TUGAS KLIPING GEOGRAFI
JENIS-JENIS ANGIN
Disusun oleh:
Athanasius Uria (7)
Azzahra Qays (8)
Bernadetta Dara Pandu (9)
Daltrey Vidyaprajna (10)
Damarisa Febrina (11)
Darmstater Veronica Dita (12)
SMA DON BOSKO
TAHUN AJARAN 2020/2021
Angin
Angin adalah udara yang bergerak dari satu tempat ketempat lainnya. Udara tersebut
bergerak karena adanya perbedaan tekanan udara. Kecepatan angin dapat diukur
menggunakan anemometer.
Jenis-Jenis Angin
1. Angin Muson (Musim)
Angin Muson merupakan angin yang berubah arah tiap setengah tahun. Oleh karena
itu, angin muson dinamakan juga angin setengah tahunan. Angin muson terjadi karena
adanya perbedaan pemanasan antara belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Di
Indonesia angin muson menjadi penentu pola iklim dan pola angin di Indonesia.
Ciri-ciri :
▪ Bertiup dengan berganti arah setiap 6 bulan sekali, dari barat ke timur dan
sebaliknya.
▪ Terjadi akibat gerak semu Matahari sepanjang tahun.
▪ Bertiup dari wilayah dingin bertekanan udara tinggi ke wilayah panas
bertekanan udara rendah.
2. Angin Tetap
Angin tetap adalah angin yang terjadi sepanjang tahun dan meliputi wilayah yang
sangat luas. Di dunia ada tiga jenis angin tetap, yaitu angin pasat, angin barat, dan
angin timur. Angin tetap merupakan angin yang berembus terus menerus sepanjang
tahun dengan arah yang tetap.
Ciri-ciri:
▪ Berasal dari daerah yang mempunyai iklim sub tropis.
▪ Bertiupnya berasal dari dua daerah bertekanan maksimum sub tropika utara
dan juga selatan secara terus- menerus.
▪ Hembusannya menuju ke daerah ekuator atau khatulistiwa yang mempunyai
iklim tropis.
3. Angin Laut
Angin laut adalah angin yang bergerak dari lautan ke daratan yang disebabkan oleh
perbedaan suhu di permukaan laut yang lebih dingin dari suhu di daratan. Angin laut
terjadi pada siang hari, saat matahari mulai memancarkan panasnya. Daratan yang
merupakan benda padat dapat menyerap panas matahari jauh lebih cepat daripada
lautan yang merupakan benda cair. Karena suhu di atas daratan lebih tinggi daripada
suhu di atas lautan, udara di atas daratan pun lebih cepat menjadi panas dan naik.
Ciri-ciri:
▪ Pada siang hari,daratan lebih cepat panas daripada lautan.
▪ Tekanan udara di daratan lebih rendah dari pada di lautan
▪ Udara bergerak dari laut ke darat.
4. Angin Darat
Angin darat atau yang juga dikenal dengan isitlah land breeze adalah angin yang
berembus dari lapisan tanah daerah darat ke laut. Angin darat terjadi pada malam hari
sebagai akibat dari suhu di daerah daratan yang lebih cepat turun dibanding suhu di
daerah laut yang masih panas.
Angin ini biasanya dimanfaatkan oleh para nelayan untuk memulai pelayarannya
karena rute berangkat dari darat ke laut senada dengan embusan begitu ditunjang oleh
arah angin darat.
Ciri-ciri:
▪ Mengalir dari darat ke laut.
▪ Angin darat terjadi pada malam hari.
▪ Merupakan aliran udara kering.
5. Angin Dingin
Angin dingin adalah angin yang bersifat dingin, jenis-jenis angin ini yaitu:
a. Angin mistral, yang berasal dari pegunungan menuju ke dataran rendah di
pantai. Contoh: angin yang bertiup di pantai laut tengah, yaitu selatan
Perancis.
b. Angin bora, yang bertiup di daerah balkan. Angin ini turun dari dataran tinggi
Balkan ke pantai Istria dan Albania
6. Angin Fohn
Angin Fohn adalah angin yang bersifat hangat dan kering serta bertiup menuruni
lereng (downslope). Angin fohn dapat kita temukan pada wilayah rain shadow atau
leeward slopes dari suatu pegunungan.
Angin fohn disebabkan oleh pemanasan adiabatik ketika udara mengalami penurunan
ketinggian. Selain itu, angin fohn juga bersifat kering karena uap airnya sudah
terkondensasi saat dia menaiki pegunungan pada windward slopes.
Ciri-ciri:
▪ Bersifat kering
▪ Memiliki suhu panas
▪ Termasuk dalam angin yang merusak
7. Angin Gunung
Angin gunung merupakan jenis angin yang bergerak dan bertiup dari gunung lalu
menuju ke lembah akibat dari suhu di gunung lebih tinggi dibandingkan dengan suhu
di lembah yang masih dalam proses mengeluarkan panas.
Ciri ciri :
▪ Ketika malam hari lembah memiliki suhu udara yang lebih panas
dibandingkan dengan puncak gunung
▪ Memiliki tekanan udara yang rendah dibandingkan dengan tekanan udara di
puncak gunung yang lebih tinggi.
8. Angin Lembah
Angin yang bertiup dari lembah ke puncak gunung yang terjadi saat siang hari.
Pada siang hari, lereng gunung mendapatkan panas secara cepat akibat radiasi yang
direima lebih besar. Di dataran rendah udara menjadi lebih dingin dibandingkan udara
di atas lereng gunung. Karena itu udara lereng gunung menjadi labil dan cenderung
menaiki lereng. Disebut juga arus anabatik (anabatic flows).
Ciri-ciri:
▪ Terjadi pada siang hari
▪ Suhu lembah lebih rendah daripada suhu puncak gunung.
Daftar Pustaka
Adytya, Billy. Jenis Angin, Begini Pengertian Serta Penjelasannya yang Perlu
Diketahui. 2020. https://m.merdeka.com/trending/8-jenis-angin-begini-pengertian-serta-
penjelasannya-yang-perlu-diketahui-kln.html
Aini, Nur. Angin Gunung: Pengertian - Penyebab dan Proses Terjadinya. 2021.
https://haloedukasi.com/angin-gunung
Cilacapklik. Perbedaan Angin Darat Dan Angin Laut. 2021.
https://cilacapklik.com/2020/04/angin-darat-dan-angin-laut.html
Hakim, Iqbal. Angin Fohn: Angin Panas dari Gunung. 2019.
https://insanpelajar.com/angin-fohn/
Mulyo, Bambang Nianto. 2016. Geografi Untuk Kelas X SMA dan MA. Solo : PT.
Wangsa Jatra Lestari
Wikipedia. Angin Laut. 2021. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Angin_laut
Wikipedia. Angin Lembah. 2021. https://id.wikipedia.org/wiki/Angin_lembah
Wikipedia. Angin Muson. 2020. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Angin_muson