BAHAN AJAR
KLASIFIKASI MATERI
DAN
PEMISAHAN CAMPURAN
MYA RAHMYANI, S.Pd.si
PPG DALAM JABATAN KATEGORI 1 GELOMBANG 2
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2022
KLASIFIKASI MATERI DAN PEMISAHAN CAMPURAN
A. Klasifikasi Materi
Materi adalah objek atau bahan yang dapat menempati ruang dan memiliki
massa. Materi juga sering disebut sebagai suatu zat yang ada di sekitar alam.
1. Berdasarkan Wujud Materi
a. Materi berwujud padat
Materi dengan wujud padat memililki bentuk yang tetap. Partikel materi
berwujud padat saling berdekatan sehingga daya tarik antarpartikelnya
sangat kuat.
b. Materi berwujud cair
Mteri berwujud cair mempunyai karakteristik berubah-ubah mengikuti
wadahnya. Hal ini dikarenakan jarfak antar partikelnya tidak terlalu rapat.
c. Materi berwujud gas
Materi berwujud gas mempunyai bentuk dan volume yang berubah-ubah.
Hal ini dikarenakan jarak antarpartikel materi berwujud gas berjauhan,
tidak tersusun secara teratur dan gaya tarik antar partikelnya sangat
lemah.
2. Berdasarkan Komposisi Materi
a. Zat Tunggal
Zat tunggal adalah zat yang tersusun dari suatu materi yang tiak dapat
diuraikan lagi menjadi zat yang lebih kecil.
1. Unsur
Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi
zat yang lebih sederhana dengan proses kimia biasa. Sebongkah emas
apabila dibagi terus sampai bagian yang terkecil akan menjadi atom
emas. Contoh unsur antara lain yaitu besi, timah, seng, tembaga, dan
nikel.
Unsur di alam dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu unsur logam dan
non-logam. Contoh unsur logam adalah besi, emas, dan seng. Contoh
unsur nonlogam adalah karbon, nitrogen, dan oksigen. Selain itu masih
ada juga unsur yang bersifat semi logam. Berikut ini disajikan beberapa
contoh unsur logam dan nonlogam yang dikenal dalam kehidupan
sehari-hari beserta lambangnya.
Unsur Logam dan Lambangnya
No. Nama Latin Nama Indonesia Lamban
g
1 Aluminium Aluminium Al
2 Aurum Emas Au
3 Argentum Perak Ag
4 Calcium Kalsium Ca
5 Cuprum Tembaga Cu
6 Ferrum Besi Fe
7 Natrium Natrium Na
8 Plumbum Timbal Pb
9 Stannum Timah Sn
Unsur Non Logam dan Lambangnya
No. Nama Latin Nama Lamban
Indonesia g
1 Oxygen Oksigen O
2 Hydrogen Hidrogen H
3 Carbon Karbon C
4 Sulphur Belerang S
5 Phosphorus Fosfor P
6 Nitrogen Nitrogen N
7 Iodium Iodin I
Cara pemberian lambang unsur menurut Berzelius adalah sebagai
berikut:
Setiap unsur dilambangkan dengan satu huruf, yaitu huruf awal dari
nama latinnya.
Huruf awal ditulis dengan huruf kapital atau huruf besar.
Untuk unsur yang memiliki huruf awal sama, diberikan satu huruf
kecil dari nama unsur tersebut. Contoh: Karbon (nama latinnya
Carbon), dilambangkan dengan (C), Kalsium (nama latinnya
Calsium) dilambangkan dengan (Ca).
Unsur-unsur tersebut selanjutnya disusun dalam bentuk sistem periodik
unsur, seperti ditunjukkan pada di bawah ini. Unsur-unsur yang
memiliki sifat yang hampir sama diletakkan dalam satu kolom. Unsur-
unsur logam terletak di bagian kiri bawah (diberi simbol warna biru),
unsur-unsur nonlogam terletak di bagian kanan atas (diberi simbol
warna kuning), sedangkan unsur semilogam (diberi warna cokelat) di
antara warna biru dan kuning.
Perbedaan Unsur Logam dan Non Logam
2. Senyawa
Senyawa terdiri atas dua buah unsur atau lebih. Senyawa merupakan
zat tunggal/murni yang dapat diuraikan menjadi dua atau lebih zat
yang lebih sederhana dengan proses kimia biasa. Misalnya, air yang
memiliki rumus H2O dapat diuraikan menjadi unsur hidrogen (H) dan
oksigen (O).
Senyawa terbentuk melalui proses pencampuran unsur secara kimia.
Sifat suatu senyawa akan berbeda dengan sifat unsur- unsur
penyusunnya. Misalnya, sifat air sebagai senyawa akan berbeda dengan
sifat gas hidrogen dan oksigen sebagai unsur penyusunnya. Pada suhu
kamar air berwujud cair, sedangkan hidrogen dan oksigen, keduanya
berwujud gas. Air dapat digunakan untuk memadamkan api,
sedangkan gas hidrogen merupakan zat yang mudah terbakar dan gas
oksigen merupakan zat yang diperlukan dalam pembakaran.
Contoh Senyawa Sederhana dan Unsur Penyusunnya
b. Campuran
1. Larutan
Larutan yaitu campuran homogen yang komposisi zat penyusunnya
sudah tidak dapat dibedakan lagi. Pada larutan tidak dapat dikenali lagi
antara komponen pelarut dan terlarutnya. Sifat larutan yang stabil
menyebabkan larutan tidak menimbulkan endapan dan tidak dapat
dipisahkan dengan teknik penyaringan (filtrasi).
2. Koloid
Koloid yaitu campuran heterogen yang terbentuk akibat terdispersinya
suatu zat kedalam zat yang lainnya. Dalam system koloid, dikenal fase
terdispersi dan medium pendispersi.
3. Suspensi
Suspensi yaitu campuran yang masih dapat di identifikasi antara zat
penyusunnya karena tidak tercampur secara sempurna. Sifat suspense
yang tidak stabil menyebabkan terbentunya endapan dan dapat
dipisahkan dengan teknik penyaringan.
Perbedaan Sifat Larutan, Koloid dan Suspensi
No. Larutan Koloid Suspensi
1 Campuran homogen, Campuran secara Campuran
tak dapat dibeddakan mikroskopisbersifat heterogen
walaupun homogen tetapi
menggunakan heterogen jika
mikroskop ultra diamati dengan
mikroskop ultra
2 Ukuran partikel < 1 Ukuran partikel 1 Ukuran partikel
nm nm – 100 nm > 100 nm
3 Terdiri atas sau fase Terdiri atas dua Terdiri atas dua
fase fase
4 Campuran stabil, Campuran Campuran tidak
tidak memisah metastabil, suatu stabil, akan
saat akan memisah memisah
5 Tidak dapat di saring Tidak dapat Dapat di saring
dengan kertas ssaring disaring dengan dengan kertas
biasa maupun kertas saring biasa saring biasa
penyaring ultra kecuali dengan
penyaring ultra
6 Berupa dispersi Berupa dispersi Berupa dispersi
molekul padatan padatan
7 Contohnya larutan Contohnya susu, Contohnya
garam, larutan gula, keju, cat, tinta, campuran air
larutan urea, alkohol kabut, awan, dengan pasir,
dan cuka meentega, dan campuran air
sabun dengan kopi
B. Pemisahan Campuran
Prinsip pemisahan campuran didasarkan pada perbedaan sifat-sifat fisis zat
penyusunnya, diantaranya seperti wujud zat, ukuran partikel, titik leleh, titik
didih,dan lain sebagainya.
Berikut ini adalah beberapa metode dalam memisahkan campuran.
a. Filtrasi (Penyaringan)
Filtrasi merupakan proses pemisahan campuran dengan cara memisahkan
material padat dari cairannya dengan melewatkan campuran pada saringan.
Pemanfaatan filtrasi hamper dapat di jumpai dalam kehidupan sehari hari,
diantaranya sebagai berikut:
1) Pembuatan minuman teh
2) Pemakaian masker
3) Filter otomotif, dengan komponennya sebagai berikut:
Filter bahan bakar, berfungsi menyaring bahan bakar dari tangki
yang akan masuk ke karburator ataupun ke injector
Filter oli, berfungsi menyaring oli dari drip pan ke mesin
Filter udara, berfungsi menyaring udara yang akan digunakan dalam
pembakaran di ruang bakar
Filter kabin, berfungsi menyaring udara yang akan masuk ke kabin
mobil
(https://pendidikan.co.id/wp-content/uploads/2019/08/Pengertian-
Filtrasi-Contoh-Tujuan-Manfaat-Metode-dan-Prinsipnya.jpg.webp)
b. Sentrifugasi
Metode jenis ini sering dilakukan sebagai pengganti filtrasi jika partikel
padatan yang terdapat dalam campuran memiliki ukuran sangat halus dan
jumlah campurannya lebih sedikit. Metode sentrifugasi digunakan secara luas
untuk memisahkan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih dari plasma
darah. Dalam hal ini, padatan adalah sel-sel darah merah dan sel-sel darah
putih yang akan mengumpul di dasar tabung reaksi, sedangkan plasma darah
berupa cairan yang berada di bagian atas.
(https://qph.fs.quoracdn.net/main-qimg-
a6f1b96424a20505a66ce673126e4c4)
c. Distilasi (Penyulingan)
Pemisahan campuran dengan cara distilasi (penyulingan) banyak digunakan
dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan industri. Pemisahan
campuran dengan cara penyulingan digunakan untuk memisahkan suatu zat
cair dari campurannya. Prinsip kerjanya didasarkan pada perbedaan titik
didih dari zat cair yang bercampur, sehingga saat menguap setiap zat akan
terpisah.
Pemanfaatan distilasi pada kehidupan, diantaranya sebagai berikut :
1) Proses ekstraksi minyak esensial
2) Proses pemisahan fraksi minyak bumi
3) Produksi akuades
(https://seputarilmu.com/distilasi)
d. Kromatografi
Kromatografi merupakan metode pemisahan campuran yang didasarkan pada
perbedaan kecepatan merambat antara partikel-partikel yang bercampur
dalam suatu medium diam ketika dialiri suatu medium gerak. Pemisahan
campuran dengan cara kromatografi pada umumnya digunakan untuk
mengidentifikasi suatu zat yang berada dalam suatu campuran. Prinsip
kerjanya didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara partikel-
partikel zat yang bercampur dalam suatu medium diam ketika dialiri suatu
medium gerak. Contoh untuk mengidentifikasi kandungan zat tertentu dalam
suatu bahan makanan, mengidentifikasi hasil pertanian yang tercemar oleh
pestisida, dan masih banyak lagi penggunaan pemisahan campuran dalam
kehidupan seharihari dengan menggunakan cara kromatografi. Jenis
kromatografi yang paling banyak digunakan adalah kromatografi kertas. Jenis
kromatografi lain adalah kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas.
(https://www.seputarpengetahuan.co.id/2021/07/kromatografi.html)
e. Sublimasi
Prinsip kerja metode pemisahan campuran dengan cara sublimasi didasarkan
pada campuran zat yang memiliki satu zat yang dapat menyublim (perubahan
wujud padat ke wujud gas) sedangkan zat yang lainnya tidak dapat
menyublim. Contohnya, campuran iodin dengan garam dapat dipisahkan
dengan cara sublimasi (seperti kegiatan yang telah kamu lakukan).
f. Dekantasi
Dekantasi merupakan proses pemisahan campuran yang paling sederhana.
Pemisahan dilakukan dengan cara menuangkan cairan (campuran larutan dan
sedimen) melalu batang pengaduk ke dalam gelas kimia secara perlahan-lahan
sehingga endapan padat (sedimen) akan tertinggal dalam wadah. Proses ini
digunakan dalam pemisahan padatan dan larutan.
Pemanfaatan dekantasi dalam kehidupan, diantaranya sebagai berikut :
1) Penjernihan air
2) Pemisahan gliserol
(https://www.studiobelajar.com/pemisahan-campuran/)
g. Kristalisasi
Kristalisasi merupakan proses pemisahan campuran dengan cara
mengendapkan larutan sampai terbentuk benda padat berupa Kristal-kristal.
Proses pemisahan kristalisasi dalam kehidupan, diantaranya sebagai berikut :
1) Pembuatan garam
2) Pembuatan gula
3) Pembuatan es batu
(https://i0.wp.com/www.amongguru.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_44-
1.jpg?w=764&ssl=1)