48 organisasai itu berada. Jadi efektivitas organisasi adalah konsep dengan cakupan luas termasuk sejumlah konsep komponen. Untuk menggali informasi dari informan terkait ada tidaknya siklus input-proses-output dari PT. Dwi Daya Mitra Perkasa peneliti mengajukan pertanyaan sebagai instrument interview kepada management perusahaan, mitra bisnis yang biasa disebut my place, dan pihak akademisi. Pertanyaan yang dilakukan adalah pertanyaan terbuka dimana informan dapat menjawab sesuai dengan pemahaman subjektif mereka. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui siklus yang ada pada Perusahaan dan keterkaitannya dengan para pihak terkait baik pemerintah sebagai pembina maupun masyarakat luas. Adapun dua pertanyaan utama yaitu: 1. Apakah siklus input, proses dan output dari Bauran Pemasaran PT.Dwi Daya Mitra sudah dapat anda rasakan? 2. Apakah anda mengetahui dari mana sumber utama pencapaian target penjualan PT.Dwi Daya Mitra Perkasa? Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dapat disajikan dalam table 4.7 berikut:
49 Analisis Pendekatan Sistem Bauran Pemasaran PT. Dwi Daya Mitra Perkasa Apakah siklus input, proses dan output dari Bauran Pemasaran PT.Dwi Daya Mitra sudah dapat anda rasakan? 3 perusahaan mitra lama secara langsung memberikan komentar bahwa mereka sangat merasakan sistem Bauran Pemasaran yang ada pada PT. Dwi daya Mitra, mereka sudah merasa satu kesatuan dengan PT. Dwi Daya meskipun posisi mereka adalah sama dengan 7 perusahaan mitra lainnya. Sementara 7 perusahaan sisanya mengaku tidak begitu memperdulikan siklus input dan proses. Mereka lebih fokus pada output dimana pemesanan produk yang mereka inginkan dapat terpenuhi. Fokus pada output dianggap hal terpenting dalam menjalankan kerjasama bisnis. Terutama dua perusahaan baru yang berasal dari surabaya dan Bandung, sama sekali tidak memperdulikan input dan proses yang ada pada PT. Dwi Daya, mereka fokus pada pencapaian profit dari penjualan produk yang mereka order. Hal ini lebih dikarenakan mereka juga memiliki siklus input dan proses sendiri yang
50 disesuaikan dengan kondisi riil dilapangan dimana mereka menentukan segment pasar sendiri dan pencapaian target sendiri. Apakah anda mengetahui dari mana sumber utama pencapaian target penjualan PT.Dwi Daya Mitra Perkasa? Hampir semua perusahaan mitra berpendapat yang sama bahwa sumber utama target penjualan PT. Dwi Daya bersumber dari distribusi produk kepada mereka (mitra resmi). Argumentasi ini diperkuat dengan sistem bisnis yang terbuka yang disajikan oleh PT. Dwi Daya dimana setiap mitra dapat mengetahui angka penjualan, profit, hingga kuantitas produk yang paling diminati oleh customer. Penanya mencoba mewacanakan alternatif kemungkinan lain selain distribusi produk kepada mitra, dan diperoleh pendapat mitra dari Surabaya yang mengatakan kemitraan franchise juga menjadi target penjualan (perolehan keuntungan perusahaan) namun demikian pendapat ini baru asumsi saja dengan pertimbangan keanggotaan kemitraan/biaya franchisee yang lumayan besar yaitu diatas Rp. 100.000.000,- (seratus
51 juta rupiah) diluar fasilitas tempat, ijin usaha dan SDM. Dari 3 perusahaan mitra lama secara lansung memberikan komentar bahwa Sistem Bauran Pemasaran yang ada pada Pt. Dwi Daya Mitra Perkasa merupakan satu kesatuan meskipun posisi perusahaan sama dengan 7 perusahaan mitra lainnya. Sementara 7 perusahaan tidak memperdulikan siklus input dan proses. Dan lebih fokus pada output dimana suatu produk yang mereka inginkan harus di penuhi. Fokus pada output di anggap penting dalam menjalankan kerjasama bisnis. 2 perusahaan baru yang berasal dari surabaya dan bandung tidak memperdulikan input dan proses yang ada di Pt. Dwi Daya Mitra Perkasa. Mereka lebih fokus pada pecapaian profit dan penjualan produk yang mereka pasarkan, dengan siklus dan proses sendiri dapat di sesuaikan dengan kondisi real di lapangan dimana dapat menentukan segmen pasar sendiri dan pencapaian target. Perusahaan mitra berpendapat bahwa sumber utama target penjualan Pt. Dwi Daya Mitra Perkasa dari distribusi produk , dimana untuk produk sendiri meliputi Hot Stone, Herbal SPA, Aroma Therapy, Scrub, Ion Ozon, Mud Therapy ,dari produk yang sudah ada mitra mempunyai target untuk memasarkan produk tersebut kepada customer.sistem bisnis Pt. Dwi Daya Mitra Perkasa dapat mengethaui angka penjulan , profit, hingga kuantitas produk yang paling di minati oleh customer.
52 Selain produk andalan di perusahaan PT. Dwi Daya Mitra Perkasa membuat program member dengan customer, dalam tahapan membership memiliki dua program yaitu member untuk mengikat customer supaya menggunakan fasilitas untuk menarik customer agar memakai produk yang di jual mitra tersebut. Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran PT. Dwi Daya Mitra Perkasa ditinjau dari perspektif Sistem yaitu Input Proses dan Output dapat dikategorikan rendah. Hal ini dapat dilihat dari ketidak pedulian 7 my place yang terhadap pendekatan sistem yang ada pada perusahaan. Mereka lebih fokus pada sistem yang ada pada perusahaan mereka sendiri. Indepedensi my place dalam implementasi sistem dari bauran pemasaran dianggap lebih efektif mengingat tiap my place memiliki lingkungan sosial ekonomi masyarakat yang berbeda sehingga pendekatan yang harus dilakukan juga berbeda. 3 (tiga) my place yang beranggapan pendekatan sistem dari bauran pemasaran PT. Dwi Daya Mitra Perkasa sudah baik lebih dikarenakan karena lokasi mereka masih di satu wilayah sehingga proses adopsi dari sistem PT. Dwi Daya Mitra Perkasa dianggap lebih relevan, efektif, dan efisien.
53 B.3. Analisis Multiple Constituency Pendekatan multiple constituency adalah perspektif yang menekankan pentingnya hubungan relatif di antara kepentingan kelompok dan individual dalam suatu organisasi dengan pendekatan ini memungkinkan pentingnya hubungan relatif di antara kepentingan kelompok dan individual dalam suatu organisasi. Dengan pendekatan ini memungkinkan tujuan dan pendekatan sistem guna memperoleh pendektan yang lebih tepat bagi efektivitas organisasi. Table 4.8 Analisis Multiple Constituency Model diolah oleh peneliti, 2020 Untuk menggali informasi dari informan terkait kemampuan PT. Dwi Daya Mitra Perkasa mengakomodir kepentingan kelompok khususnya my place, pengurus maupun karyawan serta kemampuan PT. Dwi Daya Mitra Perkasa sebagai sebuah Perusahaan melakukan pendampingan dan edukasi kepada anggotanya peneliti mengajukan pertanyaan sebagai instrument interview kepada Management, my place, dan pihak akademisi. PENYAJIAN
54 Dilibatkannya pihak akademisi dalam penelitian ini untuk memberikan persepsi lain dengan analisis fenomena yang peneliti angkat secara objektif, rasional dan empiris. Untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan peneliti mengajukan pertanyaan kepada informan sebagai berikut: 1. Apakah PT.Dwi Daya Mitra Perkasa mampu mengakomodir kepentingan kelompok dan individu baik mereka sebagai my place maupun customer ? 2. Apakah PT. Dwi Daya Mitra Perkasa memberikan edukasi kepada para customer,dan bagaimana edukasi yang diberikan? Analisis Efektivitas Bauran Pemasaran PT. Dwi Daya Mitra Perkasa dengan pendekatan Multiple Constituency 9. Apakah PT.Dwi Daya Mitra Perkasa mampu mengakomodir kepentingan kelompok dan individu baik mereka sebagai my place maupun customer ? Kewajiban perusahaan dalam memberikan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan diakui oleh 10 perusahaan bahwa PT. Dwi Daya memiliki kepedulian dan fasilitas yang sangat baik. Dimana secara organisasi seluruh karyawan mitra mendapat fasilitas yang sama khususnya karyawan yang memiliki masa kerja diatas satu tahun. Proses ini diawali dari pengajuan permohonan dari perusahaan mitra untuk
55 kemudian dilakukan proses administrasi oleh pusat untuk pemberian fasilitas jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan. Diluar dua fasilitas diatas, menjadi tanggungjawab independen perusahaan mitra. Sehingga PT. Dwi Daya sama sekali tidak memiliki tanggungjawab pada permasalahan internal baik positif maupun negatif yang terjadi pada internal perusahaan. Sebagai sebuah perusahaan profesional, seluruh my place merasa terfasilitasi dengan berbagai kelengkapan persyaratan legal formal sehingga setiap my place dapat melakukan ekspansi sesuai dengan kreatifitas mereka. Hal lain yang diakui oleh seluruh my place adalah perusahaan juga memberikan fasilitas akses perbankan sehingga berbagai transaksi hingga peningkatan investasi mendapat fasilitas pinjaman dari Bank. Saat ini PT. Dwi Daya memiliki
56 hubungan kerjasama yang baik dengan dua Bank nasional yaitu BCA dan Mandiri. Saat ini hampir semua my place telah memanfaatkan fasilitas perbankan untuk proses pengembangan usaha mereka. 10. Apakah PT. Dwi Daya Mitra Perkasa memberikan edukasi kepada para customer,dan bagaimana edukasi yang diberikan? 10 perusahaan mitra mendapat edukasi berupa pelatihan dan pengenalan produk hingga strategi marketing yang harus dilakukan untuk dapat menjalankan bisnis ini dengan optimal. Disamping edukasi formal, perusahaan juga memberikan pelatihan sertifikasi kepada SDM mitra sehingga pencapaian tersebut secara langsung maupun tidak langsung dapat meningkatan keterampilan dan fasilitas yang didapat dari perusahaan. Salah satu mitra yang berlokasi di Bekasi adalah karyawan yang dulunya sebagai karyawan PT. Dwi Daya yang berinisiatif menjadi mitra dan dapat menjalankan kemitraan dengan PT. Dwi Daya secara
57 profesional dan terus mengalami peningkatan penjualan yang signifikan. Dengan maraknya e-commerce dalam dunia usaha juga menjadi kesadaran PT. Dwi daya untuk membekali sistim aplikasi elektronik melalui website resmi perusahaan yang dapat digunakan oleh my place untuk melakukan kegiatan bisnisnya terutama dalam strategi promosi yang meliputi promosi produk, pengenalan lokasi, informasi harga, dan kemudahan dalam melakukan transaksi. Dari pendapat my place diatas, dapat dijelaskan bahwa Pendekatan Multiple Constituency dimana perusahaan memberikan fasilitas kepada mitranya untuk memperoleh keuntungan lain diluar core bisnis yang ada. Kontribusi pendekatan ini sangat penting dalam upaya peningkatan strategi bauran pemasaran yang dilakukan mengingat bisnis yang baik tidak hanya yang mampu memenuhi target pencapaian penjualan dan sistem bisnis yang bagus, tetapi juga memiliki kekuatan dan kelebihan pendukung lainnya terutama yang berkaitan dengan aspek legal formal sebagai
58 indikator utama bagi customer untuk menilai sebuah perusahaan layak atau tidak untuk dijadikan mitra bisnis mereka. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa fasilitas yang diberikan oleh PT. Dwi Daya Mitra Pekasa kepada sepuluh my place berupa jaminan kesehatan dan ketenaga kerjaan juga akses perbankan dimana setiap my place dapat menggunakan fasilitas perbankan mitra yaitu BCA dan Mandiri untuk memperlancar kegiatan bisnisnya baik berupa pengajuan kredit dan fasilitas transaksi. Dilihat dari perspektif multiple constituency sebagai sebuah perusahaan, PT. Dwi Daya Mitra Perkasa dianggap telah mampu memberikan keuntungan dan kemudahan lebih kepada mitra bisnisnya yaitu my place. Dengan kata lain bahwa PT. Dwi Daya Mitra Perkasa ditinjau dari perspektif pendekatan Multiple Constituency sangat baik dalam memberikan fasilitas dan kemudahan sehingga dengan demikian diharapkan peningkatan penjualan produk pada tiap my place dapat ditingkatkan pula.
59 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan pada bab sebelumnya dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu: 1. Penerapan Bauran Pemasaran dalam upaya peningkatan penjualan pada PT.Dwi Daya Mitra Perkasa ditinjau dari analisis efektivitas dengan tiga pendekatan yaitu pendekatan Tujuan, pendekatan sistem, dan pendekatan multiple constituency sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari: a. Bahwa Bauran Pemasaran yang dilakukan oleh PT. Dwi Daya Mitra Perkasa ditinjau dari pendekatan tujuan bahwa seluruh My Place memberi penilaian bahwa Bauran Pemasaran sudah berjalan dengan baik, efektif dan efisien sesuai dengan visi-misi perusahaan yang secara praktis juga diterapkan oleh seluruh My Place yang ada. b. Bahwa bauran pemasaran PT. Dwi Daya Mitra Perkasa ditinjau dari perspektif Sistem yaitu Input Proses dan Output dapat dikategorikan rendah. Hal ini dapat dilihat dari ketidak pedulian 7 my place yang terhadap pendekatan sistem yang ada pada perusahaan. Mereka lebih fokus pada sistem yang ada pada perusahaan mereka sendiri. Indepedensi my place dalam 59
60 implementasi sistem dari bauran pemasaran dianggap lebih efektif mengingat tiap my place memiliki lingkungan sosial ekonomi masyarakat yang berbeda sehingga pendekatan yang harus dilakukan juga berbeda. c. Fasilitas yang diberikan oleh PT. Dwi Daya Mitra Pekasa kepada sepuluh my place berupa jaminan kesehatan dan ketenaga kerjaan juga akses perbankan dimana setiap my place dapat menggunakan fasilitas perbankan mitra yaitu BCA dan Mandiri untuk memperlancar kegiatan bisnisnya baik berupa pengajuan kredit dan fasilitas transaksi. Dilihat dari perspektif multiple constituency sebagai sebuah perusahaan, PT. Dwi Daya Mitra Perkasa dianggap telah mampu memberikan keuntungan dan kemudahan lebih kepada mitra bisnisnya yaitu my place. 2. Untuk meningkatkan jumlah penjualan upaya yang dilakukan oleh PT.Dwi Daya Mitra Perkasa antara lain dengan memperluas jaringan penjualan dengan menciptakan kemitraan dengan my place baru di beberapa daerah yang memiliki kondisi sosial ekonomi yang baik pada masyarakatnya.
61 B. Saran 1. Untuk mempercepat upaya peningkatan penjualan, hendaknya PT. Dwi Daya Mitra Perkasa memiliki sistem yang sama dan terintegrasi dengan baik dengan seluruh my place yang ada. 2. Bauran pemasaran dalam upaya peningkatan jumlah penjualan hendaknya tersosialisasi dengan baik kepada seluruh my place melalui sistem informasi yang dinamis baik melalui website resmi perusahaan ataupun melalui jejaring sosial lainnya. 3. Fasilitas tambahan hendaknya diberikan kepada seluruh my place berserta SDM yang ada didalamnya selain berupa jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan, juga dapat berupa bonus bagi my place yang berhasil melampaui target penjualan sehingga ada sistem reward dan punishment yang baik.
62 Daftar Pustaka Aditama, Tjandra Yoga, Manajemen Administrasi Rumah Sakit Edisi II. Jakarta: UI-Press, 2012 Atik & Ratminto, manajemen pelayanan prima, Yogyakarta Graha Ilmu, 2012 Buchori Alma Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Bandung Alfabeta , 2005 Cambel J.P. Riset dalam Efektivtas Organisasi, Terjemahan Sahat Simamora, (Jakarta:2012) Campbell, J.P 1989, Teori Efektivitas , dalam Richard M:Efektivitas Organisasi 2005 Bandung: Erlangga Erlangga, 1989) Gibson , Pendekatan Mengenai Efektivitas, Jakarta, 2017 Hasibuan, Malayu.. Manajemen, Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta : Bumi Akasara 2009 Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia , Jakarta , Bumi Aksara, 2012. Ign. Suharto, Prof DR,. Limbah Kimia Dalam Pencemaran Udara dan Air, Jakarta 2011 J. Ravianto, 2012, Produktivitas dan Pengukuran, Binaman Aksara, Jakarta James F. Engel Roger D Blackw in & Paul W Miniad, Kepuasan Pelanggan ,Jakarta Edisi 1 , 2002 Julia, Pengertian Efektivitas, Jakarta, 2010 Kotler Amstrong , Bauran Pemasaran , Jakarta Erlangga , 2004 Mahmudi, Manajemen Kinerja Sektor Publik, Yogyakarta: UPP AMP YKPN, 2005
63 Moleong, Faktor – Faktor Pendukung dan Penghambat Marketing Mix, Bandung Remaja Rosda Karya, 2011 Nadiasa, M., Sudarsana, D. K., & Yasmara, I. N. (Manajemen Pengangkutan Sampah Di Kota Amlapura. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil 2009 Once, dr. Prinsip-prinsip Pengelolaan Sampah (www.menkes.go.id, diakses tanggal 21 November 2019.. Ravianto, Pengendalian Efektivitas ,Jakarta Artikel Cendikiawan , 2014 Safroni, Ladzi.. Manajemen dan Reformasi Pelayanan Publik dalam Konteks Birokrasi Indonesia. Surabaya : Aditya Media Publishing 2012 Siagian, Sondang P.. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara. 2014 Soewarno handayaningrat, Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen, (Jakarta: CV. Haji Masagung 1994) Sondang P. Siagian, Manajeemen Sumber Daya Manusia, (Bandung: Bumi Aksara 2008) Suryani, anih, The Significance of Waste Bank in Waste Management Effectiveness (A Case Study of MalangWaste Bank), Malang. 2014 Tarmidi, D. (2004). Optimaliasi Teknik Pengolahan Limbah Padat/sampah di Perkotaan (Studi Kasus: TPA Leuwigajah Kota Bandung) (Doctoral dissertation, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro).
64 Tonimba, E. F., & Hermana, J. (2010). Strategi Pengelolaan Aset Sistem Persampahan di Kota Poso (Doctoral dissertation, Tesis Magister Manajemen Aset, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Wibowo, A., & Djajawinata, D. T.. Penanganan sampah perkotaan terpadu 2012. Jurnal Ilmiah: Muhammad Agphin Ramadhan. 2016. Perbandingan Efektivitas Bank Sampah di Kota Bandung dan Kota Yogyakarta. https://journal.uny.ac.id./ index.php. Diakses 14 Oktober 2019 Mulasari, S. A., Husodo, A. H., & Muhadjir, N. (2016). Analisis situasi permasalahan sampah kota Yogyakarta dan kebijakan penanggulangannya. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2). Praditya, O. (2012). Studi kualitatif manajemen pengelolaan sampah di kelurahan Sekaran Kota Semarang. Unnes Journal of Public Health. Rini, P., Samudro, G., & Hadiwidodo, M. (2016). Perencanaan Sistem Pengelolaan Persampahan Pelayanan Tpa Semali Kabupaten Kebumen. Jurnal Teknik Lingkungan, 5(4), Risza Damayanti, Sri Susilih. 2014. Efektivitas Pengelolaan Sampah melalui Bank Sampah, Kecamatan Sukmajaya, Depok. http://www.lib.ui.ac.id. Diakses 14 Oktober 2019
65 Suryani, A. S. (2014). Peran bank sampah dalam efektivitas pengelolaan sampah (studi kasus bank sampah Malang). Jurnal Aspirasi, 5(1). Suryani, E. (2016). Manajemen Pengelolaan Bank Sampah Di Kota Bekasi. JURNAL ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN PUBLIK, 6(1) Raharjo, S., Ihsan, T., & Yuned, S. R. (2017). Pengembangan Pengelolaan Sampah Perkotaan dengan Pola Pemanfaatan Sampah Berbasis Masyarakat. Jurnal Dampak, 13(1).
66 PEDOMAN WAWANCARA ANALISIS EFEKTIVITAS BAURAN PEMASARAN DALAM UPAYA PENINGKATAN PENJUALAN PRODUK PADA PT.DWI DAYA MITRA PERKASA Kepada Pelanggan PT.Dwi Daya Mitra Perkasa Sejarah PT. Dwi Daya Mitra Perkasa 1. Sejak kapan anda menjadi customer dan apa yang melatar belakangi ketertarikan anda? 2. Bagaimana pendapat anda dengan pelayanan yang diberikan oleh PT.Dwi Daya Mitra Perkasa? 3. Perubahan apa saja yang anda rasakan sebagai customer di PT.Dwi Daya Mitra Perkasa? 4. Apakah harga yang diberlakukan oleh PT.Dwi Daya Mitra Perkasa sudah kompetitif disbanding dengan kompetitor lain? Analisis Efektivitas PT.Dwi Daya Mitra Perkasa 1. PendekatanTujuan: 5. Apakah anda mengetahui tujuan jangka pendek, menengah dan jangka panjang dari program PT.Dwi Daya Mitra Perkasa? 6. Apakah untuk tujuan tesebut anda dilibatkan baik secara langsung maupun tidak langsung?
67 2. Pendekatan Sistem: 7. Apakah siklus input, proses dan output dari PT.Dwi Daya Mitra sudah dapat anda rasakan? 8. Apakah anda mengetahui dari mana sumber utama Kepuasan Pelanggan PT.Dwi Daya Mitra Perkasa? Pendekatan multiple constituency 9. Apakah PT.Dwi Daya Mitra Perkasa mampu mengakomodir kepentingan kelompok dan individu baik mereka sebagai pengurus maupun customer ? 10. Apakah Bank PT. Dwi Daya Mitra Perkasa memberikan edukasi kepada para customer,dan bagaimana edukasi yang diberikan?