The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini diperuntukkan sebagai Bahan Ajar Biologi Kelas X

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by muhammadalbar51, 2022-09-30 10:47:21

BIOLOGI - ANCAMAN & PELESTARIAN KEANEKARAGAMAN HAYATI

Buku ini diperuntukkan sebagai Bahan Ajar Biologi Kelas X

ANCAMAN DAN USAHA PELESTARIAN
KEANEKARAGAMAN HAYATI

-BAHAN AJAR 4-

MUHAMMAD ALBAR
SMA NEGERI 1 ARALLE

I. Kompetensi Dasar & Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.2. Menganalisis berbagai tingkat 3.2.7 Menganalisis bentuk ancaman
keanekaragaman hayati di Indonesia keanekaragaman hayati
beserta ancaman dan pelestariannya
beserta ancaman dan pelestariannya 3.2.8 Memberikan usulan upaya pelestarian
keanekaragaman hayati berdasarkan
ancamannya

4.2. Menyajikan hasil observasi berbagai 4.2.4 Menyajikan hasil analisis ancaman dan
tingkat keanekaragaman hayati di upaya pelestarian keanekaragaman
Indonesia dan usulan upaya hayati
pelestariannya
4.2.5 Membuat poster yang berupa ajakan
atau usulan tentang pelestarian
keanekaragaman hayati Indonesia
berdasarkan hasil analisis data ancaman
kelestarian berbagai keanekaragaman
hewan dan tumbuhan khas Indonesia

II. PETUNJUK BELAJAR

Pada Bahan Ajar ini terdapat beberapa aktivitas belajar yang bisa kalian
ikuti yaitu:

A. Peta Konsep

Berisi Peta Konsep yang memudahkan kalian melihat keterkaitan konsep antar
Bahan Ajar.

B. Kolom Catatan

Tempat untuk kalian melakukan kegiatan mencatat atau mencurahkan
perasaan.

C. Informasi Faktual

Berisi tentang artikel atau info terkait tentang materi pembelajaran yang
menambah wawasan kalian.

D. Media Pendukung

Berisi video atau link yang membawa kalian lebih memahami materi
pembelajaran.

E. Materi Pokok

Berisi Materi Pokok Pembelajaran.

PETA KONSEP PEMBELAJARAN

Ancaman Pembukaan In Situ
Keanekaragaman Hutan Ex Situ

Hayati Pengerukan
Usaha Lahan Basah

Pelestariannya Usaha
Pertambangan
Pencemaran

Lingkungan
Seleksi

Perlindungan
Alam

Penghijauan

Penangkaran
Perkawinan

Silang

MATERI POKOK

ANCAMAN DAN USAHA PELESTARIAN
KEANEKARAGAMAN HAYATI

A. ANCAMAN KERUSAKAN KEANEKARAGAMAN
HAYATI

Manusia merupakan salah satu komponen yang dapat
memengaruhi ekosistem. Manusia dapat melakukan kegiatan yang
dapat meningkatkan produksi komponen biotik ekosistem, tetapi
sebaliknya ulah manusia juga dapat mengganggu keseimbangan
ekosistem. Berikut ini adalah kegiatan-kegiatan manusia yang dapat
menurunkan keanekaragaman hayati.

Lingkungan akan rusak jika manusia mengusahakan sumber

hayati hanya didasarkan pada prinsip jangka pendek, yaitu untuk

menghasilkan produk sebanyak

mungkin dalam waktu sesingkat

mungkin dan modal sesedikit

mungkin. Usaha semacam itu

memang mendatangkan

kemakmuran kepada manusia. Akan

tetapi, pengaruhnya terhadap alam

dapat menimbulkan dampak berupa

berkurangnya atau punahnya

keanekaragaman hayati dan

merosotnya kualitas lingkungan

sehingga pada akhirnya lingkungan tidak mampu lagi memberi

kehidupan yang layak kepada manusia. Bahkan, mungkin terjadi

bencana alam yang mengancam kelangsungan hidup manusia.

Coba kalian amati, banyak kondisi lingkungan hidup yang telah

rusak di Indonesia. Dalam arti, banyak lingkungan hidup yang sudah

tidak seimbang keadaannya karena berkurangnya keanekaragaman

hayati atau kepunahan jenis-jenis tertentu. Hal itu merupakan

petunjuk bahwa sikap dan perilaku manusia Indonesia terhadap alam

sekitarnya masih sebagai pemanfaat atau pengusaha untuk dirinya

sendiri tanpa memerhatikan kelestarian biodiversitas. Mereka

memandang alam sebagai objek yang terpisah dari dirinya yang dapat

dipengaruhi sekehendaknya. Mereka tidak menyadari bahwa

perubahan pola lingkungan akan memengaruhi pola kehidupannya.

Hingga saat ini, Indonesia telah kehilangan beberapa satwa

penting akibat kepunahan, misalnya, harimau bali. Saat ini hewan

tersebut tidak pernah ditemukan lagi keberadaannya. Hewan-hewan
seperti badak bercula satu, jalak bali, dan trenggiling juga terancam
punah. Belum lagi beberapa jenis serangga, hewan melata, ikan, dan
hewan air yang sudah tidak ditemukan lagi di lingkungan kita. Faktor-
faktor apakah yang menyebabkan kepunahan keanekaragaman
hayati? Banyak, di antaranya, sebagai berikut

1. Pembukaan Hutan

Sering kita memperoleh informasi dari membaca koran
atau menonton televisi, bahwa setiap musim kemarau, khususnya
di luar Jawa, banyak hutan ditebang atau sengaja dibakar oleh
manusia. Penebangan atau pembakaran hutan banyak dilakukan
manusia untuk diambil kayunya, membuka lahan perkebunan,
membuat lahan pemukiman, maupun untuk lahan budi daya.

Gbr. Pembukaan hutan untuk dijadikan pemukiman

Penebangan atau pembakaran hutan menyebabkan
hilangnya atau musnahnya keberadaan tempat hidup berbagai
jenis tumbuhan dan hewan di tempat itu. Tempat tinggal mereka

menjadi rusak atau musnah, akibatnya, banyak hewan pindah dan
menyerbu pemukiman penduduk hanya untuk memperoleh
makanan. Bila keadaan ini terjadi dalam waktu yang lama akan
menyebabkan punahnya tumbuhan dan hewan serta habitat yang
berubah.

Habitat didefinisikan sebagai daerah tempat tinggal
makhluk hidup. Kerusakan habitat merupakan penyebab utama
kepunahan makhluk hidup. Jika habitat rusak, makhluk hidup tidak
memiliki tempat untuk hidup. Kerusakan habitat dapat diakibatkan
terjadi karena ulah manusia yang telah mengubah fungsi
ekosistem, misalnya hutan ditebang, dijadikan lahan pertanian,
permukiman, dan akhirnya berkembang menjadi perkotaan.
Kegiatan manusia tersebut mengakibatkan menurunnya
keanekaragaman ekosistem, jenis, dan gen.

Perusakan terumbu karang di laut juga dapat menurunkan
keanekaragaman hayati laut. Ikan-ikan serta biota laut yang hidup
dan bersembunyi di terumbu karang tidak dapat hidup tenang,
beberapa di antaranya tidak dapat menetaskan telurnya karena
terumbu karang yang rusak. Menurunnya populasi ikan akan
merugikan nelayan dan mengakibatkan harga ikan meningkat.

2. Pengerukan Lahan Basah

Pengurukan lahan basah biasanya dilakukan dengan
mengalihfungsikan lahan sawah atau rawa menjadi lahan
pemukiman atau menjadi kompleks perdagangan. Alih fungsi lahan
menyebabkan hilangnya berbagai jenis makhluk hidup yang
semula menempati lahan basah tersebut. Keadaan tersebut akan
lebih parah apabila terjadi pengurukan lahan sawah, karena

menyebabkan berkurangnya ketersediaan sumber bahan pangan
bagi kehidupan manusia.

Gbr. Pengerukan pada ekosistem danau

3. Usaha Pertambangan

Gbr. Lahan Pertambangan

Usaha pertambangan seperti ekplorasi emas, minyak, dan
gas bumi yang mencakup areal luas, selain menghilangkan habitat
berbagai jenis makhluk hidup juga merusak lapisan tanah di lokasi

penambangan karena menghasilkan limbah berbahaya yang dapat
mencemari lingkungan. Pertambangan emas, selain menghasilkan
emas juga menghasilkan limbah merkuri yang dapat merusak
lingkungan.

4. Pencemaran Lingkungan

Gbr. Sampah dan asap pabrik

Banyak aktivitas manusia yang dapat menyebabkan
pencemaran lingkungan, seperti kegiatan pertambangan dan usaha
pertanian yang banyak menggunakan pestisida berbahan kimia.
Kegiatan-kegiatan itu dapat menyebabkan pencemaran udara,
tanah, bahkan air. Contoh pestisida kimia sebenarnya merupakan
racun. Selain dapat memberantas hama atau penyakit pada
tanaman, dapat pula menyebabkan kematian berbagai jenis
makhluk hidup yang ada di lingkungan tersebut. Penggunaan
apotas untuk meracuni ikan di sungai dapat mencemari
lingkungan, selain mematikan ikan juga mematikan berbagai jenis
makhluk hidup seperti udang dan katak serta dapat merusak
lingkungan sekitarnya.

5. Seleksi

Seleksi adalah memilih sesuatu yang disukai menurut
penilaian individu. Secara tidak sengaja perilaku seleksi akan
mempercepat kepunahan makhluk hidup. Misalnya, kita sering
hanya menanam tanaman yang kita anggap unggul, seperti jambu
bangkok, jeruk mandarin, dan mangga gedong. Sebaliknya, kita
menghilangkan tanaman yang kita anggap kurang unggul,
contohnya, jeruk pacitan dan mangga curut.

Dewasa ini kebanyakan orang selalu menyeleksi dan
memilih bibit varietas unggul yang akan ditanam atau menyeleksi
sebelum mengawinkan hewan ternaknya. Jika hal itu terus terjadi,
lama-kelamaan jenis yang tidak unggul akan semakin berkurang
dan akhirnya punah. Saat ini sebagian besar petani menanam padi
verietas unggul seperti fatmawati, IR 64 sedangkan jenis lokal
sudah ditinggalkan dan sulit ditemukan seperti cisadane, mentik,
bogowonto, dan sebagainya.

Menurunnya jumlah makhluk hidup yang kita anggap tidak
unggul berarti mengurangi keanekaragaman hayati dari jenis
makhluk hidup tersebut, bahkan dalam jangka waktu lama, kita
tidak akan menemukan jenis tersebut. Contoh lain, menurunnya
populasi serangga pemangsa (predator) karena disemprot dengan
insektisida yang mengakibatkan terjadinya populasi serangga yang
dimangsa. Jika serangga ini menyerang tanaman pertanian, ledakan
serangga tersebut sangat merugikan petani. Mungkin kalian
pernah mendengar ledakan populasi hama wereng di Indonesia
sehingga beribu-ribu hektare sawah gagal panen. Wereng yang
menyerang padi diduga karena predator wereng punah akibat
terkena insektisida yang digunakan petani untuk memberantas

hama. Perkembangan industri berjalan dengan cepat di Indonesia.
Teknologi modern banyak diterapkan untuk mendapatkan hasil
sebesar-besarnya. Bersamaan dengan kemajuan pembangunan
dan perkembangan industri, terjadi pula perubahan lingkungan
secara nyata dan bencana alam yang terjadi di mana-mana.
Sebenarnya, inti dari seluruh permasalahan lingkungan di
Indonesia terletak pada perubahan konsep mental manusianya
yang mungkin tanpa disadari telah menjadi manusia perusak
lingkungan sehingga jalan satu-satunya adalah mengubah sikap
mental manusia Indonesia menjadi manusia pengelola dan
pemelihara lingkungan hidupnya.

KOLOM CATATAN

Informasi Faktual

B. USAHA PELESTARIAN KEANEKARAGAMAN
HAYATI

Adanya eksploitasi hutan tropis menjadi lahan pertanian dan
penggundulan hutan, berdampak besar pada proses hilangnya sumber
daya alam hayati. Indonesia memiliki daftar terpanjang jenis
tumbuhan dan hewan yang terancam kepunahan. Sudah tercatat
paling tidak, ada 126 jenis burung, 63 jenis hewan mamalia, dan 21
jenis hewan melata yang dinyatakan terancam punah.

Keberadaan keanekaragaman hayati ini tidak akan selalu

tetap keadaannya, baik jumlah serta jenisnya. Hal ini disebabkan oleh

berbagai macam faktor,

seperti perburuan,

kerusakan ekosistem,

serta pemanfaatan yang

berlebihan. Pemanfaatan

keanekaragaman hayati

untuk berbagai keperluan

secara berlebihan ini

ditandai dengan semakin langkanya beberapa jenis flora dan fauna.

Hal ini disebabkan rusaknya habitat dan ekosistem yang ditempati

flora dan fauna tersebut.

Ketidakseimbangan tersebut apabila dibiarkan, dapat

mengancam keanekaragaman hayati. Oleh karenanya, kegiatan-

kegiatan yang dapat menyebabkan kerusakan kekayaan hayati di

Indonesia ini harus dicegah. Pemerintah pun tidak tinggal diam, hal ini

dapat dilihat dari undang-undang yang dikeluarkan pemerintah

mengenai konservasi (pengawetan) sumber daya hayati yaitu

Undang-Undang No. 23 tahun 1997 tentang pengolahan lingkungan

hidup. Dari undang-undang tersebut pengolahan lingkungan hidup

diharapkan dapat bermanfaat serta berkelanjutan.

Populasi kayu ramin menipis, kayu gaharu, dan kayu cendana

terancam punah. Dengan menurunnya keanekaragaman hayati,

manusia perlu melakukan upaya dan aktivitas yang dapat

melestarikan dan mengembangkan keanekaragaman hayati.

a. Perlindungan Alam

1. Pelestarian Secara In Situ

Pernahkah Anda mendengar istilah pelestarian in situ?
Pelestarian in situ merupakan usaha pelestarian yang dilakukan di
habitat aslinya. Pelestarian ini ditekankan agar sumber daya hayati
di habitat aslinya tetap terjaga dan terpelihara. Hal ini dilakukan
dengan pertimbangan karakteristik tumbuhan atau hewan tertentu
sangat membahayakan kelestariannya apabila dipindahkan ke
tempat lainnya.

Pelestarian in situ dilakukan di tempat-tempat yang
dilindungi oleh pemerintah, di mana segala flora dan fauna yang
ada di dalamnya tidak boleh diganggu. Contohnya, taman nasional
yang merupakan salah satu tempat dilakukannya pelestarian
sumber daya hayati. Beberapa taman nasional yang ada di
Indonesia antara lain Taman Nasional Kerinci Sebat, Taman
Nasional Tanjung Puting, Taman Nasional Way Kambas, Taman
Nasional Teluk Cendrawasih, dan Taman Nasional Bunaken.

Contohnya lainnya sebagai berikut :
a. Suaka margasatwa untuk komodo di Taman Nasional Komodo,

Pulau Komodo.
b. Suaka margasatwa untuk badak bercula satu di Taman

Nasional Ujung Kulon, Jawa Barat.
c. Pelestarian bunga Rafflesia di Taman Nasional Bengkulu.
b. Pelestarian terumbu karang di Bunaken.

Gbr. Gerbang masuk ke Taman Nasional Komodi

2. Pelestarian Secara Ex Situ

Pelestarian ex situ adalah pelestarian suatu spesies
makhluk hidup di luar habitat aslinya untuk dikonservasi dan
dilestarikan. Pelestarian ex situ ini dilakukan terhadap hewan yang
langka dan hampir punah, contohnya elang jawa (Spizaetus
bartelsi) dan orangutan (Pongo pygmaeus).

Contoh tempat pelestarian ex situ adalah kebun binatang.
Di Indonesia, kebun binatang sebagai tempat pelestarian hewan
secara ex situ terdapat di beberapa lokasi, misalnya Kebun
Binatang Ragunan, di Jakarta; Taman Safari di Cisarua Jawa Barat;
Kebun Binatang Bandung; Kebun Binatang Gembira Loka di
Yogyakarta; dan Kebun Binatang Sumbawa.

Kebun binatang yang ada di Indonesia memiliki koleksi
satwa yang beraneka ragam. Satwa-satwa yang dijadikan koleksi
sengaja dipindahkan dari habitat aslinya ke dalam lingkungan
kebun binatang. Di samping bertujuan melengkapi keragaman

hewan, pemindahan hewan ini juga dimaksudkan sebagai sarana
rekreasi dan pembelajaran pada masyarakat dan pengembangan
satwa untuk pelestarian satwa yang bersangkutan. Ini merupakan
pelestarian secara eksitu.

Gbr. Gerbang masuk ke Kebun Binatang Ragunan

Selain pelestarian hewan, pelestarian tumbuhan juga dapat
dilaksanakan secara ex situ. Pelestarian tumbuhan secara ex situ
dapat dilakukan dengan cara membuat kebun raya, kebun botani,
atau taman wisata. Contoh pelaksanaan tumbuhan secara ex situ
adalah Kebun Raya. Di Kebun Raya Bogor banyak sekali tumbuhan
khas Indonesia dari mulai tumbuhan tingkat rendah sampai
tumbuhan tingkat tinggi. Contoh tumbuhan khas Indonesia yang
ada di Kebun Raya Bogor antara lain, kelompok Dipterocarpaceae,
bunga bangkai, anggrek-anggrekan, sampai tumbuhan air seperi
teratai raksasa.

b. Penghijauan

Gbr. Reboisasi pada lahan gundul

Penghijauan (reboisasi) merupakan kegiatan manusia
untuk menanam kembali pada lahan atau hutan yang telah gundul
akibat penebangan atau pembakaran hutan. Reboisasi bertujuan
untuk mengembalikan kondisi lahan atau hutan yang telah rusak,
sehingga diharapkan akan muncul suatu lingkungan baru yang
dapat dijadikan tempat tinggal berbagai jenis organisme baru.
Tanaman yang ditanam dalam usaha penghijauan biasanya adalah
tanaman yang cepat tumbuh seperti sengon dan lamtoro.

c. Penangkaran

Pengkaran merupakan suatu kegiatan

mengembangbiakkan tumbuhan dan hewan dengan cara yang

terkontrol. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan

jumlah tumbuhan dan hewan agar tidak punah. Di Taman Nasional

Way Kambas terdapat penangkaran gajah sumatra, hasil

penangkaran tersebut kemudian dilepas kembali ke habitat
asalnya sehingga populasi hewan itu akan meningkat.

Gbr. Lahan untuk penabgkaran Rusa

d. Perkawinan Silang

Gbr. Zonkey adalah hasil perkawinan silang antara Zebra dan Keledai melakukan

Perkawinan silang merupakan usaha

perkembangbiakan secara silang terhadap tumbuhan dan hewan

sejenis dengan sifat berbeda dan akan dihasilkan keturunan baru
yang berbeda dengan sifat induknya.

Perkawinan silang bertujuan untuk menambah jumlah
keanekaragaman hayati yang ada, contoh tanaman anggrek bunga
merah yang disilangkan dengan tanaman anggrek berbunga putih
menghasilkan keturunan anggrek bunga merah bergaris putih yang
menambah jumlah keanekaragaman tanaman tersebut.

KOLOM CATATAN

Media Pendukung

Link : https://www.youtube.com/watch?app=desktop&v=zoFMRBUKzpI&feature=youtu.be

RANGKUMAN

1. Faktor-faktor yang menyebabkan kepunahan makhluk adalah perusakan
habitat, penggunaan pestisida, pencemaran, perubahan tipe tumbuhan,
penebangan, dan seleksi.

2. Sementara itu, aktivitas manusia untuk meningkatkan dan melestarikan
keanekaragaman hayati adalah penghijauan, pembuatan taman kota,
pemuliaan, serta pembiakan insitu dan exsitu.

3. Usaha-usaha yang dilakukan oleh manusia untuk mengonservasi
keanekaragaman hayati (flora dan fauna) agar tidak sampai pada
Keanekaragaman Hayati 149 kepunahan adalah dengan upaya
perlindungan dan pelestarian flora dan fauna, baik pada flora dan fauna
itu sendiri maupun pada habitat dan ekosistemnya, dengan cara, antara
lain, mendirikan cagar alam, taman nasional, hutan wisata, taman laut,
hutan lindung, kebun raya, melakukan tebang pilih, dan aforestasi

4. Dalam kenyataannya berbagai keanekaragaman hayati itu selalu
mengalami perubahan. Perubahan ini terjadi karena kegiatan manusia
yang dapat merugikan (jumlahnya cenderung berkurang) atau
menguntungkan (jumlahnya bertambah).

5. Untuk menjaga atau melindungi kelestarian keberadaan
keanekaragaman hayati, maka pemerintah melakukan konservasi
sumber daya alam hayati dan ekosistem, antara lain hutan lindung bisa
dalam bentuk cagar alam, taman nasional, suaka margasatwa, taman
hutan raya, hutan wisata, wanawisata. Selain itu pemerintah juga
memberikan kawasan suaka alam laut dan perikanan serta hutan raya.

REFERENSI

Ansori, Moch dan Martono, Djoko. (2009). BSE. Biologi. Jakarta : Pusat
Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Firmansyah, Rikky et al. (2009). BSE : Mudah dan Aktif Belajar Biologi.
Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Kistinah, Idun dan Lestari, Endang Sri. (2009). BSE : Biologi. Jakarta : Pusat
Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Subardi, et.al. (2009). BSE. Biologi. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional

Sulistyorini, Ari. (2009). BSE. Biologi 1. Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional

SUMBER GAMBAR

https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fi.ytimg.com%
2Fvi%2FYIuhx1u7zJE%2Fmaxresdefault.jpg&imgrefurl=https%3A%
2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DYIuhx1u7zJE&tbnid=
L3XXZvTZlK-
ZZM&vet=12ahUKEwiI__f0zrz6AhU5jNgFHYU6CXMQMygAegUIARCF
AQ..i&docid=O2p1yb2pndBv2M&w=1280&h=720&q=ancaman%20d
an%20pelestarian%20keanekaragaman%20hayati&ved=2ahUKEwiI
__f0zrz6AhU5jNgFHYU6CXMQMygAegUIARCFAQ

https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fdlh.semarang
kota.go.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F02%2FDampak-
Kerusakan-Alam-Bagi-Habitat-Satwa-01-Image-
greenpeace.org.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fdlh.semarangkota.
go.id%2F4-dampak-kerusakan-alam-bagi-habitat-satwa-langka-
yang-perlu-diwaspadai%2F&tbnid=os15yz-
1bYCIMM&vet=12ahUKEwiI__f0zrz6AhU5jNgFHYU6CXMQMygLegUI
ARCjAQ..i&docid=-
r7WiwoVPZsauM&w=800&h=536&q=ancaman%20dan%20pelestari
an%20keanekaragaman%20hayati&ved=2ahUKEwiI__f0zrz6AhU5jN
gFHYU6CXMQMygLegUIARCjAQ

https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fwww.pelajar
an.co.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2015%2F12%2Fgangguan-
keanekaragaman-
hayati.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.pelajaran.co.id%2Fga
ngguan-gangguan-terhadap-keanekaragaman-
hayati%2F&tbnid=va9hwpXG9-
2_RM&vet=12ahUKEwiI__f0zrz6AhU5jNgFHYU6CXMQMygUegUIARC
1AQ..i&docid=PE3jEkdro586qM&w=450&h=315&q=ancaman%20da
n%20pelestarian%20keanekaragaman%20hayati&ved=2ahUKEwiI__
f0zrz6AhU5jNgFHYU6CXMQMygUegUIARC1AQ

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.pelajaran.
co.id%2Fgangguan-gangguan-terhadap-keanekaragaman-
hayati%2F&psig=AOvVaw3AMn0kBYlT4of3T20TPFIS&ust=1664630
748701000&source=images&cd=vfe&ved=2ahUKEwiI__f0zrz6AhU5j
NgFHYU6CXMQr4kDegUIARC2AQ


Click to View FlipBook Version