The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by arindinirizkia97, 2023-02-28 12:36:13

Bab 4 Lembaga Sosial

Chapter 4

Lembaga Chapter 4 SMA PASUNDAN BANJARAN Sosial NILAI DAN NORMA SOSIAL JENIS DAN PERAN LEMBAGA SOSIAL PENYIMPANGAN SOSIAL PENGENDALIAN SOSIAL Guidebook Sosiologi X Arindini Ayu Kisvi Rizkia,S.Pd Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang M M a a n h d a ir E i sa, dan berakhlak mulia Bergotong royong Profil Pelajar Pancasila:


Hai, pertama coba perhatikan diri kalian. Kalian sedang berada di sekolah. Sekolah merupakan salah satu lembaga sosial lho! Di sekolah kalian harus mengikuti aturan-aturan yang sudah lama disepakati oleh warga sekolah. Hal tersebut untuk mengatur warga sekolah agar sistem sekolah dapat berjalan tertib dan teratur. Aturan di sekolah ada untuk mencapai tujuan sekolah menghasilkan siswa-siswa yang baik, berprestasi, dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan ketika sudah lulus kelak. assalamualaiikum ! W I L U J E U N G S U M P I N G D I B A B B A R U , S E M A N G A T Y A ! Lembaga sosial merupakan sistem nilai dan norma yang telah melembaga dan diserap dalam kebiasaan hidup masyarakat. Sistem norma ini ditujukan untuk mengatur hubungan antarwarga masyarakat agar dapat berjalan tertib dan teratur. Apa itu lembaga sosial ?


Nilai memiliki pengertian yang luas. Jadi, yuk kita buka pikiran kita mengenai "nilai" secara lebih sederhana. Mari mulai dengan pertanyaan, mengapa nilai 90 dianggap lebih baik daripada 70? Coba perhatikan gambar ini: Di sekolah kita semua di ajarkan mengenai hal-hal baik berupa ilmu pengetahuan, perilaku, dan cara berinteraksi sehari-hari, serta kita harus mengikuti aturan yang ada di sekolah. Secara tidak langsung sekolah juga telah menanamkan nilai dan norma kepada kita. Lalu apa itu Nilai dan Norma ? Nilai (Value) Kalau di suruh memilih mengambil selembar uang, mana yang akan kamu ambil? Kamu pasti ambil yang warna merah kan? Mengapa ada siswa yang rela berjalan jauh dari rumah untuk pergi ke sekolah? Mengapa kamu lebih memilih berbuat baik kepada teman padahal kamu bisa saja menjadi egois untuk kepentinganmu sendiri? Itu lah gambaran kamu memiliki dan menjalankan apa yang disebut dengan nilai, sesuatu yang dianggap berharga, penting, atau baik. Norma Ada kaitan yang erat antara nilai dan norma. Agar kita tahu dan mau melakukan hal yang dianggap berharga, penting, dan baik, maka harus ada aturan. Aturan yang mengatur dan mengawasi kita untuk mencapai nilai-nilai tersebut, itulah norma. Misalnya, kamu sebagai siswa diharapkan dapat menjadi anak yang baik dan terdidik. Oleh karena itu kamu di sekolah dididik dengan beragam aturan agar kamu sesuai dengan "nilai atau value" kamu sebagai seorang siswa.


Nilai Sosial Dengerin apa kata Sosiolog yuk guys! Nilai adalah konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan buruk. Dengan demikian nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu kelompok masyarakat. Prof. Dr. Soerjono Soekanto, S.H.,M.A Sosiolog dan Guru Besar Sosiologi & Hukum Adat di Universitas Indonesia Nilai sosial adalah unsur-unsur abstrak dan sering tidak disadari mengenai apa yang benar dan penting dalam masyarakat. Kimball Young President of the American Sociological Association in 1945 Nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, pantas, berharga, dan memengaruhi perilaku sosial orang-orang yang memiliki nilai tersebut. Prof. Dr. Robert M.Z. Lawang Sosiolog dan Guru Besar Sosiologi Modern Universitas Indonesia


CIRI-CIRI NILAI SOSIAL -Seperti apa itu nilai sosial dan mengapa bisa muncul yaa?- 1. Konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antarwarga masyarakat. Konstruksi = "pemahaman yang dibangun" Jadi guys, ketika warga masyarakat hidup bersama dan berinteraksi, maka akan ada hal-hal yang dipahami bersama sebagai sesuatu yang mereka anggap "baik dan buruk" , "penting dan tidak penting" , "berharga dan tidak berharga". Itulah nilai sosial 2. Disebarkan antar sesama warga masyarakat (bukan bawaan individu sejak lahir) Nilai sosial tidak kita pahami langsung ketika kita lahir ke dunia. Tetapi apa yang dianggap "baik dan buruk" kita pahami dari masyarakat tempat kita tinggal. 3. Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar) Karena nilai sosial disebarkan antarwarga masyarakat, maka kita mempelajari nilai sosial tersebut melalui sosialisasi. Darimana kamu tahu bahwa kita harus sopan kepada orang yang lebih tua dan hal tersebut merupakan hal yang baik dilakukan? Ya, kamu mengetahuinya melalui sosialisasi yang dilakukan oleh orang tuamu di rumah, guru-guru di sekolah, dan prinsip hidup masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai kesopanan.


4. Bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia Nilai sosial juga merupakan patokan kita mengenai hal yang baik dilakukan dan tidak baik dilakukan, hal tersebut merupakan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial untuk menjalani kehidupannya di masyarakat guys. Nilai-nilai sosial yang disebarkan oleh masyarakat dan dihasilkan dari proses sosialisasi baik di keluarga, sekolah, maupun lingkungan, tentu akan memengaruhi perkembangan diri kita sebagai anggota masyarakat. Coba lihat diri kamu sekarang, banyak yang kamu anut tentang baik dan buruk suatu hal, semua itu kamu dapatkan dari proses sosialisasi yang akhirnya memengaruhi kepribadianmu saat ini. 6 . M e m i l i k i p e n g a r u h y a n g b e r b e d a a n t a r w a r g a m a s y a r a k a t Nilai-nilai yang kita anut tentu akan berbeda dengan nilai yang dianut kelompok masyarakat lain. Contohnya, prinsip hidup tentang baik atau buruknya suatu hal di keluargamu tentu akan berbeda dengan di keluarga yang lain. Sehingga nilai sosial memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat. Hal tersebut akan sesuai dengan proses sosialisasi yang dialami oleh setiap warga masyarakat.


Nilai Dominan Yaitu nilai yang dianggap lebih penting dibandingkan nilai lainnya. Hal ini berdasarkan banyaknya penganut nilai tersebut, lamanya nilai tersebut digunakan, tinggi rendahnya usaha pemberlakuan nilai tersebut, dan prestise atau kebanggan penganut nilai tersebut di masyarakat. 7 . C e n d e r u n g b e r k a i t a n s a t u s a m a l a i n d a n m e m b e n t u k s i s t e m n i l a i Masyarakat yang menganut nilai-nilai tertentu akan memiliki sistem nilai yang tidak akan bertabrakan satu sama lain. Contohnya gini guys, di masyarakat Sunda sangat menjunjung tinggi kesopanan sebagai nilai yang dianut masyarakatnya. Oleh karena itu, hal ini berkaitan dengan "undak usuk basa" alias cara bicara yang berbeda antara ke yang lebih muda, ke sesama usia, dan ke orang yang lebih tua. Bukan hanya pada cara bicara, tetapi juga pada sikap, misalnya dengan membungkuk atau "lentong" dan mengucapkan "punten" ketika melewati orang lain, serta mencium tangan orang yang lebih tua. Itulah contoh sistem nilai di masyarakat Sunda. Nah guys, sekarang udah lebih kenal kan sama apa itu nilai sosial? Supaya lebih dalam lagi, nilai sosial ada macam-macamnya lho. Yuk, lanjut kenalan kuy gas ngeeng.... Berdasarkan cirinya Nilai yang Mendarah Daging Yaitu nilai yang telah menjadi kepribadian atau kebiasaan sehingga seseorang menjalankannya tanpa melalui proses berpikir atau pertimbangan lagi, melainkan secara tidak sadar. Nah, nilai ini biasanya telah tersosialisasi pada diri seseorang sejak kecil, sehingga ketika tidak melakukannya akan merasa bersalah.


N I L A I MA T E R I E L SEGALA SESUATU YANG DIANGGAP BERGUNA BAGI UNSUR FISIK MANUSIA. NILAI MATERIEL LEBIH MUDAH DIUKUR DENGAN ALAT UKUR, CONTOHNYA, MAKANAN, MINUMAN, DAN PAKAIAN. MANUSIA MENGANGGAP HAL TERSEBUT BERHARGA SEBAGAI SEBUAH "NILAI" KARENA BERGUNA UNTUK MEMENUHI KEHIDUPAN SEHARI-HARI DAN MEMENGARUHI KONDISI FISIKNYA. NILAI VITAL Segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk mengadakan kegiatan dan aktivitas. Contohnya, buku dan alat tulis untuk pelajar, laptop untuk mahasiswa dan pegawai, atau motor untuk ojek online. Barang-barang tersebut dianggap memiliki nilai vital bagi manusia. N I L A I K E R O H A N I A N (SEGALA SESUATU YANG BERGUNA BAGI BATIN/ROHANI MANUSIA) Nilai kerohanian terbagi menjadi: Nilai Sosial Menurut Prof. Dr. Notonegoro Nilai kebenaran (bersumber pada akal manusia) Nilai keindahan (bersumber pada rasa keindahan atau estetis) Nilai kebaikan/moral (bersumber pada kodrat manusia, seperti kehendak dan kemauan) Nilai religius (bersumber pada kepercayaan dan keyakinan manusia. NIlai ketuhanan yang tertinggi & mutlak)


Nilai Imateriel Ajaran/ ideologi Gagasan Religi materiel Kenikmatan Kegunaan Membentuk: Kepribadian, Tingkah laku, Martabat, Intelektual Menghasilkan sesuatu yang dapat digunakan dan dinikmati pancaindra Jadi guys, kalau kita ngomongin nilai sosial, kita bukan hanya membicarakan nilai yang sifatnya konkret (berwujud) aja seperti nilai materiel, Tapi nilai juga terkandung dalam sesuatu yang abstrak (tidak berwujud) yaitu nilai imateriel. Untuk mewujudkan nilai sosial, dibutuhkan norma sosial Beberapa ahli juga membaginya menjadi nilai imateriel dan materiel. Coba perhatikan bagan ini ya: Yuk bahas! bahas!


HIDUP ITU ADA ATURANNYA ! NORMA SOSIAL


Norma Sosial "Norma adalah aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat. " Apakah kalian mengenal aturan-aturan di atas? Aturan merupakan hal sangat mudah ditemukan di setiap tempat. Aturan dibuat agar masyarakat menjadi tertib dan dapat mewujudkan nilai-nilai yang dianut. Aturan sekolah, aturan pemerintah, aturan di rumah, aturan agama, aturan adat, dan aturan kebiasaan yang ada di masyarakat adalah sebuah norma sosial.


Norma s0sial berfungsi mengatur dan mengendalikan perilaku masyarakat demi terciptanya keteraturan sosial. Norma menjadi panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku. Norma juga menjadi kriteria bagi masyarakat untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang. Oleh karena itu, norma selalu mengandung unsur pembenaran. Bagaimana maksudnya? berfungsi mengatur dan mengendalikan perilaku masyarakat demi terciptanya keteraturan sosial. Norma menjadi panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku. Norma juga menjadi kriteria bagi masyarakat untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang. Oleh karena itu, norma selalu mengandung unsur pembenaran. Bagaimana maksudnya? Maksudnya, tindakan yang sesuai dengan norma akan dibenarkan atau diterima oleh masyarakat sementara apabila tidak sesuai maka tindakan tersebut akan diangggap sebagai sebuah kesalahan atau tindakan yang kurang baik. Maksudnya, tindakan yang sesuai dengan norma akan dibenarkan atau diterima oleh masyarakat sementara apabila tidak sesuai maka tindakan tersebut akan diangggap sebagai sebuah kesalahan atau tindakan yang kurang baik. 11


BEDA TEMPAT, BEDA ATURAN WEY! NILAI DAN NORMA YANG DIANUT OLEH SEBUAH KELOMPOK MASYARAKAT AKAN BERBEDA DENGAN NILAI DAN NORMA YANG DIANUT OLEH KELOMPOK MASYARAKAT YANG LAINNYA Maksudnya gimana sih? Jadi... Setiap tempat akan memiliki aturan atau normanya masing-masing. Maka, normal saja ketika berbeda tempat akan berbeda pula norma yang dianutnya. Contohnya nih ya guys, aturan di sekolah kita setiap hari Senin seluruh murid harus menggunakan seragam batik Pasundan, tetapi aturan tersebut tidak ada di sekolah yang lain. Contoh lain, norma yang berlaku dalam masyarakat Jawa belum tentu berlaku di masyarakat Papua. Demikian pula norma yang berlaku di ajaran agama Islam tentu berbeda dengan norma yang berlaku di agama lain. Jadi, perbedaan seperti ini harus kita sadari dan kita hargai yaa, karena setiap tempat memiliki nilai dan normanya masing-masing yang mereka anut sebagai pedoman hidup masyarakatnya. 12


Berdasarkan Sifatnya Berdasarkan Tingkatannya Norma Formal : Bersumber dari lembaga masyarakat (institusi) formal. Norma ini biasanya tertulis. Contohnya aturan-aturan negara seperti Undangundang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah, termasuk tata tertib sekolah kita pun merupakan sebuah norma formal ya guys :) Norma nonformal: Biasanya tidak tertulis dan jumlahnya lebih banyak dari norma formal. Contohnya, aturan yang ada di masyarakat seperti aturan adat, pantangan-pantangan, dan sebagainya. Cara (usage): norma yang paling lemah daya pengikatnya karena orang yang melanggar hanya dapat sanksi dari masyarakat berupa teguran, cemoohan atau ejekan. Contohnya, orang yang bersendawa saat sedang makan. Kebiasaan (Folkways): Aturan dengan kekuatan pengikat yang lebih kuat dari pada usage. Kebiasaan adalah perbuatan yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi bukti orang yang melakukannya menyukai dan menyadari perbuatannya. Kebiasaan ini disebut tradisi dan menjadi identitas sebuah masyarakat. Contohnya, menggunakan tangan kanan ketika memberikan sesuatu, mematuhi orang tua, memberi salam ketika bertemu, mengetuk pintu ketika memasuki ruangan orang lain. Tata Kelakuan (Mores): Aturan yang sudah diterima masyarakat secara sadar atau tidak sadar dan dijadikan sebagai alat pengawas atau kontrol terhadap anggota masyarakat. Norma ini memaksa masyarakat untuk mematuhinya dan jika melanggar akan mendapat sanksi yang berat. Contohnya larangan untuk melakukan kejahatan, membunuh, mencuri dll. Adat istiadat (Custom): Norma ini pada umumnya tidak tertulis, tetapi memiliki sanksi, baik langsung maupun tidak langsung. Sanksinya berupa penolakan dari masyarakat. Contohnya, di Lampung ada larangan adat terhadap perceraian, jika dilanggar maka yang nama bersangkutan dan keluarganya akan tercemar bahkan harus keluar dari kelompok masyarakat MACAM-MACAM NORMA SOSIAL 13


Norma yang berdasarkan atas ajaran atau kaidah suatu agama. Norma ini bersifat mutlak bagi para penganutnya. NORMA AGAMA NORMA KESUSILAAN Norma yang didasarkan pada hati nurani atau akhlak manusi. Norma ini bersifat universal. Artinya setiap orang di dunia memilikinya, hanya bentuk dan perwujudannya berbeda. Contohnya, jujur dalam perkataan dan perbuatan, membantu orang lain yang membutuhkan, dan menghormati sesama manusia. Norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku di dalam masyarakat. Contohnya cara berpakaian, bersikap, dan berbicara NORMA KESOPANAN NORMA KEBIASAAN (HABIT) Hasil dari melakukan perbuatan yang sama secara berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan. Orang yang tidak menjalanan norma ini biasanya dianggap aneh oleh lingkungan sekitarnya. Contohnya kebiasaan melakukan syukuran, mudik, merayakan hari besar, dll Adalah himpunan petunjuk atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib di dalam masyarakat (negara). Sanksi pada norma hukum bersifat mengikat dan memaksa. NORMA HUKUM MACAM-MACAM NORMA SOSIAL Selain dibedakan ke dalam beberapa tingkatan, norma yang berlaku di masayrakat dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 14


Lembaga Sosial -The Main15


Lembaga Masih ingat apa itu lembaga sosial? Coba kamu buka lagi halaman 1 buku ini :) Lembaga sosial berfungsi untuk mengatur dan mewujudkan kebutuhan sosial masyarakat. Lembaga sosial juga berfungsi untuk mensosialisasikan nilai dan norma sosial kepada anggota masyarakat. 16 Bagaimana para ahli sosiologi mendefinisikan Lembaga Sosial? Yuk kita lihat apa yang dikatakan oleh para ahli !


Paul Horton & Chester L. Hunt Mayor Polak Robert Maclver & C.H. Page Koentjaraningrat Soerjono Soekanto 17 Lembaga sosial adalah sistem norma-norma sosial dan hubunganhubungan yang menyatukan nilainilai dan prosedur-prosedur tertentu dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Lembaga sosial adalah suatu kompleks atau sistem peraturan-peraturan dan adat istiadat yang mempertahankan nilainilai yang penting. Lembaga sosial adalah prosedur atau tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia yang terhubung dalam kelompok masyarakat. Lembaga sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas untuk memenuhi kompleksitas kebutuhan khusus dalam kehidupan manusia. Lembaga sosial adalah himpunan norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.


a. secara tidak terencana, artinya lembaga sosial itu lahir secara bertahap dalam praktik kehidupan bermasyarakat. Nah guys, di pembahasan sebelumnya kita sudah mempelajari tentang norma dalam masyarakat. Proses norma berawal dari dari sejumlah nilai yang menjadi cita-cita masyarakat. Nilai-nilai tersebut terinternalisasi pada perilaku masyarakat hingga membentuk norma. Proses ini bukan proses yang terjadi sekali yaa, tapi melalui proses yang panjang dan memakan waktu yang lama. Norma-norma di dalam masyarakat kemudian membentuk sistem norma yang kemudian kita sebut dengan lembaga sosial. Sekarang kita akan melihat bagaimana proses pertumbuhan lembaga sosial di masyarakat. Yuk semangaat ! Munculnya lembaga sosial: 18 b. secara terencana, artinya lembaga sosial muncul melalui suatu perencanaan yang matang oleh seseorang atau sekelompok orang yang memiliki kekuasaan dan wewenang.


Memiliki simbol sendiri Memiliki tata tertib sendiri Usianya lebih lama Memiliki alat kelengkapan Memiliki ideologi Memiliki tingkat kekebalan/daya tahan K a r a k t e r i s t i k L e m b a g a S o s i a l F U N G S I L E M B A G A S O S I A L Fungsi manifes (nyata) adalah fungsi lembaga sosial yang disadari dan menjadi harapan banyak orang. Fungsi laten adalah fungsi lembaga sosial yang tidak disadari dan bukan menjadi tujuan utama banyak orang. Dengan kata lain, fungsi laten adalah fungsi yang tidak tampak di permukaan dan tidak diharapkan masyarakat, tapi ada. 19


Tipe -tipe Lembaga Sosial (Menurut John Lewis Gillin & John Philip Gillin) Berdasarkan sudut perkembangannya: Berdasarkan sudut fungsinya: Berdasarkan sudut penyebarannya: Berdasarkan sudut penerimaan masyarakat: 20


LEMBAGA KELUARGA Keluarga inti (keluarga batih/nuclear family) yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak yang belum menikah. Keluarga besar (extended family) merupakan ikatan keluarga dalam satu keturunan yang terdiri atas kakek, nenek, ipar, paman, anak, cucu, dan sebagainya. Keluarga Poligamous, terdiri dari beberpa keluarga inti yang dipimpin oleh seornag kepala keluarga. Fungsi reproduksi, dalam keluarga anak-anak merupakan wujud dari cinta kasih dan tanggung jawab suami istri meneruskan keturunannya. Fungsi sosialisasi, keluarga berperan membentuk kepribadian anak agar sesuai dengan harapan orang tua dan masyarakatnya. Keluarga merupakan agen sosialisasi primer dalam mensosialisasikan nilai dan norma pada seorang anak. Fungsi afeksi, keluarga menjadi sumber kasih sayang, cinta, kehangatan, dan perhatian bagi seluruh anggota keluarga. Fungsi ekonomi, keluarga terutama orang tua bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan ekonomi anak-anaknya. Fungsi pengawasan sosial, setiap anggota keluarga memiliki tanggung jawab untuk saling melakukan kontrol atau pengawasan satu sama lain agar tidak keluar dari nilai dan norma yang seharusnya. Fungsi proteksi (perlindungan), fungsi proteksi sangat dibutuhkan oleh setiap anggota keluarga terutama anak-anak agar mendapatkan kemanan setiap saat. Fungsi pemberian status, melalui perkawinan seseorang akan mendapatkan status atau kedudukan baru yaitu sebagai suami dan isteri. Keluarga merupakan unit terkecil di dalam masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Keluarga memiliki fungsi majemuk bagi terciptanya kehidupan sosial dalam masyarakat. Dalam keluarga diatur hubungan antara angotaanggotanya sehingga setiap anggota keluarga memiliki peran dan fungsi yang jelas. Keluarga memiliki tiga macam bentuk yaitu; Keluarga dibentuk melalui perkawinan yang sah menurut nilai dan norma yang dianut oleh suatu kelompok masyarakat. Lembaga keluarga juga memiliki fungsinya tersendiri, yaitu: 21


Agama diartikan dengan istilah religion. Durkheim menjelaskan bahwa semua agama membagi semua benda di dunia ini, baik yang berwujud nyata maupun ideal, ke dalam dua kelompok yang saling bertentangan, yaitu hal yang bersifat profan dan suci (sacred), atau duniawi dan ilahi. Melalui kitab suci, manusia diberi petunjuk untuk mencapai keselamatan di dunia maupun di akhirat. Jika manusia kehilangan arah atau menyimpang dari norma sosial yang berlaku, agama dapat mengembalikan keseimbangan. Jadi, agama ini dapat menjadi kontrol bagi kita-kita nih guys, supaya tidak belok alias salah jalan atau istilah dalam sosiologinya adalah menyimpang. Sudah seharusnya sebagai manusia yang beragama, kita patuh dengan aturan-aturan atau norma agama masing-masing. Jauhi laranganNya, patuhi perintahNya. Jauhi dosa, dekati dia! EH gak boleh juga yaa keep halal bestie and brader! HEHEHE LEMBAGA AGAMA "AGAMA MERUPAKAN SUATU LEMBAGA (INSTITUSI) PENTING YANG MENGATUR KEHIDUPAN MANUSIA" E M I L E D U R K H E I M ( 1 9 6 6 ) "Agama merupakan sarana bagi manusia untuk berhubungan dengan Sang Pencipta sehingga manusia senantiasa mendekatkan diri padaNya " "Agama adalah suatu sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kepercayaan dan praktik tersebut mempersatukan semua orang yang beriman kedalam suatu komunitas moral yang dinamakan umat" Sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok Mengatur tata cara hubungan antarmanusia dan manusia dengan Tuhan Tuntunan tentang prinsip benar atau salah untuk menghindari perilaku menyimpang Pedoman untuk mengungkapkan rasa kebersamaan yang mewajibkan seseorang untuk selalu berbuat baik terhadap sesama dan lingkungan hidupnya. Pedoman perasaan keyakinan (confidence). Siappa pun yang selalu berbuat baik akan mendapat pahala dari Tuhan. Pedoman keberadaan (existence). Keberadaan alam semesta dengan segala isinya, termasuk manusia, harus disikapi dengan rasa syukur dan ikhlas. Pengungkapan keindahan (estetika) Pedoman rekreasi dan hiburan. Untuk mencari ketenangan dan kesegaran jiwa, manusia dapat menjalankan ritual agama seperti salat, yoga, dan meditasi. Memberikan identitas kepada manusia sebagai bagian dari suatu agama, misalnya sebagi umat islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu FUNGSI AGAMA : 22


LEMBAGA PENDIDIKAN Setiap masyarakat membutuhkan pengetahuan untuk menjalani kehidupannya.Selain pengetahuan, masyarakat juga membutuhkan keterampilan dan membentuk kepribadian sesuai dengan nilai dan norma. Inilah tugas lembaga pendidikan untuk memberikan fasilitas pengetahuan, keterampilan, dan pengembangan diri melalui berbagai tipe lembaga pendidikan. Secara formal kita mengenal lembaga pendidikan sebagai sekolah. Namun, bukan hanya sekolah saja lho, perguruan tinggi juga merupakan lembaga pendidikan formal. Selain itu, adapula lembaga pendidikan norformal seperti tempat kursus. Fungsi Lembaga Pendidikan Mempersipakan anggota masyarakat untuk mencari nafkah Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan kepentingan masyarakat Melestarikan kebudayaan Menanamkan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam demokrasi Fungsi manifes (nyata) Horton & Hunt Mengurangi pengendalian orang tua menyediakan sarana untuk pembangkangan mempertahankan sistem kelas sosial memperpanjang masa remaja Fungsi laten 23


Lembaga Politik Dalam setiap masyarakat, baik itu masyarakat kecil seperti keluarga, suku, hingga negara membutuhkan orang-orang yang bertugas mengatur hubungan antawarga agar selaras. Keluarga membutuhkan peran ayah sebagai kepala keluarga, kepala adat dalam sebuah suku, hingga presiden di dalam sebuah negara. Mereka akan dapat kekuasaan dan wewenang untuk mengatur anggotanya dan memberikan sanksi kepada mereka yang melakukan perilaku menyimpang (perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma). Selain mendapatkan hak untuk mengatur, mereka juga memiliki kewajiban untuk menyejahterakan anggotanya. Pemerintah contohnya, wajib memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya seperti menyediakan lapangan kerja yang merata. Keseluruhan tata nilai dan norma yang berkaitan dengan kekuasaan tersebut lah yang kita namakan lembaga politik guys. Lembaga politik berkaitan dengan masalah-masalah bentuk negara,bentuk pemerintahan, dan bentuk kekuasaaan, serta sistemnya. FUNGSI LEMBAGA POLITIK Memelihara ketertiban di dalam masyarakat (internal order) Menjaga keamanan di luar masyarakat/negara (external security) Mengusahakan kesejahteraan umum (general welfare) Mengatur proses politik 24


sistem sosialisme sistem feodalisme sistem komunisme sistem kapitalisme sistem merkantilisme LEMBAGA EKONOMI "Manusia memerlukan lembaga yang berfungsi mengatur pembagian kerja dalam kehidupannya, yaitu lembaga ekonomi" Penelitian terhadap institusi ekonomi difokuskan pada pokok bahasan pasar dan pembagian kerja, interaksi antara pemerintah dan intitusi ekonomi, dan perubahan pekerjaan. Pembahsan ini akan meliputi ideologi ekonomi yang memengaruhi perkembangan masyarakat, pekerjaan, dan institusi yang berkaitan dengan dunia usaha. POLA POLITIK EKONOMI Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan Memberi pedoman untuk melakukan pertukaran barang (barter) Memberi pedoman tentang harga jual beli barang Memberi pedoman untuk menggunakan tenaga kerja Memberi pedoman tentang cara pengupahan Memberi pedoman tentang cara pemutusan hubungan kerja Memberi identitas diri bagi masyarakat Agraris Industri Perdagangan 25


Peran Lembaga Sosial dalam Mewujudkan Tertib Sosial Ketertiban dan kedamaian merupakan cita-cita masyarakat. Oleh karena itu, setiap anggota masyarakat harus mengikuti nilai dan norma sosial yang berlaku agar ketertiban dan kedamaian tersebut dapat terwujud. Ketertiban dan kedamaian merupakan cita-cita masyarakat. Oleh karena itu, setiap anggota masyarakat harus mengikuti nilai dan norma sosial yang berlaku agar ketertiban dan kedamaian tersebut dapat terwujud. Dalam hal ini, lembaga sosial memiliki peran untuk mewujudkan tertib sosial. Untuk meujudkan tertib sosial, maka penyimpangan sosial harus dapat dikendalikan. APA ITU PENYIMPANGAN SOSIAL? Yuk kita pelajari bagaimana peran lembaga sosial dalam mewujudkan tertib sosial ! 26


Penyimpangan Sosial -JOHN M. SHEPARDDalam proses sosialisasi, setiap individu sebagai anggota masyarakat menerima nilai dan yang telah ada dalam masyarakat sebagai dtandar perilaku. Proses sosialisasi akan menghasilkan apa yang disebut dengan konformitas. "Konformitas merupakan bentuk interaksi ketika seseorang berperilaku terhadap orang lain sesuai dengan harapan kelompok atau masyarakat tempat tinggalnya" Sementara perilaku nonkonformis ini lah yang disebut perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai atau melanggar nilai dan norma yang dianut suatu kelompok masyarakat. Jadi, ketika seseorang berperilaku tidak sesuai dengan nilai dan norma / melanggarnya, maka orang tersebut melakukan penyimpangan sosial. Menurut para sosiolog, penyimpangan bukan sesuatu yang melekat pada bentuk perilaku tertentu, melainkan diberi ciri penyimpangan melalui definisi (pengertian) sosial. Maksudnya gimana ya gengs? Jadi, apa yang disebut penyimpangan sosial tidak digambarkan dengan bentuk perilaku, namun terganting bagaimana perilaku tersebut dipahami sebagai penyimpangan atau bukan. Masih bingung? Gini gini... Misalnya ada seseorang yang pakai baju renang ke sekolah, aneh kan? salah nggak? Ya salah. Tapi kalau misalkan baju renangnya dipakai di kolam renang apakah jadi salah? tentu aja enggak kan? Perilaku menyimpang juga sama itu tergantung bagaimana masyarakat memaknai sebuah perilaku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku atau tidak. Dan otomatis, apa yang disebut penyimpangan sosial akan berbeda di setiap tempat, karena setiap tempat memiliki nilai dan normanya tersendiri. 27


Teori-teori Penyimpangan Sosial A. Teori Asosiasi Diferensiasi (Diferential Association Theory) by Edwin H. Sutherland Edwin H. Sutherland mengemukakan bahwa penyimpangan bersumber pada pergaulan dengan orang yang berperilaku menyimpang. Penyimpangan dipelajari melalui proses alih budaya. Melalui proses belajar ini, seseorang mempelajari suatu budaya menyimpang. Contohnya, di rumah kalian diajarkan tentang sopan santun dalam berbicara tetapi karena sering bergaul dengan teman yang bicaranya kasar, kalian juga mengikuti cara berbicara yang kasar. Jadi, pesan om Edwin hati-hati kalau berteman ya guys! B. Teori Pelabelan (Labelling Theory) by Edwin M. Lemert Edwin M. Lemert menyatakan bahwa seseorang menjadi penyimpang (deviant) karena proses labelisasi (pemberian julukan atau cap) oleh masyarakat terhadap orang tersebut. Proses ini bisa membuat seseorang yang tadinya tidak memiliki kebiasaan menyimpang menjadi terbiasa. Bahkan, kebiasaan itu dapat menjadi gaya hidupnya. Menurut Lemert, penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua yaitu penyimpangan primer dan penyimpang sekunder. Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang masih dapat diterima oleh masyarakat. Sementara penyimpangan sekunder adalah penyimpangan yang diluar batas toleransi masyarakat alias tidak dapat ditolerir lagi. Nah, kalau pesan dari Om Edwin yang ini, hati-hati kalau ngageungeureuhkeun babaturan yah alias hati-hati kalau memberikan julukan kepada teman yaa apalagi yang jelek-jelek, BIG NO! 28


SIFAT PENYIMPANGAN PENYIMPANGAN POSITIF PENYIMPANGAN NEGATIF PENYIMPANGAN YANG BERDAMPAK POSITIF TERHADAP SISTEM SOSIAL KARENA MENGANDUNG UNSUR INOVASI, KREATIFITAS , DAN MEMPERKAYA ALTERNATIF. PENYIMPANGAN INI DITERIMA KARENA SESUAI DENGAN PERUBAHAN ZAMAN. CONTOHNYA, GERAKAN EMANSIPASI YANG DIGAGAS OLEH RA KARTINI. C. Teori Ketegangan/Anomi (Strain Theory) by Robert K. Merton Yuk lanjut ! Robert K. Merton melihat perilaku menyimpang dari sudut pandang yang lebih luas (makro), yaitu dari struktur sosial. Menurut Merton, struktur sosial tidak hanya menghasilkan konformitas, tetapi juga perilaku menyimpang. Struktur sosial menghasilkan pelanggaran terhadap aturan sosial dan menekan orang tertentu ke arah perilaku nonkonformitas. Dalam struktur sosial dan budaya, ada tujuan atau sasaran budaya yang disepakati oleh anggota masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, struktur sosial dan budaya mengatur cara yang harus ditempuh dan aturan ini bersifat membatasi. Merton menyatakan bahwa perilaku menyimpang terjadi karena tidak adanya kaitan antara tujuan dengan cara yang telah ditetapkan dan dibenarkan oleh struktur sosial. 29 Penyimpangan tidak selamanya buruk ! PERILAKU YANG MENGIKUTI NILAINILAI SOSIAL YANG DIPANDANG RENDAH DAN BERAKIBAT BURUK SERTA MENGGANGGU SISTEM SOSIAL. TINDAKAN DAN PELAKUNYA AKAN DICELA DAN TIDAK DITERIMA OLEH MASYARAKAT DAN BOBOT PENYIMPANGAN DAPAT DIUKUR DENGAN KAIDAH SOSIAL YANG DILANGGAR.


Pengendalian Sosial Sebagai makhluk dinamis, setiap individu dalam masyarakat akan selalu berkembang. Individuindividu tersebut akan saling berinteraksi satu sama lain sehingga menghasilkan perubahan sosial, baik berupa kemajuan maupun kemuduran. Perubahan-perubahan tersebut dapat mengubah tatanan sosial yang sudah ada sehingga menimbulkan ketidakseimbangan sistem sosial. Termasuk terjadinya penyimpangan sosial. Meskipun demikian, pada dasarnya masyarakat akan selalu membutuhkan keteraturan sosial . Oleh karena itu pada tahap tertentu, masyarakat akan dapat mengembalikan keadaan menjadi seimbang. Masyarakat akan berupaya untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi sehingga keseimbangan sosial akan terwujud kembali. Upaya-upaya itu disebut juga dengan pengendalian sosial. Dengan demikian pengendalian sosial merupakan mekanisme untuk mencegah penyimpangan dan mengarahkan anggota masyarakat untuk bertindak menurut nilai dan norma yang telah melembaga. 30


Pengendalian sosial adalah berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggotanya yang membangkang. Pengendalian sosial adalah suatu istilah kolektif yang mengacu pada proses terencana yang cenderung menganjurkan, membujuk, atau memaksa individu untuk menyesuaikan diri pada kebiasaan dan nilai hidup suatu kelompok. Yuk dengerin apa kata ahli ! PETER L. BERGER JOSEPH ROUCEK 2. Pengendalian represif (menanggulangi), adalah pengendalian sosial yang ditujukan untuk memulihkan keadaan seperti sebelum terjadi pelanggaran. Pengendalian ini dilakukan setelah orang melakukan suatu tindakan penyimpangan. Contohnya, hukuman terhadap orang yang melakukan kriminalitas. 1. Pengendalian preventif (mencegah), pengendalian sosial yang dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran. Contohnya, nasihat yang diberikan orang tua kepada anaknya untuk tidak melakukan perilaku yang tidak bertanggung jawab seperti bolos sekolah. Ada dua sifat pengendalian sosial 31


Keteraturan sosial dicapai jika dalam interaksi sosial setiap individu melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan peran yang dimilikinya serta sesuai dengan nilai dan norma masyarakat. Jadi, masyarakat yang teratur hanya dapat terwujud jika setiap individu melaksanakan kewajibannya terhadap orang lain dan menerima haknya dari orang lain. Sebaliknya, jika individu tidak melaksanakan kewajibannya terhadap orang lain, akan terjadi kondisi tidak teratur yang dapat menimbulkan konflik sosial. Keteraturan sosial tidak muncul begitu saja ya guys, tetapi ada tahapannya yaitu: CARA PENGENDALIAN SOSIAL Cara pengendalian melalui lisan dan simbolik Cara pengendalian sosial melalui kekerasan (koersif) Cara pengendalian sosial melalui imbalan dan hukuman (reward and punishment) Cara pengendalian sosial melalui sosialisasi Cara pengendalian sosial melalui tekanan sosial Cara pengendalian sosial formal dan informal Cara pengendalian sosial melalui institusi dan noninstitusi SOSIAL Keteraturan e Sekarang, coba kalian ta k h s a plor penjelasan mengenai s pan menuju keteraturan osial ini dari berbagai sumber yaa. m Lalu jangan lupa untuk dan enuliskannya di buku tulis coba jelaskan kembali di depan kelas. e Sekarang, coba kalian ta k h s a plor penjelasan mengenai s pan menuju keteraturan osial ini dari berbagai sumber yaa. m Lalu jangan lupa untuk dan enuliskannya di buku tulis coba jelaskan kembali di depan kelas. 32


Jadi, bagaimana peran lembaga sosial dalam ketertiban sosial? POLISI DALAM SISTEM MASYARAKAT INDONESIA, LEMBAGA YANG DAPAT BERPERAN DALAM MENJAGA KETERTIBAN SOSIAL, ANTARA LAIN SEBAGIA BERIKUT. Polisi sebagai aparat negara bertugas memelihara keamanan dan ketertiban, serta mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang PENGADILAN Pengadilan merupakan alat pengendalian sosial agar seseorang berhati-hati dalam beringkah laku sehingga tidak terjadi penyimpangan. Pengadilan akan memberikan sanksi tegas kepada siapapun yang terbukti bersalah melanggar aturan hukum yang telah ditetapkan. ADAT Adat merupakan lembaga atau pranata sosial yag terdapat dalam masyarakat tradisional. Di dalam adat, terdapat aturan secara turun temurun (tradisi) yang mengatur tingkah laku anggota masyarakat. TOKOH MASYARAKAT Tokoh masyarakat adalah orang yang memiliki pengaruh atau wibawa, sehingga ia dihormat dan disegani masyarakat. Hal yang diharapkan muncul dari tokoh masyarakat adalah keteladanan, bimbingan nasihat, dan petunjuk kepada anggota kelompok, srta penyelesaian konflik sesuai kesepakatan bersama 33


MEDIA MASSA Last but not least, Pernah denger istilah: "lebih cepet lapor netizen daripada lapor polisi!" ? Media massa seperti koran, tv, radio, dan internet termasuk media sosial merupakan lembaga yang cukup efektif dalam proses pengendalian sosial. Apalagi di zaman sekarang, dampak yang ditimbulkan juga cukup besar karena dapat diakses banyak orang dalam waktu singkat. Pencitraan seseorang turut dipengaruhi oleh berita yang disampaikan di media massa. Lalu bagaimana media massa termasuk media sosial dapat menjadi alat pengendalian sosial? Pemberitaan yang akurat merupakan kontrol sosial secara terbuka dan efektif dalam pengendalian sosial sehingga setiap masalah yang muncul di masyarakat dapat ditangani secara objektif 34


Finally made it! you TERIMAKASIH SUDAH SELALU BERPROSES DENGAN BAIK. IBU YAKIN KALIAN BANYAK BELAJAR KALI INI :) SEMOGA KALIAN MENJADI ANAK-ANAK YANG BAIK DAN DAPAT MENGENDALIKAN DIRI DARI PERILAKU MENYIMPANG AAMIIN Congrats! -Bu Arin-


Click to View FlipBook Version