1
2
DAFTAR ISI
HALAMAN
HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………………………………………………… 1
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………………………….. 2
GLOSARIUM………………………………………………………………………………………………………………………… 3
I. PENDAHULUAN 4
1. Deskripsi singkat………………………………………………………………………………………………. 4
2. Petunjuk Belajar……………………………………………………………………………………………….
II. INTI…………………………………………………………………………………………………………………………… 4
1. Tujuan pembelajaran………………………………………………………………………………………. 4
2. Pokok uraian …………………………………………………………………………………………………… 4
3. Uraian materi…………………………………………………………………………………………………… 5
4. Forum diskusi…………………………………………………………………………………………………… 20
21
III. PENUTUP……………………………………………………………………………………………………………….. 21
1. Rangkuman………………………………………………………………………………………………………
2. Test formatif……………………………………………………………………………………………………. 22
IV. DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………………………
3 GLOSARIUM
: Sebutan dari gigi gear yang terpasang
PLANETARY : penguragan putaran roda gigi
REDUKSI : umum atau awal
KONVENSIONAL : Sistem Pengkabelan
WIRING : Lilitan kawat
KUMPARAN : Sumber listrik DC
BATTERY
4
I. PENDAHULUAN
a. Deskripsi Singkat Bahan ajar ini berjudul sistem stater. Bahan ajar dipersiapkan
bagi anda siswa Sekolah Menengah Kejuruan SMK 2 lamongan dan direncanakan
untuk 2 jam pelajaran. Bahan ajar ini berisikan tentang pengetahuan dan
pemahaman sistem stater
b. Petunjuk Belajar
1. Bahan ajar ini dapat anda pelajari secara mandiri atau kelompok.
2. Bacalah bahan ajar ini secara berurutan dari halaman paling depan sampai
halaman paling belakang. Pahami dengan benar isi dari setiap materi yang
ada.
3. Untuk memudahkan anda dalam mempelajari bahan ajar ini, maka pelajari
terlebih dahulu Tujuan Pembelajaran yang akan dicapai.
4. Laksanakan semua petunjuk yang ada dalam bahan ajar ini agar kompetensi
anda berkembang sesuai dengan yang diharapkan.
5. Kerjakan Tes Formatif untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap
isi bahan ajar ini.
6. Sebelum anda dapat menjawab soal Tes Formatif dengan benar, berarti anda
belum memperoleh ketuntasan dalam belajar. Ulangi lagi pembelajaran
sampai tuntas, setelah itu diperbolehkan untuk mempelajari materi
berikutnya.
II. INTI PEMBELAJARAN
a. Tujuan Pembelajaran
3.3.1 Peserta didik (A) mampu menjelaskan cara perawatan sistem starter (B)
melalui diskusi kelompok (C) dengan baik. (D).
3.3.2 Peserta didik (A) mampu mendemonstrasikan cara perawatan system
stater (B) melalui video pembelajaran (C) dengan baik. (D)
3.3.3 Peserta didik mampu mendiaknosis (A) cara pemeriksaan system stater
(B) melalui penggalian informasi dan diskusi (C) secara berkelompok
dengan baik (D)
4.3.1 Peserta didik (A) mampu melakukan perawatan berkala system stater (B)
secara
Berkelompok (C) sesuai SOP (D)
4.3.2 Peserta didik (A) mampu Memeriksa (P4) komponen yang rusak pada
system stater melalui kegiatan praktikum (C) sesuai SOP (D)
4.3.3 Peserta didik (A) mampu mengerjakan perawatan system stater (B) )
secara
Berkelompok (C) sesuai SOP (D)
b. Materi Pokok
1. Fungsi stater
2. Jenis-jenis stater
3. Wiring stater
4. Komponen stater
5. Pemeriksaan stater
5
SISTEM STARTER
I. FUNGSI
Sebagai Penggerak mulai, ketika mesin pertama kali di nyalakan
II. TERDAPAT 3 JENIS SISTEM STARTER
1. TIPE PLANETARY
Pada starter tipe ini menggunakan tiga buah gear sebagai penopang poros armature juga
sebagai penggerak armature itu sendiri sebelum memutar kopling dan pinion gear.
2. TIPE REDUKSI
Pada starter tipe ini terdapat gear-gear yang saling mereduksi dari kumparan armature hingga
ke gear pada poros kopling
6
3. TIPE KONVENSIONAL
Pada starter tipe ini hanya terdapat satu buah gear yaitu pinion gear yang akan terhubung ke
fly wheel gear ketika drive lever mendorong gear tersebut saat starter berputar
7
III. WIRING SISTEM STARTER
8
IV. KOMPONEN STARTER
Keterangan :
1. Kumparan penahan
2. Kumparan penarik
3. Pegas pengembali
4. Lengan pendorong
5. Pegas penghantar
6. Rumah kopling
7. Plat rumah kopling
8. Roda gigi pinion
9. Poros anker
10.Ring pembatas
11.Sekrup ulir memanjang
12.Ring penghantar
13.Terminal 30
14.Kontak utama
15. Pegas pengembali
kontak 16.Plat penghubung
kontak 17.Rumah selenoid
18.Rumah komutator
19.Rumah sikat arang
20.Sikat arang
21.Lamel komutator
22.Sepatu kutup magnet
23.Anker
24.Rumah motor starter (yoke)
25.Kumparan medan
9
V. MOTOR STARTER REDUKSI
CARA KERJA STATER
1. Saat Kunci Kontak ON
JALANNYA ARUS
Baterai -> kunci kontak ->terminal 50 -> hold in coil -> massa
Baterai -> terminal 50 -> pull in coil -> terminal C -> Kumparan medan -> anker ->
massa
2. Pada Saat Pinion Berkaitan Penuh
Jalannya Arus
Baterai -> kunci kontak -> terminal 50 -> kumparan penahan -> massa
Baterai -> terminal 30 -> saklar utama -> terminal C -> Kumparan medan -> brostel -
> komutator -> anker -> komutator -> brostel -> massa
10
3. Pada Saat Switch Starter OFF
Jalannya Arus
Baterai -> Terminal 30 -> Terminal utama -> Terminal C -> Kumparan medan ->
brostel -> komutator -> Anker -> komutataor -> brostel -> Massa
Baterai -> Terminal 30 -> Terminal utama -> Terminal C -> pull in coil -> hold incoil
-> Massa
URAIAN
Untuk mempersempit materi bahasan tentang sistem starter, blogger hanya akan membahas
tentang sistemstarter tipe konvensional saja. seperti gambar di bawah ini.
KETERANGAN GAMBAR
1. SWITCH STARTER
2. PEGAS PLUNYER
3. PLUNYER
4. DRIVE LEVER
5. FRONT HOUSING
6. PINION GEAR
7. STOP COLAR
8. ARMATURE
9. RING PENAHAN
10.REAR HOUSING
11.BRUSH HOLDER
12.FIELD COIL
13.BRUSH
14.BOLD HOLDER
11
VI. KOMPONEN BESAR UTAMA SISTEM STARTER
1. KUMPARAN MEDAN (FIELD COIL)
Fungsi : Untuk menimbulkan medan magnet dalam arah mendatar
2. KUMPARAN JANGKAR (ARMATURE)
Fungsi : Untuk menimbulkan medan magnet dalam arah melingkar
Pada armature terdapat komponen, yaitu :
1. KOMUTATOR
Fungsi : Untuk kedudukan sikat arang karbon (Brush)
2. STARTER CLUTCH
Fungsi : Untuk mencegah putaran berlebih dari motor starter
3. PINION GEAR
Fungsi : Untuk memutar roda gigi fly wheel
3. RANGKAIAN SIKAT DAN SIKAT
Fungsi : sebagai tempat kedudukan sikat dan juga untuk mengalirkan arus listrik kedalam
rangkaian starter
12
4. SWITCH STARTER
Fungsi : Untuk menghubung dan memutuskan arus litrik yang mengalir pada padarangkaian
Terdapat 3 Terminal pada switch starter yaitu : 30, 50 dan C
dan juga terdapat dua buah gulungan utama yaitu : Pull in Coil dan Hold in Coil.
5. DRIVE LEVER
Fungsi : Untuk menghantarkan atau mendorong pinion gear terhubung ke fly wheel gear
VII. CARA KERJA SISTEM STARTER DALAM RANGKAIAN
Ketika kunci kontak di ON kan, arus listrik dari baterai mengalir melewati rangkaian sikring
lalu ke terminal 50 dari switch starter.
bersamaan dengan itu ada pula sebagian arus listrik yang mengalir ke terminal 30 dari switch
starter yang dapat menimbulkan kemagnetan dari kumparan Pull in Coil dan Hold in Coil dari
13
switch starter yang menarik plunyer switch starter sehingga drivel lever mendorong kopling
dan pinion gear ke fly wheel gear
VIII. PEMERIKSAAN
Pengetesan dinamo starter tanpa beban mesin atau pengetesan motor starter dibawah sebelum
dipasang bertujuan untuk memastikan bahwa motor starter berfungsi dengan baik, setelah
motor starter diperbaiki atau pun saat akan mengganti motor starter baru.
Urutan Cara Mengetes Motor Starter Tanpa Beban, Cara pengetesan dilakukan secara
berurutan sesuai langkah atau gambar-gambar dibawah.
1. Test Cara Kerja Pull-in Coil
Hubungkan battery ke magnetic switch seperti ditunjukkan gambar dibawah.
Periksa apakah plunger dan gear pinion keluar.
Jika plunger dan pinion tidak bergerak keluar, ganti magnetic switch atau ganti solenoid
artinya gulungan spull pull in coil rusak.
14
PERHATIAN:
Masing-masing tes harus dilakukan selama 3 – 5 detik, hal ini untuk menghindari terbakarnya
gulungan coil.
CATATAN:
Sebelum pengetesan, lepas kabel dari terminal C,lihat gambar diatas.
15
2. Cara Test Hold-in Coil
Ketika dihubungkan seperti di atas dengan plunger keluar, kemudian lepask abel negatif dari
terminal “C”.
Periksa apakah plunger dan pinion masih di luar atau apakah kembali kedalam.
Jika plunger dan pinion kembali ke dalam, ganti magnetic switch, hal ini artinya gulunganpada
Hold-in Coil rusak.
16
4. Cara Tes Plunger dan Pinion
Lepas kabel negatif dari bodi motor starter.
Periksa apakah plunger dan pinion kembali ke dalam.
Jika plunger dan pinion tidak kembali, ganti magnetic switch, hal ini bisa diartikan solenoid
starter macet, tetapi ini jarang terjadi karena per di dalam solenoid cukup kuat
5. Cara Tes Kerja Motor Starter Tanpa Beban
Hubungkan battery dan ampere meter atau tang Amper ke kabel Positif menuju starter seperti
pada gambar.
Periksa apakah motor starter berputar lembut dan benar dengan pinion bergerak ke luar.Periksa
apakah penunjukkan arus ampere meter sesuai spesifikasi daya Motor Starter.
Berapa Besar Arus Listrik Motor Starter Saat diukur tanpa beban?
Arus Listrik adalah Besar Daya Listrik starter dibagi tegangan Aki yang digunakan, contoh
saat motor starter dengan daya 0,9 KVA ditest dengan aki 12 volt tanpa beban, berapa arus
listriknya?
Arus listrik yang mengalir pada motor starter adalah 900 Watt dibagi 12 volt, hasilnya adalah7
5 Ampere.
Jadi saat dilakukan pengukuran arus listrik motor starter tanpa beban, semestinya arus listrik
berada disekitar 75 Ampere. Ini berbeda jika pengukuran arus listrik dilakukan saat motor starter
memutar mesin (cranking), arus listrik bisa lebih besar berkisar 100 sampai 120Amper
17
IX. PERAWATAN DAN PERBAIKAN SISTEM STARTER
LAKUKAN PENGUKURAN PADA KUMPARAN JANGKAR (ARMATURE)
a. Pengukuran komutator hubungan terbuka
Jika terdapat hubungan, maka armature baik namun jika tidak terdapat hubungan maka
kontinuitas armatureputus
b. Pengukuran komutator hubungan masa
Jika tidak terdapat huungan maka armature baik, namun jika terdapat hubungan maka
kontinuitas armature bocor
18
2.LAKUKAN PENGUKURAN PADA FIELD COIL
a. Pengukuran sirkuit Field Coil hubungan terbuka
Jika terdapat hubungan maka field coil baik namun jika tidak terdapat hubungan maka
continuitas field coil putus
b. Pengukuran sirkuit Field Coil hubungan massa
Jika tidak terdapat hubungan maka field coil baik namun jika terdapat hubungan maka
continuitas dari field coil bocor
3. LAKUKAN PENGUKURAN PANJANG SIKAT DAN RANGKAIAN SIKAT
Panjang sikat yang diukur tergantung dari tipe starter yang di gunakan oleh kendaraan
masing-masing namun jika sikat masih panjang dan kondisinya masih baik (belum aus dan
rompal) tidak perlu diganti
19
Pada Pengukuran isolasi sikat seharusnya tida ada hubungan namun jika ada hubungan maka
rangkaian sikat harus di ganti
20
4. LAKUKAN PEMERIKSAAN STARTER CLUTCH DAN PINION GEAR
KERUSAKAN - KERUSAKAN MOTOR STARTER
1. Rangkaian sikat dan sikat sudah aus atau putus
2. Kumparan switch starter rusak
3. kumparan Field Coil Bocor atau putus
3. Sepatu kutub terbakar
3. Sikring putus
4. Baterai soak
FORUM DISKUSI
Diskusikan !
Setelah anda mempelajari sistem stater, coba analisislah bagaimana stater tersebut rusak ! Catatan
21
III. PENUTUP
Rangkuman
1. Fungsi stater untuk menghidupkan mesin kendaraan diawal
2. Jenis stater ada 3 yaitu stater planetary, reduksi dan konvensional
3. Wiring diagram stater batrai-fuse-relay-kunci kontak-stater
4. Cara pemeriksaan stater ada hold in coil dan pull in coil
Test formatif
1. Analisis apa yang etrjadi jika rangkaian stater tidak bisa menyalakan stater
2. Jika stater mobil nyala namun tidak mampu menghidupkan mesin,maka hal apa yang
perlu dicari?
22
VI. DAFTAR PUSTAKA
Manual book avanza enyflip https://anyflip.com/ljmk/tkui/basic/151-200
Modul sistem stater
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKE
wiU2KGrg9z7AhXuSmwGHcBQCxcQFnoECAsQAQ&url=https%3A%2F%2Fsmkm11tapteng.sch.id%2Fwp-
content%2Fuploads%2F2020%2F03%2FSISTEM_STARTER.pdf&usg=AOvVaw3PTx_0GHTqg54L88k-M1Qa
Jenis jenissistem stater https://www.auksi.co.id/detail-artikel/begini-cara-kerja-fungsi-dan-komponen-
motor-starter-serta-cara-merawatnya
Pemeriksaan sistem stater https://www.teknik-otomotif.com/2017/10/pemeriksaan-motor-starter.html
Dwi widjayanto 2020. https://www.youtube.com/watch?v=bSQhu3xjRHc