Panas dan Perpindahannya | Tema 6 Kelas 5 SD Semester 2
A. Bahasa Indonesia
A.1. Teks Eksplanasi
Teks Eksplanasi: teks yang berisi tentang proses bagaimana suatu kejadian bisa terjadi,
bertujuan untuk memberikan informasi sejelas-jelasnya agar pembaca
memahami fenomena yang dibahas.
Ciri-ciri Khusus Teks Eksplanasi:
1. Struktur terdiri atas pernyataan umum, urutan sebab akibat, dan
interpretasi.
2. Memuat informasi berdasarkan fakta.
3. Memuat informasi yang bersifat ilmiah (terkait dengan ilmu
pengetahuan).
Ciri-ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi:
1. Fokus pada hal umum.
2. Menggunakan istilah ilmiah.
3. Lebih banyak menggunakan kata kerja aktif.
4. Menggunakan kata hubung penunjuk waktu dan sebab-akibat, seperti:
jika, bila, sehingga, sebelum, setelah.
5. Menggunakan kalimat pasif.
Struktur Teks Eksplanasi:
1. Pernyataan Umum: pernyataan tentang suatu topik yang akan dijelaskan
dalam teks.
2. Urutan Sebab Akibat: detail penjelasan proses kejadian tentang topik
yang disajikan secara urut dari awal hingga akhir.
3. Interpretasi: kesimpulan tentang topik dan proses yang telah dijelaskan.
A.2. Cerita Anak
Cerita: rangkaian peristiwa yang disampaikan, baik berupa kejadian nyata (nonfiksi) atau
khayalan (fiksi).
Cerita Anak: cerita yang mampu dipahami anak, bertujuan untuk mengembangkan daya pikir
dan imajinasi anak
Ciri-ciri Cerita Anak:
1. Bahasanya mudah dipahami anak-anak
2. Temanya tentang dunia anak-anak, kadang diselingi fabel (cerita
binatang)
3. Banyak menggunakan khayalan
A.3. Akronim dan Singkatan
Akronim: bentuk singkatan berupa gabungan huruf, gabungan suku kata, ataupun gabungan
bagian lain yang ditulis dan diucapkan sebagai kata yang wajar (tidak dieja)
Jenis Akronim:
1. Dibentuk dari huruf pertama awal kata. Contoh: KONI (Komite Olahraga
Nasional Indonesia)
2. Dibentuk dari suku kata atau penggalan kata. Contoh: Satpam (satuan
pengamanan)
3. Dibentuk dari huruf awal suku kata atau penggalan kata. Contoh:
Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga)
Contoh-contoh Akronim dan Kepanjangannya:
1. Rudal: Peluru Kendali
2. Siskamling: Sistem Keamanan Lingkungan
3. Kemdikbud: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
4. Tilang: Bukti Pelanggaran
5. Posyandu: Pos Pelayanan Terpadu
B. IPS
B.1. Peran Warna Negara dalam Pembangunan Nasional
Peran Warga Negara dalam Pembangunan Ekonomi:
1. Memberi masukan agar politik ekonomi mampu mewujudkan demokrasi
ekonomi sehingga rakyat sejahtera.
2. Memberi masukan untuk mengatasi pengangguran.
3. Menciptakan sektor ekonomi produktif, dalam bentuk jasa, barang,
transportasi, dan komunikasi.
4. Menciptakan produk unggulan yang inovatif, kreatif, dan kompetitif.
5. Kesadaran membayar pajak secara teratur.
Peran Warga Negara dalam Kegiatan Sosial Budaya
1. Menunjukkan prestasi belajar sebagai pelajar.
2. Menjauhkan diri dari perbuatan melanggar hukum.
3. Selalu disiplin dan produktif dalam beraktivitas positif.
B.2. Permasalahan di Masyarakat
Beberapa Permasalahan dalam Masyarakat yang Memengaruhi Pembangunan Nasional:
1. Masalah Gizi: Tingkat gizi rendah melahirkan generasi muda dan sumber
daya manusia yang tidak berkualitas sehingga mengganggu kelangsungan
berbagai pembangunan nasional.
2. Kemiskinan: Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pokok sehingga
mengalami kesulitan dalam setiap langkah hidup, umumnya disebabkan
oleh pendidikan rendah, terbatasnya modal, dan terbatasnya lapangan
kerja.
3. Pengangguran: Tidak memiliki pekerjaan, sedikit banyak terjadi sebagai
dampak dari masalah gizi dan kemiskinan yang telah disebutkan
sebelumnya.
Dampak Permasalahan Masyarakat terhadap Pembangunan Nasional:
1. Lahirnya generasi muda yang tidak berkualitas akibat gizi buruk.
2. Terhambatnya pembangunan akibat adanya kemiskinan.
3. Pendapatan nasional menurun.
4. Tingkat kemakmuran rendah karena pendapatan masyarakat rendah.
5. Naiknya angka kriminalitas yang membuat tingkat investasi menurun.
B.3. Interaksi Sosial
Interaksi Sosial: hubungan sosial yang menyangkut hubungan antarindividu, individu dengan
kelompok, dan kelompok dengan kelompok.
Pengaruh Interaksi Sosial terhadap Pembangunan Nasional:
1. Ekonomi: kerja sama dalam kegiatan ekonomi.
2. Sosial Budaya: akulturasi budaya yang diterapkan pada seni bangunan
dan upacara adat.
C. PPKN
Tanggung Jawab:
1. Wujud kesadaran akan kewajiban
2. Kesiapan menerima serta menanggung segala akibat yang dihasilkan dari
kegiatan atau kewajiban yang dilakukan oleh dirinya sendiri
3. Setiap manusia memiliki tanggung jawabnya masing-masing dan berbeda
dari orang lain.
4. Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan
sebaik mungkin.
5. Salah satu ciri manusia dewasa adalah bertanggung jawab.
Contoh Tanggung Jawab dalam Kehidupan Sehari-hari:
1. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.
2. Membuang sampah pada tempatnya.
3. Mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan.
4. Ikut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
5. Menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.
6. Menjaga dan merawat fasilitas umum.
Contoh Tanggung Jawab di Sekolah:
1. Kepala Sekolah: memimpin sekolah dan membuat program-program
sekolah.
2. Guru: mendidik siswa dan menjalankan program yang ditetapkan.
3. Penjaga Sekolah: menjaga kebersihan dan bersama satpam menjaga
keamanan sekolah.
4. Siswa: belajar sungguh-sungguh, ikut memelihara kebersihan sekolah,
dan menaati tata tertib sekolah.
Contoh Tanggung Jawab sebagai Anggota Masyarakat:
1. Ikut serta dalam kegiatan di masyarakat.
2. Berperan dalam siskamling.
3. Menghormati orang tua di dalam masyarakat.
4. Menjaga kebersihan lingkungan masyarakat.
D. SBdP
Gambar Cerita (Ilustrasi): Gambar yang mendeskripsikan adegan atau peristiwa yang
dijelaskan
dalam cerita.
Fungsi Gambar Cerita:
1. Memperjelas alur atau isi cerita.
2. Memperjelas isi pesan dalam promosi barang.
3. Menarik perhatian.
4. Menambah nilai artistik.
5. Sarana mengungkapkan perasaan.
6. Menambah daya tarik cerita.
7. Memberi penguatan pada tokoh dalam cerita.
8. Menghiasi halaman buku, majalah, atau surat kabar.
Objek Gambar Cerita:
1. Disesuaikan dengan tema cerita dan tokoh.
2. Dapat dibuat berwarna atau hitam putih saja.
3. Dapat dibuat secara manual atau digital.
Langkah Membuat Gambar Cerita:
1. Tentukan tema yang akan digunakan.
2. Buat sketsa gambar sesuai tema pada kertas gambar menggunakan pensil.
3. Warnai sketsa gambar dengan pensil warna, cat warna, krayon, atau
spidol.
E. IPA
E.1. Suhu dan Kalor
Suhu: Derajat panas dinginnya suatu benda
Kalor (Panas) : Salah satu bentuk energi yang bisa berpindah karena perbedaan suhu, yaitu
berpindah dari benda bersuhu tinggi (panas) ke benda bersuhu rendah (dingin).
Fungsi Kalor:
1. Menaikkan atau menurunkan suhu zat.
• Melepaskan kalor (kalor berkurang): didinginkan (suhu turun)
• Menerima kalor (kalor bertambah): dipanaskan (suhu naik)
2. Mengubah wujud zat (mencair, menguap, membeku, dll) ketika mencapai suhu tertentu.
• Padat → Cair : Mencair
• Cair → Padat: Membeku
• Cair → Gas: Menguap
• Gas → Cair: Mengembun
• Padat → Gas: Menyublim
• Gas → Padat: Mengkristal (deposisi)
E.2. Perpindahan Kalor
Prinsip Perpindahan Kalor: Besar kalor yang dilepas sama dengan kalor yang diterima.
Jenis Benda Berdasarkan Kemampuan Menghantar Kalor:
1. Konduktor: Benda yang dapat menghantarkan kalor dengan baik. Contoh:
besi, aluminium
2. Isolator: Benda yang tidak dapat menghantarkan kalor dengan baik.
Contoh: kain, kayu
Cara Perpindahan Kalor:
1. Konduksi (hantaran): perpindahan kalor melalui perantara tanpa diikuti
perpindahan partikel zat perantaranya.
2. Konveksi (aliran): perpindahan kalor melalui perantara dengan diikuti
perpindahan partikel zat perantaranya.
3. Radiasi (pancaran): perpindahan kalor tanpa melalui perantara, biasanya
disertai cahaya.
Contoh Perpindahan Kalor:
1. Konduksi: sendok besi yang ikut panas setelah digunakan untuk
mengaduk teh panas.
2. Konveksi: terjadinya angin darat dan angin laut.
3. Radiasi: pancaran sinar dan panas matahari ke bumi.
Penerapan Perpindahan Kalor dan Kemampuan Menghantar Kalor pada Alat Rumah Tangga:
1. Termos: mengisolasi ruang dalam termos dengan cara mencegah
konduksi, konveksi, radiasi menggunakan dinding permukaan berlapis
perak dan ruang hampa.
2. Setrika: menggunakan bahan konduktor di bagian bawah untuk
memanaskan pakaian dan menggunakan bahan isolator di gagangnya
agar tangan tidak merasa panas.
Tips: • Gunakan bahan isolator tambahan saat akan memegang/mengangkat
benda yang panas. Contoh: kain lap
• Manfaatkan bahan bersifat konduktor jika ingin alat berfungsi baik untuk
menghantarkan panas. Contoh: bahan aluminium untuk panci masak.
Peristiwa dalam Kehidupan | Tema 7 Kelas 5 SD Semester 2
A. Bahasa Indonesia
A.1. Teks Narasi Sejarah dan Ringkasan
Teks Narasi Sejarah: teks yang menceritakan mengenai fakta sejarah yang benar-
benar terjadi di
masa lampau dan disampaikan sesuai dengan urutan waktu kejadian.
Informasi: pesan berupa kata atau kalimat dalam teks bacaan berupa fakta yang
bermanfaat jika
disebarkan ke orang lain.
Kata Baku: kata yang sesuai kaidah bahasa Indonesia dan tercantum dalam Kamus
Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), digunakan dalam kalimat resmi baik lisan (pidato resmi, acara
kenegaraan) maupun tulisan (surat lamaran kerja, tulisan ilmiah).
Ringkasan: cara mengungkapkan teks bacaan panjang dalam tulisan yang lebih
singkat tanpa
mengubah pokok pikiran dan urutan penyampaian isi teks.
Cara Membuat Ringkasan:
1. Mengacu kepada naskah asli.
2. Mempertahankan urutan pikiran dan cara pandang penulis asli.
3. Tidak memasukkan opini atau ide pribadi penulis ringkasan ke dalam
ringkasan yang dibuat.
4. Boleh mengganti kata-kata atau melakukan parafrase (penyusunan
ulang kalimat) selama tidak mengubah makna dan maksud pesan yang
disampaikan.
A.2. Imbuhan –ter dan Kalimat Efektif
Fungsi Imbuhan –ter dan Contohnya:
1. Menyatakan suatu keadaan.
Harga baju tidur yang dijual di pasar sangat terjangkau.
2. Menyatakan sesuatu yang paling.
Mobil terbaru itu merupakan mobil tercanggih di kelasnya.
3. Menyatakan perbuatan yang tidak disengaja.
Vas bunga itu pecah karena tersenggol adik.
4. Menyatakan sesuatu yang dapat dilihat.
Perjanjian antara kedua pihak itu tertulis di atas kertas.
5. Menyatakan perbuatan yang tiba-tiba.
Nina terjatuhketika sedang berlari kencang.
Kalimat Efektif: kalimat sesuai kaidah bahasa dengan ejaan dan tanda baca yang
baik serta
mudah dipahami.
Syarat Kalimat Efektif:
1. Mudah dipahami pendengar/pembaca
2. Tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai maksud kalimat yang
ditulis
3. Menyampaikan pemikiran penulis dengan tepat
4. Sistematis dan tidak bertele-tele
A.3. Surat Undangan
Surat Undangan: surat pemberitahuan atau ajakan kepada seseorang untuk
menghadiri suatu
acara yang disampaikan secara singkat, padat, dan jelas dengan menggunakan
kalimat efektif agar mudah dipahami pembacanya.
Jenis-jenis Surat Undangan:
1. Undangan Resmi: mengatasnamakan instansi atau organisasi tertentu,
biasanya terkait kepentingan kedinasan atau pekerjaan.
2. Undangan Setengah Resmi: mengatasnamakan perorangan yang
ditujukan kepada perorangan atau instansi.
3. Undangan Tidak Resmi: mengatasnamakan perorangan yang
ditujukan kepada perorangan untuk kepentingan perorangan. Contoh:
undangan ulang tahun.
Bagian-bagian Surat Undangan:
1. Kepala Surat (Kop Surat): nama institusi, alamat institusi, nomor
telepon institusi, logo institusi, tanggal surat, identitas penerima surat.
2. Isi Surat: salam pembuka, tujuan surat, detail acara (waktu dan tempat
acara).
3. Penutup/Kaki Surat: nama institusi, jabatan, nama jelas, nomor induk
pegawai, tembusan.
B. IPS
B.1. Penjelajahan Samudra oleh Bangsa Eropa
Faktor Pendorong Penjelajahan Samudra:
1. Keinginan mencari kekayaan (gold)
2. Keinginan menyebarkan agama nasrani (gospel)
3. Keinginan mencapai kejayaan (glory)
4. Majunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Kedatangan Bangsa Portugis:
Kedatangan Bangsa Spanyol
Kedatangan Bangsa Inggris
Kedatangan Bangsa Belanda
B.2. Indonesia di Bawah kekuasaan VOC
Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC): kongsi dagang milik Pemerintah
Belanda, berdiri 20
Maret 1602.
Tujuan VOC:
1. Memonopoli perdagangan rempah-rempah
2. Menguasai pelabuhan-pelabuhan penting
3. Menguasai kerajaan-kerajaan di nusantara
Hak-hak Istimewa VOC:
1. Hak mendirikan benteng
2. Hak monopoli perdagangan
3. Hak mencetak uang dan mengedarkannya
Faktor Penyebab Kebangkrutan VOC di tahun 1799:
1. Banyaknya pegawai yang korupsi
2. Sulitnya mengawasi wilayah yang sangat luas
3. Revolusi Prancis yang menyebabkan Belanda jatuh ke tangan Prancis
4. Menghadapi tentangan dari penjuru nusantara sehingga menguras
biaya dan tenaga
Tokoh Penting: Herman Willem Daendels
• Menjabat sejak 1808
• Bertugas mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris
• Menerapkan sistem kerja paksa (rodi)
• Mengumpulkan dana untuk menghadapi Inggris dengan cara:
mengadakan penyerahan hasil bumi, memaksa rakyat menjual hasil
bumi dengan harga murah, mewajibkan rakyat Priangan untuk
menanam kopi dan menjual tanah
B.3. Perlawanan Rakyat Indonesia terhadap Bangsa Eropa
Perlawanan Masa Kerajaan:
1. Ternate: Berhasil melawan Portugis dibawah pimpinan Sultan
Baabullah (1575)
2. Demak: Berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa di bawah
pimpinan Fatahillah (1527)
3. Mataram: Serangan pertama (1628) dipimpin Tumenggung Bahurekso
dan serangan kedua (1629) dipimpin Kiai Adipati Juminah, Kiai Adipati
Puger, Kiai Adipati Purbaya. Keduanya gagal karena persediaan
makanan dihancurkan Belanda
4. Aceh: Pada 1629 gagal menaklukkan Portugis tapi tetap berdiri
sebagai kerajaan merdeka
Perlawanan Masa Pergerakan Nasional:
1. Lahirnya organisasi pergerakan nasional, dipelopori oleh Budi Utomo
(1908)
2. Disusul terbentuknya organisasi lain seperti Sarekat Islam, Indische
Partij, Taman Siswa, Partai Nasional Indonesia (PNI), Muhammadiyah,
dan Nahdlatul Ulama (NU)
Faktor Internal yang Mendorong Lahirnya Organisasi Pergerakan Nasional:
1. Penderitaan rakyat akibat penjajahan
2. Sejarah masa lampau yang gemilang
3. Pengaruh perkembangan pendidikan di Indonesia
4. Dominasi ekonomi kaum Tionghoa di Indonesia
Faktor Eksternal yang Mendorong Lahirnya Organisasi Pergerakan Nasional:
1. Adanya gerakan Turki muda (1908)
2. Adanya All Indian Nastional Congress (1885) dan Gandhiisme di India
3. Munculnya paham baru di Eropa (liberalisme, demokrasi,
nasionalisme)
4. Pengaruh gerakan nasional di negara tetangga
B.4. Masa Penjajahan Jepang
Latar Belakang Datangnya Jepang ke Indonesia:
1. Restorasi Meiji: pergantian kekuasaan dari Shogun Yoshinobu ke
Kaisar Tenno Meiji yang menyebabkan perubahan besar-besaran di
berbagai bidang, termasuk mengubah haluan politik Jepang menjadi
imperialis
2. Paham Hakko-Ichi-U: kepercayaan bahwa menaklukkan bangsa lain
adalah tugas yang mulia
3. Kebutuhan mencari sumber daya alam sebagai bahan baku
pengembangan industri militer
4. Bergabungnya Jepang dengan Jerman dalam Perang Dunia II untuk
melawan Sekutu Amerika dan Belanda sehingga timbul keinginan
untuk merebut Indonesia dari tangan Belanda
5. Propaganda Jepang sebagai saudara tua Indonesia yang akan
membebaskan rakyat dari jajahan Belanda
Tujuan Penjajahan Jepang di Indonesia:
1. Menjadikan Indonesia sebagai sumber bahan mentah untuk keperluan
militer Jepang
2. Memanfaatkan letak Indonesia yang strategis dan jumlah penduduknya
yang banyak sebagai tempat pemasaran hasil industri Jepang
3. Menjadikan Indonesia sebagai sumber tenaga kerja murah
4. Mengeksploitasi sumber daya alam dan sumber daya manusia secara
besar-besaran
Perlawanan Rakyat pada Masa Penjajahan Jepang:
1. Strategi kooperasi
2. Gerakan bawah tanah (ilegal)
3. Perlawanan bersenjata:
• Singaparna, Jawa Barat (dipimpin KH Zainal Mustafa)
• Tentara PETA (Pembela Tanah Air, dipimpin Supriyadi), Blitar, Jawa
Timur
B.5. Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
Setelah Indonesia merdeka, Belanda (tentara NICA) kembali ke Indonesia dengan
membonceng Sekutu, yaitu tentara Inggris (AFNEI). Kehadirannya memicu
perlawanan di berbagai daerah.
Perlawanan Fisik dengan Kontak Senjata:
1. Pertempuran 10 November 1945 – Surabaya, Jawa Timur
2. Palagan Ambarawa, 15 Desember 1945 – Ambarawa, Jawa Tengah
3. Bandung Lautan Api, 23 Maret 1946 – Bandung, Jawa Barat
4. Medan Area, 10 Desember 1945 – Medan, Sumatra Utara
5. Serangan Umum 1 Maret 1949 – Yogyakarta
Perlawanan dengan Diplomasi melalui Perundingan:
1. Perundingan Linggarjati, 10 November 1946 – Linggarjati, Kuningan, Jawa Barat
Tokoh: Sutan Syahrir (Indonesia), Prof. Schermerhon (Belanda)
Isi Perjanjian:
• Belanda hanya mengakui kekuasaan Republik Indonesia atas Jawa,
Madura, dan Sumatra
• Negara Indonesia Serikat terdiri atas Republik Indonesia, Negara
Indonesia Timur, dan Negara Kalimantan
• Negara Indonesia Serikat dan Belanda merupakan satu uni dengan
nama Uni Indonesia-Belanda
Perjanjian diingkari Belanda dengan melakukan Agresi Militer Belanda I pada 21 Juli
1947.
2. Perjanjian Renville, 17 Januari 1948 – Kapal USS Renville milik Amerika Serikat
Isi Perjanjian:
• Belanda hanya mengakui daerah Republik Indonesia atas Jawa
Tengah, Yogyakarta, sebagian kecil jawa Barat, dan Sumatra
• Semua pasukan RI harus ditarik mundur dari wilayah Indonesia sampai
diserahkan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) yang akan segera
dibentuk
Perjanjian diingkari Belanda dengan melakukan Agresi Militer Belanda II pada 19
Desember 1948.
3. Perjanjian Roem-Royen, 17 April 1949 – Jakarta
Tokoh: Moh. Roem (Indonesia), Van Royen (Belanda)
Isi Perjanjian:
• Pemerintahan Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta
• Menghentikan gerakan militer dan mengembalikan tawanan
• Republik Indonesia sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat
C. PPKN
C.1. Keragaman Sosial dan Budaya
Keragaman Sosial: keanekaragaman manusia yang hidup dalam satu lingkungan
tertentu,
misalnya keragaman ras, suku bangsa, dll.
Keragaman Budaya: keanekaragaman hasil karya manusia atau kebiasaan yang
berulang secara
turun-temurun yang berlaku di wilayah tertentu, misalnya tarian daerah,
rumah adat, pakaian tradisional, dll.
Faktor yang Membedakan Suku Bangsa:
1. Adat Istiadat: upacara dan kebiasaan turun-temurun, pola perilaku,
gaya hidup.
2. Bahasa Daerah: memungkinkan berkomunikasi dengan sesama
sukunya.
3. Sistem Kekerabatan: sistem keturunan berdasarkan garis ibu (contoh:
Suku Minangkabau), garis ayah (Contoh: Suku Batak), atau keduanya.
4. Ciri Fisik: menunjukkan ras nenek moyangnya, contohnya ras
Kaukasoid, Mongoloid, Negroid, dan Vedoid.
Nilai Luhur: Nilai yang mencerminkan sikap sesuai dengan norma serta
menunjukkan sikap dan
pribadi yang baik.
Budaya: metode hidup yang diwarisi secara turun-temurun dan terjadi secara
berulang.
Unsur-unsur Budaya:
1. Bahasa
2. Ilmu Pengetahuan
3. Sistem Kekerabatan
4. Agama
5. Mata Pencaharian
6. Kesenian
7. Teknologi
8. Peralatan
C.2. Pembiasaan Perilaku Sesuai Pancasila
Sikap dan Perilaku yang Mencerminkan Nilai Pancasila:
1. Menjalankan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing.
2. Sopan santun terhadap orang tua.
3. Berteman tanpa membeda-bedakan.
4. Menghargai pendapat teman.
5. Tidak mengganggu teman yang beribadah.
Sikap dan Perilaku yang Tidak Mencerminkan Nilai Pancasila:
1. Tidak peduli kepada orang yang sedang terkena musibah.
2. Menghina keadaan orang lain.
3. Melarang orang lain untuk menjalankan ibadah sesuai
kepercayaannya.
4. Tidak mencintai produk buatan dalam negeri.
5. Memaksakan kehendak dan pendapat kepada orang lain.
D. SBdP
D.1. Lagu Wajib dan Tangga Nada Mayor
Lagu Wajib: lagu yang diwajibkan untuk diajarkan guru kepada murid sebagai bentuk
penanaman sikap nasionalisme dan patriotisme, umumnya menggunakan
tangga nada diatonis mayor.
Ciri-ciri Lagu Wajib:
1. Iramanya bersemangat.
2. Liriknya seputar perjuangan, kepahlawanan, atau kemerdekaan.
3. Diajarkan sesuai tujuan dan maksud lagu.
Contoh Lagu Wajib:
1. Maju Tak Gentar – C. Simandjuntak
2. Indonesia Pusaka – Ismail Marzuki
3. Garuda Pancasila – Sudharnoto
Tangga Nada: susunan nada yang diatur sesuai interval tertentu.
Tangga Nada Mayor: tangga nada dengan interval 1-1-½-1-1-1-½, dimulai dari nada
C (do)
sampai C’ (do tinggi).
D.2. Tari Kreasi Daerah
Tari: gerak tubuh berirama yang dilakukan di waktu dan tempat tertentu untuk
mengungkapkan
perasaan, maksud, dan pikiran.
Tari Kreasi Daerah: tarian baru yang memodifikasi tarian tradisional, dapat ditarikan
perorangan, berpasangan, atau kelompok.
Contoh Tari Kreasi Daerah: Tari Panji Semirang, Tari Merak
Gerak Tari: bersifat ekspresif dan estetis (bernilai seni dan terlihat indah), bisa
terinspirasi dari
kegiatan manusia, tingkah laku hewan, atau kejadian alam.
Pola Lantai: pola denah yang digunakan penari dalam ruang tempat menari untuk
keperluan
pergerakan tari dan memperindah tarian.
Jenis Pola Lantai:
1. Vertikal: memanjang ke belakang
2. Horizontal: melebar ke samping
3. Diagonal: menyudut ke kanan/kiri (miring)
4. Melingkar: melengkung atau membentuk lingkaran
Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Pola Lantai:
1. Bentuk pola lantai
2. Makna yang ingin disampaikan melalui pola lantai
3. Jumlah penari
4. Bentuk dan luas ruangan tempat menari
5. Gerakan tari
D.3. Gambar Cerita
Gambar Cerita: gambar yang memperjelas, memperindah, dan menghidupkan suatu
cerita.
Dapat berupa cerita bergambar, karikatur, komik, atau kartun; dapat diberi
warna atau hanya hitam putih; dapat dibuat secara manual (gambar tangan)
atau digital.
Teknik Gambar Cerita:
1. Teknik Kering: pensil, arang, kapur, krayon
2. Teknik Basah: cat air, cat minyak, tinta bak, cat poster, cat akrilik
Langkah Pembuatan Gambar Cerita:
1. Tentukan tema gambar berdasarkan cerita.
2. Tentukan jenis gambar yang akan dibuat.
3. Tentukan irama, komposisi, proporsi, keseimbangan, dan kesatuan
objek gambar.
4. Buat gambar sketsa keseluruhan yang disesuaikan dengan cerita.
5. Mengarsir/mewarnai objek gambar sesuai karakter dalam cerita.
6. Warnai gambar sampai selesai.
E. IPA
Kalor: Energi panas yang dimiliki suatu benda.
Sifat Kalor:
1. Berpindah dari benda bersuhu tinggi (panas) ke benda bersuhu rendah
(dingin).
2. Semakin tinggi intensitas cahaya yang diterima, semakin besar kalor
yang dimiliki.
3. Semakin tinggi suhu benda, semakin besar kalor yang dimiliki.
4. Berperan dalam perubahan wujud benda
Pengaruh Kalor terhadap Perubahan Wujud Benda:
1. Zat melepas kalor: terjadi pendinginan, contohnya membeku,
mengembun, mengkristal
2. Zat menerima kalor: terjadi pemanasan, contohnya mencair, menguap,
menyublim
Jenis Perubahan Wujud Berdasarkan Sifatnya:
1. Perubahan Sementara: dapat kembali ke wujud semula, terjadi ketika
benda dipanaskan atau didinginkan. Contoh: mencair/membeku,
menguap/mengembun, menyublim/mengkristal.
2. Perubahan Tetap: tidak dapat kembali ke wujud semula, terjadi ketika
benda dibakar, dimasak, mengalami pembusukan, mengalami
perkaratan.
Manfaat Perubahan Wujud dalam Kehidupan Sehari-hari:
1. Membeku: pembuatan es krim
2. Mencair: melelehnya mentega/margarin sebagai bahan pembuatan
masakan atau kue
3. Mengembun: embun pada tutup rice cooker mencegah terjadinya basi
pada nasi
4. Menguap: proses memasak air, adanya uap menunjukkan bahwa air
telah matang
5. Menyublim: pada kapur barus membantu menghilangkan bau apek di
lemari pakaian
6. Mengkristal: pembuatan es kering
Lingkungan Sahabat Kita | Tema 8 Kelas 5 SD Semester 2
A. Bahasa Indonesia
Cerita Fiksi: teks narasi yang dibuat berdasarkan imajinasi pengarangnya
Cerita Nonfiksi: teks narasi yang dibuat berdasarkan fakta dan menyuguhkan data-
data pendukung
Unsur-unsur Cerita Fiksi:
1. Tema: pokok bahasan utama yang disampaikan dalam cerita
2. Alur: urutan kejadian yang disampaikan dalam cerita, dapat berupa
alur maju (mengarah ke masa depan), alur mundur (kembali ke masa
lalu), alur campuran (gabungan alur maju dan mundur)
3. Latar: pensuasanaan dalam cerita dan disampaikan berupa deskripsi
keadaan, dapat berupa latar waktu (waktu kejadian) dan latar tempat
(tempat kejadian)
4. Tokoh: peran yang bermain dalam cerita, terdiri atas tokoh utama
(mendominasi cerita) dan tokoh pendukung (mewarnai dan
menghidupkan cerita)
5. Watak: karakter/sifat yang dimiliki tokoh dalam cerita, membedakan
antara tokoh satu dan lainnya
B. IPS
Kegiatan Ekonomi: kegiatan manusia untuk mendapatkan barang dan jasa yang
dibutuhkan, umumnya memanfaatkan kondisi wilayah, tingkat pendidikan, dan bakat
pribadi.
Jenis Kegiatan Ekonomi Berdasarkan Tujuannya:
1. Kegiatan Produksi: menghasilkan atau menambah nilai guna
barang/jasa
2. Kegiatan Distribusi: menyalurkan barang/jasa hasil produksi agar
sampai ke tangan konsumen
3. Kegiatan Konsumsi: menggunakan barang/jasa untuk memenuhi
kebutuhan
Jenis Kegiatan Ekonomi di Indonesia Berdasarkan Objeknya:
1. Kegiatan Ekonomi Agraris: memanfaatkan keadaan dan sumber daya alam
• Pertanian: fokus pada kegiatan produksi dengan tanah sebagai faktor
utama untuk menghasilkan bahan pangan
• Peternakan: usaha memelihara hewan yang diambil manfaatnya,
antara lain peternakan hewan besar (sapi, kuda), peternakan hewan
kecil (kambing, kelinci), dan peternakan unggas (ayam, bebek)
• Perkebunan: pengelolaan kebun untuk menghasilkan bahan pangan
jadi/setengah jadi di dataran tinggi (teh, kopi) dan dataran rendah
(kelapa, tembakau)
• Pengelolaan Hutan: penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan
pemasaran hasil hutan seperti kayu, rotan, damar, kemenyan
• Perikanan: usaha menangkap/membudidayakan ikan baik dari laut
(udang, kepiting) maupun dari sungai dan danau (ikan air tawar). Hasil
tangkapan dijual di tempat pelelangan ikan (TPI) dan ada juga yang
dikemas dalam bentuk kalengan (sarden)
2. Kegiatan Ekonomi Nonagraris: tidak sepenuhnya memanfaatkan sumber daya
alam, umumnya ada di daerah perkotaan
• Pertambangan: mengeruk sumber daya alam tak terbarukan untuk
diolah kembali, seperti minyak bumi, batu bara, timah, emas, tembaga,
nikel
• Perindustrian: pengolahan barang mentah menjadi barang setengah
jadi/barang jadi yang mempunyai nilai ekonomi dengan memanfaatkan
peralatan dan tenaga manusia; seperti industri sepatu, industri garmen
• Perdagangan: jual beli barang dari produsen ke konsumen,
tingkatannya bisa berbeda tergantung luas jangkauan pemasarannya
• Jasa: kegiatan menjual jasa/keterampilan untuk membantu konsumen
yang membutuhkan, seperti guru, sopir, dokter
C. PPKN
Keragaman Budaya: terbentuk dari kebiasaan hidup dan ciri khas masing-masing
suku, yaitu corak kehidupan yang berbeda dan norma yang menjunjung tinggi
persatuan dan kesatuan bangsa.
Kebudayaan Nasional: bersumber dari kebudayaan daerah, lahir sebagai usaha akal
budi/pikiran seluruh bangsa Indonesia yang terdiri atas beragam ras dan suku.
Kegiatan yang Menunjukkan Kebanggaan terhadap Keragaman Sosial Budaya:
1. Menggunakan produk dalam negeri
2. Mencintai kebudayaan daerah
3. Memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia
4. Mempelajari keragaman sosial budaya yang ada di Indonesia
Keragaman Sosial Budaya di Indonesia:
1. Keanekaragaman agama
2. Keanekaragaman etnis atau suku bangsa
3. Keanekaragaman bahasa daerah
4. Keanekaragaman kebudayaan
5. Keanekaragaman kesenian (tarian dan lagu daerah)
6. Keanekaragaman mata pencaharian
Keragaman Sosial dan Budaya: berpotensi membawa manusia Indonesia dikenal di
mata dunia dengan keunikan dan corak warna-warni kebudayaan.
Kesadaran Budaya: kesadaran bahwa perbedaan budaya adalah kekayaan bangsa
dengan keunikannya masing-masing sehingga integrasi sosial akan tetap terjaga.
Kebhinnekaan: kekuatan dan kekayaan sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia
dalam menghadapi dinamika kehidupan, seperti krisis multidimensional dan krisis
ekonomi baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
Dampak Positif Kebhinnekaan:
1. Mempunyai kebudayaan yang lengkap dan bervariasi
2. Mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan
3. Menjadi faktor pemersatu bangsa
Dampak Negatif Kebhinnekaan:
1. Mudah membuat orang yang berbeda pendapat untuk lepas kendali
2. Mudah tumbuh perasaan kedaerahan yang mengancam persatuan dan
kesatuan
Cara Melestarikan dan Menghormati Budaya Bangsa:
1. Bangga akan kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional
2. Melestarikan nilai budaya yang sudah ada
3. Menghormati kebudayaan daerah bangsa Indonesia
4. Tidak menjelekkan kebudayaan suku bangsa lain
5. Lebih senang dengan kebudayaan nasional daripada budaya luar
negeri
D. SBdP
D.1. Lagu Wajib dan Tangga Nada Minor
Lagu Wajib: lagu yang diwajibkan untuk diajarkan guru kepada murid sebagai bentuk
penanaman sikap nasionalisme dan patriotisme, umumnya menggunakan tangga
nada diatonis mayor tetapi bisa juga menggunakan tangga nada minor.
Ciri-ciri Lagu Wajib:
1. Iramanya bersemangat.
2. Liriknya seputar perjuangan, kepahlawanan, atau kemerdekaan.
3. Diajarkan sesuai tujuan dan maksud lagu.
Contoh Lagu Wajib:
1. Maju Tak Gentar – C. Simandjuntak
2. Indonesia Pusaka – Ismail Marzuki
3. Garuda Pancasila – Sudharnoto
Tangga Nada: susunan nada yang diatur sesuai interval tertentu.
Tangga Nada Minor: tangga nada dengan interval 1-½-1-1-½-1-1, dimulai dari nada
A (la) sampai A’ (la tinggi), bersifat sedih dan kurang bersemangat.
Contoh Lagu Bertangga Nada Minor:
1. Syukur – H. Mutahar
2. Terima Kasihku – Sri Widodo
3. Ambilkan Bulan – A.T. Mahmud
4. Bubuy Bulan – Benny Korda
5. Kasih Ibu – S.M. Muchtar
D.2. Tari Kreasi Daerah
Tarian Daerah: hasil cipta karya seni dari suatu budaya yang menjadi ciri khas
daerah sekaligus identitas bangsa.
Tari Kreasi Daerah: tarian baru yang memodifikasi tarian tradisional
kerakyatan/klasik dari segi gerak, irama, properti, dan rias busananya.
Pola Lantai: pola denah yang digunakan penari dalam ruang tempat menari untuk
keperluan pergerakan tari dan memperindah tarian.
Jenis Pola Lantai:
1. Vertikal: memanjang ke belakang, memberi kesan ketenangan dan
keseimbangan
2. Horizontal: melebar ke samping, memberi kesan istirahat
3. Diagonal: menyudut ke kanan/kiri (miring), memberi kesan dinamis
atau kuat
4. Melingkar: melengkung atau membentuk lingkaran, memberi kesan
manis
Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Pola Lantai:
1. Bentuk pola lantai
2. Makna yang ingin disampaikan melalui pola lantai
3. Jumlah penari
4. Bentuk dan luas ruangan tempat menari
5. Gerakan tari
Unsur Pembentuk Desain Pola Lantai:
1. Garis-garis tubuh dan tangan-kaki penari
2. Garis jejak yang ditinggalkan penari di lantai
3. Properti yang digunakan
Keunikan Gerak dan Pola Lantai: simbolisasi rasa syukur terhadap kemakmuran
yang diberikan Tuhan
D.3. Gambar Cerita
Gambar: salah satu bentuk komunikasi visual, mengalami diferensiasi klasifikasi
yang sering tercampuradukkan karena adanya kerancuan pemahaman karena tidak
adanya batasan yang jelas. Istilah tersebut antara lain: komik, kartun, dan karikatur.
Gambar Cerita: gambar yang menceritakan suatu adegan/peristiwa dan disesuaikan
dengan tema cerita. Dapat berupa cerita bergambar, karikatur, komik, atau kartun;
dapat berdiri sendiri atau gabungan beberapa objek; dapat diberi warna atau hanya
hitam putih; dapat dibuat secara manual (gambar tangan) atau digital.
Gambar Cerita ditemukan di:
1. Buku cerita, majalah, buku pelajaran
2. Poster dan brosur
3. Petunjuk cara penggunaan barang
Fungsi Gambar Cerita:
1. Memperjelas alus atau isi cerita
2. Memperjelas isi pesan dalam promosi suatu barang
3. Menarik perhatian
4. Menambah nilai artistik/keindahan
5. Sarana untuk mengungkapkan perasaan penggambarnya
E. IPA
Air: kebutuhan pokok makhluk hidup yang termasuk sumber daya alam dapat
diperbarui, berfungsi untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, mandi, mencuci,
memasak, dan lain- lain.
Sumber Air: sungai, danau, laut, samudra, mata air
Jenis-jenis Air:
1. Air Permukaan: berada di atas permukaan tanah dan dapat dilihat
• Perairan Darat: rawa-rawa, danau, sungai
• Perairan Laut: air laut, samudra
2. Air Tanah: air yang berada dalam lapisan bebatuan atau lapisan tanah di bawah
permukaan tanah
Siklus Hidrologi: siklus yang dilalui air untuk bersirkulasi dari atmosfer menuju bumi
dan kembali lagi ke atmosfer
Tahapan Siklus Hidrologi:
1. Evaporasi: berubahnya zat cair menjadi uap air
2. Transpirasi: penguapan air dari tumbuhan melalui stomata
3. Kondensasi: perubahan wujud dari uap air menjadi titik-titik air
4. Presipitasi: segala materi yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan
bumi baik dalam bentuk cair (hujan) atau padat (salju)
5. Inflitrasi: peresapan air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah
6. Perkolasi: proses mengalirnya air ke bawah secara gravitasi, dari
lapisan tanah yang satu ke lapisan tanah di bawahnya
7. Run Off (Limpasan): proses pergerakan air dari tempat yang tinggi ke
tempat yang rendah di permukaan bumi
Manfaat Siklus Hidrologi:
1. Air hujan yang meresap ke tanah dapat menyuburkan tanah dan
disimpan sebagai sumber mata air bersih yang mengalir ke sungai dan
danau
2. Air hujan yang jatuh di hutan tertahan oleh pohon, air menetes ke
dalam tanah atau mengalir melalui permukaan batang sehingga tanah
tidak terkikis
Gangguan terhadap Siklus Hidrologi:
1. Hutan gundul, menyebabkan air tidak terserap ke tanah dan langsung
mengalir ke sungai/danau
2. Banjir dan tanah longsor, cadangan air di dalam tanah berkurang
sehingga air di sungai dan danau semakin sedikit
Cara Melestarikan Air:
1. Menggunakan air secukupnya sesuai kebutuhan
2. Tidak membuang sampah dan limbah ke air
3. Meningkatkan kesadaran bahwa air sangat penting dan harus dijaga
keberadaannya
4. Perbanyak menanam pohon
5. Menjaga kelestarian hutan
Benda-benda di Sekitar Kita | Tema 9 Kelas 5 SD Semester 2
A. Bahasa Indonesia
A.1. Iklan
Iklan: teks yang berfungsi mengenalkan suatu produk kepada masyarakat agar
masyarakat mau
membeli dan menggunakan produk tersebut
Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menyusun Iklan:
1. Isi iklan bersifat singkat, jelas, objektif, jujur, menarik perhatian, dan
tidak menyinggung
2. Bahasanya mudah dipahami, mudah diingat, berkonotasi positif,
membuat penasaran
Jenis Iklan Berdasarkan Media:
1. Iklan Cetak: dimuat di media cetak seperti koran, majalah, brosur
2. Iklan Elektronik: dimuat di media elektronik seperti radio (hanya suara)
dan televisi (suara, gambar, dan tulisan)
Hal yang Harus Diperhatikan dalam Membuat Iklan Berdasarkan Media:
1. Iklan Cetak: menggunakan kalimat dan gambar yang menarik
2. Iklan Elektronik: menggunakan ,suara, pemeran iklan, dan efek
pendukung yang menarik
A.2. Wawancara
Laporan Hasil Wawancara: berisi pemaparan hasil wawancara sebagai bentuk
pertanggungjawaban
Struktur Laporan Hasil Wawancara:
I. Pendahuluan
• Latar Belakang: alasan wawancara dilakukan
• Tujuan: poin yang ingin dicapai dari wawancara
• Topik: bahasan wawancara
• Waktu dan Tempat: pemberitahuan latar waktu dan tempat wawancara
dilakukan
II. Hasil Wawancara
• Narasumber: orang yang diwawancara
• Pewawancara: para penanya, pencatat, pelaku dokumentasi
wawancara
• Transkrip Hasil Wawancara: pertanyaan dan jawaban antara
pewawancara dan Narasumber
III. Penutup
• Simpulan: kesimpulan dari kegiatan dan transkrip wawancara
• Saran: saran dari pewawancara maupun narasumber terkait topik yang
dibahas
A.3. Membaca Intensif, Kalimat Majemuk, dan Kalimat Berimbuhan
Membaca Intensif: kegiatan membaca yang dilakukan secara cermat dan teliti dalam
upaya mencari informasi detail untuk menentukan pokok persoalan dari topik yang
dibahas
Kalimat Majemuk: kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang digabungkan
menjadi satu
kalimat menggunakan kata penghubung
Kalimat Majemuk Setara: kalimat majemuk yang terdiri atas gabungan dua atau
lebih klausa yang kedudukannya sederajat
Kata Penghubung yang Kedudukannya Sederajat/Setara:
1. Menggabungkan biasa: dan, dengan, serta
2. Menggabungkan memilih: atau
3. Menggabungkan mempertentangkan: tetapi, namun, sedangkan,
sebaliknya
4. Menggabungkan membetulkan: melainkan, hanya
5. Menggabungkan menegaskan: bahkan, malah, lagipula, apalagi,
jangankan
6. Menggabungkan membatasi: kecuali, hanya
7. Menggabungkan mengurutkan: lalu, kemudian, selanjutnya
8. Menggabungkan menyamakan: yaitu, yakni, bahwa, adalah, ialah
9. Menggabungkan menyimpulkan: jadi, karena itu, oleh sebab itu
Contoh Kalimat Majemuk Setara:
Ina bermain boneka, sedangkan Ani tidur di kamar.
Imbuhan: sisipan di awal, tengah, maupun akhir kalimat untuk menambahkan arti
kata
Kata Berimbuhan: kata dasar yang mendapatkan imbuhan berupa awalan, sisipan,
akhiran, atau awalan-akhiran
Perubahan Imbuhan ber-
1. Jika kata dasar diawali huruf r atau mengandung suku kata er, maka
menjadi be-. Contoh: ber + kerja = bekerja
2. Jika kata dasarnya ajar, ber- berubah menjadi bel-. Contoh: ber + ajar
= belajar
Makna Imbuhan ber-:
1. Menyatakan kepunyaan: beranak, berotot, berbuah
2. Menyatakan penggunaan: bersepeda, bermotor
3. Menyatakan kegiatan: bertelur, berkarya, bekerja
4. Menyatakan jumlah: berdua, bertiga, berlima
5. Menyatakan suasana hati: bersedih, berbahagia, bergembira
Imbuhan ter-: membentuk kata kerja pasif
Makna Imbuhan ter-:
1. Menyatakan sifat: terpandai, terbaik, tercantik
2. Menyatakan ketidaksengajaan: terbawa, tertinggal, terinjak
3. Menyatakan keadaan telah: tertutup, terbuka, terkunci
4. Menyatakan kegiatan tiba-tiba: tertawa, terjatuh, terdiam
B. IPS
B.1. Iklim dan Cuaca
Iklim: keadaan rata-rata cuaca pada suatu daerah yang luas dan ditentukan
berdasarkan perhitungan dlam waktu lama, berkaitan erat dengan letak garis lintang
dan ketinggiannya di muka bumi
Jenis Iklim Berdasarkan Letak Garis Lintang dan Ketinggiannya:
1. Iklim Matahari
2. Iklim Fisis
Jenis Iklim yang Banyak Mempengaruhi Wilayah Indonesia:
1. Iklim Tropis
2. Iklim Musim
3. Iklim Laut
Cuaca: keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit
dalam jangka waktu singkat, terbentuk dari gabungan suhu udara, tekanan udara,
kelembapan udara, curah hujan, dan awan
Meteorologi: ilmu yang mempelajari cuaca
Lembaga yang Menyusun Prakiraan Cuaca:
1. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
2. Kementerian Perhubungan
Pengaruh yang Ditimbulkan oleh Perbedaan Cuaca dan Iklim:
1. Jenis Pakaian
2. Bentuk Rumah
3. Mata Pencaharian
Keunggulan Iklim Muson Tropis:
1. Curah hujan tidak terlalu besar
2. Kondisi suhu normal
3. Adanya musim hujan dan kemarau sehingga dapat melakukan aktivitas
ekonomi sepanjang tahun
Pemanfaatan Cuaca dan Iklim pada Mata Pencaharian Masyarakat:
1. Pergantian musim dan faktor iklim: mengatur pola tanam dan
menentukan kecocokan jenis tanaman yang akan dibudidayakan di
suatu tempat
2. Pola angin dan musim: menentukan waktu yang tepat untuk mencari
ikan di laut
B.2. Kegiatan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat
Cara Kerja Terbaik untuk Meningkatkan Kesejahteraan:
1. Petani: merencanakan sistem tanam sesuai musim dan merawat
tanaman dengan baik
2. Pedagang: menerapkan strategi pemasaran agar keuntungan semakin
banyak
B.3. Kondisi Geografis dan Perekonomian Indonesia
Letak Geografis Indonesia:
1. Antara Samudra Pasifik dan Hindia, antara Benua Asia dan Australia
2. Memiliki lebih dari 17 ribu pulau dengan garis pantai lebih dari 99.000
km
3. 2/3 wilayah Indonesia adalah perairan (laut)
Keuntungan Indonesia Akibat Letak Geografis:
1. Hanya memiliki dua musim, hujan dan kemarau
2. Dijadikan sebagai persimpangan lalu lintas internasional, baik di udara
maupun di laut
3. Kekayaan budaya Indonesia yang beragam dan khas sebagai hasil
proses asimilasi budaya
4. Kekayaan hasil laut yang melimpah sehingga banyak rakyat berprofesi
sebagai nelayan
5. Kekayaan hasil tani dan kebun yang melimpah sehingga banyak rakyat
menjadi petani
6. Kekayaan flora dan fauna yang menguntungkan para peternak
Pengaruh Kondisi Geografis Indonesia terhadap Kondisi Komunikasi Masyarakat:
1. Komunikasi antarmasyarakat semakin mudah
2. Terciptanya beragam alat komunikasi
3. Dapat mengenal bahasa-bahasa di negara lain
Pengaruh Kondisi Geografis Indonesia terhadap Kondisi Transportasi Masyarakat:
1. Biaya transportasi akan lebih murah
2. Jalur perdagangan akan ramai
3. Mudah menjangkau belahan bumi
C. PPKN
Sikap Jujur: sikap terpuji yaitu menyatakan sesuatu dengan sesungguhnya
Manfaat Bersikap Jujur:
1. Penerapan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat
2. Sebagai cerminan kepribadian seseorang
3. Sebagai cerminan kepribadian suatu bangsa
4. Menciptakan kerukunan antarmasyarakat
Manfaat Menerapkan Persatuan dan Kesatuan di Lingkungan Sekitar:
1. Tercipta kerukunan hidup di masyarakat
2. Menciptakan hidup gotong royong di lingkungan sekitar
3. Memupuk tali silaturahmi dan persaudaraan
4. Saling menghormati antartetangga
Permasalahan Sosial: kondisi yang muncul dari keadaan masyarakat yang tidak
ideal
Dampak Permasalahan Sosial: memecah persatuan dan kesatuan bangsa
D. SBdP
D.1. Topeng
Topeng: karya seni rupa berupa tiruan wajah dengan ekspresi dan warna tertentu
yang umumnya digunakan sebagai properti tari
Teknik Pembuatan Topeng Berdasarkan Bahan:
1. Kayu: dipahat atau diukir
2. Gips: dicetak
3. Tanah Liat: dibentuk
4. Kertas: dicetak atau gunting-tempel
Media Pembuatan Topeng:
1. Kayu
2. Tanah Liat
3. Bubur Kertas
4. Kertas Karton
D.2. Batik
Seni Batik: teknik menggambar dan mewarnai kain dengan motif tertentu
Teknik-teknik Pembuatan Batik:
1. Canting Tulis: menggunakan canting dan cairan malam, ditorehkan
satu-persatu menggunakan tangan
2. Cap: menggunakan canting cap yang dicelupkan ke cairan malam dan
dicap ke atas kain
3. Cetak (printing): membuat pola menggunakan komputer yang dicetak
ke atas kain dan hanya diwarnai satu sisi saja
4. Celup Ikat: mengikat sebagian kain dan dicelupkan ke larutan pewarna
D.3. Wayang
Wayang: karya seni rupa berupa tokoh/karakter yang bisa digerakkan dan
membentuk bayangan untuk menghidupkan suatu cerita/sandiwara
Jenis Wayang:
1. Wayang Beber: lembaran gambar panjang yang dijelaskan oleh
dalang, menggunakan kisah Mahabharata, Ramayana, dan cerita
rakyat
2. Wayang Kulit: berbentuk pipih, terbuat dari kulit kerbau/kambing, dan
lengan-kakinya bisa digerakkan
3. Wayang Klitik: berbentuk pipih, terbuat dari kayu, menimbulkan bunyi
saat wayang digerakkan
4. Wayang Golek: berbentuk 3 dimensi dan terbuat dari kayu
5. Wayang Wong: drama tari yang menggunakan manusia untuk
memerankan tokoh cerita
Teknik Pembuatan Wayang Kulit:
1. Tatah Sungging: membentuk karakter wayang kulitnya
2. Pulasan: mewarnai wayang kulit
Teknik Pembuatan Wayang Golek:
1. Membuat bakalan (bakal kepala wayang)
2. Mengukir dengan pisau raut khusus
3. Menjemur kayu dengan teknik unun (diasap di atas dapur tradisional
Sunda)
4. Membuat pola ukir gaya Salacauan atau Padalarangan Cimareme
E. IPA
Materi: segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang
Zat Tunggal (Zat Murni): zat yang memiliki komposisi konstan (homogen) dan
memiliki sifat yang sama di seluruh bagiannya, serta tidak dapat diuraikan lagi
menjadi zat
yang lebih sederhana.
Contoh Zat Tunggal: air murni, emas 24 karat, gula murni, oksigen
Campuran: materi yang mengantung dua macam atau lebih zat penyusun sehingga
dapat
memiliki sifat berbeda, tergantung pada komposisi komponen penyusunnya.
Contoh Campuran: air laut, udara, tanah, teh manis
Jenis Campuran:
1. Campuran Homogen: jenis campuran yang terlihat seragam pada
setiap bagian
2. Campuran Heterogen: jenis campuran yang tidak seragam pada setiap
bagian
Metode Pemisahan Campuran:
1. Penguapan
2. Kristalisasi
3. Kristalisasi Bertingkat
4. Distilasi
5. Filtrasi
6. Dekantasi
7. Sublimasi