The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Pedoman Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) XIV Tahun 2023

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Rochmat, 2023-10-26 21:16:14

Buku Pedoman KKN 2023

Buku Pedoman Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) XIV Tahun 2023

Keywords: #Buku #Pedoman

BUKU PEDOMAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) STAI DENPASAR BALI TAHUN AKADEMIK 2023/2024 “Memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang dilayani dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup” Oleh: Tim Penyusun 1. Jumari, S.P., M.Pd. : Ketua 2. Dr. Novena Ade F.S, S.S., M.Hum. : Anggota 3. Hj. Kusjuniati, S.E., M.M. : Anggota 4. Rusmayani, M.Pd. : Anggota SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DENPASAR BALI Jl. Angsoka Cargo Permai I No. 12 Ubung Denpasar – Bali Telpon: 085100684868 / (0361) 7404960 E-mail: [email protected] | Website: www.staidenpasar.ac.id


ii PRAKATA Puji dan syukur kita haturkan kepada Allah SWT karena atas ridho-Nya, Tim telah dapat menyusun Buku Pedoman Praktik Pengalaman Lapangan STAI Denpasar Bali. Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program intrakurikuler yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa program S1 STAI Denpasar Bali. Oleh karena itu pelaksanaannya disesuaikan dengan kurikulum, lewat suatu petunjuk teknis sebagai pedoman kerja. Petunjuk tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi kekeliruan/penyimpangan dari tujuan kurikulum. Pengabdian kepada masyarakat merupakan pola kerja kemanusiaan yang bernilai ilahiyah. Agama merupakan panggilan yang membebaskan manusia dari kelemahan dan keterbelakangannya untuk menjadi maju dan mandiri. Oleh sebab itu, pengabdian kepada masyarakat memiliki ruh untuk membangun masyarakat dan kemanusiaan, bukan sebaliknya justru menghancurkan masyarakat dan kamanusiaan. Program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa STAI Denpasar Bali melalui matakuliah KKN sesuai kompetensi dasar pada Profil Utama Lulusan setiap program studi (prodi). Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta semakin kompleksnya permasalahan dan kebutuhan masyarakat, menuntut pelaksanaan KKN semakin baik. Sehubungan dengan salah satu jenis KKN yang terdapat dalam perguruan tinggi, yaitu KKN berbasis Nusantara Moderasi Beragama dilakukan sebagai upaya menyikapi dan menindaklanjuti program pemerintah dalam menyampaikan pandangan berdasarkan ilmu dan mengusung nilai-nilai moderasi beragama dengan percaya diri terhadap esensi ajaran agama yang dipeluknya, yang mengajarkan prinsip adil dan berimbang, tetapi berbagi kebenaran sejauh menyangkut tafsir agama. Agar pelaksanaan KKN dapat berjalan dengan baik, diperlukan pedoman pelaksanaan yang dapat diacu oleh semua pihak yang terlibat dalam setiap tahapan kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta pelaporan kegiatan KKN. Dengan demikian, kehadiran buku pedoman ini diharapkan kualitas dan akuntabilitas publik pelaksanaan KKN semakin meningkat serta memberi kontribusi yang optimal terhadap pembangunan bangsa dan Negara. Terbitnya buku pedoman ini berkat kerja keras tim penyusun yang didukung oleh kerjasama banyak pihak. Oleh karena itu kepada tim


iii penyusun serta pihak lain yang terlibat dalam penyusunan buku pedoman ini kami sampaikan banyak terima kasih. Kami menyadari bahwa buku pedoman ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran dari pengguna selalu kami nantikan. Denpasar, 25 Oktober 2023 Ketua STAI Denpasar Bali, Jumari, S.P., M.Pd. NIY/NIDN. 11.09.06021/2103026701


iv YAYASAN Al-MA’RUF DENPASAR SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DENPASAR STAI DENPASAR – BALI SK. Dirjen Pendidikan Islam No : Dj.I/302/2008 STATUS TERAKREDITASI BAN-PT E-mail :[email protected] | Website : www.staidenpasar.ac.id SURAT KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) DENPASAR BALINOMOR: 168.A/022/SK/STAI-DB/X/2023 TENTANG PENETAPAN PANITIA PENYELENGGARA KULIAH KERJA NYATA (KKN)STAI DENPASAR BALI TAHUN AKADEMIK 2023/2024 Bismillahirrahmanirrahim Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Denpasar Bali Menimbang :a. bahwa dalam rangka kelancaran dan ketertiban Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Denpasar Tahun Akademik 2023/2024 perlu dibentuk panitia; b. bahwa mereka yang namanya tercantum dalam lampiran surat keputusan ini dipandang mampu dan cakap untuk ditetapkan sebagai panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2023/2024; Mengingat : 1. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 2. Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi; 3. Peraturan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Pendidikan Tinggi; 4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 73 Tahun 2013 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi; 5. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 59 Tahun 2018 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi, Sertifikat Profesi, Gelar, dan Tata Cara Penulisan Gelar di Perguruan Tinggi; 6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi; 7. Peraturan Menteri Agama RI Nomor 17 Tahun 2020 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi, dan Sertifikat Profesi pada Perguruan Tinggi Keagamaan; 8. Keputusan Dirjen Pendis Nomor 2500 Tahun 2018 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi Jenjang Sarjana pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta dan Fakultas Agama Islam pada Perguruan Tinggi; 9. Keputusan Dirjen Pendis Nomor 6933 Tahun 2019 tentang Panduan Penerbitan Ijazah, Transkrip Akademik, Surat Keterangan Pendamping Ijazah, Sertifikat Kompetensi, dan Sertifikat Profesi pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam; Kampus : Jl. Angsoka Cargo Permai I No. 12 Ubung Denpasar – Bali Telp. 085100684868 / (0361)412554


v 10.Surat Edaran Dirjen Pendis Nomor B.1353.1/Dj.I/PP.01/04/2019 tentang Implementasi Penomoran Ijazah Nasional (PIN) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam; 11. Surat Direktur PTKIS Nomor B.1228/Dt.I.III/PP009/07/20, Hal NIRM, NIRL, dan Tanda Sah Ijazah pada PTKI Swasta. MEMUTUSKAN Menetapkan :SURAT KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) DENPASAR BALI NOMOR: 168.A/022/SK/STAI-DB/X/2023 TENTANG PENETAPAN PANITIA PENYELENGGARA KULIAH KERJA NYATA (KKN) STAI DENPASAR BALI TAHUN AKADEMIK 2023/2024; Pertama :Mereka yang namanya tercantum dalam lampiran surat keputusan ini ditetapkan sebagai panitia penyelenggara KKN Tahun Akademik 2023/2024; a. Menyiapkan segala sesuatu yang terkait dengan KKN; b. Membagi tugas habis kepada seluruh anggota panitia; c. Menyelenggarakan pembekalan KKN; d. Membimbing, mengarahkan dan memantau mahasiswa PPL; e. Membuat laporan tertulis kepada Ketua STAI Denpasar. Kedua :Segala biaya akibat dari surat keputusan ini dibebankan kepada mahasiswa yang mengikuti KKN dan STAI Denpasar Bali, serta biaya lain yang halal dan tidak mengikat; Ketiga :Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan akan diadakan perbaikan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan. Ditetapkan di : Denpasar Tanggal : 02 Oktober 2023 Jumari, S.P., M.Pd. NIY/NIDN. 11.09.06021/2103026701 Tembusan: 1. Ketua Pengurus Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar 2. Para Wakil Ketua STAI Denpasar Bali 3. Para Ketua dan Sekretaris Prodi 4. Ybs. untuk diindahkan dan dilaksanakan


vi LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN KETUA STAI DENPASAR BALI NOMOR : 168.A/022/SK/STAI-DB/X/2023 TANGGAL : 02 Oktober 2023 TENTANG : PANITIA PENYELENGGARA KULIAH KERJA NYATA (KKN) STAI DENPASAR BALI TAHUN AKADEMIK 2023/2024 Penanggungjawab : Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar Bali Tim Pengarah : Iswahyuni, S.P., M.M.A. Hj. Kusjuniati, S.E., M.M. Drs. H. Imam Muhayat, M.A. Ketua : Dr. Novena Ade F.S, S.S., M.Hum Sekretaris : Rochmatulloh, S.Pd. Wakil Sekretaris : Iza Fatimatuz Zahroh, S.M., M.M. Bendahara : Butet Silvia Devi Nasution, S.E. Wakil Bendahara : Nanda Riska Dewi, S.E. Anggota : Gifari Iman Nugroho, S.Pi. Bagas Son Husin Publikasi/Dokumentasi : Moh. Heri Setiawan, S.Si., M.Kom. Transportasi/Akomodasi : Mohammad Hisyam, M.Pd.I. Ketua, Jumari NIY.11.09.06021


vii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL …………………………………………………………………… i PRAKATA ……………………………………………………………………………... ii SK PANITIA …………………………………………………………………………… DAFTAR ISI …………………………………………………………………………… iv vii BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………………… 1 A. Latar Belakang ……………………………………………………………………. 1 B Dasar Pelaksanaan ………………………………………………………………... 3 C. Tema ……………………………………………………………..……………….. 5 D. Pengertian KKN Moderasi Beragama………….……………………….………… 5 E Status dan Bebas KKN …………………………………………………………… 9 F Tujuan dan Manfaat ………………………………………………………………. 9 G Kegiatan KKN Moderasi Beragama ……………………………………………… 11 H Materi Pendampingan …………………………………………………………….. 14 I Orientasi dan Langkah Kegiatan ............................................................................. 15 BAB II KETENTUAN UMUM A. Peserta …………………………………………………………………………. 16 B. Ketentuan KKN…………………………………………………………………… 16 C. Peran Mahasiswa Peserta KKN …………………………………………………... 17 D. Tata Tertib Peserta KKN…………………………………………………………... 19 E. Sanksi-sanksi ……………………….……………………………………………... 20 F Waktu dan Tempat KKN………………………………………………………….. 20 BAB III PEMBEKALAN KKN A. Dasar Pemikiran ………………………………………………………………….. 21 B. Tujuan Pembekalan ……………………………………………………………….. 21 C. Pelaksanaan Pembekalan …...…………………………………………………….. 21 D Tata Tertib Pembekalan …………………………………………………………... 22 BAB IV MEKANISME PELAKSANAAN A. Tahap Pelaksanaan KKN ………………………………..………………………... 23


viii B. Pelepasan dan Pemberangkatan Peserta …………………………………………... 24 C Agenda Pelaksanaan KKN ………………………………………………………... 24 BAB V DINAMIKA PELAKSANAAN KKN A. Pengorganisasian Peserta …………………………………………………………. 25 B. Struktur Pelaksanaan……………………………….……………………………... 25 C. Personalia Pembimbing……………………………..………..…………………… 26 D. Rasio Antara DPL dan Peserta KKN ……………...……………………………... 26 E. Peran dan Proses Pembimbingan………………………………………………….. 26 F. Metode Pembimbingan……………………………………………………...…….. 27 G. Hak dan Kewajiban DPL………………………………………………………….. 27 H Sanksi-sanksi DPL ………………………………………………………………... 27 I Tugas Koordinator Daerah (Korda) ………………………………………………. 28 J Tugas Koordinator Desa (Kordes) ………………………………………………... 28 K Kegiatan dan Masa Kerja di Lokasi KKN ………………………………………... 29 L Penyusunan Rancangan Program Kerja …………………………………………... 30 M Pelaksanaan Program Kerja ………………………………………………………. 31 N Capaian dalam Kegiatan ………………………………………………………….. 32 O Materi Kegiatan KKN ……………………………………………………………. 33 P Tahapan Pelaksanaan KKN ……………………………………………………… 35 BAB VI TEKNIK PENYUSUNAN LAPORAN KKN MODERASI BERAGAMA A. Laporan Akhir Kelompok……………………..…………………………………... 39 B. Laporan Akhir Individu………………………………………………………..….. 39 C Ketentuan Khusus Pengetikan Laporan Akhir ........................................................ 40 D Penilaian ………………………………………………………………………….. 41 DAFTAR PUSTAKA.. 42 LAMPIRAN-LAMPIRAN


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan matakuliah wajib, yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa S-1 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Denpasar Bali, yakni dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan bekerja bersama masyarakat. KKN yang dilakukan oleh mahasiswa bukan berarti mahasiswa mengajar masyarakat tentang sesuatu yang terbaik untuk mereka, tetapi mahasiswa melakukan upaya partisipasi dalam kegiatan masyarakat sebagai sebuah proses pencarian (research) yang dilakukan bersamasama untuk mencari jalan terbaik dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat. Dengan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), selanjutnya mahasiswa melakukan tugas pendampingan terhadap apa yang dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi problem sosial di tengah-tengah mereka. Paradigma tugas pendampingan pada KKN Mahasiswa STAI Denpasar Bali Angkatan XIV tahun 2023 M/1445 H ini adalah Berbasis Nusantara Moderasi Beragama, sebagai wujud konkret untuk menguatkan karakter keindonesiaan yang plural dan religius. Hidup berdampingan secara harmonis di tengah berbagai keragaman atau pluralitas ini, baik agama, suku, budaya, bahasa, dalam pelaksanaan KKN, diyakini akan berdampak terhadap kuatnya saling menghargai dan menghormati antar sesama warga negara dan umat beragama. Penguatan Moderasi Beragama pada dasarnya adalah menghadirkan negara sebagai rumah bersama yang adil dan ramah bagi bangsa Indonesia untuk menjalani kehidupan beragama yang rukun, damai, dan makmur. Oleh karenanya, penguatan Moderasi beragama ini bertujuan untuk menyelaraskan relasi beragama dan bernegara dengan baik, sehingga masyarakat tidak terjebak ke dalam faham dan gerakan yang ekstrim atas nama agama. Dalam pelaksanaan KKN diharapkan dapat melakukan langkah-langkah pereventif, promotif, dan kuratif, baik untuk dirinya maupun masyarakat di sekitarnya, agar tidak terjebak ke dalam paham dan gerakan intoleran dan ekstrimisme, terlebih yang


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 2 mengatasnamakan agama. KKN berbasis moderasi beragama merupakan strategi dalan mensosialisasikan aspek kemajemukan dimana STAI Denpasar Bali merupakan perguruan tinggi Islam yang berada di tengah-tengah masyarakat plural dan religius, dengan cara pandang sikap, praktik beragama tidak menciderai nilai luhur kemanusiaan, kesepakatan bersama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara guna mewujudkan ketertiban sosial dan kemslahatan bersama. Mahasiswa peserta KKN melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan bekal keilmuan yang dimiliki sesuai prodi masingmasing, yakni Ekonomi Syariah (ES), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Selain itu, KKN merupakan bagian dari pembelajaran dengan masyarakat (learning with community) sebagai bentuk pengamalan IPTEKS yang telah dipelajari oleh para mahasiswa selama perkuliahan di kampus. KKN Nusantara Moderasi Beragama ini juga berorientasi pada visi STAI Denpasar Bali, yaitu “Menjadikan Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar Bali sebagai Perguruan Tinggi yang Berkualitas, Profesional dan Islami serta Berwawasan Budaya dalam Rangka Pengembangan Masyarakat yang Damai dan Sejahtera pada Tahun 2025”, serta Misi STAI Denpasar Bali yaitu; 1. Melakukan peningkatan dan pengembangan terhadap SDM dan sarana-prasarana secara berkelanjutan; 2. Mendidik mahasiswa menjadi warga masyarakat yang mandiri, bertanggungjawab dan bermoral, dilandasi oleh nilai-nilai keIslamam dan berwawasan budaya; 3. Melahirkan sarjana-sarjana yang berkualitas, profesional, dan kritis serta berakhlak mulia; 4. Mengembangkan studi penelitian untuk kepentingan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya; 5. Membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan pola pengabdian yang profesional dan terpadu; Sejalan dengan visi dan misi di atas, dikaitkan dengan internalisasi moderasi beragama melalui: (a) Penyelenggaraan pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang salih, cerdas, unggul, dan


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 3 moderat; (b) Mengembangkan harmonisasi ilmu dan agama melalui penelitian dan publikasi ilmiah untuk pembangunan nasional; (c) Berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui penguatan moderasi beragama; (d) Meningkatkan produktifitas dan daya saing pendidikan tinggi ditingkat global; (e) Penyelenggaraan tata kelola kelembagaan secara profesional, transparan, akuntabel, adil dan bertanggung jawab KKN ini dilakukan melalui pendekatan multidisiplin ilmu oleh sekelompok mahasiswa dari tiga Prodi. Pelaksanaan KKN diawali dengan sosialisasi awal dalam bentuk observasi lapangan guna melakukan pendataan dan pemetaan wilayah lokasi KKN. Hal ini penting untuk merumuskan rencana kegiatan sebagai alternatif pemecahan masalah, dan kemudian dilakukan evaluasi program kegiatan untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan KKN. Di lokasi KKN, kompleksitas persoalan dalam berbagai bidang dapat ditemukan, seperti pendidikan, agama, ekonomi, dsb. Untuk membantu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat serta dalam pengembangan harmonisasi ilmu dan agama menuju masyarakat yang salih, cerdas, unggul, dan moderat. STAI Denpasar Bali melalui P3M menyelenggarakan KKN berbasis Nusantara Moderasi Beragama yang aktornya adalah mahasiswa. B. Dasar Pelaksanaan Secara yuridis formal, penyelenggaraan KKN Nusantara Moderasi Beragama mengacu kepada berbagai regulasi, yaitu: 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tetang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara RI Tahun 2003 Tahun 78, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4301); 2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara RI Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4586); 3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara RI Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5336); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 4 (Lembaran Negara RI Tahun 2009 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5007); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara RI Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5157); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara RI Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 (Lembaran Negara RI Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5157); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan; 8. Peraturan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Pendidikan Tinggi; 9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 73 Tahun 2013 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi; 10. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi; 11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi; 12. Keputusan Menteri Agama Nomor 55 Tahun 2014 tentang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Perguruan Tinggi Keagamaan; 13. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4834 Tahun 2015 Tentang Pedoman Pengabdian Kepada Masyarakat di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam; 14. Keputusan Dirjen Pendis Nomor 2500 Tahun 2018 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi Jenjang Sarjana pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta dan Fakultas Agama Islam pada Perguruan Tinggi 15. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2974 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Kuliah Kerja Nyata Moderasi


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 5 Beragama. C. Tema “Memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang dilayani dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup” D. Pengertian KKN Nusantara Moderasi Beragama Pengabdian kepada masyarakat merupakan pola kerja kemanusiaan yang bernilai ilahiyah. Agama merupakan panggilan yang membebaskan manusia dari kelemahan dan keterbelakangannya untuk menjadi maju dan mandiri. Karena itu pengabdian kepada masyarakat adalah wujud pengabdian universitas kepada masyarakat atau sering disebut dengan kerjasama perguruan tinggi dengan masyrakat Adapun pengabdian kepada masyarakat memiliki ruh untuk membangun masyarakat dan kemanusiaan, bukan sebaliknya justru menghancurkan masyarakat dan kemanusiaan. Hakikatnya merupaka hubungan timbal balik antara kampus dan masyarakat. Dengan artian bahwa perguruan tinggi bukanlah sesuatu yang maha tahu dan serba bisa dalam segala hal, sehingga masyarakat dianggap sebagai objek yang pasif dan laboratorium. Sebaliknya, masyarakat harus dijadikan sebagai mitra dan teman untuk membangun pengetahuan, merumuskan kebijakan publik dan melakukan transformasi sosial secara partisipatif. Dalam pengabdian masyarakat baik dosen maupun mahasiswa perlu dibangun komitmen kebersamaan, kesetaraan dan keberlanjutan dalam merawat dan mengembangkan kehidupan yang adil dan bermartabat. Termasuk dalam menyikapi persoalan riil yang terjadi dalam masyarakat, pengabdian kepada masyarakat seharusnya hadir menjadi solusi yang berkelanjutan. Sebagai contoh, menurunnya sikap patriotism, nasionalisme dan kecintaan kepada NKRI, maka Pengabdian kepada Masyarakat merupakan kerja kolaboratif yang sangat tepat untuk menumbuhkembangkan kembali rasa nasionalisme agar NKRI tetap utuh. Melalui kegiatan-kegiatan KKN perguruan tinggi bersama masyarakat dapat menjalin kemitraan untuk melakukan hal-hal yang dapat menjadi pemicu perawatan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI. Itulah sebabnya, KKN Nusantara Moderasi Beragama


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 6 (KKN-NMB) perlu dilakukan. Adapun target KKN-NMB adalah terwujudnya nilai-nilai kebangsaan yang harmoni dalam keberagaman, terjaga Bhinneka Tunggal Ika, terjaga kesatuan NKRI, terwujudnya masyarakat yang mandiri dan maju dalam kerangka kebhinekaan dan keutuhan dalam keragaman budaya, bahasa dan agama. Kuliah Kerja Nyata Nusantara Moderasi Beragama (KKN-NMB) dilaksanakan berdasarkan pada nilai-nilai moderasi beragama. Ada lima nilai moderasi beragama, yaitu: adil dan berimbang, kerjasama, rahmat, toleran, dan maslahat. 1. Adil dan berimbang, yaitu nilai yang mengajarkan untuk memiliki prinsip keadilan dan keberimbangan dalam aspek-aspek kehidupan, terutama berkenaan dengan hubungan antar manusia. Nilai ini akan lebih mudah terbentuk jika seseorang memiliki tiga karakter utama dalam dirinya: kebijaksanaan (wisdom), ketulusan (purity), dan keberanian (courage). Karenanya, sikap moderat dalam beragama, selalu memilih jalan tengah, dan akan lebih mudah diwujudkan apabila seseorang memiliki keluasan pengetahuan agama yang memadai sehingga dapat bersikap bijak, tahan godaan sehingga bisa bersikap tulus tanpa beban, serta tidak egois dengan tafsir kebenarannya sendiri sehingga berani mengakui tafsir kebenaran orang lain, dan berani menyampaikan pandangannya yang berdasar ilmu. Dengan nilai ini, moderat dalam beragama berarti percaya diri dengan esensi ajaran agama yang dipeluknya, yang mengajarkan prinsip adil dan berimbang, tetapi berbagi kebenaran sejauh menyangkut tafsir agama. 2. Kerjasama, dalam moderasi beragama kerjasama meniscayakan adanya keterbukaan dan penerimaan dari masing-masing kelompok yang berbeda. Untuk itu, dalam bekerjasama setiap individu pemeluk agama, apapun suku, etnis, budaya, agama, dan pilihan politiknya, harus mau saling mendengarkan satu sama lain, saling belajar melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan pemahaman keagamaan di antara mereka serta dan saling memberikan kontribusi dalam pemecahan persoalan kehidupan


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 7 bersama. 3. Rahmat atau kasih sayang, yaitu meyakini bahwa manusia hidup karena adanya rahmat dan kehidupan bersama orang lain juga menjadi rahmat bagi semua orang. Keragaman di Indonesia, ketika diterima sebagai rahmat Tuhan dan kekayaan bangsa, maka akan menghindarkan percekcokan dan konflik dan akan memunculkan saling kasih sayang di antara sesama manusia dan anak bangsa. Hal ini akan terjadi jika keragaman tidak dianggap sebagai ruang pemisah yang lahir dari sikap kekitaan, menganggap orang lain bukan bagian dari kelompok kita. 4. Toleransi, moderasi beragama tidak dapat dipisahkan dari toleransi atau toleran, yaitu sikap saling menghargai dan memberikan kesempatan orang lain untuk bersikap dan bertindak sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya. Moderasi beragama adalah sebuah proses, dan toleransi adalah hasil atau buah (outcome) dari moderasi beragama. Kata toleransi bisa diartikan kelapangan dada, dalam pengertian suka kepada siapa pun, membiarkan orang berpendapat atau berpendirian lain, tak mau mengganggu kebebasan berfikir dan berkeyakinan sesuai pilihannya. Toleransi dalam konteks ini dapat dirumuskan sebagai satu sikap keterbukaan untuk mendengar pandangan yang berbeda. Toleransi berfungsi secara dua arah yakni mengemukakan pandangan sendiri dan sekaligus menerima pandangan orang lain, namun tidak merusak keyakinan dan kepercayaan agama masing-masing. Hakikat toleransi terhadap agama- agama lain merupakan satu prasyarat yang utama bagi terwujudnya kerukunan nasional. 5. Kemaslahatan, moderasi beragama di bumi Nusantara dirawat, dikembangkan dan dikelola untuk menciptakan kemaslahatan bersama. Kemasalahatan adalah salah satu nilai kehidupan terpenting dan terkuat yang diajarkan agama. Karena keterbatasan manusia, angsa dan negara menjadi konteks ruang lingkup tugas ini, bagaimana manusia mengelola bumi di mana ia tinggal, agar tercapai kemaslahatan bersama, yaitu bangsa dan negara yang adil, makmur, dan sentosa. Kerangka pikir ini dapat ditemukan di setiap agama dalam bentuk keyakinan bahwa mencintai negeri adalah sebagian


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 8 dari keimanan. Keseimbangan antara keagamaan dan kebangsaan justru menjadi modal besar bagi kemaslahatan bangsa. Moderasi beragama menjadi muatan nilai dan praktek yang paling sesuai untuk mewujudkan kemaslahatan di bumi Nusantara. Bentuk kegiatan KKN NMB dititikberatkan pada 4 empat) program gerakan moderasi beragama meliputi: 1. Gerakan Nusantara Kebangsaan, yang merupakan indikator MB. Cara pandang, sikap, dan praktik beragama seseorang berdampak pada kesetiaan terhadap konsensus dasar kebangsaan, terutama terkait dengan penerimaan Pancasila sebagai ideologi Negara, prinsip-prinsip berbangsa yang tertuang dalam Konstitusi UUD 1945 dan aturan-aturan yang ada di bawahnya, keragaman ras, suku, agama dan budaya yang tertuang dalam Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen terhadap kesatuan Negara yang terpatri dalam NKRI. 2. Gerakan nusantara toleransi merupakan sikap untuk memberi ruang dengan tidak mengganggu hak orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinannya, dan menyampaikan pendapat, meskipun hal tersebut berbeda dengan apa yang diyakini sepanjang bukan hal yang sifatnya ushuliyyah/pokok-pokok ajaran agama, dan tidak berpotensi merusak sendi-sendi agama. Dalam konteks gerakan nusantara toleransi, yang menjadi tekanan adalah toleransi antar agama dan toleransi intra agama, baik terkait dengan toleransi sosial maupun politik. Dengan toleransi antar agama kita dapat melihat sikap kita pada pemeluk agama lain, kesediaan berdialog, bekerja sama, pendirian tempat ibadah, serta pengalaman berinteraksi dengan pemeluk agama lain. Sedangkan toleransi intra agama dapat digunakan untuk menyikapi perbedaan dalam amaliah ibadah dalam berbagai madzhab dan bahkan perbedaan pada sekte-sekte minoritas yang dianggap menyimpang dari arus besar agama tersebut. 3. Gerakan nusantara anti kekerasan dalam konteks moderasi beragama ini dipahami sebagai suatu ideologi (ide atau gagasan) dan paham yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara anti kekerasan/ekstrem atas nama agama, baik kekerasan verbal, fisik dan pikiran.


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 9 4. Gerakan nusantara kebudayaan lokal merupakan salah satu pilar moderasi beragama yang secara teoritis dan praktis dapat mengakomodasi budaya lokal dan tradisi, terutama yang dimasukkandalam pengamalan keagamaan. Selain itu, kebudayaan lokal juga meliputi berbagai bentuk upaya sosial, ekonomi, budaya, tafsir agama, pendidikan dan sebagainya yang diciptakan untuk membangun kehidupan di dalam masyarakat. Orang-orang moderat memiliki kecenderungan bersikap dan berperilaku lebih ramah dalam penerimaan tradisi dan budaya lokaldalam perilaku keagamaannya, sejauh tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama dan tidak merusak sendi kehidupan bergama. Tradisi keberagamaan yang tidak kaku, ditandai antara lain dengan kesediaan untuk menerima praktek dan perilaku beragama yang tidak semata-mata menekankan pada kebenaran normatif, melainkan juga kesediaan menerima praktek beragama yang didasarkan pada keutamaan dan kemaslahatan, E. Status dan Beban SKS KKN merupakan bagian dari kegiatan akademik, yang wajib diikuti oleh mahasiswa program Strata Satu (S1) Semester VII yang telah memenuhi persyaratan. Beban kredit KKN adalah 4 SKS (Satuan Kredit Semester) sesuai dengan kurikulum yang wajib ditempuh mahasiswa angkatan bersangkutan. Penghitungan 4 SKS dalam matakuliah KKN setara dengan 10.880 menit atau 182 jam dibagi 30 hari = 6 jam sehari (minimal) berada di lokasi KKN. F. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan a. Mampu mengekspresikan pemahaman agamanya dalam hidup bersama yang multikultural, multietnis, multipaham keagamaan dan kompleksitas kehidupan secara b. Bertanggungjawab, toleran dan moderat dalam kerangka berbangsa dan bernegara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. c. Menerapkan atau memanfaatkan ipteks secara multidisipliner


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 10 bagi kepentingan masyarakat; d. Meningkatkan interaksi, pemahaman dan kepedulian mahasiswa dari berbagai prodi dalam memberdayakan masyarakat; e. Menerapkan beragam keterampilan memecahkan masalah berbasis kompetensi prodi, terpadu, dan interdisipliner yang menekankan pada pemberdayaan masyarakat; f. Mendorong mahasiswa peserta KKN untuk berperan menjadi fasilitator, animator, motivator, dan katalisator yang profesional berlandaskan kesadaran pengabdian kepada masyarakat; dan g. Membantu penyelenggaraan program pemerintah dalam bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan pembangunan, memberikan dukungan riil, menjalin kemitraan, peningkatan akses, mutu, relevansi, dan daya saing serta akuntabilitas penyelenggaraan KKN. 2. Manfaat a. Bagi Mahasiswa 1) Memperdalam penghayatan dan pengalaman mahasiswa tentang; a) Cara berfikir dan bekerja interdisipliner dan lintas sektoral b) Kegunaan hasil pendidikan dan penelitian bagi pembangunan pada umumnya dan pembangunan daerah pedesaan pada khususnya; c) Kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam pembangunan serta keseluruhan konteks masalah pembangunan pengembangan daerah; 2) Terbentuk sikap rasa cinta, kepedulian sosial, dan tanggung jawab mahasiswa terhadap kemajuan masyarakat; 3) Terbentuk beragam keterampilan yang dimiliki mahasiswa untuk melaksanakan program-program pemberdayaan dan pembangunan aktif berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial yang bernuansa dan berbasis moderasi.;


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 11 4) Memberi pengalaman kepada mahasiswa agar menjadi seorang fasilitator, animator, motivator, dan katalisator; 5) Mendewasakan pola pikir mahasiswa dalam menganalisis dan menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat secara pragmatis ilmiah; 6) Memberikan pengalaman dan keterampilan kepada mahasiswa sebagai kader pemberdayaan dan pembangunan. b. Bagi Masyarakat dan Pemerintah 1) Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga untuk merencanakan serta melaksanakan pengembangan masyarakat; 2) Meningkatknya kemampuan berfikir, bersikap, dan bertindak dalam menyelesaikan permasalahan; 3) Memperoleh pembaharuan-pembaharuan yang diperlukan dalam pemberdayaan daerah dan tetap terjalin keharmonisan, keselarasan dan kerukunan hubungan antar umat beragama; 4) Membentuk kader-kader pemberdayaan masyarakat. c. Bagi Perguruan Tinggi 1) Pengembangan IPTEKS di STAI Denpasar Bali akan memperoleh umpan balik berdasarkan hasil pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, kurikulum STAI Denpasar Bali akan relevan dengan dinamika masyarakat; 2) STAI Denpasar Bali dapat menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah atau lembaga lainnya dalam pengembangan IPTEKS; 3) STAI Denpasar Bali dapat mengembangkan IPTEKS yang lebih bermanfaat dalam pengelolaan dan penyelesaian berbagai masalah di masyarakat. G. Kegiatan KKN Nusantara MB Kegiatan KKN MB yang dapat dilakukan berdasarkan lima aspek yang merupakan tugas pkok pemerintah daerah adalah: 1. Pengembangan kualitas layanan administrasi desa, sebagai upaya untuk mewujudkan nilai adil dan maslahat. Beberapa bentuk kegiatan dapat berupa:


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 12 1) Pengembangan profile desa. 2) Pengembangan website desa khususnya dalam program pelayanan dan informasi. 3) Pengembangan SOP layanan administrasi desa. 4) Kegiatan lain yang mendukung tercapainya program desa. 2. Pengembangan pemahaman spiritual keagamaan, termasuk melalui media online dan offline, bekerjasama dengan berbagai ormas dan lembaga keagamaan sebagai upaya untuk mewujudkan nilai rahmat dan toleran. Bentuk kegiatan dapat berupa: 1) Peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam bidang keagamaan melalui aktivitas dakwah yang penuh kasih sayang dan toleran di masyarakat melalui kegiatan majelis taklim, dan pengajian rutin. 2) Pembinaan rohaniawan Islam di sekolah/madrasah dengan ajaran rahmat dan toleran. 3) Literasi ICT (Information and Communications Technology) yang memperhatikan pengembangan konten dan bentuk media berbasis ICT bagi masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, adat, dst, untuk menebarkan ajaran moderasi beragama. 4) Peningkatan kualitas pembelajaran dan penyebaran ajaran agama yang moderat di komunitas remaja masjid, Madrasah Diniyah, dan Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ). 5) Merumuskan program keagamaan bersama masyarakat dan ikut terlibat aktif dalam mengawal berbagai program kegiatan keagaaman dengan mengusung moderasi beragama. 6) Pengembangan destinasi wisata religi desa yang rahmat penuh toleransi. Kegiatan lain yang mendukung tercapainya program. 3. Melakukan identifikasi kebutuhan sarana dan prasarana, serta mempertimbangkan resiko kerusakan lingkungan, kemudian menindaklanjuti kepada forum dan lembaga yang berkaitan untuk mewujudkan nilai rahmat dan kerjasama. Bentuk kegiatan dapat berupa: 1) Penyiapan dokumen kebutuhan sarana prasarana desa dengan


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 13 memperhatikan problematika yang dihadapi, potensi yang dimiliki, kearifan lokal yang dijalankan, serta ketangguhan dan keberdayaan masyarakat desa. 2) Penyiapan dokumen desa yang ramah lingkungan serta mewujudkan ketangguhan dan keberdayaan masyarakat. 3) Penyiapan penggerak desa untuk berbagai kebutuhan masyakarat desa yang tangguh dan berdaya. 4) Penyiapan berbagai rancangan forum dan peraturan desa dalam merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana untuk ketangguhan dan keberdayaan masyarakat. 5) Kegiatan lain yang mendukung tercapainya program. 4. Berperan serta dalam berbagai kegiatan peningkatan kualitas keluarga dan masyarakat yang sejahtera dengan kerjasama lintas kementerian, ormas, dan lembaga untuk mewujudkan nilai-nilai adil dan berimbang, rahmat, maslahat, dan kerjasama. Bentuk kegiatan dapat berupa: 1) Pembekalan persiapan pra-nikah dan kepemimpinan pemuda dalam rumah tangga. 2) Penyuluhan untuk peningkatan kualitas keluarga sakinah dan sejahtera. 3) Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. 4) Pendidikan dan pelatihan bidang ketahanan pangan. 5) Pembentukan forum tangguh masyarakat terhadap kerawanan yang dihadapi. 6) Peningkatan kualitas produk rumah tangga melalui penguataan akses teknologi tepat guna, keanekaragaman, higinitas, kemasan, efisiensi, dan lainnya. 7) Perluasan jejaring pemasaran produk ekonomi kreatif/kewirausahaan melalui sarana ICT. 8) Kegiatan lain yang mendukung tercapainya program. 5. Mewujudkan generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan yang baik, untuk mewujudkan nilai adil dan berimbang, rahmat, dan kerjasama. Bentuk kegiatan dapat berupa: 1) Sosialisasi sekaligus implementasi penghormatan terhadap simbol-simbol negera di masyarakat dalam berbagai kegiatan


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 14 2) Pelibatan pemuda dalam berbagai kegiatan desa. 3) Penyelenggaraan festival seni dan budaya lokal yang melambangkan moderasi beragama. 4) Menyelenggarakan kegiatan sosial yang melibatkan pemuda lintas agama. 5) Kegiatan lain yang mendukung tercapainya program. H. Materi Pendampingan Selain kegiatan tersebut di atas, dalam bentuk sinergi antara kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Untuk itu materi pendampingan yang direncanakan adalah mengacu pada maksimalisasi dan efektifitas fungsi-fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat (umat), antara lain sebagai berikut: 1. Shalat berjama’ah dan shalat sunnah lainnya 2. Kajian Islam intensif 3. Bimbingan membaca Alquran 4. Pendidikan Anak-anak Usia Dini (PAUD) 5. Pemberdayaan remaja 6. Pemberdayaan perempuan 7. Gerakan zakat, infaq dan shadaqah 8. Pembinaan kewirausahaan dan ekonomi produktif 9. Bimbingan belajar bagi murid dan masyarakat 10. Pengembangan koperasi dan BMT (Baitul Mal wa Tanwil) 11. Pembinaan kesenian dan olah raga 12. Perpustakaan 13. Poliklinik dan pelayanan kesehatan masyarakat 14. Penerbitan media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) 15. Advokasi warga masyarakat kritis 16. Pusat gerakan gemar menanam pohon/tanaman produktif 17. Kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). I. Orientasi dan Langkah Kegiatan Orientasi KKN adalah untuk melakukan transformasi sosial dan langkah kegiatan yang diperlukan adalah sebagai berikut:


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 15 1. Mengkaji keadaan desa secara umum; melakukan pengkajian tentang peta wilayah desa, sosial ekonomi, sosial politik, sosial budaya maupun rekonstruksi sejarah desa; 2. Mengkaji keadaan desa secara topikal; melakukan pengkajian tentang problem sosial keagamaan dengan mengkaitkan problematika dan potensi desa pada umumnya; 3. Membuat planning secara partisipatif; menyusun perencanaan bersama masyarakat sesuai dengan problem yang ditemukan; 4. Melakukan aksi-aksi; berupaya untuk memecahkan problem sosial keagamaan; 5. Melakukan refleksi; melakukan monitoring dan evaluasi atas upaya pengkajian keadaan desa secara umum dan topikal, serta aksi pemecahan problem sosial keagamaan bersama masyarakat.


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 16 BAB II KETENTUAN UMUM A. Peserta 1. Persyaratan a. Mahasiswa aktif STAI Denpasar Bali, yang telah memenuhi sks 75% (110 sks) atau berada pada Semester VII ke atas; b. Mahasiswa telah menyelesaikan laporan PPL. c. Melunasi biaya pendidikan dan SPP pada semester berjalan; d. Sehat rohani dan jasmani; e. Peserta perempuan yang diketahui dalam keadaan hamil, sakit keras, menyusui, ataupun “halangan/darurat” lainnya (termasuk peserta laki) harus menyertakan surat pernyataan khusus tertuju kepada ketua P3M STAI Denpasar Bali. f. Pada saat pembekalan menyerahkan bukti KHS (110 sks), g. Telah mengikuti dan dinyatakan lulus kegiatan pembekalan KKN MB 2. Pendaftaran Peserta Peserta KKN NMB wajib mendaftarkan diri dan menyerahkan berkas di Kantor TU STAI Denpasar Bali. Waktu pendaftaran diatur sesuai kalender akademik dan diinformasikan melalui papan pengumuman dan website STAI Denpasar Bali. 3. Bagi mahasiswa telah bekerja, mendapatkan surat rekomendasi sesuai format P3M STAI Denpasar Bali B. Ketentuan KKN 1. Panitia dan Tim Pengarah KKN tidak melayani permohonan pindah kelompok; 2. Peserta KKN ditempatkan di lokasi yang telah disurvey oleh Panitia dan Tim Pengarah KKN; 3. Setiap kelompok KKN akan didampingi oleh 2 DPL dari STAI Denpasar Bali dan tokoh masyarakat dan perangkat desa dari lokasi KKN; 4. Peserta KKN mengikuti setiap tahapan KKN yang terdiri dari Pembekalan, Pelaksanaan Lapangan, dan Pelaporan;


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 17 5. Pembekalan kepada peserta dilaksanakan sebelum pemberangkatan ke lokasi KKN; 6. Peserta KKN yang tidak hadir secara penuh dalam pembekalan dapat mengurangi penilaian yang ditentukan, bahkan dapat dibatalkan sebagai peserta KKN; 7. Pada akhir kegiatan pembekalan KKN, DPL akan mendampingi pembentukan struktur panitia kerja yang terdiri dari; seorang ketua kelompok (tanpa wakil), seorang sekretaris (tanpa wakil), dan seorang bendahara (tanpa wakil); 8. Peserta KKN mengikuti seluruh materi dan dibuktikan dengan mengisi daftar hadir yang telah disediakan oleh panitia; 9. Di samping melaksanakan kegiatan yang telah ditetapkan dalam kegiatan KKN, mahasiswa harus melakukan kegiatan-kegiatan lain sesuai dengan kebutuhan masyarakat; 10. Membuat laporan individu dalam bentuk catatan harian yang terdiri dari; a. Bagian awal (cover, pengesahan, identitas mahasiswa) b. Bagian isi (kumpulan fieldnote dan kegiatan penunjang lain yang disertai dengan dokumentasi/data pendukung) c. Kesimpulan. 11. Menyusun laporan kelompok sebanyak 3 exemplar dalam bentuk hard copy dan soft copy; 12. Membuat video yang berisi tentang dokumen-dokumen selama proses pelaksanaan KKN dalam bentuk soft file; 13. Laporan kelompok dan video diserahkan ke P3M STAI Denpasar Bali paling lambat dua minggu setelah pelaksanaan KKN berakhir. C. Peran Mahasiswa Peserta KKN Mahasiswa sebagai peserta KKN hendaknya menempatkan diri di luar dan belajar dari kehidupan masyarakat serta bekerja bersama mereka untuk melakukan perubahan sosial. Sementara peran yang dapat diambil sebagai berikut: 1. Fasilitator, yakni membantu masyarakat untuk menyadari, mengenali, merumuskan dan mencari pemecahan masalah yang dihadapi.


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 18 Tugas fasilitator adalah; a. Bersama masyarakat menggali potensi dan sumber daya aktual yang ada pada dirinya dan lingkungannya; b. Menggali harapan-harapan yang ada pada masyarakat; c. Bersama masyarakat merumuskan masalah-masalah yang dihadapi; d. Memberi pengertian kepada masyarakat akan masalahnya, dan bersama-sama mencari pemecahannya; e. Membangun kesepahaman bersama tentang kegiatan yang dilakukan. 2. Animator, yakni menciptakan proses yang dapat membantu masyarakat untuk menemukan dan mendayagunakan potensi keswadayaannya untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Tugas Animator adalah; a. Mendorong masyarakat berfikir kritis terhadap permalahan yang dihadapi; b. Mendorong masyarakat untuk memiliki kepedulian yang tinggi didalam berbagi informasi, ide dan gagasan; c. Memberikan wawasan untuk membangkitkan kembali potensi yang ada dalam masyarakat; d. Memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk mengakomodasi dan menyatukan potensi-potensi untuk mengatasi masalah. 3. Motivator, yakni mendorong, mengajak dan mempengaruhi masyarakat untuk melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalahnya. Tugas pokok Motivator adalah; a. Menyadarkan dan meyakinkan masyarakat akan kemampuannya untuk mengatasi masalahnya; b. Mendorong masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan sesuai dengan kemampuannya sendiri untuk mengatasi masalah; c. Mengajak masyarakat untuk mengatasi masalahnya sendiri secara bersama-sama tanpa menggantungkan diri kepada pihak lain. 4. Katalisator, yakni menghubungkan masyarakat dengan pihak-pihak


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 19 lain yang bisa membantu. Tugas Katalisator adalah; a. Memberikan informasi kepada masyarakat pihak-pihak mana saja yang bisa dihubungi untuk memecahkan masalahnya; b. Membantu masyarakat menghubungi pihak-pihak yang dibutuhkan; c. Meyakinkan pihak-pihak lain agar bersedia membantu masyarakat memecahkan masalahnya; d. Mendorong dan membantu masyarakat untuk menjalin hubungan dengan berbagai pihak yang bisa membantu memecahkan masalahnya. D. Tata Tertib Peserta KKN 1. Mengisi daftar hadir selama mengikuti pembekalan dan melaksanakan tugas di lapangan; 2. Bersikap sopan dan berpakaian wajar (menutup aurat), senantiasa menjunjung tinggi nama baik dan citra almamater STAI Denpasar Bali; 3. Tidak berambut panjang bagi laki-laki dan tidak berpakaian ketat bagi perempuan; 4. Selalu menjaga akhlaqul karimah sesuai dengan syari’at Islam; 5. Melaksanakan tugas KKN dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi; 6. Beradaptasi dan mengendalikan diri terhadap kehidupan di lokasi KKN; 7. Tidak boleh meninggalkan lokasi KKN tanpa ijin pamong desa atau Ta’mir Masjid; 8. Tidak diperkenankan anjang sana dan anjang sini antar kelompok melebihi dari 3 kali; 9. Tidak akan mengangkat tema-tema sensitif yang membahayakan ukhuwah Islamiyah dan kerukunan antar umat beragama; 10. Selalu mengenakan tanda pengenal mahasiswa STAI Denpasar Bali serta atribut KKN lainnya pada waktu melaksanakan tugas atau keluar dari pemondokan, terutama pada waktu pertemuan resmi dengan perangkat desa atau kecamatan;


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 20 11. Tidak memberikan informasi kepada media massa secara individual atau kelompok untuk disebarluaskan dengan mengatasnamakan peserta atau kelompok KKN mahasiswa STAI Denpasar Bali; 12. Melaksanakan ibadah dengan baik sesuai ajaran Agama Islam. E. Sanksi-sanksi 1. Peserta yang tidak melaksanakan tugas KKN dengan baik akan diberikan teguran, jika tidak mengindahkan maka akan diberikan penurunan nilai, jika tetap maka tidak akan diluluskan; 2. Peserta dalam keadaan meninggalkan tempat lebih dari 3-5 hari akan dilakukan pengurangan nilai KKN dengan nilai maksimal B – C dan jika lebih dari 10 hari dinyatakan tidak lulus; 3. Peserta dalam keadaan meninggalkan tempat lokasi sebelum waktu yang ditentukan, maka dapat pengurangan nilai maksimal B; 4. Peserta KKN dinyatakan tidak lulus apabila terbukti melakukan perbuatan yang melanggar hukum seperti; membawa dan minum obat-obatan terlarang, asusila, dll. F. Waktu dan Tempat KKN Pelaksanaan KKN Nusantara MB Mahasiswa STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H ini dilaksanakan selama 30 hari, yakni terhitung mulai tanggal 06 November sampai dengan 06 Desember 2023 (tidak termasuk persiapan, pendaftaran dan pembelakalan). Adapun tempat pelaksanaan KKN ini yakni di wilayah; 1) Desa/Kelurahan Benoa, Kec. Kuta Selatan, Kab. Badung; 2) Desa Penebel Kec. Penebel Kab. Tabanan; 3) Desa Medewi, Kec. Pekutatan, Kab. Jembrana; 4) Desa Kp. Gegel, Kec. Klungkung, Kab. Klungkung. 5) Desa Sindu Wati, Kec. Sidemen, Kab. Karangasem.


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 21 BAB III PEMBEKALAN KKN A. Dasar Pemikiran Pembekalan KKN dilaksanakan sebelum pelaksanaan kegiatan atau sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi kegiatan. Hal ini untuk memberikan pengenalan tentang kegiatan di lapangan, pembekalan diberikan langsung oleh Narasumber, Panitia, dan DPL KKN masingmasing kelompok sesuai dengan waktu yang ditentukan. B. Tujuan Pembekalan Tujuan pembekalan meliputi sebagai berikut; 1. Memberikan bekal pengetahuan sosial kemasyarakatan kepada calon peserta KKN Nusantara MB mengenai problematika, pendekatan dan pemecahannya; 2. Menciptakan kondisi siap mental, fisik, dan konsepsional bagi calon peserta untuk terjun ke lapangan demi melaksanakan tugas-tugas KKN Nusantara MB; 3. Untuk mengetahui tingkat pemahaman, pengetahuan dan penguasaan mahasiswa terhadap materi yang diberikan dalam kegiatan KKN Nusantara MB. C. Pelaksanaan Pembekalan 1. Waktu dan tempat pembekalan KKN Nusantara MB dilaksanakan sebelum pemberangkatan ke lokasi sesuai dengan waktu yang ditentukan, sedangkan tempat pembekalan dilakukan di lingkungan kampus STAI Denpasar Bali oleh Narasumber, Panitia, dan DPL KKN masing- masing kelompok; 2. Materi pembekalan merupakan informasi yang akan diberikan sesuai dengan kondisi dan masalah-masalah di lokasi kegiatan, serta kebijakan yang berkaitan dengan KKN Nusantara MB Mahasiswa STAI Denpasar Bali; 3. Metode penyajian materi pembekalan KKN yaitu dengan pembelajaran langsung, partisipatory melalui kegiatan kelompok, ceramah dan penugasan.


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 22 D. Tata Tertib Pembekalan 1. Semua calon peserta wajib mengikuti pembekalan minimal 75% kahadiran sesuai dengan ketentuan; 2. Bagi calon peserta yang tidak memenuhi 75% dengan alasan yang tidak rasional maka dianggap gugur atau nilai pembekalan Kuliah KKN dikurangi; 3. Peserta pembekalan harus hadir dan mengikuti materi pembekalan dengan menandatangani daftar hadir; 4. Peserta pembekalan harus berpakaian jas almamater STAI Denpasar Bali.


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 23 BAB IV MEKANISME PELAKSANAAN A. Tahap Pelaksanaan KKN Secara garis besar tahap-tahap pelaksanaan KKN Nusantara MB dalam satu periode dapat disusun sebagai berikut; 1. Tahap Persiapan a. Studi kelayakan lokasi KKN b. Perizinan lokasi c. Pendaftaran, pengelompokan, dan penempatan d. Pembekalan 2. Tahap Pelaksanaan a. Pemberangkatan peserta b. Pembimbingan oleh DPL c. Monitoring oleh Tim Pengarah KKN 3. Tahap Evaluasi, pelaporan, dan tindak Lanjut a. Evaluasi keberhasilan dan evaluasi program b. Penyusunan laporan 1) Individu 2) Kelompok Dari garis besar tahap-tahap pelaksanaan KKN di atas ada beberapa hal yang perlu dijelaskan lebih lanjut, sebagai berikut. 1. Pendaftaran dan Penempatan a. Pendaftaran Peserta KKN MB wajib mendaftarkan diri dan menyerahkan berkas di Kantor TU STAI Denpasar Bali. Waktu pendaftaran diatur sesuai kalender akademik dan diinformasikan melalui papan pengumuman atau website STAI Denpasar Bali. b. Penempatan Beberapa ketentuan penempatan mahasiswa yang mengikuti KKN Nusantara MB adalah sebagai berikut; 1) Lokasi untuk kegiatan KKN ditentukan oleh P3M berdasarkan beberapa pertimbangan, kelayakan, kontinuitas program, dan lain-lain; 2) Mahasiswa peserta KKN dibagi menjadi 5 kelompok;


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 24 3) Jumlah anggota setiap kelompok ditentukan berdasarkan pertimbangan kompleksitas permasalahan di lokasi; 4) Penentuan kelompok mempertimbangkan proporsi variasi program studi, jenis kelamin, dan ketokohan mahasiswa; 5) Pengelompokkan mahasiswa dan penempatan kelompok pada lokasi diatur oleh panitia pelaksana. B. Pelepasan dan Pemberangkatan Peserta Pelepasan peserta KKN Nusantara MB dilakukan secara serentak di kampus STAI Denpasar Bali sebelum berangkat ke lokasi dengan upacara resmi yang dilepas oleh Ketua STAI Denpasar Bali dengan didampingi oleh masing-masing DPL. Pemberangkatan dilaksanakan secara kelompok oleh DPL masing-masing kelompok ke lokasi yang sudah ditentukan oleh panitia pelaksana. C. Agenda Pelaksanaan KKN Pelaksanaan KKN Nusantara MB Mahasiswa STAI Denpasar Bali ketika berada di lokasi KKN dapat mengikuti tahapan- tahapan agenda sebagaimana tabel berikut: No. TahapanTahapan Uraian Kegiatan Penanggung Jawab 1. Minggu Pertama Melakukan ta’aruf, silaturahim, pembagian tugas, dan merangcang progran aksi Kordes 2. Minggu Kedua Melakukan pemetaan program, sosialisasi, dan melaksanakan program aksi Kordes dan Ketua Bidang 3. Minggu Ketiga Melakukan seluruh kegiatan/program aksi Kordes dan Ketua Bidang 4. Minggu Keempat ▪ Melanjutkan program aksi ▪ Melakukan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan ▪ Melakukan persiapan penutupan dan penyusunan laporan akhir. Kordes, Ketua Bidang, dan Peserta


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 25 BAB V DINAMIKA PELAKSANAAN KKN A. Pengorganisasian Peserta Untuk lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan KKN Nusantara MB di lokasi KKN, maka pengorganisasian peserta KKN diatur sebagaimana ketentuan berikut; 1. Setiap kelompok terdiri dari 10 peserta gabungan dari beberapa prodi, yang terdapat Ketua (Kordinator Desa atau Kelurahan/Kordes), Sekretaris, Bendahara dan Seksi-seksi/Bidangbidang; 2. Koordinator Desa/Kelurahan (Kordes) ditunjuk atau dipilih oleh panitia pelaksana, sedangkan Sekretaris, Bendahara dan Seksiseksi/Bidang-bidang dipilih oleh masing-masing kelompok di setiap desa/kelurahan; 3. Setiap kelompok dapat melakukan rancangan program kerja berdasarkan pedoman yang ada, yang dipimpin oleh ketua kelompok/kordes masing-masing; 4. Pada seluruh kecamatan dan kabupaten/kota terdapat seorang Koordinator Daerah (Korda) yang ditunjuk atau dipilih oleh panitia pelaksana; B. Stuktur Pelaksana Struktur pelaksana KKN Nusantara MB terdiri atas: 1. Penanggungjawab Kegiatan 2. Tim Pengarah 3. Ketua Pelaksana 4. Sekretaris 5. Bendahara 6. Anggota Panitia 7. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) 8. Koordinator Daerah (Korda) 9. Koordinator Desa (Kordes) Penanggungjawab kegiatan adalah Ketua STAI Denpasar Bali, Tim Pengarah adalah Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Seluruh


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 26 Ketua Prodi, Ketua Pelaksana adalah Kepala P3M, Sekretaris adalah Kepala BAA, Bendahara adalah Kepala BANA, Anggota Panitia adalah unsur Staff STAI Denpasar Bali, DPL adalah Dosen Tetap Yayasan yang ditunjuk oleh Tim Pengarah dan ditetapkan berdasarkan SK Ketua STAI Denpasar Bali, Koordinator Daerah (Korda) maupun Koordinator Desa (Kordes) adalah peserta KKN yang ditunjuk atau dipilih oleh panitia pelaksana. C. Personalia Pembimbing 1. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) berasal dari Dosen Tetap Yayasan yang ditunjuk oleh Tim Pengarah dan ditetapkan berdasarkan SK Ketua STAI Denpasar Bali; 2. Pembimbing juga terdiri dari lapisan masyarakat, pemerintah kecamatan, desa/kelurahan dan banjar, tokoh masyarakat, dsb. D. Rasio Antara DPL dan Peserta KKN 1. Rasio antara DPL dan Peserta KKN di dasarkan pada jumlah mahasiswa, 2 orang DPL membimbing 10 mahasiswa yang ditempatkan di setiap desa/kelurahan; 2. Setiap desa/kelurahan terdapat satu kelompok KKN dengan 2 orang DPL. E. Peran dan Proses Pembimbingan 1. DPL dalam melaksanakan tugasnya berperan sebagai; pembimbing, penghubung, pengarah, motivator, penilai, dan pemberi contoh terhadap peserta KKN. 2. DPL sebelum melakukan bimbingan harus melakukan pembekalan kepada mahasiswa sesuia materi yang diberikan panitia pelaksana KKN; 3. DPL dalam melakukan kunjungan ke lokasi minimal 4 kali termasuk pembukaan dan penutupan KKN; 4. Setiap melakukan bimbingan DPL harus mengisi daftar pembimbingan yang ditanda tangani oleh Kordes di masing-masing lokasi KKN; 5. DPL dapat melakukan kunjungan tambahan jika dimungkinkan untuk


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 27 melakukan bimbingan sesuai dengan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi mahasiswa di lokasi KKN; 6. Membuat laporan kegiatan pembimbingan sebagai bentuk kegiatan pengabdian dosen sesuai format pelaporan terlampir. F. Metode Pembimbingan 1. Metode bimbingan lebih menekankan dengan metode langsung. DPL dapat mendatangi lokasi kegiatan mahasiswa untuk melakukan diskusi dan wawancara terkait pelaksanaan kegiatan; 2. DPL dapat melakukan pengecekan terhadap laporan individu dan buku catatan peserta KKN setiap melakukan kunjungan, hal ini sebagai pertimbangan dalam memberikan penilaian; 3. Untuk memperoleh data yang akurat, DPL dapat melakukan wawancara dengan perangkat desa, tokoh masyarakat atau masyarakat di sekitar lokasi kegiatan; 4. DPL dapat memberikan arahan terkait hasil pelaporan mahasiswa selama kegiatan, baik menyangkut keberhasilan atau masalahmaslah yang dihadapi peserta KKN selama di lokasi kegiatan. G. Hak dan Kewajiban DPL 1. Berhak mendapatkan honorarium kegiatan pembimbingan dan transportasi kunjungan ke lokasi; 2. Mendapatkan materi kegiatan pendampingan KKN; 3. Wajib menjalakan tugas sebagai DPL selama kegiatan KKN berlangsung; 4. Melakukan kunjungan dan pembingbingan sesuai dengan ketentuan yang ada; 5. Wajib membuat laporan pembingbingan atau pendampingan selama kegiatan di lokasi. H. Sanksi-sanksi DPL 1. Diberikan sanksi ringan berupa teguran lisan, jika tidak melakukan kunjungan dan pembimbingan sesuai dengan tugasnya; 2. Diberikan sanksi sedang berupa teguran tertulis, jika tidak mengindahkan poin 1 dan melakukan hal-hal yang tidak terpuji; 3. Diberikan sanksi berat berupa pemberhentian dan pencabutan hak-


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 28 hak sebagai DPL apabila tidak mengindahkan point 1 dan 2 serta melakukan hal-hal yang berkaitan dengan melawan hukum. I. Tugas Koordinator Daerah (Korda) 1. Mengkomunikasikan acara serah terima peserta KKN (bersama dengan DPL) di tingkat kecamatan dan kabupaten/kota; 2. Melakukan koordinasi dengan P3M maupun panitia pelaksanan (PP) KKN tentang kondisi dan perkembangan kegiatan KKN mahasiswa di masing- masing kecamatan dan kabupaten/kota; 3. Memonitor program kegiatan kordes selama kegiatan berlangsung; 4. Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan lapangan di masing-masing kabupaten/kota; 5. Membuat laporan akhir kegiatan yang meliputi: a) Laporan akademik yang terdiri dari 5 Kabupaten dengan 5 desa; (1) Pendahuluan, (2) Profil Masing-masing Desa, (3) Programprogram kegiatan desa, (4) Hambatan-hambatan, (5) Rekomendasi, (6) Penutup, dan (7) Dokumentasi; b) Laporan Keuangan 6. Mengkordinasikan kegiatan KKN yang dipusatkan untuk satu kecamatan dan kabupaten/kota; 7. Melakukan koordinasi dengan setiap kordes; J. Tugas Koordinator Desa (Kordes) 1. Mengordinasikan kegiatan kelompok peserta dengan DPL, Panitia Pelaksana KKN (PP-KKN) atau pihak lain selama kegiatan KKN; 2. Menjadi utusan kelompok untuk mengikuti pertemuan teknis yang diselenggarakan PP-KKN; 3. Bersama dengan DPL bertugas melaksanakan orientasi lokasi dan konsultasi sebelum pelaksanaan KKN; 4. Berkordinasi dengan aparatur pemerintahan setempat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama; 5. Bertanggungjawab atas terlaksananya program kerja KKN Nusantara Moderasi Beragama selama di lokasi KKN; 6. Menghadiri dan mengkoordinasikan kehadiran anggota dalam upacara pemberangkatan;


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 29 7. Mengkoordinasikan acara pemberangkatan peserta dari kampus ke lokasi; 8. Menghadiri dan sebagai koordinator acara serah terima di desa/kelurahan; 9. Mengkoordinasikan pelaksanaan program di lapangan; 10. Memimpin anggota dalam pengisisan agenda pada BLH (dan membubuhkan paraf) dan mengisi BLK; 11. Mengkoordinasikan penyelenggaraan acara perpisahan tingkat banjar, masjid/mushollah, atau di desa/kelurahan; 12. Melakukan pamitan atas nama kelompoknya kepada tokoh masyarakat setempat dan aparat pemerintah pada kegiatan perpisahan (dalam acara/upacara perpisahan atau pamitan kunjungan rumah), dan pelaksana pemberian cindera mata kepada aparat/tokoh masyarakat; 13. Bertanggungjawab atas tersusunnya laporan akhir kelompok. K. Kegiatan dan Masa Kerja di Lokasi KKN Mahasiswa yang melaksanakan KKN Nusantara Moderasi Beragama di lokasi KKN dapat melakukan kegiatan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Kegiatan di lokasi merupakan pelaksanaan program kerja yang telah dirumuskan di masing-masing kelompok yang meliputi program insititusi dan prodi; 2. Mahasiswa peserta KKN dalam melaksanakan kegiatan di lokasi dapat bertindak sebagai fasilitator, animator, motivator, dan katalisator, serta memberikan pendampingan terhadap kegiatan yang dilakukan di masyarakat; 3. Kegiatan di lokasi dimulai sejak Pukul 08.00 sampai dengan Pukul 22.00 WITA, atau dapat menyesuaikan dengan kondisi masyarakat di lokasi kegiatan; 4. Tempat kegiatan sebagaimana umumnya dilaksanakan di desa, banjar, masjid/mushollah, lembaga pendidikan, kesehatan, lapangan dan lain-lain; 5. Program kegiatan dapat berupa kegiatan pengembangan yang diambil dari kegiatan masyarakat yang sudah ada atau program baru


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 30 yang ditawarkan oleh peserta KKN; 6. Program kegiatan berdasarkan pedoman ini meliputi bidang pendidikan, ekonomi, sosial, agama, budaya, kesehatan, dan lingkungan hidup. L. Penyusunan Rancangan Program Kerja Dalam penyusunan program kerja harus mempertimbangkan kondisi masyarakat dan potensi desa itu sendiri, karena rencana program kerja dapat dilaksanakan jika telah mempertimbangkan aspek-aspek yang telah ditentukan. Dalam penyusunan program kerja juga harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat agar program kerja dapat berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan dari masyarakat setempat. Penyusunan program kerja dapat dilakukan melalui 2 (dua) jenis yaitu: 1. Program Kerja Individu Program kerja individu merupakan program kerja yang dilaksanakan oleh masing-masing individu, baik sesuai dengan program studinya maupun program yang bersifat umum yang sesuai dengan tujuan dan fungsi KKN Nusantara Moderasi Beragama. Setiap penyusunan program individu dilakukan secara kelompok agar tidak terjadi tumpang tindih dari masing-masing individu. Setiap kegiatan dapat dilaporkan dalam catatan harian yang telah dibuat oleh masing-masing mahasiswa. Contoh sebagaimana terlampir. 2. Program Kerja Kelompok Penyusunan program kerja kelompok dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kelompok KKN. Program kerja masingmasing kelompok dibuat berdasarkan tingkat prioritas kegiatan di lakosi KKN sesuai dengan tingkat kebutuhan masyarakat baik pada bidang pendidikan, ekonomi, sosial, agama, budaya, kesehatan, dan lingkungan hidup. Di lokasi kegiatan yang berpusat di masjid, maka mahasiswa dapat melakukan pembentukan kepengurusan dan memberikan pembinaan agar keberlangsungan program-program masjid dapat


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 31 berjalan dengan baik. Pelaksanaan program kerja kelompok dikerjakan dalam bentuk pola koordinasi, pengumpulan data, identifikasi, pelatihan, pendidikan, dsb. Tahapan-tahapan dalam melaksanakan kegiatan kelompok yaitu: a. Setiap kelompok desa/kelurahan dapat melakukan perkenalan dengam masyarakat di masing masing lokasi; b. Setiap kelompok melakukan identifikasi potensi, inventarisasi, dan penetapan sasaran untuk dilakukan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat; c. Melakukan pendidikan dan pelatihan dengan menghadirkan perangkat desa, tokoh masyarakat, takmir masjid, pengurus lembaga pendidikan, koperasi, pemuda, dan narasumber yang berkompeten di bidangnya; d. Mematangkan program kerja kelompok tersebut dengan DPL, pejabat formal, dan tokoh masyarakat; e. Menetapkan target kualitatif dan kuantitatif dari masing-masing butir program kerja kelompok seperti pada indikator bidang kegiatan; f. Menyusun dan merumuskan seluruh program kegiatan pada tabel sebagai mana terlampir. M. Pelaksanaan Program Kerja Program kerja yang telah ditentukan memerlukan pelaksanaan yang tertib dan terorganisir agar memperoleh hasil konkrit bukan sekadar daftar program kerja belaka. Untuk merelaisasikan program kerja dapat dilakukan melalui tahapan- tahapan sebagai berikut; 1. Berpegang teguh pada program kerja yang telah ditetapkan, tetapi jika ada perubahan dan penambahan sebaiknya dilakukan musyawarah bersama kelompok dan DPL; 2. Menetapkan mekanisme pelaksanaan program kerja secara tepat dan terpadu yang meliputi tata pelaksanaan, dan pihak-pihak yang terlibat; 3. Bekerja secara kolektif dan terjadwal dengan menentukan pihak-


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 32 pihak yang bertanggung jawab terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut agar tercapainya target yang diinginkan; 4. Memperhatikan sumber pendanaan dan sarana prasarana yang dibutuhkan; 5. Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut; 6. Memantau dan mengevaluasi dari setiap kegitan yang dilaksanakan serta melakukan konsultasi dengan perangkat kecamatan, desa, dan DPL terkait pelakanaan kegiatan; 7. Menyusun rencana kerja bersama masyarakat, bagaimana tujuan dapat dicapai, siapa harus melakukan apa dan bagaimana. Beberapa program yang dapat dilaksanakan untuk mengembangkan kegiatan KKN di lapangan yakni sebagai berikut: 1. Melakukan pelatihan Pengembangan pelaksana program melalui pelatihan merupakan sesuatu yang mutlak untuk dilakukan mengingat bahwa “pendekatan partisipatif” membutuhkan staff maupun masyarakat yang mumpuni dan kemauan untuk belajar terus menerus, karena tuntutan “perubahan dan dinamika” yang terjadi selama proyek berlangsung. 2. Melakukan kunjungan ke lokasi program Kunjungan ke lokasi program perlu dilakukan untuk membahas bersama masyarakat tentang kemajuan yang dicapai, permasalahan yang dihadapi, mengembangkan alternatif pemecahan masalah dan dukungan yang dibutuhkan dalam memecahkan masalah dari pihak lain, dan lain sebagainya. 3. Mengadakan pertemuan rutin Pertemuan dengan masyarakat dalam upaya “memfasilitasi” dan “membantu” masyarakat dalam upaya mencari alternatif pemecahan masalah yang sesuai dan sebagai bahan masukan pemantuan untuk manajemen. N. Capaian dalam Kegiatan Program KKN Nusantara MB Mahasiswa STAI Denpasar Bali yang telah dirancang dapat dilaksanakan dengan baik demi harapan


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 33 (capaian kegiatan KKN) sebagai berikut: 1. Meningkatnya partisipasi masyarakat di sekitar masjid dalam kegiatan Pendidikan, Ekonomi, Sosial, Agama, Budaya, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup; 2. Meningkatnya taraf hidup masyarakat dari pra sejahtera menjadi sejahtera dengan mengembangkan potensi yang ada; 3. Terwujudnya masyarakat untuk melakukan ketuntasan wajib belajar pendidikan 9 tahun dan keaksaraan fungsional; 4. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mengikuti hidup sehat; 5. Tersedianya sarana pendidikan antara lain PAUD, TPQ dan kelompok pengajian berbasis masjid/mushollah; 6. Tumbuh dan berkembangnya aktivitas peberdayaan ekonomi keluarga dan kewirausahaan secara bertahap; 7. Terwujudnya peran partisipasi dan tanggungjawab antara jamaah laki-laki dan perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan; 8. Terwujudnya lingkungan bersih, sehat, dan produktif; 9. Terwujudnya kegiatan olah raga rutin; 10. Terwujudnya konservasi lingkungan hidup sehat; 11. Terdatanya kondisi masyarakat sesuai form pendataan sebagaimana terlampir. O. Materi Kegiatan KKN Materi kegiatan KKN Nusantara MB dapat dilakukan dengan mengacu pada kepentingan; 1) kegiatan institusi, dan 2) kegiatan prodi. Adapun rinciannya sebagaimana contoh berikut: No. Kegiatan Istitusi Kegiatan Prodi Fatin (MPI) Fara (PAI) Febi (ES) 1. Sholat berjamaah lima waktu Mengaktifkan pelaksanaan TPQ Melaksanakan program “Bedah Kitab” Melaksanakan sosialisasi/ advokasi hukum ekonomi Islam


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 34 2. Dialog keagamaan di masjid/ mushollah Melaksanakan bimbingan dan konseling belajar Melaksanakan bimbingan belajar Alquran, pendalaman Fiqih, dsb. Melaksanakan program pengembangan ekonomi ummat 3. Kajian Alquran dan Alhadits Melaksanakan pelatihan dan pendidikan pengelolaan perpustakaan masjid/ mushollah Melaksanakan pelatihan kifayah Melaksanakan pelatihan kewirausahaan 4. Program pemberdayaan remaja Melaksanakan pelatihan dan pendidikan menajemen/ pengelolaan lembaga (masjid, TPQ, Madrasah, dsb.) Melaksanakan bimbingan belajar/ pendalaman aqidah-akhlaq bagi siswa sekolah umum Melaksanakan program pengembangan koperasi dan BMT 5. Gerakan cinta lingkungan dan penghijauan Pendampingan Pendidikan Anak-anak Usia Dini (PAUD) Melaksanakan kajian Risalah Nabi Muhammad SAW Melaksanakan gerakan zakat, infaq dan shadaqah 6. Gerakan hidup sehat dengan menjaga kebersishan lingkungan 7. Pembinaan kesenian dan olah raga 8. Pelayanan kesehatan


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 35 9. PHBI 10. Kultum dan Khotbah Jum‟at 11. Kerja Bakti 12. Pengolahan SDA (dapat dikembangkan sesuai dengan potensi yang ada) Setiap kegiatan yang bersifat institusi maupun prodi yang bertanggung jawab adalah ketua kelompok masing-masing. Untuk menjalankan kegiatan institusi dilakukan secara kolektif/kelompok, sedangkan yang menjadi pelaksana kegiatan prodi adalah mahasiswa dari prodi masing-masing namun juga bisa melibatkan mahasiswa dari prodi lain. Seluruh kegiatan hendaknya dilakukan dengan menentukan skala prioritas dan diharapkan menciptakan kebersamaan dan kekompakan bersama dalam kelompok tanpa menonjolkan kepentingan individu maupun prodi. Keberhasilan kelompok adalah keberhasilan bersama. P. Tahapan Pelaksanaan KKN Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam kegiatan KKN Nusantara MB meliputi: 1. Perencanaan: Kegiatan perencanaan dilaksanakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) mencakup pendaftaran, koordinasi, perijinan, pengelompokan, dan penempatan. Sementara bagi mahasiswa adalah melakukan koordinasi dengan kelompok, perangkat desa, dan persiapan kegiatan selanjutnya. 2. Persiapan: Tahap ini meliputi pembekalan, kunjungan untuk menentukan lokasi, dan mengidentifikasi isu-isu setrategis keagamaan, kemiskinan, pendidikan, sosial, kesehatan, dan lingkungan hidup di lokasi KKN. 3. Pendataan dan Pemetaan: Langkah ini adalah melakukan pemetaan sasaran yang dilakukan oleh mahasiswa bersama


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 36 masyarakat. Pendataan dilakukan pada seluruh keluarga sekitar kegiatan untuk mengetahui kondisi dan potensi yang dimilikinya, dan sebagainya. 4. Pelaksanaan: Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 30 hari berdasarkan materi-materi kegiatan KKN Nusantara MB. Dalam kegiatan juga dilakukan hal-hal sebagai berikut; a. Melakukan kunjungan dan sosialisasi dengan masyarakat dan tokoh masyarakat sekitar; b. Melakukan identifikasi potensi desa/kelurahan; yaitu mengakomodasi potensi-potensi yang ada dalam masyarakat yang diperoleh dari hasil catatan individu atau teknik yang lain dan kemudian dimasukkan dalam tabel sebagai berikut. No. Bidang Potensi 1. Pendidikan 1. 2. 3. dst 2. Ekonomi 1. 2. 3. dst 3. Sosial 1. 2. 3. dst 4. Agama 1. 2. 3. dst 5. Budaya 1. 2. 3. dst 6. Kesehatan 1. 2. 3. dst 7 Lingkungan Hidup 1. 2. 3. dst


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 37 c. Membuat data prioritas kegiatan sesuai dengan kesepakatan kelompok dan masyarakat berdasarkan potensi yang dapat dikembangkan; d. Melakukan aksi; yaitu menyusun rencana kerja terhadap aksi yang dipilih berdasarkan prioritas yang telah disepakati bersama masyarakat. Rencana kerja dalam aksi ini dapat dituangkan dalam tabel sebagaimana berikut. No. Kegiatan & Sub Kegiatan Target Jadwal Pelaksanaan Penjab Sumberdaya yang diperlukan Resiko 1 2 3 4 dst Personal Material Biaya 1. 2. 3. Keterangan Tabel: a. Kegiatan dan Sub Kegiatan adalah bentuk kegiatan sesuai dengan bidang yang akan dilaksanakan, seperti Kegiatan Menghidupkan TPQ dengan sub kegiatan Diklat Ustadz TPQ. b. Target adalah terselesaikannya kegiatan/sub kegiatan atau memerlukan program lanjutan. c. Jadwal Pelaksanaan adalah waktu atau tanggal dilaksanakannya kegiatan atau sub kegiatan. d. Penanggung jawab kegiatan selama waktu pelaksanaan kegiatan adalah mahasiswa. e. Sumberdaya yang diperlukan adalah komponen/tim ahli yang diperlukan demi pelaksanaan kegiatan atau sub kegiatan tersebut. f. Resiko adalah realisasi dari target yang telah ditentukan dalam bentuk prosentase. 5. Evaluasi dan Refleksi Evaluasi dan refleksi merupakan dua hal yang tak dipisahkan. Evaluasi merupakan penilaian suatu dari kegiatan, apakah pelaksanaan aksi sesuai dengan target perencanaan yang telah dibuat, sedangkan refleksi merupakan kritik, masukan, dan poinpoin yang dapat diperoleh dan akan digunakan kembali dalam


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 38 perencanaan. Dalam kegiatan ini evaluasi dan refleksi dilakukan secara bersama-sama dengan kelompok. Proses evaluasi yang baik adalah menemukan konsekuensi dan penyebab-penyebab dari keberhasilan atau kegagalan sebuah kegiatan.dalam evaluasi bersama mekanisme reward merupakan mekanisme yang lebih baik daripada mekanisme punishment. Bagaimanapun jika proses aksi telah dilakukan, sedangkan hasil bukanlah merupakan sesuatu yang sakral. Refleksi dari kegiatan dapat dilakukan dengan video. Jika proses aksi dapat di gambar dalam video dan diputar ulang maka proses diskusi dalam refleksi dapat berjalan lebih menarik. Dari proses evaluasi-refleksi diharapkan muncul katakata kunci mengapa problem tidak berhasil diselesaikan dan mengapa suatu stimulus menghasilkan respon yang baik. Evaluasi dilakukan secara berjenjang mulai dari kelompok sasaran yaitu keluarga sampai dengan jenjang atau tingkat selanjutnya dengan melibatkan berbagai pihak terkait yang terlibat.


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 39 BAB VI TEKNIK PENYUSUNAN LAPORAN KKN MODERASI BERAGAMA Penyusunan laporan kegiatan KKN Nusantara MB terdiri dari dua jenis laporan, yaitu; 1) laporan akhir kelompok, dan 2) laporan akhir individu. A. Laporan Akhir Kelompok Penyusunan laporan hasil kegiatan KKN Nusantara MB ini dibuat oleh masing-masing kelompok sesuai dengan data dan kegiatan yang dilakukan selama proses kegiatan berlangsung, yaitu mulai tanggal 06 November s.d. 06 Desember 2023 dengan ketentuan umum sebagai berikut; 1. Setiap kelompok wajib membuat laporan akhir kelompok selambatlambatnya 2 minggu setelah kegiatan pemulangan dari lokasi KKN (bersamaan dengan laporan individu); 2. Penyerahan laporan ini adalah sebagai acuan penilaian DPL; 3. Laporan dibuat sesuai dengan sistematika pelaporan sebagaimana terlampir; 4. Laporan dibuat dalam bentuk softcopy berupa CD dan hardcopy rangkap 4 (untuk P3M/Kampus, DPL, desa/kelurahan, dan untuk arsip kelompok), serta telah mendapatkan pesetujuan dari DPL dan kepala desa/kelurahan, dengan warna cover hijau muda dan jumlah halaman minimal 30 halaman (tidak termasuk lampiran); 5. Ketentuan khusus pengetikan laporan kelompok dijelaskan pada poin C dalam bab ini. B. Laporan Akhir Individu Laporan akhir individu merupakan laporan kegiatan pelayanan (pengabdian kepada masyarakat) yang dilakukan oleh setiap individu mahasiswa selama berada di lokasi KKN. Kegiatan pelayanan ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemanfaatan dan penerapan IPTEKS bagi kesejahteraan masyarakat. Basis kegiatan ini adalah penerapan keahlian dari disiplin ilmu yang


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 40 dimiliki oleh setiap mahasiswa yang berasal dari setiap prodi. Tagihan laporan individu ini memuat minimal 1 jenis laporan akhir kegiatan. Dalam pelaksanannya, setiap mahasiswa dapat berkolaborasi dengan mahasiswa lain dalam satu prodi, baik dalam satu kelompok maupun dalam kelompok lain (lain desa/kelurahan). Sekalipun dilaksanakan secara kolaboratif, tagihan laporannya dilakukan secara individual dengan ketentuan umum sebagai berikut; 1. Setiap peserta wajib membuat laporan akhir individu selambatlambatnya 2 minggu setelah kegiatan pemulangan dari lokasi KKN (bersamaan dengan laporan kelompok); 2. Penyerahan laporan ini adalah sebagai acuan penilaian DPL; 3. Laporan dibuat sesuai dengan sistematika pelaporan sebagaimana terlampir; 4. Laporan dibuat dalam bentuk softcopy berupa CD dan hardcopy rangkap 3 (2 eksemplar untuk kampus, dan 1 eksemplar untuk arsip peserta), serta telah mendapatkan pesetujuan dari DPL dan kepala desa/kelurahan, dengan jumlah halaman minimal 20 halaman (tidak termasuk lampiran); 5. Warna cover laporan individu, menyesuaikan dengan prodi masingmasing, yaitu; a. Ekonomi Syariah: Hijau Muda/Hijau Pupus b. Manajemen Pendidikan Islam: Biru Muda c. Pendidikan Agama Islam: Hijau Daun 6. Ketentuan khusus pengetikan laporan individu dijelaskan pada poin C dalam bab ini. C. Ketentuan Khusus Pengetikan Laporan Akhir 1. Kertas yang digunakan adalah jenis HVS putih, ukuran A4 (21,0 cm x 29,7 cm) dengan berat minimal 80 gram; 2. Margin kertas bidang pengetikan berjarak; a. Tepi kiri dan tepi atas kertas: 4 cm b. Tepi kanan dan bawah kerta: 3 cm 3. Menggunakan huruf time new roman ukuran 12, dengan jarak antar paragraf 1,5 spasi; 4. Ketuntuan lain-lain yang belum diatur dalam pedoman ini dapat


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 41 menyesuaikan pada Pedoman Penulisan Skripsi STAI Denpasar Bali.


Pedoman Pelaksanaan KKN STAI Denpasar Bali Angkatan XIV Tahun 2023 M/1445 H 42 D. Penilaian 1. Penilaian KKN adalah penilaian dan evaluasi yang ditujukan kepada mahasiswa peserta KKN dalam melaksanakan tugasnya; 2. Tujuan penilaian adalah untuk memberikan angka prestasi terhadap aspek-aspek yang dinilai sehubungan dengan status KKN dalam kurikulum STAI Denpasar Bali yang bersifat intrakurikuler; 3. Penilaian diberikan sejak peserta KKN mengikuti Orientasi KKN hingga pengumpulan laporan KKN; 4. Aspek-aspek penilaian KKN meliputi; a. Pelatihan/pembekalan (bobot 10%) b. Kegiatan lapangan (bobot 80%) yang meliputi aspek; 1) Kehadiran peserta di lokasi KKN 2) Kerjasama dalam pelaksanaan program KKN 3) Kontribusi dalam mensukseskan program KKN 4) Perilaku (akhlak) selama pelaksanaan KKN 5) Integritas dan kekompakan dalam tim KKN 6) Kreatifitas dan inovasi dalam pelaksanaan program c. Pembuatan laporan (bobot 10%) terdiri dari; 1) Kesesuaian dengan sistematika yang ditentukan 2) Kelengkapan isi laporan 3) Ketepatan waktu penyerahan laporan 5. Penilai kegiatan KKN adalah DPL melalui monitoring secara langsung di lapangan maupun tidak langsung melalui laporan; 6. Penilaian akhir dilakukan dengan menjumlahkan nilai semua aspek kegiatan sesuai dengan bobot masing-masing, selanjutnya dikonversikan ke dalam angka dan huruf sebagai berikut: Angka Huruf Keterangan Interval Skor Interval Skor 91-100 4,00 A+ Lulus 86-90 3,75 A Lulus 81-85 3,50 A- Lulus 76-80 3,25 B+ Lulus 71-75 3,00 B Lulus 66-70 2,75 B- Lulus 61-65 2,50 C+ Lulus 56-60 2,25 C Lulus 51-55 2,00 C- Tidak Lulus ˂50 1,75 D Tidak Lulus


Click to View FlipBook Version