mewujudkan
keinginannya berkaitan
dengan topik pembahasan
1. Di akhir proses pelayanan 1. Siswa mengisi lampiran
TAHAP pemimpin kelompok evaluasi dan lembaran
PENYIMPULAN indikator keberhasilan
HASIL KEGIATAN meminta anggota terkait dengan
mengungkapkan apa
yang diperoleh pada pelaksanaan layanan
lembar evaluasi bimbingan kelompok
(Lampiran 2.2).
2. Pemimpin Kelompok 2. Siswa secara bersama-
meminta anggota sama membahas isi
membahas isian lampiran evaluasi
evaluasi.
3. Pemimpin kelompok 3. Siswa mengisi lembar
meminta anggota indikator keberhasilan
kelompok untuk mengisi
lembar indikator
keberhasilan (Lampiran
2.3).
1. Pemimpin kelompok 1. Siswa mendengarkan
TAHAP mengemukakan bahwa secara seksama
PENGAKHIRAN kegiatan akan segera
diakhiri.
2. Pemimpin kelompok 2. Siswa (anggota kelompok)
meminta anggota mengemukakan kesan
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 43
kelompok dan hasil-hasil kegiatan
mengemukakan kesan
dan hasil-hasil kegiatan. 3. Siswa mengisi lembar
3. Pemimpin kelompok refleksi
melakukan refleksi
dengan membagikan 4. Siswa mendengarkan
lembar refleksi kepada secara
anggota kelompok seksama dan menyetujui
(Lampiran 2.4). rencana kegiatan lanjutan
4. Membahas kegiatan
lanjutan. 5. Siswa mendengarkan
dengan seksama dan
5. Mengemukakan pesan merespon secara positif
dan harapan.
6. Siswa menjawab salam
6. Pemimpin kelompok
mengakhiri kegiatan
dengan mengucapkan
terimakasih dan salam.
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 44
10. Rencana Penilaian
Berikut kisi-kisi penilaian dalam memahami Agresivitas.
VARIABEL INDIKATOR ITEM ITEM
SUB INDIKATOR
(+) (-)
Menyakiti orang c. Memukul 1,2
secara Fisik d. Menendang 6
Menyakiti orang c. Mencaci maki 19
secara Verbal d. Mengancam
Agresivitas 23
Merusak barang c. Membanting dan 32
orang lain dan melempar
prasarana umum
d. mencoret
36
Untuk melihat peningkatan siswa dalam memahami Agresivitas,
gunakanlah item pernyataan berikut.
No Pernyataan Selalu Alternatif Jawaban Tidak
Sering Kadang Jarang Pernah
1. Saya memukul teman yang
mengganggu pencapaian kadang
tujuan yang saya inginkan.
2. Saya memukul teman yang
telah melecehkan harga diri
saya dihadapan umum.
3. Saya dapat menahan emosi
ketika ada yang menendang
saya
4. Saya memaki orang lain
yang telah menyakiti hati
saya
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 45
5. Saya memaafkan orang
memfitnah saya kepada
orang lain.
6. Saya menyalurkan kekesal
kepada orang lain dengan
membanting peralatan yang
ada di sekitar saya.
7. Saya tidak menyalurkan
kekesalan kepada seseorang
melalui fasilitas umum
11. Catatan Khusus ................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
Padang, Juli 2020
Guru BK
……..…………….
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 46
LAMPIRAN
Lampiran 2.1
Memahami Dampak Agresivitas Remaja
A. Pengertian Agresivitas
Agresivitas adalah segala bentuk
perilaku yang dimaksudkan untuk
menyakiti atau melukai makhluk
hidup lain yang terdorong untuk
Sumber: tribunnews.com menghindari perlakuan itu (Baron &
Richarson (Krahe, 2005). Agresivitas sendiri menurut Berkowitz (2003)
selalu mengacu pada beberapa jenis perilaku, baik secara fisik maupun
simbolis, yang dilakukan dengan tujuan menyakiti. Agresivitas adalah
kebutuhan untuk menyerang, memperkosa atau melukai orang lain untuk
meremehkan, merugikan, mengganggu, membahayakan, merusak,
menjahati, mengejek, mencemoohkan atau menuduh secara sehat,
menghukum berat atau melakukan tindakan sadis lainnya (Myers, D.G,
2012). Secara umum, agresivitas adalah tanggapan yang mampu
memberikan stimulus merugikan atau merusak terhadap organisme lain
(Berkowitz, 2014). Dapat kita pahami bahwa agresivitas merupakan
perilaku yang menyakiti, menyerang baik secara fisik maupun verbal
yang menyebabkan makhluk hidup lain cidera fisik maupun psikologis.
B. Tipe-tipe Agresivitas
Ada empat tipe agresivitas menurut Bush, A.H., & Perry, M. (1992),
yaitu.
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 47
1. Physical agression, yaitu tindakan menyakiti, mengganggu, atau
membahayakan orang lain melalui respon motorik dalam bentuk fisik.
2. Verbal agression, yaitu tindakan menyakiti, mengganggu, atau
membahayakan orang lain melalui respon motorik dalam bentuk
verbal.
3. Anger, merupakan suatu bentuk reaksi afektif berupa dorongan
fisiologis sebagai tahap persiapan agresi. Beberapa bentuk anger
adalah perasaan marah, kesal, sebal, dan bagaimana mengontrol hal
tersebut. Termasuk di dalamnya adalah irritability, yaitu mengenai
temperamental, kecenderungan untuk cepat marah, dan kesulitan
mengendalikan amarah.
4. Hostility, yaitu tergolong kedalam agresi covert (tidak kelihatan).
Hostility mewakili komponen kognitif yang terdiri dari kebencian
seperti cemburu dan iri terhadap orang lain, dan kecurigaan seperti
adanya ketidakpercayaan, kekhawatiran.
C. Dampak agresivitas yang dilakukan remaja
1. Kerugian Fisik
Pelajar yang ikut tawuran kemungkinan
akan menjadi korban. Baik itu cedera
ringan, cedera berat, bahkan sampai
kematiaan. Pada korban cidera berat
Jejakkasus.co.i yang mengalami kehilangan atau
disfungsdi bagian tubuhnya tentu akan melahirkan penyesalan
mendalam, karena kerugian ini tidaklah sementara melainkan akan
dibawa seumur hidupnya, sehingga tentu saja ini bisa
menghanjurkan cita-cita dan masa depannya. Berita terbaru DEPOK,
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 48
KOMPAS.com - Tawuran pelajar di Kota Depok terjadi lagi dan
menimbulkan korban jiwa. “Tawuran tersebut terjadi di Pancoran
yang menimbulkan satu korban jiwa. Dan saat ini untuk korban
sedang dilakukan visum untuk
diketahui penyebab kematian,"
ujar Kapolres Metro Kota Depok
Komisaris Besar Polisi Azis Merdeka.Com
Andriansyah di Pancoran Mas, Depok, Kamis (30/1/2020). Lebih
lanjut, Azis menyebutkan bahwa korban jiwa tersebut mengalami
luka pada beberapa bagian tubuhnya yang diduga berasal dari
benda tajam.
2. Kerugian psikologis
Dampak Psikologis. Dampak
psikologis meliputi frustrasi dan
stres. Frustrasi. Frustrasi adalah
suatu keadaan dalam diri individu
Hellosehat.com yang disebabkan tidak tercapainya
kepuasan atau suatu tujuan karena adanya halangan atau rintangan
untuk mencapai kepuasan atau tujuan tersebut. Frustrasi dapat
dialami oleh para korban dari perilaku agresif seseorang karena
mereka tidak dapat mencapai tujuan yang mereka inginkan yang
disebabkan karena rasa takut dan tekanan yang diberikan pelaku.
Stres dirumuskan sebagai setiap tekanan, ketegangan yang
mempengaruhi seseorang dalam kehidupan, pengaruhnya bisa
bersifat wajar ataupun tidak, tergantung dari reaksinya terhadap
ketegangan tersebut. Stres yang terlalu berat dapat mengganggu
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 49
kondisi mental korban sehingga tidak mampu menjalani
aktifitasnya seperti biasa. Hal ini terjadi karena apa perasaan
bahwa masih ada ancaman yang terus mengintai kehidupan
mereka.
3. Kesedihan keluarga
Agresivitas pelajar seperti
tawuran sangat membuat
masyarakat resah, keluarga
yang mempunyai anak
Shitlicious.com remaja juga khawatir
anaknya ikut tawuran
tersebut. Tawuran dapat menyebabkan cidera fisik bahkan sampai
meninggal dunia. Dilansir Liputan6.com, Jakarta - Hari pertama
masuk sekolah di Citereup, Kabupaten Bogor dinodai dengan
tawuran antarpelajar SMK. Yudi Saputra salah seorang pelajar yang
ikut tawuran tewas akibat terkena sabetan senjata tajam. Ibu korban
menangis histeris di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah
Cibinong. Tawuran antar dua kelompok pelajar ini juga
mengakibatkan lima pelajar terluka parah. Anak yang menjadi
harapan keluarga meninggal sia-sia karena tawuran.
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 50
Ringkasan Materi
RINGKASAN
Agresivitas adalah segala bentuk perilaku yang
dimaksudkan untuk menyakiti atau melukai makhluk hidup
lain yang terdorong untuk menghindari perlakuan itu
(Baron & Richarson (Krahe, 2005). Ada empat tipe
agresivitas menurut Bush, A.H., & Perry, M. (1992), yaitu.
Physical agression, Verbal agression, Anger, Hostility,
Dampak negatif agresivitas, kerugian fisik, kerugian psikologis dan
kesedihan keluarga.
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 51
DAFTAR PUSTAKA
Berkowitz, L. (1995). Agresi: Sebab Akibat. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo
Berkowitz,L. (2003). Affect Aggression and Anti Social Behavior.Oxford:
UniversityPress. Hlm.804‐823
Berkowitz. (2014). Towards A General Theory Of Anger And Emotional
Aggression: Implications,” Perspect. Anger Emot. Adv. Soc.
Cogn., VOL. 6, PP. 1–46.
Bush, A.H., & Perry, M. (1992). The Aggression Questionnaire. Journal of
Personality and Social Psychology, 63, 452-459
Krahe, B. (2005). Perilaku Agresif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Myers, D.G. (2012). Psikologi Sosial (Buku 2 edisi kesepuluh). Jakarta: Salemba
Humanika.
https://ekyd.blogspot.com/2016/09/dampak-tawuran-terhadap-masa-
depan.html
https://megapolitan.kompas.com/read/2020/01/31/06181831/satu-korban-
meninggal-dunia-dalam-tawuran-pelajar-di-depok.
https://www.liputan6.com/news/read/3213818/tangis-histeris-ibu-pelajar-
korban-tewas-tawuran-di-bogor
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 52
Lampiran 2.2
Lembar Evaluasi
Isilah pertanyaan berikut sesuai dengan pengetahuan,
pemahaman, dan pengalaman Ananda!
1. Apa pengetahuan baru yang Ananda peroleh mengenai agresivitas?
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
2. Bagaimana perasaan Ananda setelah mengetahui tipe-tipe agresivitas
yang pernah anda lakukan?
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
3. Bagaimana sikap Ananda dalam terhadap korban agresivitas?
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
4. Bagaimana tindakan yang akan Ananda lakukan jika anda sebagai
korban agresivitas tersebut?
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 53
5. Bagaimana kesungguhan Ananda dalam untuk menghindari perilaku
tersebut
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 54
Lampiran 2.3
Indikator Keberhasilan
Nama : ..............................................................................................................................
Kelas : ..............................................................................................................................
Isilah pernyataan di bawah ini sesuai dengan kondisi diri dan pendapat
Ananda saat ini!
Alternatif Jawaban
No Pernyataan Selalu Sering Kadang Jarang Tidak
kadang Pernah
1. Saya memukul teman yang
mengganggu pencapaian
tujuan yang saya inginkan.
2. Saya memukul teman yang
telah melecehkan harga diri
saya dihadapan umum.
3. Saya dapat menahan emosi
ketika ada yang menendang
saya
4. Saya memaki orang lain
yang telah menyakiti hati
saya
5. Saya memaafkan orang
memfitnah saya kepada
orang lain.
6. Saya menyalurkan kekesal
kepada orang lain dengan
membanting peralatan yang
ada di sekitar saya.
7. Saya tidak menyalurkan
kekesalan kepada seseorang
melalui fasilitas umum
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 55
Keterangan: Skor yang diberikan untuk setiap pernyataan
Kategori Penilaian Favorable (+) Unfavorable (-)
Sangat Sesuai
Sesuai 51
Cukup Sesuai
Tidak Sesuai 42
Sangat Tidak
Sesuai 33
24
15
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 56
Lampiran 2.4
Lembar Refleksi
Nama : .....................................................................................................................
Kelas : .....................................................................................................................
Pilih salah satu kolom di bawah ini dengan memberikan tanda (√)
di salah satu emotion yang tersedia, yang mana pilihan tersebut
merupakan gambaran suasana diri Ananda setelah mengikuti layanan BK.
Berikan alasan Ananda di kolom komentar. Isilah dengan sejujurnya dan
sebaik mungkin, karena hal ini tidak akan mempengaruhi nilai Ananda.
Bahkan kerahasiaan Ananda akan terjamin. Selamat bekerja!
Sangat Memuaskan Cukup Memuaskan Membingungkan
Membosankan Membuat Pecah Kepala Sangat Tidak
(Rumit) Bermanfaat
SARAN
.................................................................................................................................
.................................................................................................................................
.................................................................................................................................
.................................................................................................................................
.................................................................................................................................
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 57
DAFTAR GAMBAR
Gambar.1.
https://www.google.com/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Fnahdl
atululama.id%2Fwp-
content%2Fuploads%2F2017%2F09%2Fimage-
696x493.jpg&imgrefurl=http%3A%2F%2Fnahdlatululama.id%2F
blog%2F2017%2F09%2F26%2Fmotivasi-belajar-dalam-perspektif-
islam%2F&docid=7dcUgrCl43fZM&tbnid=N_ciZkEOIYh0FM%3A
&vet=10ahUKEwjSkLGzi4_jAhUZknAKHSt0D8
Gambar.2.
https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fww
w.jejakkasus.co.id%2Fwpcontent%2Fuploads%2F2020%2F06%2
Ftawuran1.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.jejakkasus.c
o.id%2Fjawa-barat-akibat-tawuran-korban-
berjatuhanterkenapanah.html&tbnid=NoYfXgnBlZu0gM&vet=1
2ahUKEwj0s-
31sOXqAhWJGHIKHYCHB70QMygNegUIARDDAQ..i&docid
=zUs26iKsosd6yM&w=540&h=456&q=korban%20tawuran&hl=
en-US&safe=strict&ved=2ahUKEwj0s-
31sOXqAhWJGHIKHYCHB70QMygNegUIARDDAQ
Gambar.3.
https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fcdn
s.klimg.com%2Fmerdeka.com%2Fi%2Fw%2Fnews%2F2018%2F
08%2F08%2F1000748%2F540x270%2F3-kali-operasi-siswa-smk-
tertusuk-pedang-saat-tawuran-di-tangsel-meninggal-
dunia.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2
Fperistiwa%2F3-kali-operasi-siswa-smk-tertusuk-pedang-saat-
tawuran-di-tangsel-meninggal-
dunia.html&tbnid=6n1ajX9dnq9QAM&vet=12ahUKEwjg_pCfu
-
XqAhUM8TgGHZd2DpYQMygBegUIARCRAQ..i&docid=ITJ5F
DaGU7U8FM&w=540&h=270&q=meninggal%20karena%20taw
uran&hl=en-US&safe=strict&ved=2ahUKEwjg_pCfu-
XqAhUM8TgGHZd2DpYQMygBegUIARCRAQ
Gambar.4.
https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fhell
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 58
osehat.com%2Fwp-
content%2Fuploads%2F2017%2F06%2Fdepresi-pada-
remaja.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fhellosehat.com%2Fpar
enting%2Fremaja%2Fpenyebab-ciri-depresi-pada-
remaja%2F&tbnid=Hdgf-
U1A81q9OM&vet=12ahUKEwj33Kmcs-
XqAhVp1HMBHehWDtUQMygFegUIARCdAQ..i&docid=Mx3
z7Q6urX1iIM&w=1000&h=667&q=depresi%20pada%20pelajar&
hl=en-US&safe=strict&ved=2ahUKEwj33Kmcs-
XqAhVp1HMBHehWDtUQMygFegUIARCdAQ
Gambar.5.
https://www.google.com/imgres?imgurl=http%3A%2F%2F3.bp.
blogspot.com%2F-
qu1ZMdMk8FA%2FUGGPmt0vgJI%2FAAAAAAAACa4%2FH
mq4M3U8W1A%2Fs1600%2FFuneral.jpg&imgrefurl=http%3A
%2F%2Fwww.shitlicious.com%2F2012%2F09%2Fhal-hal-yang-
bisa-menyebabkan-
tawuran.html&tbnid=oQG_dbBWcuTdxM&vet=12ahUKEwivy
_2jxeXqAhVbTSsKHVIMBA4QMygjegUIARDUAQ..i&docid=k
VS2uvueMsXvtM&w=600&h=400&q=tangisan%20ibu%20anakn
ya%20meninggal%20karena%20tawuran&hl=en-
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 59
TINDAKAN TERHADAP PELAKU
AGRESIVITAS
Hukum Di Indonesia Terhadap
Kekerasan Yang Dilakukan Pelajar
Hukum terhadap pelaku kekerasan di
sekolah
Aspek Pidana dan Perdata Bagi
Pelaku Agresivitas
Peran Serta Sekolah, Keluarga,
Pemerintah, dan Penegak hukum
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 60
TINDAKAN TERHADAP PELAKU AGRESIVITAS
RENCANA PELAKSANAAN
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
1 Identitas
d. Satuan pendidikan : SMK
e. Tahun ajaran :-
f. Pelaksana dan pihak terkait : Guru BK dan siswa
2 Waktu
e. Tanggal :-
f. Jam pelayanan :-
g. Volume/alokasi waktu : 2x45 menit
h. Tempat : Ruang bimbingan kelompok
3 Bidang bimbingan dan : Sosial
Konseling
4 Jenis layanan : Bimbingan Kelompok (Topik Tugas)
5 Materi layanan
4. Tema : Tindakan Terhadap Pelaku Agresivitas
5. Sub tema a) Hukum Di Indonesia Terhadap
Kekerasan Yang Dilakukan Pelajar
b) Hukum terhadap pelaku kekerasan di
sekolah
c) Aspek Pidana dan Perdata Bagi Pelaku
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 60
6. Sumber Agresivitas
6 Tujuan Layanan d) Peran Serta Sekolah, Keluarga,
3. Tujuan umum Pemerintah, dan Penegak hukum
4. Tujuan khusus : Terlampir
7 Fungsi Layanan : Siswa dapat mengurangi sifat agresif
8 Sarana 1. Setelah diskusi mengenai pengertian
d) Metode agresivitas peserta didik mampu
e) Alat mengingat, memahami dan menghindari
f) Instrumen hal tersebut.
2. Setelah memperoleh informasi dari
pemimpin kelompok peserta didik
mampu menerapkan upaya untuk
menghindari bentuk bentuk agresivitas
tersebut.
3. Setelah memperoleh informasi dari
pemimpin kelompok peserta didik dapat
menganalisis dan mengevaluasi diri
terhadap dampak-dampak agresivitas
: Pemahaman dan Pengentasan
: Diskusi
: Kursi
1. Lembar evaluasi
2. Lembar indikator keberhasilan
3. Lembar refleksi
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 61
9. Proses Kegiatan Layanan Bimbingan Kelompok
TAHAP KEGIATAN GURU BK KEGIATAN SISWA
KEGIATAN
1. Mengucapkan salam dan 1. Siswa menjawab salam
pembukaan oleh
TAHAP pemimpin kelompok. 2. Siswa merespon Guru BK
dengan semangat
PEMBENTUKAN 2. Ucapan selamat datang
3. Siswa berdo’a bersama
Pembukaan dan terima kasih atas
kehadiran anggota
kelompok.
3. Mengajak siswa berdo’a
sebelum memulai
kegiatan
Pernyataan 1. Menjelaskan pengertian 1. 1. Siswa mendengarkan
tujuan dan bimbingan kelompok. secara seksama
Penjelasan 2. Menjelaskan tujuan 2. 2. Siswa mendengarkan
tentang bimbingan kelompok. secara seksama
langkah- 3. Menjelaskan cara 3. Siswa mendengarkan
langkah pelaksanaan bimbingan secara seksama
kegiatan kelompok.
kelompok 4. Menjelaskan azas-azas 4. Siswa mendengarkan
(pembentukan dari bimbingan secara seksama
kelompok) kelompok.
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 62
Mengarahkan 1. Perkenalan dengan semua1. 1. Semua siswa (anggota
kegiatan
(konsolidasi) anggota kelompok. kelompok) saling
memperkenalkan diri
2. Menampilkan permainan 2. Setiap anggota kelompok
keakraban melalui mengikuti permainan
rangakain nama rangakain nama.
1. Menjelaskan kegiatan 1. Siswa mendengarkan
TAHAP yang akan ditempuh pada dan memperhatikan
PERALIHAN
(TRANSISI) tahap berikutnya. secara seksama
2. Menawarkan sambil 2. Siswa merespon dan
mengamati apakah para menjawab penawaran
anggota sudah siap dari pemimpin
menjalani kegiatan pada kelompok
tahap selanjutnya. 3. Siswa merespon pemimpin
3. Membahas suasana yang kelompok sesuai dengan
terjadi suasana yang terjadi
4. Meningkatkan 4. Siswa memperhatikan
kemampuan dan mendengarkan
keikutsertaan anggota. secara seksama
Kalau perlu kembali ke 5. Siswa mendengarkan
beberapa aspek pada secara seksama
tahap sebelumnya jika
diperlukan.
5. Menekankan kembali
tentang azas-azas
bimbingan kelompok
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 63
yang terdiri dari azas
kerahasiaan, kesukarelaan
dan keterbukaan
1. Konselor mengembangkan 1. Siswa merespon dan
TAHAP pertemuan konseling, agar mendengarkan secara
KEGIATAN tercapai situasi yang seksama
Tahap Kegiatan memungkinkan
Awal
perubahan-perubahan
yang diharapkan pada
klien.
2. Konselor berusaha 2. Siswa mulai membahas
meyakinkan dan
mendiskusikan topik
tindakan terhadap pelaku
mengkondisikan klien agresivitas secara seksama
untuk mengikuti prosedur
yang telah ditetapkan
sesuai dengan kondisi
klien. Ada dua hal yang
dilakukan konselor yaitu,
membangkitkan motivasi
klien dan membangkitkan
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 64
otonomi klien
(menekankan bahwa klien
boleh menolak saran-saran
Tahap Kegiatan konselor asal dapat
Inti
mengemukakan alasan-
alasannya secara 3. Siswa mendengarkan dan
bertanggung jawab). merespon secara seksama
Dalam teknik ini konselor
meminta klien untuk
membuat suatu
pernyataan dan kemudian
klien menambahkan
dalam pernyataan itu
dengan kalimat : “…dan
saya bertanggung jawab
atas hal itu”. Misalnya :
“Saya merasa jenuh, dan
saya bertanggung jawab
atas kejenuhan itu”
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 65
“Saya tidak tahu apa yang 4. Siswa mendengarkan dan
harus saya katakan saling merespon secara
sekarang, dan saya seksama
bertanggung jawab
ketidaktahuan itu”.
“Saya malas, dan saya
bertanggung jawab atas
kemalasan itu”.
3. Konselor mendorong klien
untuk mengatakan
perasaan-perasaannya
pada saat ini. Klien diberi
kesempatan untuk
mengalami kembali segala
perasaan dan perbuatan 5. Siswa menuliskan lalu
pada masa lalu, dalam mendiskusikan tentang
situasi disini dan saat ini. apa saja yang diinginkan
dan apa yang akan
Klien diperbolehkan dilakukan untuk
memproyeksikan dirinya mewujudkan
keinginannya berkaitan
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 66
kepada konselor. dengan topik pembahasan
4. Setelah klien memperoleh 6. Siswa bertanya mengenai
hal-hal yang belum
pemahaman dan dipahami
penyegaran tentang 7. Siswa mengikuti
pikiran, perasaan, dan permainan yang telah
tingkah lakunya, konselor disediakan oleh
pemimpin kelompok
mengantarkan klien
memasuki fase akhir
konseling. Pada fase ini
klein menunjukkan gejala-
gejala yang
mengindikasikan
integritas kepribadiannya
sebagai individu yang
unik dan manusiawi.
1. Di akhir proses pelayanan 1. Siswa mengisi lembar
TAHAP pemimpin kelompok evaluasi terkait dengan
PENYIMPULAN pelaksanaan layanan
meminta anggota bimbingan kelompok
HASIL
KEGIATAN mengungkapkan apa
yang diperoleh dengan
mengisi lembar evaluasi
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 67
(Lampiran 2.2).
2. Pemimpin Kelompok 2. Siswa secara bersama-
meminta anggota sama membahas isi
membahas isian lembar lembar evaluasi
evauasi.
3. Pemimpin kelompok 3. Siswa mengisi lembar
meminta anggota indikator keberhasilan
kelompok untuk mengisi
lembar indikator
keberhasilan (Lampiran
2.3).
1. Pemimpin kelompok 1. Siswa mendengarkan
TAHAP mengemukakan bahwa secara seksama
PENGAKHIRAN kegiatan akan segera
diakhiri.
2. Pemimpin kelompok 2. Siswa (anggota kelompok)
meminta anggota mengemukakan kesan
kelompok mengemukakan dan hasil-hasil kegiatan
kesan dan hasil-hasil
kegiatan.
3. Pemimpin kelompok 3. Siswa mengisi lembar
melakukan refleksi refleksi
dengan membagikan
lembar refleksi kepada
anggota kelompok
(Lampiran 2.4).
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 68
4. Membahas kegiatan 4. Siswa mendengarkan
lanjutan. secara
seksama dan menyetujui
5. Mengemukakan pesan rencana kegiatan lanjutan
dan harapan.
5. Siswa mendengarkan
6. Pemimpin kelompok dengan seksama dan
mengakhiri kegiatan merespon secara positif
dengan mengucapkan
terimakasih dan salam. 6. Siswa menjawab salam
10. Rencana Penilaian
Berikut kisi-kisi penilaian dalam memahami tindakan terhadap
pelaku agresivitas.
VARIABEL INDIKATOR SUB ITEM (+) ITEM (-)
Agresivitas INDIKATOR 1,2 6
Menyakiti 19 23
orang secara a. Memukul
b. Menendang 32 36
Fisik
Menyakiti a. Mencaci maki
orang secara b. Mengancam
Verbal a. Membanting
Merusak dan
barang orang melempar
lain dan
prasarana b. Mencoret
umum
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 69
Untuk melihat peningkatan siswa dalam memahami Agresivitas
Verbal, gunakanlah item pernyataan berikut.
No Pernyataan Selalu Alternatif Jawaban Tidak
Sering Kadang Jarang Pernah
1. Saya memukul teman yang
mengganggu pencapaian kadang
tujuan yang saya inginkan.
2. Saya memukul teman yang
telah melecehkan harga diri
saya dihadapan umum.
3. Saya dapat menahan emosi
ketika ada yang menendang
saya
4. Saya memaki orang lain
yang telah menyakiti hati
saya
5. Saya memaafkan orang
memfitnah saya kepada
orang lain.
6. Saya menyalurkan kekesal
kepada orang lain dengan
membanting peralatan yang
ada di sekitar saya.
7. Saya tidak menyalurkan
kekesalan kepada seseorang
melalui fasilitas umum
11. Catatan Khusus ................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
Padang, Juli 2020
Guru BK
……..…………….
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 70
LAMPIRAN
Lampiran 2.1
Tindakan Terhadap Pelaku Agresivitas
A. Hukum Di Indonesia Terhadap Kekerasan Yang Dilakukan Pelajar
Akhir-akhir ini marak kita
saksikan tawuran yang
dilakukan oleh oknum
pelajar di lingkungan
Kompol.info sekolah atau antar sekolah,
yang mengakibatkan beberapa siswa menjadi korban dan harus
mendapatkan perawatan intensif, terhadap pelaku yang masih
anak-anak juga di proses secara hukum, meskipun kadang-kadang
tidak dilakukan penahanan. Apakah ada sanksi hukum untuk
membuat jera para pelaku tindak kekerasan seperti tawuran?
Tawuran sesama pelajar di beberapa lingkungan sekolah
pada akhir-akhir ini seolah menjadi kebiasaan yang tidak dapat
dihindari, tentu saja hal tersebut membuat keprihatinan orangtua,
guru dan masyarakat terhadap generasi penerus perjuangan cita-
cita bangsa. Ada berbagai faktor penyebab terjadinya tawuran
antar pelajar, salah satunya adalah karena kenakalan remaja
(juvenile delinquency). Akibat dari tawuran tersebut tentunya
terdapat banyak korban serta meningkatnya angka kriminal yang
dilakukan oleh anak-anak.
Sebagai upaya untuk mengantisipasi agar kedepannya tidak
terjadi aksi tawuran pelajar, dibutuhkan koordinasi dan kerjasama
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 71
yang baik antara orangtua/wali murid, guru serta aparat penegak
hukum dilingkungan sekolah. Upaya penegakan hukum terhadap
pelaku tawuran antar pelajar dilakukan melalui upaya pencegahan/
non penal (preventif) dengan
melakukan sosialisasi atau
mediasi sebagai bentuk upaya
aparat penegak hukum dalam Patroli.co
menerapkan restorative justice.
Tetapi jika pelaku sudah melakukan aksi tawuran berulang
kali,maka dapat diberikan upaya penal (represif) dengan
menerapkan hukum pidana dan dapat dikenakan Pasal 170 KUHP
atau Pasal 351 KUHP yang mengacu pada Undang-Undang Sistem
Peradilan Pidana Anak.
Penganiayaan yang dikenal dalam Kitab Undang-Undang
Hukum Pidana (KUHP) adalah penganiayaan fisik. Tindak pidana
penganiayaan itu sendiri diatur dalam Pasal 351 KUHP:
1. Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua
tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat
ribu lima ratus rupiah.
2. Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah
diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.
3. Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling
lama tujuh tahun.
4. Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.
5. Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 72
B. Hukum Terhadap Pelaku Kekerasan Di Sekolah
Salah satu kekerasan di sekolah yaitu bullying. Akhir-akhir
ini marak diberitakan bahwa banyak ditemukan perilaku bullying
di sekolah yang berdampak
buruk pada dunia
pendidikan. Secara umum,
istilah bullying identik
Habs.uq.edu.au dengan tindakan kekerasan
terhadap anak yang terjadi di
sekolah. Dalam konteks bullying di sekolah, Riausika, Djuwita, dan
Soesetio dalam jurnal “Gencet Gencetan” di Mata Siswa/Siswi
Kelas 1 SMA : Naskah Kognitif tentang Arti Skenario, dan Dampak
“Gencet-Gencetan” mendefinisikan bullying sebagai perilaku
agresif yang dilakukan berulang-ulang oleh seseorang/sekelompok
siswa yang memiliki kekuasaan, terhadap siswa/siswi lain yang
lebih lemah, dengan tujuan menyakiti orang tersebut.
C. Aspek Pidana Dan Perdata Bagi Pelaku Bullying
Mengingat bullying merupakan tindakan kekerasan
terhadap anak, maka menurut UU Perlindungan anak, bullying
adalah tindak pidana. Terhadap pelaku bullying dapat dikenakan
sanksi pidana berupa penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam)
bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72 juta.
Pasal 54 UU 35/2014 juga mengatur bahwa setiap anak
berhak mendapat perlindungan dari tindak kekerasan di sekolah,
sebagai berikut:
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 73
1. Anak di dalam dan di lingkungan satuan pendidikan wajib
mendapatkan perlindungan dari tindak Kekerasan fisik, psikis,
kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh
pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau
pihak lain.
2. Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
oleh pendidik, tenaga kependidikan, aparat pemerintah,
dan/atau Masyarakat.
D. Peran Serta Sekolah, Keluarga, Pemerintah, dan Penegak hukum
bila ditinjau dari UU 35/2014
Pada prinsipnya, seluruh
elemen masyarakat baik
Negara, Pemerintah,
Pemerintah Daerah,
Republika.co.id Masyarakat, Keluarga, dan
Orang Tua atau Wali,
berkewajiban dan bertanggung jawab memberikan perlindungan
dan menjamin terpenuhinya hak asasi Anak sesuai dengan tugas
dan tanggungjawabnya. Terkait dengan pihak-pihak, peran dan
tanggungjawab masing-masing dalam upaya memberikan
perlindungan terhadap anak dapat dilihat dalam beberapa pasal
yang ada di dalam UU Perlindungan Anak sebagai berikut:
1. Peran dan tanggungjawab pemerintah
Negara dan Pemerintah dan Pemerintah Daerah
berkewajiban untuk memenuhi, melindungi, dan menghormati
Hak Anak, berkewajiban dan bertanggung jawab dalam
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 74
merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang
penyelenggaraan Perlindungan Anak, berkewajiban dan
bertanggung jawab memberikan dukungan sarana, prasarana, dan
ketersediaan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan
Perlindungan Anak, menjamin perlindungan, pemeliharaan, dan
kesejahteraan Anak dengan memperhatikan hak dan kewajiban
Orang Tua, Wali, atau orang lain yang secara hukum bertanggung
jawab terhadap Anak, serta mengawasi penyelenggaraan
Perlindungan Anak.
2. Peran dan kewajban masyarakat
Peran masyarakat (baik orang perseorangan, lembaga
perlindungan anak, lembaga kesejahteraan sosial, organisasi
kemasyarakatan, lembaga pendidikan), dilakukan dengan cara:
memberikan informasi melalui sosialisasi dan edukasi mengenai
Hak Anak dan peraturan perundang-undangan tentang Anak;
memberikan masukan dalam perumusan kebijakan yang terkait
Perlindungan Anak; melaporkan kepada pihak berwenang jika
terjadi pelanggaran Hak Anak; berperan aktif dalam proses
rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi Anak; melakukan
pemantauan, pengawasan dan ikut bertanggung jawab terhadap
penyelenggaraan perlindungan anak; menyediakan sarana dan
prasarana serta menciptakan suasana kondusif untuk tumbuh
kembang Anak; berperan aktif dengan menghilangkan pelabelan
negatif terhadap Anak korban; dan memberikan ruang kepada
Anak untuk dapat berpartisipasi dan menyampaikan pendapat.
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 75
3. Kewajiban dan tanggungjawab orangtua
Kewajibannya yaitu mengasuh, memelihara, mendidik, dan
melindungi Anak; menumbuhkembangkan Anak sesuai dengan
kemampuan, bakat, dan minatnya; mencegah terjadinya
perkawinan pada usia Anak; dan memberikan pendidikan karakter
dan penanaman nilai budi pekerti pada Anak.
Dalam hal Orang Tua tidak ada, atau tidak diketahui
keberadaannya, atau karena suatu sebab tidak dapat melaksanakan
kewajiban dan tanggung jawabnya, kewajiban dan tanggung
jawabnya dapat beralih kepada Keluarga, yang dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa semua
pihak baik keluarga, masyarakat hingga pemerintah memegang
peran dan tanggung jawabnya masing-masing guna memberikan
perlindungan dan menjamin terpenuhinya hak asasi Anak.
RINGKASAN
Upaya penegakan hukum terhadap pelaku tawuran antar
pelajar dilakukan melalui upaya pencegahan/ non penal
(preventif) dengan melakukan sosialisasi atau mediasi sebagai
bentuk upaya aparat penegak hukum dalam menerapkan
restorative justice.
Mengingat bullying merupakan tindakan kekerasan terhadap
anak, maka menurut UU Perlindungan anak, bullying adalah
tindak pidana. Terhadap pelaku bullying dapat dikenakan
sanksi pidana berupa penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6
(enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72 juta.
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 76
DAFTAR PUSTAKA
https://www.senayanpost.com/sanksi-hukum-tawuran-
pelajar/#:~:text=Tindak%20pidana%20penganiayaan%20itu%20sendiri,empat%20ribu%
20lima%20ratus%20rupiah.
https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt57a0d75f6d984/aspek-pidana-
dan-perdata-dalam-kasus-bullying-terhadap-anak/
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 77
Lampiran 2.2
Lembar Evaluasi
Isilah pertanyaan berikut sesuai dengan pengetahuan,
pemahaman, dan pengalaman Ananda!
1. Apa pengetahuan baru yang Ananda peroleh mengenai hukum bagi
pelaku agresivitas?
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
2. Bagaimana perasaan Ananda setelah mengetahui bentuk bentuk
hukuman yang diberikan terhadap pelaku agresivitas tersebut?
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
3. Bagaimana sikap Ananda dalam terhadap hukuman yang diberikan?
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
4. Bagaimana tindakan yang akan Ananda lakukan jika anda sebagai
pelaku agresivitas tersebut?
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 78
5. Bagaimana kesungguhan Ananda dalam menghindari perilaku
tersebut
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 79
Lampiran 2.3
Indikator Keberhasilan
Nama : ..............................................................................................................................
Kelas : ..............................................................................................................................
Isilah pernyataan di bawah ini sesuai dengan kondisi diri dan pendapat
Ananda saat ini!
No Pernyataan Selalu Alternatif Jawaban Tidak
Sering Kadang Jarang Pernah
1. Saya memukul teman yang
mengganggu pencapaian kadang
tujuan yang saya inginkan.
2. Saya memukul teman yang
telah melecehkan harga diri
saya dihadapan umum.
3. Saya dapat menahan emosi
ketika ada yang menendang
saya
4. Saya memaki orang lain
yang telah menyakiti hati
saya
5. Saya memaafkan orang
memfitnah saya kepada
orang lain.
6. Saya menyalurkan kekesal
kepada orang lain dengan
membanting peralatan yang
ada di sekitar saya.
7. Saya tidak menyalurkan
kekesalan kepada seseorang
melalui fasilitas umum
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 80
Keterangan: Skor yang diberikan untuk setiap pernyataan
Kategori Penilaian Favorable (+) Unfavorable (-)
Sangat Sesuai
Sesuai 51
Cukup Sesuai
Tidak Sesuai 42
Sangat Tidak
Sesuai 33
24
15
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 81
Lampiran 2.4
Lembar Refleksi
Nama :...................................................................................................................
Kelas : ...................................................................................................................
Pilih salah satu kolom di bawah ini dengan memberikan tanda (√)
di salah satu emotion yang tersedia, yang mana pilihan tersebut
merupakan gambaran suasana diri Ananda setelah mengikuti layanan BK.
Berikan alasan Ananda di kolom komentar. Isilah dengan sejujurnya dan
sebaik mungkin, karena hal ini tidak akan mempengaruhi nilai Ananda.
Bahkan kerahasiaan Ananda akan terjamin. Selamat bekerja!
Sangat Memuaskan Cukup Memuaskan Membingungkan
Membosankan Membuat Pecah Kepala Sangat Tidak Bermanfaat
(Rumit)
SARAN
.................................................................................................................................
.................................................................................................................................
.................................................................................................................................
.................................................................................................................................
.................................................................................................................................
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 82
DAFTAR GAMBAR
Gambar.1.
https://www.google.com/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Fkom
pol.info%2Fwpcontent%2Fuploads%2F2015%2F06%2Ftawuran.
jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fkompol.info%2Fpolisi-
ajukan-pencabutan-kjp-pelaku-
tawuranditambora%2F&tbnid=uuF17xh_s15lLM&vet=12ahUK
EwjB0aLBuubqAhWwNrcAHemeDDgQMygEegUIARCFAQ..i
&docid=Z2yBP8_uBaQtGM&w=780&h=440&q=hukuman%20ba
gi%20pelaku%20tawuran&hl=en-
US&safe=strict&ved=2ahUKEwjB0aLBuubqAhWwNrcAHeme
DDgQMygEegUIARCFAQ
Gambar.2.
https://www.google.com/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Fpatr
oli.co%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F11%2Fimages-
2019-11-22T225927.256-
739x375.jpeg&imgrefurl=http%3A%2F%2Fpatroli.co%2Ftewask
an-seorang-remaja-polisi-amankan-13-pelaku-tawuran-di-
bekasi%2F&tbnid=ZLzcz0NLFezv1M&vet=12ahUKEwjnv835t-
bqAhWWYCsKHVwCD-QQMyhXegQIARBh..i&docid=-
_H9CtHUBF_ScM&w=739&h=375&itg=1&q=hukuman%20bagi
%20pelaku%20tawuran&hl=en-
US&safe=strict&ved=2ahUKEwjnv835t-
bqAhWWYCsKHVwCD-QQMyhXegQIARBh
Gambar.3.
https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fhab
s.uq.edu.au%2Ffiles%2F11699%2Ffile-20190519-69195-
1hrvr5g.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fhabs.uq.edu.au%2Fa
rticle%2F2019%2F05%2Fnot-every-schools-anti-bullying-
program-works-%25E2%2580%2593-some-may-actually-make-
bullying-worse&tbnid=fDMHqMTaQN3-
nM&vet=12ahUKEwjU0uaKq-
nqAhWEOCsKHfTrC4sQMygSegUIARCfAQ..i&docid=dGeqkL
YBjjjnzM&w=754&h=503&q=bullying&hl=en-
US&safe=strict&ved=2ahUKEwjU0uaKq-
nqAhWEOCsKHfTrC4sQMygSegUIARCfAQ
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 84
Gambar.4.
https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fstati
c.republika.co.id%2Fuploads%2Fimages%2Finpicture_slide%2F
stop-kekerasan-terhadap-anak-_150708115424-
989.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.republika.co.id%2F
berita%2Fnasional%2Fumum%2F16%2F01%2F17%2Fo12pfi330-
ini-empat-kebijakan-perlindungan-anak-yang-diluncurkan-
kpppa&tbnid=MxJevHxcmWKJkM&vet=12ahUKEwjvrrr9vunq
AhU0pekKHUvIABYQMygBegUIARDOAQ..i&docid=fQfs9eW
bQBA1eM&w=830&h=556&q=perlindungan%20anak&hl=en-
US&safe=strict&ved=2ahUKEwjvrrr9vunqAhU0pekKHUvIABY
QMygBegUIARDOAQ
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 85
KESETIAKAWANAN SOSIAL
Apa yang dimaksud dengan
kesetiakawanan?
Apa yang dimaksud dengan
kesetiakawanan sosial?
.
Nilai-nilai moral yang terkandung
dalam kesetiakawanan sosial
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 86
KESETIAKAWANAN SOSIAL
RENCANA PELAKSANAAN
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
1 Identitas
g. Satuan pendidikan : SMK
h. Tahun ajaran :-
i. Pelaksana dan pihak terkait : Guru BK dan siswa
2 Waktu
i. Tanggal :-
j. Jam pelayanan :-
k. Volume/alokasi waktu : 2x45 menit
l. Tempat : Ruang bimbingan kelompok
3 Bidang bimbingan dan : Sosial
Konseling
4 Jenis layanan : Bimbingan Kelompok (Topik Tugas)
5 Materi layanan
Tema : Kesetiakawanan Sosial
Sub tema a) Apa yang dimaksud dengan
kesetiakawanan?
b) Apa yang dimaksud dengan
kesetiakawanan sosial?
c) Nilai-nilai moral yang terkandung dalam
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 86
4. Sumber kesetiakawanan sosial
6 Tujuan Layanan : Terlampir
1. Tujuan umum :Siswa dapat Meningkatkan kesetiakawanan
2. Tujuan khusus
sosial
7 Fungsi Layanan
8 Sarana 1. Setelah diskusi mengenai
a) Metode kesetiakawanan sosial siswa memahami
b) Alat
c) Instrumen bagaimana cara berteman yang baik
2. Setelah memperoleh informasi dari
pemimpin kelompok peserta didik
mampu mengaplikasikan nilai-nilai yang
terkandung dalam kesetiakawanan
sosial tersebut
3. Setelah memperoleh informasi dari
pemimpin kelompok peserta didik dapat
mengevaluasi diri dan menerapkan nilai
moral dalam kesetiakawanan sosial
: Pemahaman
: Diskusi
: Kursi
1. Lembar evaluasi
2. Lembar refleksi
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 87
9. Proses Kegiatan Layanan Bimbingan Kelompok
TAHAP KEGIATAN GURU BK KEGIATAN SISWA
KEGIATAN
1. Mengucapkan salam dan 1. Siswa menjawab salam
pembukaan oleh
TAHAP pemimpin kelompok. 2. Siswa merespon Guru BK
dengan semangat
PEMBENTUKAN 2. Ucapan selamat datang
dan terima kasih atas
Pembukaan kehadiran anggota
kelompok.
3. Mengajak siswa berdo’a 3. Siswa berdo’a bersama
sebelum memulai
kegiatan
Pernyataan 1. Menjelaskan pengertian 1. 1. Siswa mendengarkan
tujuan dan bimbingan kelompok. secara seksama
Penjelasan 2. Menjelaskan tujuan 2. 2. Siswa mendengarkan
tentang bimbingan kelompok. secara seksama
langkah- 3. Menjelaskan cara 3. Siswa mendengarkan
langkah pelaksanaan bimbingan secara seksama
kegiatan kelompok.
kelompok 4. Menjelaskan azas-azas 4. Siswa mendengarkan
(pembentukan dari bimbingan secara seksama
kelompok) kelompok.
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 88
Mengarahkan 1. Perkenalan dengan semua1. 1. Semua siswa (anggota
kegiatan
(konsolidasi) anggota kelompok. kelompok) saling
TAHAP memperkenalkan diri
PERALIHAN
(TRANSISI) 2. Menampilkan permainan 2. Setiap anggota kelompok
keakraban melalui mengikuti permainan
rangakain nama rangakain nama.
1. Menjelaskan kegiatan 1. Siswa mendengarkan
yang akan ditempuh pada dan memperhatikan
tahap berikutnya. secara seksama
2. Menawarkan sambil 2. Siswa merespon dan
mengamati apakah para menjawab penawaran
anggota sudah siap dari pemimpin
menjalani kegiatan pada kelompok
tahap selanjutnya.
3. Membahas suasana yang 3. Siswa merespon pemimpin
terjadi kelompok sesuai dengan
suasana yang terjadi
4. Meningkatkan 4. Siswa memperhatikan
kemampuan dan mendengarkan
keikutsertaan anggota. secara seksama
Kalau perlu kembali ke
beberapa aspek pada
tahap sebelumnya jika
diperlukan.
5. Menekankan kembali 5. Siswa mendengarkan
tentang azas-azas secara seksama
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 89
bimbingan kelompok
yang terdiri dari azas
kerahasiaan, kesukarelaan
dan keterbukaan
TAHAP 1. Konselor mengembangkan 1. Siswa merespon dan
KEGIATAN
pertemuan konseling, agar mendengarkan secara
Tahap Kegiatan tercapai situasi yang seksama
Awal
memungkinkan
perubahan-perubahan
yang diharapkan pada
klien.
2. Konselor berusaha 2. Siswa mulai membahas
meyakinkan dan
mendiskusikan topik
mengkondisikan klien kesetiakawanan sosial
untuk mengikuti prosedur secara seksama
yang telah ditetapkan
sesuai dengan kondisi
klien. Ada dua hal yang
dilakukan konselor yaitu,
membangkitkan motivasi
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 90
klien dan membangkitkan
otonomi klien
(menekankan bahwa klien
Tahap Kegiatan boleh menolak saran-saran
Inti
konselor asal dapat
mengemukakan alasan-
alasannya secara
bertanggung jawab).
Dalam teknik ini konselor
meminta klien untuk
membuat suatu
pernyataan dan kemudian
klien menambahkan
dalam pernyataan itu
dengan kalimat : “…dan
saya bertanggung jawab
atas hal itu”. Misalnya :
“Saya merasa jenuh, dan
saya bertanggung jawab
Pendekatan konseling gesalt untuk penurunan agresivitas siswa Page 91