The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Gejala Sosial dalam Masyarakat Multikultural

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by arindinirizkia97, 2023-06-04 14:13:25

Chapter 5

Gejala Sosial dalam Masyarakat Multikultural

CHAPTER 5 dalam Masyarakat Multikultural GEJALA SOSIAL - U ni t y in D i v ersi t y - PROFIL PELAJAR PANCASILA: BERKEBINEKAAN GLOBA; BERGOTONG ROYONG BERNALAR KRITIS Arindini Ayu Kisvi R, S.Pd SMA P A SUND AN B ANJ A R AN


gejala sosial merupakan peristiwa-peristiwa yang terjadi di antara dan oleh manusia, baik secara individu maupun kelompok masyarakat. Gejala sosial muncul akibat hubungan sosial antarmanusia. Gejala sosial antara lain mencakup gejala ekonomi, politik, budaya, dan moral. Contoh gejala sosial antara lain kemiskinan, kejahatan, perang, kewirausahaan dan kesetaraan gender.


Masyarakat Multikultural Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang mampu hidup bersama dengan keberagaman yang terdapat di dalamnya. Paham yang mengakui adanya perbedaan dalam kederajatan individu maupun kelompok dalam suatu kebudayaan disebut multikulturalisme. Multiikulturalisme tidak hanya bermakan keenekaragaman (kemajemukan), tetapi juga kesederajatan antarperbedaan. Maksudnya dalam multikulturalisme terkandung pengertian bahwa tidak ada sistem norma dan budaya yang lebih tinggi daripada budaya lain, atau tidak ada sesuatu yang lebih agung dan luhur daripada yang lain. Semua perbedaan adalah sederajat. TOLERANSI! Pada masyarakat multikultural yang ditumbuhkan adalah


Karakteristik dan Ciri-ciri Masyarakat Multikultural Memiliki Nilai & Norma yang disepakati bersama & Norma yang disepakati bersama Adanya dominasi kelompok


DIFERENSIASI RAS DIFERENSIASI SUKU BANGSA DIFERENSIASI KLAN DIFERENSIASI AGAMA STRATIFIKASI TERTUTUP STRATIFIKASI TERBUKA STRATIFIKASI CAMPURAN Perbedaan Sosial dalamMasyarakat Gejala sosial dalam masyarakat dapat terjadi karena adanya heterogenitas sosial atau perbedaaan sosial yang membentuk struktur sosial (tatanan dalam masyarakat).Perbedaan sosial dapat dikategorikan ke dalam perbedaan sosial horizontal (diferensiasi sosial) dan vertikal (stratifikasi sosial) DIFERENSIASI SOSIAL Secara sosiologis menunjuk pada klasifikasi atau penggolongan terhadap perbedaan-perbedaan tertentu yang biasanya sama atau sejenis tanpa ada perbedaan tingkatan diantaranya (setara). STRATIFIKASI SOSIAL Pengelompokan masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial secara bertingkat. Perwujudannya di dalam masyarakat dikenal sebagai kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah. SIFAT STRATIFIKASI SOSIAL


Kalau kalian masih ingat dengan konsep masyarakat yang pernah diutarakan Karl Marx pada pembahasan di semester 1, Marx melihat ada kelas sosial yang terbentuk di masyarakat Eropa pada zamannya, yaitu munculnya kelas sosial borjuis (pemilik modal/kelasatas) dan kelas sosial proletar(pekerja/kelasrendah). Ia mengamati fenomena tersebut dalam bidang ekonomi yang pada akhirnya kelas-kelas sosial tersebut berpengaruh terhadap bidang kehidupan masyarakat yang lain kala itu. Termasuk munculnya kesenjangansosialantar kelas sosial yang ada. Ilmu Pengetahuan Biasanya masyarakat menilai seseorang yang memiliki gelar akan berada pada lapisan atas. Namun, persepsi ini sebenarnya kurang tepat, karana dasar ilmu pengetahuan dilakukan untuk menghargai ilmu itu sendiri. Kehormatan Seseorang yang dihormati dan disegani oleh masyarakat akan masuk dalam lapisan atas, begitu sebaliknya. Hal ini dapat dijumpai dalam masyarakat tradisional. Stratifikasi Sosial Di lingkungan masyarakat, kita akan menjumpai adanya kelas sosial. Kelas sosial merupakan pembagian kelas dalam masyarakat berdasarkan kriteria tertentu, seperti status ekonomi, keturunan, pendidikan, maupun lainnya. Nah guys, kelas sosial secara bertingkat inilah yang membentuk lapisan sosial.


Kekuasaan Di dalam masyarakat, biasanya seseorang yang memiliki kekuasaan (social power) yang besar akan masuk ke dalam lapisan sosial atas. Sedangkan, seseorang yang tidak memiliki kekuasaan akan masuk dalam lapisan bawah. Kekayaan Kekayaan sering digunakan dalam pelapisan sosial. Seseorang yang memiliki kekayaan yang banyak akan masuk ke dalam lapisan atas, sedangkan seseorang yang memiliki kekayaan sedikit akan masuk ke lapisan bawah. sifat stratifikasi sosial STRATIFIKASI TERTUTUP STRATIFIKASI TERBUKA STRATIFIKASI CAMPURAN Stratifikasi sosial tertutup ditandai dengan seseorang yang tidak dapat berpindah dari satu lapisan ke lapisan lainnya. Contohnya, sistem kasta yang ada di India. Dimana seseorang yang berada di kasta bawah tidak dapat berpindah ke kasta atas. Stratifikasi sosial terbuka terjadi pada seseorang yang memiliki kesempatan untuk berpindah ke lapisan lain. Biasanya perubahan ini dilakukan dengan mengembangkan kemampuan atau kecakapan yang dimiliki agar dapat berpindah ke lapisan atas. Namun, tidak menutup kemungkinan jika seseorang juga mengalami penurunan ke lapisan bawah. Stratifikasi sosial campuran ini memadukan antara stratifikasi tertutup dan terbuka. Misalnya seseorang yang berada di lingkungan dengan sistem kasta, apabila ingin berpindah lapisan maka harus pindah ke daerah lain yang tidak mengenal sistem kasta. Dengan demikian, ia akan mendapatkan kedudukan di tempat baru.


STATUS SOSIAL kedudukan di masyarakat PERAN (ROLE) Peranan: Aspek dinamis dari status Kedudukan atau status merupakan tempat seseorang dalam suatu kelompok sosial. Dalam kehidupan masyarakat, seseorang bisa saja memiliki beberapa kedudukan atau status. Hal ini sudah pernah kita bahas di bab 3 ya guys! Ascribed status: Kedudukan yang diperoleh atas dasar turunan dari orang tua. Jadi, sejak lahir sudah memiliki kedudukan dalam masyarakat. Achieved status: Kedudukan yang diperoleh seseorang melalui usaha yang dilakukan secara sengaja. Assigned status: Status yang diperoleh seseorang atu sekelompok orang karena pemberian. Pemberian tersebut diperoleh karena usaha hingga memperoleh sebuah penghargaan. Apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajiban seseuai dengan kedudukannya, maka ia telah menjalankan peranan. Hal ini sudah kita bahas juga di bab 3 yaa. Bahwa status itu terikan dengan peran. Atau bisa dikatakan peran merupakan tanggung jawab dari status yang dimiliki. Peranan yang diharapkan (Expected Roles) Dalam melakukan peranannya, cara ini dianggap ideal oleh masyarakat. Hal ini dilatarbelakangi oleh keinginan masyarakat yang menghendaki adanya eranan yang dilakukan secara cermat, tidak dapat ditawar, dan harus dilakukan. Contohnya, peran hakin, diplomat, dan sebagainya. Peranan yang disesuaikan (Actual Roles) Dalam pelaksanaannya peranan ini lebih luwes dan dapat disesuaikan dengan kondisi tertentu. Peranan yang disesuaikan mungkin tidak cocok dengan lingkungan sekitar, namun kekurangannya masih dapat dianggap wajar oleh masyarakat.


diferensiasi sosial Keberagaman di masyarakat terjadi karena adanya proses interaksi sosial. Interkasi tersebut dilakukan oleh individu dengan latar belakang yang berbeda. Adanya keberagaman ini dapat mengarah pada diferensiasi sosial. Diferensiasi yang ada di masyarakat dapat menimbulkan adanya perasaan in group dan out group atas dasar keberagaman yang sifatnya horizontal. Menurut George Ritzer, diferensiasi sosial adalah suatu proses yang menempatkan orang-orang dalam berbagi kategori sosial yang berbeda dengan mengacu pada perbedaanaperbedaan yang diciptakan secara sosial di masyarakat.


Bentuk Diferensiasi Sosial Ras Penggolongan manusia berdasarkan ciri-ciri fisiknya. Ciri fisik yang dimaksud bukan hanya warna kulit saja, tetapi bentuk dan warna rambut, warna mata, bentuk wajah, tinggi badan, dan sebagainya. Adanya perbedaaan ciri fisik tidak membedakan antara hak dan kewajiban. Karena, semua ras itu setara atau memiliki kedudukan yang sama. Tidak ada ras yang lebh rendah atau lebih tinggi dibandingkan ras lainnya. Suku Bangsa Penggolongan manusia yang mengidentifikasi dirinya berdasarkan garis keturunan dan wilayah. Setiap suku bangsa biasnaya memiliki keunikan dan kebudayaan masing-masing. Pada tahun 2010, suku bangsa di Indonesia mencapai 1.340 suku yang tersebar dari sabang sampai merauke dengan keunikannya masing-masing.


Klan Agama Klan dalam diferensiasi sosial merupakan satuan sosial dengan anggota yang memiliki hubungan kekerabatan. Anggota klan terhubung karena ada hubungan darah atau garis keturunan. Kelompok kekerabatan berdasarkan garis keturunan ibu disebut matrilineal. Sedangkan, kelompok kekerabatan berdasarkan garis keturunan bapak disebut patrilineal. Di Indonesia ada berbagai agama yang dianut, seperti Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghuchu. Berbagai macam agam tersebut berkembang dan saling mrnghormati antara satu dengan lainnya. Hal ini membuktikan diferensiasi dalam agama. Pekerjaan Setiap orang memiliki pekerjaan yang berbeda-beda untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini sesuai kemampuan dan kemauannya. Adanya perbedaan dalam pekerjaan di masyarakat merupakan hal yang wajar. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan.


Konsep dasar sosiologi meliputi nilai dan norma sosial, interaksi sosial atau proses sosial, lembaga sosial, kelompok sosial, perubahan sosial budaya, serta pelapisan sosial. Gejala-gejala tersebut dapat dijumpai dalam kehidupan masyarakat. Dalam kehidupan seharihari kita sering melakukan interaksi dengan orang lain. Interaksi sosial tersebut merupakan sebuah gejala sosial yang sering terjadi. Selain interaksi sosial, nilai dan norma sosial, perubahan sosial, dan kelompok sosial juga termasuk. Konsep-konsep dasar sosiologi dapat membantu kita untuk mengenali dan mengidentifikasi berbagai gejala sosial di masyarakat. Dalam kegiatan penelitian, sosiologi dapat berperan dan membantu peneliti untuk menganalisis berbagai gejala sosial dalam kehidupan masyarakat. KONSEP DASAR SOSIOLOGI UNTUK MENGANALISIS RAGAM GEJALA SOSIAL PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL MAsih ingatkah kamu dengan konsep dasar sosiologi?


Misalnya, menganalisis gejala sosial mengenai kesenjangan sosial dalam masyarakat. Konsep dasar yang digunakan untuk menelaah masalah tersebut adalah kelompok sosial yang berada di lapisan atas, menengah, maupun lapisan bawah. Selain itu, interaksi sosial dikalangan masyarakat hingga perubahan sosial yang memengaruhi kehidupan masyarakat kelas atas dan kelas bawah juga dapat digunakan dalam menelaah maslah tersebut. Hal di atas memengaruhi terjadinya kesenjangan sosial di masyarakat. Terutama adanya pelapisan sosial pada masyarakat multikultural yang seolaholah memberikan batasan antara lapisan kelas atas dan bawah. Jadi, kita dapat melihat adanya perbedaan kehidupan yang mencolok meskipun berada dalam satu kawasan. Melalui analisis berbagai gejala sosial, kita juga dapat memahami hubingan sosial yang terjalin antara masyarakat tersebut.


Etnosentrisme: sikap suatu kelompok yang merasa dirinya paling baik, paling benar, dan paling hebat dibandingkan kelompok masyarakat lain. Dengan begitu, mereka menjadikan nilai dan norma yang dimiliki sebagai dasar untuk menilai kelompok masyarakat lain. Primordialisme: sikap seseorang yang masih memegang teguh ikatan- ikatan yang dibawanya sejak lahir yang dapat berupa ikatan dari suku bangsa, agama, budaya, adat-istidat, dan lain sebagainya terhadap pola kehidupan masyarakat yang beragam. Rasisme: Prasangka berdasarkan keturunan bangsa; perlakuan yang berat sebelah terhadap (suku) bangsa yang berbeda-beda. Diskriminasi: Sikap membedakan secara sengaja terhadap golongan-golongan yang berhubungan dengan kepentingan tertentu. Stereotipe: Pandangan atau penilaian terhadap suatu kelompok yang membawa harapan pada seperti apa individu di dalam kelompok tersebut dan bagaimana perilakunya.


THANK YOU Akhirnya kita sampai di bab terakhir mata pelajaran Sosiologi di kelas 10. Yeaay ! Allhamdulilah! Terima kasih ya semuanya, kalian sudah berproses untuk terus belajar di mapel ini. Semoga catatan-catatan di buku digital ini dapat membantu kalian untuk lebih memhami materi. Tetap semangat belajar Sosiologi di jenjang selanjutnya yaa :) Sukses selaluuuu~ With Love, Dear sholeh sholeha, Arindini Kis


Click to View FlipBook Version