Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Tabel 5.1. Simbol-Simbol Komponen Dalam Sistem Tenaga
Contoh Diagram segaris (oneline diagram)
42
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Gambar 5.1. Diagram Segaris Sistem Tenaga Listrik
Data masing-masing komponen:
G1: 20000 KVA, 6,6 KV, X=0,0655 ohm
G2: 10000 KVA, 6,6 KV, X=1,31 ohm
G3: 30000 KVA, 3,81 KV, X=0,1452 ohm
T1 dan T2: masing-masing terdiri dari 3 trafo 1 phasa:
10000KVA, 3,81-38,1 KV, X=14,52 ohm (dinyatakan
terhadap sisi tegangan tinggi)
Transmisi : X=17,4 Ohm
Beban A: 15000 KW, 6,6 KV, Power faktor 0,9 lag.
Beban B: 30000 KW, 3,81KV, Power faktor 0,9 lag.
Gambar Rangkaian Penggantinaya:
43
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Gambar 5.2. Rangkaian Pengganti
5.2. Besaran Per Unit
Besaran dalam system tenaga listrik sudah mempunyai
satuan tertentu, seperti daya aktif satuannya watt, daya semu
satuannya Volt Amper, daya reaktif dalam Volt Amper Reaktif,
impedansi dalam ohm, tegangan dalam Volt, arus dalam amper.
Kita lihat bahwa masing-masing besaran tersebut mempuyai
satuan yang berbeda. Dalam analisis system kita sering
menggunakan satuan per unit dan satuan ini sama untuk semua
jenis besaran apakah itu tegangan, arus, daya maupun impedansi.
Dalam menentukan satuan per unit dari suati niali dasar atau
referensi yang ditentukan untuk masing-masing, misalnya jika
dipakai sebagai tegangan dasar dipilih 120 KV, maka tegangan-
tegangan sebesar 108, 120 dan 126 kV, berturut-turut adalah 0,90,
1,0 dan 1,05 per unit atau bila dinyatakan dengan persentase dapat
ditulis 90, 100 dan 105 %.
Definisi besaran per unit adalah perbandingan dari nilai
atau besaran sebenarnya dengan besaran dasar, secara matematis
dapat dituliskan sebagai berikut:
Besaran Perunit Besaran sebenarnya
Besaran Dasar (dim ensi sama)
Perhitungan dengan menggunakan satuan per unit
mempunyai kelebihan dari metode persentase, karena hasil
perkalian dari dua satuan yang dinyatakan dalam perunit sudah
langsung diperoleh dalam satuan per unit juga., sedangkan hasil
44
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
perkalian dari dua satuan yang dinyatakan dalam persentase
masih harus dibagi dengan 100 untuk mendapatkan hasil dalam
persentase.
Dalam sistem tenaga Listrik dikenal empat besaran dasar,
yaitu:
1. Arus (Ampere)
2. Tegangan (Volt)
3. Daya (Volt-Ampere)
4. Impedansi (Ohm)
Dengan menentukan Besaran Dasar, maka besaran Per
unit dapat dihitung
Dengan menentukan 2 (dua) besaran dasar, besaran dasar
yang lain dapat ditentukan.
Dalam Analisa Sistem Tenaga, Tegangan dasar (KVB) dan
Daya dasar (KVAB) ditentukan, maka besaran dasar yang lain
(Arus dan impedansi) dihitung.
Rumus untuk menentukan Arus Dasar dan Impedansi Dasar:
Arus dasar IB KVAdasar1 ( A)
KV dasar LN
Impedansi Dasar Z B (KV dasar LN )2 x1000 (Ohm)
KVA dasar1
(KV dasar LN )2
MVA dasar 1
Dengan menggunaka n data 3 phasa :
Arus dasar I B KVAdasar 3 ( A)
3.KV d45asar LL
Impedansi Dasar Z B (KV dasar LL)2 x1000 (Ohm)
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
5.3. Mengubah Dasar (Base) Dari Besaran Per Satuan
Pada kasus tertentu komponen system tenaga listrik sudah
mempunyai satuan impedansi dalam per unit. Tentunya kondisi
ini didasarkan pada besaran dasar dari komponen itu sendi.
Setelah komponen tersebut dihubungkan kedalam system, disini
harus ditentukan besaran dasar baru yang berlaku untuk semua
komponen yang terhubung dengan system tenaga listrik tersebut.
Sehingga satuan impedansi dalam per unit harus diperbarui.
Adapun rumus untuk menentukan besaran dasar yang baru sesuai
persamaan berikut:
Zn ( pu) Zo ( KVBo 2 KVABn
pu) KVBn KVABo
Zn = Impedansi (pu) dengan Base Baru
Zo = Impedansi (pu) dengan Base lama
KVBn = Tegangan dasar (KV) Baru
KVBo = Tegangan dasar (KV) lama
KVABn = Daya Dasar (KVA) Baru
KVABo = Daya dasar (KVA) Lama
46
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Latihan
Contoh:
Transformator 1 phasa dengan rating 110/440 V; 2,5 KVA,
reaktansi bocor diukur dari sisi tegangan rendah 0,06 ohm.
Tentukan Harga reaktansi bocor dalam pu.
Penyelesaian:
Impedansi Dasar sisi Tegangan Rendah:
Z B1 0,1102 x1000 4,84 ohm
2,5
Reaktansi Bocor :
X 0,06 0,0124 pu
4,84
Reaktansi Bocor diukur dari sisi tegangan tinggi :
X 0,06 440 2 0,096 ohm
110
Impedansi dasar sisi tegangan tinggi :
ZB2 0,4402 x1000 77,5 ohm
2,5
Reaktansi bocor :
X 0,96 0,0124 pu
77,5
47
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Harga X (reaktansi bocor) dalam satuan pu dilihat dari sisi
tegangan rendah maupun dari sisi tegangan tinggi adalah sama.
48
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
BAB 6. MODEL RANGKAIAN DAN MATRIK
YBUS
Tujuan Instruksional Umum
Mahasiswa memahami rangkaian pengganti dalam bentuk
admitansi dari system tenaga listrik dan bisa menjelaskan matrik
Ybus dari model rangkaian tersebut.
Tujuan Instruksional
- Mahasiswa dapat mengambarkan rangkaian pengganti dalam
bentuk admitansi dari diagram segaris system tenaga lsitrik.
- Mahasiswa dapat menghitung matrik Ybus dari system
tenaga listrik tersebut.
6.1. Model Rangkaian
Langkah-langkah penyelesaian dari sebuah system tenaga
listrik dapat diuraikan sesuai berikut: dari diagram segaris
digambarkan rangkaian penggantinya/representasinya dengan
besaran unsur rangkaian dalam bentuk admitansi. Selanjutnya
dibuat matrik Ybus dan Zbus. Berdasarkan matrik Ybus baru
dilakukan analisa aliran daya dengan metode Gauss-Seidel dan
Newton Raphson. Penyelesaian analisis aliran daya menggunakan
metode iterasi sehingga bantuan program komputer sangat
diperlukan guna mempercepat proses perhitungan. Secara blok
diagram dapat diuraikan sebagai berikut:
49
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
6.2. Perhitungan Matrik Ybus
Diagram segaris system tenaga listrik seperti gambar
berikut:
Diagram segaris tersebut digambarkan rangkaian
penggantinya dalam bentuk admitansi, seperti gambar berikut:
50
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
I1, I2, I3, I4 : adalah arus injeksi pada msing-masing bus.
YLij : adalah admitansi saluran dari bus I ke bus j
Yi0 : adalah pengaruh line charging capasisty dari bus i
ke tanah
Dalam menggambarkan pengaruh line charging capacity
menggunakan rangkaian pengganti saluran transmisi model phi,
jadi:
Y10 Yc12 Yc13
2 2
Y20 Yc21 Yc23
2 2
Y30 Yc31 Yc32 Yc34
2 2 2
Y40 Yc 4 3
2
51
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Pada setiap bus berlaku :
I1 I10 I12 I13
I2 I20 I21 I23
I3 I30 I31 I32 I34
I4 I40 I43
atau :
I1 V1Y10 (V1 V2 )YL12 (V1 V3 )YL13
I2 V2Y20 (V2 V1)YL21 (V2 V3 )YL23
I3 V3Y30 (V3 V1)YL31 (V3 V2 )YL32 (V3 V4 )YL34
I4 V4Y40 (V4 V3 )YL43
atau :
I1 (Y10 YL12 YL13)V1 YL12V2 YL13V3 0V4
I2 YL21V1 (Y20 YL21 YL23)V2 YL23V3 0V4
I3 YL31V1 YL32V2 (Y30 YL31 YL32 YL34 )V3 YL34V4
I4 0V1 0V2 YL34V3 (Y40 YL43)V4
52
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Dalam bentuk matrik :
I1 Y11 Y12 Y13 Y14 V1
Y21 V2
I 2 Y22 Y23 Y24
I 3 YY3411 Y32 Y33 Y34 VV34
I 4 Y42 Y43 Y44
(Matrik Ybus)
Elemen Matrik Ybus
• Elemen diagonal
Y11 =Y10 + YL12 + YL13
Y22 =Y20 + YL21 + YL23
Y33 = Y30 + YL31 + YL32 + YL34
Y44 = Y40 + YL43
• Elemen Off Diagonal
Y12=Y21 =-YL12
Y13=Y31 = -YL13
Y14=Y41 = -YL14
Y23=Y32 = -YL23
Y24=Y42 = -YL24
53
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Matrik Ybus adalah matrik simetris (elemen di atas diagonal
nilainya sama dengan elemen di bawah diagonal
I bus YbusVbus
I1
I bus I 2 arus masuk bus
I 3
I 4
V1
V2
Vbus (tegangan bus thd tanah)
VV34
Latihan
Sebuah diagram segaris system tenaga listrik ditunjukan seperti
gambar berikut:
54
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Dengan data salurannya:
Base system: KVA Base: 20 MVA; KV Base: 20 KV
Hitunglah Matrik Ybusnya!
Penyelesaian:
Saluran 1-6 Ω
Z16 =
ZB = = = 20 Ω
Z16 = =
Yl16 = =
=
=
55
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
=
= 16,393442 – j19,672131 Ω
Saluran 2-3
Z23 =
ZB = = = 20 Ω
Z23 = =
Yl23 = =
=
=
=
= 30,769230 – j 46,153846 Ω
Saluran 2-6
Z26 =
ZB = = = 20 Ω
Z26 = =
56
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Yl26 = =
=
=
=
= 9,873363 – j13,736853 Ω
Saluran 3-4
Z34 =
ZB = = = 20 Ω
Z34 = =
Yl34 = =
=
=
=
= 13,725490 – j 21,568627
57
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Saluran 3-6 Ω
Z36 = Ω
ZB = = = 20 Ω
Z36 = =
Yl36 = =
=
=
=
= 55,081967– j 86,557377
Saluran 4-5
Z45 =
ZB = = = 20 Ω
Z45 = =
Yl45 = =
=
58
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
=
=
= 11,029411 – j18,382352 Ω
Saluran 5-6
Z56 =
ZB = = = 20 Ω
Z56 = =
Yl56 = =
=
=
=
= 10,256410 – j15,384615
59
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Tabel Data Saluran Dalam Bentuk Admitansi
Line, bus G, pu B, pu
to bus
1-6 16,393442 - 19,672131
2-3 30,769230 - 46,153846
2-6 9,873363 - 13,736853
3-4 13,725490 - 21,568627
3-6 55,081967 - 86,557377
4-5 11,029411 - 18,382352
5-6 10,256410 - 15,384615
Elemen Matrik YBus
Y11 = Yl16 = 16,393442 – j19,672131 pu
Y12 = Y21 = -Yl12 = 0 + j0
Y13 = Y31 = -Yl13 = 0 + j0
Y14 = Y41 = -Yl14 = 0 + j0
Y15 = Y51 = -Yl15 = 0 + j0
Y16 = Y61 = -Yl16 = –16,393442 + j19,672131 pu
Y22 = Yl23 + Yl26
= 30,769230 – j46,153846 + 9,873363 – j13,736853
= 40,642593 – j59,890699 pu
Y23 = Y32 = -Yl23 = – 30,769230 + j46,153846 pu
Y24 = Y42 = -Yl24 = 0 + j0
Y25 = Y52 = -Yl25 = 0 + j0
Y26 = Y62 = -Yl26 = – 9,873363 + j13,736853 pu
60
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Y33 = Yl32 + Yl34 + Yl36
= 30,769230 – j46,153846 + 13,725490 – j21,568627 +
55,081967 – j86,557377
= 99,576687 – j154,27985 pu
Y34 = Y43 = -Yl34 = –13,725490 + j21,568627 pu
Y35 = Y53 = -Yl35 = 0 + j0
Y36 = Y63 = -Yl36 = –55,081967 + j86,557377 pu
Y44 = Yl43 + Yl45
= 13,725490 – j21,568627 + 11,029411 – j18,382352
= 24,754901 – j39,950979 pu
Y45 = Y54 = -Yl45 = – 11,029411 + j18,382352 pu
Y46 = Y64 = -Yl46 = 0+j0
Y55 = Yl54 + Yl56
= 11,029411 – j18,382352 + 10,256410 – j15,384615
= 21,285821 – j33,766967 pu
Y56 = Y65 = -Yl56 = – 10,256410 + j15,384615 pu
Y66 = Yl61 + Yl62 + Yl63 + Yl65
= 16,393442 – j19,672131 + 9,873363 – j13,736853 +
55,081967 – j86,557377 + 10,256410 – j15,384615
= 91,605182 – j135,350976 pu
61
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
62
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
BAB 7. PERSAMAAN UMUM ALIRAN DAYA
DAN ANALISIS
ALIRAN DAYA GAUSS-SEIDEL
Tujuan Instruksional Umum
Mahasiswa memahami persamaan umum aliran daya, memahami
analisis aliran daya Gauss-Seidel
Tujuan Instruksional
- Mahasiswa bisa menurunkan persamaan umum aliran daya
dalam bentuk Rectangular, Polar dan Hybrid di setiap bus.
- Mahasiswa tahu tentang klasifikasi dari masing-masing bus.
- Mahasiwa bisa melakukan analisis aliran daya dengan
metode Gauss-Seidel.
7.1. Persamaan Umum Aliran Daya
Terdapat tiga cara untuk menuliskan persmaan daya pada
suatu bus, bisa dinyatakan dalam bentuk Rectangular, Polar
maupun Hybrid. Secara matematis ketiga persamaan daya
tersebut ditulis sesuai persamaan berikut:
63
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Polar Form:
N
Pi Vi . Yij .V j cos(i j ij )
j 1
N
Qi Vi . Yij .V j sin( i j ij )
j 1
Yij Yij ij
Hybrid Form
N
Pi Vi . V j [Gij cos(i j ) Bij sin( i j )]
j 1
N
Qi Vi . V j [Gij sin( i j ) Bij cos(i j )]
j 1
Vi Vi e ji
Vi i
Yij Gij jBij
7.2. Klasifikasi Bus:
1. Slack/Swing Bus
- Terhubung dengan generator
- /V/ dan Ɵ diketahui dan besarnya tetap
- P dan Q dihitung
2. Generator Bus (P-V Bus)
- Terhubung dengan generator
- P dan /V/ diketahui dan besarnya tetap
- Q dan Ɵ dihitung
64
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
3. Load Bus (P-Q Bus)
- Terhubung dengan beban
- P dan Q diketahui dan besarnya tetap
- /V/ dan Ɵ dihitung
7.3. Analisis Aliran Daya Metode Gauss-Seidel
Analisa Aliran Daya, tujuannya:
a. Menghitung tegangan setiap bus
b. Menghitung Aliran daya setiap saluran
Dengan Analisa Aliran Daya digunakan untuk:
a. Apakah sistem masih mampu beroperasi dengan adanya
penambahan beban dan pembangkit.
b. Toleransi jatuh tegangan apakah masih memenuhi syarat
Tahapan untuk melakukan analisis aliran daya metode Gauss-
Seidel dilakukan mengikuti tahapan sebagai berikut:
a. Buat rangkaian pengganti dari diagram segaris dan
nyatakan besaran rangkaian dalam bentuk admitansi
kemudian hitung Matrik Ybus.
Y11 Y12 Y13 Y14
Ybus Y21
Y22 Y23 Y24
Y31 Y32 Y33 Y34
Y41 Y42 Y43 Y44
65
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
b. Pastikan tipe dari semua bus, apakah sebagai Slack bus,
generator bus atau load bus.
c. Buat persamaan tegangan pada semua bus.
Untuk menyelesaikan Aliran daya dengan metode Gauss-
Seidel, terlebih dulu dibuat persamaan aliran daya untuk
semua bus. Penurunan persamaan dilakukan sebagai
berikut:
Vi .I * Pi jQi
i
I * Pi jQi
i Vi
atau :
Ii Pi jQi
Vi*
Bus 1 diposisikan sebagai slack bus, sehingga persamaan
aliran daya diturunkan mulai dari bus 2, jadi i=2, maka:
I2 P2 jQ2
V2*
d. Buat asumsi nilai awal tegangan dan sudut tegangan
(iterasi ke 0) dari load bus.
e. Buat asumsi nilai sawal sudut tegangan dari generaor bus
(iterasi ke 0).
f. Lakukan perhitungan pada iterasi pertama untuk
menghitung tegangan dan sudut tegangan pada semua bus.
Dengan memperhatikan hubungan arus injeksi di bus 2
dengan saluran yang terhubung dengan bus 2, maka
persamaan di atas dapat dituliskan:
66
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
P2 jQ2 Y21V1 Y22.V2 Y23.V3 Y24.V4
V2*
1 P2 jQ2
Y22 V2*
V21
Y21V1 Y22.V2 Y23.V3 Y24.V4
Secara umum untuk menghitung tegangan bus ditunjukan
oleh persamaan:
1 Pk jQk N
Ykk Vk0* Ykn .Vn
Vk 1
n1
g. Lakukan koreksi.
1 Pk jQk N
Ykk Vk1* Ykn .Vn
Vk 1
n1
Koreksi dilakukan dengan menggunakan persamaan
tegangan yang sama, hanya saja pembaginya adalah nilai
tegangan hasil perhitungan yang sudah dilakukan (bukan
harga awal).
h. Setelah dilakukan perhitungan pada semua bus, dilakukan
koreksi nilai absolute perubahan tegangan dengan
menggunakan persamaan:
Vi Vi1 Vi 0
Bila ΔVi toleransi maka proses iterasi selesai
dan bila ΔVi toleransi, dilanjutka n perhitunga n pada
iterasi berikutnya
67
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Bila /ΔVi/ < dari angka toleransi (angka toleransi ditentukan
sendiri) maka proses iterasi selesai, dan bila Bila /ΔVi/ > dari
angka toleransi, perhitungan dilanjutkan pada iterasi ke dua.
Sebelum dilakukan perhitungan iterasi kedua, terlebih dahulu
dilakukan koreksi dengan factor percepatan α (nilai α=1,6).
Koreksi dengan factor percepatan dilakukan dengan
menggunakan persamaan berikut:
Vi1 Vio Vi
Hasil perhitungan setelah dikoreksi dengan factor percepatan
digunakan sebagai harga awal pada perhitungan iterasi yang ke
dua. Demikian seterusnya sampai dipenuhi perubahan tegangan
/ΔVi/ < dari angka toleransi. Jika sayarat ini terpenuhi baru
proses iterasi selesai.
68
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Latihan
Contoh 1:
Dari diagram segaris berikut, lakukan analisis aliran daya
Gauss-Seidel dengan data saluran dan data bus sesuai table
berikut:
Data Saluran R, pu X,pu
Line, bus to bus
0,10 0,40
1-2 0,15 0,60
1-4 0,05 0,20
1-5 0,05 0,20
2-3 0,10 0,40
2-4 0,05 0,20
3-5
69
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Data Bus
Bus P, pu Q, pu V,pu Keterangan
1 ………. ……… 1,02L0o Slack Bus
2 -0,6 -0,3 ……∟ …. Load Bus (induktif)
3 1,0 ……… 1,04 ∟ ….. Generator Bus
4 -0,4 -0,1 …….∟…. Load Bus (induktif)
5 -0,6 -0,2 …….∟…. Load Bus (induktif)
Data Saluran diubah kedalam bentuk admitansi:
Y12 1 1
Z12 0,10 j0,40
1 x 0,10 j0,40
0,10 j0,40 0,10 j0,40
0,10 j0,40 0,10 j0,4
0,01 0,16 0,17
0,588235 j2,352941
70
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Dengan cara yang sama, admitansi saluran seperti ditunjukan
tabel berikut:
Line, bus to bus G, pu B,pu
1-2 0,588235 -2,352941
1-4 0,302157 -1,568627
1-5 1,176471 -4,705882
2-3 1,176471 -4,705882
2-4 0,588235 -2,352941
3-5 1,176471 -4,705882
Perhitungan Matrik Ybus
Elemen Matrik Ybus
Y11 = yl12 + yl14 + yl15
= 0,588235-j2,352941+0,392157-j1,568627+1,176471-
j4,705882 pu
= 2,156863-j8,62745
Y12 = Y21 = -yl12 = -0,588235+j2,352941 pu
Y13 = Y31 = -yl13 = 0 +j0
Y14 = Y41 = -yl14 = -0,302157+j1,568627 pu
Y15 = Y51 = -yl15 = -1,176471+j4,705882 pu
Y22 = yl21 + yl23 + yl24
= 2,352941-j9,411764 pu
71
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Y23 = Y32 = -yl23 = -1,176471+j4,705882 pu
Y24 = Y42 = -yl24 = -0,588235+j2,352941 pu
Y25 = Y52 = -yl25 = 0+j0 pu
Y33 = yl32 + yl34 + yl35
= 2,352941-j9,411764 pu
Y34 = Y43 = - yl34 = 0+j0 pu
Y35 = Y53 = -yl35 = -1,176471+j4,705882 pu
Dst…….
Proses Iterasi
Harga Awal/iterasi ke nol:
V10 1,0200 1,02 j0 (tetap)
V20 1,0000 1,00 j0
V30 1,0400 1,04 j0
V40 1,0000 1,00 j0
V50 1,0000 1,00 j0
72
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Dari persamaan aliran daya, untuk iterasi ke 1 adalah:
Pi jQi Vi* Yij.Vj
Untuk bus 2 :
P2 jQ2 V2* Y21.V1 Y22.V2 Y23.V3 Y24.V4
V21 1 ( P2 jQ2 )
Y22 V2*0 Y21.V10 Y23.V30 Y24.V40
Perhitungan Tegangan di Bus 2:
P2 jQ2 Y21.V1 Y22.V2 Y23.V3 Y24.V4
V20*
V21 1 P2 jQ2
Y22 V20* Y21.V10 Y23.V30 Y24.V40
V21 1 [ 0,6 j0,3 1,02(0,588235 j2,352941
Y22 1,0 j0
1,04(1,176471 j4,705882)
1,0(0,588235 j2,352941)]
1 (0,6 j0,3 2,411764 j9,647058
Y22
1,811764 j9,347058
2,352941 j9,411764
0,980000 j0,052500 pu
73
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Koreksi
V211 ( P2 jQ2 )
Y22 V2*1 Y21.V10 Y23.V30 Y24.V40
V21 1 [ 0,6 j0,3 2,411764 j9,647058]
Y22 0,980000 j0,052500
0,594141 j0,337951 2,411764 j9,647058
2,352941 j9,411764
0,976351 j0,050965 pu
Tegangan di bus 3 (Generator Bus)
N
Pk jQk Vk* Ykn .Vn
n1
Qk I m Vk* N Ykn .Vn
n1
Q3 I m V3* V30.Y33 V21.Y32 V50 .Y35
Im{1,04[1,04(2,352941 j9,411764)
(0,976351 j0,050965)(1,176471 j4,705882)
1,0(1,176471 j4,705882)]}
0,444913 pu
V311 P3 jQ3
Y33 V30* V21.Y32 V50 .Y35
74
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
V31 1 {1,0 j0,444913 [(0,976351 j 0,050965)( 1,176471 j4,705882)
Y33 1,04
(1,0 j0)(1,176471 j4,705882)]}
V31 1 {0,961538 j 0,427801 2,085285 j9,360334}
Y33
V31 3,046823 j9,788135
2,352941 j9,411764
V31 1,054984 j0,059979
Koreksi
V31 V30 .V31
V31
V30 1,04
V31 1,056688
V31 1,04 .(1,054984 j0,059979)
1,056688
V31 1,038322 j0,059032 pu
75
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Tegangan di Bus 4:
V41 1 P4 jQ4
Y44 V4o* Y41.V10 Y42.V21
V41 1 0,4 j0,1 0,392157 j1,568627x1,02 j 0,050965)
Y44 j0
1,0 (0,588235 j2,352941x(0,976351
1 (0,4 j0,1 0,851439 j3,92791)
Y44
0,451439 j3,82791
0,980392 j3,921568
0,946427 j0,116206 pu
Koreksi
V41 1 P4 jQ4
Y44 V41* Y41.V10 Y42.V21
V41 0,980392 1 [ 0,4 j0,1 0,851439 j3,92791]
j3,921568 0,996427 j0,116206
0,032772 j0,104976 pu
76
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Tegangan di Bus 5:
1 P5 jQ5
Y55 V5o*
V51
Y51.V10 Y53.V31
V51 1 0,6 j0,2 1,176471 j4,705882x(1,02 j0) j 0,059032)
Y55 j0
1,0 (1,176471 j4,705882x(1,038322
1 (0,6 j0,2 2,699352 j9,616771)
2,352942 j9,411764
2,099352 j9,416771
2,352942 j9,411764
0,994172 j0,024991pu
Koreksi:
V51 1 P4 jQ4
Y55 V51* Y51.V10 Y53.V31
V51 1 [ 0,6 j0,2 2,699352 j9,616771]
2,352942 j9,411764 0,994172 j0,02499
0,992819 j0,019463 pu
Kemudian dihitung Perubahan tegangan semua bus:
V2 (0,976351 j0,050965) (1,0 j0)
0,023649 j0,050965
0,056178
V4 (0,932772 j0,104976) (1,0 j0)
0,067228 j0,104976
0,059057
77
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
V2 V21 V20
V3 V31 V30
V4 V41 V40
V5 V51 V50
Semua V toleransi (misal 0,0001)
Bila ya proses iterasi selesai (stop)
Bila tidak lanjut ke iterasi kedua
Koreksi Dengan Faktor Percepatan (α=1,6)
Jika /ΔV/ < dari toleransi, berarti iterasi sudah selesai, dan jika
/ΔV/ > dari toleransi berarti lanjut ke iterasi berikutnya, yang
didahului koreksi dengan mempergunakan factor percepatan
α=1,6, dengan cara:
V11 1,02 j0,0 (tetapkarena Slack bus)
V21 V2o V2
(1,0 j0,0) 1,6(0,023649 j0,050965)
0,962161 j0,081544
V31 tetap(generator bus)
V41 V4o V4
(1,0 j0,0) 1,6(0,067228 j0,104976)
0,892435 j0,167961
V51 V5o V5
(1,0 j0,0) 1,6(0,007181 j0,019463)
0,988510 j0,0311408
78
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Nilai tegangan ini digunakan sebagai harga awal untuk
menghitung tegangan bus pada iterasi ke dua. Demikian
seterusnya sampai terpenuhi angka konvergen /ΔV/< toleransi.
Untuk contoh di atas, dengan faktor percepatan 1,6 dan toleransi
0,0001 dibutuhkan perhitungan sebanyak 20 kali iterasi
Contoh ke 2:
Single line diagram system tenaga listrik sebagai berikut :
Diketahui : Impedansi (ohm/km) Panjang Saluran (km)
Data Saluran 0,25 + j 0,3 2
0,2 + j 0,3 1
No Saluran 0,23 + j 0,32 3
1 1-6 0,21 + j 0,33 2
2 2-3 0,25 + j 0,3 1
3 2-6 0,24 + j 0,4 2
4 3-4 0,2 + j 0,3 3
5 3-6
6 4-5
7 5-6
79
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Data Bus
Base system: KVA Base: 20 MVA; KV Base: 20 KV
Saluran 1-6 Ω
Z16 =
= = 20 Ω
ZB =
Z16 = =
Yl16 = =
=
=
=
= 16,393442 – j19,672131
80
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Saluran 2-3 Ω
Z23 =
ZB = = = 20 Ω
Z23 = =
Yl23 = =
=
=
=
= 30,769230 – j 46,153846 Ω
Saluran 2-6
Z26 =
ZB = = = 20 Ω
Z26 = =
81
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Yl26 = =
=
=
=
= 9,873363 – j13,736853
Saluran 3-4 Ω
Z34 =
= = 20 Ω
ZB =
Z34 = =
Yl34 = =
=
=
=
= 13,725490 – j 21,568627
82
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Saluran 3-6 Ω
Z36 = Ω
ZB = = = 20 Ω
Z36 = =
Yl36 = =
=
=
=
= 55,081967– j 86,557377
Saluran 4-5
Z45 =
ZB = = = 20 Ω
Z45 = =
Yl45 = =
83
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
=
=
=
= 11,029411 – j18,382352
Saluran 5-6 Ω
Z56 =
= = 20 Ω
ZB =
Z56 = =
Yl56 = =
=
=
=
= 10,256410 – j15,384615
84
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Berikut Tabel Admitansi:
Line, bus to G, pu B, pu
bus
1-6 16,393442 - 19,672131
2-3 30,769230 - 46,153846
2-6 9,873363 - 13,736853
3-4 13,725490 - 21,568627
3-6 55,081967 - 86,557377
4-5 11,029411 - 18,382352
5-6 10,256410 - 15,384615
Elemen Matrik YBus
Y11 = Yl16 = 16,393442 – j19,672131 pu
Y12 = Y21 = -Yl12 = 0 + j0
Y13 = Y31 = -Yl13 = 0 + j0
Y14 = Y41 = -Yl14 = 0 + j0
Y15 = Y51 = -Yl15 = 0 + j0
Y16 = Y61 = -Yl16 = –16,393442 + j19,672131 pu
Y22 = Yl23 + Yl26
= 30,769230 – j46,153846 + 9,873363 – j13,736853
= 40,642593 – j59,890699 pu
Y23 = Y32 = -Yl23 = – 30,769230 + j46,153846 pu
Y24 = Y42 = -Yl24 = 0 + j0
Y25 = Y52 = -Yl25 = 0 + j0
Y26 = Y62 = -Yl26 = – 9,873363 + j13,736853 pu
85
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Y33 = Yl32 + Yl34 + Yl36
= 30,769230 – j46,153846 + 13,725490 – j21,568627 +
55,081967 – j86,557377
= 99,576687 – j154,27985 pu
Y34 = Y43 = -Yl34 = –13,725490 + j21,568627 pu
Y35 = Y53 = -Yl35 = 0 + j0
Y36 = Y63 = -Yl36 = –55,081967 + j86,557377 pu
Y44 = Yl43 + Yl45
= 13,725490 – j21,568627 + 11,029411 – j18,382352
= 24,754901 – j39,950979 pu
Y45 = Y54 = -Yl45 = – 11,029411 + j18,382352 pu
Y46 = Y64 = -Yl46 = 0+j0
Y55 = Yl54 + Yl56
= 11,029411 – j18,382352 + 10,256410 – j15,384615
= 21,285821 – j33,766967 pu
Y56 = Y65 = -Yl56 = – 10,256410 + j15,384615 pu
Y66 = Yl61 + Yl62 + Yl63 + Yl65
= 16,393442 – j19,672131 + 9,873363 – j13,736853 +
55,081967 – j86,557377 + 10,256410 – j15,384615
= 91,605182 – j135,350976 pu
86
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Matrik YBus
Y11 Y12 Y13 Y14 Y15 Y16
Y21 Y22 Y23 Y24 Y25 Y26
Y31 Y32 Y33 Y34 Y35 Y36
Y41 Y42 Y43 Y44 Y45 Y46
Y51 Y52 Y53 Y54 Y55 Y56
Y61 Y62 Y63 Y64 Y65 Y66
16,393442 – 0 + j0 0 + j0 0 + j0 0 + j0 –16,393442 +
j19,672131 j19,672131
0 + j0 40,642593 – – 30,769230 + 0 + j0 0 + j0
j59,890699 j46,153846 0 + j0 – 9,873363 +
0 + j0 –13,725490 + j13,736853
– 30,769230 + 99,576687 – j21,568627
j46,153846 j154,27985 –55,081967 +
j86,557377
0 + j0 0 + j0 –13,725490 + 24,754901 – – 11,029411 + 0 + j0
j21,568627 j39,950979 j18,382352
0 + j0 0 + j0 0 + j0 – 10,256410 +
– 11,029411 + 21,285821 – j15,384615
–16,393442 + – 9,873363 + –55,081967 + j18,382352 j33,766967 91,605182 –
j19,672131 j13,736853 j86,557377 135,350976
0 + j0 – 10,256410 +
j15,384615
Proses iterasi
Harga awal / iterasi ke nol :
= 1,05∠ =1,05 + j0
= 1,0∠ = 1,0 + j0
= 1,1∠ = 1,1 + j0
= 1,0∠ = 1,0 + j0
= 1,0∠ = 1,0 + j0
= 1,0∠ = 1,0 + j0
87
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Besaran (PU) = 0,75 PU
1. BUS 2
P(PU) =
Q(PU) = = 0,15 PU
2. BUS 3 = 0,75 PU
= 0,9 PU
P(PU) =
3. BUS 4
P(PU) =
Q(PU) = = 0,35 PU
4. BUS 5 = 1 PU
P(PU) =
Q(PU) = = 0,5 PU
5. BUS 6 = 0,9 PU
P(PU) =
Q(PU) = = 0,35 PU
88
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
Aliran Daya untuk Iterasi 1
1. BUS 1 = Slack Bus
2. BUS 2 = Load Bus (P-Q)
V2’ { - (Y23 . V30 + Y26 . V60)
{ – [(-30,769230 +
j46,153846)(1,1)+ (-9,873363 + j13,736853)(1,0)
={
=
=
=1,0841+ j1,0099 pu
89
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
KOREKSI :
V2’ [ - (Y23 . V30 + Y26. V60)
{ – [(-
30,769230 + j46,153846)(1,1)+ }-
(-9,873363 + j13,736853) (1,0)
{
{ ×
}–
{
-
{ }-
90
Buku Ajar Analisa Sistem Tenaga 1
(0,4393– j 0,4191)
=
=
=
=
= 0,0081 + j 0,0082 pu
3. BUS 3 = Generator Bus (P-V)
Nilai Q3 = - Im (V30 (Y32.V2’ + Y34.V40 + Y36.V60 + Y33.V30)
= - Im (1,1 (-30,769230 + j46,153846) (0,0081 + j
0,0082) + (-13,725490 + j21,568627) (1,0) + (-
55,081967 + j86,557377) (1,0) + (99,576687 -
j154,27985) (1,1))
= - Im (1,1 (-0,2492 + j 0,3784) + (-13,7254 + j
21,5686) + (-55,0819 + j86,5573) + (-109,5343 -
j169,7078))
= - Im (1,1 (40,4778 – j61,2035))
= (1,1) (40,4778 – j61,2035)
= 44,5255 – j67,3238
Q3 = 67,3238
Iterasi :
91