The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Muhammad Mahdi, 2020-10-16 02:54:09

ebook ANALISIS PUISI TERJEMAHAN

ebook ANALISIS PUISI TERJEMAHAN

ANALISIS PUISI TERJEMAHAN

Materi PJJ Mapel Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas XII Bahasa SMAN
1 Gombong Tahun 2020

Guru Mapel : Drs. Makhdi

PETA KONSEP

Analisis puisi
Terjemahan

Menganalisis Parafrase Puisi
Puisi
1. Membaca puisi dengan
Terjemahan seksama

Struktur Fisik Struktur Batin 2. Mengutaikan bahasa kias
dalam puisi
1. Diksi 1. Tema
2. Tipografi 2. Rasa 3. Menuliskan kembali
3. Imaji 3. Nada kedalam bahasa sendiri
4. Kata Konkret 4. Amanat
5. Bahasa Figuratif
6. Versifikasi(rima, ritma, dan metrum)

Menganalisis puisi terjemahan

Puisi terjemahan dari karya Terry McDonagh
Diterjemakah oleh Sapardi Djoko Damono

HONG KONG Terra Firma.
Aku terbang ke Timur pada Rabu Abu
Arah matahari terbit HongKong adalah mesin gelap
Aku takkan berpuasa Di sebuah bukit
Akan ada ayam bumbu di atas sepeda Dan dulu aku adalah kotak uang
Dan gerobak di sudut-sudut jalan Di atas tanah asing
Laut-laut tua menghantam punggungku tempat naga pernag punya rumah
Dan air pasang yang baru
Menghapus namaku
Pada pasir-pasirnya yang bergeser

Kami mendarat
Selamat bagai merpati pulang
Di bandara baru di Pulau Lantau

Sajak terjemahan Chairil Anwar

DATANG DARA, HILANG DARA “Tidak, aku tidak mau!
“Dara, dara yang sendiri Biar aku berlagu, laut dingin juga berlagu
Berani mengembara Padaku sampai ke kalbu
Mencari di pantai senja, Turut serta bintang-bintang, turut serta bayu,
Dara, ayo pulang saja, dara!” Bernyanyi dara dengan kebebasan lagu.”

“Tidak, aku tidak mau! Dara, dara, anak berani
Biar angin malam menderu Awan hitam mendung mau datang menutup
Menyapu pasir, menyapu gelombang Nanti semua gelap, kau hilang jalan
Dan sejenak pula halus menyisir Ayo pulang, pulang, pulang.”
rambutku
Aku mengembara sampai menemu.” “Heeyaa! Lihat aku menari di muka laut
Aku jadi elang sekarang, membelah-belah
“Dara, rambutku lepas terurai gelombang
Apa yang kaucari. Ketika senja pasang, ketika pantai hilang
Di laut dingin di asing pantai Aku melenggang, ke kiri ke kanan
Dara, Pulang! Pulang!” Ke kiri, ke kanan, aku melenggang.”

Dengarkanlah, laut mau mengamuk
Ayo pulang! Pulang dara,
Lihat, gelombang membuas berkejaran
Ayo pulang! Ayo pulang.”

“Gelombang tak mau menelan aku
Aku sendiri getaran yang jadikan gelombang,
Kedahsyatan air pasang, ketenangan air tenang
Atap kepalaku hilang di bawah busah & lumut.”

“Dara, di mana kau, dara
Mana, mana lagumu?
Mana, mana kekaburan ramping tubuhmu?
Mana, mana daraku berani?

Malam kelam mencat hitam bintang-bintang
Tidak ada sinar, laut tidak ada cahaya
Di pantai, di senja tidak ada dara
Tidak ada dara, tidak ada, tidak –

Sajak terjemahan dari karya Hsu Chih Mo

Hal-hal yang dianalisis

1. Struktur fisik : diksi, tipografi, imaji, kata konkret,
bahasa figuratif, dan versifikasi ( rima, ritme, dan
metrum )

a. Diksi
Puisi adalah salah satu genre sastra yang berbentuk
pendek. Akan tetapi dalam kependekannya terkandung
gagasan yang luas, makna hidup yang mendalam,
imajinasi yang melebar, dan perasaan yang menyentuh.
Diksi adalah kata-kata yang dipilih penyair untuk
menimbulkan imaji estetis

Struktur fisik…….

b. Citraan / Imaji
Citraan atau imaji dalam puisi dapat diartikan
sebagai suatu penggambaran pengalaman yang
berhubungan dengan benda, peristiwa, keadaan
yang dialami penyair menggunakan kata- kata

Macam-macam imaji
1) Imaji visual ( imaji penglihatan) : menampulkan

kata atau kata-kata sehingga pembaca seolah-
oleh melihat apa yang digambarkan penyair

Imaji……

2) Imaji Auditif ( pendengaran) : adalah penciptaan
ungkapan oleh penyair sehingga pembaca seolah-
olah mendengarkan suara yang digambarkan
oleh pernyair

3) Imaji taktil (perabaan ) : adalah penciptaan
ungkapan oleh penyair sehingga pembaca seolah-
olah merasakan sentuhan seperti yang
digambarkan penyair

Struktur fisik……

c. Kata konkret: penggunaan kata konkret bertujuan
untuk menimbulkan imajinasi pada pembaca. Kata
konkret harus memperjelas puisi agar menimbulkan
imaji : penglihatan, pendengaran, perasaan dan lain-
lain

d. Bahasa Figuratif ( majas) ; Bahasa figuratif atau
disebut majas terdiri atas pengiasan yang
menimbulkan makna kias dan pelambangan yang
menimbulkan makna lambang. Bahasa figuratif
menyebabkan puisi memancarkan banyak makna atau
kaya akan makna (prismatis). Adapun makna yang
dimaksud antara lain:

Bahasa figuratif…..

1) Makna kiasan ( gaya bahasa) : Makna kiasan
merupakan cara seseorang pengarang
menyampaikan gagasannya dengan
menggunakan media bahasa yang indah.

2) Makna lambang (pelambangan) Pelambangan
atau lambang merupakan cara atau perbuatan
melambangkan. Misalnya dengan bunyi , warna,
benda, suasana

Struktur fisik……..

e. Versifikasi :

a) Rima (pengulangan bunyi)

1) Rima sempurna : rima yang seluruh suku akhirnya sama :
ma –lam, ke-lam

2) Rima tak sempurna, yaitu rima yang terdapat pada
sebagian suku akhir. : hi-lang , pa-sang

3) Rima mutlak, yaitu rima yang seluruh katanya berirama
sama : Biar aku berlagu. Laut dingin juga berlagu

4) Rima aliterasi, yaitu apabila yang berima itu bunyi-bunyi
awal pada tiap-tiap kata yang sebaris, maupun pada
baris-baris berlainan : Aku menelnggang, ke kiri ke kanan

Rima…..

5) Rima asonansi, yaitu apabila yang berima ialah
vokal, vokal yang menjadi rangka kata-kata, baik
pada satu baris maupun berbaris-baris yang
berlainan : me-ne-puk te-luk, me-na-pak jalan

6) Rima disonansi, yaitu apabila yang berima ialah
vokal vokal yang menjadi rangka terkesan
berlawanan : tind-dak- tan-duk

7) Rima awal, yaitu rima yang apabila kata-katanya
berima terletak pada awal kalimat:Jika aku tiba-
tiba sirna. Jika tiba-tiba kau tiada

Rima….

8) Rima tengah, yait rima yang apabila kata-kata
berirama terletak di tengah-tengah kalimat. Turut
serta bintang-bintang. Turut serta bayu

9) Rima akhir, Yaitu rima apabila kata-kata berima
terletak di akhir kalimat; Aku jadi elang sekarang,
membelah gelombang

10) Rima tegak, yaitu rima yang apabila kata-
katanya berima terletak di baris-baris yang
berlainan: Mana, mana lagumu?.

Mana,mana kekaburan ramping tubuhmu?

Rima….

11) Rima datar, yaitu rima yang apabila kata-katnya
berima terletak di baris yang sama : Malam
kelam mencat hitam bintang-bintang

12) Rima sejajar, yaitu rima yang apabila sepatah
kata dipakai berulang-ulang dalam kalimat yang
beruntun.: Mana, mana lagumu?

Mana-mana kekaburan ramping tubuhmu
Mana, mana daraku berani?

13) Rima berpeluk, yaitu apabila baris pertama berima
dengan baris keempat, baris kedua berima dengan
baris ketiga dengan pola a-b-b-a

Rima berpeluk….

 Titahkan buahan penghabisan biar matang (a)

 Beri padanya dua hari dari selatan lagi (b)

 Desakan mereka ke kemurnian dan buru jadi (b)

 Gula penghabisan dalam anggur yang garang (a)

14) Rima berselang, yaitu rima yang letaknya berselang-selang
dengan rumus abab, cdcd:

14) Buken kemenanganku, (a)
15) Tetapi kemenangan itulah yang tiba, (b)
16) Walau mulutku bisu, (a)
17) Akan kututup kemenangan itu meskipun buta (b)

Rima rangkai

15) Rima rangkai, yaitu apabila kata-kata yang berima terdapat pada kalimat-
kalimat yang beruntun dengan pola a-a-a-a, b-b-b-b misalnya:

Biar aku berlagu, laut dingin juga berlagu (a)

Padaku sampai ke kalbu (a)

Turut serta bintang-bintang, turut serta bayu (a)

Bernyanyi dara dengan kebebasan lagu (a)

16) Rima bebas, yaitu rima yang tidak memenuhi kaidah-kaidal yang sudah ada atau
tidak berima.

17) Euphony, yaitu rankaian bunyi yang harmonis dan enak didengar: Jadilah pelopor,
jangan jadi pengekor

18) Cacophony, yaitu rangkaian bunyi yang berat menekan, mencekam, mengerikan,
yang menunjukkan kesuraman, kekelaman, atau keseraman:

Kau Mesti tahu bahwa aku tak mencintaimu

RITMA

 Ritma berasal ddari bahasa Yunani, rheo, yang
berarti gerakan-gerakan air yang teratur, terus
menerus, dan tidak putus-putus

METRUM

 Metrum merupakan pengulangan tekanan kata
yang tetap dan bersifat statis. Suku kata dalam
puisi biasanya diberi tanda (-) yang mendapat
tekanan keras dan yang bertekanan lemah diberi
tanda(√)

TATA WAJAH ( TIPOGRAFI)

e. Tipografi, yaitu perwajahan puisi. Contoh

Tragedi Winka dan Sihka

kawin
kawin
kawin
kawin
kawin
ka
win
ka
win
ka
win
ka
win

ka
winka

winka
winka
sihka
sihka
sihka
sih
ka
sih
ka
sih
ka
sih
ka
sih

STRUKTUR BATIN

a. Tema, berfungsi sebagai landasan penyair dalam
mengembangkan puisinya

b. Rasa, sikap penyair terhadap pokok
permasalahan

c. Nada dan Suasana, sikap yang ditunjukkan
penyair terhadap pembaca

d. Amanat, pesan yang ingin disampaikan penyair
terhadap pembaca

Alih Wahana Puisi ke dalam Prosa

 Istilah alih wahana ini disampaikan oleh Sapardi
Djoko Damono. Damono menjelaskan bahwa alih
wahana adalah perubahan dari satu jenis kesenian
ke dalam jenis kesenian lain, yang secara harfiah
berbeda dengan terjemahan. Misalnya cerita
rekaan diubah menjadi tari, drama, atau film. Alih
wahana juga bisa terjadi ketika puisi diubah ke
dalam bentuk prosa atau bahkan puisi lahir dari
lukisan dan sebaliknya

PARAFRASE

 Alih wahana puisi ke dalam bentuk prosa disebut
juga parafrase. Adapun langkah-langkah untuk
mengalihwahanakan puisi ke dalam bentuk prosa
adalah sebagai berikut:

1. Membaca puisi dengan seksama
2. Menguraikan bahasa kias dalam puisi. Menurut

Budiasa ( dalam Ngara, 2014:14 ) terdapat
beberapa cara yang dapat dilakukan untuk
menguraian bahasa kias puisi dalam
memparafrase puisi, diantaranya sebagai berikut:

Parafrase…..

a. Menambahkan imbuhan. Pada dasarnya , banyak kata-
kata dalam puisi yang kadang-kadang tidak lengkap
sebagai kata berimbuhan, padahal seharusnya kata
tersebut berimbuhan. Oleh karena itu, untuk memudahkan
pemahaman, Anda perlu menambahkan imbuhan tertentu
yang sesuai dengan konteks

b. Menyisipkan kata-kata tertentu pada kalimat yang kata-
katanya dilepaskan.

c. Mengubah susunan atau pola kalimatnya ke pola umum
d. Mengganti tafsiran kalimat-kalimat yang sulit dimengerti
e. Mengganti atau menjelaskan kata-kata ganjil yang sulit

dipahami maknanya dengan sinonim dari kata-kata
tersebut

Contoh Puisi diparafrasekan

Proses parafrase

Hasil parafrase


Click to View FlipBook Version