T A T A N A M A T A T A N A M A SMA/MA Kelas X Sesemester Genap 2023 M O D U L S E N Y A W A S E N Y A W A Oleh: Ainun Rinda Nursandy, S.Pd
1 TATA NAMA SENYAWA KIMIA SEDERHANA Mengamati Gambar 1.1 (sumber : https://images.app.goo.gl/ jek23WUQGsEvt3m8A ) Gambar 1.2 (sumber : https://images.app.goo.gl/ ay1pFEkS7KBMCat16) Gambar 1.3 (sumber : https://images.app.goo.gl/ Z7aKWhFmu5NdCiiM8) Nama merupakan sebutan atau label yang diberikan kepada benda seperti manusia, hewan, tumbuhan serta dapat pula diberikan kepada tempat atau lokasi. Amati gambar di atas! Dapatkah kamu mengenalinya atau mengetahui namanya? nama-nama yang yang kamu ketahui tersebut merupakan sebutan ketika kamu menyebut orang, benda hingga tempat yang kamu maksud. Hal itu akan memudahkan karena setiap benda ada berbagai jenis sehingga dengan adanya nama tentu memudahkan dalam penyebutan orang, tempat atau lainnya. Senyawa kimia memiliki namanya masing-masing, dalam kehidupan sehari-hari dapat kita jumpai garam dapur (NaCl) atau senyawa yang belum kita ketahui. Nah, bagaimana penyebutan nama yang benar dari senyawa kimia itu? Lalu bagaimana tata penamaannya? Marikita bahas bersama! Tata Nama Senyawa Sederhana 1) Tata nama senyawa biner atom logam dan non logam Senyawa biner Suatu senyawa dapat tersusun atas dua atau lebih unsur kimia. Senyawayang tersusun atas dua unsur kimia. Berikut tata nama senyawa biner yang tersusun atas unsur logam dan nonlogam.
2 - Nama senyawa kimia yang terdiri dari dua unsur (senyawa biner) menggunakan akhiran –ida. - Unsur logam (kation) disebutkan terlebih dahulu diikuti unsur nonlogam (anion). - Jumlah unsur yang menyusun senyawa tidak berpengaruh terhadap penamaan senyawa. Contoh: KCl = kalium klorida NaCl = natrium klorida MgI2 = magnesium iodida MgO = magnesium oksida Na2S = natrium sulfida - Jika kation berasal dari logam yang memiliki jumlah muatan lebih dari satu, maka dibelakang nama logam (dalam bahasa Indonesia) dituliskan muatan ion dalam kurungdengan tulisan Romawi dilanjutkan dengan nama nonlogam diberi akhiran – ida. Contoh: FeCl2 = besi (II) klorida FeCl3 = besi (III) klorida CuO = Tembaga (II) oksida 1) Tata nama senyawa biner atom non logam dan non logam Senyawa biner dari nonlogam dan nonlogam disebut dengan senyawa kovalen biner. Cara penamaan senyawa kovalen biner adalah sama seperti senyawa ion, yaitu diberi akhiran “ida”. Jika pasangan unsur hanya membentuk satu jenis senyawa, angkaindeks (jumlah atom) tidak perlu disebutkan. Contoh: NaOH = Natrium Hidroksida Tata Nama Senyawa Anorganik 1) Tata Nama Senyawa Kovalen Biner Senyawa kovalen biner adalah senyawa yang terbentuk dari dua unsur saja dalam ikatan kovalen. Aturan dalam pemberian nama senyawa kovalen biner:
3 ➢ Penulisan unsur pada senyawa kovalen biner diurutkan berdasarkan urutan tertentu. Contoh: rumus kimia air lazim ditulis H2O bukan OH2 dan rumus kimia amonia NH3 bukan H3N ➢ Penamaan dimulai dari nama non-logam pertama diikuti nama nonlogam kedua yang diberi akhiran –ida. ➢ Jika pasangan unsur lebih dari satu senyawa maka nama unsur depan dan belakang diberi angka indeks Yunani. ➢ Penulisan angka indeks 1 (mono) tidak dipakai pada nama depan, dan tidak wajib pada nama belakang. Contoh: CO = karbon monoksida CO2 = karbon dioksida N2O3 = dinitrogen trioksida N2O5 = dinitrogen pentoksida HBr = hidrogen bromida HF = hidrogen fluorida CS2 = karbon disulfida 1 = mono 2 = di 3 = tri 4 = tetra 5 = penta 6 = heksa 7 = hepta 8 = okta 9 = nona 10 = deka B – Si – C – Sb – As – P – N – H – S – I – Br – Cl – O – F
4 Senyawa yang sudah umum dikenal tidak perlu mengikuti aturan di atas. Contoh: • H2O = air • NH3 = amonia • CH4 = metana 2) Tata Nama Senyawa Ion Senyawa ion umumnya terdiri dari unsur logam dan non-logam. Unsur logam membentuk ion positif (kation) dan non-logam membentuk ion negatif (anion). Jenis -jenis kation dan anion sebagai berikut: • Tabel jenis kation Kation Nama Kation Nama Na + Natrium Pb 2+ Timbal (II) K + Kalium Pb 4+ Timbal (IV) Ag + Argentum/ Perak Fe 2+ Besi (II) Mg 2+ Magnesium Fe 3+ Besi (III) Ca 2+ Kalsium Hg + Raksa (I) Sr 2+ Stronsium Hg 2+ Raksa (II) Ba 2+ Barium Cu + Tembaga (I) Zn 2+ Seng Cu 2+ Tembaga (II) Ni 2+ Nikel Au + Emas (I) Al 3+ Alumunium Au 3+ Emas (III) Sn 2+ Timbal (II) Pt 4+ Platina (IV) Sn 4+ Timbal (IV) NH3 + Amonium • Tabel jenis anion Anion Nama Anion Nama OH - Hidroksida C2O4 2- Oksalat F - Fluorida PO3 3- Fosfit Cl - Klorida PO4 3- Fosfat Br - Bromida AsO3 3- Arsenit I - Iodida AsO4 3- Arsenat
5 Anion Nama Anion Nama CN - Sianida SbO3 3- Antimonit O2- Oksida SbO4 3- Antimonat S 2- Sulfida ClO - Hipoklorit NO2 - Nitrit ClO2 - Klorit NO3 - Nitrat ClO3 - Klorat CH3COO - Asetat ClO4 - Perklorat SiO3 2- Silikat MnO4 - Permanganat SO3 2- Sulfit MnO4 2- Manganat SO4 2- Sulfat CrO4 2- Kromat CO3 2- Karbonat Cr2O7 2- Dikromat Aturan dalam pemberian nama senyawa ion: ➢ Penulisan nama kation (di depan) dan nama anion (di belakang), angka indeks tidakdisebut. Contoh: • NaCl = Natrium Klorida • CaCl2 = Kalsium Klorida • Na2SO4 = Natrium Sulfat • Al(NO3)3 = Aluminium Nitrat ➢ Perbandingan muatan kedua unsur yang membentuk senyawa harus netral.Contoh: • Na+ + Cl– ⎯⎯→ NaCl Natrium Klorida • 2Na+ + SO4 2– ⎯⎯→ Na2SO4 Natrium Sulfat ➢ Kation logam transisi yang memiliki lebih dari satu bilangan oksidasi (biloks) ataumuatan diberi angka Romawi dalam kurung setelah nama umumnya. Contoh: • Cu2O = Tembaga(I) Oksida • CuO = Tembaga(II) Oksida • FeCl2 = Besi(II) Klorida • FeCl3 = Besi(III) Klorida ➢ Selain dinamakan secara IUPAC, senyawa kimia dapat dinamakan berdasarkan nama dagang yang disebut dengan nama trivial. Dalam penamaan trivial, nama
6 Latin logam diikuti dengan akhiran “o” (muatan lebih rendah) dan akhiran “i” (muatan lebih tinggi).Contoh: • FeCl2 = Ferro Klorida • FeCl3 = Ferri Klorida 3) Tata Nama Senyawa Asam dan Basa ➢ Asam Asam memiliki kation H + dalam senyawanya, sehingga ditulis didepan. Kation H+ tidak ditulis hidrogen, melainkan asam. Contoh: H3PO4 ⎯⎯→ 3 H + + PO4 3– ↓ ↓ ion asam ion fosfat Nama asam tersebut adalah Asam fosfat. H2SO4 : Asam Sulfat (dalam aki)HNO3 : Asam Nitrat H3PO4 : Asam Fosfat CH3COOH : Asam Asetat (Asam Cuka) ➢ Basa Basa adalah zat yang di dalam air dapat menghasilkan ion OH– . Pada umumnya basa adalah senyawa ion yang terdiri dari kation logam dan anion OH– (hidroksida). Nama senyawa basa yaitu nama kationnya yang diikuti kata hidroksida di akhir. Contoh: NaOH ⎯⎯→ Na+ + OH– ↓ ↓ Ion Natrium Ion Hidroksida Nama basa tersebut adalah Natrium hidroksida Mg(OH)2 = magnesium hidroksidaFe(OH)2 = besi (II) hidroksida
7 Tata Nama Senyawa Organik Senyawa organik adalah senyawa-senyawa karbon dengan sifat-sifat tertentu. Pada awalnya, senyawa organik ini tidak dapat dibuat di laboratorium, melainkan hanya dapat diperoleh dari makhluk hidup. Oleh karena itu, senyawa-senyawa karbon tersebut dinamai senyawa organik. Senyawa organik mempunyai tata nama khusus. Selain nama sistematis, banyak senyawa organik mempunyai nama lazim atau nama dagang (nama trivial). Beberapa di antaranya sebagai berikut. Rumus Senyawa Nama Lazim Rumus Senyawa Nama Lazim CH4 Metana CHI3 Iodoform C2H6 Etana CHCl3 Kloroform C2H4 Etena C2H5OH Alkohol C3H6 Propena CH3OH Metanol C2H2 Etuna CH3CH2OH Etanol C3H4 Propuna C6H12O6 Glukosa CH2O Formaldehida C11H22O11 Sukrosa CH3CHO Asetaldehida CH3COOH Asam asetat C6H6 Benzena C6H6COOH Asam benzoat C6H5OH Hidroksi benzena CH3CHO Asetaldehida C6H5CH3 Metil benzena C6H6COOH Asam benzoat
8 Silahkan diakses link ini : testmoz.com/11212184 Passcode : kimiaoke Yuk Berlatih 1. Tuliskan nama senyawa dibawah ini sesuai aturan IUPAC! a. NaBr f. KCl b. CuCl g. NaCl c. N2O5 h. MgI2 d. Na2SO3 i. MgO e. Cu(OH)2 J. Na2S 2. Tuliskan rumus kimianya ! a. Natrium Hipoklorit b. Kalium Permanganat c. Kalsium Karbonat d. Kalium Nitrat Jawaban :