The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ary Rustandi, 2022-06-09 10:00:47

E-Catalog - Flower Among Debris

E-Catalog - Flower Among Debris

Galeri Ruang Dini

Tim Galeri

OWNER & FOUNDER RUANG DINI
Dini Triani Haryanti
PENGARAH ARTISTIK
Andy Dewantoro
MANAJER OPERASIONAL
Muthia Fatharani
IN-HOUSE COPYWRITER & EDITOR
Raisha Adistya Pramita
DESAIN & TATA LETAK
Ary Rustandi

Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen

Solo Exhibition
Meliantha Muliawan

Galeri Ruang Dini FLOWER AMONG DEBRIS

Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen A SOLO EXHIBITION BY MELIANTHA MULIAWAN

Written by Alia Swastika

Ingatan masa lalu membentuk diri kita dengan cara yang kadang
tak bisa kita definisikan dalam Bahasa. Ingatan menjelma hantu atau
masuk melalui perasaan rindu, atau bahkan trauma, lalu pelahan seperti
membentuk jalan setapak menuju titik yang tak pernah kita tahu. Ingatan
membantu kita mencari diri kita yang lain, atau menelusuri tempat-
tempat yang lama kita tinggalkan. Kepingan-kepingan hidup yang
kemudian kita susun ulang dengan bingkai baru, menyusun gambar
baru yang bertemu dengan imaji kita lainnya.

Karya Muliantha Muliawan pada pameran ini merupakan
serangkaian penelusurannya di masa lalu atas peristiwa yang tampaknya
lewat sepintas, tetapi justru membawanya pada satu pengalaman
ketubuhan atas ruang dan konstruksi berpikir. Ia sengaja menguak masa
kecilnya ketika sering turut bersama sang ke proyek-proyek bangunan
untuk urusan pekerjaan. Jika Sebagian keluarga menghabiskan waktu
akhir pekan untuk berlibur atau mengunjungi satu tempat bersama-
sama, ayahnya sering harus terus bekerja di waktu itu. Karena sekolah
tak ada aktivitas, jadilah Meliantha acap diajak mengunjungi proyek
bangunan, yang tentu saja saat itu tak begitu menyenangkan baginya.
Apa yang menarik dari melihat bangunan-bangunan yang belum jadi,
area yang tampak terbengkalai, atau puing yang berserakan di mana-
mana?

Ayah Meliantha Muliawan membuka toko bangunan “Maju
Lancar” di Depok pada kisaran tahun 1980an. Dari toko ini, ia kemudian
juga mulai mengerjakan proyek-proyek pembangunan perumahan atau
rumah toko yang mulai marak di wilayah tersebut. Periode 1980an
adalah bagian dari periode keemasan pembangunan(isme) Orde Baru,
dengan dibukanya lahan-lahan perumahan baru, terutama di Kawasan
pinggiran kota besar, untuk menyokong kelas menengah baru yang
bekerja di sektor profesional terutama dari tumbuhnya lapangan kerja
di perusahaan-perusahaan trans-nasional atau perusahan manufaktur.
Perumahan skala kecil, lebih privat, terpagar, menjadi impian baru
bagi keluarga-keluarga kelas menengah baru yang ingin berjarak dari
kehidupan perkampungan yang lebih keos dan seperti tak memberi
privasi. Pada tahapan ini, bermunculan pola kerja kontraktor skala
kecil yang membangun rumah dengan modal jejaring dan kerja keras,
tetapi tidak membutuhkan modal uang skala besar. Ayah Meliantha,
dengan didikan keluarga keturunan Tionghoa yang diarahkan untuk
menjadi pedagang, memanfaatkan kesempatan ini dengan jeli. Spirit
kerja keras itu juga terlihat dari kemauan untuk bekerja bahkan di akhir
pekan, melibas waktu liburnya.

Menelusur sejarah keluarga dari sisi ekonomi semacam ini
secara sepintas kemudian membawa Meliantha untuk membaca ingatan

ini lebih dekat. Puing-puing dan rerentuhan itu kini menjelma sebagai
sesuatu yang berbeda; sisa dari struktur-struktur yang dibongkar atau
dihancurkan. Dengan cara pandang dewasa, dan bekerja sebagai
seniman, ia melihat puing sebagai material yang punya sejarah.
Meliantha kemudian mengumpulkan puing-puing bangunan untuk
menjadi material utama dalam karyanya, menyusun kepingan kenangan
menjadi gambar baru yang memproyeksikan cara pandang baru.

Meliantha membentuk puing-puing ini menjadi kelopak bunga,
mewarnainya dengan warna-warna terang seperti bunga yang
cemerlang di musim panas. Bagi Meliantha, gagasan atas bunga ini
juga bagian dari ziarah atas pengalaman yang sama: bahwa di antara
puing dan reruntuhan, bagian paling disukainya adalah berjalan di antara
bunga-bunga di taman yang berada di dalam komplek perumahan yang
dibangun ayahnya. Bunga-bunga ini menjadi keindahan yang memberi
kontras dari hal-hal yang berserakan di Kawasan proyek perumahan,
dan Meliantha merekamnya sebagai ingatan visual yang cukup detil.

Meliantha membawa strategi bunga ala estetika gambar diam
(still life), dan dengan sengaja membuat strategi bidang transparan
untuk menunjukkan struktur bingkai yang menopang lukisan ini.
Meliantha melihat bingkai sebagai bagian dari karya seni yang menarik
untuk dipandang, bukan hanya disembunyikan. Apalagi dalam konteks
konseptualisasi karya ini, Meliantha melihat puing sebagai bagian
dari struktur, dan bingkai lukisan pun merupakan bentuk struktur
mesti yang sederhana. Struktur geometris ini menjadi bagian dari
elemen visual yang membentuk karya, sebagaimana bunga-bunga.
Selain ketidaklaziman menampakkan bingkai sebagai elemen visual
yang sejajar dengan objek karya, Meliantha juga berhasil memberikan
kontras yang menarik dari struktur bingkai yang geometris dengan detil
bunga yang penuh dengan garis lengkung (kurva).

Bentuk dan komposisi bebungaan ini juga mengingatkan saya
pada bentuk kerajinan kruistik yang banyak menghiasi rumah-rumah
kelas menengah pada 1980an, yang Sebagian dibuat oleh para istri
melalui kelompok Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Selain bentuk
bunga, Ingatan tentang konstruksi perumahan yang “keras” dan sarat
dengan citra maskulin atas bahan-bahan padat industri, kemudian
bertemu dengan bentuk yang lebih halus dan dibuat dengan moda
kriya rumahan. Meliantha tidak hanya menawarkan pertentangan
bentuk antara yang keras dan yang halus, yang massif dan yang unik,
tetapi juga ingatan yang berkelindan di antara yang dianggap sampah
dan apa yang indah.

Melalui pemilihan material yang sangat dengan pengalaman
dan ingatan tubuhnya atas sebuah proses konstruksi bangunan,
serta cerapan atas keindahan bebungaan, Meliantha membawa
kita menelusuri jejak yang samar dari proses pembangunan di kota
pinggiran, dari ekonomi sebuah negara yang melaju dari boom minyak
dunia pada 1970an dan bagaimana gaya hidup kelas menengah baru
pada saat itu. Praktik artistiknya tidak saja mengartikulasikan ingatan
dan mantransformasikannya menjadi bentuk yang tak terpikirkan,
tetapi memberi ruang persilangan pertemuan antara maskulin dan
feminin, material keras dan bentuk yang lembut, seni tinggi dan seni

Galeri Ruang Dini sehari-hari, materialitas dan dialektika objek. Meskipun secara
visual tampak sederhana; rangkaian bunga-bunga tiga dimensi yang
tertempel di dinding galeri, Meliantha sedang menawarkan pembacaan
atas sejarah keluarganya sebagai bagian dari narasi konteks atas
lanskap arsitektur dan kota, serta negosiasi yang cerdas atas kanon
sejarah seni kita.

Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen



Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen Galeri Ruang Dini

Meliantha Muliawan

Meliantha Muliawan (b. 1992, Pontianak) artistic
practice is centered on her observation of domestic
objects in her environment. Her interest is to
understand the functions and roles of these objects
in our daily lives, in relation to human behavior and
the social situations we find ourselves in.

Muliawan graduated with a Bachelor of Fine Art
from Bandung Institute of Technology (2014) and is
currently working and living in Depok. She has won
UOB Painting of the Year Indonesia 2021, and
emerged as one of the top 3 finalists for Young Artist
Award at ARTJOG 11 in 2018. She has exhibited
in Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Singapore and
Melbourne, including the Biennale Jogja Equator 5
2019, Art Jakarta 2018, ART JOG 2018, and ART
BALI 2018

Galeri Ruang Dini

Sunday Construction #1
Wood, acrylic, resin, cord & acrylic paint

100 x 100 x 5 cm
2022

Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen



Galeri Ruang Dini

Sunday Construction #2
Wood, acrylic, resin, cord & acrylic paint

100 x 100 x 5 cm
2022

Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen



Galeri Ruang Dini

Sunday Construction #3
Wood, acrylic, resin, cord & acrylic paint

80 x 70 x 5 xm
2022

Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen



Galeri Ruang Dini

Saturday Construction #1
Wood, acrylic, resin, cord & acrylic paint

60 x 40 x 5 cm
2022

Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen



Galeri Ruang Dini

Saturday Construction #2
Wood, acrylic, resin, cord & acrylic paint

60 x 40 x 5 cm
2022

Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen



Galeri Ruang Dini

Saturday Construction #3
Wood, acrylic, resin, cord & acrylic paint

60 x 40 x 5 cm
2022

Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen



Galeri Ruang Dini

Weekend Noise #1
Wood, acrylic, resin, cord & acrylic paint

70 x 40 x 5 cm x 2 pcs
2022

Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen



Galeri Ruang Dini

Weekend Noise #2
Wood, acrylic, resin, cord & acrylic paint

70 x 40 x 5 cm x 2 pcs
2022

Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen



Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen Galeri Ruang Dini

No Construction Allowed Holidays #1
Wire, resin, & acrylic paint
53 x 22 x 37 cm
2022

Galeri Ruang Dini

No Construction Allowed Holidays #2
Wire, resin, & acrylic paint
45 x 18 x 26 cm
2022

Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen



Galeri Ruang Dini

No Construction Allowed Holidays #3
Wire, resin, & acrylic paint
28 x 25 x 18 cm
2022

Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen



Galeri Ruang Dini

No Construction Allowed Holidays #4
Wire, resin, & acrylic paint
51 x 30 x 24 cm
2022

Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen



Galeri Ruang Dini

No Construction Allowed Holidays
#5Wire, resin, & acrylic paint
53 x 27 x 9 cm
2022

Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen



Galeri Ruang Dini

No Construction Allowed Holidays #6
Wire, resin, & acrylic paint
29 x 29 x 20 cm
2022

Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen



Galeri Ruang Dini Meliantha Muliawan Indonesia

EXHIBITION

2022 Exhibitor at ‘Tacit’Artsphere Gallery, Jakarta
2021 Exhibitor at ‘Cerita Nyah Lasem’ Museum Nyah Lasem, Lasem
Exhibitor at ‘Broken White Project, Touch Down Jkt’ Ruci Art Space, Jakarta
Exhibitor at ‘Sensing Sensation’ Semarang Gallery, Semarang
Exhibitor at ‘Broken White Project #4’Ace House, Yogyakarta
Exhibitor at ‘Hidup Berdampingan Dengan Musuh’ Virtual Exhibion, Ciputra Artpreneur
2020 Exhibitor at ‘Humdrum Hum’ ISAArt & Design, Jakarta
Exhibitor at ‘Tomorrow is Tomorrow’ Virtual Exhibion, Santy Saptari Art Consulting
Exhibitor at ‘Use Your Illusion’ Edwins Gallery, Jakarta
2019 Exhibitor at 'Do We Play at the Same Playground' Biennale Jogja Equator 5, Yogyakarta
Solo Exhibition ‘Mon-Fri’, at RUBANAH Underground Hub, Jakarta
Exhibitor at ‘I.....Therefore I am’, Can’s Gallery, Jakarta
Exhibitor at ‘Intention, Please!’, Edwin’s Gallery, Jakarta
Exhibitor at ‘Museum of Days’, Sillivan+Strumpf, Singapore
2018 Exhibitor at 'Celebration of The Future', AB.BC Building, Bali
Exhibitor at '#Perempuan', Space 28, VCA Performing Arts, Melbourne
Exhibitor at 'Eyes of Matrix', Redbase Foundation, Yogyakarta
Exhibitor at 'Art Jakarta 2018', CG Artspace Booth, Jakarta
Exhibitor at 'SPEKTRUM Hendra Gunawan' Museum dan Ciputra Gallery, Jakarta
Exhibitor at 'Enlightment' ARTJOG 11, Jogja National Museum, Yogyakarta

2017 Exhibitor at 'ART STAGE 2017', REDBASE Booth, Jakarta

Exhibitor at 'ARTMOSPHERE: Road to Art Stage Jakarta 2017', Galeries Lafayette, Jakarta

Exhibitor at 'Changing Perspective' ARTJOG 10, Jogja National Museum, Yogyakarta

2016 Exhibitor at 'Art for Gift' Lawangwangi Creative Space, Bandung

Exhibitor at ‘REDBASE Young Artist Award 2016’, Jogja Gallery, Yogyakarta

Exhibitor at ‘Beta Test No. 9: Meliantha Muliawan’, Gerilya Artist Collective, Bandung

Exhibitor at ‘Reproduction of Art in The Age of Digital Reproduction Vol.0’, Awanama Art Habitat,

Jakarta Selatan

Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen 2015 Exhibitor at ‘OUTLINE’, Indonesia Drawing Festival, Gedung Indonesia Menggugat, Bandung

Exhibitor at ‘Kumur-Kumur’, Laskar Seni, Galeri Soemardja, Bandung

Exhibitor at ‘POP MART’, ARTOTEL, Jakarta

2014 Exhibitor at ‘Prophet’s Hypotesis’, Awanama Art Habitat, Jakarta Selatan

Exhibitor at ’15 x 15 >kecil’ KGB Exhibition, Galeri Soemardja, Bandung

2013 Exhibitor at ‘Narasi Kala’, Galeri KITA, Bandung

2012 Exhibitor at ’15 x 15 Mind Eye’ KGB Exhibition, Galeri Soemardja, Bandung

AWARD AND RESIDENCIES
2021 The Winner of UOB Painting of The Year Award Indonesia 2021, Jakarta
2018 Top 3 Finalist of ‘Young Artist Award’ at ‘Enlightment’ARTJOG 11, Jogja National Museum,Yogyakarta
2017 Solo Exhibition 'Translucent', at Redbase Foundation Residency Program, Yogyakarta
2016 20 Finalist at ‘REDBASE Young Artist Award 2016’, Jogja Gallery, Yogyakarta



Galeri Ruang Dini

Selain Seliyan | Anton Ismael & Bastian Hansen In conjunction with the exhibition of:
Flower Among Debris
Meliantha Muliawan
Alia Swastika
Ruang Dini
12 - 30 Juni 2022
Published by Ruang Dini, 2022
www.galeriruangdini.com
Opening Hours
Tuesday - Sunday 10AM - 5PM
Admission Fee
Free Entry
Organized by
Ruang Dini
Media Partner
Indo Art Now
Bandung Connex
Artcase
Microfon.id

Ruang Dini
Jl. Anggrek No.46, Cihapit, Bandung,
Jawa Barat 40114
Tel. +62 81382995424


Click to View FlipBook Version