MATERI III
Akibat Dari Penyalahgunaan Narkoba
Terhadap Lingkungan
A. Mengenali Tanda-tanda
penyalahgunaan narkoba
B. Hukuman bagi pengedar narkoba
C. Hukum bagi pemakai narkoba
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 50
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
Rencana Pelaksanaan Layanan
A. Komponen Layanan Layanan dasar Narkoba
B. Bidang Layanan Pribadi
C. Topik Layanan Akibat Dari Penyalahgunaan
Terhadap Lingkungan
D. Fungsi Layanan
Materi Layanan Pemahaman
4. Tema
Akibat Dari Penyalahgunaan Narkoba
5. Sub Tema Terhadap Lingkungan
E.
a) Mengenali Tanda-tanda penyalahgunaan
narkoba
b) Hukuman bagi pengedar narkoba
c) Hukum bagi pemakai narkoba
6. Sumber Terlampir
Tujuan Layanan
3. Tujuan Umum Agar peserta layanan dapat memahami dan
4. Tujuan Khusus mengetahui tentang Akibat Dari
F. Penyalahgunaan Narkoba Terhadap
Lingkungan
1) Setelah membahas mengenai Akibat
Dari Penyalahgunaan Narkoba
Terhadap Lingkungan melalui model
yang diberikan, siswa mampu
mengemukakan akibat penyalahgunaan
narkoba.
2) Setelah memperhatikan pembahasan
mengenai Akibat Dari Penyalahgunaan
Narkoba Terhadap Lingkungan dan
merekam peristiwa/model yang
diberikan, siswa mampu melakukan
contoh dari model tersebut.
3) Setelah memperoleh informasi melalui
model yang diberikan, siswa dapat
memproyeksikan perilaku di kehidupan
sehari-hari.
4) Setelah siswa dapat
menjelaskan/memberikan contoh
tentang Akibat Dari Penyalahgunaan
Narkoba Terhadap Lingkungan, siswa
memperoleh penguatan berupa pujian
atau sesuatu yang menyenangkan.
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 51
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
G. Model Konseling Pendekatan Konseling Gestalt dan
H. Sasaran Layanan
I. Waktu Siswa SMK
J. Tanggal Pelaksanaan 2x45 menit
K. Tempat Pelaksanaan -
L. Metode/Teknik Ruangan bimbingan kelompok
Ceramah, diskusi, tanya jawab
Media/Alat penugasan
M. “ E-Book Pencegahan Penyalahgunaan
N. Pelaksana Layanan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok
Menggunakan Pendekatan Gestalt Dalam
Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa
Smk Provinsi Sumatera Barat”
Guru BK/ Konselor/ Pemimpin Kelompok.
O. Tahap Kegiatan
Tahap Kegiatan Kegiatan Guru BK Kegiatan Siswa
Tahap Pembentukan 1. Siswa menjawab
1. Pembukaan 1. Mengucapkan salam dan salam.
pembukaan oleh pemimpin 2. Siswa merespon
kelompok. Guru BK dengan
2. Ucapan selamat datang dan
semangat.
terima kasih atas kehadiran
anggota kelompok. 3. Siswa berdo’a
3. Mengajak siswa berdo’a sebelum
bersama.
2. Pernyataan memulai kegiatan.
1. Menjelaskan pengertian 1. Siswa
mendengarkan
tujuan dan bimbingan kelompok secara seksama.
penjelasan 2. Menjelaskan tujuan bimbingan 2. Siswa
mendengarkan
tentang langkah- kelompok. secara seksama.
langkah kegiatan 3. Menjelaskan cara pelaksanaan 3. Siswa
mendengarkan
kelompok bimbingan kelompok. secara seksama.
(pembentukan 4. Menjelaskan azas-azas dari
4. Siswa
kelompok) bimbingan kelompok. mendengarkan
5. Pemimpin kelompok membantu secara seksama.
individu mengeksplorasi 5. Individu mampu
memahami
pertanyaan anggota tentang identitas
mereka di grup.
identitas mereka di grup.
1. Semua siswa
3. Mengarahkan 1. Perkenalan dengan semua
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 52
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
kegiatan anggota kelompok. (anggota
(konsolidasi) 2. Kegiatan pemimpin diarahkan Kelompok) saling
memberikan iklim kepercayaan Memperkenalkan
yang akan mendukung diri.
pengambilan resiko dan 2. Pemimpin
membuat koneksi antar kelompok
individu. membangkitkan
3. Menampilkan permainan motiviasi
keakraban melalui rangakain anggota
nama. kelompok dan
menjalin
komunikasi
antara anggota
kelompok.
3. Setiap anggota
kelompok
mengikuti
permainan
rangakain nama.
Tahap Peralihan (Transisi)
Proses peralihan 1. Menjelaskan kegiatan yang akan 1. Siswa
ditempuh pada tahap mendengarkan
berikutnya. dan
2. Selama masa transisi ini memperhatikan
kelompok bergulat dengan secara seksama.
masalah pengaruh, otoritas dan 2. Siswa mengikuti
kontrol masa transisi dan
3. Pemimpin tugasnya adalah mengikuti
bekerja meningkatkan peraturan yang
diferensiasi, divergensi dan diberikan oleh
fleksibilitas peran diantara pemimpin
anggota kelompok.
4. Menawarkan sambil mengamati 3. Anggota
apakah para anggota sudah siap kelompok
menjalani kegiatan pada tahap bekerja
selanjutnya. meningkatkan
5. Pemimpin kelompok diferensiasi,
meningkatkan kesadaran dari divergensi dan
norma-norma yang beroperasi fleksibilitas peran
dalam kelompok antar anggota
6. Pemimpin kelompok 4. Siswa merespon
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 53
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
mendorong anggota untuk dan menjawab
menantang norma dan secara penawaran dari
terbuka mengungkapkan pemimpin
perbedaan dan ketidakpuasan kelompok.
dan membedakan peran dari 5. Anggota
anggota kelompok lain. kelompok
memperoleh
kesadaran dan
norma-norma
yang ada dalam
kelompok.
6. Anggota
kelompok dapat
mengemukakan
pendapat yang
berbeda dan
ketidakpuasan
dan
membedakan
peran dari
anggota lain.
Tahap Kegiatan 1. Konselor mengembangkan 1. Siswa merespon
Langkah-langkah pertemuan konseling, agar dan
Kegiatan
tercapai situasi yang mendengarkan
memungkinkan perubahan- secara seksama.
perubahan yang diharapkan
pada klien. Pada tahap ini tema
sangat bergantung pada
pelaksanaan layanan
2. Konselor berusaha meyakinkan 2. Siswa mulai
dan mengkondisikan klien membahas
untuk mengikuti prosedur yang mendiskusikan
telah ditetapkan sesuai dengan topik Akibat Dari
kondisi klien. Ada dua hal yang Penyalahgunaan
dilakukan konselor yaitu, Narkoba
membangkitkan motivasi klien Terhadap
dan membangkitkan otonomi Lingkungana
klien (menekankan bahwa klien secara seksama.
boleh menolak saran-saran
konselor asal dapat
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 54
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
mengemukakan alasan-
alasannya secara bertanggung
jawab).
3. Dalam teknik ini konselor
meminta klien untuk membuat
suatu pernyataan dan kemudian
klien menambahkan dalam
pernyataan itu dengan kalimat : 3. Siswa
“…dan saya bertanggung jawab mendengarkan
atas hal itu”. Misalnya : “Saya dan merespon
merasa jenuh, dan saya secara seksama
bertanggung jawab atas
kejenuhan itu”
“Saya tidak tahu apa yang harus
saya katakan sekarang, dan saya
bertanggung jawab
ketidaktahuan itu”. “Saya malas,
dan saya bertanggung jawab
atas kemalasan itu”. 4. Siswa
4. Konselor mendorong klien mendiskusikan
dan saling
untuk mengatakan perasaan-
bertukar
perasaannya pada saat ini. Klien
informasi
diberi kesempatan untuk
mengenai topik
mengalami kembali segala
Akibat Dari
perasaan dan perbuatan pada
Penyalahgunaan
masa lalu, dalam situasi disini
Narkoba
dan saat ini. Klien
Terhadap
diperbolehkan memproyeksikan
Lingkungan
dirinya kepada konselor.
5. Klien
5. Setelah klien memperoleh memperoleh
pemahaman dan penyegaran pemahaman dan
tentang pikiran, perasaan, dan penyegaran
tingkah lakunya, konselor tentang pikiran,
mengantarkan klien memasuki perasaan, dan
fase akhir konseling. Pada fase tingkah lakunya.
ini klein menunjukkan gejala-
gejala yang mengindikasikan
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 55
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
integritas kepribadiannya
sebagai individu yang unik dan
manusiawi.
Penyimpulan hasil kegiatan
Proses penyimpulan 1. Di akhir proses pelayanan 1. Siswa mengisi
kegiatan lembar evaluasi
pemimpin kelompok meminta
anggota mengungkapkan apa terkait dengan
yang diperoleh dengan mengisi pelaksanaan
lembar evaluasi (Lampiran 1.2). layanan
2. Pemimpin Kelompok meminta Bimbingan
anggota membahas isian kelompok.
evaluasi. 2. Siswa secara
3. Pemimpin kelompok meminta bersama-sama
anggota kelompok untuk membahas isi
mengisi lembar indikator evaluasi.
keberhasil (Lampiran 1.3) 3. Siswa mengisi
lembar indikator
Tahap Pengakhiran keberhasilan.
Langkah-langkah 1. Pemimpin kelompok 1. Siswa
pengakhiran mengemukakan bahwa mendengarkan
bimbingan kegiatan akan segera diakhiri. secara seksama.
kelompok
2. Pemimpin kelompok meminta 2. Siswa (anggota
anggota kelompok kelompok)
mengemukakan kesan dan mengemukakan
hasil-hasil kegiatan. kesan dan hasil-
3. Pemimpin kelompok hasil kegiatan.
melakukan refleksi dengan 3. Siswa mengisi
membagikan lembar refleksi lembar refleksi.
kepada anggota kelompok 4. Siswa
(Lampiran 1.4). mendengarkan
4. Membahas kegiatan lanjutan. secara seksama
5. Mengemukakan pesan dan dan menyetujui
harapan. rencana kegiatan
6. Pemimpin kelompok lanjutan.
mengakhiri kegiatan dengan 5. Siswa
mengucapkan terimakasih dan mendengarkan
salam. dengan seksama
dan merespon
secara positif.
6. Siswa menjawab
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 56
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
Mengetahui salam.
Koordinator BK, …………………………..…
Guru BK/Konselor
……………………………
…………………………
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 57
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
Materi
3
Akibat Dari Penyalahgunaan Narkoba Terhadap
Lingkungan
A. Mengenali Tanda-tanda Penyalahgunaan Narkoba
Penyalahgunaan ini tentu saja
berdampak pada kehidupan seseorang,
baik secara fisik, psikis dan sosial.
Seberapa besar dampak yang terjadi
Gambar 13. bnnkgarut.wordpress.com
sangat tergantung pada : jenis narkoba yang digunakan, cara
menggunakan dan lama penggunaan.
1. Dampak Fisik
Secara fisik, penyalahgunaan narkoba menyebabkan :
a. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang,
halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi
b. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler)
seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
c. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses),
alergi, eksim
d. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi
pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
e. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu
tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
f. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan
padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi
(estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi
seksual
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 58
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
g. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan
antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan
menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
h. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya
pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah
tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga
saat ini belum ada obatnya
i. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over
Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk
menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian.
2. Dampak Psikis
Selain fisik, ada juga dampak psikis yang mungkin terjadi, seperti :
a. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
b. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
c. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
d. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
e. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh
diri.
3. Dampak Sosial
Dampak sosial yang mungkin terjadi antara lain :
a. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh
lingkungan
b. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
c. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram.
4. Dampak Strategis
Maraknya penyalahgunaan Narkoba berdampak terhadap
kelangsungan hidup Bangsa dan Negara yaitu rusaknya moral,
hilangnya rasa cinta tanah air dikalangan para remaja dan generasi
muda sebagai pewaris dan penerus perjuangan, penerus
pembangunan, kurangnya kreativitas, Produktivitas serta semangat
bersaing yang akhirnya akan menjadi ancaman bagi ketahan
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 59
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
Nasional (Runtuhnya Negara Republik Indonesia) dikarenakan
sebagian besar generasinya atau masyarakatnya teler, mabuk
mentalnya rusak, perilakunya rusak sehingga mudah ditaklukkan.
Ketika seseorang menggunakan narkoba, tidak mudah baginya
untuk bersembunyi dari apa yang telah terjadi pada dirinya.
Perubahan secara fisik, sikap dan perilakunya akan mudah untuk
dikenali bahwa dia menggunakan narkoba. Adapun tanda-tanda.
Perubahan fisik, sikap dan perilaku pengguna narkoba adalah
sebagai berikut :
1. Perubahan Fisik
Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan, bicara
pelo (cadel), apatis (acuh tak acuh), mengantuk, agresif. Bila
terjadi kelebihan dosis (overdosis) : nafas sesak, denyut jantung
dan nadi lambat, kulit teraba dingin, bahkan meninggal. Saat
sedang ketagihan (sakau) : mata merah, hidung berair, menguap
terus, diare, rasa sakit seluruh tubuh, malas mandi, kejang,
kesadaran menurun. Pengaruh jangka panjang : penampilan
tidak sehat, tidak perduli terhadap kesehatan dan kebersihan,
gigi keropos, bekas suntikan pada lengan.
2. Perubahan Sikap dan Perilaku
Prestasi di sekolah menurun, tidak
mengerjakan tugas sekolah, sering
membolos, pemalas, kurang
bertanggung jawab. Pola tidur
berubah, begadang, sulit dibangunkan Gambar 14. kumparan.com
pagi hari, mengantuk di kelas. Sering berpergian sampai larut
malam, kadang tidak pulang tanpa ijin. Sering mengurung diri,
berlama-lama di kamar mandi, menghindar bertemu dengan
anggota keluarga yang lain. Sering berbohong, minta banyak
uang dengan berbagai alasan, tapi tidak jelas penggunaannya,
mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 60
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
keluarga, mencuri, terlibat kekerasan dan sering berurusan
dengan polisi. Sering bersikap emosional, mudah tersinggung,
pemarah, kasar, bermusuhan, pencurigaan, tertutup dan penuh
rahasia.
Ciri-ciri umum Seorang Pengguna Narkoba
1. Pengguna Yang Coba-coba
a. Suka menyendiri
b. Cara bergaulnya berbeda
c. Cara berpakaiannya berubah
d. Hobinya berubah
e. Prestasi belajarnya menurun
f. Sering keluar malam
g. Pola makannya berubah.
2. Pengguna Tetap
a. Sering bangun terlambat
b. Sering menyendiri
c. Sering tidak masuk sekolah
d. Mempunyai problema dalam keuangan
e. Dikamar mandi berlam-lama
f. Berat badan menurun
g. Sering berontak dan mudah tersinggung
3. Pengguna Yang Kecanduan
a. Bicaranya pelo, ngoceh tidak karuan, suka ketawa
b. Jalannya sempoyongan, gemetaran, penglihatan kabur.
c. Hidungnya beler, ngiler, giginya kotor.
d. Mata merah, sayup, cekung, keluar air mata.
e. Suka bohong, mudah marah, suka merayu.
f. Jarang mandi, pakaian kumuh, rambut kusam.
g. Wajah kelihatan tua, kelihatan kurus, kelihatan keriput.
h. Tidak peduli dengan norma kesopan dan lingkungan.
i. Tidak bergairah atau malas belajar dan prestasi menurun.
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 61
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
j. Suka melawan orang tua atau guru.
k. Suka mencuri punya teman atau keluarga.
l. Ditemukan peralatan pecandu
m. Ada bekas suntik ditangan dan dipaha
n. Gelisah, ada perasaan ingin bunuh diri.
B. Hukum bagi pengedar dan pemakai narkoba
Bentuk tindak pidana narkotika yang umum dikenal antara lain:
1. Penyalahgunaan melebihi dosis hal ini disebabkan oleh banyak
hal, seperti yang telah diuraikan diatas.
2. Pengedaran narkotika
3. Karena keterikatan suatu mata rantai peredaran narkotika, baik
nasional maupun intemasional.
4. Jual beli narkotika Hal ini pada umumnya di latar belakangi oleh
motivasi untuk mencari keuntungan materil, namun ada juga
karena motivasi untuk kepuasan.
Tertuang dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang
Narkotika, berikut ini kutipan pasal diantaranya :
1. Kepemilikan
a. Orang yang memiliki tanaman ganja dipenjara 4 s.d 12 tahun
(Pasal 111 ayat (1)), sementara jika memiliki tanaman ganja
lebih dari 1 kg atau 5 batang dipenjara 5 s.d 20 tahun (Pasal
111 ayat (2)).
b. Orang yang memiliki narkoba jenis inex, ekstasi, sabu, putau,
heroin, kokain dipenjara 4 s.d 12 tahun (Pasal 112 ayat (1)),
sementara jika memiliki lebih dari 5 gram dipenjara 5 s.d 20
tahun (Pasal 112 ayat (2)).
c. Produsen Orang yang membuat narkoba dipenjara 5 s.d 15
tahun (Pasal 113 ayat (1)), sementara jika orang membuat
narkoba lebih dari 1 kg ganja atau 5 gram jenis ineks, ekstasi,
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 62
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
sabu, putau, heroin, kokain dipenjara 5 s.d 20 tahun (Pasal 113
ayat (2)).
d. Pengedar
Orang yang mengedarkan narkoba dipenjara 5 s.d 20 tahun
(Pasal 114 ayat (1)), sementara jika melebihi 1 kg atau 5
batang ganja dan melebihi 5 gram jenis ineks, ekstasi, sabu,
putau, heroin, kokain dihukum mati (Pasal 114 ayat (2)).
e. Kurir
Orang yang menjadi kurir narkoba dipenjara 4 s.d. 12 tahun
(Pasal 115 ayat (1)), sementara sementara jika melebihi 1 kg
atau 5 batang ganja dan melebihi 5 gram jenis ineks, ekstasi,
sabu, putau, heroin, kokain dihukum mati (Pasal 115 ayat (2)).
f. Pemakai
Orang yang memakai narkoba dipenjara 1 s.d 4 tahun (Pasal
127 ayat (1)).
g. Wajib Lapor
Pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika
wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial
(Pasal 54). Orang tua dari pencandu dewasa dan anak wajib
lapor ke Puskesmas/Rumah Sakit/Lembaga Rehabilitasi (Pasal
55 ayat (1) dan (2)) sesuai dengan Peraturan Menteri
Kesehatan No. HK.02.02/Menkes/615/2016 tentang Institusi
Penerima Wajib Lapor. Orang tua atau wali dari pecandu
dewasa dan anak yang tidak lapor dikenai sanksi kurungan 6
bulan (Pasal 128 ayat (1)). Bagi pecandu dewasa wajib lapor ke
Puskesmas/Rumah Sakit/Lembaga Rehabilitasi (Pasal 55 ayat
(2)) sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No.
HK.02.02/Menkes/ 615/2016 tentang Institusi Penerima Wajib
Lapor. Bagi pecandu dewasa yang tidak lapor dikenai sanksi
kurungan 6 bulan (Pasal 134 ayat (1)).
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 63
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
h. Peran Serta Masyarakat
Masyarakat mempunyai kesempatan yang seluasluasnya
untuk berperan serta membantu pencegahan dan
pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap
narkotika dan bahan kimia narkotika. (Pasal 104).
Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika telah
mengatur jenis-jenis sanksi yang diberikan pada tindak pidana
narkotika antara lain:
1. Tindak Pidana bagi penyalah guna atau sebagai korban
penyalahgunaan narkotika, penyalah guna tersebut wajib
menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.
2. Tindak Pidana Orang Tua / Wali dari Pecandu Narkotika
Narkotika yang Belum Cukup Umur (Pasal 128) dipidana dengan
pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda
paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).
3. Tindak Pidana yang Dilakukan oleh Korporasi (Pasal 130)
Dipidana dengan pidana penjara dan pidana denda dengan
pemberatan 3 (tiga) kali. Korporasi dapat dijatuhi korporasi dapat
dijatuhi pidana tambahan berupa: a. pencabutan izin usaha
dan/atau b. pencabutan status badan hukum.
4. Tindak pidana bagi Orang yang Tidak Melaporkan Adanya
Tindak Pidana Narkotika (Pasal 131). Dipidana dengan pidana
penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling
banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
5. Tindak Pidana terhadap Percobaan dan Permufakatan Jahat
Melakukan Tindak Pidana Narkotika dan Prekursor (Pasal 132)
Ayat (1), dipidana dengan pidana pidana penjara yang sama
sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal-
Pasal tersebut. Ayat (2), dipidana pidana penjara dan pidana
denda maksimumnya ditambah 1/3 (sepertiga).
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 64
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
6. Tindak Pidana bagi Menyuruh, Memberi, Membujuk, Memaksa
dengan Kekerasan, Tipu Muslihat, Membujuk Anak (Pasal 133)
ayat (1), dipidana dengan pidana mati atau pidana penjara
seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun
dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling
sedikit Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) dan paling banyak
Rp20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah). ayat (2), dipidana
dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling
lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).
7. Tindak Pidana bagi Pecandu Narkotika yang Tidak Melaporkan
Diri (Pasal 134) ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling
lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak
Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah). ayat (2), dipidana dengan
pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda
paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).
8. Tindak Pidana bagi Pengurus Industri Farmasi yang Tidak
Melaksanakan Kewajiban (Pasal 135). Dipidana dengan pidana
penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 7 (tujuh)
tahun dan pidana denda paling sedikit Rp40.000.000,00 (empat
puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp400.000.000,00 (empat
ratus juta rupiah).
9. Tindak Pidana terhadap Hasil-Hasil Tindak Pidana Narkotika
dan/atau Prekursor Narkotika (Pasal 137) huruf (a), dipidana
dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling
lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). Huruf (b), dipidana
dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling
lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 65
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak
Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
10. Tindak Pidana terhadap Orang yang Menghalangi atau
Mempersulit Penyidikan, Penuntutan dan Pemeriksaan Perkara
(Pasal 138) Dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh)
tahun dan pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima
ratus juta rupiah).
11. Tindak Pidana bagi Nahkoda atau Kapten Penerbang yang Tidak
Melaksanakan Ketentuan Pasal 27 dan Pasal 28 (Pasal 139)
dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan
paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit
Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
12. Tindak Pidana bagi PPNS, Penyidik Polri, Penyidik BNN yang
Tidak Melaksanakan Ketentuan tentang Barang Bukti (Pasal
140) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu)
tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda
paling sedikit Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling
banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
13. Tindak Pidana bagi Kepala Kejaksaan Negeri yang Tidak
Melaksanakan Ketentuan Pasal 91 Ayat(1) (Pasal 141) dipidana
dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling
lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit
Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
14. Tindak Pidana bagi Petugas Laboratorium yang Memalsukan
Hasil Pengujian (Pasal 142) dipidana dengan pidana penjara
paling lama 7 (tujuh) tahun dan pidana denda paling banyak
Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
15. Tindak Pidana bagi Saksi yang Memberikan Keterangan Tidak
Benar (Pasal 143) dipidana dengan pidana penjara paling singkat
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 66
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
1 (satu) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana
denda paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah)
dan paling banyak Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).
16. Tindak Pidana bagi Setiap Orang yang Melakukan Pengulangan
Tindak Pidana (Pasal 144) dipidana dengan pidana
maksimumnya ditambah dengan 1/3 (sepertiga).
Tindak Pidana yang dilakukan Pimpinan Rumah Sakit, Pimpinan
Lembaga Ilmu Pengetahuan, Pimpinan Industri Farmasi, dan
Pimpinan Pedagang Farmasi (Pasal 147) dipidana dengan pidana
penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 10
(sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit
Rp100.000.000,00 (serratus juta rupiah) dan paling banyak
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 67
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
Lampiran
3.1
Lembar Tugas Kelompok
Kerjakanlah tugas di bawah ini secara kelompok !
Dari topik Akibat Dari Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Lingkungan
remaja dalam menghadapinya yang telah dibahas, jelaskan mengapa
Ananada harus memahami dan mengetahui tanda-tanda
penyalahgunaan narkoba ?
JAWAB
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
-----Selamat Bekerja----
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 68
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
Lampiran
3.2
Lembar Evaluasi
Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pemahaman Ananda !
1. Pembahasan mengenai Akibat Dari Penyalahgunaan Narkoba
Terhadap Lingkungan dalam menghadapinya, bagaimana
pemahaman anda mengenai tanda-tanda penyalahgunaan narkoba?
jelaskan !
……………………………………………………………………………………
………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
………………………………………………
2. Bahaya Akibat Dari Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Lingkungan
telah ananda pelajari, apa manfaat yang ananda dapatkan serta
saran untuk para siswa dalam mencegah penyalahgunaan narkoba ?
…………………………………………………………………………………………
…
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
……………
…………………………………………………………………………………………
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 69
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
…
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
……………
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 70
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
Lampiran
3.3
Lembar Refleksi
Pilih salah satu kolom di bawah ini dengan memberikan tanda (√)
pada salah satu emotion yang tersedia, yang mana pilihan tersebut
merupakan gambaran suasana diri Ananda setelah mengikuti layanan BK.
Berikan alasan Ananda di kolom komentar. Isilah dengan sejujurnya dan
sebaik mungkin, karena hal ini tidak akan mempengaruhi nilai Ananda.
Bahkan kerahasiaan Ananda akan terjamin. Ananda tidak perlu
menuliskan identitas Ananda. Selamat bekerja!
https://ikm.pt-medan.go.id/skh
KOMENTAR
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 71
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
MATERI IV
Jangan Tarik Saya Kedalam
Penyalahgunaan Narkoba
1. Pengertian pergaulan
2. Pergaulan yang sehat
3. Manfaat pergaulan yang sehat
4. Memanfaatkan media sosial dalam
mencegah penyalahgunaan narkoba
5. Tips menyaring informasi mengenai
narkoba di internet
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 72
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
Rencana Pelaksanaan Layanan
A. Komponen Layanan Layanan dasar
B. Bidang Layanan
C. Topik Layanan Pribadi
D. Fungsi Layanan
E. Materi Layanan Jangan Tarik Saya Kedalam
7. Tema Penyalahgunaan Narkoba
8. Sub Tema
Pemahaman
9. Sumber
F. Tujuan Layanan Jangan Tarik Saya Kedalam
5. Tujuan Umum Penyalahgunaan Narkoba
6. Tujuan Khusus a) Pengertian pergaulan
b) Pergaulan yang sehat
c) Manfaat pergaulan yang sehat
d) Memanfaatkan media sosial dalam
mencegah penyalahgunaan narkoba
e) Tips menyaring informasi mengenai
narkoba di internet
Terlampir
Agar peserta layanan dapat memahami dan
mengetahui tentang Jangan Tarik Saya
Kedalam Penyalahgunaan Narkoba
1) Setelah membahas mengenai Akibat
Dari Penyalahgunaan Narkoba
Terhadap Lingkungan melalui model
yang diberikan, siswa mampu
mengemukakan akibat penyalahgunaan
narkoba.
2) Setelah memperhatikan pembahasan
mengenai Akibat Dari Penyalahgunaan
Narkoba Terhadap Lingkungan dan
merekam peristiwa/model yang
diberikan, siswa mampu melakukan
contoh dari model tersebut.
3) Setelah memperoleh informasi melalui
model yang diberikan, siswa dapat
memproyeksikan perilaku di kehidupan
sehari-hari.
4) Setelah siswa dapat
menjelaskan/memberikan contoh
tentang Akibat Dari Penyalahgunaan
Narkoba Terhadap Lingkungan, siswa
memperoleh penguatan berupa pujian
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 73
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
G. Model Konseling atau sesuatu yang menyenangkan dan
H. Sasaran Layanan
I. Waktu Pendekatan konseling Gestalt
J. Tanggal Pelaksanaan Siswa SMK
K. Tempat Pelaksanaan 2x45 menit
L. Metode/Teknik -
M. Media/Alat Ruangan bimbingan kelompok
N. Pelaksana Layanan Ceramah, diskusi, tanya jawab
penugasan
“ E-Book Pencegahan Penyalahgunaan
Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok
Menggunakan Pendekatan Gestalt Dalam
Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa
Smk Provinsi Sumatera Barat”
Guru BK/ Konselor/ Pemimpin Kelompok.
O. Tahap Kegiatan
Tahap Kegiatan Kegiatan Guru BK Kegiatan Siswa
1. Siswa menjawab
Tahap Pembentukan
1. Pembukaan 1. Mengucapkan salam dan
pembukaan oleh pemimpin salam.
kelompok. 2. Siswa merespon
2. Ucapan selamat datang dan Guru BK dengan
terima kasih atas kehadiran semangat.
anggota kelompok. 3. Siswa berdo’a
3. Mengajak siswa berdo’a sebelum bersama.
2. Pernyataan memulai kegiatan. 1. Siswa
1. Menjelaskan pengertian mendengarkan
secara seksama.
tujuan dan bimbingan kelompok
2. Siswa
penjelasan 2. Menjelaskan tujuan bimbingan mendengarkan
secara seksama.
tentang langkah- kelompok.
3. Siswa
langkah kegiatan 3. Menjelaskan cara pelaksanaan mendengarkan
secara seksama.
kelompok bimbingan kelompok.
(pembentukan 4. Menjelaskan azas-azas dari 4. Siswa
mendengarkan
kelompok) bimbingan kelompok. secara seksama.
5. Pemimpin kelompok membantu
5. Individu mampu
individu mengeksplorasi memahami
identitas
pertanyaan anggota tentang mereka di grup.
identitas mereka di grup. 1. Semua siswa
3. Mengarahkan 1. Perkenalan dengan semua
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 74
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
kegiatan anggota kelompok. (anggota
(konsolidasi) 2. Kegiatan pemimpin diarahkan Kelompok) saling
memberikan iklim kepercayaan Memperkenalkan
yang akan mendukung diri.
pengambilan resiko dan 2. Pemimpin
membuat koneksi antar kelompok
individu. membangkitkan
3. Menampilkan permainan motiviasi
keakraban melalui rangakain anggota
nama. kelompok dan
menjalin
komunikasi
antara anggota
kelompok.
3. Setiap anggota
kelompok
mengikuti
permainan
rangakain nama.
Tahap Peralihan (Transisi)
Proses peralihan 1. Menjelaskan kegiatan yang akan 1. Siswa
ditempuh pada tahap mendengarkan
berikutnya. dan
2. Selama masa transisi ini memperhatikan
kelompok bergulat dengan secara seksama.
masalah pengaruh, otoritas dan 2. Siswa mengikuti
kontrol masa transisi dan
3. Pemimpin tugasnya adalah mengikuti
bekerja meningkatkan peraturan yang
diferensiasi, divergensi dan diberikan oleh
fleksibilitas peran diantara pemimpin
anggota kelompok.
4. Menawarkan sambil mengamati 3. Anggota
apakah para anggota sudah siap kelompok
menjalani kegiatan pada tahap bekerja
selanjutnya. meningkatkan
5. Pemimpin kelompok diferensiasi,
meningkatkan kesadaran dari divergensi dan
norma-norma yang beroperasi fleksibilitas peran
dalam kelompok antar anggota
6. Pemimpin kelompok 4. Siswa merespon
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 75
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
mendorong anggota untuk dan menjawab
menantang norma dan secara penawaran dari
terbuka mengungkapkan pemimpin
perbedaan dan ketidakpuasan kelompok.
dan membedakan peran dari 5. Anggota
anggota kelompok lain. kelompok
memperoleh
kesadaran dan
norma-norma
yang ada dalam
kelompok.
6. Anggota
kelompok dapat
mengemukakan
pendapat yang
berbeda dan
ketidakpuasan
dan
membedakan
peran dari
anggota lain.
Tahap Kegiatan 1. Konselor mengembangkan 1. Siswa merespon
Langkah-langkah pertemuan konseling, agar dan
Kegiatan
tercapai situasi yang mendengarkan
memungkinkan perubahan- secara seksama.
perubahan yang diharapkan
pada klien. Pada tahap ini tema
sangat bergantung pada
pelaksanaan layanan
2. Konselor berusaha meyakinkan 2. Siswa mulai
dan mengkondisikan klien membahas
untuk mengikuti prosedur yang mendiskusikan
telah ditetapkan sesuai dengan topik Jangan
kondisi klien. Ada dua hal yang Tarik Saya
dilakukan konselor yaitu, Kedalam
membangkitkan motivasi klien Penyalahgunaan
dan membangkitkan otonomi Narkoba secara
klien (menekankan bahwa klien seksama.
boleh menolak saran-saran
konselor asal dapat
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 76
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
mengemukakan alasan-
alasannya secara bertanggung
jawab).
3. Dalam teknik ini konselor
meminta klien untuk membuat
suatu pernyataan dan kemudian
klien menambahkan dalam
pernyataan itu dengan kalimat : 3. Siswa
“…dan saya bertanggung jawab mendengarkan
atas hal itu”. Misalnya : “Saya dan merespon
merasa jenuh, dan saya secara seksama
bertanggung jawab atas
kejenuhan itu”
“Saya tidak tahu apa yang harus
saya katakan sekarang, dan saya
bertanggung jawab
ketidaktahuan itu”. “Saya malas,
dan saya bertanggung jawab 4. Siswa
atas kemalasan itu”. klien mendiskusikan
4. Konselor mendorong dan saling
untuk mengatakan perasaan- bertukar
perasaannya pada saat ini. Klien informasi
diberi kesempatan untuk mengenai topik
mengalami kembali segala Jangan Tarik
perasaan dan perbuatan pada Saya Kedalam
masa lalu, dalam situasi disini Penyalahgunaan
dan saat ini. Klien Narkoba
diperbolehkan memproyeksikan 5. Klien
dirinya kepada konselor.
5. Setelah klien memperoleh memperoleh
pemahaman dan
pemahaman dan penyegaran
penyegaran
tentang pikiran, perasaan, dan
tentang pikiran,
tingkah lakunya, konselor
perasaan, dan
mengantarkan klien memasuki
tingkah lakunya.
fase akhir konseling. Pada fase
ini klein menunjukkan gejala-
gejala yang mengindikasikan
integritas kepribadiannya
sebagai individu yang unik dan
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 77
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
manusiawi.
Penyimpulan hasil kegiatan
Proses penyimpulan 1. Di akhir proses pelayanan 1. Siswa mengisi
kegiatan lembar evaluasi
pemimpin kelompok meminta terkait dengan
pelaksanaan
anggota mengungkapkan apa layanan
Bimbingan
yang diperoleh dengan mengisi kelompok.
lembar evaluasi (Lampiran 1.2). 2. Siswa secara
bersama-sama
2. Pemimpin Kelompok meminta membahas isi
evaluasi.
anggota membahas isian
3. Siswa mengisi
evaluasi. lembar indikator
keberhasilan.
3. Pemimpin kelompok meminta
1. Siswa
anggota kelompok untuk mendengarkan
secara seksama.
mengisi lembar indikator
2. Siswa (anggota
keberhasil (Lampiran 1.3) kelompok)
mengemukakan
Tahap Pengakhiran kesan dan hasil-
hasil kegiatan.
Langkah-langkah 1. Pemimpin kelompok
pengakhiran mengemukakan bahwa 3. Siswa mengisi
bimbingan kegiatan akan segera diakhiri. lembar refleksi.
kelompok
2. Pemimpin kelompok meminta 4. Siswa
mendengarkan
anggota kelompok secara seksama
dan menyetujui
mengemukakan kesan dan rencana kegiatan
lanjutan.
hasil-hasil kegiatan.
5. Siswa
3. Pemimpin kelompok mendengarkan
dengan seksama
melakukan refleksi dengan dan merespon
secara positif.
membagikan lembar refleksi
6. Siswa menjawab
kepada anggota kelompok
(Lampiran 1.4).
4. Membahas kegiatan lanjutan.
5. Mengemukakan pesan dan
harapan.
6. Pemimpin kelompok
mengakhiri kegiatan dengan
mengucapkan terimakasih dan
salam.
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 78
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
Mengetahui salam.
Koordinator BK, …………………………..…
Guru BK/Konselor
……………………………
NIP. …………………………
NIP.
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 79
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
Materi
4
Jangan Tarik Saya Kedalam Penyalahgunaan
Narkoba
A. Pengertian Pergaulan
Pergaulan merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh
individu dengan individu, dapat juga oleh individu dengan kelompok,
seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles bahwa manusia sebagai
makhluk sosial (zoon-politicon), yang
artinya manusia sebagai makhluk sosial
yang tak lepas dari kebersamaan dengan
manusia lain. Pergaulan mempunyai
Gambar 14. www.satuharapan.com pengaruh yang besar dalam pembentukan
kepribadian seorang individu. Menurut Kahar Masyhur dalam
bukunya yang berjudul Membina Moral dan Akhlak mengartikan
bergaul ialah hidup bersama-sama.
Pergaulan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berasal
dari kata dasar gaul yang artinya hidup berteman atau bersahabat
(Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1996: 296) Pergaulan
merupakan salah satu cara seseorang untuk berinteraksi dengan
lingkungannya. Manusia adalah makhluk sosial memiliki
kecenderungan hidup bersama satu sama lain. Mereka tidak bisa
hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Menurut Abdulah Idi (2011:
83) pergaulan adalah kontak langsung antara individu yang satu
dengan individu yang lainnya. Pergaulan seharihari yang dilakukan
individu satu dengan yang lainnya adakalanya setingkat usianya,
pengetahuannya, pengalamannya, dan jika dilakukan dalam jangka
waktu tertentu akan membentuk jalinan persahabatan atau
pertemanan.Dari pergaulan yang dilakukan oleh siswa, maka siswa
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 80
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
www.bola.com mulai mengenal berbagai pihak yang terdapat dalam lingkungan
pergaulan tersebut.
B. Macam-macam pergaulan.
Macam-macam pergaulan menurut Kahar Masyur dalam buku yang
berjudul Membina Moral dan Akhlak membagi menjadi dua yaitu:
1. Bergaul dengan manusia ramai.
2. Bergaul dengan karib, tetangga, teman-teman, pemimpin, dan
penolong.
C. Pergaulan Yang Sehat
1. Pergaulan Sehat Pada Remaja
Pergaulan sehat dapat juga
diartikan sebagai proses interaksi
yang dilakukan oleh individu dengan
individu, atau individu dengan
kelompoknya dengan normal, baik
tubuh, jiwa maupun kehidupan
sosialnya. Yang dimaksud normal adalah para remaja menyadari
bahwa pergaulan sesama teman dan kelompoknya adalah suatu
keharusan untuk menjalankan fungsi sosialnya agar setiap anak
memperoleh keuntungan pribadi dalam hal perkembangan
kepribadiannya.
2. Beberapa Cara Remaja Bergaul Secara Sehat
a. Adanya kesadaran beragama bagi remaja
Bagi anak remaja, sangat diperlukan adanya pemahaman,
pendalaman, serta ketaatan terhadap ajaran agama.
Kenyataan sehari-hari menunjukkan bahwa remaja yang
melakukan pergaulan tidak sehat sebagian besar kurang
memahami norma agama. Oleh karena itu, kita harus
memiliki kesadaran beragama agar tidak terjerumus dalam
pergaulan yang tidak sehat.
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 81
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
b. Memiliki rasa setia kawan
Rasa setia kawan dibutuhkan agar dapat terjalin hubungan
sosial remaja yang baik, rasa setia kawan dalam hal-hal yang
positif dan bukan sebaliknya
c. Memilih teman
Maksud dari memilih teman adalah untuk mengantisipasi
agar kita tidak terpengaruh dengan sifat yang tidak
baik/sehat. Walaupun begitu, teman yang pegaulannya buruk
tidak harus kita asingkan, melainkan kita tetap berteman
dengannya tapi harus menjaga jarak. Jangan terlalu
dekat/akrab dengan orang yang memiliki sifat yang tidak
baik/sehat.
d. Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif
Manfaatkan waktu luang dengan hal yang positif. misalnya
diarahkan untuk mengembangkan keterampilan atau
penyaluran bakat olahraga, memperdalam kajian agama,
menulis cerpen, menggambar, atau lainnya.
e. Laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu
Remaja harus menjaga jarak dengan lawan jenisnya sesuai
dengan norma agama dan norma sosial di Indonesia. Misalnya
menyapa teman lawan jenis dengan sapaan yang baik,
bersahabat dan berteman dengan lawan jenis dengan saling
menghormati dan menghargai, memakai pakaian yang sesuai
dengan situasi dan kondisi serta tidak mempertontonkan
aurat dan sebagainya.
f. Menstabilkan emosi
Kita harus mampu mengendalikan emosi diri kita, jangan
sampai emosi yang menguasai diri kita. Sabar adalah salah
satu kunci penguasaan emosi. Cobalah melatih diri dalam
menyelesaikan masalah dengan komunikasi,bukan dengan
amarah atau emosi.
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 82
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
D. Manfaat Pergaulan Yang Sehat
Menurut Windarto (2020:10), pengaruh positif dalam pergaulan sehat
adalah:
1. Lebih mengenal nilai nilai dan norma social yang berlaku
sehingga mampu membedakan mana yang pantas dan mana yang
tidak dalam melakukan sesuatu.
2. Lebih mengenal kepribadian masing-masing orang sekaligus
menyadari bahwa manusia memiliki keunikan yang perlu
dihargai.
3. Mampu menyesuaikan diri dalam berinteraksi dengan banyak
orang sehingga mampu meningkatkan rasa percaya diri.
4. Mampu membentuk kepribadian yang baik sehingga bisa diterima
diberbagai lapisan masyarakat.
E. Memanfaatkan Media Sosial Dalam Mencegah Penyalahgunaan
Narkoba
Pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika dan
peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika sangat
diperlukan sehingga dalam Undang-Undang No. 35 Tahun 2009
perlu dibentuk Badan Narkotika Nasional yang selanjutnya disebut
dengan BNN. BNN merupakan lembaga pemerintah nonkementerian
yang berkedudukan di bawah Presiden dan bertanggung jawab
kepada Presiden. BNN berkedudukan di ibukota negara dengan
wilayah kerja meliputi seluruh wilayah Negara Republik Indonesia
dan mempunyai perwakilan di daerah provinsi dan kabupaten/kota.
BNN Provinsi berkedudukan di ibukota
provinsi dan BNN kabupaten/kota berkedudukan di ibukota
kabupaten/kota, dan BNN kabupaten/kota merupakan instansi
vertical. Selain itu pencegahan narkoba dapat dilakukan melalui
media sosial.
Media sosial adalah sebuah media yang memungkinkan
penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi dan salingberbagi.
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 83
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
Kehadiran media sosial dianggap sebagai wujud dari perkembangan
teknologi berbasis internet yang memungkinkan pengguna untuk
saling berinteraksi secara langsung dalam berbagai bentuk. Media
sosial adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan
dilakukan secara onlineyang memungkinkan manusia untuk
saling berinteraksi tanpa ada batasan ruang dan waktu. Media
sosial juga digunakan untuk mendokumentasikan aktivitas sehari-
hari yang dilakukan oleh manusia(Nuramila, 2020). Media sosial
membawa perubahan besar pada masyarakat. Media sosial yang
ideal bagi masyarakat saat ini adalah media sosial Instagram,
YouTube, Line, WhatsApp, Twitter dan Blog. Hal ini dikarenakan
media sosial dapat memberikan informasi atau berita dengan sangat
cepat namun kebenarannya juga perlu ditelaah lebih lanjut. Media-
media tersebut sangat memudahkan pengguna dari segi
apapun(Nabila, et al.,2020).
Hasil wawancara dalam penelitian Indah Soetantri, 2020.
Mengemukakan bahwa Humas BNN memiliki beberapa media
sosial yang digunakan untuk melakukan interaksi dan berbagi
informasi dengan publik.“...Kitapunya beberapa media sosial
diantaranya: facebook, twitter, instagramdan youtube...” (Wawancara
dengan Bapak Jeffry, Kasubbag Humas BNN).
Konten-konten yang ditunjukkan di media sosial Humas BNN
adalah lebih banyak pada kegiatan yang dilakukan oleh Kepala
BNN. Hal ini dilakukan agar masyarakat luas mengetahui
tentang kinerja dan akuntabilitas Kepala BNN dan kegiatan yang
dilakukan oleh BNN. Media sosial yang dimiliki oleh Humas
BNN juga dimanfaatkan untuk melakukan upaya pencegahan
penyalahgunaan narkoba. Hasil wawancara menunjukkan bahwa
pihak Humas BNN membagikan informasi terkait dengan jenis-jenis
narkoba, dampak, cara pencegahan, pemulihan atau rehabilitasi bagi
pecandu narkoba dan segala hal yang dapat meningkatkan
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 84
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
pengetahuan masyarakat luas terkait dengan narkoba. Terkait
dengan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, pihak
Humas BNN melalui media sosial yang dimiliki membagikan
informasi terkait dengan upaya pencegahan, pemberdayaan
masyarakat rehabilitasi, pemberantasan hukum dan kerjasama
pihak BNN. Pihak Humas BNN membagikan informasi dalam
bentuk foto atau gambar dan tulisanterkait dengan informasi
tentang upaya pencegahan, pemberdayaan masyarakat rehabilitasi,
pemberantasan hukum dan kerjasama pihak BNN. Pihak Humas
BNN mengedukasikan secara massif melalui konten-konten media
sosial yang dimiliki agar informasi yang disampaikan dapat
diterima oleh selurub lapisan masyarakat baik di kota maupun desa
selain itu pihak Humas BNN menyampaikan informasi terkait
dengan kegiatan yang dilakukan untuk upaya pencegahan
penyalahgunaan narkoba dan kebijakan BNN dengan pemerintah
terkait dengan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba
melalui media sosial yang dimiliki. Hal tersebut dilakukan oleh
pihak Humas BNN untuk mempengaruhi pengguna media sosial
dan masyarakat luasagar tidak melakukan perbuatan
penyalahgunaan narkoba.
Penggunaan dan pemanfaatan media sosial merupakan
salah satu cara dalam mempromosikan serta menyebarluaskan
program dan kebijakan pemerintah serta berinteraksi dan
menyerap aspirasi masyarakat sehingga mencapai saling pengertian
untuk kepentingan bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Pengguna media sosial pada akhirnya membangun sebuah
komunitas sehingga terjalin komunikasi yang intensif. Proses
komunikasi karena ketertarikan yang sama terhadap suatu hal akan
cepat membangun opini publik yang berdampak pada citra dan
reputasi pemerintah. Oleh karena itu, pada masa sekarang danakan
datang, praktisi Humas pemerintah perlu memperhatikan peran
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 85
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
media sosial serta terlibat secara aktif di dalamnya.Secara garis
besar, BNN memiliki tugas dan kewenangan yang sangat relevan
sebagai penyidik tindak pidana kejahatan narkotika. Pada
praktiknya, BNN telah melakukan upaya dalam menanggulangi
angka penyalahguna narkoba seperti: melakukan sosialisasi,
advokasi, pembentukan kader BNN, sarana promotif melalui talk
showdan media televisi lokal serta pembentukan LSM. Selain itu,
BNN melalio HumasBNN telah memanfaatkan media sosial untuk
melakukan tindakan atau upaya penyalahgunaan narkoba.
Pemanfaatan media sosial dianggap sebagai upaya kreatif dan
persuasif yang dilakukan oleh BNN, di mana BNN merupakan
lembaga pemerintah yang memiliki programPencegahan dan
Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba
(P4GN). Media sosial dapat menjadi salah satu alternatif bagi
Humas BNN untuk upaya optimalisasi fungsi dalam
penyampaian informasi kepada masyarakat dalam lingkup yang
lebih luas.
Gustam (2015) menyebutkan bahwa peran dan fungsi dari
media sosial terdiri dari beberapa hal yaitu kesederhanaan,
membangun relasi, jangkauan global dan terukur. Keempat peran
dan fungsi media sosial tersebut juga tampak pada media sosial
yang digunakan oleh Humas BNN dalam upaya penanggulangan
penyalahgunaan narkoba, berikut penjabarannya:
1. Kesederhanaan; hal ini tampak pada media sosial Humas BNN
seperti facebook, instagram, twitterdan youtubeyang dapat
diakses dengan mudah oleh seluruh masyarakat.
2. Membangun relasi; hal ini tampak pada adanya media sosial
Humas BNN yang dapat menjadi wadah bagi masyarakat
untuk menyampaikan keluhan dan masukan terkait dengan
penyajian informasi dan kegiatan Humas BNN. Adanya
penyampaian keluhan dan masukan tersebut nantinya akan
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 86
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
direspon baik oleh pihak Humas BNN sehingga antara pihak
Humas BNN dan masyarakat terjalin relasi atau hubungan yang
saling memberikan feedback.
3. Jangkauan global; hal ini tampak dari akun media sosial
Humas BNN yang menyajikan konten sesuai dengan bidang
dari instansi atau organisasi. Akun media sosial Humas BNN
dimanfaatkan untuk melakukan upaya pencegahan
penyalahgunaan narkoba. Pihak Humas BNN membagikan
informasi terkait dengan jenis-jenis narkoba, dampak, cara
pencegahan, pemulihan atau rehabilitasi bagi pecandu narkoba
dan segala hal yang dapat meningkatkan pengetahuan
masyarakat luas terkait dengan narkoba. Terkait dengan
upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, pihak Humas BNN
melalui media sosial yang dimiliki membagikan informasi terkait
dengan upaya pencegahan, pemberdayaan masyarakat
rehabilitasi, pemberantasan hukum dan kerjasama pihak BNN.
Pihak Humas BNN membagikan informasi dalam bentuk foto
atau gambar dan tulisan terkait dengan informasi tentang
upaya pencegahan, pemberdayaan masyarakatrehabilitasi,
pemberantasan hukum dan kerjasama pihak BNN.
4. Terukur; dapat dilihat dari adanya pesan pihak Humas BNN
melalui media sosial yang dimiliki yang menunjukkan bahwa
pada dasarnya pihak Humas BNN memanfaatkan media
sosial adalah untuk mempengaruhi para pengguna media
sosial dan masyarakat luas agar tidak melakukan tindakan
atau perbuatan penyalahgunaan narkoba. Apabila para
pengguna media sosial dan masyarakat mengetahui tentang
pihak yang melakukan tindakan atau perbuatan
menyalahgunakan narkoba,diharapkan para pengguna media
sosial tersebut dapat melaporkan adanya perbuatan
penyalahgunaan narkoba.
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 87
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
Lampiran
4.1
Lembar Tugas Kelompok
Kerjakanlah tugas di bawah ini secara kelompok !
Dari topik Jangan Tarik Saya Kedalam Penyalahgunaan Narkoba yang
telah dibahas, jelaskan mengapa Ananada harus memahami Topik
tersebut?
JAWAB
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
……………………………………………………………………...
-----Selamat Bekerja----
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 88
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
Lampiran
4.2
Lembar Evaluasi
Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pemahaman Ananda !
1. Setelah mengamati kondisi penyalahgunaan narkoba yang dilakukan
remaja apa kritik dan saran yang dapat Ananda berikan kepada pihak
kepolisian, pihak sekolah dan pihak keluarga dalam mengentaskan
permasalahan ini!
……………………………………………………………………………………
………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
………………………………………………
2. Setelah mengetahui isi topik Jangan Tarik Saya Kedalam
Penyalahgunaan Narkoba, menurut Ananda bagaimana saran
Ananda sebagai generasi masa depan untuk dapat meningkatkan
kontrol diri dalam pencegahan pencegahan penyalahgunaan narkoba
disaat ini?
………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 89
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
…………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
……………
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 90
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
Lampiran
4.3
Lembar Refleksi
Pilih salah satu kolom di bawah ini dengan memberikan tanda (√)
pada salah satu emotion yang tersedia, yang mana pilihan tersebut
merupakan gambaran suasana diri Ananda setelah mengikuti layanan BK.
Berikan alasan Ananda di kolom komentar. Isilah dengan sejujurnya dan
sebaik mungkin, karena hal ini tidak akan mempengaruhi nilai Ananda.
Bahkan kerahasiaan Ananda akan terjamin. Ananda tidak perlu
menuliskan identitas Ananda. Selamat bekerja!
https://ikm.pt-medan.go.id/skh
KOMENTAR
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 91
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
PENUTUP
Demikian E-book ini disusun, semoga dapat dimanfaatkan oleh Guru
BK/Konselor untuk membantu siswa meningkatkan kontrol diri dalam
pencegahan penyalahgunaan narkoba. E-book ini membahas petunjuk
penggunaan yang perlu dipahami oleh Guru BK/Konselor agar bisa
membantu siswa meningkatkan kontrol diri dalam pencegahan
penyalahgunaan narkoba.
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 92
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
KEPUSTAKAAN
Aini, Q. (2018). Dampak sosialisasi pencegahan narkoba oleh badan narkotika
nasional (BNN) kota Mataram terhadap peningkatan kesadaran siswa
kelas XI MA Nurul Jannah NW Ampenan Tahun Pelajaran 2016/2017
(Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Mataram).
Amalianita, B., & Firman, F. (2019). The effectiveness of group guidance in
increasing the students assertiveness on prevent drug abuse. Jurnal Aplikasi
IPTEK Indonesia, 3(2), 58-65.
Burlian, Paisol. (2016). Patologi Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1996) Kamus Besar Bahasa
Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka. Edisi kedua.
Febriany, E., Andrawina, L., & Sutari, W. (2017). Perancangan Standard
Operating Procedure Penetapan Kebutuhan Dan Harapan Siswa
Terhadap Sarana Penunjang Pada Smk Telkom Bandung. eProceedings of
Engineering, 4(3).
Fidiawati, L., Firman, F., & Solfema, S. (2020). Development of Group Counseling
Guidelines for Student Self Control Improvement in Prevention of Drug
Abuse. Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia, 4(1), 24-31.
Firman, F., Karneli, Y., & Hariko, R. (2018). Improving students’ moral logical
thinking and preventing violent acts through group counseling in senior
high schools. Advanced Science Letters, 24(1), 24-26.
Ghufron & Risnawati. (2010). Teori-teori Psikologi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Heriani, I. (2014). Upaya Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Secara
Komprehensif. Al-Adl: Jurnal Hukum, 6(11).
Hermawan, A. (2013). PENYULUHAN DAN PENGENALAN BAHAYA NARKOBA
SEBAGAIBENTUK PENCEGAHAN DINI PENGGUNAAN NARKOBA PADA ANAK.
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship, 2(03), 178-182.
Indrawati, E., & Rahimi, S. (2019). Fungsi keluarga dan self control terhadap
kenakalan remaja. IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial Dan Humaniora,
3(2), 86-93.
Jakarta: Erlangga.
Kibtyah, M. (2017). Pendekatan bimbingan dan konseling bagi korban
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 93
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
pengguna narkoba. Jurnal Ilmu Dakwah, 35(1), 52-77.
Maisto, S. A., & Caddy, G. R. (1981). Self-control and addictive behavior:
Present status and prospects. International Journal of the Addictions, 16(1),
109-133.
Merz, F. (2018). United Nations Office on Drugs and Crime: World Drug Report
2017. 2017. SIRIUS-Zeitschrift für Strategische Analysen, 2(1), 85-86.
Mulyasa, E. (2004). Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik dan
Implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nabila, N., & Andriani, A. (2020). Pengaruh penyuluhan dengan media poster
terhadap peningkatan pengetahuan dan penerapan teknik pengolahan
bahan makanan pada penjamah makanan di Panti Asuhan Kota Banda
Aceh. Jurnal SAGO Gizi Dan Kesehatan, 1(2), 195-200
Ningsih, E., Firman, F., & Erlamsyah, E. (2018). Efektivitas Pendekatan Konseling
Realitas Setting Kelompok untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa tentang
Dampak Bahaya Narkoba. Jurnal Neo Konseling, 1, 1-8.
Novitasari, D. (2017). Rehabilitasi Terhadap Terhadap Anak Korban
Penyalahgunaan Narkoba. Jurnal Hukum Khaira Ummah, 12(4), 917-926.
Nuramila, 2020. Kajian Pragmatik Tindak Tutur dalam Media Sosial. Banten:
Yayasan Pendidikan dan Sosial Indonesia Maju (YPSIM).
Oktaviani, A., & Jannah, S. R. (2019). Dukungan Keluarga Dengan Motivasi
Untuk Sembuh Pada Residen Di Instalasi Rehabilitasi Napza. Jurnal Ilmiah
Mahasiswa Fakultas Keperawatan, 4(2).
RACHMAWATI, N. (2020). PEMANFAATAN VIDEO TRACKER DALAM
PENGEMBANGAN EMODUL BERBASIS POE (PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN)
PADA MATERI GERAK PARABOLA KELAS X SMA/MA.
Rini Risnawati, S., & Ghufron, M. N. (2012). Teori-Teori Psikologi. Diedit oleh Rose
Kusumaningratri, 167-175.
Salmi, S., Hariko, R., & Afdal, A. (2019). Hubungan kontrol diri dengan perilaku
bullying siswa. Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(2), 88-99.
Santrock, J,W. 2003. Adolescene: Perkembangan Remaja (6rd ed)
Setyowati, A. (2010). Hubungan antara kecerdasan emosional dengan resiliensi
pada siswa penghuni rumah damai (Doctoral dissertation, UNDIP).
Sholihah, Q. (2015). Efektivitas program p4gn terhadap pencegahan
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 94
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat
penyalahgunaan NAPZA. KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 153-
159.
Sulaiman, A. I., Noegroho, A., Suryanto, S., & Weningsih, S. (2019). The Holistic
Rehabilitation Model for Drug Addicts, Phubbing and Conduct Disorder in
Boarding Schools. Humanities and Social Science Research, 2(4), p34-p34.
Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009
Undang-Undang Republik Indonesia nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika
E-Book Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Bimbingan Kelompok Menggunakan 95
Pendekatan Gestalt Dalam Peningkatan Kontrol Diri Remaja Siswa Smk Provinsi Sumatera
Barat