The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Makalah Ini diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Dasar-Dasar Ekologi.
Disusun Oleh :
1. Moh. Rizal Iwan Fanani / 1103190007
2. Siti Nur Kholifah Yunandha Putri / 1103190003

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by iwanfanani025, 2021-06-15 19:47:16

EKOSISTEM DARATAN UTAMA DI BUMI

Makalah Ini diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Dasar-Dasar Ekologi.
Disusun Oleh :
1. Moh. Rizal Iwan Fanani / 1103190007
2. Siti Nur Kholifah Yunandha Putri / 1103190003

MAKALAH
EKOSISTEM DARATAN UTAMA DI BUMI
Makalah Ini diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Dasar-Dasar

Ekologi

Dosen Pembimbing :
Dr. Dede Nuraida, M.Si.

NIDN : 0017086601
Disusun Oleh :

1. Moh. Rizal Iwan Fanani / 1103190007
2. Siti Nur Kholifah Yunandha Putri / 1103190003

PROGRAM PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE (UNIROW) TUBAN

2020/2021

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat ALLAH SWT, atas berkat, rahmat, dan
hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan tanpa ada hambatan yang berarti. Shalawat serta salam semoga tercurahkan
kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya, serta kepada kita
semua selaku umatnya yang Insya Allah selalu mengikuti ajaran sunahnya.
Makalah ini merupakan hasil pengetahuan, diskusi dan kerja sama yang kami peroleh.
Maka dari itu, kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik sebagai salah satu
persyaratan untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar-Dasar Ekologi dengan topik
“Ekosistem Daratan Utama di Bumi”di UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE
TUBAN.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini dan jauh
dari kata sempurna. Itu dikarenakan keterbatasan yang kami miliki dalam tahap belajar. Oleh
sebab itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk makalah ini agar
dapat menjadi lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semuanya.

Tuban, 15 Juni 2021
Penyusun

Kelompok 03

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... i
DAFTAR ISI......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.................................................................................
1.2 Rumusan Masalah............................................................................ 1
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................................. 1
1.4 Manfaat Penulisan ........................................................................... 1
2

BAB II PEMBAHASAN 3
2.1 Ekosistem Padang Pasir................................................................... 4
2.2 Ekosistem Zona Arid/Kering........................................................... 5
2.3 Ekosistem Tundra ............................................................................ 8
2.4 Ekosistem Padang Rumput.............................................................. 10
2.5 Ekosistem Hutan..............................................................................

BAB IV PENUTUP 16
2.1 Kesimpulan ...................................................................................... 16
2.2 Saran ................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 17

ii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ilmu yang mempelajari hubungan antara makhluk hidup denagn makhluk hidup lain,
serta dengan makhluk tak hidup di lingkungannya disebut ekologi. Orang yangpertama kali
mengemukakan definisi ekologi adalah Ernest Haeckel (1834-1914).Ekologi
mempersoalkan bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya
dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan makhluk tak hidup di dalam
tempat hidupnya atau lingkungannya.

Pengenalan tipe-tipe ekosistem didasari pada ciri-ciri komunitas yang paling
menonjol. Khususnya untuk ekosistem darat yang digunakan adalah komunitas tumbuhan
atau vegetasinya, karena wujud vegetasi merupakan pencerminan fisiognomi atau
penempakan luar interaksi antara tumbuhan, hewan, dan lingkungannya.

Berbagai bentuk ekosistem di permukaan bumi ini terjadi sebagai akibat dari interaksi
berbagai faktor lingkungan. seperti iklim, batuan induk, tanah, fauna dan flora. Secara garis
besar ekosisten di bumi ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ekosisten daratan dan
ekosistem perairan akan dibahas dalan bab ini hanyalah ekosistem daratan, pada dasarnya
bentuk-bentuk ekosistem itu adalah padang pasir, padang rumput, dan hutan.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan padang pasir dan gambaran umumnya?
1.2.2 Apa yang dimaksud zona arid dan bagaimana kondisi lingkunganya ?
1.2.3 Apa yag dimaksud tundra dan bagaimana kondisi ligkungannya?
1.2.4 Apa yang dimaksud padang rumput dan bagaimana kondisi lingkungannya?
1.2.5 Apa yang dimaksud dengan hutan dan gambaran umumnya?

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini antara lain :
1.3.1 Untuk mengetahui definisi padang pasir dan gambaran umumnya
1.3.2 Untuk mengetahui zona arid dan kondisi lingkungannya
1.3.3 Untuk mengetahui tundra dan bagaimana kondisi ligkungannya
1.3.4 Untuk mengetahui padang rumput dan bagaimana kondisi lingkungannya
1.3.5 Untuk mengetahui yang dimaksud hutan dan gambaran umumnya

1

1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan makalah ini antara lain :
1.4.1 Sebagai suatu sumber atau referensi yang mencakup tema ekosistem daratan utama
di bumi.
1.4.2 Sebagai ilmu untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi seluruh kalangan.

2

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Padang Pasir
Padang Pasir yaitu suatu daerah dimana curah hujannya sangat kecil yaitu kurang
dari 250 mm/tahun,sifat udaranya kering dan hampir tidak ada tumbuh-tumbuhan yang
hidup. Gurun disebut juga daratan kering, karena klasifikasi gurun berdasarkan tingkat
kekeringan di suatu wilayah. Hampir seperempat permukaan bumi daratan merupakan
daerah gurun dengan temperatur yang dapat melebihi 55 derajat Celcius pada siang hari
dan sangat dingin pada malam hari.
2.1.1 Kondisi Lingkungan
Padang pasir (biologi) terbentuk kekurangan satu atau lebih faktor-faktor yang
diperlukan untuk hidup. Faktor pembatas memungkinken untuk menunjang kondisi ini
adalah kekeringan yang luar biasa, suhu yung ekstrem, adanya substansi toksik, atau
kecepatan angin yang tinggi.
Contoh padang pasir yang luas adalah padang pasir dan sejuk di zona arid/kering
dan padang pasir di daerah dengan garis lintang tinggi di belahan buni utara
2.1.2 Gambaran Umum Padang Pasir
Meskipun terdapat perbedaan yang mencolok ditinjau dari faktor iklim (panas dan
dingin), secara dasar didapatkan pula persamaan di antara ekosistem padang pasir ini
a. Iklim yang keras merupakan faktor pembatas dan penentu masa pertumbuhan.
Organisme harus benar-benar teradaptasi untuk kondisi yang merugikan ini. khususan
dalam morfologi dan fisiologi lebih banyak dijumpai jika dibandingkan dengan kondisi
yang lebih baik.
b. Komunitas tumbuhan mempunyai struktur yang sederha na, tidak ada tumbuhan yang
menjulang tinggi dalam pelapisan yang tidak kompleks. Komunitas umumnya terbuka,
mempunyai penutupan yang tidak erat kaitanya dengan habitat setempat. Komunitas
umumnya terbuka, mempunyai penutupan yang terputus atau tidak menerus.
Komposisi komunitas bervariasi dan erat kaitannya dengan habitat setempat, sehingga
akan menghasilkan mozaik dari unit-unit vegetasi yang berbeda-beda.
c. Produktivitas primer rendah dan rantai makanan pen dek, sehingga biomasa total juga
rendah.
d. Tanah kurang masak, tidak ada bahan organik dari horizon tanah tidak berkembang.
e. Ekosistem padang pasir tidak stabil. Laju produktivitas sangat bervariasi sebagai
jawaban terhadap perubahan faktor-faktor lingkungan.

3

2.2 Zona Arid/ Kering
Daerah dengan kekeringan ekstrem biasanya berada di pedalaman kontinental ataupun

dekat pantai barat pada garis lintang 30° dari katulistiwa. Daerah seperti ini meliputi
hampir sepertiga permukaan bumi dan meliputi tidak saja padang pasir panas, tetapi juga
padang pasir sejuk dan dingin di Amerike Utara dan Eurasia.
2.2.1 Kondisi Lingkungan
a. Hujan.

Zona arid menerima curah hujan tahunan kurang 100 mm, dan mempunyai laju
evapotranspirasi sekitar 1140 mm. Hujan tidak teratur, berbulan-bulan bahkan
bertahun-tahun tanpa hujan, yang kemudian akan diikuti hujan lebat, namun air hujan
ini segera hilang karena air larian dan evapo-transpirasi. Pembentukan embun
menambah masukan air di beberapa padang pasir
b. Suhu
Daerah arid ini terkenal dengan perbedaan suhu harian yang besar akibat dari udara
yang kering dan praktis tidak ada awan. Perbedaan suhusiang dan malam hari dapat
mencapai 56° C. Di padang pasir panas suhu maksimum siang hari dapat mencapai
60°C. Situasi suhu yang ektrem ini akan dipertegas lagi oleh perbedsan musim
c. Kecepatan angin.
Situasi yang terbuka dan tidak adanya pengh lang akan mempertinggi kecepatan angin.
Tenaga hembusan angin yang tinggi menyebabkan kerusakan-kerusakan pada
tumbuhan akibat luka yang bersifat mekanis dan aberasi
d. Salinitas
Drainase yang dalan merupakan gambaran di ber bagai padang pasir. Evaporasi dari
permukaan meninggalkan residu-residu garam yang terakumulasi, dengan demikian
salinitas di padang pasir sedemikian ekstrem tingginya untuk daerah yang sangat luas.
e. Iklim mikro
Keterbatasan-keterbatasan iklim memberikan sedikit kemungkinan untuk
termodifikasinya lingkungan oleh organisme, seperti terciptanya peneduhan oleh
pohon tinggi Dalam situssi seperti ini sangat kecil variasi dari suhu dan kelembapan,
sebagai faktor yang penting dalam menentukan distribusi organisme. Banyak jenis-
jenis tumbuhan yang hidup di bawah batu atau bongkahan batu atau retakan tanah
yang memberikan iklim mikro yang cocok.
2.2.2 Fungsi Ekosistem Zona Arid

4

a. Produktivitas
Penelitian-penelitian mengenai ekosistem padang pasir banyak dilakukan secara
deduktif. Penelitian kuantitatif yang pernah dilakukan memperlihatkan hasil
produktivitas yang rendah, yaitu ku rang dari 0,5 g/m²/th. Pada kenyataannya produkti
vitas merupakan fungsi linear dengan curah hujan. Pertumbuhan terbatas pada periode
basah. J umlah biomasa tegokan permanen adalah kecil.

b. Rantai makanan. hujan.
Selama produktivitas primer kecil maka aliran energi melalui ekosistem akan terbatas.
Tingkatan trofik dan komponen dari sistem sederhana. Tetapi terdapat banyak kaitan,
sehingga jaring-jaring makanan menjadi kompleks. Hewan-hewan padang pasir
biasanya tidak terspesialisasikan terhadap makanan, mereka mempunyai toleransi yang
luas terhadap makanan.

c. Daur nutrisi
Ekosistem padang pasir kekurangan nutrisi sehingga daur energi total rendah. Laju
daur rendah karena banyak tumbuhan bersifat tahunan dan hewan berumur panjang.

2.2.3 Evolusi Zona Arid
Evolusi yang meliputi waktu lama dari kon disi padang pasir mengakibatkan
terseleksinya adaptasi yung bersamaan dalam morfologi dan fisiologi yang ber beda di
tempat lain.Dengan tidak adanya kompetisi dan predator memungkinkan banyaknya
kelompok-kelompok tua dari organisme untuk bertahan. Sedikit sekali famili yang ber
sifat endemik. Kebanyakan hewan dan tumbuhan merupakan kelompok terspesialisasi
yang didapatkan juga di tempat lain yang lebih baik habitatnya.

2.2.4 Ototrof Padang Pasir
Ototrof umumnya memperlihatkan gambaran xeromor yang dikaitkan dengan faktor
lingkungan air dan suhu Tumbuhan padang pasir mempunyai dua cara adaptasi
metabolisse utama. Hal ini terjadi pula vegetasi yang menerima hujan tahunan kurang
dari 100 mm, yaitu tumbuhan yang melakukan asimilasi dengan CAM dan tumbuhan
C4.

2.3 Tundra
Tundra berasal dari bahasa Finlandia yang berarti daerah terbuka tak berhutan, yang

kemudian dipakai untuk menggambarkan semua bentuk vegetasi yang tidak ada pohon
5

nya pada garis lintang yang tinggi. Tundra ini meliputi zona antara garis lintang 57derajat
dengan daerah kutub yang tidak menpunyai masa pertumbuhen. Tundra paling luas
menguasai daerah belahan bumi utara.
2.3.1 Kondisi Lingkugan
a. Suhu

Minimal selama 7 bulan dalam setahun mengalami suhu di bawah titik beku. Suhu
rata-rata dari bulan terdingin bervariasi dari -10° di belahan selatan sampai -35°C di
belahan utara. Frost atau kebekuan mungkin terjadi sepanjang tahun. Masa
pertumbuhan hanya berjalan sekitar 2 sampai 3 bulan, dan suhu rata-rata pada bulan
terhangat di bawah 10°C.
b. Hujan
Curah hujan tahunan rendah. umumnya berkisar antara 300 mn sampai 500 mm
dengan variani yang, bergantung pada garis lintang dan letak dari pantai.
c. Panjang Hari
Panjang garis lintang yang tinggi panjang siang bervariasi zona sepanjang tahun. Dua
per tiga tundra terus-menerus siang pada musin panas dan terus-menerus malam pada
musim dingin.
d. Angin
Tidak adanya penghalang fisik dapat meningkatkan kecepatan angin Angin yang kuat
ini akan dapat merusak vegetasi.
e. Permafrost
Kebekuan yang bersifat permanen dari lapisan tanah tundra kedua atau subsoil
merupakan ciri khas dari tundra. Hal ini akan membentuk lapisan yang tidak dapat
ditembus oleh sistem perakaran.
f. Tanah
Akibat proses pembekuan dan pencairan di dalam taah, maka lapisan permukaan
tanah menjadi rusak, hal ini akan mengganggu pertumbuhan akar.
2.3.2 Fungsi Ekosistem Tundra
a. Produktivitas
Rendahnya masukan energi merupakan penghambat utama produktivitas. Laju
produktivitas primer di perkirakan Lumbuhan sekitar 0,5 gr/m²/th.
b. Rantai makanan

6

Rendahnya produktivitas primer merupakan batas untuk produktivitas sekunder.
Rantai makanan pendek yang ditunjang juga dengan sedikitnya tingka trofik.
Kebanyakan jenis adalah generalis hingga relung menjadi luas.
c. Daur nutrisi
Tundra dalam keadaan kekurangan nutrisi, terutama nitrat. Pengurangan berlangsung
lambat akibat suhu yang rendah dan genangan air. Serasah daun mungkin
memerlukan waktu 3 tahun untuk hancur men jadi humus.
d. Air
Fungsi dari ekosistem terhalang oleh tekanan air. Pada musin dingin tanah membeku,
sehingga air tidak dapat dimanfaatkan. Selama musin semi dan awal musim panas
terjadi kekeringen fisiologi yang akan membatasi pertumbuhan. Pencairan di
permukaan diikuti oleh evaporasi yang tinggi tetapi pengin pan air oleh akar mampu
mengimbangi transpirasi.
2.3.3 Evolusi Iklim Tundra
Tundra merupakan ekosistem yang termuda di antara ekosistem-ekosistem utama di
permukaan bumi, terbentuk pada masa glasiasi pleistosin. Tundra secara berulang
ulang terpisahkan dan bersatu kembali selama perubahan glasiasi sebagai ekosistem
yang bermigrasi ke utare dan selatan, sebagai jawaban terhadap perubahan iklim
yang terjadi. Daerah tundra sekarang telah berkembang dalam 3000 sampai 10.000
tahun semenjak akhir es berkurang.
2.3.4 Ototrof Tundra
a. Karakteristik vegetasi
Secara keseluruhan keanekaragaman adalah rendah, kebanyakan memiliki penyebaran
yang luas. Ke arah selatan tundra berangsur-angsur berubah menjadi hutan konifer
dari zona boreal ke utara penutupan vegetasi secara mencolok menjadi renggang dan
berubah menjadi "rield field" dengan minimal 50% lahan terbuka yang kemudian
berubah menjadi terbuka sama sekali.
b. Adaptasi
1. Morfologi

Bentuk hidup seperti permadani, bantal dan merауар adalah sangst umum,
sehingga menghasilkan daya keadaan ini menghasilkan daya tahan yang tinggi
terhadap hembusan angin yang kuat.
2. Fisiologi

7

Banyak tumbuhan tundra yang tahan terhadap dingin. Kepekaan dari cairan sel
meningkat untuk mencegah terjadinya kebekuan.
3. Reproduksi
Kebanyakan tumbuhan reproduksinya lebih dari dua tahun/musim dengan tujuan
untuk mempunyai produktivitas bersih yang memadai untuk pembentukan biji.
2.3.5 Stabilitas Tundra
Ekosistem tundra mudah terganggu sebagai dari perubahan masukan energi
akibat dari perubahan masukan energi. Ketidakstabilon ini umumnya didesain
oleh rendahnya produktivitas dan rendahnys keanekaraganan dari system.

2.4 Padang Rumput
Ekosisten padang rumput menempati kawasan yang sangat luas, baik di daerah tropis

maupun temperata. Padang rumput temperata disebut prairi, sedangkan padang rumput di
daerah tropis disebut savana ya biasanya terdapat pohon dalam vegetasinya.

Suku rumput atau famili Poscese stau Gremineneae merupakan tumbuhan yang sangat
berhsail dengan sangat luas. Moreka tahan terhadap penyebaran perumputan dan pakan
yang api karena titik tumbuh bersifat basal, sistem perakaran yang tanpa mengisap nutrisi
secara luar biasa. Kemampuan reprodukui tinggi dengan biji-bijinya yang sangat banyak
Oleh karena itu, sekalirumput-rumputan menguasai suatu kawasan, maka sulit bagi
tumbuhan lain untuk melakukan invasi.
2.4.1 Kondisi Lingkugan

Padang lembab/sub-humid atau setengah kering semi kering/ arid, dengan
karakteristik rendahnya variabel hujan. Hujan kebanyakan turan pada musim
semi dan awal musim panas, dengan laju evapotranspirasi potansial tinggi.
2.4.2 Fungsi Ekosistem Padang Rumput
a. Produktivitas
Produktivitas primer padang rumput lebih rendah bila dibandingkan dengen hutan
pada iklim yang sama. Produktivitas menunjukkan keterkaitan nya dengan
musim, akan meningkat pada musim basah.
b. Rantai makanan
Rantai makanan pendek. tetapi kompleks, berkaitan dengan banyaknya jenis
makhluk hidup yang irigrafik, sebagian besar total energi yang mengalir melalui
rantai makanan berada dalan tanah, sebagai gambaran dari distribusi biomasanya.

8

c. Daur nutrisi
Penguraian materi berlangsung dengan cepat, sehingge daur nutrisi dalam
sistem juga cepat. Kebanyakan rumput tidak menyenangi nutrisi, mengandung
sedikit magnesium, fosfor den nitrogen untuk setiap gram berat keringnya.
Laju nutrisi cepat, tetapi jumlah nutrisi yang didaur relatif rendah.

2.4.3 Ototrof Padang Rumput Temperata
Kebanyakan rerumputan di prairi adalah perenial/ tahunan dan mempunyai daun
melintir atau menggulung. Genera yang banyak ditemukan adalah stipa (needle
grasses) dan grama (boutelouva grasses). Komposisi komunitas berlainan sesuai
dengan iklin, terutama hujan.

2.4.4 Ototrof Savana
Rerumputan savana berbentuk kokoh, perenial, berdaun pipih, kasar dan tumbuh
cepat. Pepohonan dane mak belukar yang berasosiasi dengan savana tahan ter
hadap api, dengan sifat kulit batang yang tebal dan bergabus. Tumbuhan herba
pada komunitas ini cenderung menjadi xerofitik dan mempunyai organ perimbu
dalam tanah.

2.4.5 Asal-Usul dan Status Padang Rumput
a. Klimaks Iklim
Pada wal abad XX ini padang rumput diyakini sebagai vegetasi klimaks iklim
di daerah-daerah yang terlalu kering bagi tumbuhan hutan. Akan tetapi usaha-
usaha untuk menentukan iklim yang menujang untuk terbentuknya padang
rumput ini tidak pernah berhasil dan bukti-bukti memperlihatkan bahwa
padang rumput tidaklah oleh faktor iklim. semata-mata ditentukan oleh faktor
iklim.
Di beberapa tempat ternyata dengan tegas hutan berbatasan dengan padang
rumput. Apabila komunitas-komunitas tadi ditentukan oleh iklim, mereka
mungkin berbatasan satu sama lainnya.
b. Faktor api
Woodland dapat berdegradasi ke padang rumput diperjelas dengan hadirnya
pepohonan yang tahan api, apabila ekosistem secara periodik terbatar.
Berdasarkan hal yang penting inilah diperkirakan asal mulanya padang
rumput :

9

1) Api merupakan faktor lingkungan penting di savana dengan sampah-
sampah daun yang menumpuk selama musim kering. Pepohonan yang ada
terdiri dari jenis-jenis yang tahan api..
2) Bukti-bukti arkeologi menunjukkan bahwa manusia telah menanfaatkan
api. perburuan dan pertanian di daerah savana lebih dari 10.000 tahun yang
lalu.
3) Bila daerah-daerah savana dilindungi dari pengaruh api, persentase
tumbuhan berkayu dalam komunitas meningkat nyata.
c. Kondisi Tanah
1) Seringkali api mempengaruhi tanah, terutama populasi cacing tanah dan
mikroba. Menurunnya fauna tanah menghebatkan perubahan daur nutrisi dan
menurunnya fertilitas.
2) Di daerah savana silika cenderung tercuci tanah dan yang tinggal adalah
aluminium dari dan besi. Situasi ini mengantarkan untuk terbentuknya kerak
laterit pada tanah yang akan mengha bat pertumbuhan tumbuhan.
3) Di daerah padang rumput berasosiasi dengan relatif rendah. Sedikit
terjadinya erosi permukaan pada daerah datar, sehingga pencucian nutrisi
tidak sempurna.
d. Perubahan Iklim
Beberapa pakar ekologi mengartikan padang rumput sebagai ru=elik dari
suatu regiam iklim kering baik pada periode tertier maupun periode
quarterner. Ekosistem-ekosistem relik ini masih mugkin hadir akibat
perbatasan dari api dan kondisi tanah dipertegas lagi oleh kegiatan manusia.
e. Pendapat masa kini
Sekarang merupakan menjadi jelas bahwa padang rumput merupakan hasil
dari berbagai interaksi lingkungan yang berbeda secara ruang dan waktu.
Meskipun ekosistem-ekosistem ini mempunyai hubungan dengan iklim, tetapi
tidak dapat disimpulkan mereka sebagai klimaks dari iklim.
2.5 Hutan
Hutan merupa vegetasi alami yang dominan, dan menutupi sekitar dua per tiga dari
luas permukaan bumi. Pepohonan mempunyai toleransi ekologi yang sangat bervariasi
dan hidup di berbagai iklim. Mereka mencapai kedominannya akibat ukuran den
hidupnya yang lama. Kanopi pohon menentukan kondisi iklin mikro bagi vegetasi

10

dibawah naungannya dan menentukan pula pola deur nutrisinya. Kondisi seperti ini
menentukan organisme-organisme lain sepanjang hidupnya .

Hutan merupakan ekosistem kompleks dengan potensi untuk membentuk stratifikasi
yang tinggi. Umumnya mempunyai laju produktivitas yang tinggi dan besaran biomass
tinggi dalam bentuk tegokan. Formasi-formasi hutan memperlihatkan korelasi yang luas
dengan zona dari iklim.

2.5.1 Hutan Boreal
Hutan boreal dikenal sebagal hutan konifer belahan bumi utara atau taiga, menempati
zona mulai dari perbatasan dengan tundra sekitar 800 kn ke sebelah selatan.
1. Kondisi lingkungan
Hutan boreal ini tumbuh di daerah dingin atau sejuk. beriklis lenbab di pedalaman
nental
a. Curah hujan
Curah hujan antara 375 500 mm/th; nya turun sebagai salju. Evaporssi
potensial rendah sehingga hujan sangat efektif
b. Suhu
Suhu lebih tinggi daripada di tundra. Suhu rata-rata pada bulan terpanas adalah
di atas 10 C. Masa pertumbuhan berlangsung sekitar 3-4 bulan Pada musim
panas, siang hari lebih panjang dari pada malam hari.
c. Kecepatan angin
11

Kecepaton angin menurun sebagai akibat adanya pepohonan Di bawah kanopi
kelembaban relatif tinggi, sehingga kekeringan fisiologi tidak mungkin terjadi

2. Fungsi ekosisten hutan borcal
a. Produktivitas
Produktivitas hutan boreal rendah, sekitar 3000 kcal/m/th, dibandingkan dengan
hutan lainnya, akibat dari musim pertumbuhan yang pendek dan masukan energi
yang rendah.
b. Rantai makanan
Rantai makanan pendek, dan tingkat trofik sedikit. Keanekaragaman fauna rendah
dan mempunyai biomasa yang kecil akibat terbatasnya aliran energi.
c. Daur nutrisi
Daur nutrisi pendek, tanah kurang subur, pohon konifer tidak terlalu memerluka
nutrisi. Sampah daun mempunyaikandungan nutrisi yang rendah.
d. Tanah

3. Ototrof Hutan Boreal
Komunitas hutan boreal homogan dan keanekaragaman rendah. Hutan
mengandung sedikit pepohonan yang dominan, kebanyakan mempunyai
penyebaran yang luas. Contoh: pinus,spruce,fir di temukan di mana-mana.

2.5.2 Hutan Luruh Temperata
Meliputi daerah beriklim temperata dengan garis lintang menengah. Distribusi
alaminya menutupi sebagian besar eropa, bagian barat Amerika Utara, Asia Barat dan
sebagian Amerika Selatan dan Australia.
1. Kondisi Lingkungan
Hutan luruh temperata meliputi daerah tanpa keadaan suhu yang ekstrem, tetapi masih
memperlihatkan musim. Curah hujan termasuk moderat antara 700-1500mm/th.
Sebagian besar telah termodifikasi oleh manusia, sehingga sulit menemuka ekosistem
alaminya yang baik.
2. Fungsi Htan Luruh Temperata
a. Produktivitas
Produktivitas hutan luruh temperata lebih tinggi daripada hutan konifer. tetapi
lebih rendah dari pada hutan tropis. Produktivitas primer sekitar 8000 kcal/m²/th.

12

b. Rantai makanan
Jaring makanan kompleks dan meliputi berbagai pemakanan yang khas
c. Daur nutrisi
Daur nutrisi bervariasi dengan adanya ber bagai jenis pohon. Pepohonan
umumnya memerlukan banyak nutrisi dan menghasilkan memerlukan serasah
yang kaya akan nutrisi.
d. Tanah
Tanah umumnya kaya akan nutrisi dengan perkembangan horizon yang baik.
Karakteristik hutan luruh temperata tumbuh pada tanah coklat atau rensia. Tidak
terlihat adanya pencucian dan bereaksi netral atau basa. Fauna tanah bersifat
prolifik atau banyak ragamnye.
3. Ototrof Hutan Luruh Temperata
Komunitas tumbuhannya jauh lebih beraneka ragam dari pada hutan boreal.
Daerah hutan terisolasi dan memperlihatkan dominasi jenis yang berbeda beda
Hutan-hutan di Eropa mempunyai sekitar 12 jenis yang dominan, termasuk
Quercus, Fagus, Acer, dan Castanea.
Adaptasi terhadap bentuk ekosistem didapatkan baik pada jenis dominan maupun
jenis pendampingnya. Semua jenis harus tahan terhadap dinginnya musim digin.
Tumbuhan dasar unumnya melengkapi daur hidupnya pada awal dari musim
pertumbuhan, sebelum daun-dau pada kanopi pohon terbentuk dan menahan
cahaya.
2.5.3 Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis menempati kawasan dengan garis lintang rendah atau dekat
katulistiwa.
1. Kondisi lingkungan
Hujan tahunan melebihi 2000mm. Jatuh sepanjang tahun , umunnya dengan satu
bulan atau lebih dengan periode relatif kering. Suhu dan laju penyinaran tinggi dan
variasi musim sangat kecil. kelembaban udara relatif sepanjang waktu tinggi.
2. Fungsi ekosistes hutan hujan tropis
a. Produktivitas
Potensi pertambuhan yang menerus di daersh beriklim tropis yang lembab, mebuat
hutan hujan tropis adalah satu-satunya ekosistem yang paling produktif di dunia.
Produktavites primer sekitar 20.000 keul/m2/th dan mampu menunjang sejumlah
besar biomasas hewan.

13

b. Rantai makanan
Rantai makanan panjang dan sangat kompleks. Organisme terspesislisasi adalah
pradominan, karena tingginya laju aliran energi dan adaya kompetisi di antara jenis
yang kuat.
c. Daur nutrizi
Daur nutrisi berjalan cepat dan meliputi sejumlah besar nutrisi Penguraian terjadi
cepat oleh kegiatan bakteri, sehingga sangst sedikit yang tersimpan dalam bentuk

14

sampah dalam system. Pepohonan hijau berdaun lebar memberikan pengembalian
nutrisi secara menerus ke tanah.
d. Tanah
Tanah hutan tropis adalah subur pada hutan yang tidak terganggu. Hujan yang lebat
dapat mengakibatkan pencucian, tetapi ini dapat diimbangi dengan tingginys
evaporasi, hutan hilang maka materi organik dioksidasi dengan cepat sehingga
kesuburan tanah hilang.
3. Ototrof Hutan Hujan Tropis
a. Komunitas Tumbuhan
Daerah utama dari hutan hujan tropis secara fisik terisolasi dan mengandung genera
yang berlainan. Tutapi mereka dalam keadaan yang besar kesamaannya dalam
struktur dan adaptasi. didominasi oleh hutan yang selalu hijau dan berdaun lebar,
serta secara ekstrem terdiri dari bermacam-macam jenis terspesialisasi.
Epifit dan liane melimpah karena strateginya yang mungkinkan tumbuhan mencapai
cahaya pada lapisan kanopi
b. Adaptasi
Dalam adaptasi kondisi kompetisi yang kuat sedikit adaptasi yang berhasil. Hal ini
mengakibatkan terjadinya evolusi yang konvergen.
1. Sifat selalu hijau nemungkinkan terjadinya produktivitas primer yang maksimum

per tahun. Sifat luruh dalam kompetisi akan gagal.
2. Dedaunan berkecenderungan berwarna hijau tua, mampu untuk menangkap

sejumish cahaya secara maksinum.
3. Akar banir (buttress). Banyak pepohonan yang mempunyai penunjang berbentuk

papan antara tanah dan batang. Fungsinya masih belum jelas Mula-mula
diperkirakan untuk meningkatkan stabilitas.
4. Kauli flora.
Bunga dan buah berkecenderungan tumbuh langsung dari cabang dan ranting.
Kelebihan dari sifat ini masih dipertanyakan, ada kemungkinan erat kaitannya
dengan penyerbukan dan penyebaran.
5. Regenerasi. Anakan pohon teradaptasi untuk tumbuh lambat sebagai siofita
sampai terjadi celah pada kanopi. Apabila terbuka dan sinar masuk, anakan pohon
berfungsi sebagai fita dan tumbuh dengan cepat.

15

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
• Padang Pasir yaitu suatu daerah dimana curah hujannya sangat kecil yaitu
kurang dari 250 mm/tahun,sifat udaranya kering dan hampir tidak ada tumbuh-
tumbuhan yang hidup. Hampir seperempat permukaan bumi daratan merupakan
daerah gurun dengan temperatur yang dapat melebihi 55 derajat Celcius pada
siang hari dan sangat dingin pada malam hari.
• Zona arid merupakan daerah dengan kekeringan ekstrem biasanya berada di
pedalaman kontinental ataupun dekat pantai barat pada garis lintang 30° dari
katulistiwa.
• Tundra berasal dari bahasa Finlandia yang berarti daerah terbuka tak berhutan,
yang kemudian dipakai untuk menggambarkan semua bentuk vegetasi yang tidak
ada pohon nya pada garis lintang yang tinggi. Tundra ini meliputi zona antara
garis lintang 57derajat dengan daerah kutub yang tidak menpunyai masa
pertumbuhen. Tundra paling luas menguasai daerah belahan buni utara.
• Ekosisten padang rumput menempati kawasan yang sangat luas, baik di daerah
tropis maupun temperata. Padang rumput temperata disebut prairi, sedangkan
padang rumput di daerah tropis disebut savana ya biasanya terdapat pohon dalam
vegetasinya.
• Hutan merupakan vegetasi alami yang dominan, dan menutupi sekitar dua per
tiga dari luas permukaan bumi. Pepohonan mempunyai toleransi ekologi yang
sangat bervariasi dan hidup di berbagai iklim.

3.2 Saran
Berikut ini adalah saran dari penyusun makalah yang ditujukkan bagi pembaca
maupun pemakalah yang akan menjadikan makalah ini sebagai :
1. Makalah ini dapat digunakan sebagai referensi dalam mengerjakan tugas atau

sebagai pegangan bahan ajar dengan memerhatikan penyusunnya dan tidak
bersifat plagiatisme.
2. Diharapkan dalam penyusunan makalah agar menggunakan referensi yang
memiliki keakuratan sumber data seperti buku, website terpercaya, jurnal
nasional maupun jurnal internasional.

16

DAFTAR PUSTAKA
Hadisubroto, Tisno. 1989. Ekologi Dasar. Bandung: Institut Teknologi Bandung
https://www.academia.edu/36306453/makalah_ekosistem_daratan _life _on _land
_sustainable _development _goals
https://123dok.com/document/yr2djpjz-makalah-ekosistem-darat.html
https://dokumen.tips/documents/makalah-gurun-ekoteresdocx.html

17


Click to View FlipBook Version