TEMA 5
WIRAUSAHA
Materi
Kerja Sama di bidang ekonomi ASEAN
Oleh:
Sinta Dewi Maryam
KELAS
VI
SD/ SEKOLAH DASAR
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI I
2
Bentuk Kerja Sama 5
Ekonomi ASEAN
6
Organisasi di Bidang
Ekonomi ASEAN
Posisi & Peran Indonesia
dalam kerja sama di
bidang ekonomi ASEAN
1
Bentuk Kerjasama
Ekonomi ASEAN
"Ekspor Batik Terus "Kasongan Bantul
Meningkat" Ekspor Gerabah
Miliaran Rupiah per bulan"
Kerjasama ekonomi adalah kerjasama yang
menunjukkan hubungan antarnegara dalam bidang
ekonomi dengan dasar kepentingan tertentu untuk
dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi,
pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan struktur
kegiatan ekonomi nasional. Tak terkecuali dengan
Indonesia. Indonesia memiliki berbagai produk khas yang
dikirim ke beberapa negara. Hal ini menunjukkan
kontribusi Indonesia dalam kerjasama di bidang
ekonomi. Kegiatan kerjasama di bidang ekonomi yang
sering kita dengar yaitu Kegiatan EKSPOR dan
IMPOR.
2
EKSPOR adalah kegiatan Tujuan:
mengirim barang dagangan Mengendalikan harga
atau komoditas ke luar produk
negeri Menambah devisa
negara
Memperbanyak
lapangan pekerjaan
Komoditas Ekspor Kopi
Indonesia ke Udang
Negara-Negara Kakao
ASEAN Minya Kelapa Sawit
Tujuan: IMPOR kegiatan
Memenuhi kegiatan mendatangkan atau
dalam negeri memasukkan barang dagangan
Memperkuat posisi atau komoditas dari luar
neraca pembayaran negeri
Mengurangi
pengeluaran devisa ke
luar negeri
makanan dan minuman olahan di dalam kemasan Komoditas Impor
dan minuman dan makanan yang belum diolah Indonesia ke
mesin pesawat mekanik, peralatan listrik, produk Negara-Negara
kimia, permata, karet, barang yang berbahan ASEAN
dasar karet, kosmetik, perabotan rumah
tangga, tembaga, pupuk, bahan kimia organik
dan sebagainya.
3
Kegiatan Ekonomi Negara - Negara ASEAN
Brunei Darussalam terkenal sebagai penghasil minyak mentah, hasil
minyak, dan gas alam.
Malaysia banyak hasil sumber daya dan komoditas yang dihasilkan
dari pertanian, pertambangan, dan perindustrian. Malaysia penghasil
biji timah terbesar di dunia.
Singapura , yang menghasilkan mesin, alat elektronik, dan alat
transportasi. Berbeda dengan tetangga-tetangganya yang
mengandalkan sumber daya alam, Singapura bertumpu pada
perdagangan dan industri.Hal ini karena wilayah negara Singapura
yang sempit.
Thailand unggul dalam sumber daya dan komoditas yang meliputi
kehutanan, pertambangan, dan pertanian.Thailand adalah negara
penghasil beras terbesar di Asia.
Filipina, unggul di bidang pertanian, industri, dan pertambangan.
Komoditas terbesarnya adalah penghasil kayu, nanas, kopra, dan
gula.
Vietnam unggul di bidang pertanian, pertambangan, dan tekstil.
Komoditasnya ada semen, kaca, pupuk, emas, dan seng.
Kamboja memenuhi kebutuhan ekonominya dengan sektor pertanian.
Laos, mengandalkan sektor pertanian seperti beras, tembakau,
jagung, jeruk, dan kopi.
Myanmar, yang menghasilkan kayu jati, pupuk, dan beras.
4
Organisasi di Bidang
Ekonomi ASEAN
KEA
(Komunitas Ekonomi ASEAN)
PERDAGANGAN JASA
INDUSTRI
PERDAGANGAN
ASEAN Free Trade Area (AFTA) sebagai bentuk kerja sama dalam
pengelolaan sektor factor produksi lokal di negara-negara ASEAN.
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sebagai upaya meningkatkan
daya saing dan memfasilitasi investasi ke arah insfrastruktur
Koperasi ASEAN atau ASEAN Cooperative Organization (ACO)
adalah organisasi yang bidang koperasi untuk meningkatkan
kesejahteraan negara-negaa ASEAN
INDUSTRI
ASEAN Industrial Cooperation (AICO)
Negara-negara ASEAN terlibat dalam beberapa proyek
industri seperti industri pupuk, tembaga, vaksin, dan abu soda.
JASA 5
ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS)
mengelola negosiasi liberalisasi jasa meliputi delapan sektor.
Kedelapan sektor jasa itu antara lain angkutan udara dan
laut, bisnis, konstruksi, telekomunikasi, pariwisata,
keuangan, kesehatan, dan logistik
Peran & posisi Indonesia
dalam Ekonomi ASEAN
Dalam lingkup ASEAN, negara-negara anggota
berupaya mewujudkan integrasi ekonomi ASEAN. Untuk
mendukung upaya ini dibentuklah Komunitas Ekonomi
ASEAN (KEA). Apa saja wujud integrasi ekonomi
ASEAN? Dalam lingkup ASEAN, wujud integrasi
ekonomi sebagai berikut.
Tercapainya wilayah ASEAN yang aman dengan
dinamika pembangunan lebih tinggi.
Pengentasan kemiskinan masyarakat ASEAN dan
peningkatan pertumbuhan ekonomi untuk mencapai
kemakmuran secara merata dan berkelanjutan.
Bagaimana pelaksanaan KEA? Pelaksanaan KEA
memiliki empat karakteristik utama. Keempat
karakteristik pelaksaan KEA yaitu pasar tunggal dan
basis produksi, kawasan ekonomi berdaya saing tinggi,
kawasan dengan pembangunan ekonomi merata, serta
kawasan terintegrasi penuh dengan
ekonomi global.
6
Berkaitan dengan pelaksanaan KEA, negara-negara ASEAN
menjalin kerja sama ASEAN di bidang ekonomi berikut.
Membuka pusat promosi ASEAN
Pembukaan pusat promosi ASEAN ini dilakukan di Jepang.
Sektor yang dipromosikan meliputi perdagangan, pariwisata,
dan investasi. Program ini bertujuan meningkatkan kegiatan
ekspor negara-negara ASEAN ke Jepang. Selain itu, untuk
meningkatkan jumlah investor Jepang ke negara-negara
ASEAN.
Sebagai negara yang menyediakan cadangan pangan
Peran ini dilakukan Indonesia untuk menyediakan cadangan
pangan negara ASEAN. Tidak hanya menguntungkan secara
ekonomi, peran ini dilakukan saat negara lain mengalami
krisis pangan. Bersama Malaysia, Filipina, Thailand, dan
Vietnam, Indonesia sebagai penyedia cadangan pangan.
Menjalin kerja sama di bidang perindustrian dan
perdagangan
Kerja sama perindustrian dan perdagangan meliputi sektor
industri, perdagangan barang, dan fasilitasi perdagangan.
Kerja sama di sektor industri dilakukan melalui ASEAN
Industrial Cooperation (AICO). Negara-negara ASEAN
terlibat dalam beberapa proyek industri seperti industri
pupuk, tembaga, vaksin, dan abu soda.
7
1.ASEAN Aceh Fertilizer Project, pabrik pupuk di
Aceh-Indonesia.
2.ASEAN Urea Project, pabrik pupuk di Malaysia.
3.ASEAN Copper Fabrication Project, pabrik industri
tembaga di Filipina.
4.ASEAN Vaccine Project, pabrik industri vaksin di
Singapura.
5.Rock Salt Soda Ash Project, pabrik industri abu
soda di Thailand.
Kerja sama di sektor perda
gangan ditunjukkan dengan
ASEAN Free Trade Area (AFTA), ASEAN Economy
Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN
(MEA), dan koperasi ASEAN.
1.AFTA sebagai bentuk kerja sama dalam pengelolaan
sektor factor produksi lokal di negara-negara ASEAN.
Pemberlakuan AFTA untuk meningkatkan daya saing
negara ASEAN dalam pasar internasional. AFTA juga
meningkatkan investasi asing di negara-negara ASEAN.
2.Dalam MEA, Indonesia berperan penting terkait
liberalisasi arus barang, jasa, modal, dan tenaga kerja
terampil di ASEAN. MEA sebagai upaya meningkatkan
daya saing dan memfasilitasi investasi ke arah
insfrastruktur.
3.Koperasi ASEAN atau ASEAN Cooperative
Organization (ACO) adalah organisasi yang bidang
koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan negara-
negaa ASEAN. Koperasi ASEAN berupaya
mengukukuhkan organisasinya sebagai gerakan koperasi
untuk menopang perekonomian di Asia Tenggara. 8
Kerja sama di sektor fasilitasi perdagangan, negara
anggota ASEAN sepakat menandatangani Protocol 1-
Designation of Transit Transport Routes and Facilities.
Implementasi Protocol untuk memfasilitasi transportasi
barang di kawasan ASEAN.
Menjalin kerja sama di sektor jasa
Dalam sektor jasa, negara-negara ASEAN mengesahkan
ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) tanggal
15 Desember 1995 di Bangkok, Thailand. Untuk mendukung
kesepakatan tersebut, ASEAN membentuk Coordinating
Committee on Services (CCS) Komite menyusun modalitas
untuk mengelola negosiasi liberalisasi jasa meliputi delapan
sektor. Kedelapan sektor jasa itu antara lain angkutan
udara dan laut, bisnis, konstruksi, telekomunikasi, pariwisata,
keuangan, kesehatan, dan logistik.
Mendukung pembentukan integrasi ekonomi di kawasan Asia
Tenggara
Sebaga negara anggota, Indonesia mendukung terbentuknya
MEA. Adanya MEA, kegiatan perekonomian di Asia
Tenggara semakin berkembang. Hambatan perdagangan
internasional pun semakin berkurang. Kondisi ini bisa
meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
9