The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

mahasiswa mampu menjelaskan komponen tanah, jenis-jenis tanah dan sifat-sifatnya untuk diterapkan dalam pembelajaran Biologi sekolah menengah secara berkelompok maupun madiri menggunakan teknologi informasi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aa125, 2021-02-28 07:24:46

e-MODUL Fispertum: Tanah anyflip

mahasiswa mampu menjelaskan komponen tanah, jenis-jenis tanah dan sifat-sifatnya untuk diterapkan dalam pembelajaran Biologi sekolah menengah secara berkelompok maupun madiri menggunakan teknologi informasi

Keywords: Tanah

e-MODUL FISIOLOGI PERTUMBUHAN
DAN PRKEMBANGAN TANAMAN

MATERI: TANAH

PENULIS : Dra AMINAH ASNGAD, MSi

DAFTAR ISI

Judul Hal

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………… 1

DAFTAR ISI .................................................................................................... ... 2
PENDAHULUAN ……………………………………………………………. 3

A. RUMUSAN CPMK…………………………………………………… 3
B. SUB CPMK…………………………………………………………… . 3
C. DESKRIPSI MATERI………………………………………………… 3
D. PEMBELAJARAN……………………………………………………. 4
1. TUJUAN PEMBELAJARAN…………………………………………. 4
2. URAIAN MATERI……………………………………………………. 4
3. RANGKUMAN……………………………………………………… 15
4. PENDALAMAN MATERI…………………………………………… 15
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………. 17

2

PENDAHULUAN
Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMS merupakan salah satu

institusi penghasil calon guru Biologi. Salah satu mata kuliah yang diajarkan adalah
Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tanaman. Matakuliah Fisiologi
Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tanaman merupakan matakuliah yang
memberikan pengalaman dan pembekalan dalam memahami proses-proses yang
terjadi dalam kehidupan tumbuhan.

Salah satu faktor penting untuk meningkatkan mutu lulusan pendidikan
biologi adalah ketersediaan buku ajar dan modul Materi bahan ajar. Modul Materi
ini disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan di atas, khususnya untuk mata
kuliah Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tanaman yang dirasa sangat
diperlukan. Materinya disusun sesuai kurikulum pendidikan tinggi, dan isi materi
ini diadaptasi dari berbagai sumber.
Modul materi ini disusun mencakup pokok bahasan sesuai dengan capaian
pembelajaran yakni Mampu menjelaskan komponen tanah, jenis-jenis tanah dan sifat-
sifatnya untuk diterapkan dalam pembelajaran Biologi sekolah menengah secara
berkelompok maupun madiri menggunakan teknologi informasi. Adapun tujuan
setelah mempelajari materi Tanah, maka dapat menjelaskan komponen tanah,
menjelaskan komponen tanah dan sifat-sifatnya dan sifat-sifatnya
A. Rumusan CPMK

Adapun rumusan CPMK yakni mahasiswa Mampu menjelaskan komponen
tanah, jenis-jenis tanah dan sifat-sifatnya untuk diterapkan dalam pembelajaran Biologi
sekolah menengah secara berkelompok maupun madiri menggunakan teknologi
informasi
B. Sub CPMK

Adapun Sub CPMK nya yakni mahasiswa 1). mampu menjelaskan
komponen tanah, 2). mampu menjelaskan jenis-jenis tanah 3). mampu menjelaskan
sifat-sifatnya

C. Diskripsi Materi
Adapun Deskripsi dari materi Tanah adalah mahasiswa mampu menjelaskan

komponen tanah, jenis-jenis tanah dan sifat-sifatnya untuk diterapkan dalam pembelajaran

3

Biologi sekolah menengah secara berkelompok maupun madiri menggunakan
teknologi informasi
D. Pembelajaran

1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi Tanah, mahasiswa diharapkan dapat:

a. Menjelaskan komponen tanah
b. Menjelaskan jenis-jenis tanah
c. Menjelaskan sifat-sifatnya

2. Uraian Materi
a. Pengertian Tanah

Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai
tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya
tanaman, menyuplai kebutuhan air dan udara. Secara kimiawi tanah berfungsi
sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik
sederhana dan unsur-unsur esensial seperti: N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B,
Cl). Secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasi
aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi)
bagi tanaman. Dari ketiga fungsi tersebut secara integral mampu menunjang
produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman
pangan, tanaman obat-obatan,industri perkebunan, maupun kehutanan.

b. Tekstur dan Struktur Tanah

Tekstur Tanah

Tekstur tanah adalah banyaknya setiap bagian tanah menurut ukuran partikel-
partikelnya ditentukan oleh besarnya butiran tanah. Sehingga pengertian dan
definisinya adalah perbandingan antara banyaknya liat, lempung dan pasir yang
terkandung dalam tanah.

Badan Pertanahan Nasional mendefinisikan bahwa tekstur tanah adalah keadaan
tingkat kehalusan tanah yang terjadi karena terdapatnya perbedaan komposisi

4

kandungan fraksi pasir, debu dan liat yang terkandung pada tanah. Dari ketiga jenis
fraksi tersebut partikel pasir mempunyai ukuran diameter paling besar yaitu 2 –
0.05 mm, debu dengan ukuran 0.05 – 0.002 mm dan liat dengan ukuran < 0.002
mm.

Tabel : Proporsi Fraksi menurut Kelas Tekstur Tanah

Kelas Tekstur Tanah Proporsi (%) fraksi tanah
1. Pasir (Sandy)
2. Pasir Berlempung (Loam Sandy) Pasir Debu Liat
3. Lempung Berpasir (Sandy Loam) 85 15 10
4. Lempung (Loam)
5. Lempung Liat Berpasir (Sandy-Clay-Loam) 70-90 30 15

40-87,5 50 20

22,5-52,5 30-50 10-30

45-80 30 20-37,5

6. Lempung Liat berdebu (Sandy-silt loam) 20 40-70 27,5-40

7. Lempung Berliat (Clay Loam) 20-45 15-52,5 27,5-40

8. Lempung Berdebu (Silty Loam) 47,5 50-87,5 27,5

9. Debu (Silt) 20 80 12,5

10. Liat Berpasir (Sandy-Clay) 45-62,5 20 37,5-57,5

11. Liat Berdebu (Silty-Clay) 20 40-60 40-60

12. Liat (Clay) 45 40 40

Tekstur tanah di lapangan dapat dibedakan dengan cara manual yaitu dengan
memijit tanah basah di antara jari jempol dengan jari telunjuk, sambil dirasakan
halus kasarnya yang meliputi rasa keberadaan butir-butir pasir, debu dan liat

Perbedaan Tekstur Tanah
a. Kemampuan Fisik

5

1) Pasir = Tidak dapat membentuk bola gulungan, rasa kasar, tidak melekat,
referansi air rendah, drainase cepat jika pasir basah dominan, tergenang jika
debu dominan.

2) Debu = Membentuk bola yang teguh dapat sedikit digulung dengan
permukaan yang mengkilat. rasa licin sekali, agak melekat

3) Liat = Dapat membentuk bola yang baik, rasa berat, melekat sekali

b. Kemampuan Kimia
1) Pasir = Mineral yang paling umum kuarsa (S,O2), Sedikit pengaruhnya

terhadap sifat kimia.
2) Debu = Mineral kuarsa (S,O2), Ferlspar dan mika dapat melepaskan Ca,

Mg dan K akibat pelapukan.
3) Liat = Mineral sekunder hasil pelapukan kimia mineral primer atau sintesis

dan beberapa hasil pelapukan mineral primer

c. Kemampuan Biologi
1) Pasir = Ditentukan oleh komposisi bahan induk dan tingkat pelapukan
2) Debu = Ditentukan oleh komposisi mineral bahan induk dan tingkat

pelapukan (mineral primer)
3) Liat = Karena ukurannya kecil antara <0,002 mm maka liat ini ditentukan

dari hasil pelapukan batu yang berasal dari materi debu dengan
perbandingan yang kecil.

Faktor yang Mempengaruhi tekstur dan yang Dipengaruhi Tekstur.
Faktor – Faktor yang mempengaruhi tekstur tanah yaitu :

a. Iklim
b. Bahan induk
c. Topografi
d. Waktu
e. Organisme

6

Tekstur tanah di lapangan dapat dibedakan dengan cara manual yaitu dengan
memijit tanah basah di antara jari jempol dengan jari telunjuk, sambil dirasakan
halus kasarnya yang meliputi rasa keberadaan butir-butir pasir, debu dan liat.
Adapun faktor – faktor yang dipengaruhi tekstur tanah yaitu :

a. Kemampuan tanah memegang dan menyimpan air
b. Aerasi, serta permeabilitas
c. Kapasitas tukar kation
d. Kesuburan tanah.
e. Infiltrasi
f. Laju pergerakan air (perkolasi)

Struktur Tanah

Struktur tanah terbentuk melalui Agregasi berbagai partikel tanah yang
menghasilkan bentuk/susunan tertentu pada tanah.Struktur tanah juga menentukan
ukuran dan jumlah rongga antar partikel tanah yang mempengaruhi pergerakan
air,udara,akar tumbuhan,dan organisme tanah.Beberapa jenis struktur tanah adalah
remah,butir(granular), lempeng, balok,prismatik, dan tiang.

Pembagian jenis tanah yang dilakukan oleh para ilmuan ada berbagai
macam.Berikut ini adalah beberapa jenis tanah berdasarkan USDA(United States
Department of Agriculture):

a. Entisols,adalah tanah yang terbentuk dari sedimen vulkanik serta batuan
kapur & metamorf.

b. Histosols,adalah tanah yang terbentuk dari pembusukkan jaringan tanaman
sehingga mengandung banyak bahan organik.

c. Inceptisols,adalah tanah mineral yang usianya masih muda.
d. Verticols,adalah tanah mineral dengan warna abu kehitaman, mengandung

lempung 30 % banyak terdapat di daerah beriklim kering dan memiliki
batuan induk kaya akan kation.

7

e. Oxisols,adalah tanah yang mengalami pencucian sehingga kandungan zat
hara sedikit sementara kandungan alumunium dan besi tinggi.

f. Andisols,adalah tanah berwarna gelap yang terbentuk dari endapan
vulkanik

g. Mollisols,adalah tanah mineral yang serupa dgn tanah praire, terbentuk dari
batuan kapur.

h. Ultisols,adalah tanah yang berwarna kuning-merah yang telah mengalami
pencucian.

Komponen Tanah

4 komponen penyusun tanah :

1. Bahan Padatan berupa bahan mineral

2. Bahan Padatan berupa bahan organik

3. Air

4. Udara

Bahan tanah tersebut rata-rata 50% bahan padatan (45% bahan mineral dan 5%
bahan organik), 25% air dan 25% udara.

Keempat penyusun saling keterkaitan sehingga sukar dipisahkan satu sama lain.
Susunan isi lapisan bawah dapat diduga akan berbeda dari lapisan olah.
Dibandingkan dengan lapisan olah, lapisan bawah mengandung lebih sedikit bahan
organik dan berpersentasi pori kecil lebih tinggi. Ini berarti mengandung lebih
banyak mineral dan air. Masing-masing komponen seperti air, udara, mineral dan
bahan organik ini mempunyai peran yang khas dan tidak dapat saling
menggantikan. Artinya keberadaannya adalah mutlak harus ada, agar fungsi-fungsi
dan peran-perannya ada pada sistem tanah tersebut.

Jenis-Jenis Tanah
a. Tanah Organosol

8

Tanah ini terjadi akibat pelapukan bahan-bahan organik. Tanah ini biasanya bersifat
subur. Organosol terbagi menjadi 2 yaitu :
a) Tanah Gambut merupakan tanah hasil pembusukan yag tidak sempurna dari di

daerah yang kadang-kadang tergenang oleh air (rawa). Tanah ini kurang baik
untuk pertanian karena sifatnya yang terlalu basah (tergenang air). Jenis tanah
ini banyak terdapat di daerah kalimantan Barat, Pantai timur sumatera, dan
pantai selatan Barat Papua.
b) Tanah Humus merupakan tanah hasil pembusukan bahan-bahan organik yang
mempunyai sifat sangat subur. Tanah ini berwarna kecoklatan dan cocok di
tanami tanaman padi, kelapa, dan nanas. Tanah jenis ini banyak terdapat di
daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
b. 2. Tanah Vulkanik

Tanah ini terjadi akibat pelapukan abu vulkanik dari gunung berapi. Tanah jenis ini
dibagi menjadi 2, yaitu :

a) Regosol merupakan tanah dengan ciri ciri : berbutir kasar, berwarna kelabu
sampai kuning dan sedikit berbahan organik. Jenis tanah ini sangat cocok untuk
menanam tanaman palawija seperti ketela, jagung dll. Tanah ini banyak
terdapat di daerah Sumatera, Jawa, dan Papua.

b) Latosol merupakan tanah dengan ciri-ciri mempunyai warna merah hingga
kuning. Kandungan bahan organiknya sedang. Jenis tanah ini cocok untuk
menanam tanaman palawija, padi ketela dll. Tanah latosol banyak di jumpai di
daerah Sumatera, Jawa, Bali, dan Papua.
c. Tanah Aluvium (aluvial)

Tanah yang diendapkan dari hasil erosi di dataran rendah. Jenis tanah ini
mempunyai ciri-ciri berwarna kelabu dan subur Tanaman yang cocok ditanam di
tanah jenis ini adalah palawija, tebu,kelapa, tembakau dll. Tanah jenis ini banyak
ditemukan didaerah Sumatera bagian timur, Jawa bagian utara dan kalimantan
bagian selatan dan barat.

9

d. Tanah Podzol

Tanah ini terbentuk akibat curah hujan yang tinggi dan suhunya yang rendah. Tanah
ini mempunyai ciri-ciri yaitu miskin akan unsur hara, tidak subur dan berwarna
merah sampai kuning. Tanah jenis ini cocok untuk tanaman kelapa dan jambu
mente. Tanah jenis ini banyak terdapat di daerah dataran tinggi jawa barat,
sumatera, maluku, kalimantan dan puapua.

e. Tanah Laterit

Tanah hasil cucian, kurang subur karena kehilangan unsur hara dan tandus.
Awalnya tanah ini subur, namun karena unsur haranya dilarutkan oleh air maka
menjadi tidak subur.Warna tanah ini kekuningan sampai merah dan cocok untuk
tanaman kelapa dan jambu mente.Tanah jenis ini banyak terdapat di daerah Jawa
Tengah. Lampung, Jawa Barat.

f. Tanah Litosol

Tanahhasil pelapukan batuan beku dan batuan sedimen yang baru terbentuk
sehingga mempunyai butiran yang besar. Ciri-ciri tanah jenis ini adalah miskin akan
unsur hara dan mineralnya masih terikat pada butiran yang besar-besar. Tanah
litosol kurang subur sehingga tanaman yang cocok dengan tanah ini adalah
tanaman-tanaman yang besar di hutan. Jenis tanah ini banyak terdapat di Sumatera,
jawa , maluku, dan nusa tenggara.

g. Tanah Kapur

Tanah akibat dari pelapukan batuan kapur. Jenis tanah ini dibagi menjadi 2, yaitu :

a) Renzina merupakan tanah hasli pelapukan batuan kapur di daerah dengan curah
hujan tinggi. Tanah ini mempunyai ciri-ciri berwarna hitam dan miskin akan
unsur hara. Tanah renzina banyak terdapa di daerah kapur gunung kidul
(yogyakarta).

10

b) Mediteran merupakan tanah dari hasil pelapukan batuan kapur keras dan bauan
sedimen. Warna tanah ini kemerahan hingga coklat. Jenis tanah ini Cocok untuk
tanaman palawija.
h. Tanah pasir

Tanah yang bersifat kurang baik bagi pertanian yang terbentuk dari batuan beku
dan batuan sedimen dengan butiran sangat kasar dan berkerikil. Jenis tanah ini
banyak di jumpai dimana-mana.

Pada awalnya jenis tanah dikalsifikasikan berdasarkan prinsip zonalitas, yaitu :

a) Tanah zonal, yakni tanah dengan faktor pembentuk tanah berupa iklim dan
vegetasi.

b) Tanah intrazonal, yakni tanah dengan faktor pmbentuk tanah berupa faktor lokal
terutama bahan induk dan relief.

c) Tanah azonal, yakni tanah yang belum mennjukkan perkembangan profil dan
dianggap sebagai awal proses pembentukan tanah.

Kesuburan tanah juga dapat dilihat secara kimia. Sifat kimia tanah berhubungan
erat dengan kegiatan pemupukan. Dengan mengetahui sifat kimia tanah akan
didapat gambaran jenis dan jumlah pupuk yang dibutuhkan. Pengetahuan tentang
sifat kimia tanah juga dapat membantu memberikan gambaran reaksi pupuk setelah
ditebarkan ke tanah.

Sifat kimia tanah meliputi kadar unsur hara tanah, reaksi tanah (pH), kapasitas tukar
kation tanah (KTK), kejenuhan basa (KB), dan kemasaman.

Salah satu sifat kimia tanah adalah keasaman atau pH (potensial of
hidrogen), pH adalah nilai pada skala 0-14, yang menggambarkan jumlah relatif ion
H+ terhadap ion OH- didalam larutan tanah. Larutan tanah disebut bereaksi asam
jika nilai pH berada pada kisaran 0-6, artinya larutan tanah mengandung ion H+
lebih besar daripada ion OH-, sebaliknya jika jumlah ion H+ dalam larutan tanah
lebih kecil dari pada ion OH- larutan tanah disebut bereaksi basa (alkali) atau miliki
pH 8-14. Tanah bersifat asam karena berkurangnya kation Kalsium, Magnesium,

11

Kalium dan Natrium.Unsur-unsur tersebut terbawa oleh aliran air kelapisan tanah
yang lebih bawah atau hilang diserap oleh tanaman.

Aerasi dan Ciri-ciri Tanah yang Subur
Aerasi Tanah
Aerasi tanah adalah proses pertukaran O2 dan CO2 tanah dan atmosfer. Jenis-jenis
gas lain yang termasuk dalam pertukaran ini adalah bentuk volatil nitrogen (N2,
NH3, NO, NO2), sulfur (H2S, SO2) dan hidrokarbon (CH4). Proses aerasi tanah
merupakan salah satu faktor terpenting dalam produktivitas tanah. Akar tanaman
menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida pada proses respirasi. Pada
kebanyakan tanaman (kecuali tanaman padi), perpindahan oksigen internal dari
bagian permukaan tanah (daun dan cabang) menuju bagian bawah permukaan tanah
(akar) tidak dapat terjadi pada kecepatan yang cukup besar untuk memenuhi
kebutuhan oksigen pada perakaran.

Kesuburan Tanah
Secara umum yang dimaksud dengan kesuburan tanah adalah kondisi atau keadaan
dan kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman dengan berbagai
komponen yang ada didalamnya seperti biologi, kimiawi dan fisika. Banyak yang
menduga bahwa kesuburan tanah sama dengan kesehatan tanah, pada kenyataan-
nya tidaklah selalu demikian, karena kesehatan tanah sudah berbeda lagi cakupan
pembahasan-nya.Kesehatan tanah lebih diartikan sebagai suatu kondisi atau
keadaan tanah yang mendukung dan menjamin tanaman dapat tumbuh dan
berkembang secara optimal tanpa adanya gangguan dari berbagai aspek.

Tanah yang subur memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang dapat dilihat secara
langsung maupun dengan melalui uji lab terlebih dahulu, diantaranya sebagai
berikut :

12

a) Memiliki Lapisan Humus Tebal
Suatu tanah yang subur dapat diketahui dengan melihat ketebalan bunga tanah
atau humus. Semakin tebal maka menandakan tanah tersebut kaya dengan bahan
organik dan unsur hara sehingga tanaman dapat menyerap zat hara tersebut
sebagai bahan baku untuk melakukan proses fotosintesis. Ketersediaan humus
juga sebagai tanda bahwa sistem drainase lahan sekitar yang baik. Humus yang
tebal akan meningkatkan daya hisap tanah terhadap air, hal ini disebabkan
struktur lapisan humus berongga sehingga memungkinkan air untuk masuk lebih
banyak.

b) Memiliki pH yang Netral
Tanah yang baik haruslah memiliki tingkat keasaman yang seimbang, perlu
diketahui PH normal tanah berada pada kisaran 6 hingga 8 atau pada kondisi
terbaik memiliki PH 6.5 hingga 7.5. Tanah dengan tingkat PH yang netral
memungkinkan untuk tersedianya berbagai unsur kimiawi tanah yang
seimbang.

c) Memiliki Tekstur Lempung
Tanah yang subur akan berstruktur lempung yang berfungsi untuk mengikat
berbagai mineral sehingga tidak mudah hanyut terbawa air. Namun kadar
lempung haruslah normal dan biasanya terletak pada lapisan tanah tengah.
Selain itu juga memiliki kandungan pasir yang mencukupi, manfaatnya supaya
memungkinkan terjadinya drainase dan air dapat terserap kedalam tanah dengan
baik.

d) Kaya Dengan Biota Tanah
Kehadiran sejumlah makhluk hidup berukuran kecil penghuni tanah sebagai
tanda bahwa didalam tanah tersebut tersedia berbagai bahan organik yang juga
dibutuhkan mikroorganisme untuk menunjang hidupnya. Jadi mikrofauna dan
mikroflora berperan sebagai indikator kesuburan tanah.

13

e) Dapat Ditumbuhi Berbagai Macam Tanaman
Salah satu tanda atau ciri suatu tanah dikatakan subur dengan memperhatikan
vegetasi yang tumbuh diatasnya. Semakin banyak dan beragam jenis tanaman
yang tumbuh maka semakin baik kualitas tanah tersebut. Ibaratnya seperti jika
banyak gula maka akan semakin banyak semut, begitulah perumpamaan untuk
mempermudah pemahaman mengenai hubungan antara kesuburan tanah
dengan vegetasi.

Mikroorganisme Penyubur Tanah

Mikroorganisme yang mampu melarutkan fosfat juga termasuk jenis dan
fungsimikroba penyubur tanah. Yang digunakan sebagai salah satu solusi untuk
dapat meningkatkan efesiensi pemupukan yang ramah lingkungan dan menghemat
penggunaan pupuk fosfat. Mikroba yang berkemampuan melakukan pelarutan
fosfat di antaranya yaitu:

a) Bacillus
b) Miccrocus
c) Pseudomonas
d) Penicilium
e) Sclerotium
f) Aspergillus
g) Flavobacterium
h) Fusarium
Jenis lain adalah mikoriza yang berfungsi untuk peningkatan serapan P yang
dilakukan oleh akar.Jenis mikroba selanjutnya yaitu bakteri yang mampu
mereduksi sulfat.Bakteri ini adalah hasil dari perombakan yang terjadi antara bahan
organik utama yang berada di dalam sedimen anaerob.Rizobakteria adalah jenis
mikroba yang cukup dikenal yang berfungsi sabagaimikroba yang dapat
mempercepat pertumbuhan tanaman.

14

3. Rangkuman
Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat
tumbuh dan berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman,
menyuplai kebutuhan air dan udara. Secara kimiawi tanah berfungsi sebagai
gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana
dan unsur-unsur esensial seperti: N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, Cl). Secara
biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasi aktif
dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi
tanaman. Tanah terdiri 4 komponen penyusun tanah :

1. Bahan Padatan berupa bahan mineral, 2. Bahan Padatan berupa bahan
organic, 3. Air dan 4. Udara

4. Pendalaman Materi

Pilihlah Satu Jawaban Yang Paling Tepat!

1. Secara fisik struktur tanah merupakan susunan butir-butir primer dan agregat primer
tanah yang secara alami menjadi bentuk tertentu yang dibatasi oleh bidang-bidang yang
disebut agregat . adapun struktur tanag yang paling baik adalah:

a. Strutur tunggal c. Strutur masif
b. Struktur yang ikatan partikel kuat d. Struktur agregat

2. Tanah berfungsi sebagai habitat biota tanah, baik yang berdampak positif karena
terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder
tanaman, maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama dan penyakit
tanaman. Fungsi tanah tersebut ditinjau secara

a. Biologi c. Fisik
b. Kimia d. Pertanian

3. Komponen tanah berupa bahan padatan, air dan udara. Bahan padatan dari bagian
komponen tanah terdiri bahan organik dan mineral. Adapun prosentase bahan organik
mencapai .....

a. 45 % c 25 %
b. 5 % d. 10 %

15

4. Tanah berupa partikel-partikel yang tersusun oleh pori-pori yang berisi bahan padatan,
air dan udara. Pori-pori dari partikel-partikel tersebut diantaranya berisi udara dikenal
dengan istilah ....

a. Aerasi tanah c. Tektur tanah
b. Struktur tanah d. Agregat

5. Tanah adalah lapisan permukaan bumi sebagai media tempat tumbuh tanaman, dan
sifat tanah berubah secara kontinu seiring dengan waktu dan iklim, yang secara
kimiaberfungsi sebagai:

a. Menyuplai kebutuhan air dan udara c. Tempat tumbuh perakaran
b. penyuplai hara atau nutrisi d. Habitat biota (organisme)

Petunjuk Pilihlah : a. jika 1), 2), dan 3) benar!
b. jika 1) dan 3) benar!
c. jika 2) dan 4) benar!
d. jika semua benar atau salah semua!

6. Struktur tanah merupakan susunan butir-butir primer dan agregat-agregat primer

tanah yang secara alami menjdi bentuk tertentu yangg dibatasi oleh bidang-bidang
yang disebut agregat. Di bawah ini merupakan tipe strutur tanah…..

1. Struktur tunggal 3. Struktur massif
2. agregat 4. Lempung

7. Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang merupakan salah satu media untuk
pertumbuhan tanaman. Bilan ditinjau secara fisikfungsi tanah sebagai

1. Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran
2. Menyuplai kebutuhan air dan udara
3. Menyuplai kebutuhan udara
4. Menyuplai kebutuhan hara

8. Tidak semua tanah yang berfungsi sebagai salah satu media tumbuhan bersifat subur.
Karena untuk mengetahui kesuburan tanah ditinjau secara fisik maupun kimia. Secara
fisik antara lain:

1. Struktur tanah 3. Tekstur tanah
2. Aerasi tanah 4. Tersedianya unsur hara dalam

tanah

9. Bahan organik yang merupakan komponen penyusun partikel tanah sangat

dibutuhkan terutama pada lahan yang sering digunakan sebagai media tanam, bahan
organik tersebut berfungsi sebagai….

16

1. Memperbaiki aerasi dan porositas tanah
2. Suplay hara bagi tumbuhan
3. Memegang dan mempertukarkan hara
4. Suplay hara bagi mikroba

PILIHLAH!

a. Jika Kedua Pernyataan Benar Dan Keduanya Merupakan Hubungan
Sebab Akibat!

b. Jika Pernyataan Pertama Benar Dan Pernyataan Kedua Salah !
c. Jikapernyataan Pertama Salah Dan Pernyataan Kedua Benar!
d. Jika Kedua Pernyataan Benar Semua Atau Salah Semua!

10. Tanah latosol butuh waktu lama untuk menghilangkan air gravitasi SEBAB tanah
didominasi fraksi lempung

11. Tanah berubah secara kontinu seiring dengan waktu dan iklim SEBAB Tanah
mempunyai sifat fisik, kimia dan biologi

12. Tanah sebagai penyedia kebutuhan primer tanaman SEBAB Kebutuhan primer
tanaman berupa air, udara, dan unsur-unsur hara

13. Struktur tanah merupakan salah satu sifat kesuburan tanah SEBAB Struktur agregat
berupa partikel tanah yang ikatannya kuat

14. Kadar air tanah pada setiap koefisien sangat bervariasi (berbeda-beda) SEBAB
kadar air tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya bahan organik
tanah, kandungan senyawa kimiawi dan kedalaman solum (lapisan tanah)

15. Gumpalan struktur terjadi karena butir-butir pasir, debu dan liat yang terikat satu
sama lain SEBAB bahan organik,dan oksida-oksida besi sebagai bahan perekat
pada gumpalan tersebut.

PUSTAKA
Aminah Asngad, Dkk, 2018, Fisiologi Tumbuhan, LPPI UMS

Hamim. 2014. Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Universitas terbuka.

Lakitan, Benyamin. 2015. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan Jakarta. PT Raja
Grafindo: Persada.

Meyer, B.S; and Anderson, D.B. 1952. Plant Physiology. New York: D Van
Nostrad Company Inc.

17

Taiz, L; and Zeiger E. 2002. Plant Physiology (3rd Edition). Massachusetts: Sinauer
Associates, Inc. Publisher.

18


Click to View FlipBook Version