The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aa125, 2020-10-19 21:18:36

e-MODUL MORFOLOGI TUMBUHAN_Rumus Bunga dan Diagram bunga_Anyflip

mempelajari rumus bunga dan diagram bunga

Keywords: rumus bunga

MODUL MORFOLOGI UMBUHAN

MATERI: Rumus Dan Diagram Bunga

PENULIS:
Dra AMINAH ASNGAD, MSi

DAFTAR ISI

Judul Hal

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………… 1

DAFTAR ISI .................................................................................................... ... 2

PENDAHULUAN ……………………………………………………………. 3

A. RUMUSAN CPMK…………………………………………………… 3
B. SUB CPMK…………………………………………………………… . 3
C. DESKRIPSI MATERI………………………………………………… 4
D. PEMBELAJARAN……………………………………………………. 4

1. TUJUAN PEMBELAJARAN……………………………………… 3

2. URAIAN MATERI………………………………………………… 4

3. RANGKUMAN…………………………………………………… 8

4. PENDALAMAN MATERI………………………………………… 9
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………. 9

2

PENDAHULUAN
Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMS merupakan salah satu

institusi penghasil calon guru Biologi. Salah satu mata kuliah yang diajarkan adalah
Morfologi tumbuhan. Matakuliah Morfologi Tumbuhan merupakan matakuliah
yang memberikan pengalaman dan pembekalan dalam memahami struktur organ
tumbuhan.

Salah satu faktor penting untuk meningkatkan mutu lulusan pendidikan
biologi adalah ketersediaan buku ajar dan modul Materi bahan ajar. Modul Materi
ini disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan di atas, khususnya untuk mata
kuliah Morfologi Tumbuhan yang dirasa sangat diperlukan. Materinya disusun
sesuai kurikulum pendidikan tinggi, dan isi materi ini diadaptasi dari berbagai
sumber.

Modul materi ini disusun mencakup pokok bahasan sesuai dengan capaian
pembelajaran yakni Mahasiswa mampu mempelajari dan membuat rumus
bunga,dan diagram bunga dengan tujuan setelah mempelajari materi rumus bunga
dan diagram bunga maka dapat 1). menentukan dan nmembuat rumus pada bunga
tunggal maupun bunga majemuk 2). Mampu menjelaskan dan membuat diagram
bunga tunggal maupun bunga majemuk

A. Rumusan CPMK
Adapun rumusan CPMK yakni Mahasiswa mampu menentukan rumus dan

diagram bunga pada bunga tunggal maupun bunga majemuk secara berkelompok
maupun madiri dengan menggunakan teknologi informasi sehingga mampu
menunjukkan sikap religious

B. Sub CPMK
Adapun Sub CPMK nya yakni 1). Mampu mengidentifikasi bagian-bagian

bunga majemuk 2). Mampu menjelaskan macam-macam macam-macam bunga
majemuk

C. Diskripsi Materi

3

Adapun diskripsi dari materi Rumus Bunga dan Diagram Bunga adalah
mahasiswa mampu menentukan dan membuat rumus dan diagram bunga pada
bunga tunggal maupun bunga majemuk

D. Pembelajaran
1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi mempelajari materi rumus bunga dan diagram

bunga maka dapat 1). Menentukan dan nmembuat rumus pada bunga tunggal
maupun bunga majemuk 2). Mampu menjelaskan dan membuat diagram bunga
tunggal maupun bunga majemuk

2. Uraian Materi

Rumus Bunga
Susunan bunga dapat juga dinyatakan dengan sebuah rumus, yang terdiri

atas lambang-lambang, huruf-huruf dan angka-angka yang semua itu dapat
memberikan gambaran mengenai berbagai sifat bunga beserta bagian-bagiannya.
Rumus bunga hanya dapat ditunjukkan mengenai 4 bagian pokok bunga yaitu:

a. Kelopak, dinyatakan dengan huruf “K” singkatan dari kalix (calyx)
b. Tajuk atau mahkota, dinyatakan dengan huruf “C”, singkatan dari Corolla
c. Benang-benang sari, dinyatakan dengan huruf “A”, singkatan dari Androecium
d. Putik, dinyatakan dengan huruf “G”, singkatan dari Gynaecium.
e. Jika mahkota dan kelopak sama, baik bentuk maupun warna, maka dinyatakan

dengan huruf “P” singkatan dari Perigonium (tenda bunga).
Dibelakang huruf tadi ditaruh angka yang menunjukkan jumlah masing-

masing bagian bunga tersebut. Di depan rumus bagian bunga, hendaknya di
tambahkan simetri yaitu (*) untuk untuk bunga bersimetri banyak, dan tanda
(↑) untuk bunga bersimetri satu. Selain lambang yang menunjukkan jenis
kelamin bunga. Untuk bunga banci dipakai lambang (☿), untuk bunga jantan

4

dipakai lambang (♂), dan bunga betina dipakai lambang (♀). Untuk
menyatakan keadaan antara daun-daun kelopak, tajuk, dan benang sari
(berlekatan atau terpisah), digunakan tanda kurung untuk mengapit angka.
Sedangkan bakal buah, dinyatakan adanya garis (diatas atau di bawah) angka
yang menunjukkan jumlah putik sesuai kedudukannya.

Contoh Rumus Bunga:
a. Bunga merak memiliki rumus: ☿ ↑ K(5), C5, A5+5, G1

Artinya bunga merak merupakan bunga banci, bersimetri 1 (zigomorf),
calyx/kelopak terdiri dari 5 sepalae/daun kelopak yang seling berlekatan,
corolla/mahkota terdiri dari 5 petalae/daun mahkota yang bebas/berlepasan,
2 lingkaran benang sari dengan 5 benang sari dalam masing-masing
lingkaran, bakal buah yang terjadi dari sehelai daun buah yang duduknya
menumpang.

b. Bunga lilia gereja memiliki rumus : ☿ * P(3+3), A3+3, G(3)
Artinya bunga lili gereja merupakan bunga banci, bersimetri banyak
(actinomorf), tenda bunga terdiri dari 6 tepalae/daun tenda bunga yang
tersusun dalam dua lingkaran (masing-masing lingkaran 3 tepalae/daun
tenda bunga) yang saling berlekatan satu sama lain, 6 benang sari yang
tersusun dalam dua lingkaran (masing-masing lingkaran 3 benang sari), dan
bakal buah berasal dari 3 daun buah yang berlekatan dan duduknya
menumpang.

Diagram bunga
Dalam mendeskripsikan bunga, disamping secara verbal (dengan kata-kata)

dapat ditambahkan gambar-gambar agar diperoleh kesan yang mendalam tentang
keadaan bunga. Salah satu gambar yang melukiskan keadaan bunga dan bagian-
bagiannya adalah diagram bunga. Diagram bunga adalah suatu gambar proyeksi
pada bidang datar dari semua bagian bunga yang dipotong melintang, daun-daun

5

kelopak, daun-daun mahkota, benang sari, dan putik dan juga bagian-bagian bunga
lainnya jika masih ada selain keempat bagian pokok bunga di atas.

Hal-hal yang diperhatikan ketika akan membuat diagram bunga:
a. Letak bunga pada tumbuhan, pada ujung batang (flos terminalis) atau pada

ketiak daun (flos axilaris).
b. Bagian-bagian bunga yang akan dibuat diagram tersusun dalam berapa

lingkaran.

Berdasarkan gambar di atas, di sebelah atas lingkaran terluar digambarkan
secara skematik penampang melintang batang (digambar sebagai lingkaran kecil),
dan di sebelah bawahnya gambar skematik daun pelindungnya. Pada lingkaran
sendiri berturut turut dari luar ke dalam digambar daun kelopak, daun
tajuk/mahkota, benang sari, dan yang terakhir penampang melintang bakal buah.
Dalam menggambar bagian-bagian bunga juga perlu diperhatikan hal-hal berikut:
a. Berapa jumlah masing-masing bagian bunga tersebut
b. Bagaimana susunan dengan sesamanya, misalnya daun kelopak yang satu

dengan yang lain : bebas satu dengan yang lain, bersentuhan tepinya atau
berlekatan.
c. Bagaimana susunannya terhadap bagian-bagian bunga yang lain (daun-daun
kelopak terhadap daun-daun mahkota, benang sari, dan daun-daun buah
penyusun putiknya): berhadapan atau berseling, bebas atau berlekatan, dll.
d. Bagaimana letak bagian-bagian bunga itu terhadap bidang median.

6

Bagi bunga yang letaknya pada ujung batang/cabang, tidak dikenal bidang
mediannya disebelah atas lingkaran yang terluar tidak pula digambar penampang
melintang batang (karena pada bunga yang demikian batang itu akan bersambung
dengan tangkai bunga) tetapi pada sebelah bawah biasanya masih ditambahkan
gambar penampang melintang daun pelindung (jika ada).

Jadi dengan demikian, pada suatu diagram bunga tidak hanya kita ketahui
hal-hal yang menyangkut bagian-bagian bunganya saja, tetapi juga dapat diketahui
mengenai letaknya pada tumbuhan. Pada gambar berikut diberikan contoh diagram
bunga yang diketiak daun dan yang terdapat pada ujung batang/cabang.

Telah dikemukakan pula, bahwa dalam pembuatan diagram bunga selain
keempat bagian bunga yang pokok: kelopak, mahkota, benang sari, dan putik dapat
pula digambar bagian-bagian lain, jika memang ada dan dipandang perlu untuk
dikemukakan. Bagian-bagian lain pada bunga yang sering kali dapat menjadi ciri
yang khas untuk golongan tumbuhan tertentu dan sewajarnya pula jika dinyatakan
pada diagram bunga, antara lain:
a. Kelopak tambahan (epicalix), umumnya terdapat pada tumbuhan suku

Malvaceae. Contoh: kapas (Gossypium sp.), kembang sepatu (Hibiscus rosa-
sinensis). dan lain-lain.
b. Mahkota tambahan (corona), yang biasa terdapat pada suku
Asciepiadaceae, contoh: biduri (Calotropis gigantea).

Dikemukakan pula dalam membicarakan perihal bagian-bagian bunga
bahwa ada bagian-bagian bunga yang mengalami metamorfosis atau tereduksi
atau lenyap sama sekali. Pertalian dengan soal ini dalam menyusun diagram bunga
kita dapat berpendirian:
a. Hanya menggambarkan bagian-bagian bunga menurut apa adanya.
b. Membuat bagian bunga yang gtidak hanya memuat bagian-bagian yang benar-

banar ada, tetapi juga menggambarkan bagian-bagian yang sudah tidak ada
(tereduksi). Namun, menurut teori sudah ada.
Dengan demikian, kita dapat membedakan dua macam diagram bunga:

7

a. Diagram bunga empirik, yaitu diagram bunga yang hanya memuat bagian-
bagian bunga yang benar-benar ada, jadi menggambarkan keadaan bunga yang
sesungguhnya. Oleh sebab itu, diagram ini juga dinamakan digram sungguh
(yang sebenarnya).

b. Diagram teoritik, yaitu digram bunga yang selain menggambarkan bagian-
bagian bunga yang sesungguhnya juga memuat bagian-bagian yang sudah tidak
ada lagi. Tetapi menurut teori seharusnya ada.

3. Rangkuman
Berdasarkan jumlah bunga, tumbuhan dapat dibedakan menjadi tumbuhan

berbunga tunggal (planta uniflora) dan tumbuhan berbunga banyak (planta
multiflora). Berdasarkan letaknya, bunga dibedakan menjadi bunga terminal bila
letaknya di ujung cabang atau ujung batang; dan bunga aksiler apabila bunga
terletak di ketiak daun.

Bagian bunga seperti daun kelopak dan daun mahkota berada pada susunan
tertentu ketika masih kuncup. Hal ini disebut estivasi, contohnya estivasi valvate,
valvate induplicate, valvate reduplicate, imbricate, ascending imbricate, descending
imbricate, convolute, plicate, open dan quincuncial.

Bagian bunga lainnya, seperti dasar bunga dapat mengalami peninggian.
Beberapa istilah yang digunakan untuk menggambarkan peninggian dasar bunga,
misalnya anthofor, androfor, ginofor, androginofor dan discus. Bentuk dasar bunga
yang biasa dijumpai adalah bentuk rata, kerucut, cawan, dan mangkuk.

Untuk memberikan gambaran tentang bunga dapat digunakan diagram
bunga dan rumus bunga. Diagram bunga merupakan gambar proyeksi pada bidang
datar dari semua bagian bunga yang dipotong melintang. Rumus bunga merupakan
gambaran mengenai berbagai sifat bunga dan bagian-bagiannya yang dinyatakan
dengan huruf, angka, serta lambang-lambang tertentu.

4. Pendalaman Materi
Buat diskripsi dan diagram pada rumus bunga di bawah ini.
a. K 3,C 3,A (6),G 0

8

1. K3 ,C3,A O,G (3)
2. ☿ *k (5), ( C5, A(5) ), G (5)
3. ☿ ↑ P 3 + 3, A 1 + 0, G (3),
DAFTAR PUSTAKA
Backer, C.A. 1911, Flora van Java, N.V. Boekh, Visser & Co.
Gembong,Tjitrosoepomo, 2013.Morfologi Tumbuhan.Yogyakarta: Gadjah Mada

University

9


Click to View FlipBook Version