The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rinaarmand18, 2023-10-08 08:21:46

RUANG KOLABORASI MODUL 1.4

RUANG KOLABORASI MODUL 1.4

KELOMPOK 3 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK RUANG KOLABORASI MODUL 1.4 ANGKATAN 9 KOTA DUMAI


PENGAJAR PRAKTIK FASILITATOR PENGAJAR PRAKTIK RUSWINARSIH SITI KOMARIAH TATANG MALANA


RATNA DEWI RINA ARMAND PIPIT JELANI ULY CRISTY ANGGOTA


Disiplin Positif dan Nilai-nilai Kebajikan Universal Keadilan, Tanggung Jawab, Kejujuran, Bersyukur, Lurus Hati, Berprinsip, Integritas, Kasih Sayang, Rajin, Komitmen, Percaya Diri, Kesabaran, dan masih banyak lagi.


Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, Restitusi Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat serta memiliki tujuan tertentu. Hukuman adalah suatu hukuman yang diberikan kepada seseorang setelah dia melakukan suatu perilaku negatif dengan tujuan memperbaiki perilaku negatif tersebut. Penghargaan adalah suatu bentuk penghargaan atau imbalan balas jasa yang diberikan kepada seseorang atau kelompok karena telah berperilaku baik, Restitusi adalah sebuah cara menanamkan disiplin positif pada murid. Restitusi bukan untuk menebus kesalahan, namun untuk belajar dari kesalahan.


Keyakinan Kelas Keyakinan kelas merupakan salah satu disiplin posistif, yang dapat untuk diterapkan dalam membangun budaya positif di lingkungan sekolah. Dengan adanya sebuah keyakinan kelas dalam setiap kelas, diharapkan mampu mewujudjkan tujuan dari pendidikan yang lebih berorientasi kepada Profil Pelajar Pancasila.


Penguasaan (Kebutuhan Pengakuan atas Kemampuan) 5 KEBUTUHAN DASAR MANUSIA Kebutuhan Bertahan Hidup Kasih sayang dan Rasa Diterima (Kebutuhan untuk Diterima) Kebebasan (Kebutuhan Akan Pilihan) Kesenangan (Kebutuhan untuk merasa senang)


Lima Posisi Kontrol Penghukum Pembuat Merasa Bersalah Pemantau Manajer Teman


Langkah langkah Restitusi


KASUS 1 Guru Matematika dan wali kelas 8, Ibu Santi sakit, sehingga tidak dapat masuk dan mengajar. Akhirnya dicarikan guru pengganti, Ibu Eni. Ibu Eni baru 2 tahun menjadi guru SMP. Beberapa murid perempuan, Fifi dan Natali, mengetahui hal ini dan mulai menggunakan kesempatan dan bersikap seenaknya, tertawa dan tidak mengindahkan kehadiran Ibu Eni. Ibu Enimencoba menyapa Fifi dan Natali dengan ramah, sambil mengingatkan mereka untuk tetap fokus pada pengerjaan tugas, “Ayolah tugasnya dikerjakan, nanti Ibu ditegur Bapak Kepala Sekolah kalau kalian tidak kerjakan tugas. Tolong bantu Ibu ya?” Namun Fifi dan Natali malah jadi tertawa, “Ah Ibu, santai saja bu”. Mereka tetap tidak mengerjakan tugas dan malah mengobrol. Keesokan harinya, Ibu Santi memanggil Fifi dan Natali serta menanyakan tentang laporan Ibu Eni. Ibu Santi menanyakan apakah mereka bersedia melakukan memperbaiki permasalahan yang ada? Fifi dan Natali sempat ragu-ragu dan membela diri, namun pada akhirnya mengatakan akan meminta maaf. Ibu Santi menanggapi bahwa tindakan itu boleh saja dilakukan bila mereka sungguh-sungguh ingin meminta maaf, namun Ibu Santi menanyakan kembali, apa yang mereka bisa lakukan untuk menggantikan rasa tidak dihormati Ibu Santi? Baik Fifi maupun Natali mengakui bahwa perilaku mereka tidak sesuai dengan Keyakinan Kelas. Ibu Santi melanjutkan kembali apa yang akan mereka lakukan untuk memperbaiki masalah, apakah ada gagasan? Setelah berpikir sejenak, Natali dan Fifi mengusulkan bagaimana kalau mereka mengadakan sebuah diskusi kelompok dengan teman-teman sekelasnya. Tema yang mereka pilih adalah penerapan keyakinan kelas, terutama tentang sikap saling menghormati dan bagaimana penerapannya di kehidupan sehari-hari di sekolah. Usulan kedua adalah mengirim email kepada Ibu Eni tentang gagasan mereka tersebut. Mereka pun memberitahu Ibu Eni bahwa mereka telah memberitahu Kepala Sekolah, Pak Hasan, bila lain waktu ada ketiadaan guru, maka mereka akan mengusulkan Ibu Eni sebagai guru pengganti.


Menanyakan keyakinan ANALISIS KASUS 1 Dari kasus di Atas langkah langkah retitusi apa yang sudah di lakukan bu santi? Keesokan harinya, Ibu Santi memanggil Fifi dan Natali serta menanyakan tentang laporan Ibu Eni. Ibu Santimenanyakan apakah mereka bersedia melakukan memperbaiki permasalahan yang ada? Fifi dan Natali sempat ragu-ragu dan membela diri, namun pada akhirnya mengatakan akan meminta maaf. Ibu Santi menanggapi bahwa tindakan itu boleh saja dilakukan bila mereka sungguh-sungguh ingin meminta maaf, namun Ibu Santi menanyakan kembali, apa yang mereka bisa lakukan untuk menggantikan rasa tidak dihormati Ibu Santi? Baik Fifi maupun Natali mengakui bahwa perilaku mereka tidak sesuai dengan Keyakinan Kelas. Ibu Santi melanjutkan kembali apa yang akan mereka lakukan untuk memperbaiki masalah, apakah ada gagasan? 1.


2. Menurut anda, Apakah restitusi yang diusulkan vivi dan natali sudah sesuai dengan pelanggaran yang telah di buat? Apakah langkah langkah retitusi yang telh di usulkan mereka Sudah, dengan langkah restitusi yang ketiga yaitu ,menanyakan keyakinan kelas KKAASSUUSS11


3. Dalam kasus di Atas, Posisi apakah yang telah di mabil bu Eni? dalam menangani Vivi dan Natali? Bu Eni , tidak mengambil posisi Kontrol dalam mengani masalah KASUS 1


4. Jika anda adalah Pak hasan, Bagaimana anda menyikapi langkah yang di tempuh ibu Santi ? Pertama yang harus di lakukan pak hasan adalah mengapresiasi langkah restitusi yang di lakukan bu Santi, tetapi mengingatkan kembali kepada ibu santi bahwa langkah ada langkah retitusi yang belum di lakukan bu santi yaitu : Menstabilkan Indentitas (”Tidak ada manusia yang sempurna”) dan memvalidasi tindakan yang salah ( “Memahami kebutuhan dasar yang mendasari anak melakukan kesalahan”) KASUS 1


Pak Lukman menanyakan Sabrina, apa peraturan sekolah tentang seragam warna sepatu. Sabrina menjawab sudah mengetahui sepatu harus berwarna hitam, namun terburu-buru dan salah mengenakan sepatu, selain tidak mungkin kembali pulang karena rumahnya jauh sekali. Pak Lukman tetap bersikeras pada peraturan yang berlaku dan mengatakan, “Ya sudah, kamu sudah melanggar peraturan sekolah. Kamu salah. Sudah terlambat, salah pula warna sepatunya. Segera buka sepatumu kalau tidak bisa mengenakan warna sepatu sesuai peraturan”. KASUS 2 Sabrina hari itu bangun terlambat, dan terburu-buru sampai di sekolah. Dia pun akhirnya sampai di gerbang sekolah, tapi baru menyadari kalau tidak menggunakan sepatu hitam seperti tertera di peraturan sekolah. Di depan pintu kelas, Bapak Lukman memperhatikan sepatu Sabrina yang berwarna coklat. Sabrina berusaha menjelaskan bahwa dia terburu-buru dan salah mengenakan sepatu.


Dalam kasus di atas, sikap posisi apakah yang di ambil oleh Bapak Lukman? 1. Penghukum, Pak Lukman tetap bersikeras pada peraturan yang berlaku dan mengatakan, “Ya sudah, kamu sudah melanggar peraturan sekolah. Kamu salah. Sudah terlambat, salah pula warna sepatunya. Segera buka sepatumu kalau tidak bisa mengenakan warna sepatu sesuai peraturan” . KASUS 2


2. Bila pak Lukman,mengambil posis manager. Kira kira apa yang di lakukan, Pertanyaan seperti apa yang akan di ajukan ke sabrina? Tugas seorang manajer bukan untuk mengatur perilaku seseorang. Kita membimbing murid untuk dapat mengatur dirinya. Seorang manajer bukannya memisahkan murid dari kelompoknya, tapi mengembalikan murid tersebut ke kelompoknya dengan lebih baik dan kuat. Seorang manajer akan berkata: “Apa yang kita yakini?” (kembali ke keyakinan kelas) “Apakah kamu meyakininya?” “Jika kamu meyakininya, apakah kamu bersedia memperbaikinya?” “Jika kamu memperbaiki ini, hal ini menunjukkan apa tentang dirimu?” “Apa rencana kamu untuk memperbaiki hal ini?” KASUS 2


Nilai kebajikan apa yang ingin dituju oleh peraturan sepatu harus berwarna hitam ? Bagaimana anda menyikapi langkah yang diambil pak Lukman mengenai kasus tersebut ? Kira - kira jika anda adalah kepala sekolah di sekolah tersebut, Komitmen dan tanggung jawab Komitmen adalah keadaan dimana seseorang menjalin hubungan keterkaitan pada suatu hal. Tanggung jawab adalah melakukan semua tugas dan kewajiban dengan sungguh - sungguh Saya tidak setuju karena hukuman yang diberikan tidak mendidik anak melainkan menjatuhkan mental anak, membuat anak kurang percaya diri, anak menjadi pendendam dan anak akan mengingat sepanjang hayat. KASUS 2


KASUS 3 Ibu Dani sedang menjelaskan pelajaran Bahasa Inggris di papan tulis, namun beliau memperhatikan bahwa Fajar malah tidur-tiduran dan tampak acuh tak acuh pada pelajarannya. “Fajar coba jawab pertanyaan nomor 3. Maju ke depan dan kerjakan di papan tulis” . Fajar pun tampak malas-malasan maju ke depan, dan sesampai di depan papan tulis pun, Fajar hanya diam terpaku, sambil memegang buku bahasa Inggrisnya dan memainkan spidol di tangannya. “Ayo Fajar makanya jangan tidur-tiduran, lain kali perhatikan! Sudah sana, duduk kembali, kira-kira siapa yang bisa?” Fajar pun kembali duduk di bangkunya. Hal seperti ini sudah seringkali terjadi pada Fajar, sepertinya tidak memperhatikan, acuh tak acuh, dan nilai-nilainya pun tidak terlalu bagus untuk pelajaran Bahasa Inggris. Pada saat ditegur oleh ibu Dani, Fajar hanya menjawab, “Tidak tahu Bu” . Ibu Dani pun menjawab, “Gimana kamu Fajar, kamu gak kasihan sama Ibu ya, Ibu sudah capek-capek mengajarkan kamu. Tidak kasihan sama Ibu?” dan Fajar pun diam membisu.


KASUS 3 Posisi kontrol apa yang di ambil oleh ibu Dani dalam pendekatan kepada Fajar? 1. Pembuat merasa Bersalah Ibu Dani pun menjawab, “Gimana kamu Fajar, kamu gak kasihan sama Ibu ya, Ibu sudah capek-capek mengajarkan kamu. Tidak kasihan sama Ibu?” dan Fajar pun diam membisu.


KASUS 3 membaca sikap Fajar, kira kira kebutuhan apa yang di butuhkan Fajar? 2. Kebebasan (Kebutuhan Akan Pilihan)


KASUS 3 3. Bilamana ibu Dani mengambil posisi pemantau, Apa yang akan di lakukan? atau dikatakan oleh nya? Pertanyaan pertanyaan seperti apa yang akan di ajukan? Jelaskan Bu dani akan mengajukan pertanyaan, “ Apa yang membuatmu tidak semangat belajar? Menurutmu apa kamu sudah melanggar keyakinan kelas kita? Apa konsekuensinya atas perbuatan mu ini?


Memberikan saran kepada Bu Dani , agar mengambil posisi kontrol sebagai Manager, dengan langkah langkah : Menganalisis penyebab sikap anak tersebut, melakukan perencanaan tindak lanjut untuk perubahan tindakan anak, dan pelaksanaan tindakan KASUS 3 4. Apabila anda adalah kepala sekolah di sana dan mengetahui hal ini, bagaimana tindak lanjut anda?


KASUS 4 Anto dan Dino sedang bermain bersama di lapangan basket, dan tiba-tiba terlibat dalam sebuah pertengkaran adu mulut. Dino pun menjadi emosi dan mengadakan kontak fisik, menarik kemeja Anto dengan kasar, sampai 3 kancingnya terlepas. Pada saat itu guru piket langsung melerai mereka, dan membawa mereka keruang kepala sekolah. IbuKepalaSekolah, IbuSuti menanyakan Dino tentang Keyakinan Sekolah yang telah disepakati. Ibu Suti melanjutkan bertanya apakah Dino bersedia memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan terhadap Anto? Dino pun mengangguk. Kemudian Ibu Suti balik bertanya kepada Anto, halapa yang bisa dilakukan Dino untuk memperbaiki masalah. Anto menjawab, “Saya perlu kancing saya diperbaiki pak.Ibu saya akan sangat marah kalau melihat kancing baju saya sampai copot 3 kancing begini.” Ibu Suti pun kembali bertanya ke Dino apakah yang akan dialakukan untuk menggantikan 3 kancing Anto yang terlepas? Dino berpikirsejenak, namunmenjawab, “Wahgaktahubu, sayalemkembalimungkinyabu?” IbuSutiberpikirsebentardanmenanggapi, “Kalau di lemakanmudahterlepaskembali Dino. Bagaimanakalaukamumenjahitkansaja, bersediakahkamu?” Dino tampakragu-ragudanmenanggapi, “Menjahit? Manasaya tau bagaimanamenjahit bu.” IbuSutimeneruskan, “Apakahkamubersediabelajarmenjahit?” Dino berpikirsejenak, memandangkemejaAnto, danmenanggapi, “Yang mengajarisayasiapabu?” DengancepatIbuSutimenjawab, “Pak Irfan, guru Tata Busana”. Dino kembalidiamsejenak, memandangkemejaAnto yang tanpakancing. AkhirnyaAntomengangguktandamenyetujuidansepanjangsiangituAntobelajarmenjahitdanmemperbaikikemejaA nto. Terakhir kali terlihatkeduaanaklaki-lakitersebutAntodan Dino pada jam pulangsekolah, merekasudahbercengkramadanbersendaguraukembali.


KASUS 4 Posisi kontrol apa yang telah dipraktikkan ibu Siti ? Hal - hal apa saja yang dilakukannya sehingga anda berkesimpulan demikian 1. Posisi manajer hal - hal yang dilakukan : “Apa yang kita yakini?” (kembali ke keyakinan kelas) “Apakah kamu meyakininya?” “Jika kamu meyakininya, apakah kamu bersedia memperbaikinya?” “Jika kamu memperbaiki ini, hal ini menunjukkan apa tentang dirimu?” “Apa rencana kamu untuk memperbaiki hal ini?”


KASUS 4 2. Dalam kasus tersebut bagaiman Dino dikuatkan, bagaimana Anto di kuatkan oleh bu siti ? Dino Cara menguatkannya ibu Suti membimbing Dino dalam mempertanggung jawabkan perbuatannya. Anto Cara menguatkannya dengan cara menanyakan solusi kepada Anto untuk menyelesaikan permasalahannya.


KASUS 4 3. Kira - kira nila - nilai kebajikan ( keyakinan sekolah ) apa yang dituju dalam kasus tersebut ? jelaskan Tanggung jawab keadilan komitmen 1. 2. 3.


Click to View FlipBook Version