The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Reinkarnasi Kelompok 9, XI-A1-3
Layaknya bagaskara dan bentala, kita adalah dua atman yang tak diizikan semesta untuk bersama di kehidupan sekarang. Tapi ternyata semesta mengizinkan kita untuk lahir kembali dan hidup bersama di kehidupan yang baru.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by HaiMing ID, 2023-05-30 02:48:00

Reinkarnasi

Reinkarnasi Kelompok 9, XI-A1-3
Layaknya bagaskara dan bentala, kita adalah dua atman yang tak diizikan semesta untuk bersama di kehidupan sekarang. Tapi ternyata semesta mengizinkan kita untuk lahir kembali dan hidup bersama di kehidupan yang baru.

Reinkarnasi Layaknya bagaskara dan bentala, kita adalah dua atman yang tak diizikan semesta untuk bersama di kehidupan sekarang. Tapi ternyata semesta mengizinkan kita untuk lahir kembali dan hidup bersama di kehidupan yang baru. ** Adegan 1 Hari ini, tepat 3.982 hari sejak kejadian dimana Carina bertemu Orion, teman laki laki yang satu tempat ibadah dengannya. Di Kota bogor yang ramai penduduk, ada seorang gadis cantik bernama Carina yang berarti bintang paling terang kedua di langit. Dan ada lelaki bernama Orion yang berarti konstelasi paling terang dan paling terkenal di langit. Keduanya bertemu saat mereka masih kecil. Umur mereka berjarak 4 tahun. Awalnya semua terasa sangat indah bagi Carina saat dia bisa bermain bersama Orion, dan juga saat dia bertemu dengan Orion. Carina selalu semangat menanti nanti saat akan bertemu dan bermain bersama Orion. Dia juga tidak tau mengapa, yang jelas Carina suka Orion karena Orion teman baiknya saat kecil. Tapi itu tidak bertahan lama. Semakin beranjak umur mereka semakin sibuk dengan sekolah masing masing. Sampai pada saat Carina lulus dari SD dan berlanjut ke SMP sedangkan Orion lulus SMP dan berlanjut ke SMA, Orion sudah tidak pernah terlihat di tempat ibadahnya itu.bCarina melihat mama, papa, dan juga adiknya tetapi dia tidak menemukan Orion disana. "Kak Ion kok udah ga pernah keliatan ya? aku harus gimana? aku kangen kak Ion" ucap Carina dalam hati. Hari demi hari berlalu, Carina mulai terbiasa tanpa adanya Orion. Carina mulai lupa kalau Orion sempat menjadi alasannya untuk tersenyum waktu dia kecil. Setiap hari yang di lalui, dia selalu merasa ada yang hilang, tetapi dia tidak tahu apa yang hilang. Walaupun setiap hari Carina selalu merasa gelisah dan kehilangan, dia tetap menjadi anak yang ceria dan aktif di sekolah. "gua mau cerita" ucap Carina kepada temannya, Ana "cerita apaan?" jawab Ana "lu pasti tau kan kakel yang gua ceritain kemaren? ya itu gebetan gua. Masa semalem dia chat 'good night' ke gua" jelas Carina "WOI SERIUS??? gilaaaa, itu termasuk awal yang bagus. Apalagi kalian tiap malem selalu chatingan kan? fix bentar lagi dia suka sama lu" seru Ana "hahahah jangan gituu lahh, ntar gua kesenengan trus malah jatohh" ucap carina. "yeee lu mah suka gituu" jawab Ana "Na, kok gua ngerasa kaya ada yang kurang ya di hidup gua? gua gatau apaan. pokoknya gua ngerasa kaya ada yang ilang gitu dari hidup gua, gua juga bingung kenapa" lanjut Carina "itu mah perasaan lu aja, Car. Gausah terlalu dipikirin, mending lu fokus sama latihan lu, sama belajar lu, sama gebetan luu hahahah" Jawab ana sambil mencolek bahu Carina


Carina hanya membalas dengan ketawa saja, sembari bergumam dalam hati "mungkin bener yang dibilang ini orang. ck lagian gua segala mikirin yang ga penting kaya gini" "eh katanya satu Indonesia bakal serba online ya? termasuk sekolahnya" ucap ana "oiya? waw, seru tuh" balas Carina Beberapa hari setelahnya, ternyata benar yang di kata ana. Semua pembelajaran berubah melalui online. *** *kring kring kring* Carina membuka mata dan mematikan alarm disebelahnya "MAMPUSSSS TELAT" Carina sontak bangun dari tempat tidurnya saat mengetahui bahwa jam sudah menunjukan pukul 9 pagi. Dia ada jadwal zoom pelajaran pada jam 8 tadi. Dengan cepat dia memakai seragam dan membuka laptopnya "yaa Carina kenapa baru join? ketiduran ya kamu?" tanya pak guru dari laptopnya "tidak pak, saya baru bisa join karena daritadi sinyalnya jelek. maaf ya pak" jawab Carina dengan yakin agar gurunya tidak curiga. Padahal wajah dan suara Carina sangat terlihat kalau dia baru bangun tidur. "Kita sudah mau selesai Carina, tapi tidak apa apa itu kan bukan kemauan kamu. jadi kamu tetap saya tuliskan hadir di mapel saya" ucap Pak guru "baik pak terimakasih" jawab Carina Wajah yang sumringah Saat pak guru sudah mengakhiri pembelajarannya, Carina pun berniat untuk rebahan sebentar. Ternyata Carina terlelap dengan seragam yang masih dipakainya. "Dek, bangun. Buka dulu seragamnya" ucap Bunda Carina "euhhh iyaa bun" jawab Carina yang masih setengah sadar Carina bangun untuk membuka seragamnya dan menaruhnya di sembarang tempat. Lalu dia pergi ke dapur untuk makan. "nanti temenin bunda kerumah nenek ya. Nenek minta dibawain sayur daun singkong" ucap Bunda kepada Carina yang sedang menyantap makanannya "aman bun" jawab Carina Sekitar jam 3 sore, Carina dan bunda bergegas ke rumah nenek membawa sayur daun singkong itu. Mereka tidak sampai malam, hanya sampai jam 5 sore. Setelah memberikan sayur daun singkong requestan nenek dan kakek, bunda mengobrol dengan nenek sebentar. Sekitar kurang lebih satu jam, akhirnya mereka pamit pulang. "dadahhh, aku pulang dulu yaaa" ucap Carina kepada nenek dan kakeknya "iyaa hati hati" jawab nenek dan kakeknya dari depan pintu Carina menaiki motor yang akan di kendarai oleh bundanya. Dia menikmati angin sore sembari melihat liat anak anak kecil di komplek rumah


neneknya sedang bermain. Tiba tiba Carina melihat seseorang yang selama ini dia cari, yang selama ini dia tunggu, yang selama ini dia kagumin. Ya, Orion. Motor Carina berpapasan dengan Orion yang sedang berjalan bersama temannya. Carina menyimpulkan bahwa Orion habis lari sore. Mata mereka bertemu, hanya persekian detik tetapi mampu membuat kisah kisah indahnya saat kecil terpampang jelas di kepala Carina. "eh itu kak Orion kan? demi apa sih?" gumam Carina. Selama perjalanan pulang, Carina hanya menangis pelan karena mengingat semua kejadian kejadian manis bersama Orion saat dia masih kecil dulu. Sesampainya dirumah, Carina langsung masuk kedalam kamarnya dan mencari cari info tentang Orion. Setelah beberapa jam ia mencari, akhirnya Carina mendapatkan info tentangnya. Carina menemukan akun instagramnya, Carina juga menemukan akun facebook Orion, dan dia juga tau alasan Orion menghilang selama ini. "ohh jadi ini alasan kakak ngilang" ucap Carina saat melihat akun instagram milik Orion Orion menghilang selama ini karena ternyata dia melanjutkan SMA di luar kota. SMA itu ternyata sekolah taruna berbasis semi militer dan sekolah itu mengharuskan taruna taruni nya tinggal di asrama yang sudah disediakan oleh sekolah. Tanpa pikir panjang, Carina langsung mengikuti akun Orion. Setelah beberapa saat, ia mendapat notifikasi bahwa Orion sudah mengikuti balik akun Carina. "yesss, kak Orion nge follback gua" ucap Carina dengan semangat Hari demi hari Carina jalani dengan perasaannya kepada Orion yang makin hari makin bertambah berkali kali lipat. Tidak terasa sudah 3 tahun Carina jatuh cinta diam diam kepada Orion. Dan tidak terasa juga Carina sudah memasuki masa SMA sedangkan Orion sudah lulus SMA. Sejak itu, Carina mulai sering melihat Orion di tempat ibadahnya lagi. Tapi semuanya berbeda. Dulu kalau mereka bertemu, mereka akan menyapa satu sama lain. Sekarang tidak, jika berpapasan dengan Carina, Orion hanya membuang muka seolah tidak mengenal Carina. Carina cape kalau harus terus terusan memendam perasaan yang semakin lama semakin bertambah. Ia merasa bahwa hatinya tidak memiliki banyak kapasitas untuk memendam semua itu. Setiap malam ia tidak pernah absen untuk mendoakan Orion, ia selalu semangat untuk menceritakan ke Tuhan tentang semua perasaan yang dia miliki kepada Orion. Seperti doa doa itu tersengar sangat membosankan karena hampir setiap hari Carina mendoakan hal yang itu itu saja, tapi Carina berharap doa doa itu bisa menggerakan hati Tuhan. Tidak hanya itu, Carina pernah mengirim pesan ke Orion selama beberapa hari tetapi hasilnya nihil. Orion tidak membalas pesan itu sampai detik ini. "Duh, gua harus gimana ya biar kak Orion ngeliat ke arah gua? Gausah jauh jauh berharap kalau dia bakal suka balik deh, minimal dia tau kalau ada gua di belakang dia" ucap Carina sembari menatap ke langit langit kamarnya.


Carina sangat yakin bahwa Orion sudah mengetahui perasaannya ini, tetapi ia memilih acuh dan tidak memperdulikan Carina. Carina mendapatkan ide. Ia berencana untuk memberikan hadiah ulang tahun untuk Orion. Kebetulan tanggal 3 Oktober nanti Orion ulang tahun yang ke 19, itu artinya seminggu lagi. "apa gua kasih kado aja kali ya? tapi apaan?" ucap Carina "OIYA TOPI!!!! kak Orion kan suka pakai topi, gua kasih topi aja ya? sama jam tangan juga. Kak Orion juga suka pake jam tangan. Trus nanti gua bakal ngasih beberapa kata kata kecil kali yang di masukin ke botol juga kali ya" seru Carina Carina ingin menyiapkan semua itu dari sekarang. Mengingat waktunya yang sudah sangat mepet. Ia juga berniat untuk memesan topinya di online saja. "Gua beli topi sama jam nya di Shopay aja dah, biar cepet. Takut keteteran sama kado satu lagi" ucap Carina Carina bersiap untuk membeli sticky note dan botol kaca untuk membuat kata kata kecil yang akan di berikan kepada Orion. Ia membeli itu di toko langganannya, Miniasoy. Setelah sampai toko miniasoy, Carina langsung buru buru mencari barang barang itu. Setelah menemukannya, Ia langsung membayar dan bergegas pulang. Sesampainya dirumah, Carina langsung menyelesaikan misinya itu. Beberapa hari Carina tidak pernah lepas dari kehiatan menulis kata kata motivasi untuk Orion di sticky notes. Setelah h-1 ulang tahun Orion, Carina sudah selesai dengan misinya. Topi dan jam tangan yang ia pesan di Shopay sudah sampai, kata kata yang ia tulis si sticky notes juga sudah selesai dan sudah ia masukan kedalam botol kaca yang waktu itu ia beli. "Akhirnya selesai. sekarang tinggal nulis surat cintaknya ahayyyy. ish geli bat dah kaya bukan gua" ucap Carina Tangan Carina mulai menulis surat ucapan dengan lihai di kertas. Hai, Kak Orion.. Selamat 19 Tahun. Aku sebenarnya gatau mau nulis apa... intinya, apapun yang kakak pilih, apapun yang kakak jalanin sekarang dan seterusnya semoga Tuhan selalu merestuinya. semoga selalu diberi kesehatan raganya, semoga selalu dikuatin jiwanya, semoga ga banyak tangis yang keluar dari diri kakak ketika kakak ngerasa dunia ga adil buat kakak. pasti ada proses dalam penerimaannya, tapi coba dilaluin pelan-pelan ya, coba di kuat kuatin. it's not just abt acceptance, it's abt how you survive in this cruel world !!! and last, i wish nothing but happiness and the best for u. u doing great, brouu. -C


Carina menatap kertas itu, lalu tersenyum miris. "Kak, kalau emang semesta ga ngizinin aku buat sama kakak sekarang, aku berdoa semoga semesta ngizinin aku buat sama kakak di kehidupan selanjutnya." ucap Carina Ia melipat surat itu, dan memasukan kedalam kotak kado yang sudah ia persiapkan. Lalu ia memasukan kotak tersebut ke dalam tote bag. "Yap kelar" seru Carina Carina diam sejenak, lalu berfikir "Trus gimana gua ngasihnya? jangankan ngasih ginian, papasan sama dia aja gua meleyot" fikir Carina "OHH gua titip mamahnya aja kali yaa? sekalian cari perhatian ke camer hahahah" serunya Karena besok ia harus sekolah minggu di tempat ibadahnya dan otomatis ketemu sama mamahnya yang sedang mengantar adiknya Orion sekolah minggu juga, jadi Carina berniat untuk memberikannya saat itu. Besoknya ia berangkat untuk sekolah minggu dan melihat mamahnya Orion sedang ngobrol dengan ibu ibu di tempat ibadahnya. "Woi, temenin gua ngasih ini yu, ke mamahnya gebetan gua" bisik Carina kepada Katelyn, teman sekelasnya di sekolah minggu. "Ayo dah" jawab Katelyn Posisinya ia sedang belajar, dan ada guru sedang mengajar. "Pak, maaf. Saya boleh izin keluar sebentar ga? buat nganterin titipan bunda saya ini, saya disuruh kasih ini ke temennya. Takutnya kalau nanti, orangnya keburu pulang" ucap Carina kepada pak Agus, gurunya. "Ohh iya silakan, Carina" jawab Pak Agus "Yes, terimakasih pak" ucap Carina Carina dan Katelyn keluar kelas dan mencari keberadaan mamah Orion. "Eh lu tunggu sini aja, liatin gua dari jauh" ucap Carina kepada Katelyn "Aman" jawab Katelyn sambil mengacungkan jempol Carina berjalan menuju mamah Orion yang sedang ngobrol dengan ibu ibu lainnya. Carina menyalami tangan mamah Orion "Hai Tante. Maaf ganggu, aku mau minta tolong" ucap Carina "Hai, boleh. minta tolong apa?" jawab mamah Orion dengan lembut Carina menunjukan tote bag yang berisi kado untuk Orion "Ini. Aku minta tolong kasih in ini ke Kak Orion. Aku malu kalau ngasih langsung, jadi aku titipin ke tante. boleh kan?" ucap Carina Mamah Orion kebingungan "Ini untuk apa?" tanya mamah Orion "kan Hari ini kak Orion ulang tahun, ini ada kado buat dia dari aku hehehe" jelas Carina "ihh hahahaha yaampun" tawa mamah Orion Carina menggaruk pelipisnya yang tidak gatal "Yaudah, ini tante terima ya. Nanti tante kasih ke Orion, Makasih ya Carina" ucap mamah Orion


"Terima kasih kembali, Tante. aku balik ke kelas ya tan" ucap Carina sambil menyalami tangan mamahnya Orion. Ia berlari menuju Katelyn yang berada tidak jauh dari tempat mamahnya Orion berdiri. Setelah itu mereka kembali ke kelas. Setelah selesai kelas, Carina menuju parkiran untuk bergegas pulang ke rumah karena ia ingin segera mengerjakan tugas sekolahnya. Saat ia melihat sekitar, ternyata motor mamah dan adiknya Orion sudah tidak ada di sini. Yang artinya mereka sudah pulang. Carina mengendarai motor sambil berbicara sendiri. Bercerita bahwa ia sedang senang karena kado yang ia siapkan sebentar lagi akan sampai kepada Orion. Terlalu asik berbicara sendiri di motor, Carina jadi tidak terlalu fokus dalam mengendarai motornya. Tanpa Carina sadari, dari arah samping ada truck besar yang menghantam Carina dengan sangat kencang. Carina merasa tubuh kecilnya itu terpental sangat jauh dan membuat tubuhnya terasa sangat sangat sakit. Carina hanya terbaring lemas di aspal jalan, sambil menyebut nama mamah dan juga Orion "Bunda, Kak Orion, sakit" ucap Carina pelan Perlahan Carina menutup matanya karena tidak dapat menahan sakit, dan juga banyak darah yang keluar dari kepalanga akibat benturan yang sangat keras. Beberapa saat kemudian, ambulans pun datang dan membawa Carina ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, ia langsung ditangani oleh dokter dan banyak perawat. "Pasien ini sudah di hubungi pihak keluarganya?" ucap dokter. "Sudah. Mereka sedang perjalanan menuju ke rumah sakit" ucap salah satu perawat Setelah beberapa saat, ayah dan bunda Carina tiba di rumah sakit. Ayah dan Bunda menghampiri Carina yang sudah terbaring lemas di brankar dengan kabel kabel yang terpasang di tubuh kecilnya. "Sayang, ayo bangun. Maafin ayah yaa, ayah selalu kasar sama kamu" ucap ayah Carina sambil menangis menatap keadaan putri kecilnya Suasana di ruangan itu sangat sunyi, hanya terdengar suara dari alat alat yang terpasang di tubuh Carina "Carina, bunda disini nak. Maafin ayah bunda, sayang. Ayah bunda selalu melampiaskan semuanya ke kamu. Maafin kami. Kamu bangun ya, kita janji bakal jadi orang tua yang lebih baik lagi" ucap bunda dengan suara yang bergetar *Rumah Orion* "Kak, kesini sebentar" panggil mamah Orion dari ruang keluarga "Kenapa mah?" jawab Orion "Ini buat kamu. Dari Carina, kamu masih inget dia kan? Katanya ini kado ulang tahun kamu. Cie cieeee" ucap mamah Orion sambil menggoda anaknya itu "Dih apaan sih" jawab Orion dengan ketus Orion mengambil tote bag lalu menuju ke kamarnya. Ia membuka kotak dan menemukan surat, topi, jam tangan dan juga botol kaca yang berisi gulungan kertas warna warni.


Orion suratnya, la membuka lalu membaca surat itu. Orion tersenyum setelah membaca surat dari Carina. "Gua sadar sama semua kode kode lu, Car. Lu harus tau, gua juga punya perasaan yang sama kaya lu. Gua suka lu dari dulu, Car. Tapi gua selalu bingung gimana cara ngungkapinnya dulu" ucap Orion sambil menatap selembar surat itu. "Terimakasih kadonya. Gua berharap, gua bisa nemu waktu yang pas buat nyatain perasaan gua ke lu" ucap Orion lagi Dia menyimpan kado tersebut di dalam laci kamarnya. Lalu dia merebahkan diri di kasur. Tiba tiba mamahnya datang menghampirinya. "Kak, Carina kecelakaan" ucap mamahnya sedikit ragu Orion yang mendengar itu sontak bangun dari tempat tidurnya "HAH?? mamah serius?" tanya Orion memastikan "iya, ini bundanya ngasih tau mamah" jawab mamahnya sambil menunjukan isi percakapannya dengan bunda Carina. Orion membaca tiap bubble chat yang mamahnya tunjukan. Ia terdiam. "Aku mau nemuin Carina" ucap Orion Dengan cepat ia mengambil kunci motornya, lalu menyalami tangan mamahnya Adegan 2 Ia mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Pikirannya sangat ramai, menanyakan bagaimana keadaan Carina saat ini? apakah dia akan baik baik saja? apakah perasaan Orion bisa akan sampai di telinga Carina? Orion mengemudi dengan kecepatan tinggi dan tatapan kosong. Tiba tiba ia terkejut karena melihat mobil di depannya ingin berbelok. Orion sontak memindahkan stank motornya secara mendadak, dan ia kehilangan keseimbangan. Tubuh Orioin terseret jauh, helmnya terlepas dari kepalanya. Itu membuat kepala Orion terbentur aspal berkali kali. "Weh weh weh ada yang kecelakaan. Bantuin bantuin" ucap orang orang di sekitar jalanan Tidak perlu waktu lama, sudah banyak orang orang yang mengerumuni Orion. Orion membuka matanya, ia merasa ada banyak darah yang keluar di kepalanya. Sakit sekali. "Carina, aku berdoa semoga Tuhan mempertemukan kita di kehidupan selanjutnya. Aku bersumpah, kau akan kekal abadi di dalam Atman ini." ucap Orion di dalam hati Semakin lama pandangan Orion semakin gelap, suara suara ramai pun mulai terdengar jauh. Orion akhirnya tertidur, untuk selamanya. *Carina di rumah sakit* Di waktu yang bersamaan saat Orion berdoa kepada Tuhan untuk di pertemukan kembali di kehidupan yang kekal abadi, Carina meneteskan air mata


dalam kondisi tertidur. Jantung Carina berdetak lebih cepat, itu terdengar dari alat di sebelah nya. "Dokter, Tolong ini anak saya kenapa? Kenapa jantungnya berdetak sangat cepat? Padahal tadi detaknya stabil" teriak Bunda Carina Dokter menghampiri Carina dan memeriksanya. Carina semakin lama semakin drop. Dalam tidurnya, Carina berbicara dalam hati. "Kak, kalau di kehidupan kali ini Tuhan tidak mengizinkan aku untuk hidup berdampingan dengan kakak, Aku bersumpah cinta ini akan tetap abadi didalam Atman yang ada pada diriku. Aku janji, aku akan selalu mencintaimu, Kak Orion. Atman ini akan kembali ke dunia dan mencari tubuh baru, untuk memenuhi Sumpah dan Cinta Matiku." Carina meneteskan air mata. Secara tiba tiba jantung Carina berhenti berdetak, tepat saat Orion menghembuskan nafas terakhirnya di aspal jalanan. Roh Carina dan roh Orion pergi meninggalkan tubuh lama dan mencari tubuh baru untuk ber-Reinkarnasi. Carina dan Orion di kremasi dan abu nya di hanyutkan ke pantai sesuai ketentuan agama. Adegan 3 Gadis itu bangun dengan keringat yang bercucuran di sekujur tubuh dan nafas yang tersegal segal. "mimpi itu lagi..." ucap gadis itu "Orion, Carina. Siapa mereka berdua? Kenapa mereka selalu muncul di mimpiku? Apakah mereka makhluk dari alam lain yang butuh bantuan?" ucap Bentala Bentala terdiam. Sering kali ia bermimpi hal ini secara berulang ulang. Ia sangat yakin bahwa dia yang sekarang adalah Carina yang dahulu. Wajah dia, sifat dia, kesukaan dia sangat sama persis dengan Carina. "Carina dan Orion di kremasi trus di hanyutkan di pantai." "PANTAI!! AKU TAU PANTAI ITU!! itu pantai yang ada di barat kota" ucap Bentala Sudah dari lama ia ingin mencari tahu siapa Carina dan Orion yang sering kali singgah di mimpinya. Dia sampai hafal wajah, suara, sifat dari Orion. "Kalau ternyata gua adalah Carina yang dulu, pasti ada Orion yang lahir kembali juga" ucap Bentala Bentala memejamkan matanya, dan berdoa dalam hati "Tuhan, jika memang Atman yang ada pada diri hamba adalah Atman yang dulu menempati tubuh Carina, tolong pertemukan hamba dengan pemilik Atman Orion. Tolong berikan hamba petunjuk dari Mu." ucap Bentala meminta bantuan kepada Yang Kuasa *Sementara di sisi lain*


Lelaki itu melihat ke arah jendel pesawat. Kini ia sedang berada di ketinggian 38.000 FT. Tidak hanya Bentala yang mendapatkan mimpi seperti itu. Hal itu terjadi pada lelaki bernama Bagaskara. Bagaskara merasa bahwa Orion sangat sangat mirip dengannya. Wajahnya, Suaranya, Tubuhnya, Sifatnya benar benar persis dengan Orion yang sering hadir didalam mimpinya. Dia terbang dari Swiss ke Indonesia hanya untuk mencari si pemilik atman Carina. Ia sudah mencari info info tentang pantai tempat abu Carina di hanyutkan. Beruntungnya, ternyata pantai itu beneran ada di bagian barat kota tempat ia di lahirkan. Bagas menutup matanya dan berdoa. "Tuhan, jika kau mengizinkan Carina dan Orion bersama, tolong pertemukan mereka kembali sebagai dua insan yang berbeda dengan Atman yang sama. Tolong jangan pisahkan mereka lagi." ucap Bagaskara di dalam hati, meminta petunjuk kepada Sang Pencipta. Setelah sampai bandara, Bagas langsung menuju ke pantai itu. Jarak dari bandara ke pantai tidak terlalu jauh, hanya butuh waktu kurang lebih 1 jam untuk sampai di pantai itu. Jantung Bagas berdetak sangat cepat dari biasanya, tangannya dingin. Sesampainya di pantai, Bagas segera turun dari mobil dan menuju ke pinggir pantai. Ia berjalan sambil menikmati hembusan angin pantai, mendengarkan suara ombak yang merdu. Bagas yang awalnya tidak menyukai pantai, seketika jatuh cinta dengan pantai. Saat bagas sedang berjalan jalan di pinggir pantai, ia melihat seorang gadis yang sangat dia kenal srdang duduk di tepi pantai. "Carina? Itu Carina? Ga ga ga, ga mungkin itu Carina." ucal Bagas Dia berlari menghampiri gadis itu. "Permisi" ucap Bagas kepada Gadis itu Gadis itu menoleh ke arah Bagas dan sedikit terkejut. "Ada apa ya?" ucap Gadis itu "Boleh duduk disini?" tanya Bagas "Ohh boleh boleh, silakan" ucap gadis itu sambil mempersilahkan Bagas untuk duduk Bagas pun duduk di samping gadis itu. Tidak ada percakapan diantara mereka selama beberapa saat. Sampai akhirnya Bagas membuka suara, untuk memecah keheningan "Mba, siapa namanya? boleh kenalan?" ucap Bagas sambil mengulurkan tangannya "Ohh boleh. Nama aku Bentala" jawab Bentala membalas jabatan tangan Bagas. Saat mtangan mereka saling bersentuhan, Bagas dan Bentala merasakan seperti ada aliran listrik yang menyengat tubuh mereka berdua. Merasakan hal yang sama, keduanya pun saling bertatapan. "Bentala. Namanya cantik. Gua Bagaskara" ucap Bagas Bentala ber oh ria, lalu melepaskan jabatan tangan mereka. "Suka pantai?" tanya Bagas


"Awalnya ga begitu suka pantai, tapi jadi suka pas pertama kali ke pantai ini. Kebetulan ini baru pertama kali aku kesini" jelas Bentala "Sama dong" ucap Bagas "Gua asli Indonesia, tapi gua pindah ke Swiss pas gua lulus SMP. Gua dateng ke Indonesia buat nyelesaiin suatu kerjaan" lanjut Bagas Bentala hanya ber oh ria Mereka kembali diam, sama sama sibuk dengan pikirannya masing masing. "Bentala" ucap Bagas "Bagas" ucap Bentala Mereka terkejut dan saling berpandang pandangan lalu tertawa bersama. "Lu dulu deh. Ladies First" ucap Bagas "Hahahah jaman sekarang masih aja kaya gitu, dasar" ucap Bentala sambil menyenggol lengan Bagas Bentala diam sejenak, lalu mulai berbicara "Kamu mirip seseorang, Gas. Aku sering ketemu orang yang mirip banget sama kamu. Wajahnya, suaranya, cara dia ketawa semuanya persis kaya kamu" jelas Bentala Bagas terdiam. Lalu menoleh ke arah Bentala. Bentala kembali menoleh ke arah Bagas, pandangan mereka bertemu. "Lu juga mirip sama cewe yang sering muncul di mimpi gua" ucap Bagas "Aku?" tanya Bentala "Iya. Gua sering banget mimpiin cewe yang mirip lu 100%. Ga ada yang kelewat. Di mimpi itu, namanya Carina" jelas Bagas Deg. Jantung Bentala seketika berdetak sangat cepat. Bentala merasakan badannya merinding. "Orion. Di mimpi aku, cowo yang mirip kamu itu namanya Orion" ucap Bentala Bagas terdiam. "Di mimpi aku, Orion suka sama satu perempuan namanya Carina. Aku kaget pas denger kamu bilang kalau aku mirip sama perempuan yang ada di mimpi kamu, aku makin kaget pas kamu ngasih tau aku nama perempuan itu Carina" lanjut Bentala. "Di mimpi gua, Carina juga suka sama satu laki laki. Namanya Orion. Carina kecelakaan, yang bikin dia meninggal." ucap Bagas "Di mimpi aku juga, Gas. Orion meninggal karena kecelakaan pas mau nyamperin Carina" ucap Bentala "La, apa lu percaya sama adanya Reinkarnasi?" tanya Bagas "Percaya." ucap Bentala "Gua ngerasa kalau Atman yang ada di dalam tubuh kita sekarang itu adalah Atman Orion dan Carina" jawab Bagas "Mimpi mimpi yang kita terima itu semua adalah pertanda. Tuhan ingin menyatukan Orion dan Carina tapi lewat kita, Bagaskara dan Bentala." lanjut Bagas


"Bentala, aku ingin mengenal kamu lebih jauh lagi. Bukan sebagai Carina, tetapi sebagai Bentala. Izinkan aku untuk itu, ya?" ucap Bagas Bentala terdiam, menatap dalam netra milik Bagas. Bentala menyukai tatapan Bagas. Menurutnya, tatapan itu sangat damai. Bentala merasa aman ketika Bagas berada di dekatnya. "Iya. Aku izinkan kamu untuk mengenalku lebih jauh." jawab Bentala Bagas tersenyum, lalu memeluk erat tubuh mungil Bentala. Ia mengusap pelan rambut rambut indah milik Bentala. Nyaman dan Hangat, itu yang ia rasakan ketika ia memeluk Bentala. Setelah kejadian itu, Bagaskara dan Bentala semakin dekat. Beberapa minggu kemudian, Bagas dan Bentala resmi berpacaran. Saat sudah masuk ke 4 Bulan mereka berpacaran, Bagas melamar Bentala. Akhirnya, hari pernikahan Bagas dan Bentala pun tiba. Bagas mengucap janji suci dan mereka resmi menjadi sepasang suami istri. Beberapa hari setelah pernikahan mereka, Bagas dan Bentala mengunjungi pantai tempat pertama kali mereka di pertemukan. Bagas menggenggam tangan istrinya itu dengan sangat erat seperti enggan untuk melepaskannya. “Erat banget kayanya megang tangan aku” ucap Bentala Bagas tersenyum lalu mengelus puncak kepala istrinya itu. Mereka duduk di pinggir pantai sambil menikmati angin dan suara ombak yang saling bersahutan. Bagas menaruh kepalanya di paha Bentala, lalu tertidur setelah beberapa saat. Bentala mengeluarkan buku dan juga bolpoint. Tangannya mulai menuliskan sesuatu, di temani dengan angin pantai yang sangat damai. Dear, Carina & Orion. Aku tidak tahu siapa kalian. Yang aku tahu, kalian adalah dua insan yang terlambat untuk bersama. Kalian mengira bahwa kalian adalah Bagaskara dan Bentala yang tidak mungkin bisa bersatu, kalian berfikir bahwa kalian adalah dua Atman yang tidak diizinkan semesta untuk bersama. Kalian selalu berdoa, memohon kepada Tuhan supaya diizinkan untuk hidup bersama dikehidupan yang kekal abadi bahkan sampai maut menjemput kalian. Ribuan doa yang selalu kalian lantunkan pun menembus langit ke 7, Tuhan mengizinkan Atman kalian untuk bersama. Sebagai aku, Bentala dan suamiku Bagaskara. Terimakasih, Carina. Terimakasih, Orion. Karena kalian, Bagaskara dan Bentala sudah bersatu atas izin-Nya. Tidak akan ada yang bisa memisahkan cinta Bagaskara dan Bentala, bahkan sampai kelahiran ke 1001 kalinya. Bogor, 28 November 2022 Bagaskara & Bentala


Click to View FlipBook Version