KERAJINAN MEMBUAT BATIK JUMPUTAN
SEBAGAI TABLE CLOTH/TAPLAK MEJA
DI DAERAH BATANG JAWA TENGAH
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Seni Rupa dan Kerajinan
Nama : Janu Nur Fitrianta
Nim /Kelas : 2019015141 / 6 A
Dosen Pengampu : Poppy Indriyanti, M. Sn
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA
YOGYAKARTA
2021
i
KATA PENGANTAR
ِب ْســــــــــــــــــــــ ِماللّ ِهال َّر ْح َمنِال َّر ِح ْيم
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan hidayah-nya
sehingga penulisan laporan “Tugas Apresiasi Kerajinan Tangan Kedaerahan” ini dapat
terselesaikan dengan waktu yang telah ditentukan. Penyusunan tugas “Apresiasi
Kerajinan Tangan Kedaerahan” ini dibuat dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata
kuliah “Seni Rupa dan Kerajinan” topik yang dibahas adalah “Kerajinan Membuat
Batik Jumputan”.
Penyusunan tugas ini dengan harapan dapat membantu pembaca untuk lebih
memahami materi tentang “Kerajinan Kedaerahan”. Namun demikian, tentu saja dalam
penyusunan masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisan dan pemilihan kata
yang tepat. Dengan ini, memohon saran dan kritik yang konstruktif, sehingga penulis
bisa menyempurnakan hasil laporan yang telah dibuat.
Batang, 28 April 2021
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................................... iii
BAB I................................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN ............................................................................................................ 1
A. Latar Belakang....................................................................................................... 1
B. Tujuan.................................................................................................................... 2
C. Manfaat.................................................................................................................. 2
BAB II .............................................................................................................................. 3
PEMBAHASAN............................................................................................................... 3
A. Identitas Lokasi Pengamatan ................................................................................. 3
B. Latar Belakang Pendiri Usaha / Atau Latar Belakang Owner............................... 3
C. Sejarah Berdirinya Usaha Kerajinan ..................................................................... 4
D. Sistem Manajemen Usaha Kerajinan..................................................................... 4
E. Unsur Seni Rupa Yang Diamati ............................................................................ 4
F. Bahan Utama Yang Digunakan Dalam Usaha Kerajinan Yang Diamati .............. 5
G. Karya / Kerajinan Yang Dihasilkan Pada Usaha Kerajinan Yang Diamati .......... 5
H. Pencapaian Atau Prestasi Yang Sudah Didapatkan (Termasuk Pemasaran)......... 5
BAB III ............................................................................................................................. 6
PENUTUP ........................................................................................................................ 6
A. Kesimpulan............................................................................................................ 6
B. Saran ...................................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 7
LAMPIRAN ..................................................................................................................... 8
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Batik Jumputan adalah batik yang dikerjakan dengan cara ikat celup, di ikat dengan
tali di celup dangan warna. Batik ini tidak menggunakan malam tetapi kainnya
diikat atau dijahit dan dikerut dengan menggunakan tali. Ada dua teknik membuat
batik jumputan, yang pertama teknik ikat, dan yang ke dua teknik jahitan, teknik
ikatan adalah Bagian yang ikat, kencang itu pada saat dicelup tidak terkena warna,
sehingga setelah ikatannya dilepas akan terbentuk gambarnya, dan teknik
jahitanadalah kain diberi pola terlebih dahulu lalu dijahit dengan menggunakan
tusuk jelujur pada garis warnanya dengan menggunakan banang, lalu benang ditarik
kuat sehingga kain berkerut serapat mungkin. Pada waktu dicelup benang yang rapat
akan menghalangi warna masuk ke kain, benang yang dipakai sebaiknya benang
yang tebal dan kuat seperti benang plastik / sintesis, benang jins, atau benang
sepatu. Hasil jumputan teknik jahitan ini berupa titik-titik yang agak menyambung
membentuk gambar (Rosyidah dkk, 2017: 1)
Menjumput berarti memungut atau mengambil dengan semua ujung jari tangan. cara
pembuatan kain batik jumputan sangat sederhana dan mudah dilakukan karena tidak
menggunakan lilin dan canting. Sesuai dengan namanya, batik jumputan dibuat dengan
cara menjumput kain yang di isi biji-bijian sesuai dengan motif yang di kehendaki,
selanjutkan mengikat, dan terakhir melakukan pencelupan kedalam pewarna. Meskipun
dengan cara sederhana. hasil kain batik jumputan tidak kalah indah dengan jenis batik
yang lain. Batik jumputan merupakan suatu karya seni yang mempunyai nilai budaya
dan nilai ekonomi tinggi. Dalam proses pewarnaan batik jumputan, jaman dahulu zat
pewarna yang digunakan berasal dari alam. Namun dengan berkembangnya ilmu
pengetahuan dan teknologi zat pewarna alami mulai di tinggalkan hal ini terjadi
terutama karena pewarna sintesis memiliki jumlah warna yang hampir tak terbatas,
disamping itu juga, proses pewarnaan alam juga lebih rumit pewarna sintesias.
Meskipun demikian, keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Maka dari itu
untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai Batik jumputan, penulis menyusun sebuah
1
laporan yang berjudul “Kerajinan Membuat Batik Jumputan Sebagai TableCloth /
Taplak Meja di Daerah Batang Jawa Tengah”.
B. Tujuan
Penulisan laporan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang kebudayaan di
daerah Indonesia, terutama tentang pengertian batik jumputan, ciri – ciri batik dan
mengetahui cara pembuatan batik jumputan. Serta diharapkan agar warga indonesia
mencintai dan melestarikan kebudayaan batik. Sehingga batik yang ada diIndonesia
terus berkembang dan diakui keberadaannya di seluruh dunia.
C. Manfaat
Adapun Manfaat dari penulisan laporan ini adalah :
1. Sebagai bahan informasi bahwa Batik ikat celup tidak hanya terbatas pada teknik
jumputan, namun terdapat teknik ikat gulung yang dapat diaplikasikan dengan
berbagai cara pengikatan dan pemberian warna.
2. Sebagai penambah wawasan pengetahuan bagi pembaca tentang membuat batik
jumputan.
3. Sebagai bahan pengetahuan untuk mendapat bekal keterampilan dan pengalaman
dalam membuat kerajinan.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Identitas Lokasi Pengamatan
Lokasi dari Kerajinan Membuat Batik Jumputan ini berada di daerah Jawa Tengah,
lebih tepatnya berada di Jl Danasari no 101, Desa candirejo, Kecamatan Bawang,
Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Pemilik dari kerajinan batik jumputan ini ialah Bapak
Kardiman. Setelah saya mengamati lokasi dari tempat pembuatan kerajinan batik
jumputan/ ikat celup ini tempatnya berada dirumah bapak kardiman sendiri. Lingkungan
bisnis usaha batik ini terbentuk dari beberapa factor, yaitu kondisi wilayah, kebijakan
pemerintah, tingkat persaingan dan perubahan-perubahan yang terjadi didalam maupun
diluar negeri.
B. Latar Belakang Pendiri Usaha / Atau Latar Belakang Owner
Usaha yang dimiliki Bapak Kardiman ini bergerak dalam bidang tekstil dan khusus
untuk memproduksi batik jumputan atau lebih sering kita dengar dengan batik ikat
celup. Bapak Kardiman atau lebih sering dipanggil pak man ini memulai usaha
Kerajinan Membuat Batik Jumputan dari hobi kemudian menjadi usaha yang
menjanjikan. Di jaman persaingan perdagangan saat ini, para wirausahawan berlomba-
lomba untuk menciptakan suatu produk yang diharapkan akan disukai dan diminati oleh
konsumen.
Dari berbagai macam produk yang ada, Namun pak man ini berbeda dia tetap
konsisten dalam memulai usahanya karena untuk melestarikan budaya batik di
Indonesia ucapnya. kenapa usaha pak man ini bergerak dalam bidang batik ?, karena
batik itu adalah identitas bangsa indonesia ,dengan harapan untuk kerajinan ini bisa
memperkenalkan batik ke manca Negara dengan cara memproduksi baju-baju batik atau
table cloth dan di ekspor ke luar negeri, pak man sendiri juga ikut membantu
mewujudkan progam pemerintah untuk mengurangi pengangguran dengan cara
membuka usaha kerajinan batik jumputan kemudian mempekerjakan masyarakat di
sekitar rumah Bapak Kardiman.
3
C. Sejarah Berdirinya Usaha Kerajinan
Awal mula berdirinya usaha kerajinan batik jumputan ini yang dimiliki oleh pak
man yaitu pada tahun 2014. Pak man memperoleh ide dari temannya yang berada di
pekalongan. Dengan begitu beliau bisa belajar, pada saat itu pak man belum membuat
batik jumputan. Namu pak man membuat batik tulis khas pekalongan. Kemudian
setelah bekerja cukup lama di pekalongan tersebut, pak man membuka cabang sendiri
dengan membuat batik jumputan di daerahnya sendiri. Namun dalam tahun akhir 2017
sempat berakhir dan tidak memproduksi lagi. Dengan beberapa alasan, akhirnya di
tahun ini pak man memulai lagi usahanya membuat batik tersebut untuk dijadikan
tablecloth atau taplak meja saja dan itupun hanya memproduksi apabila ada yang
memesan tablecloth atau taplak meja tersebut ke pak kardiman sendiri. Hal tersebut
karena pak man termotivasi lagi untuk melestarikan batik yang ada di daerah Indonesia
sendiri.
D. Sistem Manajemen Usaha Kerajinan
Di lihat daerah kota Batang sebagai daerah yang penuh dengan budaya dan wisata
yang akan mendatangkan suatu dampak yang positif bagi perkembangan industri batik
di wilayah tersebut, Oleh karena itu pak man menyimpulkan bahwa produk batik,
khususnya di Daerah Batang memiliki potensi yang cukup besar. Bapak Kardiman
menerima pesanan dari luar kota antara lain Pemalang, Tegal, Yogyakarta dan
Semarang. Dalam proses pengerjaannya pak man dibantu oleh satu karyawan.
E. Unsur Seni Rupa Yang Diamati
Setelah saya mengamati dari kerajinan batik jumputan. Kerajinan tersebut termasuk
dalam seni rupa dua dimensi. Unsur-unsur seni rupa dalam motif batik tidak berdiri
sendiri, akan tetapi unsur-unsur tersebut saling mendukung. Pada dasarnya motif batik
merupakan susunan unsur-unsur seni rupa yang saling mendukung. Unsur-unsur seni
rupa dalam motif batik antara lain titik, garis, bidang dan warna. Unsur tersebut banyak
digunakan dalam pembuatan motif batik jumputan.
4
F. Bahan Utama Yang Digunakan Dalam Usaha Kerajinan Yang Diamati
Bahan utama yang di gunakan dalam usaha kerajinan membuat batik ini ialah kain.
Kain mori (bisa terbuat dari sutra atau katun). Bahan tersebut banyak digunakan dalam
pembuatan batik apa saja. Dan bahan tersebut banyak kita temui di pasar atau tempat
penjual bahan batik.
G. Karya / Kerajinan Yang Dihasilkan Pada Usaha Kerajinan Yang Diamati
Karya atau kerajinan yang
di hasilkan pada usaha kerajinan
membuat batik jumputan ini
ialah table cloth atau lebih kita
kenal dengan taplak meja.
H. Pencapaian Atau Prestasi Yang Sudah Didapatkan (Termasuk Pemasaran)
Pencapaian dari kerajinan yang sudah dibuat yaitu hasil kerajinan table cloth yang
sudah masuk pasar mancanegara dan barang hasil kerajinan itu sudah banyak di pesan
di daerah yang ada di Indonesia, Pemalang, Tegal, Yogyakarta dan Semarang.
5
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Batik Jumputan (batik celup ikat) adalah batik yang dikerjakan dengan cara ikat
celup, di ikat dengan tali di celup dangan warna. Batik ini tidak menggunakan malam
tetapi kainnya diikat atau dijahit dan dikerut dengan menggunakan tali. Tali berfungsi
sama halnya dengan malam yakni untuk menutup bagian yang tidak terkena warna.
Kata jumputan berasal dari bahasa jawa. Menjumput berarti memungut atau
mengambil dengan semua ujung jari tangan. cara pembuatan kain batik jumputan
sangat sederhana dan mudah dilakukan karena tidak menggunakan lilin dan
canting. Sesuai dengan namanya, batik jumputan dibuat dengan cara menjumput kain
yang di isi biji-bijian sesuai dengan motif yang di kehendaki, selanjutkan mengikat, dan
terakhir melakukan pencelupan kedalam pewarna. Meskipun dengan cara sederhana.
hasil kain batik jumputan tidak kalah indah dengan jenis batik yang lain. Batik
jumputan merupakan suatu karya seni yang mempunyai nilai budaya dan nilai ekonomi
tinggi.
B. Saran
Indonesia yang kaya akan budaya, salah satunya batik. Patut bangga dan tetap
melestarikan budaya ini. Jangan sampai negara lain mengambil budaya asli Indonesia
ini. Seiring perkembangan zaman, kita harus menjaga budaya batik Indonesia ini. Ini
berguna pula untuk generasi kita berikutnya.
Karya batik yang terdiri dari berbagai macam, salah satunya batik jumputan, yaiut
batik yang dikerjakan dengan cara celup dan di ikat dengan tali di celup dengan warna.
Untuk itu marilah kita bersama-sama melestarikan budaya batik ini. Sejak kecil kita
harus mempelajari dan mempraktekan cara membuat batik. Ini bertujuan agar besarnya
kita nanti telah mahir membatik.
6
DAFTAR PUSTAKA
Ristiani, Suryawati. 2016. Pengembangan teknik tritik jumputan dengan sistem
lipat ikat dan lipat jelulur. Vo. 33. No. 1
Rosyidah dkk. . (2017). PEMBUATAN BATIK JUMPUT. PENAMAS ADI BUANA, 1.
7
LAMPIRAN
8