The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bahan Ajar Kelas IV Tema 7 Subtema 2 PB 3

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ni Kadek Cindy Candelia, 2022-05-26 11:26:13

Bahan Ajar Kelas IV Tema 7 Subtema 2 PB 3

Bahan Ajar Kelas IV Tema 7 Subtema 2 PB 3

KATA PENGANTAR
Puji syukur dipanjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-
Nyalah Bahan Ajar Kelas IV Tema 7 ―Indahnya Keragaman di Negeriku‖ Subtema 2
―Indahnya Keragaman Budaya Negeriku‖ Pembelajaran 3 ini dapat diselesaikan dengan tepat
waktu.
Bahan ajar merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang digunakan untuk
membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, serta membantu peserta
didik dalam mencapai tujuan pembelajarannya. Bahan ajar juga dapat meningkatkan proses
pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif.
Penyusunan bahan ajar ini tentunya tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang
telah memberikan petunjuk, dorongan, dan bimbingan. Oleh karena itu, disampaikannya rasa
terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan bahan ajar ini.
Disadari bahwa bahan ajar ini tentunya masih jauh dari kesempurnaan karena
keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis. Sehingga diharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun dari pembaca untuk penyempurnaan bahan ajar ini. Semoga
dengan penyajian bahan ajar ini dapat memberikan manfaat dalam segala bentuk kegiatan
belajar mengajar, sehingga dapat memperlancar dan mempermudah proses pembelajaran
dalam mencapai tujuan pendidikan.

Klungkung, 6 Mei 2022

Penulis

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................................ii
DAFTAR ISI........................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................................1

A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi .............................................1
B. Tujuan Bahan Ajar ..........................................................................................................1
C. Manfaat Bahan Ajar ........................................................................................................1
BAB II PENDALAMAN MATERI........................................................................................3
A. Mengenal Keragaman Rumah Adat di Indonesia ...........................................................3
B. Pulau Sumatra .................................................................................................................5
C. Pulau Kalimantan............................................................................................................6
D. Pulau Jawa ......................................................................................................................7
E. Pulau Sulawesi ................................................................................................................8
F. Pulau Bali dan Nusa Tenggara........................................................................................9
G. Pulau Maluku dan Papua ..............................................................................................10
BAB III KESIMPULAN........................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................13

iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
(KD) (IPK)

PPKn PPKn

3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, 3.2.1 Menjelaskan tentang bentuk, bahan

ekonomi, budaya, etnis, dan agama pembuatan, dan keunikan dari rumah

di provinsi setempat sebagai adat daerah.

identitas bangsa Indonesia serta

hubungannya dengan karakteristik

ruang.

4.2 Menyajikan hasil identifikasi 4.2.1 Menunjukkan cerita daerah asal dan

mengenai keragaman sosial, keunikan dari setiap rumah adat

ekonomi, budaya, etnis, dan agama secara lisan dan tertulis.

di provinsi setempat sebagai

identitas bangsa Indonesia; serta

hubungannya dengan karakteristik

ruang.

B. Tujuan Bahan Ajar
1) Dengan berdiskusi kelompok, siswa mampu menjelaskan tentang bentuk, bahan
pembuatan, dan keunikan dari rumah adat daerah mereka dengan tepat.
2) Dengan mengamati beberapa gambar rumah adat di Indonesia, siswa mampu
menunjukkan cerita daerah asal dan keunikan dari setiap rumah adat secara lisan
dan tertulis dengan tepat.

C. Manfaat Bahan Ajar
a. Bagi Pendidik
Manfaat bahan ajar bagi pendidik, yaitu:
1) Memperoleh bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan sesuai
dengan kebutuhan peserta didik.
2) Membantu pendidik sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses
pembelajaran.
3) Meningkatkan kualitas pendidik.
4) Memperkaya wawasan karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai
referensi.
5) Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman pendidik dalam menulis
dan membuat bahan ajar.
6) Tidak tergantung pada buku teks yang cenderung sulit diperoleh.

b. Bagi Peserta Didik
Manfaat bahan ajar bagi peserta didik, yaitu:
1) Mendapatkan kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi
ketergantungan dengan kehadiran guru.

1

2) Mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus
dikuasai.

3) Proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan mengesankan.

2

BAB II PENDALAMAN MATERI

A. Mengenal Keragaman Rumah Adat di Indonesia
Tahukah kalian keragaman budaya di
Indonesia ?

Indonesia adalah negara kepulauan yang terbagi menjadi 34 provinsi dan
terdiri atas berbagai suku bangsa. Setiap suku bangsa memiliki adat dan budaya yang
berbeda-beda, mulai bahasa, seni tari, pakaian adat, hingga rumah adat. Perbedaan
tersebut menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya.

(Sumber : https://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/rumah-adat-berdasarkan-pulau.jpg)

Gambar 1. Peta Indonesia

Rumah adat di Indonesia memiliki kekhasan di setiap daerahnya. Rumah adat
umunya dibangun menyesuaikan kondisi bentang alam wilayah setempat. Keragaman
bentuk rumah adat mencerminkan kemampuan nenek moyang bangsa Indonesia
sebagai arsitek andal. Hal menarik lainnya dari rumah adat di Indonesia adalah
penggunaan bahan-bahan alami untuk membangun rumah tersebut. Bahan-bahan
alami yang dimaksud seperti kayu, bambu, tanah liat, batu alam, rumbia, dan pelepah
pohon yang dikeringkan.Tidak hanya unik, bentuk rumah adat mengandung makna
dan simbol tertentu. Semua itu disesuaikan dengan ada istiadat tiap – tiap daerah.
Berikut keragaman rumah adat di Indonesia.

Tabel 1. Rumah Adat di Indonesia

No Daerah Rumah Adat
1. Aceh Rumah Aceh, Rumah Krong Bade

2. Sumatra utara Rumah Balai Batak Toba, Rumah Bolon

3. Sumatra Barat Rumah Gadang

4. Riau Balai Salaso Jatuh atau Rumah Adat Selaso
Jatuh kembar, Rumah Melayu Atap Belah
Bubung, Rumah Melayu Atap Lipat Kajang,
dan Rumah Melayu Atap Lontik

5. Kepulauan riau Rumah Melayu Atap Limas Potong

6. Jambi Rumah Panggung

7. Bengkulu Rumah Bubungan Lima

8. Sumatera Selatan Rumah Limas

3

9. Bangka Belitung Rumah Rakit dan Rumah Limas

10. Lampung Rumah Nuwoun Sesat

11. Jawa Barat Rumah Kasepuhan

12. Banten Rumah Adat Baduy

13. DKI Jakarta Rumah Kebaya dan Rumah Gudang

14. Jawa tengah Rumah Joglo

15. D.I. Yogyakarta Rumah Joglo

16. Jawa Timur Rumah Joglo

17. Kalimantan Barat Rumah Panjang

18. Kalimantan Tengah Rumah Betang

19. Kalimantan Utara Rumah Baloy

20. Kalimantan Timur Rumah Lamin

21. Kalimantan Selatan Rumah Banjar

22. Bali Gapura Candi Bentar

23. Sulawesi Utara Laikas

24. Gorontalo Rumah adat Doloupa

25. Sulawesi Tengah Souraja atau Rumah Raja atau Rumah
Besar, Rumah Tambi

26. Sulawesi Barat Rumah Adat Mandar

27. Sulawesi Selatan Rumah Adat Tongkonan

28. Sulawesi Tenggara Rumah adat Buton atau Rumah Adat Banua

Tada

29. Nusa Tenggara Barat Dalam Loka Samawa

30. Nusa Tenggara Timur Sao Ata Mosa Lakitana

31. Maluku Rumah Baileo

32. Maluku Utara Rumah Baileo

33. Papua Barat Honai

34. Papua Honai

Setiap rumah adat memiliki keunikan yang berbeda dari rumah adat lainnya.

Keragaman rumah adat di Indonesia itu menjadi kekayaan budaya yang dapat kita

banggakan.

Ayo Membaca!

Rumah Adat Suku Manggarai
Suku bangsa Manggarai tinggal di Kabupaten Manggarai, Flores Barat, Nusa
Tenggara Timur. Di wilayah Kabupaten Manggarai terdapat sebuah kampung adat
bernama Waerebo. Waerebo terletak di sebuah lembah di barat daya kota Ruteng. Saat
ini Waerebo menjadi tujuan wisata.

Di Waerebo terdapat tujuh rumah adat Manggarai, satu di antaranya rumah adat
Gendang yang biasa disebut Mbaru Niang. Rumah Gendang berbentuk kerucut dengan
ketinggian mencapai 15 meter. Dinding rumah terbuat dari kayu dan bambu. Atapnya
terbuat dari ijuk yang disebut wunut. Setiap bagian rumah direkatkan dengan
menggunakan rotan dan tanpa paku sama sekali.

4

Mbaru Niang terdiri atas lima lantai. Setiap lantai rumah Mbaru Niang memiliki
ruangan dengan fungsi yang berbeda-beda sebagai berikut.

1. Tingkat pertama disebut lutur. Ruangan di tingkat ini digunakan sebagai tempat
tinggal dan berkumpul dengan keluarga.

2. Tingkat kedua berupa loteng dan disebut lobo berfungsi untuk menyimpan bahan
makanan dan barang-barang sehari-hari.

3. Tingkat ketiga disebut lentar. Tingkat ini digunakan untuk menyimpan benih-
benih tanaman pangan, seperti benih jagung, padi, dan kacangkacangan.

4. Tingkat keempat disebut lempa rae disediakan untuk menyimpan bahan makanan
apabila terjadi kekeringan.

5. Tingkat kelima disebut hekang kode untuk tempat sesajian persembahan kepada
leluhur.

Ayo Berlatih
Berdasarkan teks ―Rumah Adat Suku Manggarai‖ di atas, coba tuliskan
informasi baru yang kamu dapatkan.

Ayo Berdiskusi
Diskusikanlah dengan anggota kelompokmu tentang rumah adat daerah (nama
rumah adat, bentuk rumah adat, bahan pembuatan, dan keunikannya) mereka
masing – masing. Kemudian buat tabel hasil duskusi kalian dan presentasikan
di depan kelas.

B. Pulau Sumatra

Gambar 2. Pulau Sumatra
Pulau Sumatra memiliki sepuluh provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara, Riau,
Kepulauan Riau, Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kepulauan

5

Bangka Belitung, dan Lampung. Suku yang terdapat di Sumatra, di antaranya, suku
Aceh, Batak, Melayu, Minangkabau, dan Lampung.

Rumah adat Sumatra memiliki ciri khas tersendiri, yaitu pada bentuk rumah
dan jenis ornamen atau ukirannya. Selain itu, rumah adat Sumatra memiliki satu
persamaan, yaitu berbentuk panggung. Alasan pemilihan bentuk panggung adalah
untuk menghindari banjir bagi daerah yang dilewati oleh aliran sungai dan
menghindari binatang buas bagi wilayah yang dekat dengan hutan.

Pernahkah anak – anak mendengar tentang rumah balai Batak Toba?
Adakah di antara anak – anak yang tahu rumah balai Batak Toba berasal

dari provinsi mana ?

Gambar 3. Rumah Balai Batak Toba
Rumah Balai Batak Toba merupakan rumah adat yang berasal dari Sumatra
Utara.Rumah ini terlihat seperti Kerbau yang sedang berdiri. Bentuk rumah ini adalah
rumah panggung yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu jabu parsakitan dan jabu
bolon. Jabu parsakitan adalah tempat penyimpanan barang dan jabu bolon adalah
rumah keluarga besar yang tidak memiliki sekat. Rumah ini berbahan dasar kayu
dengan atap terbuat dari ijuk.
C. Pulau Kalimantan
Pulau Kalimantan terdiri atas lima provinsi, yaitu Kalimantan Utara,
Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Gambar 4. Pulau Kaliimantan

6

Kalimantan terkenal dengan sungai-sungainya yang panjang dan besar. Tiga
sungai terpanjang di Indonesia terletak di Kalimantan, yaitu Sungai Kapuas,
Mahakam, dan Barito. Sehingga tidak heran jika rumah-rumah adat di Kalimantan
dibuat dalam bentuk rumah panggung untuk menghindari banjir. Selain itu, rumah-
rumah di Kalimantan biasanya memakai kayu ulin yang semakin kuat jika terkena air.
Kayu ulin berbeda dengan kayu lainnya yang malah lapuk jika terkena air. Itulah ciri
khas rumah adat di Kalimantan yang disesuaikan dengan kondisi alamnya.

Gambar 5. Rumah Betang
Rumah betang adalah rumah adat suku Dayak di Kalimantan Tengah. Rumah
tersebut dapat menampung hingga 150 orang atau 10—30 keluarga. Rumah ini juga
berbentuk panggung seperti rumah panjang dan memiliki anak tangga yang berjumlah
ganjil. Selain untuk tempat tinggal, rumah betang juga dipakai untuk pertemuan adat.
Kayu ulin yang kuat menjadi bahan baku utama pembuatan rumah ini.
D. Pulau Jawa
Suku-suku utama penghuni Pulau Jawa, antara lain, suku Badui di Banten,
Betawi di DKI Jakarta, Sunda di Jawa Barat, Madura di Jawa Timur, dan suku Jawa
di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Gambar 6. Pulau Jawa
Rumah joglo milik suku Jawa adalah rumah yang biasa dipakai oleh keluarga
kerajaan atau bangsawan. Berbeda dengan joglo, rumah kebaya milik suku Betawi,
sulah nyanda milik suku Badui, dan rumah jolopong milik suku Sunda adalah rumah
rakyat biasa. Namun, rumah rumah tersebut sama-sama memiliki kedekatan dengan
alam, yaitu menggunakan bahan-bahan alami seperti kayu, bambu, dan batu alam.

7

Gambar 7. Rumah Kebaya
Rumah kebaya merupakan rumah adat provinsi DKI Jakarta. Rumah ini adalah
ciri khas suku Betawi. Atap rumah kebaya berbentuk pelana yang dilipat. Jika dilihat
dari samping, atapnya seperti lipatan kebaya. Di teras rumah biasanya tersedia meja
dan kursi untuk menerima tamu atau minum teh di sore hari bersama keluarga. Rumah
kebaya biasa dicat dengan warna warna cerah.
E. Pulau Sulawesi

Gambar 8. Pulau Sulawesi
Pulau Sulawesi berbentuk seperti huruf K. Pulau ini terletak di antara Pulau
Kalimantan dan Kepulauan Maluku. Sulawesi sering pula disebut dengan Celebes.
Banyak suku yang mendiami Pulau Sulawesi, antara lain, Bugis, Makassar, Mandar,
Toraja, Minahasa, dan Buton. Provinsi yang ada di Celebes, antara lain, Sulawesi
Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi
Tenggara.

8

Gambar 9. Rumah Tongkonan
Tongkonan adalah sebutan untuk rumah adat suku Toraja di Sulawesi Selatan.
Atap rumah ini berbentuk seperti kapal. Rumah tongkonan dibagi menjadi tiga
tingkat. Paling atas disebut rattiangbanau untuk menyimpan benda pusaka dan
berharga. Bagian tengah adalah kale banua yang berisi kamar kepala keluarga, ruang
keluarga, dan kamar tidur anak. Bagian terbawah adalah sulluk banua, yaitu tempat
untuk memelihara ternak atau menyimpan alat pertanian.
F. Pulau Bali dan Nusa Tenggara
Pulau Bali dan Nusa Tenggara terletak di sebelah timur Pulau Jawa. Pulau
Nusa Tenggara terdiri atas dua provinsi, yaitu Nusa Tenggara Barat dan Nusa
Tenggara Timur.

Gambar 10. Pulau Bali dan Nusa Tenggara
Masyarakat Bali sangat dekat dengan budaya Hindu sehingga ada pura
keluarga di dalam rumahnya. Berbeda dengan Bali, Nusa Tenggara Barat lebih dekat
dengan budaya Islam sehingga rumah adatnya pun menggunakan nilai-nilai Islam.
Rumah adat Nusa Tenggara Timur lebih dekat dengan budaya suku lokal, tidak
dipengaruhi oleh nilai-nilai agama seperti Bali dan Nusa Tenggara Barat.
Rumah adat Bali tidak memiliki nama khusus. Rumah ini berbentuk kompleks
yang dikelilingi tembok. Gerbang masuknya (pemesuan) diikuti dengan dinding aling-
aling sehingga kita harus belok kanan atau kiri. Di dalam kompleks terdapat bale
sakenem (rumah tinggal keluarga), bale dangin (rumah untuk laki laki), pemerajaan

9

(pura keluarga), bale daje (rumah perempuan belum menikah), bale dauh (rumah
orang tua), tebe (kandang hewan), jineng (lumbung padi), dan bale paon/perapen
(dapur).

Gambar 11. Rumah Adat Bali
G. Pulau Maluku dan Papua

Rumah adat di Pulau Maluku bukanlah rumah tinggal sehari-hari, melainkan
rumah bersama yang dipakai untuk perkumpulan adat, baik acara resmi maupun tidak
resmi. Rumah adat Maluku dan Maluku Utara sama-sama dibuat dalam bentuk
terbuka.

Gambar 12. Pulau Maluku dan Papua
Berbeda dengan rumah di Maluku, rumah adat Papua berbentuk tertutup. Ini
sesuai dengan kondisi alam Papua yang berupa pegunungan. Mereka tidak membuat
jendela di rumah supaya angin gunung yang dingin tidak masuk ke dalam rumah
sehingga penghuninya merasa hangat.
Rumah adat Papua adalah honai. Dindingnya berbentuk lingkaran dengan atap
berbentuk setengah bola sehingga dari luar tampak seperti jamur. Rumah ini tidak
memiliki jendela dan hanya mempunyai satu pintu kecil. Di tengah ruangan terdapat
tempat menyalakan api unggun untuk menghangatkan ruangan. Lantainya dari tanah,

10

tetapi ada lantai atas yang terbuat dari papan untuk tempat tidur. Dalam satu wilayah,
terdapat sekelompok keluarga yang mendirikan honai bersama-sama.

Gambar 13. Rumah Honai

11

BAB III KESIMPULAN
Indonesia adalah negara kepulauan yang terbagi menjadi 34 provinsi dan terdiri atas
berbagai suku bangsa. Setiap rumah adat memiliki keunikan yang berbeda dari rumah adat
lainnya. Seperti Pulau Sumatra ada rumah Balai Batak Toba tepatnya di Sumatra Utara, di
Pulau Kalimantan ada rumah Betang tepatnya di Kalimantan Tengah, Pulau Jawa ada rumah
Kebaya tepatnya di DKI Jakarta, Pulau Sulawesi ada rumah Tongkonan tepatnya di Sulawesi
Selatan, Pulau Bali ada Gapura Candi Bentar, Nusa Tenggara Barat ada dalam Loka Samawa,
Pulau Maluku ada rumah Baileo, dan Pulau Papua ada rumah Honai. Keragaman rumah adat
di Indonesia itu menjadi kekayaan budaya yang sangat membanggakan.

12

DAFTAR PUSTAKA
Laskar Bahasa V. (2018). Rumah Adat nusantara. Jakarta: Badan Pengembangan dan

Pembinaan Bahasa.
Kemendikbud. (2017). Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Kelas IV Tema 7:

Indahnya Keragaman di Negeriku. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia.
Poerwaningtias, I., & Suwarto, N. K. (2017). Rumah Adat Nusantara. Jakarta: Badan
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

13


Click to View FlipBook Version