The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Setelah perkuliahan ini berakhir, diharapkan para mahasiswa atau peserta dapat mengenal, memahami, dan memberikan contoh-contoh mengenai bisnis secara umum dengan segala permasalahannya.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by amin2udin, 2021-07-12 23:49:17

Modul Pengantar Bisnis

Setelah perkuliahan ini berakhir, diharapkan para mahasiswa atau peserta dapat mengenal, memahami, dan memberikan contoh-contoh mengenai bisnis secara umum dengan segala permasalahannya.

Keywords: Modul Pengantar Bisnis

Dr. H. Samsul Arifin, SE., MM. Lahir di Blitar tahun Moch Aminnudin, S.T., M.M.
1974, S1 (Manajemen) Gelar Sarjana Ekonomi di peroleh
dari Fakultas Ekonomi Universitas Slamet Riyadi PENGANTAR BISNIS
(UNISRI) Surakarta tahun 1998. Kemudian tahun 2007
lulus S2 (Magister Manajemen) dari Program Magister
Manajemen Universitas Islam Sultan Agung
(UNISSULA), Semarang. S3 (Program Doktor Ilmu
Manajemen) diperoleh dari Program Doktor Ilmu Manajemen di
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA ) Surabaya tahun
2019. Mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISNU Jepara sejak
1999 hingga sekarang. Mengampu mata kuliah : manajemen bisnis,
etika bisnis, manajemen pemasaran, dan manajemen penjualan.
Kompetensi BNSP yang sudah diperoleh : Sales Operation, Brand
Operation, Service Operation dan Tour Planner. Aktivitas selain di
Kampus adalah sebagai CEO di beberapa perusahaan Nasional,
Konsultan Manajemen dan Pendamping UMKM. Penulis di beberapa
Jurnal Internasional dan Nasional. Buku-buku yang pernah ditulis antara
lain: Buku Ajar Etika Bisnis, Pemasaran Era Milenium, Sales
Management: Strategi Menjual Dengan Pendekatan Personal.

Moch Aminnudin, S.T., M.M. Lahir di Jepara tahun
1973, adalah dosen di UNISNU Jepara. Mengajar di
Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk mata pelajaran
pengantar teknologi informasi, aplikasi teknologi
informasi, pengantar bisnis, komunikasi bisnis, dan
hukum bisnis. Gelar sarjana teknik di peroleh dari Institut
Sains & Teknologi “AKPRIND” Yogyakarta tahun 1998.
Kemudian tahun 2011 lulus dari Program Magister Manajemen
Universitas Islam SultanAgung, Semarang.

Dr. H. Samsul Ari n, SE., MM. P E N G A N TA R

BISNIS

Dr. H. Samsul Ari n, SE., MM.
Moch Aminnudin, S.T., M.M.

P E N G A N TA R

BISNIS

Dr. H. Samsul Ari n, SE., MM.
Moch Aminnudin, S.T., M.M.

Pengantar BISNIS

Penulis:
Dr. H. Samsul Ari n, SE., MM.
Moch Aminnudin, S.T., M.M.

Penerbit dan Pencetak:
UPP STIM YKPN
Jl. Palagan Tentara Pelajar Km. 7 Yogyakarta 55581
Telp./Faks. (0274) 889317, SMS Hotline 08157988210
Email: [email protected]

Hak cipta pada penulis
Hak penerbitan pada penerbit
Tidak boleh direproduksi sebagian atau seluruhnya dalam bentuk apapun
tanpa izin tertulis dari pengarang dan/atau penerbit

Kutipan Pasal 72:
Sanksi Pelanggaran Undang-undang Hak Cipta (UU No. 19 Tahun 2002)
1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing
paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau
pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima
miliar rupiah)
2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum
suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud ayat
(1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)

PRAKATA

Sudah saatnya Indonesia maju dan masyarakatnya memiliki suatu
bisnis atau usaha yang mapan. Tidak ada kata-kata menunda lagi jika ingin
bersaing dengan bangsa lain. Bangsa Indonesia ini harus memiliki pebisnis
yang ulung yang bisa bersaing dengan pebisnis mancanegara. Namun
untuk membangun dan mewujudkan harapan itu, sangatlah sulit. Karena
terdapat faktor-faktor penghambat.

Buku ini menyediakan referensi kepada mahasiswa tentang
bagaimana memulai suatu bisnis dan bagaimana menghadapi faktor-faktor
penghambatnya. Karena tantangan itu bermacam-macam dan bertingkat-
tingkat, buku ini berupaya memuat tahap-tahapan memulai bisnis dengan
titik berat keadaan dalam suatu bisnis. Tujuannya agar mahasiswa
mengetahui berbagai aspek yang berhubungan dengan kegiatan bisnis.
Buku ini sudah dapat memberikan pengantar kepada para mahasiswa yang
mempelajari mata kuliah pengantar bisnis untuk dapat memahami aktivitas
bisnis.

Untuk itu buku ini menyusun isi sebagai berikut.
• Menumbuhkan jiwa Entrepreneur
• Perencanaan bisnis
• Manajemen
• Pengelolaan admisnistrasi bisnis
• Pengembangan bisnis
• Total Quality Management
• Lingkungan bisnis
• Etika bisnis dan tanggung jawab sosial
• Pembubaran bisnis

Dengan susunan itu, mahasiswa mendapatkan panduan untuk memulai
suatu bisnis. Sehingga pebisnis memiliki pola pikir yang membuatnya
termotivasi dan percaya diri untuk memulai suatu usaha atau bisnis dengan
cara terstruktur, sistematis, untuk mencapai bisnis atau usaha yang mapan.

Jepara, Oktober 2020
Penulis

Prakata iii

iv Pengantar Bisnis

DAFTAR ISI

PRA KATA ............................................................................ iii
DAFTAR ISI ............................................................................ v

Bab 1. PENDAHULUAN ..................................................... 1

1.1. Tujuan Instruksional Umum ......................................... 1
1
1.2. Tujuan Instruksional Khusus ......................................... 1
2
1.3. Definisi Entrepreneur .................................................... 5
5
1.4. Karakter Seorang Wirausaha .......................................... 7

1.5. Tipe-Tipe Wirausaha ......................................................

1.6. Menumbuhkan Keinginan Berwirausaha .......................

1.7. Soal-Soal Latihan ...........................................................

Bab 2. PERENCANAAN BISNIS ....................................... 8

2.1. Tujuan Instruksional Umum ......................................... 8
8
2.2. Tujuan Instruksional Khusus ......................................... 8
11
2.3. Pengertian ....................................................................... 12
13
2.4. Fungsi Bisnis .................................................................. 14
14
2.5. Latar Belakang dan Manfaat Bisnis ................................. 15

2.6. Tujuan Bisnis ...................................................................

2.7. Unsur-Unsur Pelaksanaan Bisnis ....................................

2.8. Langkah-Langkah dalam Berbisnis ..................................

2.9. Soal-Soal Latihan ............................................................

Bab 3. PENENTUAN JENIS BISNIS .................................... 16

3.1. Tujuan Instruksional Umum .......................................... 16
3.2. Tujuan Instruksional Khusus .......................................... 16
3.3. Dasar Pertimbangan dan Metode Penentuan Jenis Bisnis .. 16
3.4. Jenis Bisnis ..................................................................... 17
3.5. Soal-Soal Latihan ............................................................ 18

Prakata v

Bab 4. PEMILIHAN DAN PENDIRIAN BENTUK 19

PERUSAHAAN ......................................................... 19
19
4.1. Tujuan Instruksional Umum .............................................. 19
4.2. Tujuan Instruksional Khusus .............................................. 20
4.3. Dasar Pertimbangan ........................................................... 25
4.4. Jenis Perusahaan .............................................................
4.5. Soal-Soal Latihan .............................................................

Bab 5. PENENTUAN LOKASI BISNIS .......................... 26
26
5.1. Tujuan Instruksional Umum ......................................... 26
26
5.2. Tujuan Instruksional Khusus .........................................
27
5.3. Pengertian Lokasi Bisnis ................................................ 28
31
5.4. Faktor yang Dipertimbangkan dalam Penentuan Lokasi

Bisnis .........................................................................

5.5. Penentuan Lokasi Bisnis ...........................................

5.6. Soal-Soal Latihan ......................................................

Bab 6. PENGADAAN SARANA DAN PRASARANA BISNIS 32
32
6.1. Tujuan Instruksional Umum ......................................... 32
32
6.2. Tujuan Instruksional Khusus .........................................
33
6.3. Pengertian Prasarana dan Sarana Bisnis ........................... 33
34
6.4. Dasar Pertimbangan Pengadaan Prasarana dan Sarana

Bisnis .............................................................................

6.5. Jenis Prasarana dan Sarana Bisnis ...................................

6.6. Soal-Soal Latihan ............................................................

Bab 7. MANAJEMEN ....................................................... 35

7.1. Tujuan Instruksional Umum ......................................... 35
35
7.2. Tujuan Instruksional Khusus ......................................... 35
36
7.3. Definisi Manajemen ........................................................ 37

7.4. Unsur-Unsur Manajemen .........................................

7.5. Fungsi Manajemen ........................................................

vi Pengantar Bisnis

7.6. Tingkatan Manajemen .................................................. 38

7.7. Pelaksanaan Manajemen Perusahaan ............................. 39

Bab 8. ORGANISASI ......................................................... 41

8.1. Tujuan Instruksional Umum .............................................. 41
8.2. Tujuan Instruksional Khusus .............................................. 41
8.3. Definisi Organisasi ......................................................... 41
8.4. Struktur Organisasi ......................................................... 43
8.5. Bentuk-Bentuk Struktur Organisasi ................................ 43
8.6. Soal-Soal Latihan ........................................................... 47

Bab 9. MANAJEMEN PRODUKSI/OPERASIONAL ...... 48
48
9.1. Tujuan Instruksional Umum ........................................... 48
48
9.2. Tujuan Instruksional Khusus ........................................... 49

9.3. Pengertian dan Faktor-Faktor Produksi ......................... 49
51
9.4. Peranan ........................................................................... 55

9.5. Langkah-Langkah Pengelolaan Produksi dan Masalah

Produksi .......................................................................

9.6. Contoh Perhitungan di Bidang Produksi ........................

9.7. Soal-Soal Latihan .........................................................

Bab 10. MANAJEMEN PEMASARAN ................................ 56
56
10.1. Tujuan Instruksional Umum ............................................ 56
10.2. Tujuan Instruksional Khusus ............................................ 56
10.3. Pengertian ........................................................................ 57
10.4. Analisis Pemasaran Peranan Pemasaran Dalam Bisnis ....... 58
10.5. Ruang Lingkup Kegiatan Pemasaran ...............................
10.6. Langkah-langkah Pengelolaan Pemasaran dan 59
61
Masalah Pemasaran ...........................................................
10.7. Soal-Soal Latihan ............................................................

Bab 11. MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA ........... 62

Prakata vii

11.1. Tujuan Instruksional Umum ......................................... 62
62
11.2. Tujuan Instruksional Khusus ........................................ 62

11.3. Pengertian Sumber Daya manusia ................................ 63
64
11.4. Latar Belakang dan Ruang Lingkup Sumber Daya 64
65
Manusia ........................................................................

11.5. Masalah-Masalah ...........................................................

11.6. Langkah-Langkah Pengelolaan Penempatan ....................

11.7. Soal-soal Latihan .............................................................

Bab 12. MANAJEMEN KEUANGAN ............................... 66

12.1. Tujuan Instruksional Umum ........................................... 66
66
12.2. Tujuan Instruksional Khusus .......................................... 66
67
12.3. Pengertian ...................................................................... 67
67
12.4. Macam-Macam Lembaga Keuangan ............................... 69

12.5. Masalah Keuangan ..........................................................
12.6. Macam-Macam Pembelanjaan Perusahaan ......................
12.7. Soal Latihan ...................................................................

Bab 13. PENGELOLAAN ADMINISTRASI BISNIS ........ 70

13.1. Tujuan Instruksional Umum .......................................... 70
13.2. Tujuan Instruksional Khusus .......................................... 70
13.3. Pengertian ....................................................................... 70
13.4. Kegiatan Tata Usaha ...................................................... 71
13.5. Masalah-Masalah Administrasi ....................................... 72
13.6. Soal-soal Latihan ............................................................ 72

Bab 14. PENGEMBANGAN BISNIS ................................. 73

14.1. Tujuan Instruksional Umum .......................................... 73
73
14.2. Tujuan Instruksional Khusus .......................................... 73
74
14.3. Pengertian ...................................................................... 74

14.4. Jenis-jenis Pengembangan Bisnis (Ekspansi) ..................

14.5. Soal-Soal Latihan ...........................................................

viii Pengantar Bisnis

Bab 15. TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) ......... 75

15.1. Tujuan Instruksional Umum .......................................... 75
75
15.2. Tujuan Instruksional Khusus ......................................... 75
76
15.3. Definisi Total Quality Management ................................ 76
15.4. Unsur Pokok Total Quality Management ......................... 77
77
15.5. 5 Pilar Total Quality Management .................................. 78
78
15.6. Proses Total Quality Management ..................................
15.7. Manfaat Program Total Quality Management ..................

15.8. Tujuan Total Quality Management ..................................

15.9. Soal-Soal Latihan ...........................................................

Bab 16. LINGKUNGAN BISNIS ......................................... 79

16.1. Tujuan Instruksional Umum ............................................ 79
16.2. Tujuan Instruksional Khusus ............................................ 79
16.3. Definisi Lingkungan Bisnis ............................................ 79
16.4. Klasifikasi Lingkungan Bisnis .......................................... 80
16.5. Faktor Ekonomi Yang Mempengaruhi Kinerja Bisnis ...... 82
16.6. Soal-Soal Latihan ............................................................ 82

Bab 17. ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL 83

17.1. Tujuan Instruksional Umum ........................................... 83
83
17.2. Tujuan Instruksional Khusus ........................................... 83
84
17.3. Etika Bagi Perusahaan .................................................... 84
85
17.4. Definisi Etika Bisnis .................................................... 86

17.5. Prinsip-Prinsip Etika Bisnis ..............................................

17.6. Tanggung Jawab sosial .....................................................

17.7. Soal-soal latihan ..............................................................

Bab 18. PEMBUBARAN BISNIS ...................................... 87

18.1. Tujuan Instruksional Umum ............................................. 87
18.2. Tujuan Instruksional Khusus ............................................. 87
18.3. Pengertian ........................................................................ 87
18.4. Sebab-sebab Pembubaran Bisnis ....................................... 88

Prakata ix

18.5. Aturan-Aturan Pembubaran Bisnis ................................... 88
18.6. Soal-Soal Latihan .............................................................. 89
DAFTAR PUSTAKA ............................................................ 90

x Pengantar Bisnis

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah perkuliahan ini berakhir, diharapkan para mahasiswa atau

pembaca buku dapat mengenal, memahami, dan memberikan contoh-
contoh mengenai bisnis secara umum dengan segala permasalahannya.

1.2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah perkuliahan ini berakhir, diharapkan para mahasiswa atau

pembaca buku dapat:
● Menjelaskan definisi entrepreneur.
● Menjelaskan karakter seorang wirausaha.
● Menyebutkan dan menjelaskan tipe-tipe wirausaha.
● Menjelaskan tahapan menumbuhkan keinginan berwirausaha.

1.3. Definisi Entrepreneur
Era sekarang banyak sekali entrepreneur atau pengusaha-pengusaha

muda yang kreatif dan inovatif. Hal itu didukung karena entrepreneur atau
pengusaha merupakan jenis pekerjaan yang memiliki prospek yang bagus
jika dijalankan dengan benar. Sebelum memulai usaha seorang pengusaha
harus mempunyai jiwa entrepreneur atau pengusaha guna menjalankan
bisnisnya supaya sesuai dengan tujuannya.

Sebelum memahami jiwa entrepreneur atau wirausaha kita harus tahu
apa itu entrepreneur. Entrepreneur secara etimologi dan menurut para ahli
adalah sebagai berikut (Zakky, 2018):

Secara etimologi kata wirausaha adalah berasal dari kata “wira” dan
“usaha”. “Wira” berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan,
berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Sedangkan “usaha”
berarti “perbuatan untuk mencapai sebuah tujuan”. Jadi, secara
etimologi wirausaha adalah pejuang yang melakukan perbuatan untuk
mencapai sebuah tujuan.

Bab 1. Pendahuluan 1

Pengertian wiraswasta menurut KBBI adalah orang yang pandai
atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru,
menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta
mengatur permodalan operasinya.
Menurut Richard Cantillon (1755)

Entrepreneurial is an innovator and individual developing something
unique and new (wirausaha adalah seorang penemu dan individu yang
membangun sesuatu yang unik dan baru).
Menurut J.B Say (1803)

Wirausaha adalah pengusaha yang mampu mengelola sumber-sumber
daya yang dimiliki secara ekonomis (efektif dan efisien) dan tingkat
produktivitas yang rendah menjadi tinggi.
Menurut Dan Stein dan Jhon F.Burgess (1993)

Wirausaha adalah orang yang mengelola, mengorganisasikan, dan
berani menanggung segala risiko untuk menciptakan peluang usaha
dan usaha baru.
Menurut Encyclopedia of Americana

Entrepreneur (wirausahawan) didefinisikan sebagai seseorang yang
berani mengambil risiko dengan menyatukan berbagai fungsi produksi,
termasuk modal, bahan baku, tenaga kerja, dan menerima imbalan
dalam bentuk laba dari nilai pasar yang dihasilkannya.
Menurut Mas’ud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz (2004)

Wirausaha adalah seorang inovator yang mampu mengubah
kesempatan menjadi sebuah ide yang bisa dijual, dapat memberikan
nilai tambah melalui upaya, waktu, biaya, serta kecakapan dengan
tujuan mendapatkan keuntungan.
Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan entrepreneur atau
wirausaha adalah seseorang yang membuat suatu usaha yang mempunyai
tujuan untuk memperoleh keuntungan dan juga memiliki keberanian untuk
mempertaruhkan risiko dari mulai uang, waktu, tenaga, dan lain-lain.

1.4. Karakter Seorang Wirausaha
Seorang entrepreneur atau wirausaha harus memiliki karakter sesuai

dengan nama yang disandangnya. Hal tersebut karena seorang wirausaha
itu tidak hanya berhubungan dengan dirinya sendiri sama produknya

2 Pengantar Bisnis

namun dengan rekan bisnisnya, karyawannya, lingkungan masyarakat dan
lain-lain. Jadi jika seseorang ingin menjadi wirausaha yang sukses harus
memiliki karakter seorang wirausaha.

Sebelum lebih jauh membahas apa saja karakter yang harus dimiliki
oleh seorang pengusaha, karakter sendiri mempunyai arti yaitu segala
sesuatu yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari yang berupa akhlak,
cara berpikir, cara bersikap, cara bertingkah laku, cara pandang, dan lain-
lain.

Dalam kamus Poerwadarminta (Suryana & Bayu, 2014), karakter
diartikan sebagai tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak budi pekerti yang
membedakan seseorang dari pada yang lain. Dengan pengertian di atas
dapat dikatakan bahwa membangun karakter (character building) ialah
proses mengukir atau memahat jiwa sedemikian rupa, sehingga terbentuk
unik, menarik, dan berbeda atau dapat dibedakan dengan orang lain.

Seorang wirausaha harus bisa melihat ke depan, dan juga bisa
memecahkan berbagai persoalan. Untuk lebih lengkapnya seorang
wirausaha harus memiliki karakter sebagai berikut:
a. Percaya Diri

Orang yang percaya diri adalah orang yang sudah matang jasmani dan
rohaninya. Pribadi semacam ini adalah pribadi yang independen dan
sudah mencapai tingkat maturity (kedewasaan) (Alma, 2004).
Percaya diri merupakan sikap seseorang dan kepercayaan seseorang
dalam menjalankan suatu pekerjaan. Jadi seorang wirausaha harus
memiliki sikap percaya diri, guna untuk meyakinkan konsumen, rekan
bisnis, orang di sekitar tempat bisnisnya, dan lain-lain. Sikap percaya
diri pun memiliki kecenderungan mendapatkan keberhasilan dalam
melaksanakan pekerjaan.
Kepercayaan di atas baik langsung maupun tidak langsung,
mempengaruhi sikap mental seseorang seperti kreativitas, keberanian,
ketekunan, semangat kerja keras, semangat berkarya, dan sebagainya
banyak dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan diri seseorang yang
berbaur dengan pengetahuan, keterampilan serta kewaspadaannya
(Suryana, 2008).
b. Inisiatif
Berinisiatif artinya selalu ingin mencari dan memulai sesuatu. Untuk
memulai diperlukan adanya niat dan tekad yang kuat serta karsa
yang besar. Sekali sukses, maka sukses berikutnya akan menyusul,
sehingga usahanya semakin maju dan semakin berkembang. Dalam

Bab 1. Pendahuluan 3

kewirausahaan, peluang hanya diperoleh apabila ada inisiatif. Perilaku
inisiatif ini biasanya diperoleh melalui pelatihan dan pengalaman yang
bertahun-tahun dan pengembangannya diperoleh dengan cara disiplin
diri, berpikir kritis, tanggap, bergairah, dan semangat (Suryana, 2008).
c. Motivasi Prestasi
Dorongan untuk selalu berprestasi tinggi harus ada dalam diri seorang
wirausaha, karena dapat membentuk mental pada diri mereka untuk
selalu lebih unggul dan mengerjakan segala sesuatu melebihi standar
yang ada. Motivasi berprestasi, pertama diartikan sebagai perilaku
yang timbul karena melihat standar keunggulan dan dengan demikian
dapat dinilai dari segi keberhasilan dan kegagalan. Kondisi kedua
adalah individu sedikit banyak harus bertanggung jawab atas hasilnya.
Ketiga, terdapat suatu tingkat tantangan dan timbul perasaan tidak
pasti. Konsep-konsep motivasi berprestasi juga sangat menitikberatkan
pada kerja dinamika batiniah. Seseorang yang memiliki motivasi
prestasi maka dalam menjalankan usahanya ia akan berorientasi pada
hasil dan wawasan ke depan (Suryana, 2014).
d. Kepemimpinan
Seorang wirausahawan yang berhasil selalu memiliki sifat
kepemimpinan, kepeloporan, dan teladan. Ia selalu ingin tampil beda
dan lebih menonjol. Kepemimpinan adalah kualitas tingkah laku
seseorang yang mempengaruhi tingkah orang lain atau kelompok
orang, sehingga mereka bergerak ke arah tercapainya tujuan bersama.
Seorang wirausahawan yang menghendaki kerjasama dengan orang
lain hendaknya memiliki keterampilan kepemimpinan (Hantoro,
2005).
Wirausahawan merupakan pemimpin bagi perusahaannya jadi sudah
selayaknya seorang wirausaha mempunyai pribadi kepemimpinan
guna untuk memberikan keputusan dan juga memimpin bawahannya.
e. Berani Mengambil Risiko
Wirausahawan pasti berhadapan dengan risiko dan risiko itu terkadang
tidak pasti datangnya. Jadi seorang wirausahawan harus belajar dari
kejadian-kejadian sebelumnya untuk meminimalisir risiko dan kerugian
yang akan diperoleh. Contoh dari risiko adalah harga produk naik turun
di pasaran, persaingan dengan wirausahawan lain dan lain-lain.
Seorang wirausaha yang berani menanggung risiko adalah orang yang
selalu ingin menjadi pemenang dan memenangkan dengan cara yang
baik. Keberanian menanggung risiko bergantung pada daya tarik
setiap alternatif, siap untuk mengalami kerugian dan kemungkinan

4 Pengantar Bisnis

relatif untuk sukses atau gagal. Pemilihan untuk pengambilan risiko
ditentukan oleh keyakinan diri, kesediaan untuk menggunakan
kemampuan, kemampuan untuk menilai risiko (Suryana, 2008).

1.5. Tipe-Tipe Wirausaha
Di dalam dunia usaha ada tipe-tipe wirausaha yaitu sebagai berikut:

Menurut Ciputra, terdapat empat kategori entrepreneur, yaitu sebagai
berikut (Ciputra, 2008):
a. Business Entrepreneur

Owner entrepreneur adalah para pencipta dan pemilik bisnis.
Professional entrepreneur adalah orang-orang yang memiliki daya
wirausaha namun mempraktikkannya di perusahaan milik orang lain.
b. Government Entrepreneur
Seorang atau kelompok orang yang memimpin serta mengelola
lembaga negara atau instansi pemerintahan dengan jiwa dan kecakapan
wirausaha. Sebagai contoh adalah Lee Kuan Yew, mantan Perdana
Menteri Singapura, ia adalah seorang pemimpin yang mengelola dan
menumbuhkan Singapura dengan jiwa dan kecakapan wirausaha.
c. Social Entrepreneur
Yaitu para pendiri organisasi-organisasi sosial kelas dunia yang
menghimpun dana masyarakat untuk melaksanakan tugas sosial yang
mereka yakini.
d. Academic Entrepreneur
Ini menggambarkan akademisi yang mengajar atau mengelola
lembaga pendidikan dengan pola dan gaya entrepreneur sambil tetap
menjaga tujuan mulia pendidikan.

1.6. Menumbuhkan Keinginan Berwirausaha
Dalam menumbuhkan keinginan berwirausaha seseorang harus

senang dulu terhadap usaha, karena dengan senang maka keinginan akan
muncul. Setelah timbul rasa senang maka seseorang tersebut harus belajar
entrepreneurship.

Ciputra memperkenalkan siklus belajar entrepreneurship yang memiliki
lima fase, yaitu fase exploring, planning, producing, fase communicating
atau marketing, dan fase reflecting (Barnawi & Arifin, 2012).

Bab 1. Pendahuluan 5

a. Fase exploring
Fase ini adalah fase mencari dan mengumpulkan informasi sebanyak-
banyaknya, yaitu dengan melakukan penelitian atau pengamatan
terhadap peluang pasar.

b. Planning
Planning yaitu fase membuat perencanaan dengan mencurahkan
ide dan gagasan pembaca buku didik. Pembaca buku didik praktik
langsung membuat rencana dan menciptakan sistem kerja dengan
memperhatikan hasil exploring.

c. Producing
Producing yaitu fase menimbulkan manfaat atau faedah baru. Pada
tahap ini, pembaca buku didik berinovasi dengan membuat penemuan
baru, pengembangan, atau sintesis, juga berlatih untuk mengelola
konsekuensi buruk (risiko) yang akan dihadapi.

d. Fase communicating atau marketing
Fase ini yaitu fase melakukan sosialisasi untuk menarik minat
pelanggan atas produk/jasa yang telah dibuat. Caranya dengan
melakukan promosi ke masyarakat.

e. Fase reflecting
Fase ini yaitu fase untuk mencari sisi kelebihan dan kerugian atas
proses yang telah dilewati dan mengambil kesimpulan, dengan
mengevaluasi dari awal kegiatan sampai hasil yang diperoleh.

Menurut Suherman (2008) pola pembelajaran kewirausahaan minimal
mengandung empat unsur sebagai berikut:
a. Pemikiran yang diisi oleh pengetahuan tentang nilai-nilai, semangat,

jiwa, sikap dan perilaku, agar pembaca buku didik memiliki pemikiran
kewirausahaan.
b. Perasaan, yang diisi oleh penanaman kepekaan rasa empati, agar
pembaca buku didik dapat merasakan suka-duka berwirausaha dan
memperoleh pengalaman empiris dari para wirausaha terdahulu.
c. Keterampilan yang harus dimiliki oleh pembaca buku didik untuk
berwirausaha.
d. Kesehatan fisik, mental, dan sosial. Sehubungan dengan hal ini,
pembaca buku didik hendaknya dibekali oleh teknik-teknik antisipasi
terhadap berbagai hal yang mungkin timbul dalam berwirausaha baik
berupa persoalan, masalah maupun risiko lainnya sebagai wirausaha.

6 Pengantar Bisnis

1.7. Soal-Soal Latihan
1. Jelaskan berbagai pengertian entrepreneur!
2. Sebutkan dan jelaskan karakter seorang pengusaha!
3. Apa saja tipe-tipe wirausaha?
4. Bagaimana langkah-langkah dalam menumbuhkan rasa ingin

berwirausaha?

Bab 1. Pendahuluan 7

BAB 2

PERENCANAAN BISNIS

2.1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah perkuliahan ini berakhir, diharapkan para mahasiswa atau

pembaca buku dapat mengenal, memahami, dan memberikan contoh-
contoh mengenai bisnis secara umum dengan segala permasalahannya.

2.2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah perkuliahan ini berakhir, diharapkan para mahasiswa atau

pembaca buku dapat:
● Menjelaskan pengertian bisnis, baik secara umum maupun secara

khusus.
● Menjelaskan fungsi dan latar belakang terjadinya bisnis.
● Mengungkapkan berbagai manfaat bisnis.
● Mengungkapkan berbagai tujuan bisnis.
● Menjelaskan unsur-unsur bisnis.
● Menjelaskan langkah-langkah dalam berbisnis.
● Mengungkapkan masalah-masalah dalam bisnis.

2.3. Pengertian
1. Pengertian Secara Umum

Bisnis merupakan salah satu kegiatan di bidang ekonomi. Istilah
ekonomi di sini mengandung pengertian yang dapat dilihat dari:
a. Berdasarkan sudut pandang individual, ekonomi adalah segala tingkah

laku manusia dalam hal memenuhi kebutuhan hidupnya.
b. Berdasarkan sudut pandang dunia usaha, ekonomi adalah segala

tingkah laku manusia dalam rangka menciptakan pendapatan.
c. Berdasarkan sudut pandang pemerintah atau secara makro, ekonomi

adalah segala tingkah laku manusia dalam rangka mencapai
kemakmuran.

8 Pengantar Bisnis

Perekonomian ada berbagai macam yang umumnya di setiap negara
menggunakan sistem perekonomian yang berbeda. Adapun bentuk sistem
perekonomian di dunia terdiri dari:
a. Kapitalisme

Dalam sistem ini, seseorang bebas untuk memiliki kekayaan,
perusahaan, bersaing secara bebas dalam pasar, dan menentukan
miliknya kemudian. Hubungannya dengan pasar, bahwa seseorang
bebas memilih dan membuat barang dan jasa yang diinginkan.
b. Sosialisme
Seseorang relatif bebas untuk memilih tempat yang diinginkan, tapi
pemerintah ikut campur tangan dengan berusaha menyesuaikan
kebutuhan individu kepada kebutuhan masyarakat. Dalam pemerintah-
an sosialis, jika perusahaan dianggap penting untuk mendukung
perekonomian bangsa dan kebutuhan dapat dipenuhi dengan lebih
efisien, maka pemerintah dapat ikut ambil bagian atau memasuki
dunia industri dengan bertindak sebagai pemilik.
c. Fasisme
Seseorang bebas memilih tempat yang diinginkan atas persetujuan
pemerintah. Umumnya sistem ini bersifat diktator karena industri
dikuasai oleh pemerintah.
d. Komunisme
Semua pekerjaan ditentukan oleh Negara dan setiap orang bekerja
untuk kepentingan masyarakat secara keseluruhan. Semua bisnis,
jenis, dan penggunaan alat apa saja ditentukan oleh pemerintah.
e. Pancasila
Semua kegiatan yang memiliki dasar pertimbangan dan pemikiran
dari kelima sila yang ada dalam Pancasila.

2. Pengertian dan istilah dalam kegiatan bisnis antara lain:
Pada saat mendengar kata bisnis yang terngiang di kepala kita adalah

perusahaan-perusahaan besar seperti Honda, Yamaha, dan lain-lain. Bisnis
mempunyai tujuan memperoleh laba. Dalam mendefinisikan apa itu bisnis
cakupannya sangat luas, tergantung sudut pandang kita.

Secara terminologi, bisnis merupakan suatu kegiatan atau usaha yang
dilakukan oleh perorangan maupun kelompok. Oleh karena itu, kegiatan
bisnis sebenarnya telah muncul sejak dulu, hanya kegiatan bisnis ini sangat
tertutup karena dilakukan dalam lingkungan yang terbatas, seperti keluarga,
kelompok masyarakat maupun kelompok tertentu (Budiarto, 2009).

Bab 2. Perencanaan Bisnis 9

Menurut Skinner mendefinisikan bisnis sebagai pertukaran barang,
jasa, atau uang yang saling menguntungkan dan memberikan manfaat
bagi para pelakunya. Adapun dalam pandangan Straub dan Attner, bisnis
tak lain adalah suatu organisasi yang menjalankan aktivitas produksi dan
penjualan barang-barang dan jasa-jasa yang diinginkan oleh konsumen
untuk memperoleh profit. Barang yang dimaksud adalah suatu produk yang
secara fisik memiliki wujud, sedangkan jasa adalah aktivitas-aktivitas yang
memberi manfaat pada konsumen atau pelaku bisnis lainnya (Yusanto &
Widjajakusuma, 2002).

Pengertian bisnis menurut Griffin dan Ebert: “business is an
organization that provides goods or services in order to earn profit”
Artinya: bisnis merupakan aktivitas melalui penyedia barang dan jasa
bertujuan untuk menghasilkan laba. Pengertian lain yaitu bisnis menurut
Hugnes and Kapoor Bisnis merupakan suatu kegiatan usaha individu
yang di organisasi untuk menghasilkan atau menjual barang dan jasa
guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat
(Budiarto, 2009).

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bisnis adalah
suatu kegiatan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang untuk
memperoleh laba. Di era sekarang bisnis sangat populer banyak orang yang
menggeluti bisnis dan juga mengembangkan serta belajar cara berbisnis.
Dalam memulai berbisnis di era sekarang pun tidak hanya orang yang punya
modal besar namun juga banyak yang Cuma pakai modal kecil. Berikut ini
adalah istilah-istilah yang ada dalam bisnis yaitu.
a. Perusahaan adalah rumah tangga yang mengkombinasikan faktor-

faktor produksi, sehingga menghasilkan barang dan jasa untuk
memperoleh laba.
b. Badan Usaha adalah lembaga atau institusi yang memanfaatkan
sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan tertentu. Adapun tujuan
dari Badan Usaha, yaitu:
- Profit motive, merupakan tujuan untuk mencari laba.
- Public service, merupakan tujuan untuk memberikan pelayanan

umum.
c. Wiraswasta merupakan orang yang mampu menanggulangi masalah

ekonominya tanpa tergantung orang lain (wira = ksatria, swa = sendiri,
sta = usaha).
d. Bedrijft (dari Bahasa Belanda) artinya sama dengan badan usaha.

10 Pengantar Bisnis

Pengertian-pengertian tersebut adalah istilah umum yang mendukung
kegiatan bisnis. Istilah-istilah ini berhubungan dengan Pengantar Bisnis
yang menjadi pokok pembahasan ini.

2.4. Fungsi Bisnis
Bisnis mempunyai fungsi untuk menciptakan produk yang asalnya

kurang memiliki nilai kemanfaatan menjadi mempunyai nilai. Dan produk
tersebut dapat memenuhi kebutuhan konsumen atau pelanggan. dalam
sudut pandang pemilik bisnis, fungsi bisnis untuk memperoleh keuntungan.

Menurut Steinhoff dalam bukunya The World Of Business (1979)
(Alma, 2004) ada tiga fungsi utama dalam suatu bisnis, yaitu:
a. Acquiring Raw Material, yaitu untuk mencari bahan mentah.
b. Manufacturing Raw Material Into Product, yaitu mengubah bahan

mentah menjadi barang jadi.
c. Distributing Product to Consumer, yaitu untuk menyalurkan produk

yang dihasilkan kepada konsumen.
Dalam operasi suatu bisnis terdapat 5 fungsi bisnis menurut (Ahamad,
2020):
1. Manajemen adalah cara bagaimana karyawan dan sumber lain (seperti
mesin) digunakan oleh perusahaan.
2. Pemasaran adalah cara bagaimana produk (jasa) dikembangkan,
ditentukan harganya, disebarkan, dan dipromosikan kepada pelanggan.
3. Keuangan adalah cara bagaimana perusahaan mendapatkan dan
menggunakan dana untuk menjalankan bisnisnya.
4. Akuntansi adalah ringkasan dan analisis kondisi keuangan perusahaan
dan dipakai untuk membuat berbagai macam keputusan sistem
informasi termasuk masyarakat, teknologi informasi, prosedur untuk
memberi informasi yang cocok untuk karyawan perusahaan sehingga
bisa membuat keputusan bisnis.
5. Sistem informasi, perusahaan menggunakan sistem informasi untuk
selalu memperbaharui dan menganalisis sistem informasi tentang
operasinya. Hasil informasi bisa digunakan oleh manajer perusahaan
untuk membuat keputusan bisnis.

Bab 2. Perencanaan Bisnis 11

2.5. Latar Belakang dan Manfaat Bisnis

Adapun yang melatarbelakangi terjadinya kegiatan bisnis dapat terdiri
dari berbagai aspek, antara lain:

1. Hobi
Sesuatu hal yang disenangi dan memberikan motivasi dalam bidang
bisnis.

2. Keturunan
Dikarenakan tumbuh dan berkembangnya seseorang pada keluarga
yang menggeluti bisnis.

3. Jenuhnya Kesempatan Kerja
Apabila tingkat tenaga kerja yang semakin banyak dan tidak
diimbangi dengan lapangan kerja yang semakin luas pula, maka akan
menimbulkan pengangguran. Untuk tetap memenuhi kebutuhan pada
masa sedikitnya kesempatan kerja ini, maka kita dapat melakukan
bisnis.

4. Pertambahan Penduduk
Dengan pertambahan penduduk yang semakin padat, maka kita tetap
dituntut untuk memenuhi kebutuhan yang tak terbatas ini. Adapun
salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan berbisnis.

5. Kekuatan yang Dimiliki (Strength)
Apabila kita memiliki kekuatan lebih untuk melakukan bisnis, maka
kita dapat memanfaatkan kekuatan tersebut. Kekuatan ini, misalnya:
lokasi yang strategis.

6. Peluang (Opportunity)
Untuk melaksanakan bisnis, kita juga harus dapat melihat peluang-
peluang yang mendukung suksesnya bisnis.

7. Lingkungan
Merupakan latar belakang yang memberi pengaruh pada pelaksanaan
bisnis.

Selain latar belakang tersebut di atas, yang menjadi alasan mengapa
orang berbisnis dapat dikarenakan manfaat dari berbisnis secara makro,
antara lain:

1. Bisnis dapat menyerap tenaga kerja.
2. Bisnis dapat meningkatkan pendapatan, sehingga meningkatkan

kemakmuran.
3. Bisnis merupakan kegiatan transfer of knowledge.

12 Pengantar Bisnis

2.6. Tujuan Bisnis
Sudah tak bisa di pungkiri bahwa tujuan bisnis adalah mencari uang

atau mencari keuntungan. Namun jika diperhalus lagi tujuan bisnis adalah
mencari kesejahteraan hidup.

Dalam buku ini saya paparkan beberapa tujuan bisnis diantaranya
sebagai berikut.
a. Kegiatan bisnis hasilnya memperoleh keuntungan.

Hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa setiap pelaku usaha menginginkan
keuntungan dari usahanya tersebut. Itu dikarenakan dalam proses
bisnis pemilik usaha telah mengorbankan waktu tenaga dan uang .
b. Menciptakan barang ataupun jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Bisnis tidak dikonsumsi atau digunakan oleh pemilik bisnisnya saja,
namun juga untuk masyarakat, ini sesuai dengan rantai perjalanan
bisnis dari mulai produksi sampai konsumsi yang melibatkan orang
lain.
c. Tercapainya kesejahteraan pemilik bisnis dan masyarakat.
Manusia merupakan makhluk sosial dimana manusia tidak bisa hidup
tanpa orang lain. jadi dalam kehidupan manusia satu sama lain saling
bergantungan, pemilik bisnis butuh uang untuk menciptakan produk
atau jasa dan untuk menunjang kehidupannya. Seorang konsumen
butuh produk untuk keberlangsungan hidupnya.
d. Terciptanya lapangan pekerjaan.
Dunia bisnis tidak bisa dilakukan oleh satu orang saja, ada beberapa
tahap yang perlu bantuan orang lain. dari situlah terciptanya lapangan
pekerjaan.
e. Meningkatkan kemajuan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat
secara umum.
Negara yang maju adalah negara yang tingkat produksi dan
konsumsinya tinggi (seimbang antara keduanya). Dari situlah terlihat
kemampuan masyarakat untuk membeli suatu produk.
f. Eksistensi perusahaan dalam jangka panjang
Suatu perusahaan pasti menginginkan perusahaannya tetap eksis dan
juga mendapatkan profit yang stabil.

Bab 2. Perencanaan Bisnis 13

2.7. Unsur-Unsur Pelaksanaan Bisnis
Unsur-unsur yang mendukung suksesnya pelaksanaan bisnis, meliputi:

a. Individu pelaksana bisnis itu sendiri atau yang bersangkutan.
b. Semangat atau jiwa bisnis yang dimiliki pelaksana.
c. Organisasi atau kelembagaan yang mendukungnya.
d. Kemampuan yang dimiliki, adalah Sumber Daya Manusia (SDM),

Sumber Daya Alam (SDA), dan Kemampuan Manajerial.
e. Lingkungan yang berperan, terdiri dari:

1. Intern, meliputi:
- Kekuatan (Strength) yang dimiliki.
- Kelemahan (Weakness) yang perlu penanggulangan dari
kekuatan yang kita miliki.

2. Ekstern, meliputi:
- Peluang (Opportunity).
- Tantangan (Threats) yang akan dihadapi, dapat berupa pesaing,
embargo, proteksi, pajak yang tinggi, dan lain-lain.

2.8. Langkah-Langkah dalam Berbisnis
Dalam menjalankan bisnis, kita perlu mengetahui langkah-langkah

yang perlu kita laksanakan kelak. Adapun langkah yang perlu kita ambil,
antara lain:
1. Menentukan jenis bisnis melalui analisis lingkungan.
2. Memilih bentuk perusahaan.
3. Memilih lokasi bisnis.
4. Pengadaan prasarana dan sarana bisnis.
5. Pengelolaan:

a. Produksi.
b. Pemasaran.
c. Keuangan.
d. Sumber Daya Manusia.
e. Administrasi.
6. Pengembangan Bisnis.
7. Penutupan Bisnis.

14 Pengantar Bisnis

Menjalankan kegiatan bisnis, selain mengetahui langkah-langkah
pelaksanaan bisnis, kita juga harus memperhatikan masalah yang mungkin
kelak dihadapi, jadi kita dapat memikirkan awal bagaimana penanggulangan
masalah tersebut. Masalah yang umumnya sering terjadi dalam berbisnis,
antara lain:
1. Bangkrut.
2. Persaingan yang ketat.
3. Volume penjualan menurun.
4. Modal kurang.
5. Sumber daya manusia dan produktivitas rendah.
6. Produktivitas tidak optimal.
7. Administrasi tidak efektif, dan lain-lain.
2.9. Soal-Soal Latihan
1. Jelaskan berbagai pengertian ekonomi yang saudara ketahui!
2. Jelaskan pengertian bisnis yang saudara ketahui!
3. Apa saja yang melatarbelakangi orang berbisnis?
4. Bagaimana langkah-langkah dalam menyelenggarakan bisnis secara

umum?

Bab 2. Perencanaan Bisnis 15

BAB 3

PENENTUAN JENIS BISNIS

3.1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah perkuliahan ini berakhir, diharapkan para mahasiswa atau

pembaca buku dapat mengenal, memahami, dan memberikan contoh-
contoh mengenai bisnis secara umum dengan segala permasalahannya.

3.2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah perkuliahan ini berakhir, diharapkan para mahasiswa atau

pembaca buku dapat:
● Menjelaskan pertimbangan penentuan bisnis.
● Mengungkapkan metode penentuan bisnis.
● Menjelaskan jenis-jenis bisnis.

3.3. Dasar Pertimbangan dan Metode Penentuan Jenis Bisnis
Penentuan jenis bisnis merupakan langkah awal dalam pelaksanaan

bisnis, jadi untuk melaksanakan langkah tersebut diperlukan pertimbangan,
antara lain:
a. SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, and Threats) atau Kekuatan,

Kelemahan, Peluang, dan Tantangan.
b. Besar kecilnya laba yang kita miliki.
c. Kemampuan yang dimiliki.
d. Lingkungan sekitar yang mendukung, dan lain-lain.

Metode yang dapat kita lakukan untuk menentukan jenis bisnis,
meliputi:
Metode Kualitatif
a. Historis (Sejarah)

Metode ini dapat berupa pengalaman yang telah dilakukan, baik
diri sendiri atau orang lain, sehingga kita melanjutkan hal-hal yang

16 Pengantar Bisnis

mendukung suksesnya bisnis serta kita mengetahui masalah yang
kemungkinan akan terjadi dan kita melakukan kesalahan yang sama
di pengalaman lalu.
b. Masalah yang Terjadi
Dengan melihat musibah yang sedang terjadi, dapatlah kita menentukan
jenis bisnis yang dapat menyelesaikan ataupun menanggulangi
musibah tersebut.
c. Membaca Lingkungan
Metode ini dapat kita gunakan dalam menentukan jenis bisnis yang
sesuai dengan lingkungan sekitar kita.
d. Analisis SWOT
Dalam metode ini, kita dapat melakukan penentuan bisnis yang
memiliki peluang yang besar dan kita mampu pula melaksanakannya.
e. Pendapat para ahli
Berdasarkan metode ini, kita menentukan jenis bisnis yang telah
dilakukan orang lain yang sukses, sehingga kita dapat mengulang
kesuksesan yang dicapai orang tersebut.
f. Waktu

Metode Kuantitatif
Selain metoda di atas, penentuan bisnis dapat pula dilakukan dengan

jalan kuantitatif (perhitungan), yaitu:
a. Presentasi data yang dibisniskan.
b. Analisis tren.
c. Forecast.

3.4. Jenis Bisnis
Menurut Indriyo Gito Sudarmo (1993:3), ada beberapa macam jenis

bisnis, untuk memudahkan mengetahui pengelompokannya maka dapat
dikelompokkan sebagai berikut:
1. Ekstraktif, yaitu bisnis yang melakukan kegiatan dalam bidang

pertambangan atau menggali bahan-bahan tambang yang terkandung
di dalam perut bumi.
2. Agraria, yaitu bisnis yang menjalankan bisnisnya dalam bidang pertanian.
3. Industri, yaitu bisnis yang bergerak dalam bidang industri.

Bab 3. Penentuan Jenis Bisnis 17

4. Jasa, yaitu bisnis yang bergerak dalam bidang jasa yang menghasilkan
produk-produk yang tidak berwujud.

3.5. Soal-Soal Latihan
1. Mengapa dalam berbisnis sebaiknya diawali dengan penentuan jenis

bisnis, jelaskan!
2. Faktor apa saja yang sebaiknya dipertimbangkan dalam penentuan

jenis bisnis?
3. Jelaskan berbagai metoda penentuan jenis bisnis!
4. Ungkapkan berbagai jenis bisnis yang saudara ketahui!

18 Pengantar Bisnis

BAB 4

PEMILIHAN DAN PENDIRIAN BENTUK
PERUSAHAAN

4.1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah perkuliahan ini berakhir, diharapkan para mahasiswa atau

pembaca buku dapat mengenal, memahami, dan memberikan contoh-
contoh mengenai bisnis secara umum dengan segala permasalahannya.

4.2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah perkuliahan ini berakhir, diharapkan para mahasiswa atau

pembaca buku dapat:
● Menjelaskan tentang kepemilikan usaha dan performa bisnis.
● Menjelaskan dasar pertimbangan, pemilihan, dan pendirian bentuk

perusahaan.
● Menjelaskan jenis-jenis perusahaan.

4.3. Dasar Pertimbangan
Dasar pertimbangan pemilihan dan pendirian bentuk perusahaan,

meliputi:
1. Laba atau sasaran yang akan dicapai.
2. Kemampuan yang dimiliki, terdiri dari:

a. Sumber Daya Manusia.
b. Sumber Daya Alam.
c. Sumber Daya Manajerial.
d. Sumber Informasi Manajemen.
3. Analisis SWOT.
4. Modal yang dimiliki maupun yang diperlukan untuk memulai usaha.
5. Tenaga kerja yang tersedia.
6. Peraturan pemerintah yang mengatur dan berlaku.

Bab 4. Pemilihan dan Pendirian Bentuk Perusahaan 19

7. Syarat yang harus dipertimbangkan.
8. Lingkungan, dan lain-lain.

4.4. Jenis Perusahaan
Jenis perusahaan dibedakan berdasarkan:

1. Berdasarkan Bidang Usaha terdiri dari:
a. Agraris, meliputi pertanian, perikanan, dan lain-lain.
b. Ekstraktif, meliputi bahan galian tambang.
c. Industri, meliputi proses input menjadi output.
d. Perdagangan.
e. Jasa, contohnya pegadaian.

2. Berdasarkan Proses Produksi:
a. Analisis, adalah bentuk perusahaan yang mengelola satu bahan
baku menjadi banyak hasil produksi.
b. Sintesis, adalah bentuk perusahaan yang menggunakan berbagai
macam bahan baku menjadi hasil satu produksi.
c. Pabrikan, adalah bentuk perusahaan yang mengubah input
menjadi output melalui proses pabrikan.
d. Jasa, adalah bentuk perusahaan yang bersifat non material.

3. Berdasarkan Skala (ukuran besar-kecilnya)
a. Perusahaan kecil.
b. Perusahaan menengah /sedang.
c. Perusahaan besar.

4. Berdasarkan Kerjasamanya
a. Trust
Trust adalah kerjasama beberapa perusahaan yang melebur
modalnya jadi satu dengan tujuan untuk memajukan perekonomian.
b. Kartel
Kartel adalah kerjasama beberapa perusahaan sejenis dengan
perjanjian di bidang tertentu, seperti:
- Kartel harga.
- Kartel wilayah.
- Kartel produksi, dan lain-lain.

20 Pengantar Bisnis

c. Holding Company
Holding Company adalah kerjasama beberapa perusahaan dalam
pengambilalihan sebuah perusahaan oleh perusahaan lain, yang
lebih kuat keuangannya dengan membeli saham-sahamnya.

d. Consern
Concern adalah kerjasama beberapa perusahaan di bidang tertentu
secara spesifik.

e. Joint Ventura
Joint Ventura adalah kerjasama beberapa perusahaan yang berasal
dari domestik atau antar negara menjadi satu perusahaan untuk
mencapai konsentrasi kekuatan ekonomi yang lebih padat, seperti
dalam bidang:
- Lisensi.
- Assembling.
- Skill.
- Manufaktur
- Modal (Invest).

f. Asosiasi
Asosiasi dilakukan melalui berbagai cara, antara lain:
- Paralelisasi.
- Integrasi.
- Diversifikasi.
- Merger.
- Konsinyasi.

5. Berdasarkan Cara Pendiriannya (Badan Hukum yang dimiliki)
1. Perusahaan Perseorangan
Perusahaan Perseorangan adalah perusahaan yang didirikan
oleh individu selaku perseorangan yang modalnya berdasarkan
kekayaan pribadinya yang segala urusannya menjadi tanggung
jawabnya dengan ciri-ciri:
- Modalnya terbatas.
- Risiko yang harus dihadapi kecil.
- Pendiriannya relatif murah.
- Administrasi tidak teratur dan tidak tertib.
- Tidak ada pemisahan antara urusan pribadi dan perusahaan.
- Rahasia terjamin.

Bab 4. Pemilihan dan Pendirian Bentuk Perusahaan 21

- Tanggung jawab pemilik yang tidak terbatas.
- Tidak efektif dan efisien.
- Manajemennya berdasarkan pengalaman.
2. Firma (Fa)
Firma (Fa) adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha
antara dua orang atau lebih dengan nama bersama, dimana
tanggung jawab masing-masing firma tidak terbatas, sedangkan
laba yang akan diperoleh dari usaha tersebut bersama-sama dan
jika rugi semuanya ikut menanggung. Syarat pendiriannya adalah
membuat surat permohonan ke Pemerintah Daerah, Pemerintah
Pusat, dan Departemen Kehakiman.
Kebaikan Firma, antara lain:
− Modal relatif lebih besar dari usaha perseorangan.
− Mudah memperoleh kredit.
− Kemampuan manajemen lebih besar karena ada pembagian

kerja antara anggota.
− Pendiriannya mudah.

Keburukan Firma, antara lain:
− Tanggung jawab pemilik tidak terbatas.
− Kelangsungan perusahaan tidak menentu.
− Kerugian akibat seseorang anggota harus ditanggung bersama.
− Syarat dan prosedurnya rumit.
− Sering terjadi perselisihan.

3. Perseroan Komanditer (Comanditare Vennotschap / CV)
Perseroan Komanditer (CV) menurut Kitab Undang Undang
Hukum Dagang Pasal 19 adalah suatu bentuk perjanjian
kerjasama untuk berusaha bersama antara orang-orang yang
bersedia memimpin, mengatur perusahaan, dan bertanggung
jawab penuh dengan kekayaan pribadinya, dengan orang-orang
yang memberikan pinjaman dan tidak bersedia memimpin
perusahaan serta bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang
diikutsertakan dalam perusahaan tersebut. Atau dengan kata lain
Persekutuan Komanditer adalah bentuk perusahaan yang modalnya
terdiri dari saham biasa dan komanditer dengan tanggung jawab
yang berbeda. Dimana saham biasa tanggung jawabnya hanya
sebesar nilai sahamnya sedangkan saham komanditer tanggung
jawabnya tak terbatas.

22 Pengantar Bisnis

Keanggotaan dalam Persekutuan Komanditer, terdiri atas beberapa
sekutu, antara lain:
− Sekutu Pemimpin (General Partner)

Sekutu Pemimpin adalah anggota yang aktif dan duduk
sebagai pengurus, umumnya modal yang disetor lebih besar
dari anggota lain.
- Sekutu Terbatas (Limited Partner)
- Sekutu Diam (Silent Partner)
Sekutu Diam adalah anggota yang tidak ikut aktif dalam
kegiatan perusahaan, tetapi diketahui umum bahwa mereka
anggota Persekutuan Komanditer.
- Sekutu Rahasia (Secret Partner)
Sekutu rahasia adalah anggota yang aktif, tetapi tidak diketahui
umum bahwa mereka sebenarnya termasuk anggota.
- Sekutu Dormant (Dormant Partner)
Sekutu Dormant adalah anggota yang tidak aktif peranannya
di dalam perusahaan dan tidak diketahui umum bahwa mereka
sebenarnya termasuk anggota.
- Sekutu Nominal (Nominal Partner)
Sekutu Nominal adalah anggota yang sebenarnya bukan
pemilik perusahaan, tetapi ia selalu memberikan saran kepada
anggota lain dengan kata-kata atau tindakan seperti partner.
- Sekutu Senior dan Yunior
Sekutu Senior dan Yunior adalah anggota yang ditentukan
berdasarkan pada lama bekerjanya dalam perusahaan.

Kebaikan Perseroan Komanditer, antara lain:
- Modal yang dikumpulkan lebih besar.
- Mudah mendapat kredit.
- Kemampuan manajemen lebih baik.
- Pendiriannya mudah, yaitu tidak melalui Kehakiman

Keburukan Perseroan Komanditer, antara lain:
- Sebagian sekutu mempunyai tanggung jawab tidak terbatas.
- Kelangsungan hidup tidak menentu.
- Sulit untuk menarik kembali modal.

Bab 4. Pemilihan dan Pendirian Bentuk Perusahaan 23

4. Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan Terbatas (PT) adalah suatu bentuk perusahaan yang
modalnya terdiri dari saham-saham dengan tanggung jawab
terbatas sebesar nilai saham yang dimiliki. Saham Perseroan
Terbatas terbagi atas:
- Saham Istimewa, dengan ciri-ciri:
* Suara lebih didengar.
* Pendapatan berupa dividen lebih diutamakan.
- Saham Biasa

Jenis-jenis Perseroan Terbatas, antara lain:
- Perseroan Terbatas Perseorangan

Perseroan Terbatas Perseorangan memiliki ciri-ciri, yaitu
saham dipegang oleh satu orang pemegang saham yang juga
menjadi direktur perusahaan tersebut.
- Perseroan Terbatas Terbuka
Perseroan Terbatas Terbuka memiliki cirri-ciri, yaitu saham
boleh dimiliki oleh setiap orang.
- Perseroan Terbatas Tertutup
Perseroan Terbatas Tertutup memiliki ciri-ciri, yaitu saham
hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu di dalam perusahaan.
- Perseroan Terbatas Kosong
Perseroan Terbatas Kosong merupakan perusahaan yang tidak
menjalankan usaha lagi hanya tinggal namanya saja.
5. Perusahaan Negara
Perusahaan Negara adalah bentuk perusahaan yang modalnya dari
kekayaan negara yang disisihkan untuk bisnis. Macam-macam
perusahaan negara, antara lain:
- Perusahaan Umum (Perum), adalah perusahaan negara dengan
bidang usaha berupa jasa-jasa vital.
- Perusahaan Jawatan (Perjan), adalah perusahaan negara
dengan bidang usaha untuk kesejahteraan umum.
- Perusahaan Perseroan (Persero), adalah perusahaan negara
yang modalnya berupa saham, contohnya BUMN.
6. Perusahaan Daerah
Perusahaan Daerah adalah perusahaan yang modalnya dari
kekayaan daerah yang disisihkan dengan tujuan untuk mencari
laba guna pembangunan daerah.

24 Pengantar Bisnis

7. Koperasi
Koperasi adalah bentuk perusahaan yang anggotanya terdiri dari
orang atau lembaga yang bekerja sama atas azas kekeluargaan
dengan tujuan bisnis dan memberikan pelayanan umum.
Pengertian Koperasi menurut Undang Undang dibagi menjadi:
- Undang Undang Nomor 12 Tahun 1967, Koperasi merupakan
public service.
- Undang Undang Nomor 25 Tahun 1992, Koperasi merupakan
kegiatan bisnis dan pelakunya harus mempunyai jiwa bisnis.

8. Yayasan
Yayasan adalah suatu usaha yang bergerak dalam bidang public
service yang modalnya berasal dari para donatur dengan tujuan
untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

4.5. Soal-Soal Latihan
1. Ungkapkan berbagai dasar pertimbangan dalam memilih bentuk

perusahaan!
2. Ungkapkan berbagai bentuk perusahaan yang saudara ketahui!
3. Ungkapkan berbagai kebaikan dan keburukan masing-masing bentuk

perusahaan!
4. Bila saudara akan berbisnis maka jenis dan bentuk perusahaan apa

yang sebaiknya saudara pilih?

Bab 4. Pemilihan dan Pendirian Bentuk Perusahaan 25

BAB 5

PENENTUAN LOKASI BISNIS

5.1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah perkuliahan ini berakhir, diharapkan para mahasiswa atau

pembaca buku dapat mengenal, memahami, dan memberikan contoh-
contoh mengenai bisnis secara umum dengan segala permasalahannya.

5.2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah perkuliahan ini berakhir, diharapkan para mahasiswa atau

pembaca buku dapat:
● Menjelaskan pengertian lokasi bisnis.
● Mengungkapkan faktor-faktor penentu lokasi bisnis.
● Menjelaskan penentuan lokasi bisnis

5.3. Pengertian Lokasi Bisnis
Definisi dari lokasi adalah letak, tempat atau penempatan suatu benda,

keadaan pada permukaan bumi. Lokasi adalah tempat dimana orang-orang
biasa berkunjung. Lokasi dalam hubungannya dengan pemasaran adalah
tempat yang khusus dan unik dimana lahan tersebut dapat digunakan
untuk berbelanja. Maka dapat disimpulkan bahwa lokasi yang dimaksud
adalah suatu letak atau tempat yang tetap dimana orang bisa berkunjung
untuk berbelanja, tempat itu berupa daerah pertokoan atau suatu stand
atau counter bark di dalam maupun di luar gedung. Lokasi yang strategis
mempengaruhi seseorang dalam menimbulkan keinginan untuk melakukan
pembelian karena lokasinya yang strategis, terletak di arus bisnis, dan
sebagainya. Keputusan tentang lokasi, baik untuk perusahaan manufaktur
maupun perusahaan jasa bisa menentukan keberhasilan perusahaan
Kesalahan yang dibuat pada saat ini dapat menghambat efisiensi. Seleksi
lokasi untuk perusahaan barang atau manufaktur perlu lebih dekat ke bahan
baku atau tenaga kerja, sedangkan untuk perusahaan jasa perlu lebih dekat
dengan pelanggan (Heizer, 2001).

26 Pengantar Bisnis

Dimana lokasi strategis merupakan lokasi memilih kemudahan dalam
faktor berikut:
- Mudah mencari faktor produksi.
- Mudah mengembangkan bisnis.
- Mudah menjual produksi.
- Mudah memproduksi.

5.4. Faktor yang Dipertimbangkan dalam Penentuan Lokasi
Bisnis

Pemilihan lokasi usaha dapat dianggap sebagai suatu keputusan
investasi yang memiliki tujuan strategis, misalnya untuk mempermudah
akses kepada pelanggan. Menentukan lokasi tempat untuk setiap bisnis
merupakan suatu tugas penting bagi pemilik usaha, karena keputusan yang
salah dapat mengakibatkan kegagalan sebelum bisnis dimulai. (Tjiptono,
2007)

Menurut Fandy Tjiptono pemilihan tempat/lokasi fisik memerlukan
pertimbangan cermat terhadap faktor-faktor berikut:
1. Akses, misalnya lokasi yang dilalui atau mudah dijangkau sarana

transportasi umum.
2. Visibilitas, yaitu lokasi atau tempat yang dapat dilihat dengan jelas

dari jarak pandang normal.
3. Lalu lintas (traffic), menyangkut dua pertimbangan utama:

a. Banyaknya orang yang lalu-lalang bisa memberikan peluang
besar terhadap terjadinya buying, yaitu keputusan pembelian yang
sering terjadi spontan, tanpa perencanaan, dan atau tanpa melalui
usaha-usaha khusus.

b. Kepadatan dan kemacetan lalu lintas bisa juga jadi hambatan.
Tempat parkir yang luas, nyaman, dan aman, baik untuk kendaraan
roda dua maupun roda empat.

4. Ekspansi, yaitu tersedianya tempat yang cukup luas apabila ada
perluasan di kemudian hari.

Bab 5. Penentuan Lokasi Bisnis 27

5.5. Penentuan Lokasi Bisnis

Pendapat A. Webber
Dalam menentukan lokasi bisnis, carilah lingkungan yang ditinjau

dari lancar atau tidaknya transportasi. Adapun rumus yang mendukung
penentuan lokasi, yaitu:

BI = BB
HP

Keterangan: BI = Bahan Indeks
BB = Bahan Baku
HP = Hasil Produksi

Kesimpulan:
a. Jika BI > 1, maka lokasi yang diambil dekat dengan bahan baku (raw

material).
b. Jika BI = 1, maka lokasi yang diambil dekat dengan bahan baku (raw

material) dan pusat pasar (market).
c. Jika BI < 1, maka lokasi yang diambil dekat dengan lokasi pasar

(market).

Pendapat William James Booth
Dalam penentuan lokasi bisnis, kita dapat melakukan penilaian dan

evaluasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi atau faktor penentu,
kemudian dibandingkan dengan nilai standar dan dipilih dari nilai yang
tertinggi. Penilaian dari faktor-faktor penentu lokasi bisnis, contohnya
dapat dilihat dalam Tabel 1.

28 Pengantar Bisnis

Tabel 1. Contoh Perhitungan Penentuan Lokasi Bisnis Menurut William J.B.

No. Faktor Penilaian Nilai Lahan A Lahan B Lahan C
Standar
1. Pasar 25 25 18
2. Bahan Baku 25 16 20 18
3. Tenaga Kerja 20 10 12 15
4. Transporatasi 15 88 7
5. Bank atau Lembaga 9 76 6
8
Keuangan Lainnya
6. Listrik 7 65 4
7. Air 6 54 3
8. Pajak atau Sewa 5 43 2
9. Peraturan Pemerintah 3 32 2
10. Kebudayaan 2 21 0

Pendapat Sami Marhoum (2006)
• Cost (biaya)

Suatu tempat mempunyai aneka biaya tertentu khusus untuk
mengoperasikan bisnis. Ada tempat yang lebih efisien dibandingkan
tempat lain. Biaya itu meliputi biaya transportasi, biaya hidup
karyawan, biaya bahan baku, biaya bahan pembantu, biaya infrastruktur
dan biaya pemasaran dan sebagainya.
• Caliber (kemahiran)
Caliber ini meliputi kemudahan akses kepada ahli-ahli terampil baik
untuk menjadi tenaga kerja, supplier, penasihat, penyedia pelatihan,
dan sebagainya.
• Convenience (kenyamanan)
Bisnis akan nyaman jika berada dalam lokasi yang memiliki akses
pada jaringan global. Sehingga memudahkan untuk memasarkan
atau memperbaiki produk, mendapatkan talenta-talenta yang baik.
Akses jaringan global itu misalnya ketersediaan internet cepat, airport
terjangkau, dan juga merek kota yang dipercaya di mata dunia. Bisnis
juga nyaman jika berada dalam lokasi yang memiliki pemerintahan
bersahabat dan mendukung kegiatan bisnis dengan kemudahan.
Tempat yang nyaman untuk bisnis adalah tempat yang masyarakatnya
memiliki gaya hidup yang mendukung kegiatan bisnis, dengan
mengembangkan keahlian dan ramah dengan inisiatif usaha.

Bab 5. Penentuan Lokasi Bisnis 29

• Creativity (budaya kreatif)
Tempat yang baik bagi bisnis adalah tempat yang masyarakat
sekelilingnya kaya kreativitas, terbuka dengan gagasan baru, toleran
dengan risiko dan kekeliruan. Komunitas ini juga didukung oleh
lembaga pendidikan yang mampu melahirkan jiwa kewirausahaan,
kreativitas disamping bekal kemahiran dan keterampilan.

• Community (komunitas)
Tempat yang baik untuk bisnis adalah tempat yang memiliki jejaring
sosial yang saling percaya dan bekerja sama. Lebih baik jika komunitas
itu terkait dengan bisnis, misalnya komunitas yang bisa menjadi
konsumer, tenaga ahli, atau pemasok (supplier).

Kesimpulan
Pendapat dari ketiga ahli tersebut, masing-masing memiliki kelemahan,

antara lain:
a. A. Webber

Tidak memperhatikan kemajuan transportasi.
b. William J.B.

Pendapatnya lebih baik dari pendapat ahli lainnya karena menganalisis
juga nilai dari faktor pendukung, namun memiliki kelemahan dalam
data yang terkadang kurang akurat.
c. C. Sami Marhoum
Pandangannya lebih menekankan lokasi yang mendukung produksi
yang padat keahlian, pengetahuan, kreativitas manusia. Sedangkan
kedekatan dengan bahan baku dan pasar kurang ditegaskan. Hal
tersebut secara implisit tergolong kriteria cost (biaya). Padahal tanpa
penegasan, hal tersebut mudah untuk diabaikan.

Jadi, dalam penentuan lokasi bisnis, ada beberapa alternatif utama,
antara lain:
a. Lokasi dekat dengan bahan baku.
b. Lokasi dekat dengan pasar.
c. Lokasi dekat dengan bahan baku dan pasar.
d. Aglomerasi (kecenderungan berkumpul dalam satu lokasi).
e. Deglomerasi (kecenderungan berpencar).
f. Lokasi berdasarkan Peraturan Pemerintah.

30 Pengantar Bisnis

g. Lokasi berdasarkan faktor alam.
h. Lokasi berdasarkan pertimbangan khusus.
i. Lokasi berdasarkan sejarah atau historis.
5.6. Soal-Soal Latihan
1. Jelaskan peranan lokasi dalam dunia bisnis!
2. Faktor-apa saja yang sebaiknya dipertimbangkan dalam penentuan

jenis bisnis?
3. Jelaskan berbagai teori penentuan lokasi bisnis!
4. Ungkapkan berbagai jenis lokasi bisnis yang saudara ketahui!

Bab 5. Penentuan Lokasi Bisnis 31

BAB 6

PENGADAAN SARANA DAN PRASARANA
BISNIS

6.1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah perkuliahan ini berakhir, diharapkan para mahasiswa atau

pembaca buku dapat mengenal, memahami, dan memberikan contoh-
contoh mengenai bisnis secara umum dengan segala permasalahannya.

6.2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah perkuliahan ini berakhir, diharapkan para mahasiswa atau

pembaca buku dapat:
● Menjelaskan pengertian prasarana dan sarana bisnis.
● Mengungkapkan dasar pertimbangan pengadaan prasarana dan sarana

bisnis.
● Menjelaskan prasarana dan sarana bisnis.

6.3. Pengertian Prasarana dan Sarana Bisnis
Prasarana dan sarana adalah unsur-unsur yang diperlukan dalam

pelaksanaan kegiatan organisasi, khususnya perusahaan, baik unsur fisik
(lokasi, bangunan, mesin, dan peralatan) maupun nonfisik (organisasi dan
administrasi).

Fungsi prasarana adalah untuk melayani dan mendorong terwujudnya
bisnis yang optimal sesuai dengan fungsinya, upaya memperbaiki prasarana
bisnis membutuhkan keseimbangan antar tingkat kebutuhan masyarakat.
Dari pengertian tersebut dapat disederhanakan bahwa prasarana merupakan
kerangka dasar dari suatu sistem, kerangka dasar tersebut menjadi fasilitas
umum dan perlengkapan dasar fisik yang memungkinkan bisnis untuk
berfungsi sebagaimana mestinya, serta menjadi penentu keberhasilan dari
suatu perkembangan bisnis.

32 Pengantar Bisnis

6.4. Dasar Pertimbangan Pengadaan Prasarana dan Sarana
Bisnis

Dalam pengadaan prasarana dan sarana bisnis, perlu pertimbangan
antara lain:
1. Target atau sasaran yang ingin dicapai.
2. Kapasitas.
3. Suku cadang.
4. Umur, yang terdiri dari:

a. Teknis, merupakan alat prasarana dan sarana sejak dibeli sampai
tidak dapat dipakai lagi.

b. Umur ekonomis, merupakan umur alat prasarana dan sarana sejak
dibeli sampai saat barang tersebut tetap memperoleh laba yang
sama dengan nol.

5. Harga.
6. Pemeliharaan (maintenance).
7. Izin.
8. Tenaga kerja, selaku operator.
9. Tata letak, yang terbagi atas:

a. Bersifat tetap.
b. Dapat diubah sesuai selera.

6.5. Jenis Prasarana dan Sarana Bisnis
Dalam berbisnis besar atau kecil lazimnya memerlukan prasarana dan

sarana bisnis tertentu sesuai dengan kondisi dan skala perusahaan, Jenis
prasarana dan sarana dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Prasarana dan Sarana Nonfisik

a. Organisasi sebagai prasarana.
b. Man, Money, Material, Machine, Method, Market (6M) sebagai

sarana.
2. Prasarana dan Sarana secara Fisik

a. Berdasarkan Kapasitas, yaitu: besar, sedang, kecil.
b. Berdasarkan Ketahanan, yaitu: permanen, semi permanen, non

permanen.
c. Berdasarkan Kegunaan, yaitu: umum, khusus, gabungan.

Bab 6. Pengadaan Sarana dan Prasarana Bisnis 33

6.6. Soal-Soal Latihan
1. Benarkah dalam setiap bisnis memerlukan prasarana dan sarana?
2. Apa saja dasar pertimbangan dalam menentukan prasarana dan saran

bisnis?
3. Ungkapkan berbagai jenis prasarana dan sarana bisnis!

34 Pengantar Bisnis

BAB 7

MANAJEMEN

7.1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah perkuliahan ini berakhir, diharapkan para mahasiswa atau

pembaca buku dapat mengenal, memahami, dan memberikan contoh-
contoh mengenai bisnis secara umum dengan segala permasalahannya.

7.2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah perkuliahan ini berakhir, diharapkan para mahasiswa atau

pembaca buku dapat:
● Menjelaskan definisi manajemen.
● Menjelaskan unsur-unsur manajemen
● Menyebutkan dan menjelaskan fungsi-fungsi manajemen.
● Menjelaskan proses manajemen.
● Menjelaskan tingkatan manajemen.

7.3. Definisi Manajemen
Manajemen secara etimologi berasal dari bahasa Inggris management

yang dikembangkan dari kata to manage, yang artinya mengatur atau
mengelola. Kata manage ini sendiri berasal dari Italia Maneggio yang
diadopsi dari bahasa latin managiare, yang berasal dari kata manus yang
artinya tangan (Indonesia, 2011). Sedangkan dalam kamus besar bahasa
Indonesia kata manajemen mempunyai pengertian sebagai penggunaan
sumberdaya secara efektif untuk mencapai sasaran (Yuku, 2013).

Pengertian manajemen dari beberapa ahli sebagai berikut:
a. Menurut Andrew F. Sikukula (Hasibun, 2009), mengemukakan

bahwa manajemen pada umumnya dikaitkan dengan aktifitas-
aktifitas perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan,
pengarahan, pemotivasian, komunikasi, dan pengambilan keputusan
yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan untuk
mengkoordinasikan sebagai sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan
sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara efisien.

Bab 7. Manajemen 35

b. Menurut Terry dan Laslie (Manullang, 1985) mendefinisikan
manajemen sebagai suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan
bimbingan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan organisasional
atau maksud nyata. sedangkan Manullang mendefinisikan manajemen
pada tiga arti yaitu: manajemen sebagai proses, manajemen sebagai
kolektivitas orang-orang yang melakukan aktifitas manajemen,
manajemen sebagai suatu seni (art) dan sebagai suatu pengetahuan.

Dapat disimpulkan Manajemen adalah proses merencanakan,
mengorganisasi, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan untuk
mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumberdaya organisasi.
Atau disebut Proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan,
pengendalian penggunaan sumber daya manusia secara efektif dan efisien
untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan manajer adalah
orang yang melakukan kegiatan manajemen atau proses manajemen.

7.4. Unsur-Unsur Manajemen
Unsur manajemen merupakan suatu proses kegiatan kerja sama yang

digunakan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya
dengan menggunakan alat atau prasarana. Berikut ini unsur-unsur yang
ada dalam manajemen:
a. Man (Manusia)

Berperan sebagai manpower dalam organisasi atau perusahaan,
diperlukan untuk memimpin, menggerakkan karyawan atau bawahan,
serta memberikan tenaga dan pikiran untuk kemajuan dan kontinuitas
perusahaan. Kontribusi yang diberikan: tenaga manusia di sini dapat
pula dinamakan sebagai leadership atau kewirausahaan.
b. Material (Barang)
Material digunakan sebagai proses produksi dalam suatu perusahaan
atau organisasi, dapat terdiri dari bahan baku, bahan setengah jadi,
atau barang jadi.
c. Machine (Mesin)
Merupakan kebutuhan pokok dalam melancarkan jalannya perusahaan
d. Money (Modal)
Modal dibagi menjadi 2, yaitu: pertama modal tetap: tanah, gedung
atau bangunan, mesin. Kedua modal kerja: kas, piutang.

36 Pengantar Bisnis

e. Method (Metode)
Pemilihan dan penggunaan metode yang tepat digunakan sebagai
aturan atau cara-cara tertentu yang bertujuan untuk menghindari
terjadinya inefisiensi dan pemborosan.

f. Market (Pasar)
Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk
mengadakan transaksi.

7.5. Fungsi Manajemen
Menurut Hasibuan mengemukakan pelaksanaan fungsi manajemen

adalah sebagai berikut:
1) Perencanaan

Perencanaan adalah proses penentuan tujuan dan pedoman pelaksanaan,
dengan memilih yang lebih terbaik dari alternatif-alternatif yang
ada. Harold Koontz dan Cyril O’Donnel mengatakan perencanaan
adalah fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan memilih
tujuan-tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan, prosedur-prosedur, dan
program-program dari alternatif-alternatif yang ada. Jadi masalah
perencanaan adalah masalah “memilih” yang terbaik dari beberapa
alternatif yang ada.
2) Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah suatu proses penentuan, pengelompokan,
dan pengaturan bermacam-macam aktivitas yang diperlukan untuk
mencapai tujuan. Menempatkan orang-orang pada setiap aktivitas
ini, menyediakan alat-alat yang diperlukan, menetapkan wewenang
yang secara relatif didelegasikan kepada setiap individu yang akan
melakukan aktifitas-aktifitas tersebut. Pengorganisasian adalah
tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif
antara orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja sama secara
efisien, dan dengan demikian memperoleh kepuasan pribadi dalam
hal melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam kondisi lingkungan
tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu. Sedangkan
penulis mengatakan bahwa pengorganisasian adalah dimana di
dalam suatu perusahaan atau kelompok yang dapat melaksanakan
suatu perencanaan organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang
diinginkan oleh manajer.

Bab 7. Manajemen 37

3) Pengarahan
Pengarahan adalah mengarahkan semua bawahan, agar mau bekerja
sama dan bekerja efektif untuk mencapai tujuan. Pengarahan adalah
membuat semua anggota kelompok agar mau bekerja sama dan
bekerja secara ikhlas serta bergairah untuk mencapai tujuan sesuai
dengan perencanaan dan usaha-usaha pengorganisasian. Sedangkan
penulis mengatakan bahwa pengarahan adalah dimana seorang
pemimpin dapat mengarahkan dan mengatur para bawahannya agar
dapat bekerja secara efektif dan efisien guna mendapatkan tujuan
yang diinginkan oleh suatu perusahaan.

4) Pengendalian
Pengendalian adalah proses pengaturan berbagai faktor dalam suatu
perusahaan agar sesuai dengan ketetapan-ketetapan dalam rencana.
Pengendalian adalah pengukuran dan perbaikan terhadap pelaksanaan
kerja bawahan, agar rencana-rencana yang telah dibuat untuk mencapai
tujuan-tujuan dapat terlaksanakan.

7.6. Tingkatan Manajemen
Manajemen terbagi menjadi beberapa tingkatan yaitu:

a. Manajemen Puncak
Disebut juga dengan Manajemen Institusional/Eksekutif/Key
Executive. Terdiri dari dewan direktur, direktur utama atau Chief
Executive Officer (CEO). Tugas: Mengembangkan rencana-rencana
yang luas untuk perusahaan dan mengambil keputusan-keputusan
penting.

b. Manajemen Menengah
Disebut juga dengan Manajemen Administratif. Terdiri dari
pimpinan pabrik atau para manajer divisi (divisions managers).
Tugas: Bertanggung jawab untuk mengembangkan rencana-rencana
operasional yang lebih luas dan menerapkan rencana yang dibuat
oleh manajer puncak.

c. Manajemen Pelaksana
Disebut juga dengan manajemen penyelia atau supervisory
management. Bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana-
rencana yang dibuat oleh para manajer menengah.

38 Pengantar Bisnis


Click to View FlipBook Version