JURNAL REFLEKSI
MINGGU -14
MODEL
DRISCOLL
CGP ANGKATAN 4
KABUPATEN KARANGASEM
WHAT
Pada Minggu ke 14 ini saya sesi Elaborasi Pemahaman tentang Pembelajaran Sosial
Emosional bersama instruktur Aquila Carol Adimurti, dimana beliau membagikan
pemaparan dan berbagi pengalaman dalam menerapkan Pembelajaran Sosial Emosional
di sekolah, juga kita diajak melakukan latihan kesadaran penuh (mindfulness) melalui teknik
STOP.
Kegiatan selanjutnya yang saya lakukan adalah membuat koneksi antar materi antara
Pembelajaran Sosial Emosional dan Pembelajaran Berdiferensiasi yang sudah didapatkan
sebelumnya.
Kemudian membuat RPP untuk selanjutnya akan dipraktikkan dalam bentuk Aksi Nyata
pembelajaran di kelas yang berisi penerapan Pembelajaran Sosial Emosional yang
dipadukan dengan pembelajaran berdiferensisasi sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.
Mengawali Modul 2.3 dalam tahap mulai dari diri, saya diminta menjawab bebrapa
pertanyaan untuk megetahui sejauh mana pemahaman awal tentang konsep Coaching
SO WHAT
Saya merasa sangat senang karena bisa mendapatkan tambahan pengetahuan tentang
Pembelajaran Sosial Emosional dari pemaparan materi dan sharing pengalaman oleh
instruktur serta dari pendalaman materi berdasarkan tanggapan dan pertanyaan dari
rekan CGP.
Dari peembelajaran ini saya menjadi lebih paham tentang strategi pelaksaan Pembelajaran
Sosial Emosional di kelas bersama murid, saya jadi paham bahwa penyiapan secara fisik dan
psikis juga akan berpengaruh pada kesuksesan proses belajar mengajar di kelas.
Dalam proses intraksi akan sering bertemu suatu permasalahan, dan penerapan kompetensi
sosial emosional menjadi salah satu cara dalam menghadapi dan menyelesaikan
permasalahan.
Dari tahap Mulai Dari Diri saya tertarik dengan istilah Coaching, dan ingin mengetahui lebih
dalam mengenai Coaching.
NOW WHAT
Dari semua yang sudah saya dapatkan minggu ini, sekarang saya termotivasi untuk
mempraktikkan Pembelajaran Sosial Emosional ketika proses pembelajaran bersama murid.
Saya juga akan sering melakukan Latihan Kesadaran Penuh dengan teknik STOP, karena saya
yakin bahwa untuk memiliki kompetensi sosial emosional yang baik perlu dibiasakan dengan
latihan agar ketika menemukan suatu permasalahan kita tidak kaget lagi dan bisa
menghadapinya dengan cara yang bijak.
Saya juga akan mencari lebih banyak refernsi tambahan mengenai Kompetensi Sosial
Emosional dari berbagai sumber dan internet supaya menambah wawasan dan cara pandang
saya dari informasi yang saya peroleh.
Saya juga akan mulai mengenalkan teknik STOP kepada rekan sejawat di sekolah untuk
melatih kompetensi sosial emosional mereka, sebab dari hasil diskusi bersama rekan sejawat
yang pernah saya lakukan, sering terjadi permasalahan yang dihadapi guru pada saat
mengajar di kelas, dan menurut saya itu memerlukan kompetensi sosial emosional untuk
menyelesaikannya
Terima Kasih