The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kelompok 7
Amirul Muttaqin NIM 2010349
Hafsyah Milda F NIM 2010351
Julvoni Yulita S NIM 2010352
Siti Sarah Y NIM 2003671
Syakira Nurul H NIM 2007695

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by amirulmuttaqin, 2022-06-06 03:32:34

Laporan Identifikasi ADHD

Kelompok 7
Amirul Muttaqin NIM 2010349
Hafsyah Milda F NIM 2010351
Julvoni Yulita S NIM 2010352
Siti Sarah Y NIM 2003671
Syakira Nurul H NIM 2007695

Keywords: ADHD

KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah dan laporan asesmen ini tepat pada
waktunya.
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pendidikan Anak dengan Hambatan Perhatian dan Hiperaktivitas dengan dosen pengampu Ibu
Dr. Oom Siti Homdijah, M. Pd dan Ibu dr. Euis Haryati, M.Kes. Selain itu, makalah ini juga
bertujuan untuk menambah wawasan mengenai Anak ADHD.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dr. Oom Siti Homdijah, M. Pd dan Ibu dr.
Euis Haryati, M.Kes selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Anak dengan Hambatan
Perhatian dan Hiperaktivitas, karena telah memberikan arahan dan bimbingan dalam
pembuatan makalah ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membagi sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi kesempurnaan makalah
ini.

Dalam Jaringan, 13 Maret 2022

Penyusun

ii

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ................................................................................................ 1

B. Tujuan Penelitian............................................................................................................ 2

C. Waktu dan tempat .......................................................................................................... 2

BAB II KAJIAN TEORI

A. Kajian Teori .................................................................................................................... 3

B. Perbedaan Karakteristik Anak ADHD antar DSM IV dan V .................................... 4

BAB III PEMBAHASAN

A. Timeline Kegiatan ........................................................................................................... 6

B. Prosedur Rancangan Kerja............................................................................................ 9
C. Instrumen Identifikasi Anak ADH………………………............................................10

D. Instrumen Wawancara Orang Tua (Form 1) .............................................................17

E. Instrumen Wawancara Orang Tua (Form 2) .............................................................18

F. Instrumen Wawancara Guru ......................................................................................22

BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Hasil Observasi……………………………………………………………………....... 26

BAB V KESIMPULAN ............................................................................................................31

LAMPIRAN ..............................................................................................................................32
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………….34

iii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Attentions Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan perilaku

yang ditandai dengan adanya gangguan pemusatan perhatian, pembicaraan yang lepas
kontrol, dan perilaku yang hiperaktif. Menurut Ikatan Psikiatri Amerika, ADHD adalah
sebuah pola tetap tentang kesulitan memusatkan perhatian atau perilaku hiperaktif dan
impulsif yang terlihat lebih sering dan lebih parah daripada yang biasa terlihat pada
individu (Brikerhoff, 2009).

Menurut data Badan Pusat Statistik Nasional 2007 menyatakan bahwa terdapat 82
juta populasi anak di Indonesia, satu diantara lima anak dan remaja dibawah usia 18
tahun mengalami masalah kesehatan jiwa, sedikitnya ada 16 juta anak mengalami
masalah kejiwaan termasuk ADHD. Gangguan hiperaktivitas ini dapat dijumpai dalam
kehidupan seharihari pada anak usia sekolah sampai remaja, bahkan apabila tidak segera
ditangani maka akan berpengaruh kepada masa depan seseorang (Barkley, 1981).
Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tentang Perlindungan Anak (2002), menyebutkan
bahwa anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk
anak yang masih dalam kandungan. Gangguan ini perlu ditangani sedini mungkin untuk
menghindari kemungkinan akan mengakibatkan efek yang lebih berat di saat dewasa.

Sebagian besar, anak dengan Attentions Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
menunjukkan gejala utama yaitu aktivitas yang berlebihan, tidak dapat diam, selalu ingin
bergerak, tidak mampu memusatkan perhatiannya dan menunjukkan impulsivitas yang
mengakibatkan anak memiliki kesulitan belajar dan kesulitan berinteraksi dengan anak
lain. Selain itu, gangguan ini berasal fungsi otak yang kronis, yang mengakibatkan fungsi
kognitif tidak berkembang sesuai usia anak normal lainnya. Penderita gangguan ini lebih
sering mengalami kesulitan mengendalikan emosi dari pada anak normal, kemampuan
bertoleransi terhadap frustasi rendah dan emosinya mudah meledak (Saputro, 2009).

Anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian Dan Hiperaktif (ADHD) merupakan
salah satu Anak Berkebutuhan Khusus yang membutuhkan pelayanan khusus dalam
memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh anak ADHD terutama dalam mendapatkan
pendidikan formal.

1

B. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menemukenali atau mengidentifikasi anak yang diduga
mengalami Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktif (ADHD).

C. Waktu dan Tempat
Tempat : SDN 077 Sejahtera Kota Bandung
Alamat : Jl. Sejahtera No. 12, Pasteur, Kec. Sukajadi, Kota Bandung Prov. Jawa Barat
Waktu Pelaksanaan : 12 Mei 2022

2

BAB II
KAJIAN TEORI

A. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas (GPPH) atau Attention Deficit
Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan keadaan yang diidentifikasikan dengan
munculnya suatu hambatan dalam memfokuskan konsentrasi pada satu objek, timbulnya
perilaku yang tidak terkendali cenderung excessive, kesulitan duduk diam, dan cenderung
impulsif, yang mana hal ini bisa muncul pada suatu situasi dengan frekuensi yang intesif
(Kementerian Kesehatan RI, 2011).

Menurut Saptono (2009, dalam Tri, dkk: 2013) menyatakan bahwa Gangguan
Pemusatan Perhatian dan Hiperaktfitas pada anak dapat menyebabkan prestasi atau capaian
belajar menjadi tidak optimal bahkan pada tingkat Pendidikan level dasar akan mengakibatkan
anak menunjukkan performa yang rendah dan juga penampilan psikomotorik buruk. Dampak
ini merupakan suatu implikasi dari adanya hendaya dalam coordination functioning, emotional
respons, interaksional, dan learning skill. Penatalaksanaan atau penanganan pada anak dengan
Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas tergambar sebagai suatu sequence dalam
aktivitas yang tersusun secara terstruktur, sistematis dan tertuang dalam suatu dokumen atau
program tertentu yang penatalaksanaannya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dan
pencapaian tugas-tugas perkembangan pada anak khususnya yang mengalami GPPH. Oleh
sebab itu aspek- aspek terkait dengan planning, programming, composing, purposing, criteria,
evaluating, dan responsibility yang dapat terpenuhinya kebutuhan perkembangan yang
melandasi pencapaian tugas perkembangan anak yang menjadi target layanan program
tersebut. Oleh sebab itu, diperlukan suatu instrumen asesmen kebutuhan yang tepat dan akurat
yang akan menjadi bagian dalam pengembangan program terkait penatalaksanaan pada anak
dengan Gangguan Pemusatan Perhatian Hiperaktifitas.

Barkley & Murphy dalam Jerome Sattler, 2002: 266-267) mendeskripsikan area
asesmen kebutuhan untuk Anak dengan GPPH agar dapat membantu dalam menyelesaikan
tugas-tugas perkembangan adalah penatalaksanaan pada area-area berikut ini Cognitive
Deficit, Adaptive Functioning Deficit, Languange Deficit, Task Performance Deficit, Motor
and physical Development deficit, Emotional Deficit, School Performance Deficit, dan Health
and Accidental Injury Deficit.

Zainal Alirnin (2003) mengemukakan dalam temuannya bahwa suatu asesmen
merupakan proses yang sistematis dalam mengumpulkan informasi mengenai seorang anak

3

yang berkaitan dengan kondisi atau situasi yang dialaminya. Dalam konteks pendidikan,
asesmen memiliki peran dalam mengidentifikasi kemampuan, kelebihan dan kesulitan yang
dihadapi seseorang baik pada konteks anak, remaja maupun dewasa, ini merupakan dasar
dalam menentukan apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh seorang individu sehingga dapat
menyelesaikan tugas ataupun kompetensi yang diharapkan. Kemudian informasi yang
diperoleh dari hasil asesmen, dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak terkait seperti seorang
praktisi, guru atau terapis, yang nantinya akan terbantu dalam menentukan dan menyusun
program pembelajaran atau penatalaksanaan yang konkrit sesuai dengan kebutuhan dari
masing-masing individu terkait penanganan dari gangguan atau permasalahan yang dihadapi.

Anak-anak dengan GPPH sangat membutuhkan layanan yang tepat dan sesuai, oleh
karena itu dibutuhkan adanya asesmen agar pelayanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan
mereka. Asesmen pada anak berkebutuhan khusus dalam hal ini adalah anak dengan GPPH
merupakan suatu langkah yang penting, esensial dan fundamental dalam menentukan tahapan-
tahapan dan instrumen yang akan digunakan untuk menjawab tantangan dalam memberikan
layanan, meyusun program atau penatalaksanaan khususnya bagi anak-anak ADHD.

Hal tersebut merupakan tantangan dalam dunia perkembangan anak dalam membantu
memberikan solusi untuk memecahkan permasalahan dalam bagaimana mendeteksi dan
menangani anak dengan gangguan hiperaktif dan penatalaksanaannya dengan membantu
mengembangkan asesmen kebutuhan pada anak dengan ADHD atau dikenal juga anak dengan
Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas (GPPH). Itulah sebabnya menjadi sebuah
hal yang penting untuk dapat menyusun suatu instrument terkait asesmen kebutuhan pada anak
dengan GPPH, sehingga para orang tua, guru dan praktisi dapat menyusun program
penanganan dan penatalaksanaan secara individual yang tepat untuk menangani anak dengan
GPPH tersebut.

B. Perbedaan Karakteristik Anak ADHD Antara DSM IV dan V

• Karakteristik ADHD DSM IV:

1. . Kurang perhatian ( Tidak bisa memusatkan perhatian atau banyak membuat kesalahan
dalam kegiatan, Kesulitan mempertahankan perhatian pada tugas atau kegiatan
bermain, Menghindari tugas-tugas yang menuntut usaha mental).

2. Hiperaktivitas (Tangan & kaki tidak bisa diam, Kesulitan bermain dengan tenang,
Penuh energi dan bergerak secara konstan, Banyak berbicara).

4

3. Impulsivitas (Menjawab tanpa berpikir sebelum pertanyaan selesai, Kesulitan
menunggu giliran, Menginterupsi percakapan orang lain).

• Karakteristik ADHD DSM V:
1. Setidaknya ditemukan 6 dari 9 gejala dan atau 6 dari 9 gejala hiperaktivitas dan
impulsivitas. Untuk usia 17 tahun atau lebih, cukup ditemukan 5 dari masing masing
gejala.
2. Beberapa gejala inatensi dan hiperaktif-impulsif muncul sebelum usia 12 tahun.
3. Gejala tersebut muncul pada minimal dua setting tempat yang berbeda (misal di rumah
dan di sekolah).
4. Didapatkan bukti bahwa gejala tersebut berpengaruh menurunkan kualitas fungsi
sosial, akademis dan pekerjaan.
5. Gejala tersebut bukan merupakan gejala dari gangguan jiwa yang lain.

5

BAB
PEMBA

A. Timeline Kegiatan Februari Mar

No Kegiatan 2 3 4 1 23

1 Orientasi perkuliahan dan
penyampaian materi dari dosen

2 Pembuatan timeline

3 Analisis DSM V
4 Pembuatan Kisi-kisi dan isntrumen

Identifikasi

5 Presentasi I

6 Revisi dari presentasi I

7 Diskusi menentukan lembaga
pendidikan yang ingin dikunjungi

6

B III
AHASAN

Bulan
ret April Mei Target Pencapaian

3 4 1 23 4 1 23 4 5

Mendapatka
n materi
mengenai
ADHD

Membuat Sudah
time line membuat
time line

Menganailisi
s DSM V

Selesai

membuat

intrumen

identifikasi

Melaksanakan
presentasi
pertama

Melakukan
revisi sesuai
dengan
masukan dan
tanggapan dari
audiensi

Menentukan
sekolah tujuan

6

8 Pembuatan surat permohonan izin
observasi dari departemen

9 pengajuan surat permohonan
observasi kelembaga pendidikan
terkait

10 Pelaksanaan identifikasi dan
wawancara

11 Pengolaan data hasil identifikasi
12 Analisis hasil data identifikasi
13 Penyusunan laporan hasil identifikasi
14 Presentasi Akhir

7

observasi
Meminta
nomor surat
observasi
kepada prodi
dan membuat
surat
Mengajukan
surat
permohonan
observasi ke
sekolah tujuan
Melaksanakan
proses
identifikasi

7

16 Revisi dari presentasi Akhir
17 Penyusunan Laporan Akhir ADHP

dan penyerahan

8

8

B. Prosedur Rancangan Kerja
1. Tahap Perencanaan

- Melakukan diskusi mengenai instrument identifikasi menggunakan DSM-4

- Menentukan prosedur rancangan kerja

- Membuat timeline kegiatan

- Menentukan sekolah tujuan untuk studi lapangan

- Membuat surat perizinan kegiatan studi lapangan

2. Tahap Persiapan

- Mencari materi sebagai dasar pembuatan instrumen asesmen

- Membuat kisi - kisi instrumen identifikasi

- Membuat instrumen identifikasi sesuai DSM-4

- Persentasi tahap I

- Revisi

3. Tahap Pelaksanaan

- Melakukan survei sekolah tujuan

- Melakukan wawancara kepada guru

- Melakukan tahap identifikasi, pada tahap ini akan di jabarkan beberapa tahapan yang
akan kami lakukan yaitu :

a. Para asesor pada tahap ini berperan utuh sebagai peneliti dan juga pengajar
b. Asesor menyiapkan materi ajar yang akan di sampaikan
c. Asesor yang tidak terlibat dalam proses mengajar bertugas sebagai pengamat

kepada keseluruhan anak di kelas tersebut
d. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan satu mata pelajaran saja
e. Setelah dilihat hasil dan juga di analisis, asesor melakukan konfirmasi lanjutan

yang dilakukan dengan cara mewawancarai orang tua anak.

4. Tahap Analisis Data

- Melakukan analisis data dari hasil pelaksanaan kegiatan identifikasi
- Mengolah data hasil pelaksanaan kegiatan identifikasi
- Membuat laporan hasil analisis
- Persentas tahap II
- Revisi
5. Tindak Lanjut
- Pembuatan instrument asesmen
- Membuat program pembelajaran individual (PPI)

9

C. Kisi-kisi dan Instrumen Identifikasi Anak ADHD

KISI-KISI INSTRUMEN ADHD

DSM-IV

Tipe Indikator No Metode
Soal
Gagal
memperhatikan hal 1 Observasi
yang detail

Sering mengalami 2 Observasi
kesulitan 3 Observasi
mempertahankan
perhatian dalam
tugas atau aktivitas
bermain

Sering tampak tidak
mendengarkan
ketika diajak bicara
secara langsung

Sering tidak 4 Observasi

Inatensi mengikuti instruksi
dan gagal

menyelesaikan tugas

sekolah, tugas, atau

tugas di tempat kerja

Sering mengalami 5 Obervasi
kesulitan mengatur
tugas dan kegiatan

Sering menghindari, 6 Observasi
tidak menyukai, atau
enggan untuk
melakukan tugas-
tugas yang
membutuhkan usaha
mental yang
berkelanjutan

10

Sering kehilangan 7 Observasi
hal-hal yang 8 Observasi
diperlukan untuk 9 Observasi
tugas atau aktivitas 10 Observasi
11 Observasi
Sering mudah
terganggu oleh 12 Observasi
rangsangan asing
Sering lupa dalam
aktivitas sehari-hari

Hiperaktif Sering gelisah
dengan tangan atau
kaki menggeliat di
kursi
Sering
meninggalkan kursi
di kelas atau dalam
situasi lain di mana
diharapkan untuk
tetap duduk

Sering berlari atau
memanjat secara
berlebihan dalam
situasi di mana itu
tidak pantas

Sering mengalami 13 Observasi
kesulitan bermain
atau bersenang-
senang dengan
tenang

Sering tidak dapat 14 Observasi
diam untuk waktu 15 Observasi
yang lama

Sering berbicara
berlebihan

11

Sering melontarkan 16 Observasi
jawaban sebelum 17 Observasi
pertanyaan selesai

Implusif Sering mengalami
kesulitan menunggu
giliran

18 Observasi

Sering menyela atau
mengganggu orang
lain

12

INATTENTION
(Gangguan Perhatian)

Indikator No Instrumen Ya Tidak Keterangan

Gagal 1 Anak sulit Ketika di instruksikan untuk
memperhatikan baris-berbaris.

hal yang detail

Sering mengalami 2 Anak tidak focus memperhatikan guru
kesulitan yang berbicara di depan.

mempertahankan

perhatian dalam

tugas atau

aktivitas

bermain

Sering tampak 3 anak bersikap cuek ketika diajak
tidak berbicara

mendengarkan

ketika diajak

bicara secara

langsung

Sering tidak 4 Anak tidak mau diperintah (contoh:

mengikuti tidak mau di suruh duduk dengan rapi)

instruksi dan

gagal

menyelesaikan

tugas sekolah,

tugas, atau tugas

di tempat kerja

Sering 5 Anak sering terlambat ke sekolah
mengalami

kesulitan

mengatur tugas

dan kegiatan

13

Sering 6 Anak suka mencari alasan ketika
menghindari, dipanggil guru di lapangan (missal
sedang berkumpul kemudian disuruh
tidak menyukai,
jawab pertanyaan di lapangan)
atau enggan
Anak sering kehilangan atribut saat
untuk kegiatan sekolah (missal : upacara,

melakukan tugas- kultum, dll)

tugas yang anak tidak bisa fokus memperhatikan
kegiatan Ketika di ajak ngobrol oleh
membutuhkan
taman di sampingnya
usaha mental yang anak sering meninggalkan barangnya
di suatu tempat saat ada kegiatan di
berkelanjutan
sekolah (misal : upacara, kultum,
Sering kehilangan 7 senam)

barang-barang yang

diperlukan untuk

tugas atau aktivitas

sering mudah 8

terganggu oleh

rangsangan asing

9

sering lupa dalam

aktivitas sehari-hari

14

HYPERACTIVITY – IMPULSIVITY
(hiperaktif – Impulsif)

Tipe Indikator No. Pernyataan Ya Tidak Keterangan
Sering gelisah 1 Anak gelisah dengan cara
Hiperaktif dengan tangan
Impulsif atau mkaki membuat Gerakan
menggeliat saat duduk di
Sering lapangan.
meninggalkan 2 Pindah-pindah tempat duduk
kursi di kelas saat kegiatan berlangsung.
atau dalam
situasi lain di 3 Berjalan/berlari berkeliling
mana Lapangan atau berpindah-
diharapkan pindah tempat duduk.
untuk tetap
duduk 4 Anak Bersikap kasar
seperti menendang atau
Sering berlari memukul temannya saat
atau memanjat bermain.
secara
berlebihan 5 Anak selalu mengoceh Ketika
dalam situasi kegiatan berlangsung
di mana itu
tidak pantas 6 Memotong pembicaraan
Sering orang lain.
mengalami
kesulitan
bermain atau
bersenang-
senang
dengan
tenang
Sering tidak
dapat diam
untuk waktu
yang lama
Sering
berbicara
berlebihan

15

Sering 7 Anak selalu mengoceh pada
melontarkan saat pelajaran berlangsung di
jawaban kelas
sebelum
pertanyaan 8 Anak memukul teman yang
selesai antri di depannya

Sering 9 Menggunakan barang orang
mengalami tanpa izin.
kesulitan
menunggu
giliran
Sering
mengganggu
orang lain

SKORING TES
1. Butir indicator di hitung satu apabila pernyataan dengan kategori “YA”
2. Anak dapat di kategorikan sebagai ADHD apabila di dapatkan hasil yaitu 6 atau lebih

Indikator (yang memenuhi aspek pada point pertama) dari 9 Indikator tersedia.
3. Skala Perhitungannya yaitu :


ℎ ℎ 100% =
6
9 100% = 67%

Apabila di dapatkan hasil > 67% anak dapat di kategorikan sebagai ADHD
-KATEGORI-

1. Combine type (tipe campuran/ADHD)
Pada tipe ini menunjukkan 6 indikator atau lebih dari 9 indikator pada aspek
inatensi dan hiperaktif-impiulsivitas.

2. Predominantly inattention type (Tipe dominan kurang perhatian/tipe inatensi)
Pada tipe ini menunjukkan 6 indikator atau lebih dari 9 indikator pada aspek
inatensi namun kurang dari 6 indikator atau lebih dari 9 indikator pada aspek
hiperaktif-impiulsivitas.

3. Predominantly Hiperactive-Impulsive type (Tipe dominan hiperaktif impulsif)
Pada tipe ini menunjukkan 6 indikator atau lebih dari 9 indikator pada aspek
Hiperactive-Impulsive namun kurang dari 6 indikator atau lebih dari 9 indikator
pada aspek inatensi.

16

D. Instrument Wawancara Orang Tua

a. Nama FORMULIR DATA ORANG TUA
(form 1)

:

b. Tempat tanggal lahir :

c. Umur :

d. Jenis Kelamis :

e. Status Anak :

f. Anak ke dari :

g. Asal Sekolah :

h. Kelas :

17

Instrumen Wawancara Orang Tua
(Form 2)

Indikator No Instrumen Ya Tidak Keterangan

Gagal 1 Anak sulit Ketika di instruksikan untuk
memperhatikan baris-berbaris.

hal yang detail

Sering mengalami 2 Anak tidak focus memperhatikan guru
kesulitan yang berbicara di depan.

mempertahankan

perhatian dalam

tugas atau

aktivitas

bermain

Sering tampak 3 anak bersikap cuek ketika diajak
tidak berbicara

mendengarkan

ketika diajak

bicara secara

langsung

Sering tidak 4 Anak tidak mau diperintah (contoh:

mengikuti tidak mau di suruh duduk dengan rapi)

instruksi dan

gagal

menyelesaikan

tugas sekolah,

tugas, atau tugas

di tempat kerja

Sering 5 Anak sering terlambat ke sekolah
mengalami

kesulitan

mengatur tugas

dan kegiatan

18

Sering 6 Anak suka mencari alasan ketika
menghindari, dipanggil guru di lapangan (missal
sedang berkumpul kemudian disuruh
tidak menyukai,
jawab pertanyaan di lapangan)
atau enggan
Anak sering kehilangan atribut saat
untuk kegiatan sekolah (missal : upacara,

melakukan tugas- kultum, dll)

tugas yang anak tidak bisa fokus memperhatikan
kegiatan Ketika di ajak ngobrol oleh
membutuhkan
taman di sampingnya
usaha mental yang anak sering meninggalkan barangnya
di suatu tempat saat ada kegiatan di
berkelanjutan
sekolah (misal : upacara, kultum,
Sering kehilangan 7 senam)

barang-barang yang

diperlukan untuk

tugas atau aktivitas

sering mudah 8

terganggu oleh

rangsangan asing

9

sering lupa dalam

aktivitas sehari-hari

19

Hiperaktif Impulsif

Tipe Indikator No. Pernyataan Ya Tidak Keterangan

Hiperaktif Sering gelisah 1 Anak gelisah dengan cara

Impulsif dengan tangan membuat Gerakan

atau mkaki menggeliat saat duduk di

lapangan.

Sering 2 Pindah-pindah tempat duduk

meninggalkan saat kegiatan berlangsung.
kursi di kelas

atau dalam

situasi lain di

mana

diharapkan

untuk tetap

duduk

Sering berlari 3 Berjalan/berlari berkeliling
atau memanjat
secara Lapangan atau berpindah-
pindah tempat duduk.

berlebihan

dalam situasi

di mana itu

tidak pantas

Sering 4 Anak Bersikap kasar

mengalami seperti menendang atau

kesulitan memukul temannya saat

bermain atau bermain.

bersenang-

senang

dengan
tenang

Sering tidak 5 Anak selalu mengoceh Ketika
dapat diam kegiatan berlangsung

untuk waktu

yang lama

Sering 6 Memotong pembicaraan

berbicara orang lain.
berlebihan

Sering 7 Anak selalu mengoceh pada

melontarkan saat pelajaran berlangsung di
jawaban kelas

sebelum
pertanyaan

selesai

20

Sering 8 Anak memukul teman yang
mengalami antri di depannya
kesulitan
menunggu 9 Menggunakan barang orang
giliran tanpa izin.
Sering
mengganggu
orang lain

21

E. Instrumen Wawancara Guru

Inattention

Indikator No Instrumen Ya Tidak Keterangan

Gagal 1 Anak sulit Ketika di instruksikan untuk
memperhatikan baris-berbaris.

hal yang detail

Sering mengalami 2 Anak tidak focus memperhatikan guru
kesulitan yang berbicara di depan.

mempertahankan

perhatian dalam

tugas atau

aktivitas

bermain

Sering tampak 3 anak bersikap cuek ketika diajak
tidak berbicara

mendengarkan

ketika diajak

bicara secara

langsung

Sering tidak 4 Anak tidak mau diperintah (contoh:

mengikuti tidak mau di suruh duduk dengan rapi)

instruksi dan

gagal

menyelesaikan

tugas sekolah,

tugas, atau tugas

di tempat kerja

Sering 5 Anak sering terlambat ke sekolah
mengalami

kesulitan

mengatur tugas

dan kegiatan

22

Sering 6 Anak suka mencari alasan ketika
menghindari, dipanggil guru di lapangan (missal
sedang berkumpul kemudian disuruh
tidak menyukai,
jawab pertanyaan di lapangan)
atau enggan
Anak sering kehilangan atribut saat
untuk kegiatan sekolah (missal : upacara,

melakukan tugas- kultum, dll)

tugas yang anak tidak bisa fokus memperhatikan
kegiatan Ketika di ajak ngobrol oleh
membutuhkan
taman di sampingnya
usaha mental yang anak sering meninggalkan barangnya
di suatu tempat saat ada kegiatan di
berkelanjutan
sekolah (misal : upacara, kultum,
Sering kehilangan 7 senam)

barang-barang yang

diperlukan untuk

tugas atau aktivitas

sering mudah 8

terganggu oleh

rangsangan asing

9

sering lupa dalam

aktivitas sehari-hari

23

Tipe Indikator Hiperaktif Impulsif Ya Tidak Keterangan
No. Pernyataan

Hiperaktif Sering gelisah 1 Anak gelisah dengan cara

Impulsif dengan tangan membuat Gerakan

atau mkaki menggeliat saat duduk di

lapangan.

Sering 2 Pindah-pindah tempat duduk

meninggalkan saat kegiatan berlangsung.
kursi di kelas

atau dalam

situasi lain di

mana

diharapkan

untuk tetap

duduk

Sering berlari 3 Berjalan/berlari berkeliling
atau memanjat
secara Lapangan atau berpindah-
pindah tempat duduk.

berlebihan

dalam situasi

di mana itu

tidak pantas

Sering 4 Anak Bersikap kasar

mengalami seperti menendang atau

kesulitan memukul temannya saat

bermain atau bermain.

bersenang-

senang

dengan
tenang

Sering tidak 5 Anak selalu mengoceh Ketika
dapat diam kegiatan berlangsung

untuk waktu

yang lama

Sering 6 Memotong pembicaraan

berbicara orang lain.
berlebihan

Sering 7 Anak selalu mengoceh pada

melontarkan saat pelajaran berlangsung di
jawaban kelas

sebelum
pertanyaan

selesai

24

Sering 8 Anak memukul teman yang
mengalami antri di depannya
kesulitan
menunggu 9 Menggunakan barang orang
giliran tanpa izin.
Sering
mengganggu
orang lain

25

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Hasil Observasi

a. Profil Sekolah

a. Nama Sekolah : SDN 077 Sejahtera Kota Bandung

b. Nama Kepala Sekolah : Ihat Solihat

c. Nama Wali Kelas : Ani Maryani

d. Nama Orang Tua : Yunie Dian Widiyaningsih

e. Akreditasi :A

f. Alamat : Jl. Sejahtera No. 12, Pasteur, Kec. Sukajadi, Kota

Bandung Prov. Jawa Barat

b. Formulir Anak

a. Nama : Arsya Adlan El-Fatih

b. Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 21 Oktober 2013

c. Umur : 8 tahun

d. Jenis Kelamin : Laki-laki

e. Status Anak : Kandung

f. Anak ke dari : 1 dari 2 Bersaudara

g. Asal Sekolah : SDN 077 Sejahtera Kota Bandung

h. Kelas : 2 SD

c. Temuan Hasil Observasi

a. Kondisi Objektif Subjek

Observasi dilakukan pada Kamis, 12 Mei 2022 di SDN 077 Sejahtera Kota

Bandung. Pada saat akan dilaksanakan observasi asesor mendapatkan onformasi

bahwa sekolah pada hari kamis akan dilaksanakan kegiatan bersama yaitu halal di

halal maka dari itu asesor sudah mempersiapkan instrumen yang sudah di revisi

dan di sesuai dengan kondisi anak di lapangan. Terdapat beberapa kendala di

antaranya asesor tidak mendapatkan dokumentasi secara spesifik karena akses

posisi duduk anak yang berada tepat di depan mimbar kegiatan sehingga asesor

hanya memperhatikan anak dari kejauhan.

26

b. Hasil Pengamatan dan Wawancara

Pengamatan di lakukan oleh 3 orang asesor dan wawancara dilakukan kepada wali

kelas anak dan juga orang tua anak sebagai penguat hasil pengamatan asesor,

berikut ceklis hasil pengamatan dan wawancara :
➢ Hasil Pengamatan terhadap Subjek

ASPEK INATENTION

Indikator No Instrumen Ya Tidak Keterangan

Gagal 1 Anak sulit Ketika di instruksikan untuk V
memperhatikan baris-berbaris.

hal yang detail

Sering mengalami 2 Anak tidak focus memperhatikan guru
kesulitan yang berbicara di depan.

mempertahankan

perhatian dalam V

tugas atau

aktivitas

bermain

Sering tampak 3 anak bersikap cuek ketika diajak
tidak berbicara

mendengarkan V
ketika diajak

bicara secara

langsung

Sering tidak 4 Anak tidak mau diperintah (contoh:

mengikuti tidak mau di suruh duduk dengan rapi)

instruksi dan

gagal V
menyelesaikan

tugas sekolah,

tugas, atau tugas

di tempat kerja

27

Sering 5 Anak sering terlambat ke sekolah

mengalami Anak suka mencari alasan ketika
dipanggil guru di lapangan (missal
kesulitan sedang berkumpul kemudian disuruh V

mengatur tugas jawab pertanyaan di lapangan)

dan kegiatan Anak sering kehilangan atribut saat
kegiatan sekolah (missal : upacara,
Sering 6
menghindari, kultum, dll)

tidak menyukai, anak tidak bisa fokus memperhatikan
kegiatan Ketika di ajak ngobrol oleh
atau enggan
taman di sampingnya
untuk anak sering meninggalkan barangnya V
di suatu tempat saat ada kegiatan di
melakukan tugas- V
sekolah (misal : upacara, kultum, V
tugas yang senam) V

membutuhkan

usaha mental yang

berkelanjutan

Sering kehilangan 7

barang-barang yang

diperlukan untuk

tugas atau aktivitas

sering mudah 8

terganggu oleh

rangsangan asing

9

sering lupa dalam

aktivitas sehari-hari

28

ASPEK HYPERACTIVITY-IMPULSIVITY

Tipe Indikator No. Pernyataan Ya Tidak Keterangan
V
Hiperaktif Sering gelisah 1 Anak gelisah dengan cara
Impulsif V
dengan tangan membuat Gerakan V
atau mkaki menggeliat saat duduk di V
lapangan.

Sering 2 Pindah-pindah tempat duduk

meninggalkan saat kegiatan berlangsung.

kursi di kelas

atau dalam

situasi lain di

mana

diharapkan

untuk tetap
duduk

Sering berlari 3 Berjalan/berlari berkeliling

atau memanjat Lapangan atau berpindah-
secara pindah tempat duduk.

berlebihan V
dalam situasi

di mana itu

tidak pantas

Sering 4 Anak Bersikap kasar

mengalami seperti menendang atau

kesulitan memukul temannya saat

bermain atau bermain.
bersenang-

senang

dengan

tenang

Sering tidak 5 Anak selalu mengoceh Ketika V
dapat diam kegiatan berlangsung
untuk waktu
yang lama

Sering 6 Memotong pembicaraan

berbicara orang lain.

berlebihan

Sering 7 Anak selalu mengoceh pada
melontarkan saat pelajaran berlangsung di

jawaban kelas V
sebelum

pertanyaan

selesai

29

Sering 8 Anak memukul teman yang V
mengalami antri di depannya V
kesulitan
menunggu 9 Menggunakan barang orang
giliran tanpa izin.
Sering
mengganggu
orang lain

Dari hasil di atas dapat di lihat perolehan skor pada perhitungan di bawah ini :
➢ Aspek Inatention

1. Jumlah Indikator : 9 Indikator

2. Jumlah Instrumen : 9 Pernyataan
3. Perolehan Skor : 7 (Point “YA”)

4. Perhitungan Skor


= ℎ ℎ 100% =
= 7 100% = 77,7%

9

Hasil Inatention Subjek yaitu 77,7%
➢ Aspek Hyperactivity-Impulsivity

1. Jumlah Indikator : 9 Indikator

2. Jumlah Instrumen : 9 Pernyataan
3. Perolehan Skor : 4 (Point “YA”)

4. Perhitungan Skor :


= ℎ ℎ 100% =

= 4 100% = 44,4%
9

Dari hasil tes di yang telah dilakukan pada kedua aspek, dapat di simpulkan bahwa pada aspek

Inatention diperoleh skor 77,7%. Jika di interpretasikan pada kategori menurut DSM-IV anak

termasuk ke dalam tipe Predominantly Inatention Type. Pada aspek Hiperaktif-Impulsif anak

mendapatkan skor 44,4%. Jika di interpretasikan pada kategori menurut DSM-IV maka anak tidak

termasuk ke dalam tipe Predominantly Hiperactive-Impulsive atau tipe Hiperaktif Impulsif.

Hasil tersebut juga di perkuat dengan hasil wawancara yang juga menggunakan butir instrumen

yang sama. Temuan menarik lainnya yaitu pada saat dilakukan wawancara, orang tua anak

mengatakan bahwa pada saat umur 5 tahun anak yang bernama Arsya telah mendapatkan diagnosa

dari dokter bahwa anak tersebut merupakan ADHD.

30

BAB V
KESIMPULAN
Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktfitas pada anak dapat menyebabkan prestasi atau
capaian belajar menjadi tidak optimal bahkan pada tingkat Pendidikan level dasar akan
mengakibatkan anak menunjukkan performa yang rendah dan juga penampilan psikomotorik
buruk.
Faktor genetik memiliki peran besar, namun faktor lingkungan juga memiliki implikasi
terhadap gejala ADHD. Berbagai faktor lingkungan seperti paparan terhadap zat dan toksin selama
kehamilan, komplikasi persalinan, nutrisi, problem psikososial, paparan logam berat dan zat kimia,
memiliki peran pada peningkatan risiko terjadinya ADHD. Faktor lingkungan dapat memoderasi
faktor genetic pada ADHD, namun mekanisme neurobiologis mengenai interaksi faktor genetik
dan lingkungan belum dapat dijelaskan secara pasti.
Dari hasil tes di peroleh bahwa anak mendapatkan presentase pada aspek Inatention yaitu
77,7% hasil tersebut dianggap telah memenuhi kriteria menurut DSM-IV yaitu 67%. Hasil tersebut
juga tervalidasi dari hasil wawancara orang tua. Dari hasil wawancara disebutkan bahwa anak
telah mendapatkan diagnosa sejak usia 5 tahun. Diagnose tersebut di dapatkan dari hasil tes yang
dilakukan bersama psikolog.

31

LAMPIRAN
32

33

DAFTAR PUSTAKA

Anggara, Onny Fransinata, Satiningsih. (2020). Penyusunan Asesmen KebutuhanAnak

Dengan Gangguan Pemusatan Perhatian Dan Hiperaktifitas (GPPH).

Personifikasi,11(2), 196-207.

Hayati, Devi Lestari, Nurliana Cipta Apsari. (2019). Pelayanan Khusus Bagi Anak Dengan

Attentions Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Di Sekolah Inklusif.

Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 108-122.

Anggara, Onny Fransinata, Satiningsih. (2020). Penyusunan Asesmen KebutuhanAnak

Dengan Gangguan Pemusatan Perhatian Dan Hiperaktifitas (GPPH).

Personifikasi, 11(2), 196-207.

file:///D:/Downloads/admin,+hal+98107+Frida+Yunias+Ref+Interaksi+Geneti

k+dan+Lingkungan+pada+ADHD.pdf

34


Click to View FlipBook Version