan efisiensi. Dalam beberapa kasus, teknologi bahkan dapat membantu mengatasi hambatan dalam memulai sebuah bisnis. Di sisi lain, Shane juga menekankan bahwa teknologi juga dapat menjadi penghalang bagi wirausahawan, terutama jika tidak dikelola dengan baik. Selain itu, ada juga pandangan dari pakar lain seperti Steven Cohen dan Matthew W. May (2021) yang menyatakan bahwa teknologi dapat memberikan dampak positif dalam menciptakan peluang kewirausahaan baru. Teknologi dapat membuka pintu bagi wirausahawan untuk menciptakan produk dan layanan baru yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Namun, di sisi lain, teknologi juga dapat memberikan dampak negatif, seperti meningkatnya persaingan dalam pasar, yang dapat membuat sulit bagi wirausahawan untuk mempertahankan bisnis mereka. Dalam kaitannya dengan dampak positif dan negatif teknologi pada kewirausahaan, beberapa contoh kasus dapat diambil sebagai ilustrasi. Contohnya, Gojek dan Grab di Indonesia merupakan contoh kewirausahaan yang sukses berkat adopsi teknologi dalam operasi bisnis mereka. Gojek dan Grab menggunakan teknologi untuk memudahkan pengguna memesan layanan transportasi dan menghemat waktu mereka. Namun, di sisi lain, teknologi juga dapat menjadi penghalang bagi beberapa bisnis tradisional, seperti toko buku fisik yang terancam oleh perubahan perilaku konsumen yang lebih suka membeli buku secara digital. Teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam kewirausahaan. Dengan adopsi teknologi yang tepat, wirausahawan dapat meningkatkan efisiensi operasi bisnis mereka dan menciptakan peluang kewirausahaan baru. Namun, di sisi lain, penggunaan teknologi yang tidak tepat juga dapat memberikan dampak negatif pada kewirausahaan. Oleh karena itu, wirausahawan harus bijak dalam mengelola teknologi dan memanfaatkannya secara efektif untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis mereka. Namun demikian tidak semua usaha yang dilakukan dapat sesuai dengan menggunakan teknologi. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dari bisnis konvensional menjadi bisnis yang berbasis teknologi. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh pengusaha konvensional yang ingin beralih ke penggunaan teknologi:


91 1. Identifikasi kebutuhan bisnis dan pilih teknologi yang sesuai: Pelajari kebutuhan bisnis dan temukan teknologi yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis Anda. Misalnya, jika bisnis Anda membutuhkan lebih banyak otomatisasi, Anda dapat mempertimbangkan untuk menggunakan teknologi RPA (Robotic Process Automation). 2. Lakukan evaluasi resiko: Sebelum beralih ke teknologi, penting untuk melakukan evaluasi risiko. Identifikasi kemungkinan risiko, seperti keamanan data, masalah penggunaan, dan biaya yang terkait dengan penggunaan teknologi. Setelah Anda mengidentifikasi risiko, Anda dapat mengevaluasi seberapa besar risiko tersebut dan mengambil tindakan yang diperlukan. 3. Sosialisasikan dan edukasikan tim: Tim Anda mungkin memerlukan pelatihan dan edukasi tentang penggunaan teknologi yang baru. Pastikan untuk mengeksplorasi pelatihan dan sumber daya yang tersedia dari vendor teknologi, dan buat rencana pelatihan yang jelas untuk memastikan tim Anda siap untuk menggunakan teknologi yang baru. 4. Mulailah dengan teknologi yang sederhana: Mulailah dengan teknologi yang sederhana dan terjangkau, seperti software akuntansi atau aplikasi manajemen proyek. Dengan memulai dengan teknologi yang sederhana, Anda dapat mengevaluasi efeknya pada bisnis Anda tanpa mengambil risiko besar. 5. Evaluasi dan analisis hasil: Setelah Anda memperkenalkan teknologi ke bisnis Anda, lakukan evaluasi dan analisis untuk mengevaluasi hasilnya. Pelajari apakah teknologi tersebut membantu meningkatkan produktivitas, efisiensi, atau efektivitas bisnis Anda, dan evaluasi apakah investasi tersebut sepadan dengan manfaat yang diterima. Dalam penggunaan teknologi dalam kewirausahaan, terdapat dampak positif dan negatif. Dampak positif dari penggunaan teknologi dalam kewirausahaan antara lain: • Meningkatkan efisiensi bisnis dan produktivitas • Meningkatkan kemampuan bisnis untuk bersaing dan berinovasi • Meningkatkan kemampuan bisnis untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis • Membuka peluang baru untuk pertumbuhan bisnis Namun, terdapat juga dampak negatif dari penggunaan teknologi dalam kewirausahaan, antara lain: • Biaya investasi yang tinggi dalam teknologi • Risiko keamanan data dan privasi • Ketergantungan pada teknologi tertentu yang dapat menghambat kemampuan bisnis untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis • Potensi pengangguran akibat otomatisasi dan penggantian tenaga kerja manusia dengan mesin


92 Menurut Johnson et al. (2018), teknologi telah mengubah cara bisnis dijalankan dan mendorong lahirnya banyak startup teknologi yang berhasil di dunia. Namun, mereka juga menyarankan bahwa pengusaha harus tetap fokus pada nilai-nilai bisnis yang inti C. Mendorong keberlanjutan dalam kewirausahaan Mendorong keberlanjutan dalam kewirausahaan adalah suatu upaya yang dilakukan oleh pengusaha untuk menghasilkan profit sekaligus memperhatikan aspek sosial dan lingkungan. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan dan keberlanjutan sosial. Banyak pakar yang mengungkapkan pentingnya mendorong keberlanjutan dalam kewirausahaan, seperti Elkington (1994) yang memperkenalkan konsep "Triple Bottom Line" yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Untuk mendorong keberlanjutan dalam kewirausahaan, pengusaha dapat melakukan beberapa langkah, antara lain: 1. Menyusun strategi bisnis yang memperhatikan aspek sosial dan lingkungan, 2. Mengadopsi teknologi yang ramah lingkungan, 3. Menggunakan sumber daya yang terbarukan dan ramah lingkungan, 4. Menerapkan proses produksi yang ramah lingkungan, dan 5. Menjalin kemitraan dengan pihak yang memiliki tujuan yang sama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan sosial. Selain itu, para pengusaha juga dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi karyawan dan konsumen dalam upaya menjaga keberlanjutan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan pelatihan dan sosialisasi tentang keberlanjutan, serta mengikutsertakan karyawan dan konsumen dalam programprogram lingkungan dan sosial. Dalam menghadapi tantangan keberlanjutan, pengusaha juga perlu memperhatikan dampak positif dan negatif dari setiap langkah yang diambil. Teknologi dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam mendorong keberlanjutan, tetapi pengusaha juga perlu memperhatikan aspek etika dan dampak jangka panjang dari penggunaan teknologi tersebut. Sebagai contoh, teknologi energi terbarukan seperti panel surya dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, namun proses pembuatan panel surya tersebut juga dapat menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan. Mendorong keberlanjutan dalam kewirausahaan adalah suatu hal yang penting untuk dilakukan agar bisnis dapat berkelanjutan dalam jangka panjang. Langkah-langkah yang dilakukan harus memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, dan pengusaha perlu memperhatikan dampak positif dan negatif dari setiap langkah yang diambil. Keberlanjutan dalam kewirausahaan adalah konsep penting yang menjadi fokus dalam era modern saat ini. Pengusaha yang berfokus pada keberlanjutan mempertimbangkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam operasi bisnis mereka. Mereka berusaha untuk menciptakan


Click to View FlipBook Version