The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Lina Miselina, 2023-08-21 05:35:14

LAPORAN BIOLOGI (3) (1)

LAPORAN BIOLOGI (3) (1)

PRAKTIKUM ENZIM KATALASE LAPORAN Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Biologi Oleh: XII MIPA 4 Kelompok 1 1. Zahra Saskia Putri (36) 2. Islamiyah Wahyuningtiyah (16) 3. Lina Miselina (18) 4. Luli Tri Maharani (19) 5. Reza Sebastyan (26) 6. Yus Yunus (35) SMA NEGERI 1 PALIMANAN Jalan K.H. Agus Salim No.128, Pegagan, Kec. Palimanan, Kab. Cirebon Jawa Barat 45161 2023


PENGARUH SUHU DAN PH TERHADAP JUMLAH GELEMBUNG DAN NYALA API HASIL METABOLISME ENZIM KATALASE A. Landasan Teori Enzim didefinisikan sebagai biokatalisator yang berfungsi mempercepat reaksi biologis di dalam tubuh. Dengan adanya enzim, proses reaksi biologis di dalam tubuh terjadi tanpa ikut bereaksi dengan energi (komponen yang akan dipecah oleh enzim). Enzim juga termasuk bagian penting di tubuh manusia. Dikutip dari livescience, enzim merupakan katalis yang sangat selektif. Artinya setiap enzim hanya mempercepat reaksi tertentu. Beberapa enzim mambantu memecah molekul besar menjadi potongan-potongan kecil yang lebih mudah diserap tubuh. Namun ada juga enzim yang membantu mengikat dua molekul menjadi satu untuk menghasilkan molekul baru. Enzim katalase merupakan enzim yang mengkatalisis reaksi dimana energi dan peroksida diurai menjadi air dan oksigen. Senyawa energi dan peroksida ini merupakan salah satu produk uraian dari setiap sel yang menggunakan oksigen sebagai sumber energi dalam proses metabolisme. Enzim katalase ini ada di dalam tubuh tiap organnisme yang menggunakan oksigen. Pada mamalia seperti manusia. B. Rumusan Masalah Bagaimanakah pengaruh suhu dan pH terhadap jumlah gelembung dan nyala api hasil metabolisme Enzim Katalase? C. Tujuan Mengetahui pengaruh suhu dan pH terhadap jumlah gelembung dan nyala api hasil metabolisme Enzim Katalase. D. Hipotesis Kerja Enzim Katalase yang optimal dan sempurna terjadi pada pH dan suhu yang normal.


E. Variabel a) Variabel Bebas • Suhu • pH (KOH, HCL) b) Variabel terikat • Banyaknya gelembung • Percikan api c) Variabel Control • Hati ayam • H2O2 F. Alat Dan Bahan 1) Hati ayam 2) Spirtus 3) Larutan H2O2, HCL, KOH 4) Es batu 5) Air 6) Tisu 7) Korek api 8) Sarung tangan 9) Termometer 10) Pembakar spirtus 11) Pipet tetes 12) Mortar dan alu 13) Kaki tiga dan kasa 14)Beaker glass 15)Rak dan tabung reaksi 16) Penjepit kayu 17) Spatula laboratorium 18) Penggaris 19) Tusuk sate


G. Langkah Kerja a) Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. b) Tumbuk hati ayam sampai halus. c) Masukkan ekstrak hati ayam setinggi 1 cm pada 6 tabung reaksi. d) Pisahkan 6 tabung reaksi tersebut 3 untuk percobaan pH (asam, basa, netral), dan 3 untuk percobaan suhu (panas, dingin, ruang). e) Pada percobaan pH : 1. Tetesi tabung reaksi A dengan 10 tetes H2O2, kemudian amatilah jumlah gelembung yang dihasilkan, setelah itu masukkan bara api ke dalam tabung reaksi, dan amati nyala api yang terjadi. 2. Tetesi tabung reaksi B dengan 10 tetes HCL kemudian diaduk, setelah itu teteskan dengan 10 tetes H2O2, amatilah jumlah gelembung yang dihasilkan, setelah itu masukkan bara api ke dalam tabung reaksi, dan amatilah nyala api yang terjadi. 3. Tetesi tabung reaksi C dengan 10 tetes KOH kemudian diaduk, setelah itu teteslah dengan 10 tetes H2O2, amatilah jumlah gelembung yang dihasilkan, setelah itu masukkan bara api ke dalam tabung reaksi, dan amati nyala api yang terjadi. f) Pada percobaan suhu : 1. Tabung reaksi A yang sebelumnya telah dimasukkan ke dalam freezer selama 10 menit, kemudian ukur suhunya menggunakan termometer, setelah itu teteskan dengan 10 tetes H2O2, kemudian amatilah jumlah gelembung yang dihasilkan, lalu masukkan bara api ke dalam tabung reaksi, dan amatilah nyala api yang terjadi. 2. Tabung reaksi B yang sebelumnya telah dipanaskan pada suhu mendidih selama 10 menit, setelah itu teteskan dengan 10 tetes H2O2, kemudian amatilah jumlah gelembung yang dihasilkan, masukkan bara api ke dalam tabung reaksi, dan amatilah nyala api yang terjadi. 3. Tabung reaksi C diteteskan dengan 10 tetes H2O2, kemudian amatilah jumlah gelembung yang dihasilkan, setelah itu masukkan bara api ke dalam tabung reaksi, dan amati nyala api yang terjadi.


H. Tabel Pengamatan PERLAKUAN KONDISI GELEMBUNG NYALA API PH Ekstrak Hati + 10 tetes H2O2 Netral ++ ++ Ekstrak Hati + 10 tetes HCL + 10 tetes H2O2 Asam - - Ekstrak Hati + 10 tetes KOH + 10 tetes H2O2 Basa ++ +++ PERLAKUAN KONDISI GELEMBUNG NYALA API SUHU Ekstrak Hati + 10 tetes H2O2 Suhu Ruang (26-30℃) ++++ ++++ Ekstrak Hati + 10 tetes H2O2 Suhu Panas (100℃) - - Ekstrak Hati + 10 tetes H2O2 Suhu Dingin (3℃) ++ ++++ Keterangan : + jika sedikit gelembung/nyala api ++ jika sedang gelembung/nyala api +++ jika banyak gelembung/nyala api ++++ jika banyak sekali gelembung/nyala api - Jika tidak ada gelembung/nyala api


I. Grafik 0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 Asam Basa Netral PH Gelembung Nyala api 0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5 Ruang Panas Dingin SUHU Gelembung Nyala api


J. Pembahasan Dalam Percobaan yang dilakukan membuktikan bahwa kinerja enzim katalase yang terdapat dalam hati ayam dapat dipengaruhi oleh suhu dan tingkat keasaman (pH). 1) Derajat Keasaman (ph) Enzim menjadi nonaktif jika diperlakukan pada asam dan basa yang sangat kuat. Sebagian besar enzim bekerja paling efektif pada kisaran pH lingkungan yang sedikit sempit (pH=+7). Di pH optimal, kenaikan atau penurunan pH menyebabkan penurunan aktivitas enzim dengan cepat. 2) Suhu Enzim menjadi rusak bila suhunya terlalu tinggi atau rendah. Hal ini disebabkan karena enzim memiliki sifat termolabil (tidak tahan panas). Protein akan mengental atau mengalami koagulasi bila suhunya terlalu tinggi (panas). Peningkatan suhu diatas suhu optimum menyebabkan putusnya ikatan hydrogen dan ikatan lain yang merangkai molekul enzim, sehingga enzim mengalami denaturasi. Denaturasi adalah rusaknya bentuk tiga dimensi enzim yang menyebabkan enzim tidak dapat lagi berikatan dengan substratnya. K. Kesimpulan Enzim Katalase dapat bekerja secara optimal di suhu ruang dan PH netral. Kinerja enzim Katalase dapat terhambat apabila di suhu rendah atau di PH basa, enzim Katalase juga akan rusak apabila berada di suhu tinggi dan PH asam.


Daftar Pustaka Campbell, N. A., J. B. Reece, & L. G. Mitchell. 2003. Biologi. Edisi ke-5. Terj. dari Biology, 5th ed. olch Manalu, W. Jakarta: Penerbit Erlangga. Biology Online http://www.biology-online.org/


Lampiran


Dokumentasi


Click to View FlipBook Version