e-MODUL FISIOLOGI PERTUMBUHAN
DAN PRKEMBANGAN TANAMAN
MATERI: Pupuk dan Pemupukan
PENULIS : Dra AMINAH ASNGAD, MSi
DAFTAR ISI
Judul Hal
HALAMAN JUDUL…………………………………………………………… 1
DAFTAR ISI .................................................................................................... ... 2
PENDAHULUAN ……………………………………………………………. 3
A. RUMUSAN CPMK…………………………………………………… 3
B. SUB CPMK…………………………………………………………… . 4
C. DESKRIPSI MATERI………………………………………………… 4
D. PEMBELAJARAN……………………………………………………. 4
1. TUJUAN PEMBELAJARAN…………………………………………. 4
2. URAIAN MATERI……………………………………………………. 4
3. RANGKUMAN……………………………………………………… 10
4. PENDALAMAN MATERI…………………………………………… 10
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………. 11
2
PENDAHULUAN
Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMS merupakan salah satu
institusi penghasil calon guru Biologi. Salah satu mata kuliah yang diajarkan adalah
Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tanaman. Matakuliah Fisiologi
Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tanaman merupakan matakuliah yang
memberikan pengalaman dan pembekalan dalam memahami proses-proses yang
terjadi dalam kehidupan tumbuhan.
Salah satu faktor penting untuk meningkatkan mutu lulusan pendidikan
biologi adalah ketersediaan buku ajar dan modul Materi bahan ajar. Modul Materi
ini disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan di atas, khususnya untuk mata
kuliah Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tanaman yang dirasa sangat
diperlukan. Materinya disusun sesuai kurikulum pendidikan tinggi, dan isi materi
ini diadaptasi dari berbagai sumber.
Modul materi ini disusun mencakup pokok bahasan sesuai dengan capaian
pembelajaran yakni mampu menjelaskan konsep pupuk pada tumbuhan,
menjelaskan jenis-jenis pupuk pada tumbuhan dan menjelaskan fungsi pupuk dan
pemupukan pada tumbuhan untuk diterapkan dalam pembelajaran Biologi sekolah
menengah secara berkelompok maupun madiri menggunakan teknologi informasi.
Adapun tujuan setelah mempelajari materi Pupuk dan Pemupukan, maka
dapat menjelaskan konsep pupuk pada tumbuhan, menjelaskan jenis-jenis pupuk
pada tumbuhan dan menjelaskan fungsi pupuk dan pemupukan pada tumbuhan
A. Rumusan CPMK
Adapun rumusan CPMK yakni mahasiswa mampu menjelaskan konsep
pupuk pada tumbuhan, menjelaskan jenis-jenis pupuk pada tumbuhan dan
menjelaskan fungsi pupuk dan pemupukan pada tumbuhan untuk diterapkan dalam
pembelajaran Biologi sekolah menengah secara berkelompok maupun madiri
menggunakan teknologi informasi
3
Sub CPMK
Adapun Sub CPMK nya yakni mahasiswa 1). Mampu menjelaskan konsep
pupuk pada tumbuhan, 2). Mampu menjelaskan jenis-jenis pupuk pada tumbuhan,
3). Dan Mampu menjelaskan fungsi pupuk dan pemupukan pada tumbuhan
Diskripsi Materi
Adapun Deskripsi dari materi Perkecambahan pada tumbuhan adalah
mahasiswa mampu menjelaskan konsep pupuk pada tumbuhan, menjelaskan jenis-
jenis pupuk pada tumbuhan dan menjelaskan fungsi pupuk dan pemupukan pada
tumbuhan untuk diterapkan dalam pembelajaran Biologi sekolah menengah secara
berkelompok maupun madiri menggunakan teknologi informasi.
B. Pembelajaran
1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi Perkecambahan, mahasiswa diharapkan dapat:
a. Mampu menjelaskan konsep pupuk pada tumbuhan
b. Mampu menjelaskan jenis-jenis pupuk pada tumbuhan
c. Mampu menjelaskan fungsi pupuk dan pemupukan pada tumbuhan
2. Uraian Materi
Pendahuluan
Pupuk dan Pemupukan - Dalam budidaya pertanian, keberadaan pupuk
merupakan faktor yang sangat penting untuk menunjang optimalisasi produksi yang
telah ditetapkan. Namun, upaya memupuk yang dilakukan secara sembarangan dan
tidak terukur justru dapat merugikan tanaman itu sendiri, bahkan tidak sedikit
tanaman yang mengalami kematian akibat cara memupuk yang kurang tepat. Oleh
karena itu, untuk mencapai keberhasilan usaha budidaya pertanian secara intensif,
diperlukan pemahaman yang benar mengenai pupuk dan cara memupuk.
4
PUPUK
Pupuk merupakan kunci dari kesuburan tanah karena berisi unsur
hara untuk menggantikan unsur yang habis terserap tanaman. Pupuk adalah
material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi
kebutuhan hara yang diperlukan sehingga tanaman mampu berproduksi dengan
baik. Materialnya dapat berupa bahan organik ataupun anorganik. Jadi memupuk
adalah menambahkan material dalam hal ini unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Berbeda denganhormon tumbuhan atau ZPT (Zat Pengatur Tumbuh), pupuk
mengandung bahan baku yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan
tanaman, sedangkan ZPT membantu kelancaran proses metabolisme. Meskipun
demikian, ZPT dapat ditambahkan ke dalamnya terutama pupuk buatan.
Pemupukan dapat diberikan lewat tanah ataupun disemprotkan ke daun.
Agar pemberiannya tepat, perlu diperhatikan kebutuhan tanaman tersebut, sehingga
tidak terlalu banyak bahan makananang diberikan karena jika terlalu sedikit atau
terlalu banyak dapat membahayakan tanaman.
JENIS-JENIS PUPUK
Berdasarkan kebutuhan tanaman, dikelompokkan menjadi:
Pupuk Makro
Adalah pupuk yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar, terdiri dari
unsur makro primer dan sekunder. Unsur makro primer meliputi Nitrogen (N),
Pospat (P), dan Kalium (K), sedangkan makro sekundernya meliputi Kalsium (Ca),
Magnesium (Mg), dan Sulfur (S).
Pupuk Mikro
Adalah pupuk yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah relatif kecil.
Sekalipun dibutuhkan dalam jumlah sedikit, namun mutlak diperlukan tanaman,
meliputi Klor (Cl), Besi(Fe), Mangan (Ma), Tembaga (Cu), Boron (B),
Molibdenum (Mo), dan Seng (Zn).
5
Berdasarkan asalnya, dikelompokkan menjadi:
Pupuk Organik
Adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan organik baik dari kotoran
hewan atau manusia maupun dari sisa-sisa pelapukan tanaman.
Pupuk Anorganik
Adalah pupuk buatan pabrik yang dibuat dari bahan-bahan kimia berkadar
hara tinggi. Contoh Pupuk Urea, SP36, KCl, dll.
Berdasarkan cara pemberiannya, dikelompokkan menjadi:
Pupuk Akar
Adalah pupuk yang diberikan ke dalam tanah agar terserap oleh akar
tanaman, baik dalam bentuk padat maupun cair (kocoran)
Pupuk Daun
Adalah pupuk yang diberikan langsung ke tanaman melalui mulut daun
(stomata) dengan cara disemprotkan.
PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK
Pupuk Organik
Fungsi Pupuk organik adalah:
1. Memperbaiki struktur tanah.
2. Meningkatkan daya serap tanah terhadap air.
3. Menciptakan kondisi yang baik untuk kehidupan di dalam tanah.
4. Sumber unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Jenis Pupuk Organik
1. Pupuk Kandang
6
Adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan baik padat maupun cair.
Kandungan unsur hara kotoran ternak berbeda-beda karena masing-masing
ternak mempunyai sifat khas tersendiri. Kandungan unsur haranya dipengaruhi
oleh jenis ternak, makanan dan usia ternak.
2. Kompos
Adalah pupuk yang berasal dari pelapukan bahan-bahan berupa dedaunan,
jerami, alang-alang, rumput, kotoran hewan, sampah kota, dll. Proses pelapukan
kompos dapat dipercepat melalui bantuan manusia. Pengomposan berarti
merangsang perkembangan bakteri (jasad renik) untuk menguraikan bahan-bahan
yang dikomposkan agar terurai menjadi senyawa lain.
Dalam proses penguraian tersebut mengubah unsur hara yang terikat dalam
senyawa organik sukar larut menjadi senyawa organik larut (tersedia) sehingga
langsung bisa diserap tanaman. Pengomposan juga bertujuan menurunkan rasio
C/N. Jika bahan organik yang memiliki rasio C/N tinggi tidak dikomposkan dan
langsung diberikan ke dalam tanah maka proses penguraiannya akan terjadi di
tanah, mengakibatkan CO2 dalam tanah meningkat sehingga mengganggu
pertumbuhan tanaman, bahkan pada tanah ringan mengakibatkan daya ikat terhadap
air rendah serta struktur tanahnya berserat dan kasar.
3. Pupuk Hijau
Adalah pupuk yang berasal dari tanaman (hijauan) meliputi bagian daun,
tangkai dan batang muda tanaman tertentu yang banyak mengandung unsur
Nitrogen. Tanaman yang dikategorikan pupuk hijau mempunyai bakteri rhizobium
yang menempel pada akar, terutama pada tanaman famili Leguminosae. Perlu
diperhatikancara aplikasinya untuk hasil yang lebih baik.
4. Humus
Adalah sisa tumbuhan berupa daun, akar, cabang dan batang yang sudah
membusuk secara alami lewat bantuan mikroorganisme dan cuaca. Sifat humus
tidak berbeda dari kompos yaitu mudah mengikat air dan gembur, sedangkan ciri
7
khasnya berwarna hitam sampai coklat tua. Salah satu cara menambahkan humus
ke dalam tanah adalah dengan membenamkan tanaman hijauan ke dalam tanah
sehingga akan terjadi pembusukan yang membentuk humus.
5. Pupuk Mikroba
Adalah pupuk yang memanfaatkan inokulum-inokulum mikroba yang
menguntungkan untuk sebagai dekomposer untuk mengurai bahan-bahan organik
di dalam tanah, memperbaiki struktur tanah, serta melepaskan ikatan senyawa unsur
hara penting bagi tanaman menjadi tersedia. Adanya peran serta mikroba
menguntungkan ini menjadikan unsur tersedia dapat langsung diserap oleh akar
tanaman. Ada beberapa jenis berdasarkan fungsinya, yaitu miktoba penambat N
(nitrogen), Pelarut P (Phosphat), dan mikroba selulotik (kombinasi penambat N dan
pelarut P).
Pupuk Anorganik
Keuntungan pemupukan anorganik :
1. Pemberiannya terukur, karena komposisi haranya tepat.
2. Pemberiannya sedikit karena kandungan haranya tinggi sehingga dapat
menekan biaya pengangkutan.
Jenis Pupuk Anorganik
1. Pupuk Tunggal
Adalah pupuk yang kandungan haranya hanya satu hara utama. Misal Urea
mengandung unsur N (Nitrogen), SP36 mengandung unsur P (Pospat) dan KCl
yang mengandung unsur K (Kalium).
2. Majemuk
Adalah pupuk yang kandungan hara utamanya lebih dari satu unsur. Misal
ZA mengandung unsur N (Nitrogen) dan S (Sulfur), pupuk NPK mengandung
8
unsur N (Nitrogen), P(Pospat) dan K (Kalium), DAP (Diamonium-phospat)
mengandung unsur N (Nitrogen) dan P (Pospat). KNO3 mengandung unsur K
(Kalium) dan N (Nitrogen), MKP (Mono Kalium Phospat) mengandung unsur P
(pospat) dan K (Kalium).
CARA MEMUPUK
Cara memupuk sangat tergantung pada jenis tanaman dan kebiasaan teknik
budidaya yang diterapkan karena kita tidak bisa mengetahui kebutuhan tanaman
secara tepat dan kandungan unsur hara tersedia dalam tanah. Semua hanya
berdasarkan pengamatan fisik, kecuali jika kita menganalisa kandungan hara tanah
ke laboratorium.
1. Ditabur atau disebar
Diterapkan untuk jenis butiran (granule) atau serbuk. Memupuk cara ini
dilakukan pada tanaman yang jarak tanamnya rapat atau tidak teratur dan pada
tanaman yang sistem perakarannya dangkal seperti tanaman padi.
2. Larikan
Bikin larikan untuk memupuk, masukkan ke dalam larikan kemudian tutup
lagi dengan tanah agar tidak mudah menguap. Memupuk cara ini dilakukan pada
tanaman yang jarak tanamnya lebar dan teratur seperti jagung, kacang tanah, dll.
3. Dimasukkan ke lubang tanam
Digunakan untuk tanaman tahunan yang sebelumnya diawali dengan
pembuatan lubang tanam. Masukkan ke dalam lubang kemudian tutup lagi dengan
tanah.
4. Pengocoran
Diterapkan jenis cair atau padat yang pemberiannya dilarutkan dulu dalam
air. Keuntungan memupuk cara ini adalah pemupukan langsung diserap oleh akar
tanaman yang kemudian diolah oleh daun.
9
3. Rangkuman
Pupuk merupakan kunci dari kesuburan tanah karena berisi unsur hara untuk
menggantikan unsur yang habis terserap tanaman. Pupuk adalah material yang
ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara
yang diperlukan sehingga tanaman mampu berproduksi dengan baik. Materialnya
dapat berupa bahan organik ataupun anorganik. Jadi memupuk adalah
menambahkan material dalam hal ini unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Berbeda denganhormon tumbuhan atau ZPT (Zat Pengatur Tumbuh), pupuk
mengandung bahan baku yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan
tanaman, sedangkan ZPT membantu kelancaran proses metabolisme. Meskipun
demikian, ZPT dapat ditambahkan ke dalamnya terutama pupuk buatan.
Berdasarkan kebutuhan tanaman, dikelompokkan menjadi
Pupuk Makro dan Pupuk Mikro
Berdasarkan asalnya, dikelompokkan menjadi:
Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik
Berdasarkan cara pemberiannya, dikelompokkan menjadi:
Pupuk Akar dan Pupuk Daun
Berdasarkan kebutuhan tanaman, dikelompokkan menjadi
Pupuk Makro dan Pupuk Mikro
Berdasarkan asalnya, dikelompokkan menjadi:
Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik
Berdasarkan cara pemberiannya, dikelompokkan menjadi:
Pupuk Akar dan Pupuk Daun
4. Pendalaman Materi
1) Apa yang anda ketahui tentang pupuk, jelaskan
2) Apa yang anda ketahui tentang Pupuk Makro jelaskan, pembagian tersebut
berdasakan apa?
10
3) Apa yang anda ketahui tentang Pupuk Mikro jelaskan,
4) Sebutkan dan jelaskan jenis jenis pupuk Organik
5) Jelaskan fungsi pupuk organik
6) Sebutkan dan jelaskan jenis jenis Pupuk Anorganik
7) Jelaskan Keuntungan dan kerugian pemupukan anorganik
8) Berdasarkan cara pemberiannya, dikelompokkan menjadi: Pupuk Akar, dan
pupuk daun jelaskan
9) Jelaskan cara memupuk tanaman
10) Bedasarkan bentuk fisiknya pupuk dibagi menjadi berapa, sebutkan dan
jelaskan
DAFTAR PUSTAKA
Asngad, Aminah. 2013. Seminar Nasional MIPA Unnes. ISBN: 978-602-18553-2-4
Susetya, Darma. 2012. Panduan Lengkap Membuat Pupuk Organik (Untuk Tanaman
Pertanian dan Perkebunan). Yogyakarta: Pustaka Baru Press. Sutaryo,
Dandun. 2009. Penghitungan Biomassa: Sebuah Pengantar Untuk Studi Karbon dan
Perdagangan Karbon. Bogor: Wetlands International Indonesia
Programme.
Campbell, N. A. and J. B. Reece. 2012. Biology. Sixth Edition, Pearson Education.
Inc. San Francisco.
11