The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by setiabudiharja65, 2022-10-17 04:52:00

Kasus 4

Kasus 4

ruang kolaborasi modul 1.4

studi kasus 4

dipresentasikan oleh :

Kelompok 1

Uci Faturohman, S. Pd. Imas Setiawati, S. Pd. Euis Ratna Suminar, S. Pd. Een Sukaenah, S. Pd. Setiabudi Harja, S. Pd.

Kasus 4

Anto dan Dino sedang bermain bersama di lapangan basket, dan tiba-tiba terlibat dalam
sebuah pertengkaran adu mulut. Dino pun menjadi emosi dan mengadakan kontak fisik,
menarik kemeja Anto dengan kasar, sampai 3 kancingnya terlepas. Pada saat itu guru piket
langsung melerai mereka, dan membawa mereka ke ruang kepala sekolah. Ibu Suti sebagai
kepala sekolah berupaya menenangkan keduanya, terutama Dino. “Dino sepertinya kamu
saat ini sedang marah sekali.” Mendengar itu, Dino pun mengalir bercerita tentang
kekesalan hatinya. Ibu Suti pun melanjutkan bahwa membuat kesalahan adalah hal yang
manusiawi, dan bahwa mempertahankan diri adalah hal yang pe nting. Namun meminta
Dino memikirkan cara lain yang mungkin lebih efektif, karena saat ini Dino berada di
ruang kepala sekolah.

Ibu Suti melanjutkan bertanya tentang keyakinan sekolah yang disepakati, serta apakah
Dino bersedia memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan terhadap Anto? Dino pun
akhirnya perlahan mengangguk. Kemudian Ibu Suti balik bertanya kepada Anto, hal apa
yang bisa dilakukan Dino untuk memperbaiki masalah. Anto menjawab, “Saya perlu
kancing saya diperbaiki bu. Ibu saya akan sangat marah kalau melihat kancing baju saya
sampai copot 3 kancing begini.” Ibu Suti pun kembali bertanya ke Dino apakah yang akan
dia lakukan untuk menggantikan 3 kancing Anto yang terlepas?

Dino berpikir sejenak, namun menjawab, “Wah tidak tahu bu, saya lem kembali mungkin
ya bu?” Ibu Suti berpikir sebentar dan menanggapi, “Kalau di lem akan mudah terlepas
kembali Dino. Bagaimana kalau kamu menjahitkan saja, bersediakah kamu?” Dino tampak
ragu-ragu dan menanggapi, “Menjahit? Mana saya tau bagaimana menjahit bu.” Ibu Suti
meneruskan, “Apakah kamu bersedia belajar menjahit?” Dino berpikir sejenak, memandang
kemeja Anto, dan menanggapi, “Yang mengajari saya siapa bu?” Dengan cepat Ibu Suti
menjawab, “Pak Irfan, guru Tata Busana”. Dino kembali diam sejenak, memandang kemeja
Anto yang tanpa kancing.

Akhirnya Dino mengangguk tanda menyetujui dan sepanjang siang itu Dino belajar
menjahit dan memperbaiki kemeja Anto. Terakhir kali terlihat kedua anak laki-laki
tersebut, Dino dan Anto pada jam pulang sekolah, mereka sudah bercengkrama dan
bersenda gurau kembali.

Pembahasan

Posisi kontrol apa yang telah dipraktikkan oleh Kepala Sekolah Ibu Suti? Hal-
hal apa saja yang dilakukannya sehingga Anda berkesimpulan demikian?

Posisi kontrol yang telah dipraktikkan oleh Kepala Sekolah, Ibu Suti adalah Manajer
dengan menggunakan pendekatan segitiga restitusi. Hal ini bisa terlihat dari proses Ibu
Suti :

Menstabilkan Identitas

• Ibu Suti menenangkan keduanya, terutama Dino.

• Ibu Suti menjelaskan bahwa membuat kesalahan adalah hal yang manusiawi.

 Validasi Tindakan yang salah

Ibu Suti menjelaskan mempertahankan diri adalah hal yang penting, namun meminta Dino
memikirkan cara lain yang lebih efektif.

Menanyakan tentang keyakinan

• Ibu Suti menanyakan keyakinan sekolah yang telah disepakati, kemudian meminta Dino
memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan terhadap Anto.

Hal tersebut diatas menunjukkan bahwa kepala sekolah mempraktikkan posisi
Manajer karena mengajak Anto dan Dino duduk bersama, kemudian memperilakan
murid mempertanggungjawabkan perilakunya, serta mendukung murid menemukan
solusi atas permasalahannya sendiri.

Dalam kasus tersebut, bagaimana Dino dikuatkan, bagaimana Anto
dikuatkan oleh Ibu Suti?

Pada kasus tersebut, Dino mendapatkan penguatan dari Kepala Sekolah, Ibu Suti yaitu :

• Menjahit Kembali baju Anto yang lepas kancingnya dibawah bimbingan pak Irfan, ini
menunjukkan Dino mendapat penguatan nilai kebajikan bertanggungjawab dan
menghargai sesama, juga mendapat nilai penguasaan kebutuhan dasar manusia berupa
tambahan pengetahuan baru tentang menjahit.

• Anto mendapat penguatan bertanggung-jawab dan menghargai sesama, juga mendapatkan
pemenuhan kebutuhan dasar manusia, yakni Kasih sayang dan rasa diterima.

Kira-kira nilai-nilai kebajikan (keyakinan sekolah) apa yang dituju dalam
kasus tersebut? Jelaskan!

Nilai -nilai kebajikan (keyakinan sekolah) yang ingin dituju adalah bertanggung-jawab
dan saling menghormati sesama. Pembiasaan positif terbentuk dari disiplin positif yang
tujuan akhirnya menjadi kebiasaan yang tertanam dan terbentuk menjadi budaya sekolah.
Budaya positif tersebut bertujuan untuk mewujudkan profil pelajar pancasila, disiplin dan
bertanggung jawab dalam wujud penyusunan keyakinan kelas (keyakinan sekolah) yang
harus diikuti oleh peserta didik. Nilai-nilai kebijakan akan mampu menimbulkan
motivasi sesorang lebih mendalam.

Bertanggung jawab dan saling menghormati sesama harus terus digalakan agar bisa
mengakar di lingkungan sekolah dan bisa diterapkan kepada semua warga sekolah.

Terima Kasih


Click to View FlipBook Version