STRATEGI PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH MUDA MENJELANG PEMILU 2024 RIO HARDIANSYAH 43122010090
DAFTAR ISI PENDAHULUAN PEMBAHASAN KESIMPULAN
PENDAHULUAN partisipasi politik adalah keterlibatan individu atau kelompok sebagai warga Negara dalam proses politik yang berupa kegiatan yang positif dan dapat juga berupa kegiatan yang negatif yang bertujuan untuk berpartsipasi secara aktif dalam kehidupan politik dalam rangka mempengaruhi kebijakan pemerintah. Partisipasi politik merupakan aspek penting dalam sebuah tatanan Negara demokrasi sekaligus merupakan ciri khas adanya modernisasi politik. Modernisasi politik dapat berkaitan dengan aspek poltik dan pemerintah, partispasi politik pada dasarnya merupakan kegiatan yang dilakukan warga negara untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pemerintah 20XX presentation title 3
Ramlan Surbakti (2007 :144) membedakan tipe partisipasi masyarakat kedalam emepat macam diantaranya: (a) partsiapsi aktif (b) partisipasi Militan-Radikal (c) Partisipasi pasif (d) partisipasi apatis.Dalam hal ini sukses atau tidaknya pemilihan umum di Indonesia ditentukan oleh strategi yang digunakan dan turut pula dipengaruhi oleh kinerja dari komisi pemilihan umum sendiri. Maka dari itu komisi pemilihan umum diharapkan mampu memberikan suatu perubahan yang baik dan tepat.Di indonesia Negara-negara maju dalam usia pemilih pemula disebut sebagai masyarakat yang sudah matang secara pesikologis dan pada kenyataan di Negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) masih sangat banyak remaja (bahkan orang dewasa) yang belum mampu sepenuhnya mencapai kematangan secara pesikologis. sehingga emosinya masih kurang stabil dan masih mudah terpengaruh dan goyah pendiriannya.
PEMBAHASAN 20XX presentation title 5 • Artisipasi pemilu tahun 2024 akan dipengaruhi oleh para pemilih pemula. Pemilih pemula mempunyai kekuatan dan memiliki peran besar terhadap hasil pemilu yang nantinya berpengaruh kepada kemajuan bangsa. Namun, persoalan lain yang ditakutkan pada keikutsertaan para pemilih pemula adalah mereka juga bisa berpeluang menjadi penyumbang "golput" pada pemilu nanti. Karena itu, dibutuhkan pendidikan pemilih yang baik dan berkesinambungan, guna meningkatkan wawasan dan pengetahuan bagi pemilih pemula sebagai fondasi awal dalam proses demokrasi di Indonesia.
3 Alasan pemuda menjadi sasaran strategis untuk pemberian pendidikan pemilih 20XX presentation title 6 1. jumlah pe1kup besar • jumlah pemilih pemula dalam setiap pemilu cukup besar. 2. Mereka adalah warga negara Indonesia (WNI) yang baru pertama kalinya memberikan suara dalam pemilu sehingga perlu diberi arahan yang baik agar memiliki pemahaman yang baik pula terhadap demokrasi • mereka adalah warga negara Indonesia (WNI) yang baru pertama kalinya memberikan suara dalam pemilu sehingga perlu diberi arahan yang baik agar memiliki pemahaman yang baik pula terhadap demokrasi 3. mereka adalah calon pemimpin masa depan sehingga dengan menggali dan mengetahui pandangan mereka tentang demokrasi, kita dapat memberikan apa yang mereka butuhkan sebagai bekal di masa depan. • mereka adalah calon pemimpin masa depan sehingga dengan menggali dan mengetahui pandangan mereka tentang demokrasi, kita dapat memberikan apa yang mereka butuhkan sebagai bekal di masa depan.
TUJUAN PENDIDIKAN BAGI PEMILIH PEMULA 1. Peningkatan partisipasi Pendidikan pemilih bagi pemilih pemula dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi dan mendorong mereka terlibat pada setiap tahapan pemilihan serta mengawal agenda, menagih janji kampanye, mengkritisi, dan mengevaluasi pemerintahan. 2. Peningkatan literasi politik Literasi politik merujuk pada seperangkat kemampuan yang dibutuhkan pemilih untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. Kemampuan dalam literasi pemilih meliputi pemahaman, keterampilan, dan perilaku yang menuntun pada partisipasi yang memperkuat sistem demokrasi 3. Peningkatan kerelawanan (voluntaritas) Kerelawanan adalah partisipasi pemilih dalam proses politik yang didorong oleh suatu idealisme tertentu dengan tanpa pamrih atas kehendak individu sebagai hasil dari kesadaran untuk berpartisipasi 20XX presentation title 7
Beberapa cara meningkatkan partisipasi pemilih 20XX presentation title 8 Sosialisasi dan Edukasi Pemilih Pemerintah, partai politik, dan masyarakat perlu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilih dan hak pilih mereka Memudahkan Proses Pemilihan Pemerintah dan panitia pemilihan perlu memudahkan proses pemilihan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memilih. Meningkatkan Kesadaran Generasi Muda Generasi muda memiliki peran penting dalam meningkatkan partisipasi pemilih.
Selain partisipasi pemilih, keamanan pemilu juga sangat penting untuk menjamin kelancaran dan legitimasi hasil pemilu. Berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan keamanan pemilu: 20XX presentation title 9 Pengamanan Pemilu Pemerintah dan panitia pemilihan perlu memperkuat pengamanan pemilu agar terhindar dari tindakan kecurangan, pemalsuan, dan intimidasi. Menggunakan Teknologi Terbaru Pemerintah perlu menggunakan teknologi terbaru dalam pemilu, seperti sistem elektronik pemungutan suara (e-voting), sistem pendataan elektronik (e-registration), dan penghitungan suara elektronik (e-counting), untuk mencegah kecurangan dan mempercepat penghitungan suara. Membentuk Posko Pengaduan Pemerintah dan panitia pemilihan perlu membentuk posko pengaduan untuk masyarakat yang mengalami kesulitan atau adanya indikasi kecurangan dalam pemilihan.
KESIMPULAN 20XX presentation title 10
20XX presentation title 11 LINK YOUTUBE • https://youtu.be/WViGLv4mN_4