Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
p. PPK Juntinyuat berupa kawasan perkotaan Juntinyuat yang
mencakup Desa Juntinyuat dengan wilayah layanan Kecamatan
Juntinyuat.
q. PPK Krangkeng berupa kawasan perkotaan Krangkeng yang
mencakup Desa Krangkeng dengan wilayah layanan Kecamatan
Krangkeng.
r. PPK Lohbener berupa kawasan perkotaan Lohbener yang
mencakup Desa Lohbener dan Desa Pamayahan dengan wilayah
layanan Kecamatan Lohbener.
s. PPK Kertasemaya berupa kawasan perkotaan Kertasemaya yang
mencakup Desa Tulungagung dan Desa Kertasemaya dengan
wilayah layanan Kecamatan Kertasemaya.
3.2.1.2. Sistem Perdesaan
Sistem perdesaan di Kabupaten Indramayu berupa Pusat Pelayanan
Lingkungan (PPL) yang meliputi pusat-pusat permukiman di berbagai
desa. Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) maksudnya pusat pelayanan
yang hanya melayani lingkup desa. PPL di Kabupaten Indramayu meliputi:
3.3. Rencana Kawasan Strategis
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK) memuat
penetapan Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) yang menjadi
kewenangannya, sesuai dengan kriteria penetapan. Penetapan KSK,
dilaksanakan dengan memperhatikan Kawasan Strategis Nasional (KSN)
dan Kawasan Strategis Provinsi (KSP) yang terdapat di wilayah Kabupaten.
3.3.1.Kawasan Strategis Provinsi
Kawasan Strategis Provinsi (KSP) diprioritaskan terhadap wilayah
yang mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup provinsi
terhadap aspek pertahanan keamanan negara, lingkungan hidup,
ekonomi, sosial dan budaya, dan/atau pendayagunaan sumberdaya alam
dan teknologi tinggi. Kriteria penetapan KSP yang berada di Kabupaten
Indramayu dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kepentingan
yaitu aspek kepentingan ekonomi, kepentingan fungsi dan daya dukung
39
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
lingkungan hidup. Adapun KSP yang berada di Kabupaten Indramayu
adalah KSP pertanian berlahan basah dan beririgasi teknis Pantura Jawa
Barat, KSP Kilang Minyak Balongan dan KSP Pesisir Pantura. Adapun
Kawasan Strategis Provinsi Jawa Barat berdasarkan sudut kepentingan,
kriteria dan arahan penanganan adalah:
1. Pertumbuhan ekonomi
a. KSP pertanian berlahan basah dan beririgasi teknis Pantura Jawa
Barat.
1) Merupakan daerah lumbung padi nasional.
2) Mempertahankan luasan lahan sawah.
3) Meningkatkan pendapatan petani dengan program
multiaktivitas agribisnis dan perbaikan irigasi.
4) Memperkecil resiko banjir dan kekeringan.
5) Mengembangkan kawasan agroindustri.
6) Memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan olahan industri
yang dikembangkan.
b. KSP Kilang Minyak Balongan.
2. Fungsi dan daya dukung lingkungan hidup, yaitu dengan KSP Pesisir
Pantura.
1) Pengendalian pemanfaatan SDA yang melebihi daya dukung
lingkungan.
2) Rehabilitasi/revitalisasi kawasan hutan mangrove.
3) Pengembangan/ peningkatan kegiatan ekonomi pesisir.
4) Peningkatan kualitas pemukiman nelayan.
3.3.2. Kawasan Strategis Kabupaten
Kawasan strategis kabupaten adalah wilayah yang penataan
ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh yang sangat
penting dalam lingkup Kabupaten ditinjau dari sudut kepentingan
pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, serta fungsi dan daya dukung
lingkungan hidup. Adapun Kawasan strategis Kabupaten Indramayu
berdasarkan sudut kepentingan adalah sebagai berikut:
40
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
1. Pertumbuhan Ekonomi
a. KSP Prajapolitan yang berlokasi di PKW Indramayu, dengan arah
pengembangan konsep pembangunan perkotaan sebagai pusat
pemerintahan daerah berbasis wilayah dengan pendekatan dan
sistem manajemen kawasan dengan prinsip-prinsip, integrasi,
efisiensi, kualitas, dan akselerasi.
b. KSK Minapolitan dengan arah pengembangan konsep
pembangunan kelautan dan perikanan berbasis wilayah dengan
pendekatan dan sistem manajemen kawasan dengan prinsip-
prinsip, integrasi, efisiensi, kualitas, dan akselerasi yang berlokasi
di:
1) Minapolitan Ujunggebang berada di Kecamatan Sukra, yaitu
dengan pengembangan perkotaan Sukra sebagai KSK
Minapolitan Ujunggebang.
2) Minapolitan Eretan berada di Kecamatan Kandanghaur, yaitu
dengan pengembangan perkotaan Kandanghaur sebagai KSK
Minapolitan Eretan.
3) Minapolitan Dadap berada di Kecamatan Juntinyuat, yaitu
dengan pengembangan perkotaan Juntinyuat sebagai KSK
Minapolitan Dadap.
4) Minapolitan Karangsong berada di Kecamatan Indramayu, yaitu
dengan pengembangan perkotaan Cantigi sebagai KSK
Minapolitan Cemara.
5) Minapolitan Cemara berada di Kecamatan Cantigi, yaitu dengan
pengembangan perkotaan Indramayu sebagai KSK Minapolitan
Karangsong.
c. KSK Agropolitan dengan arah pengembangan konsep Kota
pertanian, desa-desa sentra produksi pertanian dan desa peyangga
yang ada di sekitarnya yang mampu memacu berkembangnya
sistem dan usaha agribisnis, sehingga dapat melayani, mendorong,
menarik, dan menghela kegiatan pembangunan pertanian di
41
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
wilayah sekitarnya yang berlokasi di:
1) Agropolitan Widasari berada di Kecamatan Widasari, yaitu
dengan pengembangan perkotaan Widasari sebagai KSK
Agropolitan Widasari.
2) Agropolitan Kerticala berada di Kecamatan Tukdana, yaitu
dengan pengembangan perkotaan Tukdana sebagai KSK
Agropolitan Kerticala.
3) Agropolitan Cipancuh berada di Kecamatan Haurgeulis, yaitu
dengan pengembangan perkotaan Haurgeulis sebagai KSK
Agropolitan cipancuh.
2. Fungsi dan Daya Dukung Lingkungan Hidup, yaitu dengan KSK
Wanapolitan dengan arah pengembangan konsep pembangunan
kehutanan dan perkebunan berbasis wilayah dengan pendekatan dan
sistem manajemen kawasan dengan prinsip-prinsip, integrasi,
efisiensi, kualitas, dan akselerasi. KSK Wanapolitan berlokasi di:
a. Wanapolitan Sanca berada di Kecamatan Gantar, yaitu dengan
pengembangan perkotaan Gantar sebagai KSK Wanapolitan Sanca.
b. Wanapolitan Cikawung berada di Kecamatan Terisi, yaitu dengan
pengembangan perkotaan Terisi sebagai KSK Wanapolitan
Cikawung.
3.4. Rencana Perwujudan Kawasan Strategis
Kawasan Strategis di Kabupaten Indramayu terdiri dari kawasan
strategis provinsi dan kawasan strategis kabupaten, dimana upaya
perwujudannya dilakukan melalui pengembangan kawasan strategis
provinsi dan pengembangan kawasan strategis kabupaten.
1. Pengembangan kawasan strategis provinsi dilakukan melalui program:
a. Pengembangan kawasan strategis dari sudut kepentingan
pertumbuhan ekonomi berupa KSP Kilang Minyak Balongan.
b. Pengembangan kawasan strategis dari sudut kepentingan
pertumbuhan ekonomi berupa KSP pertanian berlahan basah dan
beririgasi teknis Pantura Jawa Barat.
42
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
c. Pengembangan kawasan strategis dari sudut kepentingan fungsi
dan daya dukung lingkungan hidup berupa Pesisir Pantura.
2. Pengembangan kawasan strategis kabupaten dilakukan melalui :
a. Perwujudan kawasan strategis dari sudut kepentingan pertumbuhan
ekonomi melalui program :
1) Pengembangan perkotaan Indramayu sebagai KSK Prajapolitan.
2) Pengembangan perkotaan Sukra sebagai KSK Minapolitan
Ujunggebang.
3) Pengembangan perkotaan Kandanghaur sebagai KSK Minapolitan
Eretan.
4) Pengembangan perkotaan Juntinyuat sebagai KSK Minapolitan
Dadap.
5) Pengembangan perkotaan Cantigi sebagai KSK Minapolitan Cemara.
6) Pengembangan perkotaan Indramayu sebagai KSK Minapolitan
Karangsong.
7) Pengembangan perkotaan Widasari sebagai KSK Agropolitan
Widasari.
8) Pengembangan perkotaan Tukdana sebagai KSK Agropolitan
Kerticala.
9) Pengembangan perkotaan Haurgeulis sebagai KSK Agropolitan
Cipancuh.
b. Perwujudan kawasan strategis dari sudut kepentingan fungsi dan daya
dukung lingkungan hidup melalui program :
1) Pengembangan perkotaan Gantar sebagai KSK Wanapolitan Sanca.
2) Pengembangan perkotaan Terisi sebagai KSK Wanapolitan
Cikawung.
Kecamatan Kedokanbunder dan Kecamatan Krangkeng, yang
menjadi lokus dalam penetapan Kawasan Perdesaan Agroeduwisata,
ternyata belum ada dalam rencana tata ruang baik berupa kebijakan
maupun rencana. Hanya ada sebagian desa dalam kawasan perdesaan
Agroeduwisata di Kecamatan Krangkeng masuk dalam sistem perkotaan,
yaitu desa Kapringan dan Dukuhjati. Namun demikian, pada tahun 2013
43
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
telah diterbitkan SK Bupati tentag Penetapan Kawasan dan Tim Pengelola
Kegiatan Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Masyarakat
Kabupaten Indramayu dengan Nomor: 147.2.05/Kep.145.BPMD/2013.
Disusul tahun 2015 lalu telah ditetapkan juga kawasan Agroeduwisata di
Kabupaten Indramayu oleh pemerintah pusat di daerah yang sama
dengan SK Bupati tersebut, yakni (1) Desa Kedokan Agung, (2) Desa
Kaplongan, (3) Desa Purwajaya, (4) Desa Kapringan, dan (5) Desa
Dukuhjati.
44
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
BAB IV
KAWASAN PERDESAAN AGROEDUWISATA
4.1. Kawasan Perdesaan Agroeduwisata di Kecamatan Kedokanbunder dan
Krangkeng
Agroeduwisata, pada awalnya merupakan penggabungan maksud
dari pendidikan dan pertanian, dan kemudian berkembang seiring
pertumbuhan lingkungan sekitar menjadi ditambahkan pendidikan
berbasis wisata. Akhirnya disepakati sampai diturunkan SK (Surat
Keputusan) Nomor: 147.2.05/Kep.145-BPMD/2013 dari Bupati pada
tahun 2013 menjadi Agroeduwisata. Lebih jauh, yang dimaksud adanya
kata ‘edukasi’ di nama kawasan Agroeduwisata ini adalah bertambahnya
unsur sebuah nilai mutu, nilai jual dan nilai tambah pada produk
pertanian. Sebagai contoh, produk sekam yang berbahan dari kulit
gabah/sisa penggilingan gabah, biasanya hanya dibuat bahan bakar
pembuatan batu bata. Di kawasan ini akan diolah lagi menjadi produk
yang bertambah nilai baik mutu dan jualnya. Yaitu ketika diolah dengan
proses pencampuran dengan menir, hasilnya bisa dijual lebih mahal.
Dalam hal ini dikirim ke daerah Blitar. Di sana bisa diperuntukkan sebagai
pakan ayam dan pakan sapi.
Sedangkan unsur Wisata dari nama kawasan ini adalah, karena
tidak sedikit wisatawan lokal maupun asing yang sering berkunjung ke
daerah Indramayu, baik dalam rangka wisata religi maupun kuliner, hal
ini menjadi peluang tersendiri oleh kawasan tersebut. Karena merasa
perlu adanya fasilitas dan menegemen yang memadai untuk
menumbuhkan perekonomian sekitar kawasan, maka disepakati pula
nama wisata dalam nama kawasan tersebut.Berdasarkan kajian, Kawasan
Perdesaan Agroeduwisata jatuh pada 5 (lima) desa dalam 2 (dua)
kecamatan. Desa-desa tersebut adalah:
1. Kecamatan Kedokanbunder: Desa Kedokan Agung dan Kaplongan.
2. Kecamatan Krangkeng: Desa Purwajaya, Kapringan, dan Dukuhjati.
45
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
4.2. Indeks Pembangunan Desa (IPD)
Berdasarkan Data Podes (2014), hasil perhitungan Indeks
Pembangunan Desa di Kecamatan Kedokanbunder dan Krangkeng yang
dilakukan oleh Bappenas bekerjasama dengan BPS dengan 18 Desa (7 di
Kecamatan Kedokanbunder, dan 11 di Kecamatan Krangkeng),
kesemuanya adalah berkembang.
Tabel 4.1 Desa-Desa dan Status IPD di Kecamatan Kedokanbunder dan
Krangkeng
Desa Status IPD Keterangan
Kecamatan Kedokanbunder
1. Cangkingan Berkembang -
2. Jayawinangun Berkembang -
3. Kedokan Agung Berkembang Bagian Kws. Perdesaan
4. Kedokanbunder Berkembang -
5. Kedokanbunder Wetan Berkembang -
6. Kaplongan Berkembang Bagian Kws. Perdesaan
7. Jayalaksana Berkembang -
Kecamatan Krangkeng
1. Purwajaya Berkembang Bagian Kws. Perdesaan
2. Kapringan Berkembang Bagian Kws. Perdesaan
3. Singakerta Berkembang -
4. Dukuhjati Berkembang Bagian Kws. Perdesaan
5. Tegalmulya Berkembang
6. Kedungwungu Berkembang -
7. Srengseng Berkembang
8. Luwunggesik Berkembang -
9. Kalianyar Berkembang -
10. Krangkeng Berkembang -
11. Tanjakan Berkembang
Sumber: Indeks Pembangunan Desa 2014 “Tantangan Pemenuhan Standar
Pelayanan Minimum Desa” (Bappenas, 2015).
46
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
Gambar 4.1 Status Perkembangan Desa Berdasarkan IPD 2014 di Kawasan
Perdesaan Agroeduwisata.
47
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
4.3. Kependudukan
Jumlah penduduk Kecamatan Kedokanbunder per bulan Juli 2015
adalah 13.393 KK dengan 44.788 jiwa (Kabupaten Indramayu Dalam
Angka, 2016). Sementara jumlah penduduk Kecamatan Krangkeng adalah
19.484 KK dengan 63.944 jiwa (Kabupaten Indramayu Dalam Angka,
2016). Jumlah keluarga di 5 desa yang menjadi wilayah pengembangan
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata adalah 12.845 KK (33,09%) dengan
32.916 jiwa atau 30,63%% dari penduduk di Kecamatan Kedokanbunder
dan Krangkeng. Jumlah penduduk di Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
disajikan pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Jumlah Penduduk di Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
Penduduk (Jiwa) % Jumlah
Desa KK
Desa Laki- Perempuan Jumlah
Laki 27,26 2.764
14,38 1.485
Kecamatan Kedokanbunder
10,63 1.726
Kedokan Agung 4.727 4.246 8.973 27,24 3.889
20,49 2.981
Kaplongan 2.433 2.299 4.732
100,0 12.845
Kecamatan Krangkeng 14.332
24.481
Purwajaya 1.796 1.703 3.499
4.401 8.967 33,09
Kapringan 4.566 3.175 6.745
Dukuhjati 3.570
Jumlah Dalam
Kawasan 17.092 15.824 32.916
Kec.
Kedokanbunder 22.856 21.232 44.088
30.591 63.376
Kec. Krangkeng 32.785
% Kawasan thd
Kec. Krangkeng
dan
Kedokanbunder 30,72 30,53 30,63
Sumber: Kecamatan Kedokanbunder dan Krangkeng, 2014.
48
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
Gambar 4.2 Sumber Penghasilan Utama Sebagian Besar Penduduk Desa di
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata.
49
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
Jumlah penduduk di Desa Purwajaya adalah yang terendah yaitu
hanya 10,63% dari jumlah penduduk Kawasan Perdesaan Agroeduwisata,
sedangkan Desa Kedokan Agung mempunyai jumlah penduduk terbanyak
yaitu 27,36%. Sumber penghasilan utama penduduk berasal dari sektor
pertanian dengan jenis komoditinya padi.
4.4. Pendidikan
Untuk sekolah, jenis sekolah yang tersedia di Kecamatan
Kedokanbunder dan Krangkeng sampai SMU atau sederajat. Sedangkan
di desa-desa Kawasan Perdesaan Agroeduwisata jenis sekolah yang
tersedia mayoritas hanya sampai SMP atau sederajat, ada 1 (satu) desa
yaitu Kapringan yang mempunyai MA (madrasah aliyah). Lima desa yang
menjadi wilayah pengembangan Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
terdapat SMP Swasta dan SMP Negeri. Banyaknya sekolah dan murid
menurut jenis sekolah di Kecamatan Kedokanbunder dan Krangkeng
dengan Kawasan Perdesaan Agroeduwisata disajikan pada Tabel 4.3.
Tabel 4.3 Banyaknya Sekolah dan Murid Menurut Jenis Sekolah di Kecamatan
Kedokanbunder dan Krangkeng serta Kawasan Perdesaan
Agroeduwisata
Sekolah Murid
Jenis Sekolah Kedokanb Krangkeng Kawasan Kedokan Krangkeng Kawasan
Perdesaan
under Perdesaan bunder
5.815
SD/Sederajat 19 37 19 4.423 5.934 774
161
SMP/Sederajat 5 11 7 1.824 2.224
SMU/Sederajat 2 3 1 277 1.593
Sumber: Kecamatan Kedokanbunder dan Krangkeng Dalam Angka, 2014.
4.5. Kesehatan
Untuk kesehatan, jenis sarana kesehatan yang tersedia di
Kecamatan Kedokanbunder dan Krangkeng Hanya sampai pada
Puskesmas. sedangkan desa-desa di Kawasan Perdesaan Agroeduwisata,
sarana kesehatan yang tersedia adalah tempat praktek bidan (2 buah)
50
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
dan posyandu (40 buah). Sedangkan tenaga medis yang berdomisili di
desa-desa wilayah pengembangan Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
adalah bidan. Ketersedian sarana kesehatan dan tenaga medis di
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata disajikan pada Tabel 4.4 dan 4.5.
Tabel 4.4 Ketersedian Sarana Kesehatan di Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
Desa Puskesmas Puskesmas Poskesdes Tempat Tempat Posyandu
Pembantu Praktek Praktek
Dokter Bidan
Kaplongan 0 0 10 1 8
1 10
Kedokan Agung 0 0 11 0
0 6
Purwajaya 0 1 00 0 8
8
Kapringan 0 1 10 2
40
Dukuhjati 0 0 00 10
0 61
Jumlah 0 2 51 76
Dalam Kawasan
Kedokanbunder 0 3 7 4
Krangkeng 2 4 40
Sumber: Kecamatan Kedokanbunder dan Krangkeng Dalam Angka, 2014.
Tabel 4.5 Ketersedian Tenaga Medis di Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
Desa Dokter Mantri Bidan Dukun Dukun Bayi
Bayi Belum
Kaplongan 00 1 Terlatih Terlatih
Kedokan Agung 12 1 0
Purwajaya 01 0 2 0
Kapringan 00 0 2 1
Dukuhjati 03 0 1 0
2 4
Jumlah Dalam 1
Kawasan
112 8 5
Kedokanbunder
Krangkeng 4 5 10 20 0
320 21 33
Sumber: Kecamatan Kedokanbunder dan Krangkeng Dalam Angka, 2014.
51
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
4.6. Transportasi dan Komunikasi
Wilayah Kabupaten
Indramayu secara umum
terhubung oleh transportasi darat
walaupun kondisi jalan untuk
masing-masing wilayah tentunya
tergantung dari kelas jalannya.
Demikian juga dengan di Kawasan
Perdesaan Agroeduwisata, namun
untuk saat ini di kawasan tersebut
belum tersedia sarana transportasi umum. Masyarakat untuk bepergian
menggunakan kendaraan masing-masing maupun sewa atau ojek.
Untuk sarana komunikasi, sesuai dengan perkembangan teknologi
saat ini, wilayah Kawasan Perdesaan Agroeduwisata telah terjangkau
oleh signal telepon selular.
4.7. Lembaga Ekonomi
Lembaga ekonomi yang terdapat di wilayah Kawasan Perdesaan
Agroeduwisata masih sangat terbatas yaitu hanya koperasi non KUD dan
tidak terdapat di semua desa. Adanya kondisi jalan yang relatif baik
memungkinkan masyarakat mengakses lembaga ekonomi yang ada di
desa lain atau sekaligus ke Kabupaten Indramayu. Berdasarkan sumber
data yang ada, lembaga ekonomi yang ada di Kecamatan Krangkeng
meliputi koperasi ada 3, pasar ada 2, dan bank ada 2. Sementara untuk
Kecamatan Kedokanbunder belum ada data terkait lembaga ekonomi.
4.8. Pertanian
Kondisi geografis Kecamatan Kedokanbunder dan Krangkeng satu
tipe yaitu dataran rendah, sehingga secara luas lahan wilayah kedua
kecamatan tersebut didominasi oleh lahan sawah irigasi. Sebagai bagian
dari dua kecamatan tersebut, Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
52
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
penggunaan lahannya didominasi oleh sawah irigasi (67,62%), sehingga
komoditas unggulan untuk masing-masing desa adalah padi. Berdasarkan
data dan informasi yang dirilis oleh tim koordinator Kawasan Perdesaan
Agroeduwisata, produktivitas padi di kawasan ditunjukkan pada Tabel
4.6.
Tabel 4.6 Komoditas Padi untuk 5 Desa di Kawasan Perdesaan
Agroeduwisata
No Desa Tingkat Produksi Keterangan
1. Kaplongan 4,2 Ton/Ha/Th 1 x Panen
2. Kedokan Agung 12 Ton/Ha/Th 2 x Panen
3. Purwajaya 7 Ton/Ha/Th 1 x Panen
4. Kapringan 7 Ton/Ha/Th 1 x Panen
5. Dukuhjati 6 Ton/Ha/Th 1 x Panen
Sumber: Dokumen Tim Kawasan Agroeduwisata, 2016.
Beberapa potensi lain yang akan dikembangkan oleh masyarakat di
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata adalah.
Tabel 4.7 Potensi Lain untuk 5 Desa di Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
Desa Jenis Potensi
1. Kaplongan Peternakan kambing yang cukup tinggi
2. Kedokan Agung a. Palawija
3. Purwajaya b. Memiliki pasar desa
a. Pembibitan ikan lele
4. Kapringan b. Pengolahan sekam
a. Memiliki Akses terhadap Gudang Dolog
5. Dukuhjati b. Peternakan Itik dan Kambing
c. Pengolahan Sekam
Pembesaran Bibit Ikan Lele
Sumber: Dokumen Tim Kawasan Agroeduwisata, 2016.
4.9. Peternakan
Populasi ternak besar di Kecamatan Kedokanbunder hanya ada dua
jenis ternak yaitu ternak sapi potong (91,8%) dan kerbau (8,2%).
Demikian juga di Kecamatan Krangkeng, yaitu populasinya hanya ada 10
53
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
ternak sapi potong. Sedangkan untuk ternak kecil, populasi ternak domba
adalah yang paling besar di Kecamatan Kedokanbunder, sementara di
Kecamatan Krangkeng sebaliknya, yaitu populasi ternak kambing sebagai
yang terbesar, yakni 86,4% atau 2.221 ekor. Populasi ternak unggas baik
di Kecamatan Kedokanbunder maupun Kecamatan Krangkeng,
didominasi oleh ayam ras pedaging, yaitu 84,86% di Kecamatan
Kedokanbunder dan 93,97% di Kecamatan Krangkeng. Secara rinci
populasi ternak dan kontribusinya di dua kecamatan tersebut tertera
pada Tabel 4.8.
Tabel 4.7 Populasi Ternak (Ekor) dan Kontribusinya di Kabupaten
Indramayu Tahun 2015
Jenis Ternak Kedokanbunder Krangkeng
Populasi Keterangan Populasi Keterangan
Ternak Besar
1. Sapi Potong 259 91,8 % Populasi 10 100 % Populasi
2. Kerbau 23 8,2 % Populasi
Ternak Kecil
1. Kambing 165 5,6 % Populasi 2.221 86,4 % Populasi
351 13,6 % Populasi
2. Domba 2.773 94,4 % Populasi
Ternak Unggas
1. Ayam Ras
Pedaging 179.470 84,86 % Populasi 674.705 93,97 % Populasi
31.540 4,4 % Populasi
2. Ayam Kampung 29.342 13,9 % Populasi 11.762 1,6 % Populasi
3. Itik 2.672 1,3 % Populasi
Sumber: Kabupaten Indramayu Dalam Angka, 2016.
Adapun di Kawasan Perdesaan Agroeduwisata, data terkait
peternakan belum ada. Namun demikian, potensi dalam bidang
peternakan khususnya dalam kawasan Agroeduwisata sudah dalam
perencanaan program pengembangan.
54
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
4.10. Potensi Unggulan
Dengan keterbatasan yang ada, kawasan Agroeduwisata ini masih
memerlukan banyak dukungan dari berbagai pihak, karena melihat
kondisi kawasan yang mempunyai banyak potensi yang belum
tersosialisasi. Potensi-potensi ini justru mampu menjadi potensi
unggulan, yaitu:
1. Letak geografis kawasan 5 desa yang merupakan jalan perlintasan
Indramayu-Cirebon.
2. Terdapat upacara adat tradisional desa yang menarik wisatawan
domestik.
3. Budaya pertanian yang masih mengakar di masyarakat kawasan 5
desa.
4. Produksi berbagai hasil pertanian, perikanan, dan peternakan yang
dapat diolah menjadi bahan baku kuliner.
5. Aktifitas masyarakat lokal berwisata ke daerah tersebut sudah
berlangsung sejak lama terutama pada saat panen raya dan pada saat
liburan.
6. Ketersediaan lahan yang memadai di kawasan tersebut untuk
dikembangkan menjadi kawasan wisata pertanian, kuliner dan religi.
Tidak hanya itu, selain sektor utama dalam hal pertanian yaitu padi, di
kawasan ini juga mempunyai potensi penunjang, antara lain:
1. Tanaman pangan (padi, palawija).
2. Hortikultura (mangga, pisang, kelapa).
3. Potensi Perikanan (kolam ikan air tawar).
4. Potensi peternakan (peternakan kambing, ayam dan itik).
Untuk itu, Kawasan Perdesaan Agroeduwisata yang berada di Kabupaten
Indramayu ini mempunyai banyak potensi yang bisa
menumbuhkembangkan banyak hal, antara lain meningkatkan
kesejahteraan masyarakat sekitar, serta meningkatkan daya saing
daerah.
55
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
4.11. Program Pengembangan
Menurut tim koordinator kawasan Agroeduwisata, dengan
berbagai tinjauan lapangan yang dilakukan, ada beberapa program yang
ingin dikembangkan, yaitu:
1. Pengembangan sentra kuliner berbahan baku hasil pertanian 5 desa.
2. Revitalisasi upacara adat desa melalui promosi ke kawasan lain.
3. Pengembangan dan penguatan BUMdesa di masing-masing desa
sebagai pondasi kerja sama kawasan.
4. Pengembangan BLK dengan kapasitas pelatihan yang mampu
mentraining tenaga kerja potensial di 5 desa.
5. Pengembangan unit kerja sama antar desa sebagai titik masuk
fasilitasi dan akomodasi kerjasama pembentukan kawasan di 5 desa
terkait (pemerintah daerah, swasta, dll).
6. Menguatkan kembali fungsi Kelompok Tani dan Gapoktan sebagai
wadah petani dalam menyampaikan/menyusun program di sektor
pertanian, perikanan dan peternakan.
56
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
BAB V
PENUTUP
Salah satu kandungan undang-undang No. 4 tahun 2006 tentang desa,
yang diturunkan ke nawacita dan digagas pemerintah sekarang adalah
membutuhkan kesatuan visi dari semua stakeholder yang ada di pemerintahan
Indonesia. Terlebih mengenai pembangunan desa demi mencapai
kesejahteraan masyarakatnya. Melalui penetapan kawasan perdesaan
merupakan salah satu cara untuk kanalisasi ketertinggalan desa menuju desa
yang lebih berkembang dan maju. Dengan demikian masyarakat akan
menemukan kesejahteraannya di desanya sendiri.
Seiring dengan upaya perwujudan sebuah kawasan perdesaan yang
diharapkan mampu mensejahterakan masyarakat, identifikasi potensi dari
semua sektor membutuhkan perhatian dan dukungan yang serius dan terus-
menerus oleh pemerintah, baik dari mulai pemerintah daerah maupun
pemerintah pusat.
Oleh sebab itu, data dan informasi mengenai kawasan perdesaan yang
utuh akan menjadi salah satu sumber untuk melanjutkan dan memperkuat
pembangunan desa khususnya dan kawasan perdesaan umumnya. Sehingga
alur kebijakan yang mengarah kepada pembangunan kawasan perdesaan dapat
terealisasi dan efektif.
57
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
58
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
LAMPIRAN
59
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
Lampiran 1 Hasil Perhitungan SSA Komoditas Tanaman Pangan di Kecamatan
Kedokanbunder
Sumber: Kabupaten Indramayu Dalam Angka, 2014 dan 2015 (diolah).
Lampiran 2 Hasil Perhitungan SSA Komoditas Tanaman Pangan di Kecamatan
Krangkeng
Sumber: Kabupaten Indramayu Dalam Angka, 2014 dan 2015 (diolah).
Lampiran 3 Hasil Perhitungan SSA Komoditas Buah-Buahan di Kecamatan
Kedokanbunder
Sumber: Kabupaten Indramayu Dalam Angka, 2014 dan 2015 (diolah).
60
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
Lampiran 4 Hasil Perhitungan SSA Komoditas Buah-Buahan di Kecamatan
Krangkeng
Sumber: Kabupaten Indramayu Dalam Angka, 2014 dan 2015 (diolah).
Lampiran 5 Hasil Perhitungan SSA Komoditas Sayur-Sayuran di Kecamatan
Kedokanbunder
Sumber: Kabupaten Indramayu Dalam Angka, 2014 dan 2015 (diolah).
61
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata
di Kabupaten Indramayu
Lampiran 6 Luas Panen Padi (Ha) Menurut Kecamatan di Kabupaten
Indramayu Tahun 2015
Kecamatan Luas Panen Produktivitas
(Ha) (Kw/Ha)
1. Haurgeulis 7.243 65,29
2. Gantar 17.244 59,45
3. Kroya 15.883 58,71
4. Gabuswetan 10.592 65,65
5. Cikedong 12.322 74,95
6. Terisi 10.957 67,84
7. Lelea 9.980 74,87
8. Bangodua 6.438 74,65
9. Tukdana 7.379 85,83
10. Widasari 5.712 78,65
11. Kertasemaya 5.621 77,27
12. Sukagumiwang 5.230 74,81
13. Krangkeng 4.688 71,36
14. Karangampel 3.281 67,64
15. Kedokanb under 3.930 64,85
16. Juntinyuat 6.902 67,59
17. Sliyeg 6.842 71,06
18. Jatibarang 5.905 69,99
19. Balongan 2.312 75,58
20. Indramayu 2.505 71,79
21. Sindang 2.708 61,25
22. Cantigi 1.485 69,92
23. Pasekan 1.074 70,48
24. Lohbener 4.746 52,04
25. Arahan 3.486 68,45
26. Losarang 6.606 84,17
27. Kandanghaur 7.497 66,88
28. Bongas 7.465 75,43
29. Anjatan 12.185 83,57
30. Sukra 4.859 73,08
31. Patrol 6.037 61,60
209.114
Jumlah 70,09
Produktivitas
Sumber: Kabupaten Indramayu Dalam Angka, 2016.
62