FILOSOFI PENDIDIKAN MENURUT KI HAJAR DEWANTARA & IMPLEMENTASI DI SEKOLAH DEMONTRASI KONTEKTUAL Wahyu Widodo CGP Angkatan 9 TUGAS 1.1.a.6 MODUL 1 disusun oleh:
4-10 januari Menurut Ki Hadjar Dewantara hakikat pendidikan adalah seluruh daya upaya yang dikerahkan secara terpadu untuk tujuan memerdekakan aspek lahir dan batin manusia. Ki Hajar Dewantara mendifinisikan pendidikan menuntun. Pendidik bertugas menuntun 1
4-10 januari Ki Hajar Dewantara Bahwa tujuan pendidikan: Menuntun anak menjemput kodrat yaitu kodrat alam dan kodrat zaman yang merupakan dasar pendidikan yang bertujuan mencapai keselamatan dan kebahagian hidup setinggitingginya. Kodrat Alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk lingkungan di mana anak berada. 2
4-10 januari Pendidik harus membekali ketrampilan kepada siswa sesuai zamannya agar mereka bisa hidup, berkarya dan menyesuaikan diri Dalam konteks pembelajaran sekarang guru harus membekali siswa dengan kecapakan abad 21. Pendidikan sesuai kodrat zaman 1. 2. 3 PENDIDIKAN YANG BERPIHAK PADA MURID
4-10 januari Mendidik yang bersumber pada Trilogi Pendidikan. Pendidikan yang berasaskan Tri-Kon (kontinuitas, konvergensi dan konsentris) Tripusat pendidikan sebagai sumber belajar Pendidikan yang menuntun anak pada kodratnya Pendidikan berpusat pada murid Pendidikan budi pekerti dengan pembiasaan Mendidik diibaratkan seperti menanam padi Belajar sambil bermain GAGASAN YANG SESUAI DENGAN PEMIKIRAN KHD 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 4
4-10 januari 1. MENDIDIK YANG BERSUMBER PADA TRILOGI PENDIDIKAN. Trilogi Pendidikan yang sangat menginspirasi yaitu Ing ngarso sung tulodho (di depan memberi teladan), ing madya mangun karso (di tengah membangun semangat, kemauan), dan tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan). Sebagai pendidik harus mampu menerapkan secara nyata ke dalam proses pembelajaran yang berpihak pada murid. 5
4-10 januari 2. PENDIDIKAN YANG BERASASKAN TRI- KON Asas Trikon yaitu; Kontinuitas (Tidak melupakan akar nilai budaya, Konvergensi (Pendidikan harus memanusiakan manusia), dan Konsentris (Pendidikan harus menghargai keberagaman dan memerdekakan murid) harus kita terapkan. Sebagai pendidik kita harus mengutamakan kemerdakaan dalam belajar. Murid merdeka dalam melakukan pembelajaran sesuai dengan kodrat yang dimiliki. 6
4-10 januari 3. TRIPUSAT PENDIDIKAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR Tripusat pendidikan memegang peran penting dalam keberhasilan pendidikan. Tripusat secara tidak langsung telah mengadakan pembinaan yang erat dalam praktik pendidikan. 1) Orang tua melaksanakan kewajibannya mendidik anak di dalam keluarga. 2) Karena keterbatasan orangtua dalam mendidik anak di rumah, dan akhirnya proses pendidikan diserahkan di sekolah. 3) Masyarakat akan menjadi fasilitator bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan ketrampilannya. 7
4-10 januari 4. PENDIDIKAN YANG MENUNTUN ANAK PADA KODRATNYA Menuntun segala kodrat pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggitingginya. KHD menjelaskan bahwa dasar pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan isi dan irama. Artinya bahwa setiap anak sudah membawa sifat atau karakternya masing-masing, Kodrat zaman bisa diartikan bahwa kita sebagai pendidik harus membekali keterampilan kepada siswa sesuai zamannya agar mereka bisa hidup, berkarya dan menyesuaikan diri. Dalam konteks pembelajaran pendidik harus membekali siswa dengan perkembangan zaman. 8
4-10 januari 5. PENDIDIKAN YANG BERPUSAT PADA MURID Pendidikan yang berpusat pada murid menekankan pada minat, kebutuhan dan kemampuan individu, menghadirkan model dan metode belajar yang menggali motivasi untuk membangun kebiasaan murid menjadi pembelajar sejati, selalu ingin tahu terhadap informasi dan pengetahuan, suka dan senang membaca. Sebagai pendidik kita harus mampu meciptakan proses pembelajaran yang dapat mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan di era mendatang seperti kreativitas, inovatif, kepemimpinan, rasa percaya diri, kemandirian, kedisiplinan, kekritisan dalam berpikir, daya nalar yang tinggi, kemampuan berkomunikasi dan bekerja dalam tim, serta wawasan global untuk dapat beradaptasi terhadap perubahan dan perkembangan. 9
4-10 januari 6. PENDIDIKAN BUDI PEKERTI Budi pekerti karakter merupakan gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga. Budi pekerti juga dapat diartikan sebagai perpaduan antara Cipta (kognitif), Karsa (afektif) sehingga menciptakan Karya (psikomotor). Budi pekerti menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan dan pengajaran yang kita lakukan sebagai pendidik. Sebagai pendidik harus senantiasa memberikan teladan yang baik bagi siswa-siswanya dalam mengembangkan budi pekerti. Kita juga bisa melakukan kegiatan-kegiatan pembiasaan di sekolah untuk menanamkan nilai-nilai budi pekerti / akhlak mulia kepada anak. 10
4-10 januari 7. MENDIDIK DIIBARATKAN MENANAM PADI ATAU TANAMAN Peran Pendidik diibaratkan seorang Petani tugasnya adalah merawat sesuai kebutuhan dari tanaman-tanamannya itu agar tumbuh dan berbuah dengan baik, bahwa kita seorang pendidik harus bisa melayani segala bentuk kebutuhan metode belajar murid yang berbeda-beda (berorientasi pada anak). Memberikan kebebasan kepada murid untuk mengembangkan ide, berfikir kreatif, mengembangkan bakat/minat (merdeka belajar), tapi kebebasan itu bukan berarti kebebasan mutlak, perlu tuntunan dan arahan agar peserta didik tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. 11
4-10 januari 8. BELAJAR SAMBIL BERMAIN Memperhatikan kodrat peserta didik yang masih suka bermain. Ketika murid-murid sedang bermain pasti yang mereka rasakan adalah ‘kegembiraan’ dan itu membuat suatu kesan yang membekas di hati dan pikirannya. Sebagai pendidik kita harus mampu memasukkan unsur permainan dalam pembelajaran agar siswa senang dan tidak mudah bosan. Apalagi menggunakan permainan-permainan tradisional yang ada, selain menyampaikan pembelajaran melalui permainan , kita juga mendidik dan mengajak anak untuk melestarikan kebudayaan. 12
4-10 januari ALASAN YANG KONTEKSTUAL MENGENAI PENERAPAN IDE / GAGASAN SESUAI DENGAN PEMIKIRAN KHD. Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara sangat relevan diterapkan pada jaman sekarang ini. Inti dari filsafat pendidikan Ki Hadjar Dewantara adalah perubahan. Pendidikan seperti keseimbangan gerak dinamis selalu bergerak tidak pernah berhenti tidak boleh statis atau diam. Begitu juga dengan kebudayaan bersifat dinamis tidak boleh statis. 13
4-10 januari ALASAN YANG KONTEKSTUAL MENGENAI PENERAPAN IDE / GAGASAN SESUAI DENGAN PEMIKIRAN KHD. Menjadi teladan bagi murid serta selalu membangun semangat dan motivasi dalam proses pembelajaran mengembangakan bakat dan minat yang dimiliki murid sesesuai dengan potensinya , membangun karakter yang positif melalui kegiatan-kegiatan pembiasaan, Selalu memberikan tuntunan dan arahan yang baik dan positif , membuat proses pembelajaran yang menyenangkan, menarik dan menantang. 14 Apresiasi seni peserta didik
4-10 januari HASIL PENERAPAN IDE/GAGASAN TERKAIT PEMIKIRAN KHD SECARA KONTEKSTUAL. Murid harus diberikan pendidikan sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan isi dan irama, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan keterampilan abad 21. 15 Pembelajaran yang berpusat pada peseerta didik
4-10 januari AKSI NYATA TERKAIT PEMIKIRAN KHD SECARA KONTEKSTUAL. Pembiasaan budi pekerti melalui kegiatan: 1.Membudayakan budaya 5 S 2. Kegiatan keagamaan membaca asmaulhusna sholat dhuha, sholat berjamaan, santunan anak yatim dan Kebinekaan 3. Pembiasaan hidup sehat, rukun dan bersih. 4. Upacara bendera, infaq, senam dan makan makanan sehat 5. Kegiatan permainan tradisional, menanam sayur, pohon disekolah. 6. Kegiatan ekstrakurikuler pramuka, olah raga, kesenian, Komputer sesuai dengan bakat dan minat. 7. Budaya menabung dan koperasi kejujuran 8. Kegiatan mengolah sampah menjadi barang yang berguna 16 Apresiasi bakat peserta didik
4-10 januari 17 Pembiasaan peserta didik 5s, menjaga kesehatan berdoa, sholat berjamaah
4-10 januari HASIL PENERAPAN GAGASAN TERKAIT PEMIKIRAN KHD SECARA KONTEKSTUAL. Pembiasaan lingkungan, melalui kegiatan: 1.Pemeliharaan taman depan ruang kelas masing-masing 2.Pembuatan pupuk kompos dari sampah disekolah 3.Pembuatan hasil karya dari sambah di sekolah 4.Pembuatan pot tananam dari botol bekas 5.Pembuatan kertas bekas menjadi sebuah ketrampilan 6. Menjual sampah yang kurang bernilai sehingga menghasilkan uang 7. Penanaman sayur dan pohon berbuah di sekolah 8. Kegiatan pentas seni pada acara kemerdekaan Indonesia 18 Pembelajaran aktif peserta didik
4-10 januari HASIL PENERAPAN GAGASAN TERKAIT PEMIKIRAN KHD SECARA KONTEKSTUAL. Menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan dan berpihak pada murid. Menyisipkan permainan dalam pembelajaran. Memberikan kebebasan anak untuk berpikir dan berkreasi. Membangun kolaborasi yang baik antar sesama siswa. 19 Pembiasaan peserta didik
4-10 januari TANTANGAN DAN SOLUSI PENERAPAN PEMIKIRAN KHD SESUAI DENGAN KONTEKS KELAS DAN SEKOLAH. Tantangan pembelajaran sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman dan menjadi teladan, penyemangat dan menuntun untuk peserta didik. Solusi, menguasai keterampilan sesuai zaman. Memilih metode penggunaan media belajar yang menyenangkan dalam pembelajaran dan memahami karakter murid serta bermain sambil belajar karena bermain merupakan kodrat anak. 20 Pembiasaan peserta didik
4-10 januari Komitmen dan istiqomah seluruh warga sekolah dalam melaksanakan kegiatan pembiasaan. Mengaplikasikan konsep trilogi pendidikan Ki Hajar Dewantara di lingkungan sekolah maupun dilingkungan masyarakat sekitar. Keteladanan seorang pendidik. keterlibatan komite sekolah dan orang tua murid dalam rangka mendukung program sekolah. Membuat aturan yang jelas. SOLUSI PENERAPAN PEMIKIRAN KHD SESUAI DENGAN KONTEKS KELAS DAN SEKOLAH. 21 Pembimginan terprogram oleh pendidik