JURNAL
REFLEKSI
MINGGU KE - 24
MODEL 4F
Dalam membuat jurnal refleksi minggu ke-24
ini, saya menggunakan model 4F (fact, feeling,
finding, future). Model 4F merupakan model
refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger
Greenaway. Model refleksi 4F dapat
diterjemahkan menjadi 4P (Peristiwa,
Perasaan, Pembelajaran, dan Penerapan)
Fact
(Peristiwa)
Pada minggu ke-24 ini beberapa kegiatan yang dilaksanakan diantaranya adalah:
1.Ruang Kolaborasi Pengelolaan Program Yang Berdampak Pada Murid, dimana kami
bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan sebuah program atau kegiatan
sekolah yang dirancang untuk mendorong suara, pilihan, dan kepemilikan murid.
2.Presentasi kelompok dilaksanakan untuk menyampaikan ide program yang
berdampak pada murid, selanjutnya dilakukan tanya jawab dari kelompok lainnya.
3.Refleksi terbimbing dengan menjawab beberapa pertanyaan dalam rangka
melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilewati, dan apa yang
harus dipertimbangkan dalam menyusun program yang berdampak pada murid
4.Demonstrasi Kontekstual dengan menyusun rumusan prakarsa perubahan untuk
diterapkan di sekolah. Kemudian menggunakan kerangka BAGJA dengan menyusun
pertanyaan-pertanyaan dan apa yang harus dilakukan setiap tahapan
Feeling
(Perasaan)
Setelah mengikuti materi ini saya merasa bersyukur bisa belajar dan
berbagi melalui pendidikan guru penggerak sampai hari ini.
Saya juga merasa bangga bisa memberikan ide-ide untuk
pengembangan sekolah dan komunitas menjadi lebih baik
Saya merasa bahagia bisa berdiskusi dan menerima ilmu dari rekan-
rekan CGP dan Fasilitator yang hebat
Ada ras sedih juga karena pada modul akhir ini menandakan kegiatan
dan kebersamaan yang selama ini terjalin akan segera berakhir
Selama pendidikan guru penggerak ini banyak suka yang saya rasakan
karena bisa bertemu dengan guru-guru hebat dan mendapatkan
tambahan ilmu dan pengalaman berharga. Dukanya selama mengikuti
kegiatan ini adalah terkadang sulit mengatur waktu sehingga tugas-
tugas jadi terlambat.
Findings (Pembelajaran)
Mampu mengembangkan ide menjadi sebuah prakarsa
perubahan dalam bentuk rencana program sekolah yang
memanfaatkan seluruh aset yang dimiliki sekolah dalam
model manajemen perubahan BAGJA dalam pengelolaan
program sekolah yang berdampak pada murid
Menentukan strategi memilih bentuk program yang efektif
dan sesuai dengan kebutuhan aspek-aspek dalam
pengembangan program.
Pengelolaan program yang berdampak pada murid dalam
bentuk program sekolah yang sederhana yang bisa dilakukan
oleh murid dengan bimbingan guru
Future (Penerapan)
Saya akan mencoba untuk membuat sebuah
program yang berdampak pada murid dengan
memperhatikan aspek suara, pilihan, serta
kepemilikan murid. Sebelumnya saya akan
memetakan aset apa yang dapat dimanfaatkan
dalam melaksanakan program. Kemudian saya
akan membuat perencanaan program dengan
menggunakan tahapan BAGJA.
Menerapkan manajemen resiko dan mengelola
resiko menjadi sebuah potensi yang berorientasi
pada pembelajaran murid.
Selanjutnya adalah melakukan monitoring dan
evaluasi pelaksanaan program
Terima Kasih
"Salam dan Bahagia"
ERNO
CGP Angkatan 4
Kabupaten Karangasem