TEKNIK AUDIO VIDEO
Nama : DIAN NURUL AFIDDAH
Kelas : X-AV-2
No.absen : 13
Daftar isi
Cover…………………………………………………………………………………………………………….…………………………………………1
Daftar isi……………………………………………………………………………………………………….…………………………………………2
Program keahlian:
1. Membuat instalasi sistem cctv………………………………………………………………………………………………..3
2. Macam osilator……………………………………………………………………………………………………………………….4
A. Osilator Harmonisa……………………………………………………………………………………………………………….4
1. Osilator amstrong…………………………………………………………………………………………………………..4
2. Osilator hartly………………………………………………………………………………………………………………..4
3. Osilator clapp…………………………………………………………………………………………………………………4
B. Osilator Relaksasi…………………………………………………………………………………………………………………4
3. Gelombang suara (sinyal audio)……………………………………………………………………………………………..5
4. Prinsif kerja penguat RF (Radio Frekuensi)………………………………………………………………………………5
1. Rangkaian buffer………………………………………………………………………………………………………………….6
2. Rangkaian driver………………………………………………………………………………………………………………….6
3. Rangkaian final……………………………………………………………………………………………………………………..6
2
Program Keahlian TAV
1. Membuat instalasi sistem CCTV
Kamera CCTV Dome Infrared dapat beroperasi di
hampir semua kondisi pencahayaan, dari siang hari
yang cerah (asalkan tidak mengarah langsung ke arah
matahari) hingga kegelapan malam.
Dalam kondisi gelap gulita atau pekat total, kamera
menggunakan LED inframerah built-in untuk
menerangi area di depannya. Lampu ini tidak terlihat
oleh mata manusia, meskipun demikian Anda mungkin melihat cahaya merah samar
yang datang dari depan kamera.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih lokasi kamera CCTV yang
tepat adalah:
Apa yang ingin di pantau dan di mana Anda akan mendapatkan tampilan
terbaik?
Bagaimana Anda akan menghubungkan kamera CCTV dome infrared ke sistem
pemantauan Anda. Perlu ingat bahwa kabel dan koneksi harus dijauhkan dari
cuaca seperti hujan.
Bagaimana menjaga kamera jauh dari bahaya. Sangat dianjurkan untuk
memasang kamera CCTV Anda di posisi yang tinggi.
Tempatkan kamera Anda sedekat mungkin dengan area tertentu yang ingin
diawasi. Posisi terbaik adalah dari atas sekitar 4 meter.
Meskipun langit terlihat bagus ketika Anda melihat tampilan live view dari kamera
Anda, tapi pelaku kejahatan hampir tidak mungkin melalui cara itu. Pastikan
kamera Anda hanya memiliki tampilan langit seminimal mungkin pada siang hari
yang dapat membuat gambar latar depan menjadi gelap.
Pikirkan tentang kemungkinan besar cara pencuri potensial mendekati rumah
Anda. Gunakan kamera Anda untuk mendapatkan gambar terbaik di tempat-
tempat tersebut.
Casing kamera umumnya tahan terhadap air serta kondisi cuaca yang berbeda
sehingga akan sulit merusak housing kamera CCTV. Namun kabel dan konektor
masih rentan dan membutuhkan perlindungan tambahan.
Meskipun kamera tahan cuaca dan anti air namun kontak yang terlalu lama
dengan kondisi cuaca buruk seperti sinar matahari atau kelembaban yang
berlebihan akhirnya dapat merusak komponen internal dan mempengaruhi
kinerja kamera.
Saat memasang kabel CCTV, hindari untuk menekuknya pada sudut tajam.
Jangan memasang kabel di dekat kabel listrik. Arus listrik akan menghasilkan
“noise” yang dapat mengganggu sinyal dari kamera Anda.
2. Macam osilator
Osilator adalah pembangkit sinyal dengan periode
tertentu . Osilator menghasilkan beberapa bentuk
gelombang, yaitu : sinus, kotak, segitiga, gigi gergaji
dan pulsa. Osilator terbentuk dari beberapa model
rangkaian sesuai dengan bentuk gelombang yang
dihasilkannya. Secara umum prinsip rangkaian
osilator dibagi dua, yaitu Osilator
Harmonisa dan Osilator Relaksasi.
A. Osilator Harmonisa
Osilator harmonisa menghasilkan bentuk gelombang sinusoida. Osilator harmonisa
disebut juga dengan Osilator Linear. Bentuk dasar osilator harmonisa terdiri dari
sebuah penguat dan sebuah filter yang membentuk umpan balik positif yang
menentukan frekuensi output.
Macam-macam osilator harmonisa/ sinus:
1. Osilator Amstrong
” alt=”” aria-hidden=”true” />
Osilator amstrong dinamai sesuai dengan nama
penemunya Edwin Amstrong. Osilator amstrong
terdiri dari sebuah penguat dan sebuat umpan balik
rangkaian LC. (seperti gambar disamping)
2. Osilator Hartley
” alt=”” aria-hidden=”true” />
Osilator Hartley termasuk jenis osilator LC. Osilator Hartley
tersusun dari dua buah induktor yang disusun seri dan
sebuah kapasitor tunggal. Kelebihan osilator hartley adalah
mudahnya mengatur nilai frekuensi yaitu dengan
menempatkan sebuah kapasitor variabel pada komponen
kapasitornya. Selain itu amplitudo output osilator juga relatif tetap pada range
frekuensi kerja penguat osilator.
3. Osilator clapp
” alt=”” aria-hidden=”true” />
Osilator Clapp termasuk jenis osilator LC. Osilator
Clapp tersusun dari tiga buah kapasitor dan satu
buah induktor. Konfigurasi osilator clapp sama
dengan osilator colpits namun ada penambahan
kapasitor yang disusun seri dengan induktor (L).
Osilator Clapp diperkenalkan oleh James K. Clapp
pada tahun 1948.
B. Osilator relaksasi
Osilator Relaksasi adalah osilator yang memanfaatkan prinsip saklar secara terus
menerus dengan periode tertentu yang menentukan frekuensi output. Osilator
4
relaksasi menghasilkan beberapa bentuk gelombang non sinus, yaitu : Gelombang
kotak, segitiga, pulsa dan gigi gergaji.
Osilator relaksasi sederhana adalah sebuah multivibrator / flip-flop. Prinsipnya
adalah mensaklar tagangan suply oleh sebuah komponen transistor atau FET.
Multivibrator / IC 555
” alt=”” aria-hidden=”true” />
Osilator relaksasi juga ada yang
menggunakan IC yaitu yang
terkenal adalah dengan IC 555.
3. Gelombang suara (sinyal audio)
Audio diartikan sebagai suara atau reproduksi suara.
Sinyal audio atau gelombang suara adalah
gelombang yang dihasilkan dari sebuah benda yang
bergetar pada range frekuensi audio (dapat didengar
manusia).
Telinga manusia dapat mendengar bunyi antara 20
Hz hingga 20 KHz (20.000 Hz) sesuai batasan sinyal
audio. Gelombang suara bervariasi sebagaimana
variasi tekanan media perantara seperti udara. Suara diciptakan oleh getaran dari suatu
obyek, yang menyebabkan udara disekitarnya bergetar.
Getaran udara ini kemudian menyebabkan gendang telinga manusia bergetar, yang
kemudian oleh otak diinterpretasikan sebagai suara. Diilustrasikan pada gambar
speaker menciptakan gelombang suara.
Gelombang suara berjalan melalui udara kebanyakan dengan cara yang sama seperti
perjalanan gelombang air melalui air. Dalam kenyataannya, karena gelombang air
mudah untuk dilihat dan dipahami, ini sering digunakan sebagai analogi untuk
mengilustrasikan bagaimana perambatan gelombang suara.
4. Prinsif kerja penguat RF (Radio Frekuensi)
Penguat RF (Radio Frekuensi) adalah perangkat
yang berfungsi memperkuat sinyal frekuensi
tinggi (RF) dan diterima oleh antena untuk
dipancarkan. Penguat RF ini dirancang dengan
menggunakan komponen-komponen yang
memiliki keistimewaan dan kemampuan untuk
memperkuat sinyal yang dikerjakan pada frekuensi radio.
Rangkaian penguat RF dibentuk oleh dua blok rangkaian utama yaitu blok penguat dan
blok matching impedance. Blok penguat berfungsi untuk menguatkan sinyal sedangkan
untuk blok matching impedance berfungsi menyesuaikan impedansi penguat dengan
sistem lainnya untuk mendapatkan penyaluran daya maksimum. Rangkaian matching
impedance dipasang pada input maupun output komponen.
Secara umum, penguat RF terdiri dari 3 tingkatan yaitu rangkaian buffer, rangkaian
driver, dan rangkaian final:
1. Rangkaian Buffer
Rangkaian buffer merupakan sinyal yang berfungsi
menyaring atau menyangga sinyal masuk dari
osilator yang akan diperkuat amplifier, rangkaian
buffer ini merupakan rangkaian tingkat pertama
atau tingkat awal dari amplifier. Rangkaian ini
didesain dengan komponen penguat sinyal kecil
atau komponen penguat yang mempunyai daya kecil. Daya output penguatnya
biasanya dipilih dibawah 500mW atau max 500 mW (Po ≤ 500 mW).
2. Rangkaian driver
Rangkaian driver adalah suatu rangkaian yang berfungsi sebagai kendali dari
keluaran amplifier, rangkaian driver ini akan menjadi perantara atau sambungan dari
buffer ke tingkat akhir, yaitu rangkaian final. Rangkaian driver ini didesain
mempunyai penguat daya sedang, dimana daya output komponen daya tersebut
dipilih berkisar antara 1-5 Watt (1 ≤ Po ≤ 5 Watt).
Rangkaian penguat pada driver akan menentukan daya pada rangkaian final. Syarat
yang dimiliki rangkaian penguat driver, yaitu:
a. Mempunyai daya output yang lebih besar dari rangkaian buffer
b. Umumnya mempunyai daya output maksimum 5 watt
c. Rangkaian penguatnya dikatakan rangkaian penguat sinyalmenengah atau daya
sedang
3. Rangkaian Final
Rangkaian final adalah penguat tahap akhir dari sebuah
penguat RF, transfer dari driver tidaklah cukup kuat untuk
ditransmisikan melalui antena. Untuk itulah daya yang
berasal dari output driver perlu dikuatkan kembali sehingga
cukup kuat untuk dipancarkan melalui antena, biasanya
pada final ini menggunakan transistor RF yang mempunyai daya besar. Rangkaian
final mempunyai daya output diatas 5 Watt ( Po > 5 Watt).
6