if ( Input.GetMouseButtonDown(0))
{
// ketika klik/tap Object yang berna
ma "Cube"
}
}
}
else
{
// Ketika pointer diluar object
}
}
public void IsSelected(bool selected)
{
GetComponent<Renderer>().material.color = select
ed ? Color.green : Color.red;
}
public void Teleport()
{
Vector3 direction = Random.onUnitSphere;
float distance = 5 * Random.value + 1.5f;
transform.localPosition = Camera.main.transform.
localPosition + direction * distance;
}
if (Input.GetKeyUp(KeyCode.Escape))
{
Application.Quit();
}
}
else
{
42 VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis
// Ketika pointer diluar object
IsSelected( false);
}
if ( Input.GetKeyUp( KeyCode.Escape))
{
Application.Quit();
}
}
public void Teleport()
{
Vector3 direction = Random.onUnitSphere;
float distance = 5 * Random.value + 1.5f;
transform.localPosition = Camera.main.transform.
localPosition + direction * distance;
}
public void IsSelected( bool selected)
{
GetComponent< Renderer>().material.color = selec
ted ? Color.green : Color.red;
}
}
VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis 43
Berikut Aktivitas dan tampilan dari aplikasi virtual reality
Gambar 19. Implementasi Virtual Reality
3.5 Solusi
Setelah observasi dan wawancara di sekolah, dilakukan
analisa dan perancangan oleh team pengabdian masyarakat untuk
mengakomodir permasalahan dan memberikan usulan solusi
penyelesaian kepada pihak sekolah. Adapun ke-tiga(3)
permasalahan yang ada dituangkan pada tabel 2 di bawah ini.
44 VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis
Tabel 2. Solusi permasalahan di Dilaraf Islamic School
No Permasalahan Solusi Keterangan
1 Sulitnya mencari Mem-broadcast Data tenaga
tenaga pendidik informasi tentang trapis
yang ahli untuk lowongan tenaga diberikan
menangani anak pendidik(trafis) untuk spesifikasi
autis. anak autis melalui baik skill dan
media internet seperti salary.
situs pencari
kerja(karir.com,
jobstreet, dll), blogger
dan media sosial seperti
Facebook, twitter,
whatsapp, line,dll serta
kampus.
2 Terapi Sensori Workshop dan Implementasi
Integrasi sosialisasi Penerapan dan
dilakukan secara Teknologi Virtual workshop
konvensional Reality sebagai Media software
melibatkan Terapi Sensori Integrasi berbasis
peserta didik abk dengan menstimulasi Virtual
dan trafis dalam sensasi secara fisik Reality
satu ruangan menggunakan sebagai terapi
dengan bantuan komputer, perangkat Sensori
alat peraga. google CardBoard dan Integrasi.
device
3 Kurang Parenting Education Jalinan
pengetahuan secara berkala dengan Kerjasama
VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis 45
orang tua siswa tenaga trapis dan antara orang
dalam akademis baik seminar tua siswa
mengajarkan dan workshop terkait dengan trafis
anak autis diluar masalah dan problem lebih intensif.
sekolah solving untuk anak
kebutuhan khusus
secara teori maupun
praktik.
3.6 Hasil
Dilaraf Islamic School adalah sekolah reguler juga
menerima siswa autis dengan kuota terbatas yang telah melalui
tahap assessment sebelumnya, melalui program inklusi. Pelayanan
pendidikan inklusi diberikan secara terpadu, yaitu pada mata
pelajaran tertentu diberikan secara bersamaan dengan anak reguler,
sehingga terbangun interaksi dan toleransi antara keduanya, saling
memahami, mengerti adanya perbedaan, dan meningkatkan empati,
percaya diri dan kecerdasan emosi bagi anak-anak reguler.
Sedangkan pada anak autis akan terbangun latihan sosialisasi dan
interaksi yang merupakan bagian dari terapi mereka. Anak-anak
autis dengan kriteria tertentu tetap bisa belajar di kelas regular
dengan bantuan guru pendamping(guru shadow) selain guru kelas.
Dan untuk proses belajar mata ajaran lainnya, bagi sebagian anak
autis akan belajar di ruang khusus untuk ditangani guru khusus
dengan tambahan kegiatan lain sesuai dengan individual program
yang dibuat oleh sekolah, khususnya divisi Spesial Education (SE).
Pada awal pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan
observasi untuk mendapatkan data penelitian dengan cara langsung
datang ke lokasi, dengan cara ini penelitian diharapkan dapat
mengetahui dan memahami kebutuhan dalam penelitian. Tahapan
lainya yakni dengan wawancara merupakan salah satu cara yang
46 VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis
dilakukan oleh tim survei untuk memproses data dengan tanya
jawab secara langsung kepada pihak pengumpulan data.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepada admin sekolah,
kepala sekolah dan trafis (guru) di Dilaraf Islamic School
Tangerang – Banten terdapat beberapa permasalahan seperti sulit
mendapatkan tenaga trafi yang mempunyai keterampilan
dibidangnya, proses terapi dilakukan secara konvensional dengan
melibatkan peserta didik anak autis dan trafis dalam satu ruangan
trafi dengan bantuan alat peraga seperti Puzzle, meronce, naik
turun tangga dan lain sebagainya serta kurangnya pengetahuan
orang tua siswa dalam mengajarkan ABK diluar sekolah. Kegiatan
penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi Virtual
Reality (VR) sebagai Media Terapi SI dengan menstimulasi sensasi
secara fisik menggunakan perangkat Google CardBoard dan
Handphone kepada siswa ABK. Penerapan teknologi VR
diharapkan dapat memberikan salah satu alternatif sebagai media
pendidikan karakter, meningkatan kompetensi baik kognitif
maupun psikomotorik, serta mendukung kegiatan praktikum secara
dinamis, animatif dan interaktif sehingga tidak membosankan dan
menarik minat siswa autis untuk belajar. Proses pembuatan
software virtual reality untuk terapi Sensori Integrasi diharapkan
dapat sebagai media pendidikan karakter, meningkatan kompetensi
baik kognitif maupun psikomotorik, serta mendukung kegiatan
praktikum secara dinamis, animatif dan interaktif sehingga tidak
membosankan dan menarik minat siswa untuk belajar serta dapat
meningkatkan Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) bagi Anak Autis di Dilaraf Islamic School Tangerang.
Dalam mencari dan mendapatkan tenaga pendidik yang ahli
dalam menangani anak kebutuhan khusus yakni dengan cara mem-
broadcast informasi tentang lowongan tenaga pendidik anak
kebutuhan khusus (trafis) melalui media internet seperti blogger
dan media sosial seperti Facebook, whatsapp, line,dll serta kampus
VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis 47
dengan memberikan spesifikasi baik skill, pengalaman kerja dan
Gaji. Sedangkan untuk menjalanin komunikasi dan meningkatkan
pengetahuan tentang abk maka diadakan parenting education secara
berkala dengan tenaga trapis dan akademis baik seminar dan
workshop terkait masalah dan problem solving untuk anak
kebutuhan khusus baik terori maupun praktik.
Penelitian ini ingin mengetahui dampak penggunaan virtual
reality dengan mengukur tingkat keberanian siswa setelah
menggunakan alat virtual reality pada objek yang ditakuti. Focus
utamannya adalah ingin mengetahui dampak penggunaan virtual
reality terhadap siswa yang mengalami Autis dengan
membandingkan perilaku pre action dan past action. Penelitian
pada siswa di Dilaraf Islamic School Tangerang – Banten .
Hasil dari data penelitian dianalisis dengan bantuan statistik
deskriptif. Kemudian diklasifikasikan atas 5 kategori seperti yang
ditunjukkan pada Tabel 3.
Tabel 3. Kategori Motorik
No Nilai Kategori
1 86 - 100 Sangat Baik
2 71 - 85 Baik
3 60 - 70 Cukup
4 41-59 Kurang
5 <= 40 Kurang Sekali
Indikator keberhasilan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
menggunakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) telah
ditetapkan oleh sekolah, adapun nilai KKM pelajaran kemampuan
motorik adalah 60, artinya siswa telah dinyatakan melampaui
ketuntasan belajar jika telah memperoleh nilai 60. Jika nilai yang
48 VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis
diperoleh siswa di bawah 60, maka belum dapat dinyatakan tuntas.
Penerapan teknologi virtual reality dikatakan berhasil secara
klasikal apabila 60% siswa mendapatkan nilai diatas atau sama
dengan 60 untuk matapelajaran kemampuan motorik.
Data yang diperoleh dari hasil belajar akan dioleh dalam
bentuk nilai dan prosentase ketuntasan. Untuk mengolah data
tersebut digunakan rumus :
Keterangan :
KB : Ketuntasan Belajar
S : Skor
TS : Total Skor
Untuk melihat persentase ketuntasan belajar siswa
menggunakan rumus persentase,yaitu :
% : Prosentase siswa
A : Jumlah siswa yang tuntas
B : Jumlah siswa seluruhnya
Kemampuan nilai motorik siswa pada ketiga siklus yakni
pre siklus dimana siswa tidak menggunakan teknologi virtual
reality, pada siklus 1 dan siklus 2 siswa menggunakan teknologi
virtual reality diklasifikasikan dalam lima kategori seperti yang
ditunjukkan pada Tabel 4 dan untuk rekapitulasi nilai motorik
dapat dilihat pada tabel 5.
VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis 49
Tabel 4. Klasifikasikan Kemampuan nilai Sensorik Motorik
Tabel 5. Rekapitulasi Kemampuan Nilai Sensorik Motorik
Apabila hasil tes kemampuan sensorik motorik siswa pada
ketiga siklus dikategorikan dalam KKM yang berlaku di sekolah
lokasi penelitian untuk mata pelajaran motorik, maka presentase
50 VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis
ketuntasan belajar klasikal siswa pada ketiga siklus dapat dilihat
pada Tabel 6.
Tabel 6. Kategori ketuntasan belajar siswa
Guna membandingkan kemampuan sensorik motorik siswa melalui
teknologi virtual reality maka digambarkan perbandingan rata rata
hasil tes motorik pada tahapan pre siklus, siklus I dan siklus II pada
Gambar 20.
.
Gambar 20. Perbandingan ketuntasan motorik siswa secara
klasikal
Berdasarkan hasil tes kemampuan motorik yang
dilaksanakan pada ketiga siklus diperoleh data bahwa ketuntasan
VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis 51
klasikal berdasarkan KKM sebelum siklus (teori) memiliki
kecenderungan Rata-rata nilai : motorik 33,33 dari delapan siswa
tidak tuntas yang berarti belum mencapai indikator yang ditentukan
yaitu 60% sehingga dilanjutkan pada siklus I. Selanjutnya peneliti
mencoba membuat scenario dengan Teknologi Visual reality. Hal
ini dimaksudkan agar siswa mengalami peningkatan nilai motorik.
Hasil tindakan 1 menunjukkan bahwa hasil belajar yang
didapat sudah mengalami peningkatan dan pada proses
pembelajaran sudah banyak mengalami perubahan dan lebih baik
dari sebelumnya yaitu 50% dengan siswa tidak tuntas sebanyak 6
orang. Berdasarkan hasil evaluasi maka penelitian dilanjutkan
dengan memberikan pengarahan sekaligus bimbingan mental pada
siswa. Selanjutnya dilakukan kembali pada dua minggu berikutnya
yakni siklus ke dua. Hasil yang diperoleh adalah siswa tidak lulus
sebanyak 1 orang dengan tingkat rata-rata 91.67%. Kesepakatan
antara peneliti dengan guru mata pelajaran motorik halus Dilaraf
Islamic School Tangerang, maka siklus pembelajaran dengan
Teknologi VR bisa diterapkan.
3.7 Publikasi Ilmiah
Hasil publikasi dari penelitian ini berbentuk artikel ilmiah
prosiding dalam pertemuan ilmiah Nasional yang di jurnal
semnaskom Universitas Mataram Lombok pada tanggal 17-18
oktober 2019 dan prosiding internasional iCoSheet 2019 di
semarang pada tanggal 18 Desember 2019 dengan judul Increasing
Independence of Cerebral Palsy Children using Virtual Reality
based on Mlearning, jurnal dapat diunduh pada tautan
https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-
6596/1764/1/012119/meta, artikel tercetak dimedia masa lokal
kotabenteng – tangerang dan dicetak oleh Redaksi pada tanggal 17
Oktober 2019 sedangkan Media masa Online di
52 VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis
https://suaranusantara.com/2019/10/14/virtual-reality-bantu-anak-
berkebutuhan-khusus-terapi-sensori-integrasi/ . dan telah terbit juga
di majalah kampus elektronik Sinergimas Edisi V Mei 2021 dengan
E-ISSN: 2775-877X ITPLN bisa dilihat pada tautan
http://sinergimas.aiotech.id/ serta di dokumentasi pelaksanaan
berbentuk video kegiatan di channel youtube:
https://www.youtube.com/watch?v=JEAdmECsyJ4. Beberapa
Artikel dan program aplikasi yang terdiri dari manual buku dan
software aplikasi telah didaftarkan dilembaga hak kekayaan
intektual indonesia(HAKI).
VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis 53
B BAGIAN IV EPILOG
A IV
G
erdasarkan kegiatan penelitian Peningkatan kompetensi
trafis dalam mengembangkan Media Terapi Sensori
Integrasi bagi Anak autis dengan penerapan teknologi VR
dapat meningkatan kompetensi baik kognitif maupun psikomotorik,
mendukung kegiatan praktikum secara dinamis, animatif dan
interaktif sehingga tidak membosankan dan menarik minat siswa
autis untuk belajar, Pengembangan dan keterampilan ilmu para
trafis sangat dibutuhkan proses pengajaran ke siswa, bertukar
pikiran dan berbagi pengalaman antara trafis dan orang tua siswa
perlu dijalin lebih erat demi menghasilkan siswa yang mandiri.
Bagaimana menguji dan mengevaluasi tingkat keakuratan
sistem sehingga dapat meningkatkan kompetensi trafis dalam
mengembangkan Media Terapi Sensori Integrasi bagi Anak Autis,
menerapkan teknologi VR agar meningkatan kompetensi baik
kognitif maupun psikomotorik, mendukung kegiatan praktikum
secara dinamis, animatif dan interaktif sehingga tidak
membosankan dan menarik minat siswa autis untuk belajar.
54 VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis
DAFTAR PUSTAKA
[1] Koirala, A., Yu, Z., Schiltz, H., Van Hecke, A., Armstrong, B.,
& Zheng, Z. (2021). A Preliminary Exploration of Virtual
Reality-Based Visual and Touch Sensory Processing
Assessment for Adolescents With Autism Spectrum Disorder.
IEEE Transactions on Neural Systems and Rehabilitation
Engineering, 29, 619-628.
[2] Priyatna A. 2010. Amazing Autism, Memahami, Mengasuh,
dan mendidik Anak Autis. Jakarta: Gramedia.
[3] Howlin, P., Rutter, M., Berger, M., Hemsley, R., Hersov, L., &
Yule, W. (1987). Treatment of autistic children. John Wiley &
Sons.
[4] Watling RL, Dietz J. Immediate effect of Ayres’s sensory
integration-based occupational therapy intervention on
children with autism spectrum disorders. Am J Occup Ther
2007;61:574-83
[5] Desiningrum, D. R. (2017).Psikologi anak berkebutuhan
khusus.
[6] Tustin, F. (2021). Autistic states in children. Routledge.
[7] https://www.kajianpustaka.com/2019/03/penelitian-tindakan-
kelas-ptk.html diakses tanggal 17 april 2021
VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis 55
[8] Hopkins, David. 1993. A Teacher's Guide to Classroom
Research. Philadelphia: Open University Press.
[9] https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/gangguan-
perkembangan/apakah-autisme-bisa-disembuhkan/diakses
tanggal 20 april 2021
[10] Baron‐ Cohen, S. (1989). Do autistic children have obsessions
and compulsions?. British journal of clinical psychology,
28(3), 193-200.
[11] Waiman, E., Soedjatmiko, S., Gunardi, H., Sekartini, R., &
Endyarni, B. (2016). Sensori integrasi: Dasar dan efektivitas
terapi. Sari Pediatri, 13(2), 129-36.
[12] Anggraini, R. R. (2013). Persepsi orangtua terhadap anak
berkebutuhan khusus (deskriptif kuantitatif di SDLB N. 20
Nan Balimo Kota Solok). Jurnal Penelitian Pendidikan
Khusus, 2(1).
[13] Abdullah, N. (2013). Mengenal anak autis.Magistra, 25(86),
1.Waiman, E., Soedjatmiko, S., Gunardi, H., Sekartini, R., &
Endyarni, B. (2016).Sensori integrasi: Dasar dan efektivitas
terapi. Sari Pediatri, 13(2), 129-36.
[14] Hazmi, D. F., Tirtayasa, K., & Irfan, M. (2013).Kombinasi
Neuro Developmental Treatment dan Sensory Integration
Lebih Baik daripada Hanya Neuro Developmental Treatmen
Untuk Meningkatkan Keseimbangan Berdiri Anak Down
Syndrome. Jurnal Fisioterapi Volume 13 Nomor 2, Oktober
2013, 8-57.
[15] Jaya, H. (2012). Pengembangan laboratorium virtual untuk
kegiatan paraktikum dan memfasilitasi pendidikan karakter di
SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 2(1).
[16] Kirk, S., Gallagher, J. J., Coleman, M. R., & Anastasiow, N. J.
(2011).Educating exceptional children. Cengage Learning.
56 VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis
[17] Maftuhatin, L. (2014). Evaluasi Pembelajaran Anak
Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kelas Inklusif di SD Plus
Darul'ulum Jombang. Religi: Jurnal Studi Islam, 5(2), 201-227.
[18] Praharsana, A., Herumurti, D., & Hariadi, R. R.
(2017).Penerapan Teknologi Virtual Reality pada Perangkat
Bergerak berbasis Android untuk Mendukung Terapi Fobia
Laba-laba (Arachnophobia). Jurnal Teknik ITS, 6(1), 122-128.
[19] Ramdhani, M. A. (2017). Lingkungan Pendidikan dalam
Implementasi Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan UNIGA,
8(1), 28-37.
[20] Yahya, A., Kurniawan, A., & Samawi, A. (2015).Pengaruh
Terapi Sensori Integrasi Terhadap Kemampuan Motorik Kasar
Berjalan Di Atas Garis Siswa Autis. Jurnal
ORTOPEDAGOGIA, 1(4), 325-329.
[21] Afandi, M. (2013). Teori & Praktik Penelitian Tindakan Kelas.
Semarang : Unissula Pres
[22] https://dilarafislamicschool.sch.id/?page_id=140 diakses pada
tanggal 23 januari 2021
[23] https://www.healthguideinfo.com/autism-treatment/p34090/
diakses tanggal 16 Juni 2021
[24] Parham LD, Cohn ES, Spitzer S, Koomar JA, Miller L, Burke
JP, dkk. Fidelity in sensory integration intervention research.
Am J Occup Ther 2007;61:216-27
[25] Einstein, A., B. Podolsky, and N. Rosen, 1935, “Can quantum-
mechanical description of physical reality be considered
complete?”, Phys. Rev. 47, 777-780.
[26] Lasalvia, A., & Tansella, M. (2009). Childhood trauma and
psychotic disorders: evidence, theoretical perspectives, and
VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis 57
implication for interventions. Epidemiology and Psychiatric
Sciences, 18(4), 277-283.
[27] Milovancevic, M. P., Deusic, S. P., Tosevski, D. L., & Gajic,
S. D. (2009). Mental health care of children and adolescents in
Serbia: past steps and future directions. Epidemiology and
Psychiatric Sciences, 18(3), 262-265.
[28] Faras, H., Al Ateeqi, N., & Tidmarsh, L. (2010). Autism
spectrum disorders. Annals of Saudi medicine, 30(4), 295-300.
[29] Pensiero, S., Fabbro, F., Michieletto, P., Accardo, A., &
Brambilla, P. (2009). Saccadic characteristics in autistic
children.
[30] Parsons, T. D., Rizzo, A. A., Rogers, S., & York, P. (2009).
Virtual reality in paediatric rehabilitation: a review.
Developmental neurorehabilitation, 12(4), 224-238.
[31] Chittaro, L., & Ranon, R. (2007). Web3D technologies in
learning, education and training: Motivations, issues,
opportunities. Computers & Education, 49(1), 3-18.
[32] Vera, L., Campos, R., Herrera, G., & Romero, C. (2007).
Computer graphics applications in the education process of
people with learning difficulties. Computers & Graphics,
31(4), 649-658.
[33] Strickland, D., Marcus, L. M., Mesibov, G. B., & Hogan, K.
(1996). Brief report: Two case studies using virtual reality as a
learning tool for autistic children. Journal of autism and
developmental disorders, 26(6), 651-659.
[34] Parsons, S., Mitchell, P., & Leonard, A. (2005). Do
adolescents with autistic spectrum disorders adhere to social
conventions in virtual environments?. Autism, 9(1), 95-117.
58 VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis
[35] Mitchell, P., Parsons, S., & Leonard, A. (2007). Using virtual
environments for teaching social understanding to 6
adolescents with autistic spectrum disorders. Journal of autism
and developmental disorders, 37(3), 589-600.
[36] Parsons, S., Guldberg, K., MacLeod, A., Jones, G., Prunty, A.
and Balfe, T. (2011), “International review of the evidence on
best practice in educational provision for children on the
autism spectrum”, European Journal of Special Needs
Education, Vol. 26 No. 1, pp. 47-63.
[37] Kandalaft, M.R., Didehbani, N., Krawczyk, D.C., Allen, T.T.
and Chapman, S.B. (2013), “Virtual reality social cognition
training for young adults with high-functioning autism”,
Journal of Autism and Developmental Disorders, Vol. 43 No.
1, pp. 34-44.
[38] Bellani, M., Fornasari, L., Chittaro, L. and Brambilla, P.
(2011), “Virtual reality in autism: state of the art”,
Epidemiology and Psychiatric Sciences, Vol. 20 No. 3, pp.
235-8.
[39] Parsons, S. and Cobb, S. (2011), “State-of-the-art of virtual
reality technologies for children on the autism spectrum”,
European Journal of Special Needs Education, Vol. 26 No. 3,
pp. 355-66
[40] Wallace, S., Parsons, S., Westbury, A., White, K., White, K.
and Bailey, A. (2010), “Sense of presence and a typical social
judgments in immersive virtual environments: responses of
adolescents with autism spectrum disorders”, Autism, Vol. 14
No. 3, pp. 199-213
[41] Parsons, S. and Mitchell, P. (2002), “The potential of virtual
reality in social skills training for people with autistic spectrum
VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis 59
disorders”, Journal of Intellectual Disability Research, Vol. 46
No. 5, pp. 430-43
[42] Didehbani, N., Allen, T., Kandalaft, M., Krawczyk, D. and
Chapman, S. (2016), “Virtual reality social cognition training
for children with high functioning autism”, Computers in
Human Behavior, Vol. 62, pp. 703-11.
[43] Tzanavari, A., Charalambous-Darden, N., Herakleous, K. and
Poullis, C. (2015), “Effectiveness of an Immersive Virtual
Environment (CAVE) for teaching pedestrian crossing to
children with PDD-NOS”, IEEE 15th International Conference
on Advanced Learning Technologies, IEEE, July, pp. 423-7.
[44] Adjorlu, A., Høeg, E.R., Mangano, L. and Serafin, S. (2017),
“Daily living skills training in virtual reality to help children
with autism spectrum disorder in a real shopping scenario”, In
Mixed and Augmented Reality (ISMAR-Adjunct), 2017 IEEE
International Symposium on IEEE, pp. 294-302.
[45] Newbutt, N., Sung, C., Kuo, H.J., Leahy, M.J., Lin, C.C. and
Tong, B. (2016), “Brief report: a pilot study of the use of a
virtual reality headset in autism populations”, Journal of
Autism and Developmental Disorders, Vol. 46 No. 9, pp.
3166-76.
[46] Boucenna, S., Narzisi, A., Tilmont, E., Muratori, F., Pioggia,
G., Cohen, D. and Chetouani, M. (2014), “Interactive
technologies for autistic children: a review”, Cognitive
Computation, Vol. 6 No. 4, pp. 722-40
[47] Newman, F. and Scurry, J.E. (2015), “Higher education and
the digital rapids”, International Higher Education, Vol. 26, pp.
13-14
[48] Cheng, Y., Huang, C.L. and Yang, C.S. (2015), “Using a 3D
immersive virtual environment system to enhance social
60 VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis
understanding and social skills for children with autism
spectrum disorders”, Focus on Autism and Other
Developmental Disabilities, Vol. 30 No. 4, pp. 222-36.
[49] Parsons, T.D., Riva, G., Parsons, S., Mantovani, F., Newbutt,
N., Lin, L. and Hall, T. (2017), “Virtual reality in pediatric
psychology”, Pediatrics, Vol. 140 No. S2, pp. S86-91.
[50] Blascovich, J., Loomis, J., Beall, A.C., Swinth, K.R., Hoyt,
C.L. and Bailenson, J.N. (2002), “Immersive virtual
environment tech
[51] Weiner, B., & Grenier, M. (2020). Sensory Balancing
Strategies for Students with Autism Spectrum Disorder.
Journal of Physical Education, Recreation & Dance, 91(8), 21-
28.
VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis 61
LAMPIRAN – LAMPIRAN
Majalah Elektronik SINERGIMAS Edisi V : Mei 2021
62 VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis
Artikel Media Cetak : koran kotabenteng Tangerang
dicetak tanggal 17 Oktober 2019
Video :https://www.youtube.com/watch?v=JEAdmECsyJ4
VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis 63
Haki - Program Komputer
64 VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis
Surat Pernyataan Observasi
VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis 65
Daftar Hadir Pelatihan/Workshop
66 VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis
Monitoring dan Evaluasi (Monev) dengan Team Peneliti
Monev dengan Team Reviewer Dikti di Universitas
Multimedia Nasional – Tangerang – Banten
Seminar Publikasi Ilmiah - Semarang
VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis 67
TENTANG PENULIS
Profile Penulis 1 : Muhaimin Hasanudin, S.T., M.Kom
Muhaimin Hasanudin telah lulus Strata 1 (S1)
pada program studi Teknik Informatika di
Sekolah Sains dan Teknologi Bandung
(St.Inten) dan menyelesaikan Strata 2 (S2) pada
program studi Magister Ilmu Komputer di
Universitas Budi Luhur Jakarta. Semenjak bulan
september 2016, dosen menjadi pekerjaan utama
dimana sebelumnya bekerja sebagai praktisi
konsultan komputer (IT) dengan jabatan terakhir sebagai Project
Manager. Saat ini menjadi dosen tetap di Departemen Informatika,
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Mercu Buana Jakarta. Selain
mengajar di bangku kuliah, penulis juga melakukan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat. Beberapa hasil penelitian telah di
publikasikan di jurnal dan seminar baik nasional dan internasional
terindex scopus. Selain publikasi ilmiah penulis memuat artikel di
media cetak baik online maupun offline. Penulis sedang belajar
menulis buku buku ilmiah sedangkan Karya dalam bentuk buku
monograf dan buku refferensi. Penulis dapat dihubungi di alamat
email : [email protected]
68 VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis
Profile Penulis 2 : Indrianto, S.Kom., M.T.
Indrianto, S.Kom., M.T., lahir di Jakarta.
Menyelesaikan pendidikan dasar hingga
SMA di Jakarta dan kemudian melanjutkan
studi S1 di STMIK Jakarta jurusan Teknik
Komputer hingga tahun 1999 dan
kemudian melanjutkan pendidikan S2 di
Universitas Gunadarma dan lulus pada
tahun 2004. Pada saatinisedangmenempuh
S3 di universitas gunadarma. Ia juga aktif
sebagai pengawas pekerjaan praktis dan
tesis dalam program sarjana di IT-PLN
Jakarta. Ia juga aktif melakukan beberapa
penelitian yang pada tahun 2013 dan 2014 menerima hibah dosen
pemula dari DIKTI, dan dari tahun 2015 - 2018 mendapatkan hibah
kompetitif untuk penelitian terapan, juga dari DIKTI. Saat ini, ia
aktif menulis di beberapa jurnal terindeks Scopus. Dia menulis
dijurnal terindeks Scopus dan jurnal lokal dan nasional di Teknik
Informatika dengan indeks H-3dan indeks Google Scholar 4. Selain
kegiatan di atas, penulis juga telah melakukan pelatihan aplikasi
komputer bagi pejabat desa untuk wilayah Jakarta Barat. Saat ini,
beliau menjabat sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan
Pengabdian Kepada Masyarakat di IT-PLN Jakarta. Penulis dapat
dihubungi di alamat email : [email protected]
VIRTUAL REALITY Trafi Sensor Integrasi untuk Anak Autis 69