Hai Sobat Bolang! Aku Lucy, salam kenal ya.... Selamat Datang di Edisi #1 Si Bolang Sanurian! Kirakira.... di edisi pertama ini mau bahas apasih? Yuk kita jelajahi majalah Si Bolang Sanurian! GABRIELLA MICHELLE BUDOJO 83 / 14 GABRIELLA MICHELLE BUDOJO 83 / 14 Hai Sobat Bolang! Saya, penulis, penerbit, dan desainer Si Bolang Sanurian hanya ingin mengucapkan, terima kasih atas dukungannya sudah membaca Majalah SBS. Majalah ini menceritakan tentang misi- misi dan petualangan para Sanurians, yang gemar berpetualang. Harap ditunggu ya edisi berikutnya, selamat membaca, Sobat Bolang!
Pembukaan Hal 1 - 2 1 Wawancara IL Agama Tokoh Inspiratif Hal 3 - 4 Kunjungan Mini 2Museum Hal 5-6 3 Holiday Story IL B Inggris Hal 9 - 10 Semarang, Kota 4Atlas Penuh dengan Keunikan Artikel IL IPS hal 11 - 13 5 Sego Wiwit Artikel IL PKN Hal 14-15 6
Tokoh Inspiratif Wawancara IL Agama Michelle 83/14 Ibu Agatha Mbasa, biasa dipanggil mba Echan, adalah seorang asisten rumah tangga di rumah saya. Ia berumur 37 tahun yang lahir pada tanggal 24 Juli 2023. Ia berasal dari Manggarai Timur, NTT. Sekarang tinggal di Jakarta karena pekerjaannya. Mba echan memiliki hobi bermain voli dan merajut. Mba Echan merupakan seorang yang gemar membantu, tidak hanya dalam bidang rumah tangga. Ia sering bercerita mengenai kehidupannya di desanya, masa kecilnya, dsb. Mba Echan juga memiliki kemampuan olahraga; seperti badminton, voli, lompat tali, dll. Meskipun semua kesulitannya dulu di desa, dia selalu tersenyum dan berusaha untuk melakukan pekerjaannya dengan totalitas. Seperti yang disebut sebelumnya, Mba Echan sangat gemar bercerita kepada teman-teman dan kerabatkerabatnya. Saat ditanya, “Apa cerita yang menarik yang pernah dialami Mba Echan selama Mba Echan bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga?” Mba Echan dengan cepat dan dengan senang hati bercerita mengenai liburannya pada tahun 2009. Mba Echan bersama mantan majikannya sedang berada di Ancol untuk menikmati liburannya. Mereka mengelilingi Ancol dengan mobil yang dikendarai oleh anak mantan majikannya, yang masih belum terlalu lancar mengendarai mobil. Di sana, mantan majikannya tidak sengaja menabrak trotoar jalanan dan disitulah mobil terbalik. Mba Echan berada di posisi kepala ke bawah dan kaki ke atas tentu panik. Asap keluar dari mobil, tetapi pada akhirnya ada seorang yang membantu membukakan mobil. Puji Tuhan, tidak ada yang lecet pun dan semua selamat.
Tokoh Inspiratif Wawancara IL Agama Seiring berjalannya cerita, Mba Echan juga bercerita mengenai mottonya yang membantunya melalui peristiwa yang seram itu. “Motto hidupku, diambil dari Mazmur 27 ayat 1, yang berbunyi Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” sebut Mba Echan. Mba Echan juga memiliki motto hidup kedua yaitu “Ora et Labora” , yang berarti berdoa sambil bekerja. Ia menjelaskan bahwa jika hanya berdoa dan meminta tapi tidak ada aksi dan diam doang, hasil tidak akan muncul. Jika berdoa dan juga bergerak dan beraksi, Tuhan akan mengijinkan dan melancarkan segala pekerjaan kita. Mba Echan juga bercerita sebuah peristiwa dimana dia merasa dia bisa menginspirasi dan membantu orang lain yang sedang merasa putus asa. Dalam hidup mba Echan, peristiwa yang menurut mba Echan dapat menginspirasi orang lain adalah pada saat anaknya meninggal. Di momen ini, Ia merasa sangat putus asa. Ia bercerita bahwa ada orang yang mengalami pengalaman yang sama; dan Ia berkata, “Kita harus berdamai dengan diri sendiri, masa lalu, dan keadaan. Dengan mengampuni, kami akan merasa lebih damai, senang, dan lega.” Ia juga sempat berkata bahwa ada masih banyak orang di luar sana yang mengalami peristiwa-peristiwa yang jauh lebih menyakitkan.
Pada tahun 1855, 7 suster Ursulin melakukan perjalanan dari Sittard, Belanda ke Batavia (Jakarta) selama 140 hari. Mereka tiba dengan aman pada tanggal 7 Februari 1856, meskipun Suster Emmanuel Haris meninggal akibat sakit selama perjalanan. Para suster tetap giat dalam memberikan pendidikan bagi anak perempuan, mulai dari Volkshool (Sekolah Rakyat) hingga saat mereka melebarkan sayapnya melalui pembangunan biara, kapel, asrama, dan sekolah pada tahun 1889. Pada tahun 1904, sekolah menengah Prinses Juliana dibuka, yang menjadi cikal bakal dari SMA Santa Ursula. KUNJUNGAN MUSEUM MINI PERJALANAN 165TH SEKOLAH SANTA URSULA JAKARTA Saya di sekolah ini berperan sebagai seorang siswi yang ingin memperkaya ilmu pendidikan dan sosial saya pribadi. Saya juga merupakan anggota OSIS bagian Sie Wirausaha, yang sepenuhnya ingin berkontribusi dalam mengembangkan SMP Santa Ursula Jakarta. Saya di sekolah ini juga berperan sebagai teman bagi teman-teman yang lain, yang saling membantu. Saya juga pernah berperan sebagai panitia di saat SANUR DAY dan saat PENSI. Saya yakin kita semua memiliki peran masing-masing yang sudah dilakukan dengan maksimal. PERANKU BAGI SEKOLAH INI? MICHELLE 83/14 MICHELLE 83/14
Untuk memajukan sekolah ini, saya ingin lebih aktif dalam berpartisipasi dalam program-program sekolah dan lombalomba di luar sekolah. Saya ingin meningkatkan nama baik Santa Ursula Jakarta dengan bakat-bakat saya sendiri. Saya juga ingin menjadi contoh yang baik yang mencerminkan hal-hal yang saya pelajari selama bersekolah di sekolah ini. Saya harap saya dapat menjadi orang sukses kedepannya dan bangga menjadi murid Santa Ursula Jakarta. KUNJUNGAN MUSEUM MINI HARAPAN YANG DAPATKU LAKUKAN DEMI MEMAJUKAN SEKOLAH Menurut saya, di masa depan, sekolah ini akan semakin maju. Sekolah ini sudah memiliki prestasi yang bagus dan image yang luar biasa. Sekolah Santa Ursula menurut saya merupakan sekolah yang memiliki kepedulian yang luar biasa terhadap perkembangan zaman. Seperti adanya Mesin Tukar Botol (PlasticPay) yang memiliki banyak aspek dan dampak positif. Pastinya seiring berjalannya zaman, sekolah ini semakin menjadi sekolah yang berwawasan global dan berbasis teknologi. IMAJINASI SEKOLAH INI DI MASA DEPAN
THIS happened After the series of events that happened during the end of the semester, me and my family had a chance to go on a trip. I went on a trip with my big family, with a total of 13 people. We went to Singapore for 2 days, and after that for 5 days we went on a cruise trip across Singapore, Port Klang, Penang, and Phuket. The cruise gives us around a whole day to explore the places we land on, and the thing that was the most memorable time for me was when we went to Phuket. We arrived at Phuket on 22 December 2023, and it was a really refreshing experience. I got to eat lots of food and went to many new places. Once we arrived, we tried to find a tour guide because it’s quite hard to travel independently in a big group, especially with kids. We rented a tour guide, and it already included renting a minivan for transportation. Before starting our journey, we were briefed by our tour guide. First, we went to an elephant sanctuary, where we could feed and ride elephants. If I’m being honest, the tickets to ride the elephant were quite expensive, but thanks to my aunt’s bargaining skills, we were able to take it down quite far. Me, my mom, my brother, my grandma, my cousin, and my uncle all wanted to ride on an elephant. Me and my mom paired and rode on the same elephant. It was around a 20 minute stroll around a hill. At first, It was quite shaky and scary. It was shaking left and right and it felt like we were going to fall every second. I was so terrified, especially when the guide left us all alone, but at least he still gave orders to the elephant. The elephant was quite smart and listened to the guide’s orders. It also knows its way around the hill. This was a really exhilarating and unforgettable experience.
Next, we went to a place called The Big Buddha. This place is a temple but it’s also a quite popular tourist attraction. This place is located on a mountain with an amazing view. Lots of tourists visit this place to see a large Buddha statue. In the entrance, people wearing crop tops, short above the knee, and tank tops are asked to buy and use a shawl or pants to cover up the revealed parts. Since I was wearing shorts that’s long enough, I wasn’t asked to buy a shawl / pants. This place has a very beautiful scenery of the whole city and ocean. The statue of the Buddha itself is at the very top, so we have to climb a lot of stairs. Since I’m traveling with 2 children, 1 baby, and 2 elders, we decided not to climb up. We also decided not to climb the stairs because we were super tired and it was so hot. All we did was take a couple of photos together and enjoyed the beautiful view of Phuket island. I’m so grateful to have gotten a chance to travel to a few countries with my big family. It was such a great experience and I wished that it would’ve lasted longer. I had lots of fun spending time with my family while getting to explore new places. This trip was one of the best trips I’ve ever experienced. It was so memorable, and I can’t wait to do something like this again with my family.
Semarang merupakan sebuah kota yang indah di Jawa Tengah. Dengan letak geografis 6°50 - 7°10 LS dan garis 109°35 - 110°50 BT. Ia berada di iklim tropis; musim kemarau dari bulan April - September, dan musim penghujan antara bulan Oktober - Maret. Semarang memiliki suhu udara berkisar antara 30° - 40° Celcius, rata-rata 27° Celcius. Curah hujan Semarang tahunan rata-rata 2790mm, dengan kelembaban udara tahunan 77%. Semarang memiliki jenis tanah aluvial (paling mendominasi), asosiasi aluvial kelabu, gerosol, grumosol, latosol coklat, latosol coklat kemerahan, dan mediteran coklat tua. Semarang terdiri atas macam topografi; ada pantai, dataran rendah, dan perbukitan. Kawasan pantai di bagian Utara berbatasan dengan Laut Jawa, dengan kemiringan 0%-2%. Daerah dataran rendah di kawasan bagian Tengah, dengan kemiringan 2% - 15%. Daerah perbukitan di bagian Selatan memiliki kemiringan 15% - 40%, dan beberapa lainnya di atas 40%. Kondisi geografis Semarang yaitu dekat pantai, memiliki hal positif yaitu, Semarang memiliki banyak pelabuhan. Salah satu pelabuhan Semarang yang terkenal adalah Tanjung Emas. Pelabuhan ini berfungsi sebagai pusat kegiatan pelayaran dan perdagangan di wilayah Jawa Tengah, dengan kapasitasnya yang melayani berbagai jenis kapal. Mulai dari kargo, kapal penumpang, dan kapal pesiar. Pelabuhan ini merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia lho..! SEMARANG, KOTA ATLAS PENUH DENGAN KEUNIKAN SEMARANG, KOTA ATLAS PENUH DENGAN KEUNIKAN Kota Atlas, Kota yang aman, tertib, lancar, dan sehat; inilah Semarang. Kota yang memiliki arsitektur dan bangunan indah dan bersejarah, pelabuhan besar dan ramai, kuliner yang lezat, dan tentunya tradisi yang sangat kental. Dengan luas 373,70 km², 16 kecamatan, dan 117 kelurahan, yang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah. Kota yang terus berkembang, dengan fasilitas memadai seperti pelabuhan, pendidikan, kesehatan, kawasan bisnis, pariwisata, dll. Dengan variasi dan ragam penduduk, dari berbagai etnis dan keturunan, berbagai tujuan, berbagai agama, dan berbagai mata pencaharian. Kota yang menjunjung tinggi toleransi kehidupan umat beragama dan kedamaian…. inilah Semarang!
Di Semarang, berdasarkan BPS Kota Semarang Tahun 2009, mata pencaharian penduduk Kota Semarang pada tahun 2009 adalah buruh industri (27,76%), PNS / ABRI (14,11%), pedagang (11,92%), buruh bangunan (1,80%), pengusaha (8,52%), pensiunan (5,33%), petani (4,27%), transportasi (3,60%), buruh tani (3,05%), nelayan (0,40%), dan lainnya (12,24%). Ada juga pegawai pemerintah, pekerja pabrik, perdagangan / jasa, pariwisata, dan kuliner. Semarang memiliki banyak tempat-tempat pariwisata dan kuliner. Pertama, ada Lawang Sewu. Tempat wisata ini sangat terkenal dan ikonik. Gedung ini merupakan bekas kantor pusat Perusahaan Kereta Hindia Belanda, yang juga sempat dijadikan kantor Djawatan Kereta Api Republik Indonesia dan Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer. Sekarang, Lawang Sewu merupakan sebuah museum dan tempat wisata di Semarang yang paling populer. Ada juga Klenteng Sam Poo Kong, yang merupakan klenteng tertua di Semarang. Dikenal sebagai bekas tempat pendaratan dan persinggahan pertama Laksamana Cheng Ho asal Tiongkok yang beragama Islam. Klenteng ini menjadi tempat wisata yang sangat terkenal dan juga banyak festival dan acara keagamaan digelar di area klenteng. Banyak objek dan tempat wisata lainnya, seperti Kota Lama Semarang, Pagoda, Brown Canyon Semarang, Kampung Batik, dsb. Angka kemiskinan tidak akan lepas dari salah satu masalah terbesar di Semarang. Sejak Covid-19, kemiskinan banyak dipengaruhi dan naik di daerah-daerah Indonesia. Di Kota Semarang, sebelum 2019, angka kemiskinan sempat mencapai 3,9%, dan menjadi 4,5% setelah 2019. Pada tahun 2023, berdasarkan BPS Kota Semarang, tingkat kemiskinan di Kota Semarang ada pada 4,23%. Pemerintah Kota / Pemkot Semarang sudah menyiapkan program untuk menangani kemiskinan itu yang sesuai dengan kekurangan-kekurangannya. Untuk anak-anak yang kurang dalam sektor pendidikan maka akan difasilitasi akses pendidikan. Untuk yang membutuhkan tempat tinggal maka akan diupayakan untuk pengadaan tempat tinggal melalui dana CSR dari BUMD. Beberapa kelurahan yang masih memiliki masyarakat tingkat kemiskinan ekstrim antara lain Kelurahan Tanjungmas, Bandarharjo, dan Jomplang. Tentu banyak permasalahan muncul karena faktor kemiskinan ini, terutama di daerah-daerah perkotaan. Di Semarang sendiri, salah satu masalah yang muncul karena kemiskinan adalah adanya anak jalanan. Hal ini merupakan hal yang cukup serius dan sudah ditangani pemerintah. Masalah ini juga ditangani oleh RPSA (Rumah Perlindungan Sosial Anak). Di kota Semarang, ada 3 RPSA yang bekerjasama dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah yaitu RPSA Mutiara, Anak Bangsa, dan Tunas Harapan. Upaya yang mereka lakukan adalah memberikan beasiswa dan juga pelatihan kewirausahaan. Namun demikian belum semua anak jalanan di Semarang dapat ditangani.
Wilayah Semarang telah menunjukkan perkembangan pembangunan yang pesat. Seiring pertumbuhan kota, penduduknya pun bertumbuh. Di antara 16 kecamatan di Semarang, Kecamatan Semarang Utara tergolong daerah padat penduduk. Beberapa kelurahan sering dilanda banjir genangan, karena letaknya dekat dengan pantai dan juga muara sungai-sungai besar Semarang. Pemerintah Kota Semarang sudah melakukan upaya untuk menangani bencana ini, dengan membangun kanal air, sebagai pengendali banjir Kota Semarang. Namun, kapasitas kedua kanal tersebut mulai berkurang. Hal ini karena tingginya sedimentasi, pemanfaatan ruang sungai yang tidak tepat, serta penumpukan sampah di badan sungai. Jadi, Semarang merupakan kota penuh dengan keunikan dan keindahan bukan? Gak cuman itu, Semarang juga memiliki kuliner yang lezat, seperti lumpia Semarang yang terkenal, dan juga wingko babat. Tidak diragukan lagi, tempat-tempat wisatanya juga gak kalah keren. Semarang juga memiliki keunggulan dalam bidang ekonomi, karena dengan adanya pelabuhan besar dan gampang diakses, banyak perdagangan melalui Semarang. Kampung Batik Old Town Semarang Kota Semarang
WAWANCARA Kesehatan Bapak Alif, 43 thn Seorang pemilik warung dekat rumah Bapak Alif, 43 thn Seorang pemilik warung dekat rumah Saat ditanya mengenai kesehatan bapak sekarang, Ia dengan teguh dan percaya diri menjawab, “Oh pasti dong! Sehat jasmani.... dan juga rohani.” “Apakah bapak dalam melakukan pekerjaan sedang dalam kondisi sehat?” “Apakah bapak dalam melakukan pekerjaan sedang dalam kondisi sehat?” Ia diam sebentar dan menjawab, “Kesehatan ya nomor 1! Orang sehat bisa apa saja, tapi orang sakit duit banyak, ya buat apa? Tidak bisa dinikmati. “ “bagi bapak, apa itu kesehatan?” “bagi bapak, apa itu kesehatan?” Pak Alif tidak mengkonsumsi vitamin. Ia hanya istirahat dan makan yang cukup, dan menurut dia sudah cukup sekali. “Apakah bapak mengkonsumsi vitamin?” “Apakah bapak mengkonsumsi vitamin?” “Oh iya dong, saya punya... sangat membantu sekali itu BPJS. Jadi, kalau berobat lebih ringan, dari segi operasi, pengobatan, dan yang lainnya. Intinya gratis...” Bapak .. menjawabnya seperti itu. “Apakah bapak memiliki bpjs? apakah membantu?” “Apakah bapak memiliki bpjs? apakah membantu?” KATA-KATA DARI PAK Alif : “SEHAT itu MAHAL!” Tanggapanku?? Semua orang memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai kesehatan tentunya. Saya lumayan setuju dengan Pak ...., karena memang benar, sehat itu mahal. Mari kita menjaga kesehatan kita bersama-sama!
Sego Wiwit memiliki sebuah arti Nasi Wiwit (mengawali), yang dibuat untuk mengawali masa panen. Hal ini sudah dilakukan secara turun temurun, khususnya para petani. Prosesi ini merupakan bentuk rasa syukur agar petani dikaruniai hasil panen yang melimpah, subur, dan tanaman yang tidak diganggu hama. Tradisi ini pun masih terjaga hingga saat ini, namun sudah jarang seiring berkembangnya zaman. Sego Wiwit biasa berbentuk tumpeng, terdiri dari nasi uduk, ayam panggang, aneka sayuran rebus (urap sayur), telur rebus, ikan asin, dan sambel gepeng (Dari kacang kedelai / tholo). Sego Wiwit akan disajikan di atas tampah, yang telah dilapisi daun pisang. Sajian sego wiwit akan dimakan bersama-sama dengan warna setelah selesai ritual wiwitan. Pada dasarnya tradisi wiwitan merupakan upacara ritual tradisional komunitas Jawa sebelum melakukan panen padi. Kata Wiwitan sendiri berasal dari kata wiwit dalam bahasa Jawa, berarti mengawali. Adapun yang dimaksud dengan mengawali di sini adalah mengawali kegiatan bercocok tanam padi. Dalam tradisi yang dilakukan oleh sebagian besar para petani ini, juga mengandung tujuan lain, yaitu bahwa dengan mereka berkumpul dan menyelenggarakan tradisi upacara Wiwitan bersama, ikatan emosional dalam wujud solidaritas dapat terbangun.
telahMEMBACA